Tag: sumur air

  • Jangan Terlalu Dekat, Segini Jarak Ideal Sumur Air dan Septic Tank


    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu perlu memperhatikan jarak sumur dengan septic tank. Sebab hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi air sumur dengan limbah dari septic tank. Septic tank sendiri untuk menampung limbah, sementara sumur menyediakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

    Lalu berapa jarak ideal antara sumur dan septic tank di rumah? Simak penjelasan berikut.

    1. Peraturan Jarak Minimal Sumur dan Septic Tank

    Dilansir dari Ukur, Selasa (19/12/2023), sesuai dengan (Standar Nasional Indonesia) SNI 2398:2017, ada ketentuan jarak minimal yang wajib kamu patuhi antara lokasi pengolahan septic tank dengan sumur dan struktur bangunan. Ketentuannya adalah sebagai berikut.


    Jarak antara sumur resapan septic tank dan sumur air minum harus 10 meter, dengan bangunan atau rumah jaraknya 1,5 meter, dan dengan sumur resapan air hujan jaraknya 5 meter.

    Sementara untuk upflow filter septic tank, jarak minimalnya dengan sumur air minum, struktur bangunan, dan sumur resapan air hujan semuanya adalah 1,5 meter.

    Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya tersebut masing-masing adalah 1,5 meter.

    Kemudian, bagaimana cara mengatur jarak sumur dan septic tank jika kurang dari 10 meter?

    2. Langkah Menentukan Jarak jika Kurang dari 10 Meter

    Jika kamu berencana membangun tangki septic dan jarak antara sumur dengan tangki septic yang direncanakan kurang dari 10 meter, jangan khawatir sebab kamu masih bisa melakukannya dengan cara berikut.

    Pertama-tama, tentukan arah aliran air tanah dengan mengobservasi sumur di rumah tetangga. Berikut langkah-langkahnya yaitu:

    1. Ukur kedalaman tiga sumur tetangga terdekat
    2. Gambarkan segitiga di atas kertas yang menghubungkan ketiga titik sumur tersebut
    3. Tandai setiap titik sumur dengan kedalamannya, dihitung dari permukaan air hingga ke permukaan tanah
    4. Dengan analisa gambar tersebut, kamu bisa mengetahui bahwa sumur dengan kedalaman paling rendah mengindikasikan arah air menuju ke sumur tersebut.
    5. Bisa disimpulkan bahwa tidak setiap lokasi memerlukan jarak 10 meter antara septic tank dan sumur. Arah aliran air tanah harus menjadi pertimbangan saat membangun septic tank.

    Kecepatan aliran air tanah di setiap wilayah bisa berbeda yang mengakibatkan variasi dalam jarak optimal antara sumur dan tangki septic. Perbedaan aliran air tanah sangat dipengaruhi oleh struktur batuan dan karakteristik geografis daerah tersebut

    3. Faktor yang Mempengaruhi Jarak Sumur dan Septic Tank

    Sebenarnya terdapat banyak faktor yang mempengaruhi jarak dari septic tank dan sumur. Berikut beberapa faktor utama yang berpengaruh pada jarak septic tank dengan sumur, yaitu:

    1. Topografi tanah yang dipengaruhi oleh kondisi dan kemiringan permukaan tanah.
    2. Faktor hidrologi meliputi kedalaman air tanah, arah serta kecepatan aliran dalam tanah, dan keberadaan lapisan tanah yang batu atau berpasir. Untuk lapisan tanah seperti ini, dibutuhkan jarak yang lebih besar dibandingkan dengan daerah yang memiliki lapisan tanah dari tanah liat.
    3. Faktor meteorologi terutama pada area dengan curah hujan yang tinggi diperlukan jarak sumur yang lebih panjang dari toilet.
    4. Jenis mikroorganisme juga berpengaruh pada jarak sumur dengan septic tank. Beberapa mikroorganisme memiliki karakteristik unik, misalnya bakteri pembawa penyakit yang lebih resisten di tanah yang basah dan lembab. Cacing bisa bertahan di tanah lembab hingga 5 bulan, sementara di tanah kering hanya bertahan hingga 1 bulan.
    5. Faktor budaya, misal ada adat tradisi di beberapa masyarakat untuk membuat sumur tanpa dinding penahan.
    6. Frekuensi pemompaan, seiring bertambahnya volume air yang diambil dari sumur untuk memenuhi kebutuhan banyak orang, kecepatan aliran dalam tanah meningkat untuk menggantikan volume yang berkurang.

