Tag: sunnah

  • Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri Doa Apa? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Bacaan robbisrohli sodri wayassirli amri adalah penggalan ayat yang ada pada surah Taha. Ayat ini sering dipakai sebagai doa oleh umat Islam untuk meminta kemudahan dan kelancaran lisan.

    Mengutip buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, doa ini pernah dipakai oleh Nabi Musa AS saat berhadapan dengan Firaun. Ia meminta pertolongan kepada Allah SWT agar dimudahkan saat berbicara dengan rivalnya.

    Allah pun mengabulkan doa Nabi Musa. Beliau akhirnya bisa menyampaikan kebenaran tentang agama Islam supaya Firaun sadar dan beriman kepada Allah SWT. Meskipun pada akhir hayatnya, Firaun meninggal dunia dalam keadaan su’uk khatimah.


    Robbisrohli Sodri Wayassirli amri juga bisa menjadi doa penenang hati jika yang sedang merasa gelisah. Jika sering mengamalkannya, insyaallah bisa memberikan ketenangan.

    Berikut bacaan robbisrohli sodri wayassirli amri versi lengkap.

    Bacaan Robbisrohli Sodri Arab, Latin dan Terjemahannya

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Bacaan latin: Robbisrohli sodri, wayassirli amri, wahlul ‘uqdatammil lisani yafqohu qouli.

    Artinya: “Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Taha ayat 25-28).

    Doa Penenang Hati

    Tak hanya doa di atas, masih ada lagi doa penenang hati lainnya yang bisa diamalkan. Menukil buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati karya Daruk Insan, berikut doa-doa penenang hati yang bisa dibaca.

    1. Doa Saat Merasa Sedih

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Bacaan latin: La ilaha illallahul ‘azimul haliim, la ilaha illallahu rabbul ‘arsyil ‘azim, laa ilaha illallahu rabbussamawati, wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil karim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah SWT, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah SWT, Rabb (Pemilik) Arsy yang Agung. Tidak ada Tuhan yang berhak Disembah dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik Arsy yang mulia.”

    2. Doa Agar Dimudahkan Urusan

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Bacaan latin: Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzolimin

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    3. Doa Agar Hati Ditetapkan Hidayah

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Bacaan latin: Rabbana la tuzig quluu banaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa milladunka rahmatan innaka antalwahhab

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Kau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Kau beri petunjuk kepada kami, karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Kau. Karena sesungguhnya Kaulah Maha Pemberi (karunia).”

    4. Doa Agar Hati Tenang dari Keburukan

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Bacaan latin: Allahumma inni a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal haromi wal bukhl. Wa a’udzubika min ‘adzabil qabri, wamin fitnatil mahya wal mamaati

    Artinya: “Ya Tuhan, hamba berlindung kepadaMu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepadaMu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Lupa Baca Bismillah Saat Makan? Lakukan Hal Ini Agar Tetap Berkah



    Jakarta

    Bismillah adalah kalimat yang sering diucapkan oleh umat muslim sebelum melakukan sesuatu, termasuk sebelum makan.

    Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang seringkali luput dari perhatian. Salah satunya adalah lupa membaca bismillah saat akan makan.

    Padahal, membaca bismillah sebelum makan adalah salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini penting karena membawa berkah pada makanan.


    Namun, bagaimana jika lupa baca bismillah saat makan? Simak penjelasan berikut.

    Lupa Baca Bismillah Saat Makan?

    Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan jika lupa baca bismillah saat makan, agar tetap mendapatkan berkah dari Allah SWT:

    – Ucapkan bismillah saat ingat

    Dikutip dari buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, jika seseorang lupa membaca bismillah di awal makan, maka ia dapat membacanya saat ingat meskipun di tengah makan.

    Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang dari kalian memakan makanan maka hendaklah ia membaca, “Bismillah”, dan jika ia lupa membacanya di awal makan, maka hendaklah ia membaca, “Bismillah fii awwalihi wa akhiri.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

    Dengan mengucapkan bismillah saat ingat, seseorang akan menunjukkan bahwa dia masih mengingat Allah SWT dan mengharap berkah dari-Nya. Selain itu, dengan membaca bismillah akan menutup celah bagi syaithan untuk ikut makan bersama.

    – Ucapkan doa setelah makan

    Setelah selesai makan, hendaknya mengucapkan doa setelah makan sebagai bentuk rasa syukur dan pujian kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan rezeki.

