Tag: sunnah

  • 5 Dzikir Petang Sesuai Sunnah, Bisa Diamalkan Tiap Hari


    Jakarta

    Ada beragam versi dzikir petang sesuai sunnah yang dapat diamalkan muslim. Dzikir tersebut mengandung keutamaan bagi yang mengamalkannya.

    Perintah berdzikir pada waktu petang sudah dijelaskan dalam surah Al Ahzab ayat 41-42 yang berbunyi,

    (41) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
    (42) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا


    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.”

    Selain itu, keutamaan dzikir pada waktu petang maupun pagi juga disinggung dalam surah Al Mu’min ayat 55,

    فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

    Artinya: “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.”

    Berikut beberapa dzikir yang bisa diamalkan tiap petang sebagaimana dikutip dari buku Koleksi Lengkap Dzikir Petang yang ditulis oleh Ustad Abdul Wahhab.

    5 Bacaan Dzikir Petang Sesuai Sunnah

    1. Dzikir Petang Versi Pertama

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Arab-latin: Allaahumma anta rabbii la ilaaha illa anta khalaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzubika min syarri ma shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u laka bidzanbii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang ku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR Bukhari)

    Dzikir petang di atas disebut juga dengan Sayyidul Istighfar. Rasulullah SAW mengatakan siapa saja yang membaca Sayyidul Istighfar ini di waktu petang, maka ia akan masuk surga. Begitu pula ketika ia membacanya di pagi hari.

    2. Dzikir Petang Versi Kedua

    اللهم بك أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْنَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ.

    Arab-latin: Allaahumma bika ashbahnaa, wabika amsainaa, wabika nahnaa, wabika namuutu wa-ilaikal mashiir.

    Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali.”

    3. Dzikir Petang Versi Ketiga

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ.

    Arab-latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

    4. Dzikir Petang Versi Keempat

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Arab-latin: Allaahumma ‘aafinii fii badani, allaahumma ‘aafinii fii sam’ii, allaahumma ‘aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a’uudzubika minal kufri wal faqri, wa a’uudzubika min ‘adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, selamatkan tubuhku. Ya Allah, selamatkan pendengaranku. Ya Allah, selamatkan penglihatanku. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa’i)

    5. Dzikir Petang Versi Kelima

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    Arab-latin: A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala kejahatan mahluk yang diciptakan-Nya.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Sujud Terakhir untuk Rezeki dan Hukumnya


    Jakarta

    Doa merupakan senjata ampuh umat Islam dalam mencari keberkahan dan kelancaran rezeki. Allah SWT telah berfirman ke dalam beberapa ayat Al-Qur’an mengenai anjuran dan keutamaan berdoa.

    Hal tersebut termaktub dalam surah Ghafir ayat 60. Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Sujud merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Membaca doa pada sujud terakhir salat merupakan salah satu cara untuk memperlancar rezeki. Berikut pilihan bacaan doa sujud terakhir yang dapat diamalkan.

    Bacaan Doa Sujud Terakhir dan Artinya

    1. Doa Sujud Terakhir Versi Pertama

    Dikutip dari buku Doa: Sebuah Petunjuk dan Contoh-contoh karya Miftah Faridl. Berikut bacaan doa sujud terakhir,

    رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

    Bacaan latin: Rabbanaa aatinaa mil ladunka rahmataw wahayyi’ lanaa min amrinaa rasyadaa. Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yuniw waj’alnaa lil muttaqiina imaa- maa. Rabbijʻalnii muqiimash shalaati wa min dzurriyyatii. Rabbanaa wa taqabbal duʻaa’

    Artinya: “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dan sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami. Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

    2. Doa Sujud Terakhir Versi Kedua

    Dikutip dari buku Kalkulator Rezeki karya Ahmad Zainal Abidin, berikut bacaan doa sujud terakhir untuk rezeki dengan bacaan Asmaul Husna,

    يَاوَهَّابُ

    Bacaan latin: Yaa Wahhab (40 x)

    Artinya: “Maha Pemberi”

    3. Doa Sujud Terakhir Versi Ketiga

    Dikutip dari buku 33 Strategi Bebas Utang Riba dari Rasulullah karya Riskaninda Maharani. Berikut bacaan doa sujud terakhir,

    الله رَبِّي لَا أَشْرِكْ بِهِ شَيْئًا.

    Bacaan latin: Allaahu rabbii. Laa usyriku bihii syai-aa. (40-100 x)

    Artinya: “Allah adalah Rabbku, aku tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (HR Abu Daud)

    Hukum Membaca Doa saat Sujud Terakhir

    Sujud merupakan salah satu waktu mustajab untuk doa. Dalam hadits disebutkan bahwa, “Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa ketika itu.”