    Saksikan detik Pagi:

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati Air Tercemar Tinja, Begini Jarak Aman Sumur dengan Septic Tank



    Jakarta

    Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan di setiap rumah. Apabila air bersih sampai tercemar, misalnya tercemar tinja bisa menimbulkan berbagai penyakit bagi penghuni rumah.

    Melansir dari detikHealth, Kamis (30/5/2024) Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga. Septic tank memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat.

    Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar dengan bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan.


    Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam dan Konsultan Gastroenterologi-hepatologi dr Kaka Renaldi, SpPD mengungkap E. Coli bisa mengakibatkan beberapa kasus fatal, terutama kepada kelompok rentan seperti ibu hamil.

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air maupun septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Setiap rumah harus memiliki sistem dan persediaan air bersih. Sumber air bersih di sumur air tidak boleh sampai tercemar, apalagi oleh tinja dari septic tank.

    Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit. Melansir dari detikHealth, Jumat (9/8/2024) Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan


    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama Sumber Air, Ini Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki sumber air bersih untuk menunjang kebersihan penghuni dan seisi rumah. Sumber air bersih bisa didapat dari sumur yang terbagi menjadi dua jenis, yakni sumur bor dan sumur gali.

    Seperti namanya, sumur bor dibuat dengan cara dibor menggunakan mesin. Sedangkan sumur gali dibuat dengan teknik menggali secara manual.

    Sumur bor pun menjadi sumber air andalan, terutama ketika musim kemarau tiba. Menurut Hasan seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor lebih banyak keuntungannya dibanding sumur gali.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Lalu, apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasan berikut ini ya.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    1. Dimensi Lubang

    Sumur bor dibuat menggunakan mesin bor membuat proses pembuatan lebih mudah menentukan kedalaman tanah yang sampai menemukan sumber air. Sementara sumur gali yang mengandalkan tenaga manual memiliki keterbatasan, sehingga sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” ujar Hasan.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” tambahnya.

    2. Debit Air

    Sumur gali dibuat membentuk diameter sumur yang besar, sehingga membuat debit air semakin besar agar bisa memenuhi kebutuhan. Sedangkan debit air dari sumur bor mengandalkan pompa untuk menyalurkan air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” jelasnya.

    3. Waktu Pengerjaan

    Memang biaya pembuatan sumur gali terhitung lebih murah karena dapat dilakukan secara manual dengan menggali sendiri. Akan tetapi, pengerjaan dengan kedalaman dua puluh meter dapat membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikannya.

    Di sisi lain, penggalian sumur bor relatif lebih cepat karena menggunakan mesin bor. Kedalamannya pun tidak masalah selama menemukan sumber air bersih yang dibutuhkan.

    Itulah perbedaan sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Untung Rugi Pakai Sumur Bor di Rumah



    Jakarta

    Semua rumah harus punya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuninya. Salah satu opsi sumber air yang banyak digunakan masyarakat adalah sumur bor.

    Sumur bor adalah lubang buatan untuk mengambil air dari dalam tanah. Sumur air ini biasanya dibuat menggunakan mesin bor dalam tanah untuk menjangkau air di akuifer atau lapisan bawah tanah.

    Namun, membuat sumur bor di rumah bukan perkara mudah. Bagi kamu yang ada niatan membuat sumur bor sebaiknya pertimbangkan dulu untung ruginya. Yuk, simak ulasannya berikut ini.


    Pertimbangan Membuat Sumur Bor

    Inilah pertimbangan untung rugi membuat sumur bor di rumah seperti yang dikutip dari A&H Drilling.

    1. Biaya

    Kelebihan

    Mempunyai sumur bor berarti kamu tidak perlu membayar tagihan air bulanan. Bukan cuma menghemat pengeluaran, kamu juga mempunyai akses air sendiri di rumah.

    Kekurangan

    Meskipun memiliki sumur air sendiri bisa akan menghemat tagihan air. Biaya pembuatan awalnya cukup mahal. Tentunya biaya ini sangat bergantung pada jenis sistem sumur, kualitas peralatan, dan biaya pemasangan.

    Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan waktu dan tenaga untuk membuat sumur. Ada proses untuk memetakan air tanah sebelum membuat sumur. Kemudian, membangun dan memelihara sumur juga cukup memakan waktu dan tenaga.

    2. Kualitas Air

    Kelebihan

    Soal kualitas air, tentu bervariasi tergantung pada lokasi sumur. Namun, biasanya air sumur lebih sehat dan enak dibandingkan air dari hasil industri. Hal ini dikarenakan tidak adanya bakteri umum yang ditemukan dalam air industri seperti timbal dan merkuri.

