Tag: sungai

  • Mau Bikin Fondasi Rumah Pakai Batu Kali, Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Fondasi rumah sangat penting karena berfungsi untuk menyokong seluruh struktur bangunan. Ada berbagai pilihan bahan untuk membuat fondasi, salah satu yang biasa dipakai adalah batu kali.

    Batu kali memang terkenal kokoh dan ekonomis untuk dijadikan sebagai fondasi. Batu ini disusun sedemikian rupa untuk membuat struktur fondasi. Cara ini dilakukan agar fondasi berdiri kokoh dan mampu menahan beban dinding rumah di atasnya.

    Mengutip e-jurnal milik uny.ac.id, Jumat (9/8/2024) fondasi batu kali biasanya digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanahnya cukup baik. Kedalaman fondasi batu kali sekitar 60-80 cm dengan lebar tapak kurang lebih sama dengan tingginya.


    Pembangunan Fondasi Batu KaliPembangunan Fondasi Batu Kali Foto: Getty Images/Ranah Pixel Studio

    Jenis-jenis Batu Kali

    Perlu diketahui, batu kali yang umum digunakan sebagai material fondasi bangunan terdiri dari dua jenis, yakni batu kali bulat dan batu kali belah. Apa perbedaannya? Simak berikut ini.

    1. Batu Kali Bulat

    Batu kali yang satu ini berbentuk bulat namun tak beraturan. Pada umumnya, batu kali bulat dapat ditemukan di sepanjang aliran sungai.

    Akan tetapi, mortar kurang bisa menempel kuat pada batu kali bulat karena tekstur permukaannya yang halus.

    2. Batu Kali Belah

    Batu kali belah memiliki ukuran yang lebih besar daripada jenis bulat, namun dapat dihancurkan menjadi ukuran sekitar 30-40 cm. Pada umumnya, jenis batu kali ini dapat ditemukan di pegunungan atau sungai.

    Salah satu kelebihan dari batu kali belah adalah mempunyai tekstur permukaan yang kasar, sehingga mortar dapat menempel dengan kuat.

    Kelebihan Batu Kali untuk Fondasi

    Lalu, apa saja kelebihan yang dimiliki batu kali untuk fondasi bangunan? Dilansir e-jurnal Scribd berjudul Makalah Pondasi Batu Kali oleh Ainul Herwinda, berikut sejumlah kelebihannya.

    1. Kuat

    Batu kali memiliki karakteristik yang kuat dan kokoh. Sebab, batu jenis ini berasal dari alam, yang mana setiap harinya mengalami suhu dan cuaca berubah-ubah.

    Oleh sebab itu, penggunaan batu kali untuk fondasi dapat menahan bangunan secara kuat dalam segala kondisi cuaca.

    2. Tahan Lama

    Karena kokoh dan kuat, batu kali juga dikenal memiliki karakteristik tahan lama. Dengan begitu, bangunan yang menggunakan fondasi batu kali dapat bertahan cukup lama dan minim adanya kerusakan.

    3. Mudah Didapat

    Kelebihan lain dari batuk kali adalah mudah didapat. Kamu bisa mencari batu kali di toko-toko material dekat rumah.

    Namun, detikers harus pandai dan teliti sebelum membeli batu kali. Usahakan membeli batu kali yang baru dikirim dan jangan mengambil yang sudah lama berdiam di toko material.

    Kekurangan Batu Kali untuk Fondasi

    Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari batu kali yang harus diperhatikan. Untuk lebih jelasnya, simak di bawah ini.

    1. Mudah Timbul Retakan

    Walaupun rata-rata bangunan dengan fondasi batu kali tidak roboh, namun saat terjadi gempa bumi atau tumbuhnya akar pohon invasif biasanya memunculkan retakan di dinding.

    Sebenarnya kondisi tersebut tidak menimbulkan masalah berarti. Hanya saja, untuk memperbaiki kerusakan tersebut butuh biaya yang cukup mahal.

    2. Perlu Teliti dalam Membelinya

    Dijelaskan sebelumnya, detikers harus pandai dan teliti dalam memilih batu kali di toko material. Soalnya, batu kali yang sudah berdiam terlalu lama bisa mengurangi kualitasnya.

    Terlebih jika batu kali sempat terendam air, hal ini bisa mempengaruhi kekuatannya. Jika tetap digunakan sebagai material fondasi, dikhawatirkan berdampak pada kekokohan bangunan.

    Demikian penjelasan tentang batu kali beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini dapat membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Tanaman Aquascape yang Mudah Dirawat, Cocok untuk Pemula!


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat akuarium ikan dengan taman indah di dalamnya? Nah, itu disebut aquascape. Aquascape bisa dibilang seni mempercantik akuarium atau media serupa dengan komponen seperti tanaman hias.

    Pemilik akuarium tidak sebatas memelihara ikan saja tetapi juga memperhatikan ekosistemnya. Tanaman hias dan objek lain diatur sedemikian rupa agar tercipta tampilan estetis yang sekaligus mirip dengan habitat asli ikan. Tak jarang aquascape dijadikan interior rumah karena penampilannya yang sedap dipandang mata.

    Untuk komponen tanaman hias di aquascape, kira-kira jenis apa saja ya yang biasa digunakan?


    Tanaman Aquascape yang Mudah Dirawat

    Selain menambah unsur keindahan akuarium, tanaman hias yang disusun berguna untuk menjaga kualitas air dan memberi tempat berlindung bagi ikan dan hewan lain di dalamnya. Dilansir Tropica Aquarium Plants A/S, berikut beberapa jenis tanaman aquascape yang mudah perawatannya:

    1. Anubias nana

    Anubias termasuk tanaman aquascape yang paling populer, terlebih varietas nana. Tanaman asal Kamerun ini dapat tumbuh subur di atas batu atau kayu. Jika ditanam di dasar, rimpangnya tidak boleh ditutup karena cenderung membusuk.