    Dikutip dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, doa yang dapat dibaca setelah selesai makan yaitu:

    الْحَمْدُ لِلّٰهِ الّٰذِي اٰطٰعٰمٰنٰا و سٰقٰانٰا و جٰعٰلٰنٰا مُسْلِمِيْن

    Bacaan latin: Alhamdulillaahil ladzi ath’amnaa wa saqaana wa ja’alanaa minal muslimiin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberi makan dan minum kepada kami dan telah menjadikan kau termasuk dalam golongan orang-orang yang muslim” (HR Abu Daud)

    Keutamaan Membaca Bismillah Sebelum Makan

    Dikutip dari buku Penuntun Makan Minum Cr Rasul karya M. Zaka Alfarisi, jika seseorang membaca bismillah sebelum makan, maka makanannya akan berkah dan setan tidak akan ikut makan bersamanya.

    Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ سِرَّهُ أَنْ لَا يَجِدَ الشَّيْطَانُ عِنْدَهُ طَعَامًا وَلَا مَقِيلًا وَلَا مَبِيْتًا فَلْيُسَلَّمْ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ وَلْيَسْم عَلَى طَعَامِهِ

    Artinya: “Barang siapa yang ingin agar setan tidak bisa ikut makan di sampingnya, tidak bisa ikut beristirahat, dan tidak bisa ikut bermalam, maka hendaklah ia mengucap salam saat masuk ke dalam rumahnya dan membaca bismillah saat ia makan.” (HR Ath-Thabarani)

    Dikutip dari buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, membaca bismillah ketika makan adalah salah satu cara untuk mendapatkan kekuatan agar menang melawan setan.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika seseorang kalian masuk ke dalam rumahnya dan ia menyebut nama Allah ketika memasukinya dan ketika makan, maka setan berkata, “Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makanan bagi kalian.” Namun jikaia masuk ke dalam rumahnya tanpa menyebut nama Allah, maka setan berkata, “kalian mendapatkan tempat bermalam,” dan jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, maka setan berkata, “kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

    Akibat Lupa Membaca Bismillah Sebelum Makan

    Dikutip dari buku 165 Kebiasaan Nabi SAW karya Abduh Zulfidar Akaha, bahwa ada seorang sahabat yang lupa membaca bismillah ketika makan. Dia baru teringat setelah makanannya hampir habis dan tinggal sesuap lagi.

    Tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa dan berkata, “Sesungguhnya tadi setan turut makan bersamanya, tetapi setelah dia menyebut nama Allah, setan itu langsung memuntahkan isi perutnya.” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i)

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya membaca doa sebelum dan setelah bangun tidur. Hal ini merupakan bagian dari praktik ibadah dan adab yang dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

    Sebelum tidur Nabi Muhammad SAW biasa melakukan beberapa hal ini. Mulai dari berwudhu, mengibaskan tempat tidur hingga memanjatkan doa.

    Sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi:


    “Jika seseorang di antara kalian hendak tidur, ambillah potongan kain dan kibaslah tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucap ‘Bismillaah,’. Karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050.)

    “Apabila kamu ingin tidur maka berwudhulah lebih dulu sebagaimana wudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah ke kanan dan bacalah doa doa sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda: ‘Jadikanlah doa itu sebagai akhir dari semua perkataanmu,” (HR Bukhari Muslim).

    Begitupun saat bangun tidur. Nabi Muhammad SAW biasa membaca doa sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut:

    قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ ‏”‏ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ ‏”‏‏.‏ وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ ‏”‏ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ‏

    Artinya: Ketika Nabi Muhammad hendak tidur dia biasa mengatakan, “Allahumma bismika ahya wa amut.” Dan saat bangun di pagi hari dia terbiasa mengucap, “Al-hamdu li l-lahi al-ladhi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihi-nnushur.” (HR Bukhari).

    Doa Sebelum Tidur

    Dikutip dari buku 100 Doa Harian Untuk Anak karya Kak Nurul Ihsan, seperti in bacaan doa sebelum tidur yang bisa dibaca:

    بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

    “Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.”

    Artinya: “Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845)

    Ada pula doa sebelum tidur versi panjang. Berikut bacaannya:

    للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

    Bacaan latin: Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

    Artinya : “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepadaMu lantaran mengharap dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancamanMu kecuali hanya kepadaMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabiMu yang Kau utus.” (HR, Muslim, Bukhari dan Abu Dawud)

    Selain doa di atas, Rasulullah juga memanjatkan doa berikut. Doa ini diriwayatkan oleh Anas RA.

