Tag: suhu ruangan

  • 9 Jurus Jitu Bikin Rumah Adem Tanpa AC


    Jakarta

    Ruangan yang panas tentu bisa membuat kita berkeringat, menjadikan ruangan terasa tidak nyaman dan memiliki aroma kurang sedap.

    Hal tersebut sebenarnya bisa ditanggulangi dengan menggunakan AC. Namun sayangnya, kebanyakan dari merk AC juga memiliki banyak kekurangan. Beberapa diantaranya yaitu penggunaan daya yang cukup besar, Menjadikan AC sebagai salah satu alat elektronik yang kurang ramah lingkungan dan memerlukan biaya operasi yang tidak sedikit.

    Tapi kali ini kamu tidak perlu khawatir! Mengutip dari realsimple.com dan evapolar.com. Masih banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga suhu ruangan rumahmu tetap sejuk tanpa menggunakan banyak energi. Bila kamu penasaran, yuk kita simak caranya di bawah ini!


    1. Menggunakan Air Cooler atau Air Cooler Ala-Ala

    Cara paling pertama yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan Air Cooler sebagai alternatif utama pengganti AC. Atau kamu bisa membuat nya sendiri menggunakan kipas biasa.

    Metode yang digunakan oleh Air Cooler adalah meniupkan udara dingin dari air ataupun es. Kamu bisa mencontek metode tersebut dengan menggunakan kipas angin dan menempatkan satu ember air dingin atau es balok tepat di depan kipas tersebut.

    Namun, cara ini memiliki kekurangan. Mengutip dari alodokter.com, Kamis (22/2/2023) dr. Nadia Nurotul Fuadah bilang, ada risiko timbulnya penyakit bila penggunaan filter atau penyaring udara pada air cooler ini kotor.

    “Penggunaan air cooler, jika dilakukan dengan benar, semestinya tidak meningkatkan risiko terjadinya pneumonia. Akan tetapi, kamu perlu pastikan filter pada air cooler tersebut tidak rusak dan dibersihkan secara berkala. Sebab, filter air cooler yang rusak atau kotor berisiko menjadi sarang mengendapnya mikroorganisme penyebab penyakit, yang jika dihembuskan kembali ke ruangan dan terhirup oleh orang dalam ruangan tersebut, bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada saluran pernapasan, termasuk pneumonia.”

    2. Menggunakan Kipas

    Tentunya cara ini adalah alternatif kedua yang sudah umum diketahui oleh semua orang. Untuk memaksimalkan kegunaanya, pastikan bila kipas mendapatkan sumber angin yang lebih dingin dan mengarahkannya ke ruangan yang ingin didinginkan.

    3. Tutup Gorden/Hordeng di Siang Hari

    Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa kita harus menutup gorden ketika siang hari. Alasannya cukup mudah, pantulan sinar matahari langsung biasanya membawa panas yang cukup tinggi. mengutip dari energy.gov, sekitar 76% cahaya matahari yang masuk melalui jendela berubah menjadi energi panas.

    Salah satu faktor yang mendorong suhu panas untuk masuk kedalam ruangan adalah cahaya matahari. Maka dari itu menutup jendela dengan gorden yang tebal bisa membantu mengurangi sumber panas yang masuk kedalam ruangan.

    4. Perhatikan Sirkulasi Udara

    Biarkan udara dari luar masuk atau keluar, dengan membuka jendela. Cara ini juga masih bisa digunakan walau dengan kondisi gorden tertutup.

    Pastikan untuk membuka atau menutup jendela tergantung dengan suhu udara di luar. Bila udara diluar lebih panas, biarkan jendela tetap tertutup rapat, sedangkan bila udara diluar lebih sejuk, pastikan agar kamu membuka jendela ruangan.

    Tentu saja cara ini bisa juga diaplikasikan pada malam hari. dr. Nadia Nurotul Fuadah menyatakan bila kamu merasa kamarmu terlalu panas, kamu bisa membuka jendela kamarmu, dengan catatan lingkunganmu tidak terlalu berpolusi atau tidak terlalu dingin.

    5. Perhatikan Tingkat Kelembaban Ruangan

    Tingkat kelembaban yang tinggi bisa menyebabkan tubuh kesulitan dalam mengontrol suhu tubuh. Ketika kelembaban berada pada tingkat yang pas, keringat tubuh lebih mudah untuk menguap, sehingga membuat tubuh kita terasa lebih fresh.

    6. Tutup Pintu Ruangan yang Tidak Terpakai

    Mengurangi luas ruangan yang ingin didinginkan bisa sangat membantu.

