Tag: sunan bonang

  • Lirik Tombo Ati Versi Sholawat dan Makna Mendalamnya


    Jakarta

    Lagu religi Tombo Ati dikenal luas di Indonesia sejak dibawakan Opick dalam album Istighfar pada 2005. Namun, syairnya sudah ada sejak lama dan dinisbatkan kepada Sunan Bonang, salah satu Walisongo yang berdakwah lewat tembang.

    Secara bahasa, Tombo Ati berarti “obat hati”. Liriknya berisi pesan sederhana tentang cara menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Lirik Tombo Ati Versi Sholawat

    Berikut lirik Tombo Ati yang sering dilantunkan dalam irama sholawat:


    Allahumma sholli wa salim ‘ala
    Sayyidina wa Maulana Muhammad
    Adam dama bismillahi sholawatan
    Daimatan bidawami mulkilahi
    Tombo ati iku limo perkorone

    Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
    Kaping pindo sholat wengi lakonono
    Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
    Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
    Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

    Salah sijine sopo iso ngelakoni
    Mugi-mugi Gusti Allah ngijabahi

    Obat hati ada lima perkaranya
    Yang pertama, baca Qur’an dan maknanya
    Yang kedua, sholat malam dirikanlah
    Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh
    Yang keempat, perbanyaklah berpuasa
    Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah
    Salah satunya siapa bisa menjalani
    Moga-moga Gusti Allah mencukupi

    Makna Lirik Tombo Ati

    Menurut buku Islam Abangan & Kehidupannya karya Rizem Aizid, syair Tombo Ati merupakan nasihat Sunan Bonang yang merangkum lima resep agar hati manusia senantiasa dekat dengan Tuhannya.

    1. Membaca Al-Qur’an dan merenungkan maknanya

    Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi juga direnungi isinya agar menjadi petunjuk hidup.

    2. Mendirikan sholat malam

    Qiyamul lail menjadi salah satu amalan yang memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

    3. Berkumpul dengan orang saleh

    Lingkungan yang baik akan mempengaruhi hati dan membimbing seseorang menuju kebaikan.

    4. Memperbanyak puasa

    Menahan diri dari hawa nafsu melatih kesabaran serta membersihkan jiwa.

    5. Memperbanyak dzikir di malam hari

    Dzikir adalah salah cara menenangkan hati dan mengingat Allah dalam kesunyian.

    Pesan yang terkandung dalam tembang ini tidak hanya berlaku pada masa Sunan Bonang, melainkan tetap relevan hingga kini. Lirik Tombo Ati mengingatkan manusia bahwa ketenangan sejati hanya bisa diraih dengan mendekat kepada Allah SWT.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pesantren yang Didirikan Wali Songo, Dirintis Sejak Wali Pertama


    Jakarta

    Penyebaran Islam di Indonesia tak lepas dari peran wali songo. Pesantren yang didirikan oleh wali songo menjadi salah satu bukti keberhasilan wali songo dalam menyebarkan agama Islam khususnya di Pulau Jawa.

    Zulham Farobi dalam buku Sejarah Wali Songo menjelaskan bahwa hampir semua wali songo terlibat dalam segala perkembangan sejarah Islam di Nusantara. Sarana yang digunakan dalam dakwah salah satunya berupa pesantren-pesantren yang dipimpin oleh para wali songo.

    Selain itu, wali songo menyebarkan Islam melalui media kesenian, seperti wayang. Para wali di tanah Jawa ini memanfaatkan pertunjukan tradisional sebagai media dakwah Islam.


    Para wali songo ini menjadi pemimpin dalam menyebarkan agama Islam di daerah yang mereka tempati. Berkat perjuangan wali songo agama Islam menyebar ke seluruh penjuru Pulau Jawa.

    Di dalam bidang pendidikan, peran wali songo terlihat dari didirikannya pesantren. Misalnya saja pesantren yang didirikan oleh Sunan Ampel di Ampel Denta yang dekat dengan Surabaya ini menjadi pusat penyebaran Islam pertama di Pulau Jawa.

