Tag: swan

  • Air Keran Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya!


    Jakarta

    Kamu pernah menemukan keran air terus menetes padahal sudah tertutup rapat? Masalah ini jangan dianggap sepele dan harus segera diatasi.

    Penyebab air di keran selalu menetes ada bisa karena beberapa hal. Dilansir Swan’s Plumbing, bisa karena keran yang sudah aus sehingga tidak lagi rapat saat ditutup. Bagian keran yang biasanya mudah aus adalah washer yakni segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

    Penyebab kedua bisa karena bagian ring-o, seal, washer, dan katup yang longgar atau rusak sehingga ketika ditutup atau dibuka ada saja air yang keluar. Kelonggaran ini bisa dikarenakan ada karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian. Penyebab selanjutnya adalah karena sering memakai air dengan debit yang besar. Saat tekanan terlalu tinggi, maka akan menekan komponen di dalam keran dan menyebabkan kebocoran.


    Memperbaiki keran bocor seperti ini bisa dilakukan sendiri, tanpa bantuan profesional. Dilansir My Plumber London dan Your Repair, berikut ini cara memperbaiki kran air yang menetes terus.

    Cara Memperbaiki Kran Air

    1. Siapkan Peralatan

    Beberapa peralatan yang diperlukan di antaranya kunci pas, obeng berkepala silang, Cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

    2. Matikan Saluran Air

    Saat kamu ingin membongkar keran air, pastikan air di rumah dalam keadaan kosong atau mati. Dengan begitu, kamu tidak akan tersembur nantinya dan tidak ada air yang terbuang.

    3. Pastikan Air Tidak Mengalir ke Saluran Pembuangan

    Jika tangki air masih berisi air, kamu perlu memastikan air yang tidak mengalir ke keran yang sedang diperbaiki, tidak terbuang ke tempat lain.

    4. Lepaskan Gagang Kran

    Setelah masalah air selesai, sekarang buka gagang keran terlebih dahulu. Cari sekrupnya, buka satu-satu hingga terlepas. Simpan sekrup di tempat yang aman dan kalau bisa tidak tercampur agar saat hendak dipasang lagi, mudah untuk dicari.

    5. Buka Cartridge atau Katup

    Keran biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai. Putar berlawanan arah jarum jam. Setelah terbuka, ambil bagian tersebut.

    6. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Apabila bentuknya berubah dari bentuk awal atau adanya kerusakan, bagian tersebut harus segera diganti.

    7. Pasang Selotip Ledeng

    Jika kran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar di bagian atas, cara menghentikan air bisa dengan memasang selotip pipa secara melingkar.

    8. Susun Kembali Komponen Pipa

    Setelah menemukan letak kerusakan dan kamu sudah memasang dengan yang baru, pasang lagi seluruh komponen. Pastikan pemasangannya kencang, tetapi tidak terlalu kencang. Kamu bisa menggunakan kunci pas yang diputar searah jarum jam.

    9. Nyalakan Saluran Air

    Langkah terakhir adalah melakukan tes dengan dialiri air. Apabila setelah ditutup tidak ada yang menetes lagi, maka perbaikan tadi berhasil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Air Menetes Terus? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Pernahkah menemui keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat? Kondisi seperti itu bisa membuat risih para penghuni rumah.

    Keran air menetes membuat air terbuang percuma. Lalu, suara tetesan air yang berjatuhan tanpa henti mengganggu ketenangan.

    Lantas, kenapa keran air menetes terus ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Keran Air Menetes

    Inilah sederet biang kerok keran air menetes, dikutip dari Swan’s Plumbing.

    1. Komponen Longgar atau Rusak

    Keran terdiri dari berbagai komponen, seperti ring-o, seal, washer, dan katup. Komponen tersebut sewaktu-waktu bisa longgar atau rusak. Kalau komponen longgar atau tidak dipasang dengan benar, keran air akan bocor.

    2. Washer Aus atau Rusak

    Kemudian, penyebab kebocoran keran yang paling umum adalah washer yang aus atau rusak. Washer merupakan plastik kecil atau segel karet di dalam gagang keran. Fungsinya untuk mencegah air mengalir saat keran ditutup.

    3. Korosi dan Penumpukan Mineral

    Keran air bocor dapat disebabkan oleh mineral dan endapan dari air. Hal itu menimbulkan korosi atau penyumbatan, sehingga mengganggu fungsi komponen keran.

    4. Tekanan Air Terlalu Besar

    Selain itu, tekanan air yang terlalu besar juga mengakibatkan keran bocor. Pasalnya, tekanan air dapat menekan komponen di dalam keran dan mengakibatkan kebocoran. Penghuni bisa memasang pengatur tekanan saluran air untuk mencegah kerusakan.