    Merujuk pada buku Panduan Shalat Rasulullah karya Imam Abu Wafa, Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimim rahimahullah menyatakan bahwa memperlama sujud bukan termasuk sunnah. Sebab, perkara yang sunnah adalah antara gerakan salat waktunya hampir sama baik rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud sebagaimana yang dikatakan oleh Barra bin Azib RA,

    “Saya pernah salat bersama Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu saya lihat berdirinya, rukuknya, i’tidalnya, sujudnya, duduk di antara dua sujudnya, sujudnya, duduknya hingga salam dan berpaling, hampir sama (lamanya)”. (HR Muslim dan Ahmad)

    Inilah yang lebih utama. Namun, ada tempat khusus berdoa selain sujud, yaitu saat tasyahud. Ketika Rasulullah SAW mengajarkan tasyahud kepada Abdullah bin Mas’ud, beliau bersabda, “Lalu hendaknya ia memilih doa yang ia sukai.” Pada saat itulah seseorang boleh menyedikitkan doa atau memperlama setelah tasyahud akhir sebelum salam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bacaan Doa Pagi Sesuai Anjuran Rasulullah dan Keutamaannya



    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa pada waktu pagi. Doa ini bisa dibaca sebelum memulai aktivitas agar senantisa mendapat perlindungan dari Allah SWT.

    Allah SWT menganjurkan hamba-Nya untuk membaca doa setiap waktu, termasuk ketika pagi hari. Anjuran-anjuran tersebut termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Berikut beberapa ayat yang menerangkan tentang doa di pagi hari.

    Surah Thaha ayat 130

    فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى ١٣٠


    Artinya: “Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.”

    Surah Al A’raf ayat 205

    وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ ٢٠٥

    Artinya: “Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.”

    Surah Shad ayat 18

    اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ ١٨

    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi.”

    Bacaan Doa Pagi Sesuai Anjuran Rasulullah

    Terdapat beberapa doa pagi yang dibaca oleh Rasulullah SAW. Dikutip dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan, berikut bacaan doa pagi Rasulullah SAW:

    1. Doa pertama

    أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلَامِ وَكَلِمَةِ الإخلاصِ وَدِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

    Bacaan latin: Asbahnaa ‘ala fithrotil islaami wa kalimatil ikhlash, wa diini nabiyyinaa muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa millati abiina ibroohiima, wamaa anaa minal musyrikiin

    Artinya: “Kami menjalani pagi hari di atas kesucian (fitrah) Islam, di atas kalimat ikhlas, di atas agama nabi kami Muhammad saw, dan di atas millah (agama) bapak kami Ibrahim. Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (HR An Nasai)

    2. Doa kedua

    اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ

    Bacaan latin: Allaahumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wabika namuutu wa ilaikan nusyuur

    Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami menjalani waktu pagi dan sore, dan dengan pertolongan-Mu kami hidup dan mati, dan kepada- Mu tempat kami kembali.” (HR An Nasai)

    3. Doa ketiga

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ وَفِتْنَةٍ فِي الدُّنْيَا وَعَذَابِ فِي النَّارِ

    Bacaan latin: Amsainaa wa amsal mulku lillaahi walhamdulillaahi laa ilaaha illallahahu wahdahu laa syariikalahu, allaahumma inni a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa suu’il kibari wa fitnatin fiddun yaa wa ‘adzaabin finnaar

    Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami menjalani waktu sore dan di sore hari kekuasaan bagi-Mu ya Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang wajib disembah kecuali Engkau yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut, kikir, jeleknya sifat sombong, fitnah waktu di dunia, dan dari siksa api neraka.” (HR An Nasai)

    Keutamaan Membaca Doa Pagi

    Dirangkum dari buku Al-Matsurat Qubro & Dzikir Asmaul Husna, berikut keutamaan membaca doa dan dzikir pagi dan petang:

    1. Ibadah yang mulia

    Berdoa menjadi amalan yang mulia, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. HR. Timidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

    2. Dicintai Allah SWT

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya”. (HR Tirmidzi)

    3. Meningkatkan ketakwaan

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya : Apa yang dimaksud tergesa-gesa ? Beliau menjawab : ” Dia berkata ; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa”. (HR Muslim)

    4. Dijauhkan dari keburukan

    Dari Ubadah bin Shamit ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak ada seorang muslim berdoa kepada Allah di dunia dengan suatu permohonan kecuali Allah akan mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya, selagi tidak berdoa sesuatu dosa atau pemutusan kerabat. Ada seorang laki-laki dari suatu kaum berkata : Jikalau begitu saya akan memperbanyak (doa). Beliau bersabda : ‘”Allah mengabulkan doa lebih banyak daripada yang kalian minta”. (HR. Tirmizi)

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Sunnah Bepergian Hari Kamis dan Waktu Pagi, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Ada sejumlah sunnah Rasulullah SAW dalam bepergian yang patut menjadi teladan umat Islam. Salah satunya Rasulullah SAW senang bepergian pada hari Kamis.

    Sunnah bepergian pada hari Kamis ini diterangkan dalam sebuah hadits yang termuat dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi. Berikut bunyi haditsnya,

    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ يَوْمَ الْخَمِيسِ وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ. متفق عليه. وَفِي رِوَايَةٍ فِي الصَّحِيحَيْنِ: لَقَلَّمَا كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْخَمِيسِ.


    Artinya: “Dari Ka’ab bin Malik RA bahwasanya Nabi SAW keluar untuk Perang Tabuk pada hari Kamis dan beliau memang senang bepergian pada hari Kamis.” (HR Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan, “Jarang-jarang Rasulullah SAW bepergian melainkan pada hari Kamis.”

