Tag: suhu rumah

  • Punya Kolam Ikan Bisa Bikin Rumah Sejuk dan Minim Stres, Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Kolam ikan di rumah biasanya ada karena alasan estetika rumah atau sebagai bentuk realisasi hobi semata. Padahal dengan memiliki kolam ikan di rumah, banyak sekali manfaatnya bahkan untuk kesehatan fisik dan psikologis seseorang.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan membuat kolam ikan bisa membantu menurunkan suhu di rumah sehingga terasa lebih sejuk. Hal ini juga berlaku jika di rumah tersebut memiliki area pancuran air atau kolam renang.

    Terpisah, hal yang sama dijelaskan dalam situs Grand Design Magazine, bahwa air di dalam kolam akan diserap oleh udara panas dalam bentuk uap air. Kemudian, uap air tersebut akan membuat udara di sekitar kolam terasa lembap dan menurunkan suhu di sekitarnya sehingga terasa sejuk.


    Manfaat lainnya adalah riak air pada kolam ikan dapat memberikan pengaruh baik pada psikologis seseorang yang melihatnya. Selain itu, gerakan ikan di dalamnya juga dapat membantu seseorang merasa lebih tenang.

    “Goyangan air apalagi ditambah liukan ikan, itu akan membuat psikologi akan terasa lebih tenang. Gerakan ikan itu, penelitiannya mengatakan bahwa itu membuat otak atau pikiran kita menjadi lebih tenang,” ungkap Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

    Denny menyampaikan, kolam ikan di rumah tidak harus besar bak sungai buatan. Membuat akuarium di dalam rumah yang sederhana juga bisa memberikan efek yang serupa.

    “Manfaatnya tetap sama karena kolam ikan dan akuarium digunakan untuk mereduksi tingkat stres yang ada di otak manusia. Itu saja tujuannya. Jadi, terserah dia mau kolam ikan, mau kolam akuarium, yang penting kan memang sebenarnya liukan atau hasil cahaya yang dihasilkan oleh liukan air yang membuat suasana atau otak kita tingkat stresnya menurun,” jelasnya.

    Cara merawat kolam ikan juga tidak begitu sulit, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah pada bagian filter air. Setiap kolam memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, jadi sesuaikan ukuran filter air dengan volume kolam dan jenis ikan yang ada di dalamnya.

    Ada pun fungsi dari filter kolam ikan adalah untuk menjaga kebersihan kolam agar ikan tetap nyaman dan sehat. Kolam yang tidak dipasang filter, sangat cepat ditumbuhi alga dan bakteri yang membuat air kolam cepat keruh serta dasarnya berlumut dan licin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Atap Hitam Bikin Rumah Panas? Begini Faktanya



    Jakarta

    Konon atap warna hitam bisa menyebabkan rumah panas terutama pada saat terik. Hal ini dikarenakan warna hitam dipercaya bisa menyerap panas. Banyak orang akhirnya menghindari atap hitam karena hal tersebut dan memilih alternatif lain.

    Apakah benar warna hitam bisa mempengaruhi suhu di dalam rumah?

    Menurut laman Nombarch, warna bukan satu-satunya faktor naiknya suhu di rumah. Faktor lainnya juga bisa disebabkan pada material atap yang digunakan. Ada material yang bisa menangkis panas meski warnanya hitam sehingga rumah tidak panas. Ada pula material atap yang tidak berwarna hitam, tetapi bisa membuat rumah lebih panas, yakni asbes.


    Atap warna hitam disebut dapat menyerap panas karena panas dari matahari terperangkap di lapisan bawah. Kemudian, panas tersebut akan terasa hingga ke dalam, terutama yang rumahnya tidak memiliki plafon dan ventilasi yang memadai. Panas akan terus terperangkap di bagian atas rumah tersebut. Rumah akan terasa pengap dan udara yang berputar di dalamnya terasa hangat.

    Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, udara panas letaknya akan selalu berada di atas. Ia menyarankan setiap rumah seharusnya memiliki sistem ventilasi silang. Fungsinya untuk menarik udara segar dan mendorong udara panas keluar. Sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan rumah jauh lebih lembap karena tidak ada perputaran udara di dalam.

    Apabila tidak ada ventilasi silang, bisa disiasati dengan penggunaan kipas angin agar udara di dalam rumah bergerak. Namun, kipas angin tidak dapat menurunkan suhu di rumah tersebut.

    Solusinya adalah menghidupkan air conditioner (AC) agar suhu di rumah turun dan lebih segar. Namun, ada efek samping apabila terlalu sering menyalakan AC adalah dapat merusak ozon serta membuat tagihan listrik bulanan membengkak.

    Ia juga menyarankan untuk mengatasi rumah yang panas dengan membuat plafon atau langit-langit rumah yang tinggi. Idealnya memiliki tinggi 2,4 meter dari lantai. Plafon tersebut juga perlu ditambahkan kipas angin dengan baling-baling menghadap ke bawah untuk membantu pergerakan udara panas. Cara ini bisa menjadi solusi untuk rumah yang sudah terlanjur memakai atap berwarna hitam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Hitam Bisa Bikin Rumah Jadi Lebih Panas, Mitos atau Fakta?



    Jakarta

    Banyak orang menghindari penggunaan atap berwarna hitam karena dipercaya bisa membuat rumah terasa lebih panas saat cuaca terik. Warna hitam memang dikenal menyerap panas, tapi benarkah ini jadi penyebab utama suhu rumah meningkat?

    Menurut laman Nombarch, warna bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi suhu di dalam rumah. Material atap juga berperan besar dalam menentukan seberapa panas rumah terasa.

    Ada bahan atap berwarna hitam yang justru mampu menahan panas, sementara ada pula bahan atap yang tidak hitam-seperti asbes-yang malah membuat rumah lebih panas.


    Atap berwarna hitam cenderung menyerap panas karena sinar matahari yang mengenai permukaannya terperangkap di lapisan bawah. Panas ini kemudian merambat ke dalam rumah, terutama bila tidak ada plafon atau ventilasi yang cukup. Akibatnya, udara di dalam ruangan terasa pengap dan sirkulasinya tidak lancar.

    Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, udara panas akan selalu berada di bagian atas ruangan. Karena itu, setiap rumah sebaiknya memiliki sistem ventilasi silang agar udara segar bisa masuk dan udara panas bisa keluar.

    “Kalau tidak ada ventilasi silang, bisa disiasati dengan kipas angin agar udara di dalam rumah tetap bergerak,” kata Denny.

    Namun, kipas angin hanya membantu perputaran udara, bukan menurunkan suhu. Jika ingin menurunkan suhu secara signifikan, penggunaan air conditioner (AC) bisa menjadi solusi, meski konsekuensinya adalah meningkatnya tagihan listrik dan dampak pada lingkungan.

    Denny juga menyarankan agar rumah memiliki plafon tinggi sekitar 2,4 meter dari lantai. Plafon tinggi akan membantu udara panas berkumpul di atas sehingga ruangan di bawah terasa lebih sejuk.
    “Kalau rumahnya sudah pakai atap hitam, bisa ditambah plafon dan pasang kipas dengan baling-baling menghadap ke bawah supaya sirkulasi udara lebih baik,” ujarnya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com