    7. Matikan Alat Elektronik yang Tidak Terpakai, dan Ganti Jenis Lampu dengan Tipe LED

    Matikan atau cabut alat elektronik seperti lampu, charger, dan lainnya yang sudah tidak dipakai. Alat-alat elektronik cenderung menghasilkan energi panas.

    Ganti tipe lampu kamu dengan tipe LED. Tipe Lampu LED tidak menghasilkan panas yang besar seperti lampu tipe lainnya.

    Cara ini adalah cara yang membutuhkan waktu. Sinar matahari yang langsung mengenai dinding rumah bisa menyebabkan dinding rumahmu menjadi panas.Untuk menanggulanginya, kamu bisa menanam pohon disekitar rumahmu untuk menghalangi sinar matahari agar tidak langsung mengenai dinding rumahmu.

    9. Mendinginkan Tubuh

    Cara ini adalah cara yang bisa kamu ikuti bila semua cara di atas terasa merepotkan bagimu. Bila kamu lebih memilih untuk cara yang lebih instan, kamu bisa menggunakan cara di bawah ini untuk mendinginkan tubuhmu secara langsung.

    1. Membeli paket Cooling Mattress.
    2. Menggunakan metode orang Mesir dengan menempelkan kain basah langsung ke kulit.
    3. Dinginkan titik pembuluh darah dengan air (pergelangan tangan, pergelangan kaki, lekukan siku, dan bagian belakang lutut).
    4. Mandi dengan air dingin.
    5. Minum air dingin yang banyak.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Pakai AC Cassette di Rumah


    Jakarta

    Ketika cuaca panas menyengat, kenyamanan di rumah menjadi prioritas utama. Salah satu solusi yang efektif untuk menjaga suhu tetap sejuk adalah dengan menggunakan AC cassette.

    AC cassette merupakan jenis AC yang dipasang di plafon rumah. Hal itu terkadang dipilih karena hampir tidak terlihat.

    Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan AC jenis ini, perhatikan dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasinya.


    Kelebihan Memakai AC Cassette

    Menjaga Tampilan Dinding

    Melansir Metropolitan Air Conditioning, pada Sabtu (2/11/2024), memasang AC cassette langit-langit dapat memberikan berbagai keuntungan, salah satunya adalah membebaskan ruang dinding kamu yang berharga.

    Berbeda dengan AC cassette, AC dengan model split atau AC yang ditempel di dinding biasanya, pemasangan komponen unit internal memerlukan ruang di dinding.

    Namun, AC cassette memungkinkan kamu untuk menggunakan kembali ruang dinding tersebut untuk hal lain, seperti menggantung karya seni atau foto keluarga, karena unit dalam ruangan dipasang di langit-langit.

    Efisiensi Energi

    Sistem AC cassette dapat dengan cepat dan efisien mencapai suhu ruangan yang kamu inginkan, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan energi untuk memanaskan atau mendinginkan ruangan lebih lama dari yang diperlukan.

    Hal ini akan menurunkan konsumsi energi kamu. Setelah suhu yang diinginkan tercapai, AC akan mengurangi penggunaan energinya, menjadikannya pilihan yang lebih hemat energi.

    Biaya Perawatan Murah

    Sistem AC cassette sangat mudah dalam hal perawatan, biasanya hanya memerlukan pembersihan ventilasi setiap dua minggu dan penggantian filter secara rutin. AC cassette cocok untuk berbagai ukuran ruangan, baik kamu tinggal di apartemen kecil atau rumah yang luas. Semua tergantung pada ukuran kipas dan daya keluaran yang paling sesuai dengan ukuran ruangan, yang bisa ditentukan oleh teknisi AC berlisensi.

    Penyaluran Udara yang Baik

    Banyak orang menganggap ini sebagai salah satu keunggulan utama. Kita semua memahami prinsip dasar ilmu pengetahuan bahwa udara panas cenderung naik dan udara dingin turun.

    Prinsip ini, ditambah dengan kipas internal yang sangat efisien, memungkinkan distribusi udara dengan suhu yang merata di seluruh sudut ruangan.

    AC cassette memiliki desain yang estetis, mudah dalam perawatannya, memproduksi sedikit suara di dalam ruangan, serta memberikan kenyamanan dan efisiensi energi yang luar biasa.

    Dengan semakin banyak produsen yang menghadirkan sistem cassette hemat energi untuk penggunaan rumah, jelas ada alasan kuat untuk menganggapnya sebagai salah satu solusi terbaik untuk pemanasan dan pendinginan di rumah.