    Anubias nana bisa tumbuh mencapai 5-10 cm. Pertumbuhannya agak lambat tapi daunnya bisa tahan cukup lama. Tanaman hias ini tidak akan dimakan oleh ikan herbivora.

    2. Cryptocoryne wendtii

    Cryptocoryne wendtii berdaun hijau dengan panjang mencapai 10-30 cm. Varietas berasal dari Sri Lanka satu ini akan tumbuh melebar jika diletakkan di dasar. Lebar rosetnya berkisar 8-15 cm. Cryptocoryne termasuk tanaman aquascape yang populer di kalangan pemula.

    3. Bacopa caroliniana

    Bacopa caroliniana dapat tumbuh setinggi 10-30 cm. Pertumbuhan tanaman ini lambat tetapi mudah diperbanyak dengan metode stek. Tunas yang dipotong akan cepat membentuk tanaman baru.

    Tanaman batang asal Amerika Utara ini cocok untuk pemula dalam aquascaping. Lantaran tidak membutuhkan perawatan khusus dan cukup berada di pencahayaan dan tingkat CO2 yang rendah.

    4. Bucephalandra pygmaea

    Di alam, Bucephalandra pygmaea tumbuh di bebatuan atau kayu di aliran sungai. Tanaman yang mudah tumbuh ini mempunyai daun berwarna hijau dengan tepi bergelombang. Lebar daun sekitar 2 cm dan panjangnya 5 cm. Bintik-bintik putih akan muncul pada daun yang tumbuh sempurna.

    Bucephalandra pygmaea lebih suka tingkat cahaya yang rendah. Batang dan rimpangnya tidak boleh ditutupi saat ditanam karena bisa menyebabkan tanaman membusuk dan mati.

    5. Anubias coin leaf

    Sesuai namanya, kultivar anubias barteri satu ini mempunyai daun yang berbentuk agak bulat dengan diameter 4-6 cm. Warnanya hijau pekat yang cerah dan pertumbuhannya merambat tapi cenderung lambat.

    Anubias coin leaf mudah tumbuh di pencahayaan yang relatif rendah. Tanaman ini bisa diletakkan di atas batu atau kayu dalam akuarium. Tingginya dapat mencapai 5-15 cm dan tidak memerlukan tingkat CO2 yang tinggi.

    6. Java moss

    Taxiphyllum barbieri atau dikenal java moss tidak membutuhkan banyak cahaya untuk hidup. Lumut ini dapat setebal 3.010 cm dan mampu tumbuh di permukaan apa pun. Sangat ideal untuk menghiasi batu, akar pohon, atau tempat persembunyian ikan-ikan di aquascape.

    Untuk menanamnya, ikat java moss dengan tali hingga lumut ini melekat pada dekorasi. Jika pertumbuhannya terlalu lebat maka dapat dipangkas dengan gunting.

    7. Cryptocoryne tropica

    Cryptocoryne varietas satu ini memiliki daun berwarna gelap dan bergerigi. Ukuran daunnya sekitar 10-20 cm dengan roset selebar 10-20 cm. Apabila ditanam di tempat terbuka, daunnya akan tergeletak melebar di dasar. Tanaman ini menyukai akuarium dengan tingkat CO2 rendah dan cahaya redup.

    8. Helanthium tenellum

    Helanthium tenellum sebelumnya bernama Echinodorus tenellus. Tanaman ini mudah tumbuh membentuk bak hamparan rumput setinggi 5-10 cm bila cahayanya bagus. Meski begitu, tingkat pencahayaan tanaman rosulat ini cukup rendah saja.

    9. Anubias caladiifolia

    Anubias caladiifolia dikembangkan di Australia. Meski pertumbuhannya lambat, tanaman ini dapat tumbuh subur membentuk sekelompok besar anubias. Batang kecilnya bisa menjalar setinggi 50 cm dan daunnya bisa awet sampai tahunan.

    Anubias varietas satu ini hanya memerlukan pencahayaan redup dan tingkat CO2 yang rendah. Tanaman ini cukup ditempel di potongan kayu dan batu untuk tumbuh

    10. Egeria densa

    Egeria densa cocok untuk pemula di aquascaping. Tanaman ini tumbuh cepat dengan batang setinggi 40-100 cm dan lebarnya 2-4 cm saja. Laju pertumbuhan bergantung pada cahaya dan nutrisi yang didapatkannya.

    Pertumbuhan Egeria densa juga tidak berhenti meski dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Hanya saja warna daunnya berubah menjadi terang dan sulurnya menipis. Tanaman ini bantu menciptakan keseimbangan di akuarium sedari awal dan mencegah alga.

    11. Bucephalandra kedagang

    Kedagang dari famili Bucephalandra berasal dari Kalimantan. Tanaman ini memiliki ciri khas daun panjang berwarna hijau tua dengan bintik-bintik putih. Panjang daunnya bisa mencapai 6 cm dengan lebar 1-2 cm.

    Saat terendam air, warna biru metalik dapat muncul pada daunnya. Bucephalandra kedagang tidak lebih menyukai tingkat cahaya dan CO2 yang rendah.

    12. Hottonia palustris

    Hottonia palustris mudah ditanam dan dapat tumbuh rapat serta lebat. Tinggi setiap batangnya bisa mencapai 10-30 cm. Warnanya yang hijau cerah dan pertumbuhan tanaman ini yang membentuk kelompok rapat, menciptakan kontras yang menawan di taman aquascape.

