Tag: suara petir

  • Hati-hati Rumah Bisa Tersambar Petir, Ketahui Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Saat hujan turun kita sering mendengar himbauan perangkat elektronik sebaiknya dimatikan karena takut tersambar petir. Apalagi saat hujan deras disertai dengan suara petir beberapa kali.

    Namun, sebelum benar-benar mempercayai himbauan tersebut, ketahui dahulu apa yang menyebabkan petir menyambar sebuah rumah.

    Penyebab Rumah Tersambar Petir

    Dilansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi karena adanya lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke arah bumi yang bermuatan positif.


    Sambaran petir sangat mungkin terjadi karena Indonesia terletak di daerah khatulistiwa. Seperti yang kita tahu petir hanya muncul pada musim hujan, sebelum, ketika, dan setelah hujan turun. Objek yang mungkin paling rentan terkena sambaran petir adalah bangunan yang tinggi, termasuk gedung bertingkat, rumah bertingkat, tugu, tiang, atau infrastruktur yang cukup tinggi.

    Tips Mencegah Sambaran Petir buat Rumah Bertingkat

    Melansir situs Family Handy, berikut tips mencegah sambaran petir, terutama untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Sejak lama sudah ditemukan alat untuk menangkal petir. Mungkin kalian juga sudah pernah melihat. Bentuknya adalah batang logam yang ditancapkan di ujung atap. Tidak begitu tinggi sampai seperti tiang listrik, tetapi cukup panjang untuk terlihat dari bawah rumah.

    Batang logam tersebut tidak hanya menempel pada atap, melainkan dihubungkan ke kawat tembaga yang dipasang ke tanah. Penghubungnya dari batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    Pada rumah bertingkat, penangkal petir dipasang di ujung tertinggi bagian rumah. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Perlindungan kedua adalah memakai alat pelindung listrik di rumah atau surge protector. Pelindung ini bisa melindungi listrik saat terjadi lonjakan tiba-tiba, listrik bocor, atau arus pendek listrik. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    Petir adalah salah satu fenomena alam yang membawa muatan listrik yang besar. Ketika menyambar ke arah rumah, listrik di rumah berisiko juga terkena kejutan listrik. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Meskipun tidak semua benda akan disambar petir, tetapi untuk perlindungan sebaiknya mematikan perangkat elektronik saat hujan terlalu deras disertai petir besar.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mendengar Petir Lengkap Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Kaum muslim bisa membaca doa ketika mendengar petir. Doa ini menjadi salah satu bentuk pengingat bagi umat Islam akan kekuasaan Allah SWT yang mengatur alam semesta.

    Petir, yang sering dianggap menakutkan oleh sebagian orang, merupakan tanda kebesaran Allah SWT yang bisa menjadi alasan bagi muslim untuk mengingat dan berzikir kepada Allah SWT.

    Petir sendiri pernah disebut dalam Al-Qur’an dalam surah Ar-Ra’d yang berarti gemuruh atau petir. Allah SWT berfirman,


    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ

    Artinya: “Guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar-Ra’d: 13)

    Tak hanya menjadi pengingat kekuasaan-Nya, membaca doa saat mendengar petir juga membawa keberkahan tersendiri bagi mereka yang mengamalkannya. Hal ini mengajarkan umat Islam agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama di momen-momen menegangkan seperti ketika mendengar suara gemuruh petir.

    Bacaan Dzikir dan Doa Mendengar Petir

    Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW beberapa kali mengucapkan sebuah doa ketika mendengar suara petir sebagai bentuk perlindungan dan pengharapan.

    Imam an-Nawawi dalam kitab Al Adzkar yang diterjemahkan Masturi Irham dan Muhammad Aniq menukil riwayat dalam kitab At-Tirmidzi, Abdullah bin Umar RA mengatakan jika Rasulullah SAW mendengar suara kilat atau petir, maka beliau mengucapkan:

    اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Latin: Allahumma laa taqolnaa bighodoobika walaa tuhliknaa bi’adzaabika wa ‘afinaa qobla dzalik

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau membunuh kami dengan kemurkaan-Mu dan janganlah Engkau membinasakan kami dengan siksa-Mu, dan sehatkanlah kami sebelumnya.” (HR Bukhari)

    Dalam riwayat lain, sebagaimana terdapat dalam Al-Muwaththa’, Abdullah bin Zubair RA mengatakan jika Rasulullah SAW mendengarkan petir maka beliau langsung meninggalkan perbincangan, lalu mengucapkan:

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Latin: Subhaanalladzii yusabbihurro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Mahasuci Dzat yang menjadikan petir itu bertasbih dengan memuji-Nya dan demikian pula para malaikat yang juga bertasbih karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik dan Bukhari)

    Doa mendengar petir di atas merupakan salah satu doa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW yang diambil langsung dari penggalan ayat Al-Qur’an dalam surah Ar-Ra’d ayat 13. Doa tersebut bisa dibaca tiga kali.

    Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm turut meriwayatkan bacaan doa mendengar petir yang dipanjatkan Rasulullah SAW. Thawus yang merupakan seorang imam dan pengikut Rasulullah SAW yang terhormat mengatakan, “Apabila mendengar suara petir, dia (Rasulullah SAW) mengucapkan:

    سُبْحَانَ مَنْ سَبَّحَتْ لَهُ

    Latin: Subhana Man Sabbahta Lahu

    Artinya: “Mahasuci Dzat yang menjadikan sesuatu bertasbih kepadanya.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa ketika Mendengar Petir


    Jakarta

    Petir merupakan salah satu fenomena alam yang terdengar dengan suara keras, dan sering kali menyertai hujan deras. Dalam Islam, petir tidak hanya dianggap sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai tanda kekuasaan Allah SWT yang Maha Agung.

    Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 13, petir bertasbih dengan memuji Allah SWT.

    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِۚ وَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ۝١٣


    Artinya: “Guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Mahakeras hukuman-Nya.”

    Suara petir juga sering kali menimbulkan rasa takut atau terkejut. Untuk itu, ketika mendengar suara petir, umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan doa mendengar petir sebagai bentuk pengakuan atas kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Berikut adalah 3 doa mendengar petir.

    3 Bacaan Doa saat Mendengar Petir

    Dalam kitab Al-Adzkar Imam Nawawi, Ibnu Umar RA telah menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut apabila mendengar suara petir,

    اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ ، وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قبل ذلك.

    Arab Latin: Allahumma laa taqtulnaa bighadabika, wa la tuhliknaa bi’adzaabika, wa ‘aafinaa qabla dzaalik.

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau membunuh kami dengan kemur- kaan-Mu dan jangan pula membinasakan kami dengan azab- Mu, serta maafkanlah kami sebelum itu.”

    Dalam riwayat lain, Abdullah ibnu az-Zubair RA apabila mendengar suara petir, ia berhenti dari berbicara, lalu mengucapkan doa mendengar petir berikut:

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ.

    Arab Latin: Subhanaalladzii yusabbihurra’du bihamdihi wal-malaa’ikatu min khiifatih.

    Artinya: “Mahasuci Allah yang guruh bertasbih dengan memuji-Nya, juga para malaikat karena takut kepada-Nya.”

    Adapun dari Thawus, seorang imam tabiin yang agung, bila mendengar suara petir, ia mengucapkan doa mendengar petir berikut:

    سُبْحَانَ مَنْ سَبِّحْتَ لَهُ .

    Arab Latin: Subhaana man sabbahtalah.

    Artinya: “Mahasuci Tuhan yang engkau (guruh) bertasbih menyucikan-Nya.”

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com