Tag: sumber kebocoran

  • Catat! Ini 7 Tanda Genteng Bocor dan Cara Mudah Mengatasinya


    Jakarta

    Genteng rumah bocor kerap tidak disadari oleh penghuninya karena baru ketahuan apabila atap diguyur air dalam waktu yang lama dan sering. Maka dari itu, kebocoran baru disadari setelah air masuk ke bagian dalam rumah.

    Biasanya genteng bocor bisa disadari dari sejumlah tanda yang terlihat dari dalam rumah. Mengutip dari Angi, Senin (22/7/2024) berikut 7 tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.

    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Jika kamu melihat noda warna kuning kecoklatan pada langit-langit rumah atau plafon, itu merupakan tanda genteng rumah kamu bocor. Air yang menggenang pada langit-langit atau plafon rumah membuat permukaannya lembap sehingga muncul noda warna tersebut. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.


    Apabila kamu melihat air rembesan mencapai tembok, maka kamu perlu mengecek sumber kebocoran dan memperbaikinya. Dengan begitu tidak ada lagi kerusakan pada plafon seperti terbentuknya bingkai yang membusuk hingga tumbuh jamur.

    2. Muncul Jamur pada Dinding terluar

    Munculnya jamur pada dinding luar, bisa menjadi tanda-tanda genteng bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu,ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

    3. Ada Suara Air Menetes dari Atap

    Tanda paling mudah yang dikenali adalah suara air jatuh dari atap. Biasanya air menetes kita dengar dari kamar mandi, keran, atau wastafel, tetapi jika sumber suaranya dari atap itu sudah menjadi tanda paling jelas genteng bocor.

    4. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Air masuk jika ada celah pada genteng. Celah ini bisa timbul karena posisi genteng yang bergeser, genteng rusak, hingga genteng tersebut retak. Jika kamu melihat ada genteng dengan kondisi seperti itu, pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    5. Flashing Rusak atau Hilang

    Biasanya pada atap rumah yang memiliki ventilasi, terdapat flashing untuk melindungi rumah dari kebocoran. Flashing ini juga bisa jadi jalan masuknya air. Biasanya disebabkan karena kerusakan karena badai dan angin kencang. Jika sudah begitu, kamu harus mengganti dengan flashing baru atau merombak ventilasi tersebut.

    6. Genangan air

    Setelah mendengar ada tetesan air pada plafon, kamu juga perlu melihat apakah ada genangan air di balik plafon tersebut. Jika kamu melihat genangan air, kamu harus mencari sumber air di dekat sana, lalu mengganti plafon yang rusak. Selain itu genangan air juga bisa ditemukan pada lantai. Air bisa sampai ke bawah karena ada celah juga pada plafon.

    7. Pipa Air Rusak

    Pipa air berperan penting untuk membuang air terutama saat hujan. Jika pipa kamu rusak atau tersumbat, air justru meluap dan tidak maksimal terbuang melalui pipa tersebut. Alhasil ada air yang menyebar ke area lain yang seharusnya tetap kering.

    Cara Mengatasi Genteng Rumah Bocor

    1. Cari lokasi atap yang bocor
    2. Cek kerusakan pada pipa air
    3. Ganti genteng yang pecah atau rusak
    4. Ganti lapisan atap yang lama
    5. Pasang dek atap yang baru

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Atasi Kebocoran Dak Rumah, Tutup Retakan Aja Nggak Cukup!


    Jakarta

    Kebocoran pada dak rumah adalah masalah yang sering dialami, terutama pada rumah beratap datar atau dak beton. Kebocoran ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada bangunan jika tidak segera diatasi, seperti merusak plafon, dinding, hingga struktur bangunan. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda kebocoran.

    Melansir dari Mapei.com berikut cara mengatasi kebocoran pada dak rumah agar rumah tetap aman dan nyaman.