    13. Anubias petite

    Anubias petite memiliki tinggi kurang dari 5 cm dengan daun berukuran kecil dan rimpang sepanjang 5-10 cm. Rimpangnya ini akan bercabang dengan baik dan menumbuhkan banyak daun.

    Varietas yang muncul di Singapura ini ideal ditanam di atas potongan kayu dan batu. Sama seperti anubias lain, tanaman ini perlu diikat terlebih dahulu dengan tali sampai bisa menempel sendiri. Anubias petite tidak membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi.

    14. Spiky moss

    Tanaman spiky moss dapat tumbuh setinggi 2-10 cm. Pertumbuhannya cepat pada intensitas cahaya sangat rendah. Lumut berasal dari Asia ini timbul paling baik di permukaan vertikal tempat tunas bercabang terlihat. Tanaman akan berbentuk bak karpet indah jika ditanam di selipan substrat bawah dengan celah kecil.

    15. Java fern

    Microsorum pteropus atau dikenal java vern atau pakis Jawa bisa tumbuh 15-30 cm. Idealnya tanaman ini tumbuh di atas komponen batu atau kayu di dalam akuarium. Perlu diikat terlebih dahulu dengan tali dan dilepas jika sudah kuat berdiri sendiri.

    Java fern mudah diperbanyak cukup dengan membelah rimpang secara horizontal. Tanaman ini juga tahan hidup di berbagai kondisi. Bintik-bintik hitam di bawah daun adalah sporangia dan bukan tanda-tanda penyakit.

    Nah, itu tadi sejumlah jenis tanaman aquascape yang mudah dirawat dan cocok untuk pemula. Jadi, kamu tertarik dengan tanaman yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Penyebab Banyak Lintah Bermunculan di Rumah?


    Jakarta

    Kamu bisa jadi sering melihat lintah ada di sekitar rumah atau bahkan ada sampai masuk rumah kalian ketika musim hujan tiba.

    Hewan penghisap darah satu ini menyukai tempat yang lembap untuk bertahan hidup, seperti kamar mandi.

    Tentu kemunculan lintah rumah membuat penghuni rumah khawatir dihisap darahnya. Meskipun ada beberapa pengobatan alami menggunakan lintah. Namun, biasanya yang digunakan bukanlah lintah liar.


    Lalu, bagaimana cara mengusir dan mencegah lintah dari rumah? Mari simak ulasan lengkap berikut.

    Penyebab Banyaknya Lintah

    Sebelum menjelaskan tentang cara mengusir lintah, maka sebelumnya kamu harus tahu tentang penyebab munculnya lintah itu sendiri. Karena usaha akan sia-sia jika sudah berhasil mengusir atau membasmi nya namun lintah masih kembali lagi ke rumah.

    Melansir dari Kicaumania, berikut beberapa penyebab mengapa lintah muncul dalam jumlah banyak apalagi saat musim hujan.

    Rumah Berlokasi Dekat dengan Tempat Lembap

    Rumah yang dekat dengan tempat lembap seperti got atau saluran pembuangan lembap yang tentunya akan banyak lintah hidup disekitarnya.

    Rumah yang memiliki peluang banyaknya lintah di dalamnya salah satunya rumah yang dekat dengan sungai, rawa, selokan, lingkungan rumah banyak pohon sehingga lokasi rumah menjadi lembap.

    Pasca Hujan Lebat dan Banjir

    Saat hujan lebat tiba kemudian disusul banjir otomatis lintah akan terbawa arus banjir. Lalu, lintah akan menempel pada rumah yang diakibatkan oleh terbawa arus ketika banjir dan tinggal di rumah.

    Kamar Mandi Sangat Lembap

    Kamar mandi menjadikan tempat favorit bagi lintah untuk tinggal sebab memiliki udara yang lembap. Lintah biasanya masuk ke dalam kamar mandi melewati saluran air atau sela-sela kamar mandi.

    Cara Mengusir Lintah dari Rumah

    Mengutip dari situs How to Repel, kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut untuk mengusir lintah dari rumah. Berikut beberapa diantaranya.

    Membasmi Tempat yang Berpotensi Jadi Sarang Lintah

    Lintah menyukai lingkungan yang lembap seperti dekat genangan air, selokan atau kolam dekat rumah. Pastikan kamu membersihkan halaman secara teratur dan buang tumpukan daun atau ranting kering. Karena lintah suka tinggal pada tumpukan daun yang berserakan. Selanjutnya, lintah suka tinggal pada rumput yang tinggi. Jadi, pastikan kamu memangkas rumput secara rutin. Barang bekas yang dibiarkan berserakan seperti kaleng cat, ban bekas, dan furnitur lainnya.

    Menggunakan Bahan Alami untuk Mengusir Lintah

    Ada beberapa bahan alami yang terbukti ampuh untuk mengusir lintah dari rumah. Berikut beberapa diantaranya.

    Bawang putih dan Cengkeh

    Kamu bisa gunakan beberapa siung bawang putih, lalu hancurkan bersama cengkeh. Lalu, sebarkan di area yang lembap dimana lintah sering terlihat.

    Jus lemon

    Kamu dapat membelah lemon, setelah itu peras dan campurkan dengan air. Semprotkan campuran bahan tersebut pada tanaman dan dinding.

    Minyak Atsiri

    Campurkan minyak atsiri dengan air secukupnya lalu semprotkan di sekitar rumah dan kebun.

    Garam

    Untuk garam sangat mudah, kamu cukup taburkan di sekeliling rumah yang sering dijumpai lintah.

    Demikian cara ampuh untuk mengusir lintah dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Bentuk dan Jumlah Lubang Colokan Listrik Berbeda di Tiap Negara?


    Jakarta

    Stop kontak atau colokan listrik biasanya ditemukan di dinding rumah. Bentuknya berlubang untuk mencolok steker alat elektronik.