    Selain bepergian pada hari Kamis, Rasulullah SAW melepaskan pasukan pada pagi hari. Beliau juga mendoakan umatnya agar mendapat keberkahan pada pagi harinya. Hal ini mengacu pada hadits yang diriwayatkan dari Shakhr bin Wada’ah al-Ghamidi ash-Shahabi RA.

    وَعَنْ صَخْرِ بْنِ وَدَاعَةَ الْغَامِدِي الصَّحَابِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُوْرِهَا وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ. وَكَانَ صَخْرُ تَاجِرًا وَكَانَ يَبْعَثُ تِجَارَتَهُ أَوَّلَ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ. رواه أبو داود والترمذي

    Artinya: “Dari Shakhr bin Wada’ah al-Ghamidi ash-Shahabi RA bahwasanya Rasulullah SAW berdoa, ‘Ya Allah, berilah keberkahan kepada umatku terutama di pagi harinya.’ Dan, bila beliau melepas pasukan, maka beliau melepaskannya pada pagi hari. Shakhr merupakan salah seorang pedagang, oleh karena itu ia mengirimkan dagangannya pada pagi hari, sehingga ia menjadi kaya dan hartanya banyak.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

    Anjuran sebelum Bepergian

    Ulama Syafi’iyah Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah-nya menyebutkan sejumlah anjuran sebelum bepergian. Anjuran ini berasal dari Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits.

    1. Salat sebelum Keluar Rumah

    Rasulullah SAW menganjurkan untuk salat dua rakaat sebelum bepergian. Muth’im bin Miqdam mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling utama yang ditinggalkan oleh seseorang terhadap keluarganya selain dua rakaat pada saat akan bepergian.” (HR Thabrani dan Ibnu Asakir dengan sanad mu’adhal dan mursal)

    2. Mengajak Seseorang dalam Perjalanan

    Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW melarang sendirian, menginap sendirian, dan bepergian sendirian. Riwayat ini dishahihkan oleh Al-Albani.

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang sendirian akan ditemani setan, orang yang berdua akan ditemani setan, dan orang yang bertiga merupakan rombongan.” (HR Abu Daud dalam kitab al-Jihad, At-Tirmidzi dalam kitab al-Jihad, Imam Malik dalam kitab al-Isti’dzan, dan Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad)

    3. Menitipkan Keluarga, Meminta Doa, dan Mendoakan Mereka

    Anjuran bepergian lainnya adalah menitipkan keluarga, meminta doa, dan mendoakan mereka. Ibnu Sunni dan Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin bepergian, hendaknya ia mengatakan kepada orang yang akan ditinggalkannya:

    أَسْتَوْدِعُ اللَّهِ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

    Artinya: Aku titipkan kalian kepada Allah yang tidak akan tersia-sia apapun yang dititipkan kepada-Nya.” (HR Ahmad dalam Musnad Ahmad, Ibnu Majah dalam kitab al-Jihad, dan Ibnu Sunni)

    Ada riwayat yang menyebut bahwa jika seseorang berpamitan kepada Rasulullah SAW, beliau memegang tangannya dan tidak melepaskannya sampai orang tersebut melepaskannya. Setelah itu, Rasulullah SAW membaca doa di atas. Imam At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan dan shahih.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Sholat Dhuha dan Keutamaannya


    Jakarta

    Dhuha adalah waktu yang tepat untuk meminta rejeki. Umat Islam dianjurkan untuk berdoa ketika memasuki waktu tersebut.

    Dalam buku Fasholatan Lengkap: Tuntunan Sholat Lengkap karya Cepi Burhanudin, umat Islam bisa mengerjakan sholat dhuha saat matahari mulai terbit dari jam 7 pagi hingga masuk waktu Dzuhur. Hukum mengerjakannya adalah sunnah dengan jumlah rakaat paling sedikit adalah dua, namun yang lebih utama adalah empat.

    Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Dari Nu’aim bin Hammad Al Ghothofaniy, beliau pernah mendengar Nabi Muhammad shalallahu Alaihu Wasallam bersabda,


    “Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at sholat di awal siang. Maka itu akan membuatmu cukup di akhir siang.” (HR. Ahmad)

    Selain itu sholat dhuha juga bisa menghapus dosa-dosa kita. Dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

    “Siapa saja yang melaksanakan sholat Dhuha secara istiqamah, dosanya akan diampuni oleh Allah meskipun sebanyak buih di lautan.” (Hadis Riwayat Tirmidzi)

    Kemudian masih banyak lagi hadis-hadis lainnya yang menjelaskan soal sholat dhuha.

    Bacaan Doa Sholat Dhuha dan Artinya

    Setelah mengerjakan sholat dhuha, hendaklah memanjatkan doa kepada Sang Pencipta. Menukil buku Doa & Dzikir Lengkap Sunnah: Prayer & Zikir Complete Sunnah karya Kustiana Mara, berikut bacaan doa sholat dhuha.