    Bacaan latin: Alhamdulillahilladzi ath ‘amana wasaqona wakafana wa awana fakammimman lakafiya lahu walamu’wiya

    Artinya: “Segala puji bagi Allah zat yang telah memberi makan dan minum kepada kami, serta telah mencukupi dan memberi tempat tinggal kepada kami. Betapa banyak orang yang tak ada yang mencukupi dan tak memberi tempat kepadanya.” (HR Muslim)

    Doa Bangun Tidur

    Sementara bacaan doa bangun tidur yang bisa kamu amalkan adalah sebagai berikut, sebagaimana dikutip dari buku Penuntun Doa, Yuk! karya Abu Ihsan.

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

    Bacaan latin: Alhamdulillahilladhi ahyana ba’dama amatana wa ilaihinnushur

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan kehidupan, mematikan kami, dan hanya kepada-Nyalah kami kembali.”

    Namun perlu diperhatikan juga adab-adab setelah bangun tidur. Masih mengutip buku yang sama, seperti ini adab setelah bangun tidur:

    1. Membaca istighfar tiga kali
    2. Membaca Syahadat
    3. Membaca doa bangun tidur
    4. Jangan mengusap tangan ke mata, dikhawatirkan tangan kita kurang bersih dan bisa menjadikan mata kita gatal atau sakit
    5. Lekas bangun jangan bermalas-malasan
    6. Sholat Subuh tepat waktu
    7. Merapikan tempat tidur dan kamar

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Adzan Subuh yang Disunahkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Saat mendengar adzan Subuh, muslim dianjurkan untuk membalas adzan tersebut dengan bacaan tertentu. Setelah mendengar muazin mengumandangkan adzan pun, disunahkan untuk membaca doa setelah adzan Subuh.

    Doa setelah adzan Subuh adalah doa yang dianjurkan bagi umat muslim untuk dibaca setelah mendengar adzan Subuh. Doa ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi yang membacanya, termasuk dalam doa pada waktu mustajab yakni waktu antara adzan dan iqomah.

    إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، فَادْعُوا


    Artinya: “Doa antara adzan dan iqamah tidak ditolak, maka berdoalah kamu.” (HR Ahmad)

    Doa setelah Adzan Subuh Arab, Latin, dan Artinya

    Doa setelah adzan Subuh tidak berbeda dari adzan salat fardhu lainnya. Dinukil dari buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq yang ditulis oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, berikut adalah bacaan doa yang disunahkan oleh Rasulullah SAW yang diambil dari hadits-hadits shahih.

    اللَّهُمَّ رَبِّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ.

    Arab-latin: Allahumma rabba hadihid da’watittaammah washolaatil qaaimati aati muhammadal wasiilata walfadhiilata wab’atshu maqaamam mahmuudal ladii wa ‘addah

    Artinya: “Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini (adzan), dan shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad al-wasilah (kedudukan mulia di sisi-Mu) dan keutamaan, dirikan untuknya tempat terpuji seperti yang telah Engkau janjikan kepadanya.” (HR Bukhari)

    Jawaban saat Mendengar Adzan Subuh

    Selain doa setelah mendengar adzan Subuh, saat mendengar dikumandangkannya adzan ternyata juga ada sunah dan tuntunan untuk menjawabnya.

    Ali Manshur dalam bukunya yang berjudul Untaian Mutiara Doa solusi Problematika Umat: Bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits menjelaskan bahwa ketika kita mendengar azan, maka kita diperintahkan untuk mengucapkan sesuai lafal yang diucapkan oleh muadzin, kecuali pada lafaz dua kalimat hayya ‘ala.

    حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ

    Latin: Hayya ‘alashshalaah (2x)

    Artinya: Marilah melaksanakan salat.

    Dan pada lafaz,

    حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ

    Latin: Hayya ‘alalfalaah (2x)

    Artinya: Marilah menuju kebahagiaan.

    Kedua lafaz tersebut dijawab dengan kalimat berikut,

    لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    Latin: Laa hawla wa laa quwwata illa billah

    Artinya: Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

    Khusus untuk adzan Subuh, dikutip dari Syamsul Rijal Hamid dalam bukunya yang berjudul Ensiklopedia Hadits Ibadah Shalat Sunnah dan Perkara Lain Mengenai Shalat, jika mendengar muadzin mengumandangkan kalimat Ash-shalaatu khairum minan nauum (salat itu lebih baik dibandingkan tidur) hendaknya dijawab dengan kalimat berikut,

    صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَأَنَا عَلَى ذَالِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ

    Latin: Shadaqta wa bararta wa ana ‘ala dzaalika minasy-syaahidiin

    Artinya: “Benar dan baguslah ucapanmu itu, aku pun termasuk orang-orang yang menyaksikan.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Keutamaan Salat Jumat dan Sunnah-sunnah yang Dianjurkan