    Nah, ada banyak jenis colokan listrik yang tampilannya berbeda-beda. Bahkan, bentuk colokan bisa berbeda di setiap negara, lho.

    Dari bentuk, jumlah, hingga letak lubang sangat variatif. Jadi kalau kamu travelling ke luar negeri, harus siap sedia adaptor colokan.


    Namun, kenapa bisa berbeda ya? Simak jawabannya berikut ini, dikutip dari The Conversation, Rabu (28/8/2024).

    Kenapa Colokan Listrik Tiap Negara Berbeda?

    Sistem distribusi listrik ke rumah di seluruh dunia telah dibangun oleh ribuan orang selama 140 tahun terakhir dan belum selesai hingga sekarang.

    Setiap negara membangun jaringan listrik masing-masing tanpa adanya kesepakatan bersama. Setiap negara mencoba memodifikasi jaringan listrik agar lebih baik dan lebih hemat, baik dari segi bahan baku maupun uang.

    Jenis-jenis ColokanJenis-jenis Colokan Foto: Lightning Bug Electric

    Sebagai contoh, perusahaan di Eropa menyadari bahwa tegangan 220 volt akan lebih murah daripada 110 volt.

    Pada tegangan yang lebih tinggi, perusahaan listrik bisa menyampaikan daya yang sama dengan arus yang lebih sedikit. Bayangkan aliran sungai yang sempit mengalir dengan cepat dibandingkan dengan aliran yang lebih lebar yang mengalir lebih lambat.

    Lebih jauh, arus yang lebih sedikit memungkinkan penggunaan kawat yang lebih tipis. Karena tembaga yang digunakan untuk kabel listrik mahal, tegangan yang lebih tinggi bisa menghemat uang.

    Bentuk bulat kemudian menjadi salah satu inovasi pada awal mula adanya colokan. Hal ini karena colokan bulat dinilai lebih aman dan lebih pas saat dicolok.

    Kenapa Bentuk Colokan Tidak Dibuat Seragam Saja?

    Saat ini, sebagian besar rumah di dunia memiliki akses listrik. Ide untuk mengadopsi satu standar global bentuk colokan listrik mungkin terdengar solutif.

    Namun, perubahan tersebut akan menghabiskan triliunan rupiah, mulai dari mengubah bentuk colokan, mengubah cara membangun gedung, dan bahkan cara mereka memproduksi beberapa peralatan.

    Maka, tak heran, setiap negara mempertahankan bentuk colokan yang sudah ada dan mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan yang lain.

    Itulah alasan kenapa bentuk colokan atau stop kontak listrik bisa berbeda di tiap negara. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 7 Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor, Sudah Tahu?


    Jakarta

    Air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dan air sumur bor merupakan dua sumber air yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

    Kedua jenis air tersebut memiliki perbedaan. Ketahui yuk perbedaanya untuk jadi pertimbangan penting bagi banyak orang, dalam memilih sumber air yang tepat.

    Mengenal Air PDAM

    Air PDAM adalah sumur yang disediakan oleh pemerintah daerah. Air PDAM disebut juga air ledeng.


    Mengutip dari laman PDAM Pintar, pemerintah daerah akan menyediakan air PDAM melalui jaringan pipa air terpusat, yang nantinya disalurkan ke rumah-rumah lewat pipa-pipa distribusi.

    Mengenal Air Sumur Bor

    Air sumur merupakan air hasil pengeboran sumur dalam tanah. Secara umum, air ini diambil dengan menggunakan pompa air yang akan mengangkat air dari dalam sumur menuju ke permukaan.

    Karakteristik alami dari airnya sesuai dengan komposisi kimia dan mineral yang ada di lapisan air tanah lokasi sumur dibuat.

    Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor

    Secara umum, bedanya air PDAM dan sumur bor bisa dilihat dari sumber, kualitas, dan pengelolaan airnya. Lebih lanjut, masih dari sumber yang sama berikut adalah penjelasan poin-poinnya:

    1. Sumber

    Air PDAM: Bersumber dari sungai, danau atau waduk.

    Air sumur bor: Berasal dari mata air yang ada di bawah tanah (lapisan akuifer tanah).

    2. Kualitas Air

    Air PDAM: Standar air PDAM telah ditetapkan oleh badan pengatur, sehingga lebih terjamin kebersihannya.

    Air sumur bor: Kualitasnya sangat bergantung pada kedalaman sumur serta kondisi tanah di sekitarnya.

    3. Kandungan

    Air PDAM: Sudah melalui proses pengolahan intensif yang bertujuan untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya, kontaminan, dan patogen.

    Air sumur bor: Bisa mengandung mineral, logam berat, dan bahan-bahan organik yang larut dalam air tanah.

    4. Ketersediaan Air

    Air PDAM: Ketersediaan air lebih terjamin karena melalui sistem distribusi yang teratur.

    Air sumur bor: Dipengaruhi kondisi air tanah di lingkungan.

    5. Biaya

    Air PDAM: Dalam jangka panjang, biaya air PDAM cenderung lebih mahal karena memerlukan biaya abonemen bulanan atau tahunan yang harus dibayar.

    Air sumur bor: Biaya air sumur bor lebih ekonomis dengan ongkos pembuatan dan perawatan relatif lebih rendah.

    6. Keandalan (Reliability)

    Air sumur biasanya lebih rentan terhadap fluktuasi tingkat air tanah. Hal ini mempengaruhi jumlah air yang bisa diambil, terutama pada musim kemarau.

    7. Pengelolaan Air

    Air PDAM: Pengelolaan lebih kompleks meliputi filtrasi, koagulasi, sedimentasi, desinfeksi, hingga penyesuaian pH. Penggunaan teknologi dan bahan kimia tertentu juga dipakai, untuk memastikan air aman diminum dan digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

    Air sumur bor: Pemantauan dilakukan secara berkala.