    Kekurangan Memakai AC Kaset

    Ketidaksesuaian Ruang

    AC cassette dilengkapi dengan berbagai fitur dan manfaat yang menjadikannya pilihan yang tepat untuk banyak rumah. Namun, ada juga fitur tertentu yang mungkin membuatnya kurang cocok untuk properti kamu.

    Keterbatasan ruang di atap untuk pemasangan unit dalam ruangan AC bisa berarti bahwa unit tersebut tidak cocok untuk rumah kamu. Ini bisa disebabkan oleh desain atap kamu, atau oleh keberadaan sistem pencahayaan atau kipas langit-langit yang menghalangi.

    Kebisingan Komponen Eksternal

    Meskipun unit internal AC kamu mungkin beroperasi dengan tenang, unit eksternalnya bisa menghasilkan suara yang cukup bising. Jika rumah kamu dekat dengan tetangga, kamu mungkin perlu mempertimbangkan lokasi pemasangan unit luar ruangan.

    Harga Pembelian Mahal

    Berbeda dengan AC sistem split biasa, kamu mungkin akan menemukan bahwa unit cassette memiliki harga yang lebih tinggi, baik saat pembelian maupun saat pemasangan.

    Kebutuhan Lebih dari Satu Unit

    Seperti sistem yang dipasang di dinding, kamu akan perlu memasang beberapa unit. Meskipun unit-unit tersebut dapat memanaskan dan mendinginkan ruangan terbuka yang luas, kamu memerlukan lebih dari satu unit untuk menciptakan aliran udara dan memengaruhi suhu di seluruh rumah.

    Jika kamu tinggal di rumah bertingkat, unit AC cassette langit-langit mungkin tidak cocok untuk memanaskan atau mendinginkan seluruh rumah. Ini sering kali disebabkan oleh keterbatasan ruang di langit-langit untuk mendukung pemasangan yang memadai.

    AC Keset Lebih Baik Dibanding yang Lain?

    Ada berbagai pilihan untuk pemanas dan pendingin ruangan di rumah, salah satunya adalah AC cassette. Unit AC cassette dipasang di langit-langit, membuatnya ideal untuk menghemat ruang. Unit ini mendistribusikan udara dingin secara merata, sehingga mengurangi titik panas.

    AC cassette memerlukan langit-langit palsu, yang berarti akan ada pekerjaan struktural tambahan di rumah kamu. Perawatannya juga bisa lebih rumit karena posisinya, sehingga perawatan rutin menjadi sangat penting.

    Apakah AC cassette lebih baik daripada opsi lain tergantung pada kebutuhan dan anggaran kamu. Jika kamu mencari solusi yang ramping dan tidak mencolok dengan pendinginan yang merata, serta tidak keberatan dengan biaya awal yang lebih tinggi, ini bisa menjadi pilihan yang ideal.

    Namun, jika anggaran kamu terbatas atau lebih memilih instalasi yang lebih sederhana, kamu mungkin ingin mempertimbangkan sistem hemat energi lainnya seperti unit sistem split atau AC siklus terbalik.

    Pada akhirnya, pilihan terbaik untuk rumah kamu akan bergantung pada kondisi unik kamu, jadi penting untuk mempertimbangkan dengan cermat kelebihan dan kekurangan sebelum membuat keputusan.

    Apakah AC Kaset Langit-langit Pilihan Terbaik untuk Rumah?

    Jadi, kita sampai pada pertanyaan penting mengenai bagaimana unit AC cassette dibandingkan dengan solusi pemanasan dan pendinginan lainnya, dan apakah ini pilihan terbaik untuk rumah kamu.

    Jika kamu membandingkan sistem AC cassette dengan sistem split yang terpasang di dinding, unit cassette biasanya lebih mahal untuk dibeli dan dipasang.

    Namun, unit ini dapat dipasang di rongga langit-langit, bukan di dinding. Hal ini memungkinkan aliran udara multiarah, yang memberikan cakupan pemanasan dan pendinginan yang lebih luas di ruang yang lebih besar, sering kali dengan efisiensi energi yang lebih baik.

    Ketika membandingkan AC cassette dengan sistem saluran penuh, yang juga memiliki biaya tinggi untuk pembelian dan pemasangan, keunggulan utama sistem saluran adalah kemampuannya untuk memanaskan atau mendinginkan seluruh rumah hanya dengan satu sistem.

    Di sisi lain, kamu perlu memasang beberapa unit AC cassette di seluruh rumah. Kamu mungkin menemukan bahwa perawatannya sedikit lebih mudah dengan sistem cassette, karena kamu tidak perlu khawatir tentang pembersihan saluran.

