Tag: sulfat

  • Begini Tips Mudah Membersihkan Rambut Rontok di Sekitar Rumah


    Jakarta

    Setiap rumah berpenghuni pasti tidak luput dari helaian rambut rontok yang bertebaran di mana-mana. Maka tak heran kalau harus sering membersihkan rambut rontok di berbagai tempat seperti lantai, kamar mandi, dan tempat tidur.

    Helaian rambut yang bertebaran dan menempel di berbagai sudut rumah membuat kesan kotor dan merusak pemandangan. Apalagi kalau sampai menjadi gumpalan di kamar mandi, sehingga bikin saluran mampet.

    Nah, supaya rumah bebas rambut, kamu bisa cek tips membersihkan rambut rontok berikut ini, dikutip dari Apartment Therapy, Kamis (18/7/2024).


    Tips Bersihkan Rambut Rontok di Rumah

    1. Rambut Rontok di Area Kering di Rumah

    Kalau ada banyak helaian rambut rontok yang tersebar di mana-mana, kamu bisa menggunakan sapu kemudian diarahkan ke satu tempat yang sama, lalu dibuang. Jika helaian banyak ditemukan di bahan tekstil, seperti seprai atau sofa, kamu bisa bersihkan dengan sapu lidi terlebih dahulu.

    Namun, jika kamu memiliki alat penyedot debu, itu lebih instan karena rambut langsung bisa dibersihkan tanpa mengotori tangan. Penyedot debu juga cocok untuk membersihkan debu atau helaian rambut rontok di bahan tekstil yang lembut atau perabotan yang keras.

    2. Rambut Rontok di Kamar Mandi

    Kamar mandi juga tempat yang sering didapati rambut rontok, apalagi setelah keramas. Selain membersihkan, kamu juga bisa mencegah rambut rontok bertebaran di kamar mandi.

    Saat kamu hendak mandi dan tidak mau keramas, kamu bisa menutup kepala dengan penutup rambut berjaring. Jika ingin keramas, kamu bisa sisir rambut terlebih dahulu.

    Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang rontok. Lalu, tutup lubang saluran air selama mandi agar tidak masuk ke saluran air. Kumpulkan dan buang setelah mandi. Kamu juga bisa menggunakan plastik saat mengambil rambut yang tersangkut di saluran air.

    Setelah itu bersihkan juga bagian penutup saluran air kamar mandi dengan soda kue agar tidak berlumut. Biasanya rambut yang rontok sehabis dikeramas mengandung sabun.

    Campurkan secangkir soda kue dengan secangkir cuka. Tuang ke area saluran air. Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

    Itulah tips membersihkan rambut rontok di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Shower Bau Telur Busuk? Bisa Jadi Pertanda…


    Jakarta

    Pernahkah kamu mandi dengan shower tapi airnya berbau seperti telur busuk? Mungkin kamu akan merasa terganggu dan tidak bisa menikmati mandi dengan tenang.

    Masalah air memang kerap terjadi, apalagi karena air identik dengan kelembapan. Namun, jangan dibiarkan ya. Segera atasi sampai ke akar masalahnya.

    Lantas, apa yang menyebabkan air shower bau telur busuk? Berikut ini penjelasannya yang dikutip dari Bell Bros, Selasa (27/8/2024).


    Penyebab Air Shower Berbau Telur Busuk

    Tentunya tidak ada unsur telur dalam masalah air ini, melainkan terdapat bakteri pemakan sulfat. Bakteri ini secara umum tidak berbahaya, tetapi menimbulkan bau tidak sedap di kamar mandi.

    Bakteri tersebut tinggal di tempat-tempat tanpa udara dan menghasilkan gas hidrogen sulfida dari mengonsumsi mineral sulfat. Nah, gas hidrogen sulfida ini yang beraroma seperti telur busuk.

    Kalau air shower kamu beraroma telur busuk, kemungkinan ada kandungan mineral sulfat di dalam air. Kemudian, bakteri tengah memakan mineral tersebut.

    Sumber Masalah

    Untuk mengatasi masalah ini, kamu harus mengidentifikasi dulu sumber masalahnya. Biasanya sumber masalah air yang berbau telur busuk disebabkan oleh dua hal berikut ini.