    (khq/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Sumur Bor Vs PDAM, Mending Mana? Ini Perbandingannya


    Jakarta

    Ada berbagai cara mendapat sumber air bersih di rumah. Kebanyakan masyarakat menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan sumur bor.

    Meski sama-sama menyediakan air bersih, tentu kedua sumber tersebut memiliki perbedaan. Nah, bagi kamu yang sedang mempertimbangkan antara air PDAM atau sumur bor, sebaiknya kenali dulu perbedaannya.

    Mengutip dari laman PDAM Pintar, air PDAM yang juga disebut air ledeng adalah disediakan oleh pemerintah daerah melalui jaringan pipa air terpusat. Air tersebut disalurkan ke rumah-rumah lewat pipa-pipa distribusi.

    Sedangkan air sumur merupakan air hasil pengeboran sumur ke dalam tanah. Secara umum, air ini diambil dengan menggunakan pompa air yang akan mengangkat air dari dalam sumur menuju ke permukaan.

    Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor

    Inilah beberapa perbedaan antara air PDAM dan air sumur bor.

    1. Sumber

    Air PDAM: Bersumber dari sungai, danau atau waduk.

    Air sumur bor: Berasal dari mata air yang ada di bawah tanah, yakni lapisan akuifer tanah.

    2. Kualitas Air

    Air PDAM: Standar air PDAM telah ditetapkan oleh badan pengatur, sehingga lebih terjamin kebersihannya.

    Air sumur bor: Kualitasnya sangat bergantung pada kedalaman sumur serta kondisi tanah di sekitarnya.

    3. Kandungan

    Air PDAM: Sudah melalui proses pengolahan intensif yang bertujuan untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya, kontaminan, dan patogen.

    Air sumur bor: Bisa mengandung mineral, logam berat, dan bahan-bahan organik yang larut dalam air tanah.

    4. Ketersediaan Air

    Air PDAM: Ketersediaan air lebih terjamin karena melalui sistem distribusi yang teratur.

    Air sumur bor: Dipengaruhi kondisi air tanah di lingkungan.

    5. Biaya

    Air PDAM: Dalam jangka panjang, biaya air PDAM cenderung lebih mahal karena memerlukan biaya abonemen bulanan atau tahunan yang harus dibayar.

    Air sumur bor: Biaya air sumur bor lebih ekonomis dengan ongkos pembuatan dan perawatan relatif lebih rendah.

    6. Keandalan

    Air PDAM: Punya kepastian pasokan air yang stabil karena melalui jaringan pipa terpusat. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan pasokan air terjaga.

    Air sumur: Rentan terhadap fluktuasi tingkat air tanah. Hal ini mempengaruhi jumlah air yang bisa diambil, terutama pada musim kemarau.

    7. Pengelolaan Air

    Air PDAM: Pengelolaan lebih kompleks meliputi filtrasi, koagulasi, sedimentasi, desinfeksi, hingga penyesuaian pH. Penggunaan teknologi dan bahan kimia tertentu juga dipakai, untuk memastikan air aman diminum dan digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

    Air sumur bor: Pemantauan dilakukan secara berkala.

    Itulah perbandingan antara air sumur bor dan PDAM. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Abaikan Drainase! Ini Peran Pentingnya untuk Perumahan



    Jakarta

    Sistem drainase merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah wilayah perumahan. Fungsinya sebagai aliran air. Jika sistem drainasenya buruk atau bahkan tidak ada maka wilayah tersebut akan dapat lumpuh ketika hujan lebat dan banjir tiba.

    Nah buat yang belum tahu apa itu sistem drainase dan apa saja kegunaannya, sima penjelasannya di bawah ini.

    Apa Itu Sistem Drainase?

    Melansir dari Klopmart, sistem drainase prasarana untuk membuang air secara massal melalui permukaan maupun bawah tanah. Perencanaan sistem drainase yang matang dapat membuat baik masyarakat dan lingkungan menjadi lebih aman dari serangan banjir saat hujan lebat tiba.


    Sistem drainase memiliki peran yang berbeda untuk daerah perkotaan atau industri yang lebih padat penduduk. Tidak jarang drainase digunakan untuk membuang air limbah rumah tangga atau pabrik langsung menuju tempat pengolahan.

    Pentingnya Sistem Drainase di Perumahan

    Mengutip dari situs yang sama, berikut ini adalah beberapa manfaat dari sistem drainase, yaitu:

    1. Perumahan Lebih Tertata

    Perumahan identik dengan bangunannya yang tertata rapi, jalanan beraspal, namun tidak membuat selokan sebagai salah bagian dari sistem drainase.

    Malah terkadang selokan itu ditutup dengan beton. Padahal sudah jelas hal itu bukanlah langkah yang tepat. Apalagi ketika tidak dibuatnya lubang di sisi pinggir jalan untuk mengalirkan air.

    2. Mencegah Kerusakan Jalan dan Banjir

    Sistem drainase yang baik dapat mencegah berbagai macam masalah yang dapat muncul akibat banjir seperti mengendalikan permukaan air tanah, erosi, hingga kerusakan jalan dan bangunan. Itulah mengapa menutup selokan di depan rumah menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan.

    3. Mengalirkan Air

    Sistem drainase yang baik memang harus berhubungan secara sistematik. Hal ini bertujuan untuk mengalirkan air hingga mencapai kali, sungai, danau, laut, atau daerah resapan lainnya.

    Untuk itulah mengapa penting sekali membuat sistem drainase tepat di perumahan. Jika tidak, maka hanya menunggu saja masalah-masalah yang telah disebutkan muncul dengan sendirinya.