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Bacaan latin: Allahumma innadduha’a duha’uka wal baha’a baha’uka wal jamala jamaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma ingkana rizqiy fissama’i, fa anzilhu wa ingkana fil ardi, fa akhrijhu wa ingkana mu’assaran, fa yassirhu wa ingkana haraman, fa thohhirhu wa ingkana ba’idan, fa qarribhu bihaqqi duha’ika wabaha’ika wajamalika waquwwatika waqudratika, atini ma ataita ‘ibadakash-sholihin.

    Artinya: “Ya Allah, pada saat Dhuha ini, waktu adalah milik-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezeki berada di atas langit turunkanlah dan jika berada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sulit permudahkanlah, jika haram sucikanlah. Jika masih jauh, dekatkanlah. Dengan berkah waktu Dhuha ini, dengan keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala berkah yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

    Zikir Sholat Dhuha

    Selain memanjatkan doa, umat Islam juga dianjurkan untuk berzikir setelah melaksanakan sholat dhuha. Berikut zikir yang bisa dibaca sebagaimana dinukil dari buku Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha karya Huriyah Huwaida.

    Dalam buku tersebut dikatakan bahwa zikir ini bisa dibaca sebanyak 100 kali. Berikut bacaannya:

    Bacaan latin: Robbighfirli watub ‘alayya innaka antat-tawwabul ghofur.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah saya dan terimalah taubat saya. Karena sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat dan ampunan.”

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Sholat Dhuha memiliki berbagai keutamaan jika seseorang rajin melaksanakannya. Berikut adalah keutamaan Sholat Dhuha yang diambil dari buku “Berkah Shalat Dhuha” karya M. Khalilurrahman Al Mahfani.

    1. Bisa memiliki istana di surga
    2. Diampuni semua dosanya
    3. Dicukupi segala kebutuhannya
    4. Investasi amal
    5. Seperti orang bersedekah

    Sedangkan menurut buku “Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah” karya H. M. Amrin Ra’uf, beberapa keutamaan saat seseorang mengucapkan doa dan dzikir setelah sholat Dhuha adalah:

    1. Dilancarkan segala urusan
    2. Disehatkan badannya
    3. Perekonomian akan baik
    4. Dijauhkan dari segala tipu daya
    5. Rezeki datang dari arah yang tak disangka-sangka

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Waktu Tepat Membaca Sholawat, Yuk Amalkan!



    Jakarta

    Sholawat bisa menjadi salah satu ungkapan terima kasih sekaligus pujian kepada Rasulullah SAW. Sholawat merupakan amalan yang bisa dibaca kapanpun dan di manapun.

    Sholawat dapat mendatangkan kebaikan bagi setiap muslim yang rutin mengamalkannya. Seorang yang membaca sholawat bahkan mendapat doa dari malaikat.

    Suatu hari Rasulullah SAW datang dengan wajah berseri-seri dan bersabda, “Malaikat Jibril datang kepadaku sambil berkata, ‘Sangat menyenangkan untuk engkau ketahui wahai Muhammad, bahwa untuk satu sholawat dari seorang umatmu akan kuimbangi dengan sepuluh doa baginya dan sepuluh salam bagiku akan ku balas dengan sepuluh salam baginya.” (HR An Nasa’i)


    Waktu yang Dianjurkan Membaca Sholawat

    Dirangkum dari buku Keajaiban Sholawat oleh Kamarudin, berikut ini waktu-waktu yang dianjurkan membaca sholawat.

    1. Sesudah Azan

    Diriwayatkan dalam Hadits Imam Ahmad dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila kamu mendengar muadzin menyerukan azan, maka jawablah dengan jawaban yang sama ia baca. Setelah selesai maka bersholawatlah kepadaku.” (HR Muslim)

    Dalam hadits senada, Imam Bukhari meriwayatkan dari Jabir, Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa saja yang ketika mendengar Azan atau Iqamat berdoa,’Ya Allah, ya Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, pemilik sholat yang akan dilaksanakan, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad SAW, hamba sekaligus utusan-Mu, berikanlah kepadanya wasilah, keutamaan, derajat tinggi, dan syafaat pada hari kiamat.”

    2. Ketika masuk dan keluar masjid

    Disunnahkan juga membaca sholawat ketika masuk ataupun keluar masjid. Hal ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits.

    Rasulullah SAW bersabda, “Apabila masuk ke masjid, ucapkanlah ‘salam’ kepadaku. Sesudah itu, hendaklah membaca, ‘Allahummaftah li abwaba rahmatik (Wahai Tuhanku, bukakanlah untukku segala pintu rahmatmu). Dan apabila hendak keluar, hendaklah membaca (sesudah bersholawat) ‘Allahumma inni asaluka min fadhlika (Wahai Tuhanku, aku memohon kepada-Mu limpahan Rahmat-Mu)’. HR Abu Dawud)

    3. Sesudah membaca tasyahud akhir

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika seseorang dari kamu bertasyahud dalam sholat, maka hendaklah dia membaca: Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. Kama Sholaita ala ibrahim, wa ala ali Ibrahim. Innaka hamidummajid.” (HR Al-Baihaqi)

    4. Ketika sholat jenazah

    Menurut Imam Syafi’i, “Sunnah Nabi SAW dalam melaksanakan sholat jenazah ialah bertakbir pada permulaannya, sesudah itu membaca Al-Fatihah dengan tidak mengeraskan suara, kemudian sesudah takbir kedua membaca sholawat, sesudah bersholawat bertakbir lagi, takbir ketiga. Sesudah takbir yang ketiga ini membaca doa dengan penuh keikhlasan untuk jenazah itu. Dalam sholat jenazah tidak dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Setelah itu bertakbir lalu memberi salam dengan suara yang tidak dikeraskan.”