    Jakarta

    Salat Jumat merupakan amalan wajib bagi pria muslim pada waktu Dzuhur di hari Jumat. Perintah salat Jumat termaktub dalam surat Al Jumuah ayat 9,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Artinya: “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”


    Jumat dikatakan sebagai hari yang agung bagi umat Islam. Keagungannya tercantum dalam sebuah hadits dari Abu Lubabah bin Abdul Mundzir, Rasulullah SAW bersabda:

    “Hari Jumat adalah ‘tuannya’ semua hari, dan hari yang paling agung. Di mata Allah, hari Jumat lebih agung dari Hari Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Al Baihaqi)

    Kewajiban salat Jumat ini bukan tanpa alasan, ada sejumlah keutamaan yang terkandung di dalamnya. Apa saja? Simak pembahasannya berikut ini seperti dinukil dari Buku Rahasia & Keutamaan Hari Jumat susunan Komarudin Ibnu Hikam

    Hadits Keutamaan Salat Jumat

    1. Diganjar Pahala Berlimpah

    Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad bersabda:

    “Barangsiapa yang pergi untuk melaksanakan salat Jumat pada awal waktu, bagaikan dia telah berkurban dengan seekor unta. Jika berangkat pada waktu kedua, seakan-akan dia berkurban dengan seekor sapi. Pergi pada waktu ketiga, seakan-akan dia berkurban dengan kambing berduri. Jika berangkat pada waktu keempat, seperti memberikan hadiah berupa seekor ayam jantan. Dan bagi yang berangkat pada waktu kelima, seperti memberi hadiah sebutir telur. Setelah imam keluar dan khutbah dimulai, maka daftar amal perbuatan ditutup, pena para malaikat berhenti menulis, dan malaikat pun hadir untuk mendengarkan zikir. Bagi siapa saja yang datang setelah itu, dia datang hanya untuk memenuhi kewajiban salat Jumat dan tidak akan mendapatkan keutamaan apapun dari waktu-waktu yang telah disebutkan tadi.” (HR Bukhari dan Muslim)

    2. Diampuni Dosa di Antara Dua Jumat

    Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa mereka yang mengerjakan salat Jumat akan diampuni dosanya di antara dua Jumat. Rasulullah SAW bersabda:

    “Seseorang yang mandi pada hari Jumat dan membersihkan dirinya dengan sebaik-baiknya, lalu menggunakan wewangian atau minyak wangi, kemudian pergi ke masjid dan tidak menyela antara dua orang yang duduk berjajar, kemudian dia melaksanakan sholat sunnah yang dianjurkan baginya, dan dia diam ketika imam memberikan khutbah, niscaya dosa-dosanya akan diampuni antara Jumat ini dan Jumat berikutnya selama dia tidak melakukan dosa besar.” (HR Bukhari)

    3. Permohonannya Terkabul

    Pada hadits lainnya, dikatakan bahwa hari Jumat merupakan menjadi momen seorang muslim untuk salat jumat dan memohon kebaikan pada Allah SWT. Berikut bunyinya,

    “Dalam riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa pada hari Jumat terdapat momen tertentu di mana jika seorang muslim berdiri untuk melaksanakan sholat dan memohon kebaikan kepada Allah SWT, pasti Allah akan mengabulkannya. Rasulullah SAW menunjukkan dengan isyarat jarinya bahwa momen ini sangat singkat.” (HR Muslim)

    Deretan Sunnah Salat Jumat yang Dianjurkan

    Ada sejumlah sunnah yang dianjurkan ketika melaksanakan salat Jumat. Mengutip buku Panduan Salat Lengkap yang ditulis oleh Ustaz Muhammad Syafril, berikut bahasannya:

    • Memakai wewangian
    • Berangkat lebih awal
    • Mandi setelah fajar
    • Berhias dengan pakaian terbaik
    • Memakai imamah, semacam sorban yang dililitkan di kepala
    • Mendengarkan khutbah dengan seksama
    • Membaca Surat Al-Kahfi
    • Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
    • Memperbanyak doa

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Potong Kuku dan Tata Caranya Menurut Islam


    Jakarta

    Doa potong kuku sesuai anjuran Rasulullah SAW dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Potong kuku disebut sebagai fitrah amaliah dan bertujuan untuk menjaga kebersihan.

    Mengutip buku Fakta Ilmiah Amal Sunnah Rekomendasi Nabi karya Haviva, kotoran yang menempel pada celah-celah kuku dapat menghalangi air masuk ke dalam pori-pori saat berwudhu. Karenanya memotong kuku perlu dilakukan agar wudhu seorang muslim sah.

    Dalam hadits yang berasal dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda terkait 10 perkara fitrah termasuk memotong kuku.