    Secara keseluruhan, AC cassette langit-langit merupakan pilihan yang baik untuk rumah kamu, sebanding dengan sistem saluran atau model sistem split yang lebih tradisional. Semuanya tergantung pada kebutuhan dan desain rumah kamu.

    Kamu akan memerlukan cukup ruang di langit-langit untuk pemasangan, dan biaya untuk pembelian serta pemasangannya mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan opsi lain. Namun, dengan kemampuan pemanasan dan pendinginan yang luar biasa, efisiensi energi, dan operasi yang sangat senyap, ada manfaat yang dapat kamu nikmati sepanjang tahun.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Efektif Bikin Rumah Nggak Mudah Lembap Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, kelembapan di rumah meningkat. Hal ini bisa kamu ketahui dari munculnya noda hitam di sudut-sudut rumah. Kelembapan rumah yang meningkat ini jangan dianggap sepele karena dapat merusak tampilan rumah dan membahayakan kesehatan.

    Mengutip Telegrafi, cara mengatasi masalah kelembapan di rumah cukup beragam. Ada yang harus memperbaiki struktur rumah, ada yang cukup meletakkan alat pembersih udara instan. Pilihan ini tergantung pada kebutuhan pemilik rumah.

    Dehumidifier merupakan alat yang dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Ini adalah cara instan dan paling cepat. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).


    “Semakin sedikit kelembaban yang Anda hasilkan di dalam rumah, semakin sedikit pula kondensasi yang terbentuk. Oleh karena itu, pikirkan bagaimana Anda akan menghilangkan kelembapan selama bekerja sehari-hari,” kata manajer layanan teknis Inggris di Rentokil, Nicholas Donnithorne mengutip dari The Sun pada Selasa (5/12/2024).

    Lalu, apabila perbaikannya sampai membongkar dan mengganti struktur bangunan, biasanya karena dampak dari kelembapan tersebut cukup parah. Sebagai contoh bisa timbul jamur di dinding, plafon, dan material kayu di rumah atau membuat dinding dan plafon bergelembung.

    Namun tenang, ada beberapa cara agar rumah tidak mudah lembap di tengah musim hujan seperti saat ini.

    1. Membuka Jendela

    Keberadaan ventilasi dapat membantu menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Sebagai contoh membuka jendela saat memasak dan mandi secara rutin dapat memberikan akses sinar matahari dan angin di rumah.

    2. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah ruangan paling lembap di rumah. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi.

    3. Jaga Suhu Ruangan

    WHO, Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan suhu di dalam rumah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Maka dari itu, penting untuk memiliki ventilasi yang cukup di dalam rumah atau setidaknya menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Suhu AC yang Ideal di Kamar Biar Tidur Nyenyak?



    Jakarta

    AC atau air conditioner merupakan alat elektronik andalan banyak penghuni rumah untuk mendinginkan ruangan. Keberadaan AC sangat praktis di rumah apalagi ketika cuaca yang panas, kamu bisa mudah mengatur suhu sesuai keinginan.

    Nah, ternyata suhu AC bisa mempengaruhi kualitas tidur seseorang, lho. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mengatur suhu AC di kamar tidur dengan tepat biar bisa tidur nyenyak.

    Dilansir dari Medical News Today, suhu AC yang ideal di kamar tidur sekitar 15,6-19,4 derajat celsius. Sementara menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC terbaik agar tidur berkualitas antara 25-28 derajat celsius.


    Di sisi lain, Biro Efisiensi Energi (BEE) sebagaimana dikutip dari India Today, suhu ruangan ideal untuk tubuh manusia yaitu sekitar 24 derajat celsius Kebanyakan orang berpikir bahwa menyetel AC pada suhu 16°C, akan memberikan pendinginan yang lebih baik, tetapi sebenarnya tidak demikian.

    Pada dasarnya kita tidak boleh menyetel AC pada suhu minimum. Sejatinya, jawaban suhu AC terbaik sebenarnya tergantung pada kapan kita menggunakan AC tersebut.

    Selain meningkatkan kualitas tidur, suhu ruangan yang dingin memberi manfaat lainnya. Berikut beberapa manfaat tidur dengan suhu udara yang dingin.

    Manfaat Tidur di Ruangan Dingin

    Inilah beberapa manfaat tidur di ruangan yang memiliki suhu dingin, dikutip dari Medical News Today.

    1. Menjaga Suhu Tubuh

    Pada malam hari, metabolisme tubuh menurun sekitar 30 persen saat tidur.

    2. Mencegah Dehidrasi

    Saat udara terasa sejuk saat kamu tidur, kamu akan akan terhindar dari dehidrasi dan kelelahan karena kepanasan.