    5. Pada permulaan dan akhir doa

    Salah satu adab dalam berdoa yaitu mengucapkan sholawat di awal dan akhirnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya doa itu berhenti antara langit dan bumi, tiada naik barang sedikit juga dari padanya sehingga engkau bersholawat atas nabimu.” (HR Tirmidzi).

    6. Ziarah ke makam Nabi Muhammad

    Sebagaimana sabda Rasulullah: “Tiadalah seseorang dari pada kamu yang mengucapkan salam kepadaku yaitu di sisi kuburku melainkan Allah mengembalikan ruhku padaku untuk menjawab salammu itu.” (HR Abu Daud).

    7. Ketika hendak memulai urusan penting

    Rasulullah SAW bersabda: “Setiap pekerjaan baik jika tidak dimulai dengan bersholawat maka pekerjaan atau urusan itu terputus dan hilang keberkahannya.”

    8. Pada malam dan hari Jumat

    Rasulullah SAW bersabda, “Perbanyaklah membaca sholawat pada malam Jumat dan siangnya, karena sholawat itu dikemukakan kepadaku.” (HR At Thabrani)

    9. Setiap memulai majelis

    Dalam haditsnya, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak duduk suatu kaum dalam suatu majelis, sedang mereka tidak berdzikir dan tidak bersholawat melainkan akan menderita kekurangan maka jika Allah Menghendaki, niscaya Allah akan mengazab mereka dan jika Allah menghendaki, niscaya akan mengampuni mereka.” (HR At Tirmidzi dan Abu Dawud)

    10. Ketika dilanda kesulitan

    Dari Ubay bin Ka’ab bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu sekiranya saya jadikan sholawat saya untuk engkau semua? Beliau menjawab, “Kalau demikian, Allah akan memelihara engkau dari segala yang membimbangkanmu, baik mengenai duniamu maupun akhiratmu.” (HR Ahmad)

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Sholawat Nabi yang Benar Sesuai Sabda Rasulullah


    Jakarta

    Ada banyak macam sholawat nabi baik yang berasal dari Rasulullah SAW langsung maupun gubahan para ulama. Lantas, bagaimana bacaan sholawat nabi yang benar?

    Nabi Muhammad SAW merupakan junjungan, kekasih, panutan, dan nabi besar bagi umat Islam. Wajib hukumnya bagi setiap muslim untuk mengimaninya dan mengikuti setiap ajarannya.

    Selain agar mendapat rida Allah SWT dan pahala dari-Nya, mengikuti perintah rasul juga bertujuan untuk menambah kecintaan kepada beliau sehingga kita termasuk dalam umat yang mendapat syafaatnya kelak di hari akhir.


    Salah satu cara untuk menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW adalah dengan memperbanyak membaca sholawat nabi. Allah SWT telah memerintahkan hal ini dalam surah Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi,

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦

    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

    Menurut Tafsir Ibnu Katsir seperti diterjemahkan M. Abdul Ghoffar, maksud sholawat dari Allah SWT dalam ayat tersebut adalah pujian-Nya kepada Nabi SAW di kalangan malaikat dan sholawat dari malaikat adalah doa mereka untuknya. Demikian pendapat abul aliyah seperti dikatakan Imam Bukhari.

    Ibnu Katsir turut menyebut riwayat yang berisi bacaan sholawat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Berikut bacaannya.

    Bacaan Sholawat Nabi yang Benar

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكَتْ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ

    Allaahumma shalli ‘alaa muhammadin ‘abdika wa rasuulikan, kamaa shallayta ‘alaa ibraahiima, wa baarik ‘alaa muhammadin, wa ‘alaa aali muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa ibraahiima

    Artinya: “Ya Allah limpahkanlah sholawat buat Muhammad, hamba dan Rasul-Mu, sebagaimana telah Engkau limpahkan sholawat buat keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlah berkah untuk Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah limpahkan berkah buat keluarga Ibrahim.” (HR Bukhari)

    Bacaan Sholawat Lainnya

    Selain bacaan sholawat di atas, berikut beberapa bacaan sholawat menurut hadits yang diambil dari buku Mari Bersholawat sesuai Tuntunan Nabi: Mengupas Seluk Beluk Sholawat dalam Tinjauan Syariat karya Abu Utsman Kharisman.