    “10 hal yang termasuk fitrah, yaitu menggunting (menipiskan) kumis, memelihara (memanjangkan) jenggot, bersiwak (menggosok gigi), istinsyaq (memasukkan air ke hidung ketika berwudhu), memotong kuku, membasuh sela-sela jari (barajim), mencabut (mencukur) bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan bersuci dengan menghemat air.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah)

    Doa Potong Kuku: Arab, Latin, dan Arti

    Berikut doa potong kuku yang dapat dipanjatkan seperti menukil buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil.

    بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ، وَ عَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

    Arab latin: Bismillaah wa billaah, wa ‘alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Bari menyebut tidak ada hadits shahih mengenai urutan potong kuku dari Rasulullah SAW. Namun, beliau sempat mencontohkan untuk memulai segala sesuatu dari bagian kanan.

    Berikut tata cara memotong kuku tangan yang baik yang dikutip dari buku Jangan Remehkan Amalan-amalan Ringan karya Abdul Aziz Sa’dua,

    • Jari telunjuk tangan kanan
    • Jari tengah tangan kanan
    • Jari manis tangan kanan
    • Jari kelingking tangan kanan (tinggalkan ibu jari tangan kanan)
    • Jari kelingking tangan kiri
    • Jari manis tangan kiri
    • Jari tengah tangan kiri
    • Jari telunjuk tangan kiri
    • Ibu jari tangan kiri
    • Ibu jari tangan kanan

    Imam an-Nawawi dalam Kitab al Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan bahwa jari jempol bagian kanan tetap dipotong setelah jari kelingking kanan tanpa mengakhirkannya bersama jempol bagian kiri. Sementara itu, cara memotong kuku kaki yang baik ialah dimulai dari jari kelingking kaki kanan dan bergerak berurutan hingga jari kelingking kiri.

    Demikian doa potong kuku dan tata caranya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang Sakit, Sesuai Ajaran Rasulullah SAW



    Jakarta

    Menjenguk dan mendoakan orang sakit merupakan anjuran yang diajarkan Rasulullah SAW. Saat menjenguk ini juga bisa dibarengi doa untuk memohon kesembuhan.

    Ujian dari Allah SWT sangat beragam bentuknya, termasuk dalam bentuk sakit. Seorang muslim yang mengalami sakit patut tetap bersyukur dan bersabar karena ujian Allah SWT ini pasti membuahkan hikmah.

    Menjenguk saudara atau kerabat yang sakit merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dijelaskan sejumlah riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW saat menjenguk sahabatnya yang sakit.


    Ketika menjenguk kerabat yang sakit, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan dengan berbagai doa yang dibacakan untuk mengharapkan kesembuhannya.

    Doa Rasulullah SAW untuk Kesembuhan Orang Sakit

    Ada beberapa doa yang dibacakan Rasulullah SAW untuk mengharap kesembuhan orang yang sakit.

    Doa ini sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Arab latin: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

    Dalam riwayat lain, sebagaimana dilansir dari laman NU Online, Rasulullah SAW membaca doa ini ketika meruqyah salah seorang sahabat.

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

    Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.”

    Abu Dawud dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan baca doa berikut ini sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit. Dengan doa ini, diharapkan bahwa Allah SWT akan mengangkat penyakit yang diderita orang tersebut.

    أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

    Arab latin: As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.

    Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu.”

    Doa ini dapat dilafalkan sambil menyebut nama orang yang sakit. Hal ini pernah dilakukan Rasulullah SAW saat menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash sebagaimana riwayat Imam Muslim berikut.

    اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

    Arab Latin: Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan.

    Artinya, “Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad,”

    Lafal nama Sa’ad bisa diganti dengan nama orang yang sakit.

    Rasulullah SAW juga membacakan doa ketika menjenguk seorang badui yang menderita demam. Dalam riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.

    لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Arab latin: Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.

    Artinya, “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah,”

    Doa Mohon Diampuni Dosa

    Sakit merupakan ujian sekaligus penggugur dosa. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 155-156:

    وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ . ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

    Artinya: “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Mereka yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali). Mereka itu mendapat keberkatan dari Tuhannya dan rahmat. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

    Selain doa memohon kesembuhan, dapat juga membaca doa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Doa ini dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabat Salman Al-Farisi RA sebagaimana riwayat Ibnu Sunni

    شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Arab latin: Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.

    Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”

    Keutamaan Orang yang Sakit

    Mengutip buku Sakit Menguatkan Iman yang disusun oleh Prof KH Alie Yafei dkk, disebutkan bahwa sakitnya seorang muslim yang beriman dapat membawa beberapa keutamaan.