    Kekurangan

    Akan tetapi, air sumur dapat mengandung lebih banyak bahan kimia lain seperti zat besi dan fluorida. Hal ini dapat dengan diatasi dengan memasang alat pemurni air atau sistem penyaringan di sumur.

    3. Penggunaan Energi

    Kelebihan

    Sumur bor dapat menghemat energi secara keseluruhan. Berbeda halnya kalau menyaring air untuk seluruh kota memerlukan mesin yang besar, sehingga menghabiskan banyak energi. Dengan memilih untuk memperoleh air dari sumur air sendiri, kamu dapat menghemat penggunaan energi.

    Kekurangan

    Meskipun kamu bisa mandiri mempunyai sumber air sendiri, sumur bor mengandalkan listrik untuk memompa air. Kalau suatu ketika tidak ada listrik, maka air tidak bisa dipompa keluar.

    Oleh karena itu, kamu perlu memastikan ada cadangan air di kala darurat. Sebaiknya, siapkan generator cadangan dan penyimpanan air darurat kalau ingin menggunakan sumur bor.

    Itulah beberapa pertimbangan membuat sumur bor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarak Ideal Sumur Air dengan Septic Tank, Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Septic tank dan sumber air bersih merupakan dua hal yang wajib ada di sebuah rumah. Meski keduanya dibutuhkan, septic tank dan sumber air bersih tidak boleh ditempatkan secara berdekatan.

    Sumber air bersih bisa tercemar jika titiknya dekat dengan septic tank. Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit.

    Melansir dari detikHealth Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan

    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Lihat juga video: Heboh Air Sumur di Sidoarjo Panas dan Berasap

    [Gambas:Video 20detik]

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Manfaat, dan Cara Buatnya



    Jakarta

    Di dalam pekarangan rumah ada berbagai sistem penampungan, salah satunya sumur resapan. Bagi sebagian orang mungkin masih asing dengan istilah sumur resapan.

    Padahal, lubang satu ini sangat bermanfaat untuk rumah, lho. Biar nggak bingung, simak penjelasan soal sumur resapan berikut ini ya.

    Pengertian Sumur Resapan

    Dilansir dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (2/1/2024), sumur resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampungan air hujan. Sistem ini dapat berupa sumur, parit, atau alur taman resapan


    Manfaat Sumur Resapan

    Sumur resapan dapat menampung dan menahan air hujan, baik yang mengalir dari atap rumah maupun yang langsung jatuh ke tanah. Air akan mengisi kembali air tanah dangkal sebagai sumber air bersih. Dengan begitu, air tidak langsung keluar ke pekarangan rumah.

    Cara Membuat Sumur Resapan

    1. Pilih Lokasi

    Saat menentukan lokasi sumur resapan, pilihlah yang jaraknya 1 meter atau lebih dari fondasi rumah. Tak hanya itu, pilih lokasi yang dekat dengan lokasi talang pembuangan air hujan.

    2. Gali Lubang

    Selanjutnya, gali lubang sumur dengan diameter 80-100 cm. Untuk kedalamannya mencapai 1,5 meter tapi jangan melebihi muka air tanah.

    3. Perkuat Dinding Lubang

    Kamu perlu memperkuat dinding tanah dengan memasukkan tiga buah buis beton sepanjang 50 cm. Kalau tak punya buis beton, kamu bisa menggunakan pasangan bata kosong.

    4. Sambungkan Pipa ke Talang

    Kemudian, pastikan air hujan bisa langsung masuk ke dalam sumur resapan. Hal ini dapat dilakukan dengan menyambungkan pipa paralon atau pipa pemasukan dari talang ke sumur.

    5. Pasang Pipa Pembuangan

    Beri pipa pembuangan ke selokan atau drainase jalan pada sumur resapan. Posisi pipa pembuangan ini harus lebih tinggi dari muka air tertinggi pada selokan drainase.

    6. Isi Batu Koral

    Selain memasang dinding, kamu juga perlu mengisi lubang dengan kerakal atau koral. Tumpuk batu-batu tersebut hingga ketinggian 15 cm.

    7. Tutup Sumur

    Terakhir, tutup bagian atas sumur menggunakan plat beton. Di penutup tersebut dapat diurug tanah untuk taman atau dipasang pot-pot tanaman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Bikin! Ini Jarak Ideal Antara Sumur Air dan Septic Tank



    Jakarta

    Rumah perlu memiliki sumber air bersih dan pengelolaan limbah yang baik. Nah, kebanyakan rumah dilengkapi septic tank dan sumur air untuk memenuhi kebutuhan itu.