    1. Hadits Abu Mas’ud Al-Anshoriy

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد

    Arab-latin: allaahumma sholli ‘ala muhammad an- nabiyyil ummiy wa ‘alaa aali muhammad

    Artinya: “Ya Allah, bersholawatlah untuk Muhammad, seorang Nabi yang ummiy (tidak bisa membaca dan menulis), demikian juga untuk keluarga/pengikut Muhammad.” (HR Abu Dawud)

    2. Hadits Kaab bin Ujroh

    لَقِيَنِي كَعْبُ بْنُ عُجْرَةَ فَقَالَ أَلَا أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ – – فَقُلْنَا قَدْ عَرَفْنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكَ فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ قَالَ « قُولُوا:

    “اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ”

    Artinya: “Ka’ab bin Ujroh -semoga Allah meridhainya- bertemu dengan aku. Beliau berkata: Maukah engkau aku beri hadiah (hadits). Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pernah keluar kepada kami dan kami berkata: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepada anda. Bagaimana sholawat untuk anda? Nabi menyatakan: Ucapkanlah:

    ‘Allaahumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shollayta ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid. allaahumma baarik ‘ala muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali ibrahim, innaka hamiidun majiid’

    Ya Allah, bersholawatlah untuk Muhammad dan untuk keluarga/pengikut Muhammad sebagaimana Engkau telah bersholawat untuk keluarga/pengikut Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga/pengikut Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi keluarga/pengikut Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (HR Bukhari dan Muslim)

    3. Hadits Abu Humaid As Sa’idy

    أَنَّهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ قَالَ « قُولُوا:

    “اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ”

    Artinya: “Mereka (para Sahabat Nabi) berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana bersholawat kepada anda? Nabi bersabda: Ucapkanlah:

    ‘Allaahumma sholli ‘ala muhammad wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyatihi kamaa shollayta ‘alaa aali ibrahim wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyaatihi kamaa baarokta ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid’

    Ya Allah bersholawatlah untuk Muhammad dan kepada istri-istri beliau dan keturunan beliau sebagaimana Engkau bersholawat untuk pengikut Ibrahim dan berkahilah Muhammad dan para istri beliau serta keturunan beliau sebagaimana Engkau memberkahi pengikut Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

    4. Hadits Abu Said Al-Khudriy

    عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا السَّلَامُ عَلَيْكَ فَكَيْفَ نُصَلِّي قَالَ قُولُوا

    “اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ”

    Artinya: “Dari Abu Said al-Khudriy ia berkata: Kami berkata: Wahai Rasulullah, ucapan salam kepada anda ini (telah kami ketahui). Bagaimana kami bersholawat? Nabi bersabda, Ucapkanlah:

    ‘Allaahumma sholli ‘alaa muhammad ‘abdika wa rosulika kamaa shollayta ‘alaa ibrahim wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘ala aali muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibrahim wa aali Ibrahim’

    Ya Allah, bersholawatlah untuk Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu, sebagaimana Engkau telah bersholawat untuk Ibrahim. Berkahilah Muhammad dan keluarga/pengikut Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga/pengikut Ibrahim.” (HR Bukhari)

    5. Hadits Tholhah bin Ubaidillah

    قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ الصَّلَاةُ عَلَيْكَ قَالَ قُلْ “اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ”

    Artinya: “Aku (Tholhah bin Ubaidillah) berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana bersholawat kepada anda? Nabi bersabda: ucapkanlah:

    ‘Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shollayta ‘ala Ibrahim innaka hamiidun majiid. Wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid’

    Ya Allah, bersholawatlah untuk Muhammad dan keluarga/pengikut Muhammad, sebagaimana Engkau bersholawat untuk Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Berkahilah Muhammad dan keluarga/pengikut Muhammad, sebagaimana Engkau memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR Ahmad)

    6. Hadits Zaid bin Khorijah

    إِنِّي سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَفْسِي فَقُلْتُ كَيْفَ الصَّلَاةُ عَلَيْكَ قَالَ صَلُّوا وَاجْتَهِدُوا ثُمَّ قُولُوا

    “اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ”

    Artinya: “Sesungguhnya aku bertanya langsung kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Aku berkata: Bagaimana (bacaan) sholawat untuk anda? Nabi bersabda: Bersholawatlah dan bersungguh-sungguhlah. beliau bersabda: Ucapkanlah:

    ‘Allaahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibrahim innaka hamiidun majiid’

    Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga/pengikut Muhammad. Sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia.” (HR Ahmad)

    7. Hadits Abu Hurairah

    قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ قَالَ قُوْلُوْا

    “اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ”

    وَالسَّلَامُ كَمَا قَدْ عَلِمْتُمْ

    Artinya: “Kami berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana bersholawat untuk anda? Nabi bersabda: Ucapkanlah:

    ‘Allaahumma sholli ‘ala muhammad wa ‘alaa aali muhammad wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shollayτα wa baarokta alaa ibrohim wa aali ibrohim innaka hamiidun majiid’

    Ya Allah, bersholawatlah untuk Muhammad dan keluarga/pengikut Muhammad. Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad. Sebagaimana Engkau telah bersholawat dan memberikan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga/pengikut Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

    Sedangkan bacaan salam, sebagaimana yang telah kalian ketahui.” (HR At-Thohawiy)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh Desember 2023 dan Doa Berbuka


    Jakarta

    Puasa Ayyamul Bidh Desember 2023 jatuh pada pekan ini. Umat Islam bisa mengerjakannya dengan membaca niat puasa Ayyamul Bidh terlebih dahulu.