    4. Mencegah Penyakit Menular

    Sistem drainase yang buruk dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit menular seperti malaria, demam berdarah, dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk dapat mencegah terjadinya penyakit di atas diperlukan sanitasi yang baik, salah satunya dengan menyediakan sistem drainase yang baik pula.

    5. Melestarikan Lingkungan

    Manfaat dari adanya drainase yang terakhir adalah dapat melindungi alam dan lingkungan menjadi lebih baik. Seperti menjaga kualitas tanah dan kualitas air pada suatu wilayah.

    Jenis-jenis sistem Drainase

    Setelah tahu apa itu sistem drainase dan seberapa penting dengan keberadaanya, berikut jenis-jenis sistem drainase yang perlu kamu tahu.

    1. Drainase Alami

    Jenis drainase ini ada karena ada proses alami. Misal, sebuah daerah tergerus oleh air dalam waktu yang lama yang kemudian membuat sebuah sistem atau aliran air yang alami. Contoh paling sederhana adalah sungai.

    2. Drainase Buatan

    Drainase buatan adalah jenis drainase yang dibuat dan direncanakan oleh manusia. Jenis drainase ini digunakan di area perkotaan atau area padat aktivitas lainnya dimana curah hujan yang tinggi dapat kelebihan air dan berujung banjir.

    Saluran air buatan yang paling sering ditemui adalah gorong-gorong dan parit atau selokan yang terbuat dari pipa ataupun beton.

    3. Drainase Permukaan Tanah

    sistem drainase ini memang sengaja dibuat di atas permukaan tanah. Fungsinya adalah untuk mencegah genangan dan agar air permukaan dapat langsung disalurkan dari sebuah kawasan ke kawasan lain.

    4. Drainase Bawah Tanah

    Berbeda dengan drainase permukaan tanah, drainase bawah tanah umumnya letaknya tersembunyi. Karena drainase ini diletakkan di bawah tanah karena beberapa alasan, salah satu yang paling umum adalah ketersediaan lahan untuk membangun sistem drainase. Sistem ini yang sering digunakan sebagai drainase perkotaan.

    5. Drainase Single-Purpose

    Dari segi fungsi, drainase single-purpose alias cuma punya satu tujuan yaitu untuk membuang aliran air hujan atau air limbah rumah tangga.

    Pemisahan saluran air seperti ini dapat membantu proses pengolahan kelebihan air dari suatu kawasan menjadi lebih mudah. Tetapi, dengan pemisahan fungsi, berarti sama dengan harus membangun sistem drainase 2 kali lebih banyak.

    6. Drainase Multi-Purpose

    Berbeda dengan single-purpose, sistem drainase multi-purpose tidak membedakan antara sistem drainase untuk air hujan atau air limbah. Walaupun akan lebih hemat, proses pengolahan kelebihan air akan semakin lebih rumit karena ada dua jenis air yang bercampur menjadi satu.

    7. Drainase Tertutup

    Sistem drainase ini dapat menahan dan menampung air-air buangan yang sifatnya mengandung racun atau berbahaya, seperti air limbah dari industri.

    8. Drainase Terbuka

    Berbeda dengan sistem tertutup, sistem terbuka berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air hujan pada daerah-daerah lain yang membutuhkan. Sistem ini juga dapat membantu kelestarian lingkungan.

    Demikian artikel pengertian dan pentingnya sistem drainase beserta jenis-jenis yang ada di perumahan tentang pentingnya sistem drainase. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 4 Hal yang Perlu Kamu Cek Setelah Rumah Kebanjiran


    Jakarta

    Banjir yang menggenangi rumah tentu membuat resah penghuninya. Tak cuma membasahi seisi rumah, banjir juga berpotensi merusak struktur bangunan.

    Rumah yang terendam terlalu lama atau terkena arus air yang kencang bisa berdampak pada tampilan maupun konstruksi bangunan. Oleh karna itu, kamu perlu memeriksa kondisi rumah setelah banjir surut.

    Lantas, apa saya yang perlu dicek setelah banjir? Simak penjelasannya berikut ini.


    4 Hal Ini Perlu Diperiksa Setelah Rumah Kebanjiran

    Inilah beberapa hal yang perlu kamu periksa di rumah setelah banjir surut.

    1. Cat Dinding

    CEO SobatBangun Taufiq pemilik rumah bisa mengecek kondisi cat dinding dengan melihat dan menilai langsung fisik dinding secara langsung. Jika dinding kotor terkena air kotor maupun lumpur, cukup dibersihkan dengan cara disiram dan disikat.

    “Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut cuma menyebabkan dinding itu kotor, ada lumpur disiram air, disikat, (hasilnya) masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

    Apabila cat dinding terlihat memudar atau mengelupas, kamu bisa melakukan pengecatan ulang. Namun, pastikan dinding sudah benar-benar kering dari bekas air banjir sebelum diamplas dan dicat ulang.

    2. Struktur Rumah

    Menurut Taufiq, rumah yang hanya terpapar air tidak akan merusak struktur bangunan. Namun, banjir dengan arus air yang kencang bisa menggeser struktur bangunan. Jika benar ada pergeseran, maka perlu berkonsultasi dan melakukan perbaikan dengan bantuan insinyur atau arsitek.

    “Apakah banjir atau aliran bikin gaya dinamis terhadap struktur, misalnya banjir ada aliran sungai, air bah bikin dinding bergerak itu perlu dicek,” ucapnya.

    3. Rangka Atap

    Selain itu, ia mengingatkan agar mengecek struktur atap kalau banjir sampai merendam atap. Sebab, rangka atap dari baja atau baja ringan berpotensi berkarat akibat paparan air yang terlalu lama.