    Namun tak boleh sembarangan, letak sumur air dan septic tank tidak boleh berdekatan. Pasalnya, sumber air bersih bisa tercemar kalau titiknya dekat dengan septic tank, sehingga dapat memicu penyakit.

    Dikutip dari detikHealth Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengatakan tingginya cemaran air di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Tercemar! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air



    Jakarta

    Adanya sumber air bersih dan pengelolaan limbah sangat penting untuk memiliki lingkungan rumah yang sehat. Hal itu dapat dicapai dengan menyediakan septic tank dan sumur air untuk memenuhi kebutuhan harian penghuni.

    Namun, letak sumur air dan septic tank di rumah tidak boleh sembarangan. Jika titik keduanya terlalu dekat satu sama lain, sumber air bersih berpotensi tercemar, sehingga menimbulkan penyakit.

    Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menjelaskan tingkat pencemaran air yang tinggi Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Masih ada rumah yang septic tanknya berjarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman padat. Ia menuturkan jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli).

    Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk infeksi saluran pencernaan. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah. Untuk itu, sumur air dan septic tank sebaiknya diberi jarak yang aman.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, upflow filter septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum. Demikian juga dengan taman sanita septic tank harus diberi jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Di samping itu, pemilik rumah perlu menjaga jarak sumur resapan air hujan dengan septic tank. Pasalnya, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga di kala kekeringan atau krisis air.

    Adapun jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya 5 meter. Lalu, jarak upflow filter septic tank dengan sumur resapan air hujan minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak paling dekatnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal septic tank dari sumur air agar tidak terjadi pencemaran tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Pertimbangan Penting Sebelum Bikin Sumur Bor di Rumah



    Jakarta

    Setiap rumah membutuhkan sumber air bersih untuk mendukung aktivitas penghuninya. Air tersebut bisa didapatkan salah satunya dari sumur air.

    Sumur air itu bisa dibuat menggunakan mesin bor, sehingga disebut sumur bor. Sumur bor adalah lubang buatan untuk mengambil air dari akuifer atau lapisan bawah tanah.

    Nah, kalau ada niatan membuat sumur bor, pemilik tanah sebaiknya menelusuri kelebihan dan kekurangannya dulu. Berikut ini pertimbangan sebelum membuat sumur bor.


    Pertimbangan Membuat Sumur Bor

    Inilah pertimbangan untung rugi membuat sumur bor di rumah, dikutip dari A&H Drilling.

    1. Kualitas Air

    Kelebihan

    Kualitas air bisa bervariasi tergantung pada lokasi sumur. Akan tetapi, biasanya air sumur lebih sehat dan enak dibandingkan air dari hasil industri. Hal ini dikarenakan tidak adanya bakteri umum yang ditemukan dalam air industri seperti timbal dan merkuri.

    Kekurangan

    Di sisi lain, air sumur dapat mengandung lebih banyak bahan kimia lain seperti zat besi dan fluorida. Bahan kimia tersebut dapat diatasi dengan memasang alat pemurni air atau sistem penyaringan di sumur.

    2. Biaya

    Kelebihan

    Sumur bor bisa menghemat tagihan air karena tidak bergantung pada perusahaan air. Selain hemat pengeluaran, pemilik juga mempunyai akses air sendiri di rumah.

    Kekurangan

    Pemilik rumah mungkin hemat tagihan air, tetapi biaya pembuatan sumur bor cukup mahal. Biaya ini tentu sangat bergantung pada jenis sistem sumur, kualitas peralatan, dan biaya pemasangan.

    Apalagi pemilik harus mempertimbangkan waktu dan tenaga untuk membuat sumur. Ada proses untuk memetakan air tanah sebelum membuat sumur. Kemudian, membangun dan memelihara sumur juga cukup memakan waktu dan tenaga.

    3. Penggunaan Energi

    Kelebihan

    Sumur bor dapat menghemat energi secara keseluruhan. Pemilik rumah bisa memperoleh dan memproses air dari sumur air sendiri.

    Sementara itu, perusahaan air menyaring air untuk seluruh kota memerlukan mesin yang besar, sehingga menghabiskan banyak energi.

    Kekurangan

    Sumur bor mengandalkan listrik untuk memompa air. Kalau suatu ketika tidak ada listrik, maka air tidak bisa dipompa keluar.

    Oleh karena itu, kamu perlu memastikan ada cadangan air di kala darurat. Sebaiknya, siapkan generator cadangan dan penyimpanan air darurat kalau ingin menggunakan sumur bor.

    Itulah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat sumur bor di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com