    Ayyamul Bidh yang juga disebut hari-hari putih adalah puasa sunnah yang dikerjakan tiga hari setiap bulan. Abu Darda RA mengatakan,

    أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ


    Artinya: “Kekasihku (Rasulullah SAW) berpesan kepadaku agar tidak sekali-kali meninggalkan tiga hal selama hidupku, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha, dan supaya aku tidak tidur sebelum mengerjakan salat Witir.” (HR Muslim)

    Dijelaskan dalam Syarah Riyadhus Shalihin oleh Musthafa Dib al-Bugha dkk yang diterjemahkan Misbah, Rasulullah SAW memerintahkan puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam bulan kamariah.

    Hal ini bersandar pada hadits yang berasal dari Qatadah bin Milhan RA, ia berkata,

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَأْمُرُنَا بِصِيَامٍ أَيَّامِ الْبِيضِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ

    Artinya: “Rasulullah SAW menyuruh kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yakni tanggal 13, 14, dan 15.” (HR Abu Dawud)

    Abu Dzar RA juga mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda,

    يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

    Artinya: “Apabila kau berpuasa tiga hari dalam suatu bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dalam kalender Hijriah).” (HR at-Tirmidzi dan menurutnya hadits ini hasan)

    Bulan ini umat Islam memasuki Jumadil Akhir 1445 H, bulan ke-6 dalam kalender Hijriah. Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh Jumadil Akhir 1445 H/ Desember 2023.

    Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Desember 2023

    • 13 Jumadil Akhir: Selasa, 26 Desember 2023
    • 14 Jumadil Akhir: Rabu, 27 Desember 2023
    • 15 Jumadil Akhir: Kamis, 28 Desember 2023

    Niat Puasa Ayyamul Bidh

    Dalam pelaksanaannya, umat Islam bisa membaca niat puasa Ayyamul Bidh terlebih dahulu. Berikut bacaannya:

    نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

    Arab-latin: Nawaitu sauma Ayyaamal Bidh sunnatan lillaahi Ta’ala.

    Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta’ala.”

    Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh

    Setelah masuk waktu buka puasa, kaum muslim yang mengerjakan puasa Ayyamul Bidh dapat membaca doa buka puasa. Mengacu pada kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, berikut bacaan doa buka puasa menurut riwayat yang shahih,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud)

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nikah Nabi Muhammad, Agar Pengantin Mendapat Keberkahan



    Jakarta

    Pernikahan adalah salah satu momen sakral dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, pernikahan dianggap sebagai langkah besar yang membawa berkah.

    Terdapat beberapa dalil baik Al-Qur’an maupun hadits yang mengandung anjuran untuk menikah. Salah satunya termaktub dalam surah Ar Rum ayat 21

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٢١


    Artinya: “Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

    Thabrani meriwayatkan hadits dengan sanad yang baik dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, “Empat hal yang siapapun mendapatkannya, maka dia telah diberi kebaikan dunia dan akhirat: hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, kesabaran atas cobaan yang menimpa, dan seorang istri yang tidak membuatnya khawatir atas pengkhianatan pada dirinya dan harta benda suaminya.” (HR Thabrani)

    Ketika menghadiri acara pernikahan, pasti akan melihat dan mendengar ucapan doa dari tamu untuk pengantin. Hal tersebut sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

    Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk mendoakan pasangan yang baru menikah. Sebab dengan mendoakan mereka, maka insya Allah keberkahan akan menghampiri.

    Lantas, bagaimana doa menikah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW? Berikut doa nikah Nabi Muhammad SAW.

    Doa Nikah Nabi Muhammad SAW

    Mengutip buku 444 Doa Rasulullah oleh Samir Mahmud al-Hushni dan Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi oleh Ulin Nuha, berikut doa nikah Nabi Muhammad SAW:

    Doa Nikah Pertama

    Dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW mengatakan kepada Abdurrahman bin Auf ketika ia mengabarkan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa dirinya baru saja menikah. Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda,

    فَبَارَكَ اللَّهُ لَكَ أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةِ

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu. Lakukanlah walimah (resepsi pernikahan) meski hanya memotong satu ekor kambing.” (HR Ahmad dan lainnya)

    Doa Nikah Kedua

    Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW mengucapkan selamat kepada pasangan yang menikah dengan kata-kata:

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi apa yang menjadi tanggung jawabmu, serta menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Ahmad dan lainnya)

    Doa Nikah Ketiga

    Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Jabir RA ketika dikabarkan kepada beliau bahwa dia telah menikah, kemudian mengatakan:

    بَارَكَ اللهُ عَلَيْكَ

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas kamu.”

    Hikmah Mendoakan Pengantin

    Merujuk pada buku Agar Nikah Berlimpah Berkah oleh Haidar Musyafa, Nabi Muhammad SAW mengharapkan agar setiap pernikahan umatnya selalu dekat dengan keberkahan dan keridaan Allah SWT. Maka dari itu, beliau menganjurkan umatnya untuk mendoakan pasangan yang baru menikah.