    1. Bakteri Bersarang di Mesin Pemanas Air

    Jika bau telur busuk muncul setiap kamu mandi air hangat, kemungkinan besar masalahnya ada pada mesin pemanas air atau water heater. Bau tersebut disebabkan oleh bakteri pereduksi sulfat yang tumbuh di dalam water heater. Segera atasi dengan memanggil ahlinya untuk membersihkan mesin.

    2. Bakteri Tumbuh di Sumber Air

    Kalau bau busuk masih timbul saat menggunakan air dingin, ada potensi bakteri pemakan sulfat tumbuh di sumber air. Bagi kamu pengguna air sumur, bisa memanggil profesional untuk mengatasinya. Sementara pengguna air dari perusahaan air mungkin bisa mempertimbangkan memasang sistem filter air di rumah.

    Itulah penyebab air shower berbau seperti telur busuk. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Mengatasi Air Shower Bau Telur Busuk di Kamar Mandi


    Jakarta

    Terkadang ada saja masalah perairan di rumah, salah satunya air shower yang bau telur busuk. Meski tidak berbahaya, bau ini bisa mengganggu kenyamanan di kamar mandi.

    Nah, ternyata bau busuk itu sebenarnya aroma gas hidrogen sulfida. Gas ini dihasilkan oleh bakteri pemakan sulfat yang biasa ditemui di sumber air atau sistem perpipaan.

    Lalu, bagaimana cara mengatasi air shower bau telur busuk? Yuk, ikuti langkah-langkah berikut ini yang dikutip dari Pentair Water Solutions, Selasa (27/8/2024).


    Cara Mengatasi Air Shower Bau Telur Busuk

    1. Cek Aroma Air Dingin dan Panas

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi sumber bau. Kalau kamu memasang water heater, coba cek aroma saat menyalakan air suhu panas dan suhu dingin secara terpisah.

    Kalau hanya air panasnya yang berbau, kemungkinan besar ada masalah pada pemanas air Anda.

    2. Cek Water Softener

    Apakah shower kamu terhubung dengan water softener atau pelembut air? Itu juga bisa menjadi penyebab bau telur telur busuk. Uji aroma air dengan water softener dan tanpa pelembut air untuk melihat apa ada perbedaan.

    Jika aroma berbeda, maka kemungkinan bau telur busuk bersumber dari water softener.

    3. Biarkan Air Mengalir Beberapa Menit

    Biarkan air mengalir selama beberapa menit. Jika bau busuk itu hilang, kemungkinan bakteri pereduksi sulfur itu bersumber dari sumur atau sistem perpipaan. Mungkin kamu perlu memanggil tukang ledeng atau teknisi sumur untuk membersihkan pipa.

    4. Ganti Anoda Magnesium Water Heater

    Kalau kamu sudah mengidentifikasi masalahnya ada pada water heater, maka langkah selanjutnya adalah mengganti anoda magnesium. Anoda ini biasanya terhubung ke colokan di bagian atas tangki. Namun, perlu diingat bahwa hal ini dapat memperpendek umur pemanas, jadi pertimbangkan untuk menggantinya dengan anoda aluminium.

    5. Bersihkan Tangki Water Heater

    Selain itu, kamu juga bisa membersihkan water heater. Untuk melakukannya, gunakan larutan pemutih klorin untuk membilas tangki, karena ini dapat membunuh bakteri sulfur.

    6. Naikan Suhu Water Heater

    Selanjutnya, kamu dapat menaikan suhu tangki water heater untuk membunuh bakteri tersebut selama beberapa jam. Lalu, bilas tangki setelah selesai. Perlu diingat, cara ini hanya solusi sementara saja.

    7. Pasang Filter Air

    Apabila masalahnya ada pada sumber air itu sendiri, maka solusi terbaik adalah memasang filter air atau water softener.

    Alat ini akan membantu mengurangi bakteri pemakan sulfur dan lama-lama menghilangkan bau telur busuk pada air. Kamu juga bisa mempertimbangkan klorinasi yang membantu mengurangi tingkat bakteri.

    Itulah beberapa cara mengatasi air shower bau busuk. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Beda Plafon PVC dan Gypsum dari Kualitas hingga Harga, Mana Lebih Baik?


    Jakarta

    Pemilihan material plafon jadi salah satu faktor penting dalam dunia desain interior. Pasalnya, ini akan mempengaruhi estetika dan fungsi ruang.

    Saat ini, plafon PVC dan gypsum adalah dua pilihan bahan plafon yang sedang trend di pasaran. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan.