    1. Ketahui Sumber Kebocoran Berasal

    Langkah pertama dalam mengatasi kebocoran adalah inspeksi menyeluruh pada dak rumah, periksa bagian-bagian dak yang mengalami retak bocor atau genangan air. Identifikasi sumber kebocoran ini penting agar perbaikan dilakukan di lokasi yang benar.


    2. Lapisan Waterproofing Baru

    Jika lapisan waterproofing sudah rusak atau usang, gantilah dengan yang baru, waterproofing yang baik adalah kunci utama untuk mencegah kebocoran pada dak rumah. Waterproofing ini adalah melapisi dak dengan cat baru.

    Waterproofing dapat melindungi dak bangunan dari air hujan, cuaca panas, maupun dingin. Pilih material waterproofing dengan kualitas tinggi, seperti membran bitumen, lapisan akrilik, atau cat kedap air.

    3. Memperbaiki Retakan pada Dak

    Jika kamu menemukan retakan kecil pada dak segeralah tambal dengan menggunakan sealant khusus atau bahan pengisi retak yang tahan air, pastikan kamu membersihkan area retakan sebelum melakukan penambalan agar bahan penutup retak dapat menempel dengan baik.

    4. Perbaiki Kemiringan Dak

    Pastikan dak rumah kamu memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air ke drainase, jika dak tidak cukup miring kamu bisa menambahkan lapisan mortar untuk menciptakan kemiringan yang tepat agar air tidak menggenang di atas dak.

    5. Perbaikan Sistem Drainase

    Saluran drainase yang tersumbat bisa menjadi penyebab utama genangan air di atas dak, kamu harus memastikan saluran pembuangan air berfungsi dengan baik dan bersih seperti kotoran, daun, atau sampah yang dapat menyumbat aliran air.

    6. Pengecekan Berkala

    Lakukan pengecekan rutin pada dak rumahmu, terutama saat musim hujan atau cuaca ekstrem, pengecekan berkala ini penting untuk mendeteksi kerusakan dini, seperti retakan kecil atau lapisan waterproofing yang mulai aus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya! Ini Cara Perbaikinya



    Jakarta

    Bangunan rumah seiring bertambah usia bisa retak di beberapa bagian, termasuk pada plafon. Ternyata hal itu tak boleh dianggap sepele, lho. Sebab, retakan bisa memberi tanda soal kondisi rumah.

    Dikutip dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham mengatakan plafon retak dapat menunjukkan kondisi rumah yang kurang baik. Bentuk retakan mempunyai arti dan cara penanganan yang berbeda-beda.

    Berikut ini arti beserta cara memperbaiki retak pada plafon.


    Retakan Tipis

    Retakan tipis dapat diakibatkan oleh pergerakan alami rumah akibat perubahan subuh dan kelembapan musiman. Beberapa bagian rumah dapat mengembang dan menyusut karena perubahan musim.

    Jika mendapati retakan tipis pada plafon rumah, pemilik bisa dengan mudah memperbaikinya kok. Caranya cukup dengan mengecatnya buat menyamarkan retakan.

    “Retakan halus tidak ‘tumbuh’ sering kali dapat dicat ulang,” kata Beacham dikutip dari House Digest.

    Retakan yang Disertai Perubahan Warna

    Di sisi lain, retakan yang disertai perubahan warna dan plafon merosot menandakan masalah struktur atau serangan serangga. Apalagi kalau retakan menjalar ke dinding, bisa jadi disebabkan oleh struktur rumah yang bermasalah.

    Lalu, perubahan warna pada plafon biasanya akibat air hujan yang bocor melalui atap atau kebocoran pipa. Pemilik rumah dapat memanggil profesional untuk memperbaikinya.

    “Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas,” ujarnya.

    Retakan pada plafon sebenarnya tak dapat dihindari karena penyebabnya adalah usia dan pergerakan alami. Namun, pemilik bisa menahan retakan tidak semakin parah dengan memanggil ahli. Perhatikan juga tanda-tanda plafon mulai retak agar bisa segera diperbaiki ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com