    Sebab, jika pernikahan itu berkah, maka kemudahan akan menyertainya dalam setiap sisi kehidupan yang didasarnya keberkahan selalu identik dengan hal-hal yang baik hingga semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Adanya keberkahan dalam pernikahan diharapkan akan terbangunnya rumah tangga yang menjadi cahaya yang menerangi pasangan menuju kebaikan. Pernikahan yang barokah diharapkan dapat mencerminkan nilai-nilai Islam dan jauh dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Emosi! Ini 7 Keutamaan Menahan Marah Sesuai Hadits



    Jakarta

    Marah terjadi jika emosi yang dialami oleh setiap manusia meluap. Namun dalam Islam, menahan marah dianggap sebagai tindakan luhur yang membawa keberkahan dan pahala.

    Seorang muslim juga akan mendapatkan keutamaan yang mulia jika ia mampu menahan marahnya. Lantas, bagaimana cara menahan marah? Dan apa saja keutamaan menahan marah?

    Keutamaan Menahan Marah

    Merujuk pada buku Ihya Ulumiddin: Menghidupkan Kembali Ilmu-ilmu Agama oleh Imam Al-Ghazali, berikut beberapa keutamaan menahan marah sesuai dengan hadits:


    1. Allah SWT akan Menahan Siksa-Nya

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menahan kemarahannya, niscaya Allah menahan siksa-Nya daripadanya, dan siapa saja yang mengemukakan alasannya kepada Rabbnya, niscaya Allah menerima alasannya, dan siapa saja yang menyimpan lidahnya, niscaya Allah menutupi auratnya (segala sesuatu, yang dianggap malu). (HR Thabrani dan lainnya)

    2. Termasuk Orang yang Kuat

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang kuat di antara kalian adalah orang yang dapat mengalahkan hawa nafsunya ketika marah, dan orang yang paling santun di antara engkau adalah orang yang memaafkan ketika mampu.” (HR Ibnu ad-Dunya dan lainnya)

    3. Mendapat Ridha dari Allah SWT pada Hari Kiamat

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menahan marah di mana seandainya ia mau melaksanakannya, maka ia dapat melaksanakannya, niscaya Allah memenuhi kalbunya dengan keridhaan pada hari Kiamat.”

    Dalam riwayat lain dinyatakan, “Niscaya Allah memenuhi kalbunya dengan rasa aman, dan keimanan.” (HR Ibnu ad-Dunya dan lainnya)

    4. Mendapatkan Pahala yang Besar

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba meneguk tegukan yang lebih besar pahalanya daripada seteguk kemarahan yang ditahannya karena mengharapkan keridhaan Allah.” (HR Ibnu Majah)

    5. Terlindung dari Neraka Jahannam

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya neraka Jahannam mempunyai pintu yang tidak memasukinya kecuali orang yang sembuh kemarahannya dengan perbuatan maksiat kepada Allah Ta’ala.”

    6. Hatinya Dipenuhi dengan Keimanan

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada tegukan yang lebih disukai oleh Allah SWT daripada tegukan kemarahan yang ditahan oleh seorang hamba. Dan tidaklah seorang hamba menahannya, kecuali Allah memenuhi kalbunya dengan keimanan.” (HR Ibnu ad-Dunya)

    7. Mendapatkan Bidadari

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja menahan kemarahan, sedang ia mampu melaksanakannya, maka Allah memanggilnya di hadapan makhluk-makhluk dan Dia menyuruhnya memilih mana bidadari yang dikehendaki.”

    Cara Menahan Marah

    Agar mendapatkan keutamaan dari menahan marah, maka setiap muslim harus mampu menahan perasaan marah dari dirinya. Merujuk pada Buku Ajar Akidah Akhlak oleh Syafiuddin dan Machnunah Ani Zulfah, berikut cara menahan marah:

    1. Menahan marah dengan beristighfar

    Jika seseorang sedang marah dalam keadaan berdiri, maka cara meredamnya dengan duduk. Namun jika marah dalam keadaan duduk, maka berusaha untuk tiduran atau berbaring sambil membaca istighfar.

    2. Meredam marah dengan menahan diri

    Pada suatu saat, datanglah seorang laki-laki yang meminta wasiat Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memberinya wasiat agar jangan marah.

    3. Meredam marah dengan berwudhu

    Wudhu menjadi salah satu cara untuk meredam rasa marah. Sebab, wudhu mampu mensucikan semua tindakan yang kurang suci, seperti rasa marah.

    4. Meredam marah dengan berdiam diri

    Obat yang sangat ampuh ketika marah muncul adalah diam. Sebab, jika sedang marah pasti kata-kata kasar akan keluar karena tidak bisa mengontrol. Maka dari itu, alangkah baiknya diam ketika sedang marah.

    5. Meredam marah dengan membaca ta’awudz

    Dengan membaca ta’awudz, maka seseorang memohon perlindungan Allah SWT dari godaan setan yang selalu membangkitkan rasa marah. Melalui syari’at Allah SWT yang agung, Allah SWT melindungi hamba-Nya dari segala kelicikan dan keburukan setan jika hamba-Nya membaca ta’awudz.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com