    Berikut beberapa keutamaan yang diperoleh orang yang sakit:

    1. Doa orang sakit mustajab

    Doa orang yang sakit termasuk doa yang mustajab sebagaimana doa malaikat.

    Dari Umar RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu datang mengunjungi si sakit, maka mintalah ia berdoa untukmu karena doanya seperti doa malaikat (yakni besar kemungkian dikabulkan).” (HR Ibnu Majah)

    2. Balasan surga bagi orang yang sakit pada mata

    Bagi orang yang menderita sakit atau cacat mata dan ia bersabar, maka Allah SWT menjanjikan balasannya, yaitu surga.

    Firman Allah dalam hadits Qudsi:
    “Jika Aku menguji hamba-Ku dengan (menghilangkan penglihatan) kedua mata yang sangat dicintainya kemudian ia sabar, Aku akan menggantinya dengan surga.” (HR Ahmad dari Anas dan Thabrani yang bersumber dari Jarir ra.)

    Baihaqi meriwayatkan dari Anas ra. bahwa pada suatu waktu, Abdullah bin Ummi Makhtum (seorang sahabat yang tunanetra) datang berkunjung kepada Rasulullah SAW yang sedang duduk bersama sahabat-sahabat yang lain. Rasulullah SAW bersabda,

    “Inginkah kalian mendengar apa yang diceritakan Jibril kepadaku? Sesungguhnya Allah berfirman, “Hak pahala bagi orang yang telah kuambil penglihatan kedua matanya yang sangat dimuliakannya tidak lain adalah surga.”

    3. Dijadikan penduduk surga

    Orang yang bersabar dengan penyakit yang dideritanya termasuk penduduk surga. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Atha bin Ribah bahwa Ibnu Abbas bertanya kepadanya: “Inginkah kamu melihat wanita penduduk surga”? Jawabku, “Tentu saja.”

    Kata Ibnu Abbas, “Nah wanita hitam itu, ia pernah datang mengadu kepada Nabi SAW, “Saya ini sering jatuh pingsan dan terbuka aibku, maka doakanlah untukku agar Allah menyembuhkanku.” Ujar Nabi SAW, Jika kamu mau, kamu terima itu dengan sabar, dan sebagai ganjarannya kamu mendapat surga. Atau kalau tidak, saya doakan agar Allah menyembuhkanmu.

    Ujar wanita itu, ‘Saya akan bersabar, tetapi saya sering terbuka aib saya kalau pingsan, maka doakanlah untukku agar aibku tidak tersingkap.’ Lalu Nabi mendoakan untuknya.”

    4. Dicatat kebaikan pahala saat sedang sakit

    Bagi orang yang biasa mengerjakan kebaikan semasa lapang dan sehatnya, akan tetap dicatatkan untuknya pahala kebaikannya jika ia berhalangan mengerjakannya karena sakit.

    Firman Allah SWT kepada para malaikat dalam hadits Qudsi:
    “Jika Aku menguji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, maka berilah dia pahala sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan kepadanya.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    Sangat besar rahmat dan karunia Allah SWT bagi orang-orang beriman yang sabar saat diuji dengan sakit.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ketika di Dalam Masjid, Amalkan agar Mendapat Berkah


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca ketika berada di dalam masjid. Doa ini merupakan sunnah Rasulullah SAW dan bisa menjadi amalan mulia untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT.

    Masjid merupakan tempat yang suci yang didalamnya menjadi area untuk melakukan ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah SWT. Masjid tempat yang mulia, oleh karenanya ketika berada di dalam masjid dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti dzikir, sholawat ataupun berdoa.

    Mengutip buku Al-Adzkar Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah oleh Imam Nawawi dijelaskan bahwa ketika seorang muslim berada di dalam masjid maka dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir. Begitu pula membaca tasbih, tahlil, tahmid, takbir, doa-doa dan dzikir lainnya.


    Dianjurkan pula memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan membaca hadits-hadits Rasulullah, memperdalam ilmu fikih, dan ilmu-ilmu syariat lainnya.

    Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 36

    فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ

    Artinya: Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW pun menjelaskan tentang masjid sebagai tempat yang mulia dan istimewa.

    Diriwayatkan dari Buraidah, dia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya masjid-masjid itu dibangun sesuai dengan tujuannya.” (HR Muslim)

    Dari Anas bin Malik , dia mengatakan, Rasulullah SAW berkata kepada si badui yang kencing di salah satu sudut masjid, “Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak pantas sama sekali untuk dikencingi seperti ini dan tidak pula dikotori. Karena sesungguhnya masjid-masjid itu hanyalah untuk berdzikir kepada Allah, sholat, dan membaca Al-Qur an.” (HR Muslim)

    Doa ketika Duduk di Masjid

    Orang yang duduk di masjid hendaknya berniat i’tikaf agar memperoleh keutamaan. Orang yang duduk di masjid, hendaklah berupaya melakukan amar makruf dan nahi mungkar. Tujuannya yakni untuk menjaga, menghormati, memuliakan, dan mengagungkan masjid.