    “Atapnya baja ringan waktu terendam bikin baja ringan lapisan permukaannya rangka baja itu menimbulkan karat. Kalau iya mesti ada treatment dicat,” ungkapnya.

    Taufiq menambahkan banjir yang menimbulkan gaya dinamis dapat menggerakkan struktur atap. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan kalau ada pergeseran. Kamu bisa meminta bantuan dari ahli seperti tukang, insinyur, atau arsitek

    4. Instalasi Listrik

    Bukan cuma struktur bangunan, Taufiq mengatakan struktur mekanik, listrik, dan instalasi miniature circuit breaker (MCB) juga perlu dilihat lagi. Komponen seperti terminal, saklar, dan kabel tidak boleh dalam keadaan basah ketika listrik dinyalakan.

    Kamu bisa membiarkannya kering sendiri atau keringkan secara manual saat listrik masih dimatikan. Jika ingin lebih aman kamu bisa meminta bantuan kepada teknisi listrik.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu periksa setelah rumah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Stop Boros! Islam Anjurkan untuk Menghemat Air, Ini Dalilnya



    Jakarta

    Memiliki air bersih di rumah yang selalu tersedia setiap kita hendak menggunakannya merupakan nikmat tiada tara. Kita tidak perlu khawatir saat menggunakan air tersebut terutama untuk mandi, mencuci sayuran, atau mencuci baju.

    Meskipun jumlah air di rumah melimpah, kita tidak boleh berfikiran untuk menghamburkannya dan bersikap boros ketika menggunakan air. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang mengingatkan umatnya untuk berhemat dalam menggunakan air.

    Rasulullah SAW mengajarkan teladan ini dalam bentuk penggunaan air ketika wudhu. Seperti yang kita tahu, air merupakan sarana utama saat hendak bersuci, tetapi Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkan untuk memakai air secara berlebihan.


    Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, ia berkata, Rasulullah SAW bertemu Sa’ad pada waktu berwudhu, lalu Rasulullah bersabda:

    “Alangkah borosnya wudhumu itu hai Sa’ad.” Sa’ad berkata, “Apakah di dalam berwudhu ada pemborosan?” Rasulullah SAW bersabda, “Ya, meskipun kamu berada di sungai yang mengalir.” (HR Ibnu Majah).

    Mengutip dari detikHikmah, melalui Hadits tersebut, Rasulullah SAW mengingatkan agar muslim menggunakan air secukupnya dan tidak boleh berlebihan meskipun air dalam kondisi melimpah.

    Hadits lain juga meriwayatkan mengenai sikap Rasulullah SAW yang memakai air secukupnya. Dalam hadits riwayat Bukhari, dikatakan Nabi Muhammad SAW hanya mandi dengan 2,5 liter air. Dengan hitungan satu mud setara dengan sekitar 625 mililiter.

    “Nabi Muhammad SAW mandi besar dengan air satu sha’ hingga empat mud dan berwudhu dengan air satu mud.” (HR. Bukhari).

    Dalam NU Online, Syekh M Nawawi Banten pernah mengatakan dalam Qûtul Habibil Gharib, Tausyih ‘ala Fathil Qaribil Mujib mengenai hukum mengambil hukum mengambil air wudhu yang berlebihan.

    “Adapun hal-hal yang dimakruhkan dalam mengambil air sembahyang adalah berlebihan dalam menggunakan air, mendahulukan anggota tubuh kiri dibanding yang kanan, menambah lebih dari tiga basuhan secara yakin, mengurangi basuhan kurang dari tiga basuhan meskipun ragu.”

    Lebih lanjut, NU Online juga menambahkan saat menggunakan air, gunakan aliran air yang kecil agar air tidak terbuang banyak, lalu pastikan meninggalkan keran dalam keadaan tertutup rapat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Pompa Air dan Cara Perawatannya


    Jakarta

    Pompa air merupakan salah satu alat penting dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi utama pompa air adalah untuk mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari sumur ke tangki penampungan atau dari sungai ke lahan pertanian.

    Menentukan jenis pompa air yang akan digunakan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, tipe pompa air harus disesuaikan dengan kondisi sumur yang ada di rumah. Setiap jenis pompa memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan.

    6 Jenis-jenis Pompa Air

    Memilih jenis pompa air yang tepat sangat penting karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan efisiensi aliran air di rumah. Sebelum membeli pompa air, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis-jenis pompa yang tersedia dan sesuaikan dengan kondisi sumur di rumahmu.


    Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah kedalaman sumur, karena faktor ini akan mempengaruhi kekuatan pompa yang dibutuhkan serta cara pemasangannya. Guna memastikan kedalaman sumur, kamu bisa berkonsultasi dengan teknisi pompa air atau jasa pengeboran sumur yang berpengalaman.

    Berikut enam jenis pompa air yang umum digunakan, dikutip dari buku Menggunakan, Merawat dan Memperbaiki Peralatan Listrik Rumah Tangga oleh Drs Daryanto:

    1. Pompa Air Celup (Submersible Pump)

    Pompa air celup dirancang untuk bekerja dengan cara seluruh bodinya dimasukkan ke dalam sumur dan harus terendam sepenuhnya dalam air. Pompa ini mampu menyedot air dan mengalirkannya ke ruang filter, sehingga cocok digunakan untuk air berlumpur atau kotor berkat adanya saringan pada bagian dalam mesin.

    Karena daya dorongnya hanya sekitar 5 meter, pompa ini sering ditemukan dalam penggunaan skala kecil, seperti untuk akuarium atau kolam, basement yang tergenang air, atau sumur dalam. Namun, karena pompa ini bekerja terus-menerus, ada risiko mesin menjadi macet atau rusak jika tidak dirawat dengan baik.