    3. Udara Bersih

    AC memiliki filter yang berfungsi untuk menyaring kotoran, debu, dan partikel kecil di udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Gunakan AC dengan Efektif Agar Tak Cepat Rusak


    Jakarta

    Banyak rumah memiliki air conditioner atau AC untuk mendinginkan ruangan. Namun, cara penggunaan yang kurang tepat bisa membuat AC tidak bekerja optimal, bahkan cepat rusak.

    Sebagian orang suka menyalakan AC untuk jangka waktu yang lama dengan suhu sangat rendah. Hal ini membuat AC bekerja terlalu keras, sehingga bisa cepat rusak.

    Lantas, bagaimana cara agar AC awet dan bekerja dengan efektif? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari Better Homes & Gardens.


    Tips Gunakan AC Agar Awet dan Efektif

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat menggunakan AC agar tidak cepat rusak.

    1. Naikkan Suhu Ruangan

    Mengatur suhu ruangan beberapa derajat lebih tinggi dari suhu yang diinginkan berarti AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menjaga suhu yang diinginkan. Misalnya, kamu ingin suhu ruangan 20 derajat Celcius, maka naikkan suhunya menjadi 23 derajat Celcius.

    “Sebagai aturan umum, perbedaan yang lebih kecil antara suhu di dalam dan di luar ruangan akan memberikan cara yang paling hemat biaya untuk mendinginkan rumah,” kata Manajer Umum Thermostat dan Sensor di Johnson Controls Rob Munin dikutip dari Better Homes & Gardens.

    2. Pasang Termostat Pintar

    Untuk memaksimalkan efisiensi AC, kamu bisa pertimbangkan memasang termostat pintar. Perangkat yang dapat diprogram ini terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah dan kamu dapat mengontrolnya melalui aplikasi atau perangkat asisten suara, seperti Google Home dan Alexa.

    Sebagai informasi, menurut KBBI, termostat adalah alat untuk mengatur suhu secara otomatis yang bekerja karena perubahan suhu.

    Termostat pintar memungkinkan kamu menjadwalkan perubahan suhu berdasarkan waktu dan menyesuaikan termostat bahkan saat kamu jauh dari rumah. Beberapa perangkat juga menyertakan teknologi geofencing, yang dapat mendeteksi saat kamu tidak di rumah dan menyesuaikan termostat yang sesuai.

    3. Letakkan Termostat di Tempat yang Pas

    Penempatan termostat dapat berdampak signifikan pada fungsi AC sepanjang hari. Misalnya, termostat di dinding yang menerima banyak panas dari jendela akan terpicu untuk menyala lebih sering. Menempatkan termostat kamu di tempat yang lebih dingin, sebaliknya, akan memastikan AC tidak beroperasi lebih dari yang diperlukan.

    4. Batasi Penggunaan Alat yang Menghasilkan Panas

    Berbagai alat dapur dan cuci menghasilkan hawa panas saat digunakan. Hal ini bisa memicu AC untuk bekerja lebih keras. Rencanakan jadwal untuk menggunakan mesin pengering hingga oven pada pagi atau sore hari dibandingkan pada siang hari.

    5. Sesuaikan Suhu pada Malam Hari

    Mungkin kamu sulit tidur di malam hari karena udara panas, makanya suhu AC diturunkan. Untuk memastikan AC tidak menyala sepanjang malam, ada baiknya memprogram termostat untuk menyesuaikan kembali suhu setelah anggota keluarga tidur.

    “Untuk suhu malam hari, dinginkan dulu kamar tidur kamu sebelum tidur, lalu program termostat Anda pada 2-4 derajat lebih tinggi sementara kamu tidur,” saran Munin.

    6. Rapatkan Jendela

    Merapatkan jendela dapat mencegah hawa panas masuk ke dalam rumah. Selain itu juga mencegah udara sejuk yang keluar dari AC keluar dari ruangan atau rumah.

    7. Pasang Penghalang cahaya

    Memasang penghalang cahaya, seperti tirai, bisa meminimalisir panas yang masuk ke dalam rumah. Kamu juga bisa memasang kaca film untuk meminimalkan paparan sinar matahari dan melindungi dari sinar UV.

    Selain itu, menanam pohon di sekitar rumah juga bisa membuat hawa sejuk dan mengurangi beban AC di dalam rumah.

    8. Rutin Bersihkan AC

    AC memerlukan perawatan teratur agar bisa berfungsi dengan baik. Salah satu perawatan yang paling bagus adalah mengganti filter AC secara teratur. Selain itu, AC juga perlu dibersihkan bagian dalam dan luarnya secara rutin.