    Duduk di masjid bisa sambil melantunkan doa yang merupakan bacaan tasbih, takbir, tamid.

    ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪْ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠﻪْ ﻭَﻵ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮْ

    Artinya: “Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar

    Keutamaan Membaca Doa dan Dzikir di Masjid

    Dikutip dari buku Berzikir Cara Nabi: Merengkuh Keutamaan Zikir Tahmid, Tasbih, Tahlil, dan dan Hauqala oleh Abdur Razzaq Ash-Shadr dijelaskan beberapa keutamaan dari dzikir di dalam masjid. Berikut diantaranya:

    1. Kalimat yang Paling Dicintai Allah.

    Imam Muslim dalam kitab shahihnya meriwayatkan dari hadits Samurah bin Jundab ra, dia berkata:

    “Rasulullah SAW bersabda: Kalimat yang paling dicintai Allah ada 4. Kamu bisa memulai dari kalimat mana saja: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar.

    2. Kalimat Pelebur Dosa

    Dalam kitab Al Musnad, Sunan At Tirmidzi, dan Musadrak Al Hakim, terdapat riwayat dari hadits Abdullah bin ‘Amr ra, dia berkata:

    “Rasulullah SAB bersabda: “Di muka bumi ini, setiap kali seseorang membaca kalimat laa ilaaha illallaah, Allaahu Akbar, Subhaanallah, Alhamdulillaah, dan Laa haula walaa quwwata illaa billaah, maka dosa-dosanya dilebur meskupun lebih banyak dari buih di laut.”

    Dosa yang dilebur yakni dosa kecil. Sedangkan dosa besar tidak bisa dilebur dengan tobat.

    3. Tanaman Surga

    At Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra, dari Nabi SAW, Beliau bersabda: “Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisra’kan. Lalu Ibrahim berkata, ‘Wahai Muhamamd, samapaikan salamku kepada umatmu dan beritahulah mereka bahwa surga itu baik tanahnya, tawar airnya, dan surga itu qi’an, yang tanamannya adalah subhaanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar.”

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Aqiqah Anak sesuai Sunnah: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Doa adalah salah satu sarana yang sangat penting dalam Islam. Dalam berbagai momen penting dalam hidup seorang Muslim, doa digunakan sebagai cara untuk berkomunikasi dengan Allah SWT, mengungkapkan rasa syukur, dan memohon petunjuk serta berkah-Nya.

    Demikian juga ketika momen aqiqah, umat muslim dianjurkan melantunkan doa.

    Aqiqah adalah satu momen penting dalam kehidupan seorang Muslim yang merupakan tradisi sunnah dalam Islam.


    Abu Nur Ahmad al-Khafi Anwar bin Shabri Shaleh Anwar dalam bukunya Aqiqah (Tata Cara & Doanya) mengartikan aqiqah secara istilah adalah penyembelihan hewan kurban karena kelahiran seorang bayi dalam suatu keluarga merupakan rasa syukur atas karunia Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda,

    عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: كُلُّ غُلامٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُخْلَقُ وَ يُسَمَّى

    “Dari Sumurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda: ‘Setiap bayi dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari tujuh, dicukur dan diberi nama.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, dan lain-lainya)

    Doa Aqiqah

    Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Dr. KH. M. Hamdan Rasyid, MA dan Saiful Hadi El-Sutha, bacaan niat aqiqah dapat dibacakan bagi orang tua maupun wali dari sang bayi. Bacaan niat yang dilafalkan Rasulullah SAW untuk cucunya saat hendak menyembelih hewan aqiqah di antaranya sebagai berikut:

    …. بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] هَذِهِ عَقِيْقَةُ

    Bacaan latin: Bismillâhi wallâhu akbar allahumma minka wa laka hadzihi ‘aqiqatu (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah)

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, milikmulah hewan aqiqah ini. Inilah aqiqahnya (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah),”

    Kemudian saat mengadakan walimah aqiqah, bisa dilanjutkan dengan membaca doa berikut:

    اللَّهُمَّ احْفَظْهُ مِنْ شَرِّ الْحِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُودَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ النَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِمَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتِنَا مِنْ حُقُوقِ رُبُوْبِيَتِكَ الْكَرِيمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطَّغْيَانِ

    Bacaan latin: Allaahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyaani wa min jamii’is sayyiaati wal ‘ishyaani wahrishu bihadhaanatika wa kafaalatika al-mahmuudati wa bidawaami ‘inaayatika wa ri’aayatika an-nafiidzati nuqaddimu bihaa ‘alal qiyaami bimaa kalaftanaa min huquuqi rububiyyaatika al-kariimati nadabtanaa ilaihi fiimaa bainanaa wa baina khalqika min makaarimil akhlaaqi wa athyabu maa fadhdhaltanaa minal arzaaqi. Allaahummaj’alnaa wa iyyaahum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur’aani wa laa taj’alnaa wa iyyaahum min ahlisy syarri wadh dhairi wadz dzalami wath thughyaani.

    Artinya: “Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada di antara kami makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

    Hikmah Disyariatkannya Aqiqah

    Dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid, hikmah disyariatkannya aqiqah yaitu,

    – Aqiqah adalah wujud pengorbanan dari kedua orang tua bayi untuk mendapatkan dirinya kepada Allah SWT, pada saat-saat pertama bayi mereka saat lahir ke dunia

    – Aqiqah merupakan fidyah atau tebusan untuk menyelamatkan sang bayi dari segala penyakit ataupun bencana.

    – Aqiqah merupkan pintu pembuka gadaian anak, supaya sang anak dapat memberian syafa’at kepada kedua orangtuanya di akhirat kelak.

    – Aqiqah menjadi perwujudan dari kebahagiaan, keriangan, kegembiraan dan suka cita dengan cara menegakkan syariat Islam. Diharapkan agar bayi yang baru lahir akan senantiasa berada dalam keimanan dan selalu menegakkan syari’at Islam.

    – Menyembelih hewan aqiqah atas kelahiran anak mengandung pengertian kurban, syukur atas nikmat, syukur atas nikmat, dan bersedekah, hal tersebut sama halnya dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT

    – Aqiqah hendaknya dilakukan demi menguatkan tali ikatan kekeluargaan dan persaudaraan di antara anggota masyarakat.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Dzikir sebelum Tidur Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Dzikir adalah tindakan mengingat Allah SWT yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Salah satu waktu yang dianjurkan untuk berdzikir adalah sebelum tidur.

    Imam Nawawi menjelaskan dalam kitab Al-Adzkar, anjuran membaca dzikir sebelum tidur terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 191-192,


    الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ١٩١ رَبَّنَآ اِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ اَخْزَيْتَهٗ ۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ ١٩٢

    Artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka Engkau benar-benar telah menghinakannya dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.”

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa ketika hendak ke tempat tidurnya mengucapkan, ‘Aku memohon ampun kepada Allah, Yang tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya,’ sebanyak tiga kali, maka Allah mengampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan, meskipun sejumlah bintang di langit, meskipun sejumlah butir-butir pasir Alij, meskipun sejumlah masa di dunia.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad)

    Dalam buku edisi Indonesia Shahih dan Dhaif: Kitab al-Adzkar Jilid 1 karya Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali juga terdapat hadits tentang anjuran membaca dzikir sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda,

    “Apabila kalian berdua akan berbaring di atas tempat tidur kalian, atau apabila kalian telah berbaring di atas tempat tidur kalian, maka bertakbirlah 33 kali, bertasbihlah 33 kali dan bertahmidlah 33 kali.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Bacaan Dzikir sebelum Tidur

    Berikut bacaan dzikir yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW menurut hadits yang termuat dalam kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi.

    1. Membaca Takbir 33 Kali

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Bacaan latin: Allahu Akbar

    Artinya: “Allah Maha Besar.”

    2. Membaca Tasbih 33 Kali

    سُبْحَانَ الله

    Bacaan latin: Subhaana Allah

    Artinya: “Maha Suci Allah.”

    3. Membaca Tahmid 33 Kali

    الْحَمْدُ للهِ

    Bacaan latin: Alhamdulillah

    Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

    4. Membaca Surah Al Ikhlas

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    Bacaan latin: qul huwallāhu aḥad. allāhuṣ-ṣamad. lam yalid wa lam yūlad. wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.””

    5. Membaca Surah Al Falaq

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    Bacaan latin: Qul a’ūżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.””

    6. Membaca Surah An Nas

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    Bacaan latin: Qul a’ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal jinnati wan-nās

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.””

    7. Membaca Ayat Kursi/ Surah Al-Baqarah Ayat 255

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Bacaan latin: Allaahu Laailaaha illa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi. Mangdzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illai bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha. Walaa ya-uuduhuu hifdzuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com