Tag: sulfida

  • Catat! 6 Penyebab Timbulnya Bau Tidak Sedap pada Mesin Cuci


    Jakarta

    Saat mencuci baju dan merasakan bau yang tidak sedap, bisa jadi masalahnya berada pada mesin cuci. Mesin cuci yang bau merupakan masalah yang sangat umum dijumpai.

    Penyebab umum bau biasanya terdapat pada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian, serta penumpukan detergen.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa penyebab mesin cuci berbau tidak sedap sehingga mempengaruhi pakaian yang kamu cuci.


    Air yang Terperangkap

    Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

    Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

    Filter Kotor

    Kebanyakan orang tidak membersihkan filter mesin cuci sesering yang seharusnya. Namun, filter tersebut mengumpulkan berbagai hal, mulai dari kotoran hingga bulu halus dan benda asing seperti koin dan jepit rambut.

    Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan dan berubah menjadi lumpur yang menjijikan. Selain bau, filter yang terlalu kotor juga dapat mempengaruhi efisiensi mesin yang mengakibatkan pakaian tidak dicuci dengan baik.

    Saluran Tersumbat

    Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

    Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

    Mesin Cuci Kotor

    Tugas mesin cuci adalah membersihkan pakaian, sehingga akan terdapat kotoran bakteri yang menempel di dinding mesin cuci. Mesin cuci akan berbau tidak sedap jika tidak dibersihkan secara berkala.

    Ada yang Tersangkut

    Cincin karet di sekitar pintu mesin cuci bukaan depan adalah tempat rahasia untuk menyembunyikan pakaian kecil. Hal ini akan menyebabkan air cenderung menggenang di segel pintu.

    Jika dibiarkan, baunya akan menjadi sangat menyengat karena tidak ada yang lebih disukai kuman penyebab bau selain lingkungan yang lembap. Kotoran yang menyumbat lubang drainase juga menjadi risiko bau lainnya.

    Detergen yang Terlalu Banyak

    Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci kamu berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

    Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Masalah yang Bisa Bikin Mesin Cuci Bau Menyengat


    Jakarta

    Bau tak sedap terkadang tercium dari mesin cuci. Bau tersebut bisa saja menempel pada pakaian yang dicuci di mesin cuci tersebut.

    Biasanya, mesin cuci yang bau terjadi karena ada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian. Bisa juga terjadi karena adanya penumpukan detergen di dalam mesin cuci.

    Selain itu, masih ada beberapa penyebab lainnya yang membuat mesin cuci bau tak sedap. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Filter yang Kotor

    Banyak orang yang tidak membersihkan filter mesin cuci. Padahal filter mesin cuci mengakumulasi semua kotoran maupun benda asing seperti koin atau jepitan.

    Kotoran-kotoran itu apabila tidak dibersihkan akan menimbulkan bau tak sedap yang berujung pada penurunan efisiensi mesin cuci.

    2. Detergen yang Terlalu Banyak

    Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

    Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

    3. Air yang Terperangkap

    Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

    Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

    4. Saluran Tersumbat

    Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

    Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

    Itulah beberapa penyebab mesin cuci bau tak sedap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Sumur Berbau dan Berwarna? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Rumah harus punya aliran air bersih buat menunjang aktivitas penghuninya. Namun, terkadang ada sejumlah rumah yang air sumurnya berbau dan berwarna.

    Kondisi seperti itu bisa bikin penghuni rumah ragu-ragu untuk menggunakan airnya. Sebab, dikhawatirkan air tidak bersih dan mengandung senyawa berbahaya buat dikonsumsi.

    Lantas, kenapa air bisa berbau dan berwarna ya? Lalu, bagaimana cara mengatasi air seperti itu?


    Penyebab Air Berbau dan Berwarna

    Inilah dua penyebab air berbau dan berwarna menurut Minnesota Department of Health.

    Gas Hidrogen Sulfida (H2S)

    Jika mencium aroma seperti telur busuk pada air, kemungkinan itu disebabkan oleh gas hidrogen sulfida (H2S). Gas tersebut muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Air akan berbahan untuk digunakan kalau mengandung gas ini dalam kadar yang tinggi.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Alhasil, sistem perpipaan dapat tersumbat lendir dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Jika air di rumah bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit berfungsi sebagai disinfektan yang dapat menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Setelah menambahkan kaporit ke sumur, penghuni perlu menunggu beberapa hari sampai baunya hilang untuk menggunakan airnya.

    2. Disinfeksi secara Menyeluruh

    Kalau air masih berbau, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Sebaiknya gunakan jasa ahli sterilisasi air sumur untuk mendapat hasil maksimal dan aman.

    3. Bersihkan Dinding Sumur

    Selain itu, pemilik dapat menggunakan cairan klorin untuk membersihkan dinding sumur secara menyeluruh. Sebab, bakteri penyebab bau kerap menempel pada dinding sumur.

    4. Perdalam Galian Sumur

    Sumur yang terlalu dangkal bisa jadi penyebab air keruh dan kuning. Pemilik dapat menggali sumur lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar air tidak mudah tercemar air permukaan.

    5. Buat Sumur Baru

    Terakhir, pemilik bisa mempertimbangkan untuk membuat sumur baru kalau segala upaya tidak berhasil. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com