    “Secara umum, filter udara harus diganti setiap dua hingga tiga bulan, tetapi mungkin memerlukan perhatian lebih sering jika AC digunakan secara konsisten, di lingkungan berdebu, atau jika kamu memiliki hewan peliharaan di rumah,” kata Munin.

    Itulah beberapa tips menggunakan AC supaya bisa bekerja secara efisien. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya


    Jakarta

    Memilih AC yang tepat untuk ruangan bukan sekadar soal merek atau fitur tambahan, tetapi juga tentang memastikan kapasitas pendinginannya sesuai dengan ukuran ruangan. Kesalahan dalam menghitung kebutuhan AC bisa menyebabkan ketidaknyamanan, baik karena ruangan tetap terasa panas atau justru terlalu dingin dan boros listrik.

    Salah satu faktor utama dalam menentukan kebutuhan AC adalah kapasitas pendinginan yang diukur dalam satuan BTU/h (British Thermal Unit per Hour). Semakin besar ruangan, semakin tinggi pula BTU yang diperlukan agar suhu tetap sejuk. Selain itu, daya listrik dan posisi ruangan juga berpengaruh dalam menentukan ukuran PK (Paard Kracht) yang tepat untuk AC.

    Pengertian PK AC dan BTU

    Sebagai perangkat elektronik, AC memerlukan daya listrik agar dapat berfungsi dengan optimal. Salah satu aspek penting dalam memilih AC adalah memahami satuan PK, yang digunakan untuk mengukur kapasitas pendinginan perangkat ini.


    Dalam laman Quality Technic dijelaskan bahwa PK merupakan kependekan dari Paard Kracht, yang dalam bahasa Belanda berarti tenaga kuda. Dalam konversi, 1 PK setara dengan 735,5 watt atau sekitar 0,986 HP (Horse Power), yang hampir sama dengan 1 HP dalam sistem Inggris.

    Selain PK, terdapat satuan lain yang sering digunakan dalam pengukuran kapasitas AC, yaitu BTU (British Thermal Unit). Dikutip dari laman berbagai perusahaan merek elektronik AC, BTU adalah ukuran energi yang digunakan AC untuk menurunkan atau menaikkan suhu ruangan dalam satu jam. Semakin tinggi nilai BTU, semakin kuat kapasitas pendinginan AC.

    Meskipun di Indonesia satuan PK lebih umum digunakan, BTU tetap menjadi acuan dalam menentukan daya AC. Berikut adalah perbandingan standar antara PK AC dan nilai BTU/h (British Thermal Unit per Hour), yang merupakan satuan untuk mengukur kapasitas pendinginan AC dalam satu jam:

    • AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h
    • AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
    • AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
    • AC 1 ½ PK = ± 12.000 BTU/h
    • AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h.

    Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran PK, semakin dingin udara yang dapat dihasilkan oleh AC. Maka, perlu dipastikan bahwa daya listrik mencukupi agar tidak boros energi. Dengan memahami perhitungan BTU, pengguna dapat memilih AC dengan ukuran PK yang sesuai, sehingga mendapatkan pendinginan maksimal tanpa pemborosan daya.

    Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya

    Mengetahui ukuran PK yang tepat sangat penting agar AC dapat berfungsi secara optimal dan menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Selain memastikan pendinginan yang efektif, perhitungan PK AC juga membantu dalam menentukan daya listrik yang dibutuhkan, menghindari risiko kerusakan unit, serta memperpanjang masa pakai AC.

    Sebaliknya, jika ukuran PK tidak sesuai dengan luas ruangan, kinerja AC bisa terganggu, menyebabkan suhu tidak stabil dan konsumsi listrik menjadi tidak efisien. Agar pendinginan optimal, ukuran PK AC harus disesuaikan dengan luas ruangan. Banyak orang mengira bahwa semakin besar PK AC, maka semakin dingin ruangan. Padahal, pemilihan PK yang tidak sesuai bisa berdampak pada efisiensi energi dan daya tahan AC itu sendiri.

    Sebelum masuk ke perhitungannya, mari kita kenali lagi beberapa faktor utama dalam memilih AC:

    • BTU/h (British Thermal Unit per Hour): Satuan yang menunjukkan kapasitas pendinginan AC dalam satu jam untuk mengurangi panas dalam ruangan
    • Daya listrik (Watt): Besaran tenaga listrik yang dibutuhkan saat AC beroperasi
    • PK Kompresor: Singkatan dari “Paard Kracht” (Bahasa Belanda) atau Horse Power dalam Bahasa Inggris, yang menunjukkan daya kompresor AC.