    Plafon PVC

    Polyvinyl chloride (PVC) adalah panel yang terbuat dari bahan plastik ringan buatan pabrik. PVC punya eksterior yang mengkilap dan halus.


    Mengutip National Plastics, panel PVC 100% kedap air dan tidak memerlukan grouting. Alasan ini membuat PVC cocok untuk ruangan dengan tingkat kondensasi tinggi, contohnya kamar mandi dan kamar mandi dalam.

    Kelebihan Plafon PVC

    • Ringan.
    • Mudah dirawat.
    • Biaya perawatannya rendah (bahkan hampir bebas perawatan).
    • Tahan lama.
    • Tersedia banyak pilihan desain dan warna.

    Kekurangan Plafon PVC

    • Biaya awal yang lebih mahal.
    • Tidak tahan api.
    • Bukan bahan yang ramah lingkungan.
    • Kapasitas menahan bebannya terbatas (tidak terlalu bagus menahan beban berat).

    Plafon Gypsum

    Gypsum adalah plafon yang terbuat dari kalsium sulfat terhidrasi. Bahan dasar gipsum ialah Plaster of Paris (POP), yang diproses menjadi papan dan digunakan untuk membuat struktur plafon gantung pada saluran aluminium.

    Dilansir Medium, bahan ini biasanya jadi pilihan utama untuk ceiling palsu untuk bangunan perumahan dan komersial. Tidak hanya itu, Gypsum juga pilihan yang baik untuk teater, kantor, dan lembaga pendidikan.

    Plafon gipsum memberikan hasil akhir yang halus, yang meningkatkan daya tarik estetika ruangan. Selain itu, plafon jenis ini juga mudah dipotong, dibentuk, dan dicetak menjadi berbagai desain.

    Kelebihan Plafon Gypsum

    • Sifatnya yang tahan api.
    • Memberikan insulasi akustik, yang menyerap suara sehingga bisa mengurangi transmisi kebisingan antara lantai dan ruangan.
    • Mudah dipasang dan ringan.
    • Harganya lebih hemat dibandingkan dengan bahan plafon lainnya.

    Kekurangan Plafon Gypsum

    • Tidak kedap air.
    • Rentan terhadap serangga.
    • Harganya mahal.
    • ketahanan terhadap api.

    Perbedaan Plafon PVC dan Gypsum

    Mengutip Gyproc, Berikut adalah faktor yang membedakan plafon PVC dan gypsum:

    1. Harga

    Umumnya, gypsum harganya lebih mahal daripada PVC yang terbuat dari POP. Harga PVC umumnya sekitar 25% lebih murah dari gypsum.

    2. Waktu Instalasi

    Karena plafon PVC dipasang di tempat, maka prosesnya memakan waktu lama dari gypsum. Sementara, gypsum diproduksi di pabrik dan dirakit serta diselesaikan di lokasi, jasi waktu penyelesaiannya sangat singkat.

    3. Desain dan Estetika

    Plafon PVC bisa dibuat dengan pola atau desain apa pun, sedangkan gypsum tidak semudah plafon PVC.

    4. Retakan

    Gypsum papannya datar mungkin tidak mudah retak. Sementara, PVC mungkin bisa retak, namun ini terjadi tergantung pada pengrajin dan kualitas campuran POP.

    5. Perbaikan

    Plafon PVC hanya perlu perbaikan sederhana, mungkin hanya sebagian kecil langit-langit saja perlu dipotong dan direnovasi jika perlu. Sementara, gypsum perbaikannya lebih sulit karena karena papan terpasang pada rangka logam.

    6. Tahan Air

    Plafon PVC kedap air, sedangkan plafon gypsum cenderung bisa berjamur dan muncul lengkungan jika ada kelembapan masuk ke langit-langit gypsum dari atap yang bocor atau pipa pembuangan.

    Itu tadi penjelasan mengenai perbandingan plafon PVC vs Gypsum, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

    Namun perlu diingat, saat memilih material plafon palsu yang tepat untuk ruangan penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor. Mulai dari anggaran, fungsionalitas, tampilan yang diinginkan, kondisi lingkungan, dan pemeliharaannya.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Bau Telur Busuk dari Shower? Begini Atasinya



    Jakarta

    Air shower terkadang bisa berbau telur busuk karena ada masalah dalam saluran airnya. Meski tidak berbahaya, bau ini cukup mengganggu kenyamanan penghuni ketika mandi.