    Pesantren yang Didirikan Wali Songo

    Mengutip buku Budaya Pesantren karya Ahmad Hariandi dkk, pesantren yang pertama kali didirikan adalah hasil rintisan Syekh Maulana Malik Ibrahim, tokoh wali songo paling awal yang dikenal dengan Sunan Gresik. Namun demikian, tokoh wali songo yang paling berhasil mendirikan dan mengembangkan pesantren dalam arti yang sesungguhnya adalah Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

    Berikut selengkapnya.

    1. Pesantren Ampel Denta

    Mengutip buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Abu Achmadi dan Sungarso, Sunan Ampel memulai merintis dakwahnya dengan mendirikan Pesantren Ampel Denta. Sunan Ampel kemudian dikenal sebagai Pembina Pondok Pesantren di Jawa Timur. Hingga pada akhirnya, seorang keturunan Sunan Ampel menjadi penerus dakwahnya.

    2. Pesantren Giri

    Merujuk dari buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida bahwa Sunan Giri mendirikan pesantren di sebuah dataran tinggi yang terletak di Desa Sidomukti, sebuah desa di wilayah Gresik, Jawa Timur.

    H. Abu Achmadi dan Sungarso dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam menjelaskan bahwa dalam berdakwah materi yang disampaikan oleh Sunan Giri adalah mengenai akidah dan ibadah dengan pendekatan fikih yang disampaikan secara lugas.

    Pesantren yang didirikan Sunan Giri pada mulanya tidak hanya digunakan sebagai sarana pendidikan, tetapi juga dijadikan sebagai pusat pengembangan masyarakat. Pesantren ini tumbuh dan berkembang sangat pesat. Hal tersebut dikarenakan banyaknya santri yang berdatangan dari berbagai daerah.

    3. Pondok Pesantren Sunan Drajat

    Sunan Drajat merupakan tokoh wali songo yang mengajarkan kedermawanan, kerja keras, dan peningkatan kemakmuran masyarakat sebagai pengamalan agama Islam.

    Ia juga mendirikan Pondok Pesantren Sunan Drajat yang dijalankan secara mandiri sebagai wilayah pendidikan yang bertempat di Desa Drajat (sekarang masuk wilayah Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur).

    Tanah yang didirikan pesantren oleh Sunan Drajat merupakan hadiah pemberian Sultan Demak kepada Sunan Drajat atas jasanya menyebarkan agama Islam dan memerangi kemiskinan.

    4. Pesantren Sunan Gunung Jati

    Sunan Gunung Jati merupakan salah satu tokoh wali songo yang dikenal dengan jiwanya yang begitu mudah berbaur dengan masyarakat, sebagaimana dijelaskan Wawan Hermawan dan Ading Kusdiana dalam buku Biografi Sunan Gunung Djati: Sang Penata Agama di Tanah Sunda.

    Ia dikenal dengan keluhuran akhlaknya, terlebih dengan penguasaan berbagai masalah keagamaan. Pendidikan yang diajarkan oleh Sunan Gunung Jati yakni menggabungkan antara keagamaan dengan seni.

    Oleh karena itu, dengan pendidikan tersebut gagasan pendidikan pesantren Sunan Gunung Jati sangat mudah untuk diterima oleh masyarakat.

    5. Pesantren Sunan Bonang

    Sunan Bonang merupakan salah satu wali songo yang juga mendirikan pesantren. Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Cakrawala Budaya Islam oleh Abdul Hadi Wiji Muthari, Sunan Bonang mendirikan pesantren di sebuah desa kecil dekat kota Lasem, Jawa Tengah.

    Di atas sebuah bukit gersang nan sunyi, Watu Layar, Sunan Bonang pernah membangun sebuah tempat tafakkur, dan zawiyah.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com