    Berikut adalah panduan umumnya:

    • AC ½ PK → untuk ruangan 0-10 m²
    • AC ¾ PK → untuk ruangan 11-13 m²
    • AC 1 PK → untuk ruangan 14-17 m²
    • AC 1 ½ PK → untuk ruangan 18-23 m²
    • AC 2 PK → untuk ruangan 24-34 m²
    • AC 2 ½ PK → untuk ruangan 35-45 m².

    Selain itu, ada beberapa cara untuk menentukan ukuran PK AC yang sesuai, salah satunya dengan menghitung kebutuhan BTU berdasarkan luas ruangan. Berikut caranya:

    1. Menghitung Luas Ruangan

    Menentukan kebutuhan AC berdasarkan luas ruangan dapat membantu dalam menghitung besar BTU, daya listrik, serta kapasitas PK yang diperlukan. Untuk mengetahui kapasitas AC yang sesuai, dapat digunakan rumus berikut:

    Panjang (P) × Lebar (L) × 537 BTU/h

    Rumus ini mengacu pada standar tinggi ruangan di Indonesia, yaitu sekitar 2,5 – 3 meter. Namun, faktor eksternal seperti jumlah orang dalam ruangan, seberapa sering pintu dibuka, dan ventilasi udara juga dapat mempengaruhi efektivitas pendinginan. Setelah mendapatkan hasil perhitungan dalam satuan BTU/h, angka tersebut kemudian dicocokkan dengan kapasitas pendinginan AC dalam tabel berikut:

    PK AC = Daya Pendingin (BTU/h) = Ukuran Ruangan (m²)
    1/2 PK = ± 5.000 BTU/h = 10 m²
    3/4 PK = ± 7.000 BTU/h = 14 m²
    1 PK = ± 9.000 BTU/h = 18 m²
    1 1/2 PK = ± 12.000 BTU/h = 24 m²
    2 PK = ± 18.000 BTU/h = 36 m²

    2. Menghitung PK AC dengan Rumus

    Selain metode luas ruangan, perhitungan PK AC juga dapat dilakukan dengan rumus berikut:

    Kebutuhan PK AC = (P × T × I × L × E) ÷ 60

    Keterangan:
    P = Panjang ruangan (dalam kaki)
    T = Tinggi ruangan (dalam kaki)
    I = Faktor insulasi (10 untuk ruangan berinsulasi, 18 untuk ruangan tanpa insulasi)
    L = Lebar ruangan (dalam kaki)
    E = Nilai berdasarkan arah hadap dinding terpanjang:
    • 16 (hadap utara)
    • 17 (hadap timur)
    • 18 (hadap selatan)
    • 20 (hadap barat)

    Itulah tadi penjelasan tentang menghitung PK AC yang tepat. Perhitungan ini sangat penting untuk memastikan kenyamanan ruangan, efisiensi energi, serta memperpanjang usia pemakaian AC. Pastikan kamu menggunakan perhitungan BTU yang sesuai dengan luas ruangan agar mendapatkan pendinginan yang optimal tanpa pemborosan listrik.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Membasmi Tungau Kasur Tanpa Vacuum Cleaner



    Jakarta

    Tungau adalah salah satu serangga yang berukuran sangat kecil yang biasanya hidup dan berkembang biak di tempat tidur. Kasur yang terlihat bersih belum tentu bebas tungau yang bisa menimbulkan penyakit.

    Mengganti seprai secara rutin bisa membasmi tungau di tempat tidur. Tungau juga biasanya bisa dibasmi menggunakan vacuum cleaner yang menggunakan sinar UV.

    Namun, ada juga cara-cara lain yang bisa membasmi tungau tanpa vacuum cleaner. Apa saja?


    Sebelum membahasnya, penting untuk diketahui apa bahaya dari tungau dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.

    Meski ukurannya kecil, tungau bisa menggigit berbagai bagian tubuh manusia, seperti leher, wajah, tangan, perut, hingga kaki.

    Gigitan tungau bisa menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya gatal pada area yang digigit, munculnya benjol kemerahan, serta iritasi kulit. Efek terburuknya, gigitan tungau bisa memicu gejala kesehatan, seperti scabies atau kudis, eksim, alergi kulit, asma, dan gangguan tidur.

    Cara Membersihkan Tungau di Kasur Tanpa Vacuum Cleaner

    1. Sesuaikan suhu ruangan

    Tungau menyukai tempat lembab. Inilah mengapa penting untuk mengatur suhu ruangan agar hewan kecil ini tidak semakin nyaman dan berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki aliran udara yang baik, kamu juga bisa menggunakan dehumidifier.