    Dilansir dari Bell Bros, bau telur busuk sebenarnya disebabkan oleh bakteri pemakan sulfat. Bakteri ini tinggal di tempat-tempat tanpa udara dan menghasilkan gas hidrogen sulfida dari mengonsumsi mineral sulfat. Gas hidrogen sulfida ini yang beraroma seperti telur busuk.

    Hal ini biasa terjadi pada air shower yang menggunakan water heater atau pemanas air. Jika air shower berbau telur busuk, kemungkinan ada kandungan mineral sulfat di dalamnya. Simak cara mengatasinya berikut ini.


    Cara Mengatasi Air Shower Bau Telur Busuk

    Dikutip dari MN Department of Health, mengatasi air shower bau telur busuk harus dari sumber masalahnya. Penghuni atau ahli bisa melakukan beberapa tes untuk mencari biang keroknya.

    Sebaiknya minta tolong ahli seperti tukang ledeng atau profesional sistem air untuk melakukan perbaikan berikut ini.

    Water Heater

    Jika bau telur busuk hanya saat mengalirkan air panas, kemungkinan bakteri tersebut ada pada water heater. Ada beberapa cara mengatasi masalah ini, salah satunya mencopot atau mengganti anoda magnesium.

    Cara lain adalah menyiram atau membersihkan water heater dengan cairan pemutih klorin. Selain itu, kamu dapat menaikkan suhu water heater hingga 71 derajat celsius. Kedua cara ini dapat membunuh bakteri sulfur penyebab bau busuk.

    Namun, perlu diingat langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan oleh profesional agar tidak menimbulkan risiko kerusakan atau bahaya.

    Sumur, Sistem Perpipaan, atau Water Softener

    Bau tak sedap yang muncul ketika mengalirkan air dingin berarti ada masalah pada water softener, sistem perpipaan, atau sumber air. Kamu bisa coba mencopot water softener untuk menguji sumber masalahnya.

    Apabila air tidak bau saat water softener dilepas, bisa dipastikan bakteri sulfur berada di water softener. Hubungi petugas yang memasang atau produsen untuk mendapat petunjuk cara disinfeksi water softener.

    Kalau air tetap bau selama beberapa saat ketika tidak terpasang water softer, artinya bakteri sulfur berada pada sistem perpipaan atau sumur. Hubungi ahli untuk melakukan disinfeksi menggunakan cairan klorin.

    Sumber Air

    Selain itu, bau telur busuk tercium terus menerus saat mengalirkan air dingin, artinya bakteri sulur ada pada sumber air. Kamu bisa mengatasinya dengan memasang filter air. Ada beberapa jenis filter air yang bisa kamu pilih sesuai tingkat hidrogen sulfida.

    Filter karbon aktif efektif untuk kadar hidrogen sulfida kurang dari 1 miligram per liter (mg/L).

    Kalau kadar hidrogen sulfida di bawah dan di atas 1 mg/L, kamu bisa coba oxidizing media filtration, aeration, continuous chlorination, ozonation. Jangan lupa konsultasikan kepada ahlinya ya.

    Itulah beberapa cara mengatasi bau telur busuk yang muncul dari air shower.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama H2O, Kenapa Air Mineral Rasanya Beda-beda? Ternyata Ini Alasannya

    Jakarta

    Banyak yang mengira air putih itu tidak punya rasa. Padahal kalau dicoba dengan cermat, tiap air bisa terasa berbeda. Ada yang manis, agak pahit, bahkan ada yang sedikit asin. Perbedaan itu bukan sugesti, tapi benar-benar dipengaruhi oleh kandungan mineral di dalam air.

    Air minum tidak hanya terdiri dari H₂O murni. Di dalamnya terdapat berbagai mineral alami seperti kalsium, magnesium, natrium, bikarbonat, hingga sulfat. Komposisi mineral ini berbeda-beda tergantung sumber air, jenis batuan yang dilewati, dan proses pengolahan. Dari sinilah rasa unik tiap air berasal.


    Kenapa Air Agak Berasa

    Penelitian yang dipublikasikan di Water Research tahun 2020, komposisi ion dalam air menentukan persepsi rasa di lidah manusia. Beberapa mineral tertentu bisa menimbulkan sensasi manis, asin, hingga pahit.