    2. Pompa Air Semi Jet Pump (Sumur Dangkal)

    Jenis pompa ini memiliki daya hisap maksimal hingga kedalaman 9 meter, sehingga kurang cocok untuk pemakaian rumah tangga yang berskala kecil. Pompa ini paling ideal digunakan di area dengan permukaan air tanah tidak lebih dari 8 meter. Cocok untuk rumah di lahan terbatas dan pemakaian air dalam jumlah sedang.

    Pompa ini bisa menghasilkan debit air sekitar 16 liter per menit untuk sumur dangkal dengan dorongan hingga 20 meter, dan bisa mencapai hingga 29 liter per menit untuk dorongan hingga 21 meter. Pompa sumur dangkal juga dapat difungsikan untuk memindahkan air dari satu penampungan ke penampungan lainnya, serta menyedot air dari jaringan PAM (disarankan menggunakan pompa berdaya minimal 200 watt).

    Pompa jenis ini tersedia dalam beberapa kapasitas listrik seperti 125 watt, 150 watt, dan 200 watt. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan.

    3. Pompa Air Jet Pump

    Pompa jet pump punya kapasitas yang lebih besar dibandingkan versi semi-nya. Biasanya digunakan untuk kebutuhan industri, seperti pabrik atau pertambangan, yang memang membutuhkan suplai air dalam jumlah besar. Tak heran jika harga pompa ini tergolong tinggi.

    4. Pompa Air Sumur Dalam (Submersible Pump)

    Jenis ini memiliki kemampuan hisap kuat dan cocok untuk sumur dalam dengan kedalaman 9 sampai 12 meter. Pompa ini juga dapat mendorong air hingga 20 meter secara vertikal, tergantung pada ukuran pipa yang digunakan.

    Sering disebut sebagai pompa vertikal, pompa ini memang memiliki sistem kerja yang sesuai dengan sebutan tersebut. Efektif untuk daerah yang membutuhkan distribusi air dari kedalaman tinggi.

    Jet pump digunakan untuk mengangkat air dari kedalaman lebih dari 7 meter hingga sekitar 20-30 meter. Biasanya dilengkapi dengan sistem injektor yang membuatnya mampu mengangkat air dari kedalaman yang lebih besar.

    5. Pompa Air Otomatis

    Pompa otomatis merupakan pilihan ideal untuk penggunaan rumah tangga. Pompa ini bekerja secara otomatis menyesuaikan dengan kebutuhan air, sehingga pengguna tidak perlu mengoperasikan mesin secara manual.

    Selain praktis, pompa otomatis juga membantu menghemat pemakaian air dan listrik, membuatnya efisien serta ekonomis untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

    6. Pompa Booster

    Pompa booster digunakan untuk meningkatkan tekanan air, terutama di rumah atau gedung bertingkat agar aliran air tetap stabil hingga lantai atas. Berbeda dari jenis pompa lainnya, pompa booster dipasang di tengah jalur pipa, bukan langsung di sumber air.

    Fungsinya adalah untuk meningkatkan tekanan air dalam sistem instalasi rumah, terutama jika tekanan air dari sumber utama terlalu lemah. Pompa ini sangat berguna untuk rumah yang menggunakan perangkat seperti shower, pemanas air (water heater), atau mesin cuci.

    Sistem kerjanya otomatis menyala saat keran dibuka, sehingga memudahkan pemakaian sehari-hari.

    6 Cara Merawat Pompa Air

    Agar pompa air tetap berfungsi dengan baik dan tahan lama, berikut beberapa tips perawatan yang bisa dilakukan:

    1. Bersihkan Filter dan Pipa Secara Berkala

    Kotoran yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan membuat pompa bekerja lebih keras. Bersihkan filter dan periksa pipa secara rutin.

    2. Periksa Kondisi Kabel dan Listrik

    Pastikan sambungan listrik aman, tidak longgar, dan tidak ada kabel yang mengelupas. Hindari terkena air langsung untuk mencegah korsleting. Gunakan pelindung atau penutup agar bagian mesin tidak terkena genangan air. Cabut kabel dari stop-kontak jika pompa tidak digunakan untuk menghemat listrik.

    3. Cegah Kebocoran

    Jangan membungkus mesin dengan bahan mudah terbakar seperti kain, dan urangi tikungan pada instalasi pipa agar aliran air tetap lancar dan mencegah kebocoran.

    4. Gunakan Sesuai Kapasitas

    Jangan memaksa pompa bekerja melebihi kapasitasnya karena bisa menyebabkan overheat dan kerusakan permanen. Hindari penggunaan di suhu ekstrem (di atas 40°C atau di bawah 5°C).

    5. Lakukan Uji Fungsi Secara Berkala

    Nyalakan pompa secara berkala, terutama jika jarang digunakan, agar semua komponen tetap aktif dan tidak macet. Jangan menyalakan pompa saat kondisi air kering karena bisa merusak motor. Berikan pelumas pada bagian gigi putar atau leher pompa secara berkala.

    6. Simpan di Tempat yang Kering dan Aman

    Jika pompa tidak digunakan dalam waktu lama, simpan di tempat yang kering dan terlindung dari cuaca ekstrem. Tempatkan pompa di area yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung untuk menghindari korsleting atau kerusakan pada sistem kelistrikan.

    Hindari meletakkan mesin di posisi yang lebih rendah dari sumber air untuk mencegah kerusakan jika mesin terendam. Hindari penggunaan stop-kontak yang berlebihan atau penumpukan kabel karena bisa menyebabkan panas berlebih dan potensi kebakaran.

    Nah itulah tadi penjelasan tentang jenis dan perawatan pompa air. Dengan mengetahui jenis-jenis pompa air serta cara merawatnya, kita bisa memastikan sistem distribusi air berjalan lancar dan efisien.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com