    2. Gunakan cara alami

    Kamu juga bisa memanfaatkan garam sebagai solusi untuk membasmi tungau. Caranya cukup dengan menyemprotkan larutan garam ke bagian yang kira-kira dihinggapi tungau lalu tunggu beberapa saat. Alternatif lainnya bisa dengan menggunakan minyak lavender.

    3. Cuci seprai dengan air panas

    Hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tungau adalah dengan rutin mencuci perlengkapan tidur seperti sprei dan sarung bantal guling dengan air panas. Kamu juga bisa menambahkan deterjen anti-bakteri agar tungau benar-benar mati total dan mencegah perkembangbiakannya muncul.

    4. Jemur kasur

    Sinar matahari bisa membuat tungau mati. Ini juga cara lain yang bisa kamu lakukan tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner. Kamu bisa menjemur kasur di bawah paparan sinar matahari agar kelembaban kasur berkurang serta membunuh tungau. Sebelumnya, pastikan cuaca tidak terlalu panas sehingga tidak akan merusak kasur.

    5. Semprot disinfektan

    Cara terakhir membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner adalah menggunakan cairan disinfektan di area kamar atau di area hewan ini bersarang. Kandungan zat kimia dalam cairan tersebut bisa efektif membunuh tungau serta mencegah serangga kecil ini muncul kembali.

    Demikianlah beberapa cara yang bisa kamu diterapkan untuk membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner. Semoga informasinya bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Efek Sering Hidup-Matikan AC Bisa Lebih Hemat Listrik?



    Jakarta

    Pemakaian AC di rumah saat ini menjadi hal yang lumrah karena kipas angin tidak cukup untuk mendinginkan suhu ruangan. Sementara, suhu udara di Indonesia semakin lama, semakin panas, terutama di kota-kota besar seperti Jabodetabek.

    Sayangnya, pemakaian AC di rumah juga bisa menyedot daya cukup besar. Banyak orang menyiasati hal ini dengan menghidupkan AC saat ruangan sedang digunakan, selebihnya AC akan dimatikan. Di sisi lain, ada yang berpendapat jika mematikan dan menyalakan AC bisa membuat penggunaan listrik lebih boros. Lantas, bagaimana cara menggunakan AC yang benar agar tidak boros listrik?

    Dilansir dari laman The Washington Post, mematikan AC beberapa jam, kemudian menghidupkannya lagi hanya bisa menghemat sedikit listrik. Apabila melakukan hal seperti itu di bawah 1 jam atau bahkan hanya mematikan beberapa menit karena keluar kamar, itu bukan mengemat listrik. Sebab, AC harus menyedot banyak energi agar ruangan kembali dingin.


    Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder. Ia mencari tahu apakah mematikan AC benar bisa menghemat energi.

    Dalam penelitiannya, ia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 °C.

    Hasilnya menunjukkan bahwa AC yang dimatikan bisa menghemat sedikit energi. Tapi saat setiap AC dinyalakan kembali, listrik yang terpakai jauh lebih banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

    Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena mesin akan berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara jika AC yang telah dinyalakan lama, tidak membebani sistem motor untuk menyesuaikan suhu.

    “Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” ujar mahasiswa pascasarjana tersebut.

    Dengan demikian, sering menyalakan dan mematikan AC justru bisa menaikkan tagihan listrik.

    Cara Menghemat Energi Listrik AC

    Dari penjelasan sebelumnya, mematikan dan menyalakan AC terlalu sering hanya bisa menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal berikut yang dinilai lebih efektif untuk menghemat listrik.

    1. Memastikan Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

    Kerja AC di dalam ruangan bisa maksimal kalau AC di luar ruangan dan salurannya ditempatkan dengan benar. Maka pastikan:

    • AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
    • AC luar punya penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.
    • Rajin mengganti dan membersihkan filter untuk bisa membantu menghemat energi sekitar 5-15 persen.

    2. Tidak Menyalakan AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

    Menyalakan banyak perangkat elektronik bersamaan dapat menyedot daya listrik yang besar. Apabila besar daya di rumah tidak cukup untuk mengoperasikan semua perangkat yang digunakan, listrik di rumah akan tiba-tiba mati. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pemilik rumah harus menyesuaikan pemakaian dengan jumlah daya di rumah. Salah satunya adalah menghindari menyalakan AC bersamaan dengan peralatan elektronik lain agar listrik tetap hemat.

    Itulah penjelasan mengenai apakah memakai AC dengan sering dihidupkan dan dimatikan akan lebih baik, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com