    Tetapi, jumlah total padatan terlarut atau total dissolved solids (TDS) juga mempengaruhi. Air dengan TDS terlalu rendah akan terasa hambar, sedangkan yang tinggi bisa agak memiliki rasa dan bahkan bisa terasa tidak segar. Berikut beberapa jenis mineral dan efeknya terhadap rasa air:

    1. Sodium (Na⁺)

    Air dengan kadar natrium tinggi akan terasa asin. Beberapa air tanah di daerah pesisir sering memiliki rasa ini karena pengaruh intrusi air laut.

    2. Kalsium (Ca²⁺)

    Memberi rasa agak pahit, tetapi segar. Kalsium adalah mineral penting bagi tulang, tapi dalam air, konsentrasinya tinggi bisa membuat rasa air terasa sedikit pahit.

    3. Bikarbonat (HCO₃⁻)

    Air yang banyak mengandung bikarbonat biasanya terasa sedikit manis dan lembut di mulut. Kandungan ini juga membantu menetralkan keasaman, sehingga rasa airnya tidak tajam. Banyak air pegunungan yang terasa agak manis karena kadar bikarbonatnya yang tinggi.

    4. Magnesium (Mg²⁺)

    Menimbulkan sedikit rasa pahit. Meskipun begitu, air yang mengandung magnesium tetap terasa segar ketika diminum dan bermanfaat bagi tubuh karena berperan dalam fungsi otot dan sistem saraf.

    5. Sulfat (SO₄²⁻)

    Meninggalkan rasa getir atau agak pahit di ujung lidah. Jika kadarnya terlalu tinggi, air bisa terasa tidak enak dan menimbulkan efek pencahar ringan.

    Sumber Air Juga Menentukan Rasa

    Air kemasan dari pegunungan, sumur, atau sistem penyulingan punya profil rasa yang berbeda karena melalui batuan dan tanah dengan komposisi mineral unik. Misalnya, air dari daerah kapur memungkinkan mengandung lebih banyak kalsium dan magnesium, sedangkan air yang melewati batuan vulkanik kaya akan bikarbonat.

    Proses perjalanan air di alam juga berpengaruh besar. Ketika air meresap melalui lapisan tanah dan batuan, air melarutkan berbagai mineral di sepanjang jalurnya. Karena itu, air dari dua sumber yang berbeda, meskipun sama-sama jernih, bisa memiliki rasa yang berbeda.

    Daerah dengan kandungan besi yang tinggi pada tanah bisa membuat air terasa seperti logam, sedangkan daerah dengan kadar sulfat tinggi bisa menimbulkan rasa getir. Inilah sebabnya air dari satu daerah bisa punya cita rasa khas yang tidak sama di tempat lain.

    Proses filtrasi juga dapat berpengaruh. Air yang disaring terlalu banyak hingga kehilangan mineralnya bisa terasa hambar. Karena itu, beberapa merek air mineral menambahkan kembali unsur mineral atau remineralisasi agar rasanya tetap segar dan alami.

    Lidah Mampu Membedakan Rasa Air

    Meski tampak tidak berwarna dan tidak beraroma, air ternyata bisa menstimulasi reseptor rasa di lidah. Penelitian dari Jurnal Chemical Senses tahun 2018 menjelaskan bahwa lidah manusia memiliki reseptor yang peka terhadap perubahan ion yang terkandung di dalam air minum.

    Saat air dengan komposisi mineral tertentu menyentuh lidah, reseptor ini merespons perubahan pH dan elektrolit, lalu mengirim sinyal ke otak sebagai sensasi rasa. Itu sebabnya, seseorang bisa membedakan air mineral alami dengan air sulingan hanya dari sensasi di mulut, walau tanpa sadar.

    Menariknya, sensitivitas ini bisa meningkat dengan kebiasaan. Orang yang rutin minum air mineral alami, bisa langsung mengenali perbedaan kecil dalam rasa air, misalnya saat airnya terasa agak manis karena kandungan bikarbonat atau lebih hambar karena kehilangan mineral yang terkandung.

    Selain itu, suhu air juga bisa berpengaruh pada persepsi rasa. Air dingin bisa menekan sensasi getir atau asin, sementara air suhu ruang bisa membuat mineral di dalam air minum lebih mudah terdeteksi oleh reseptor lidah.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com