    5. Faktor Usia

    Faktor usia juga bisa jadi penyebab keran air menetes. Komponen keran lama-lama akan aus hingga menyebabkan kebocoran.

    6. Pipa Retak atau Rusak

    Air yang menetes tidak selalu berasal dari keran, tetapi bisa dari titik sambungannya. Hal ini disebabkan oleh pipa yang retak atau rusak.

    Itulah beberapa penyebab keran air menetes. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Keran Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Keran yang sudah menutup seharusnya tidak ada lagi air yang bisa keluar. Namun, kerap ditemui keran air yang sudah ditutup masih ada air yang menetes.

    Hal ini bukan hanya membuang-buang air, melainkan bisa menyebabkan kebisingan terutama jika wadah kerannya atau wastafelnya terbuat dari aluminium atau material yang bising.

    Dilansir Swan’s Plumbing terdapat beberapa faktor yang menyebabkan air keran terus menetes, bahkan setelah ditutup.


    1. Penutup Keran Tak lagi Rapat

    Kondisi ini biasanya disebut pula dengan penutup keran yang aus sehingga tidak bisa lagi rapat saat ditutup. Masalahnya ada pada segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

    2. Ada Bagian yang Berkarat dan Retak

    Bagian yang bisa saja longgar pada keran air adalah ring-o, seal, washer, dan katup sehingga ketika ditutup, tetap ada air yang keluar. Kelonggaran ini bisa dikarenakan ada karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian.

    3. Pemakaian Air Berlebihan

    Ternyata sering memakai air dengan jumlah besar bisa menyebabkan komponen di dalam keran tertekat dan menimbulkan retakan, kebocoran, hingga longgar. Alhasil lama kelamaan air bisa memiliki celah untuk terus keluar.

    Cara Memperbaiki Keran Air yang Kendur

    Dilansir My Plumber London dan Your Repair, berikut ini cara memperbaiki kran air yang menetes terus.

    1. Siapkan Peralatan

    Ketika hendak membersihkan sendiri, pemilik keran harus menyiapkan beberapa peralatan. Mulai dari kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

    2. Matikan Saluran Air

    Saat membongkar keran air, kondisi tangki air atau pompa dalam keadaan mati. Jika tidak, saat pipa dibuka air akan menyembur keluar dan membuat area sekitar basah.

    3. Pastikan Air Tidak Mengalir ke Saluran Pembuangan

    Pipa-pipa di rumah dipasang dengan saling terhubung. Saat air dimatikan dan tangki air masih berisi air pastikan air bersih tersebut tidak mengalir ke pipa pembuangan.

    4. Lepaskan Gagang Kran

    Setelah masalah air selesai, sekarang buka gagang keran terlebih dahulu. Cari sekrupnya untuk melepaskan dari leher keran. Simpan sekrup di tempat yang aman dan pastikan tidak tercampur dengan sekrup lainnya karena pasti akan banyak sekrup yang dilepas.

    5. Buka Cartridge atau Katup

    Keran biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai. Putar ke arah yang berlawanan dengan arah jarum jam. Setelah terbuka, simpan di tempat aman.

    6. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-o di dalam cartridge. Apabila bentuknya berubah dari bentuk awal atau adanya kerusakan, bagian tersebut harus segera diganti.

    7. Pasang Selotip Ledeng

    Jika keran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar di bagian atas, cara menghentikan air bisa dengan memasang selotip pipa secara melingkar.

    8. Susun Kembali Komponen Pipa

    Setelah menemukan letak kerusakan dan sudah selesai diperbaiki, pasang lagi seluruh komponen. Pastikan pemasangannya kencang, tetapi tidak terlalu kencang. Kamu bisa menggunakan kunci pas yang diputar searah jarum jam.

    9. Nyalakan Saluran Air

    Langkah terakhir adalah melakukan tes dengan dialiri air. Apabila setelah ditutup tidak ada yang menetes lagi, maka perbaikan tersebut berhasil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Keran Air Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Keran air masih bisa mengeluarkan tetesan air meski sudah ditutup secara rapat. Hal ini terkadang dibiarkan oleh banyak orang karena air yang menetes masih dianggap sangat sedikit.

    Namun, jika dibiarkan terus-menerus maka keran air yang menetes bisa memicu masalah. Bisa saja tetesan air semakin banyak dan memicu kebocoran pada keran air.

    Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab keran air sering menetes walau sudah ditutup secara rapat. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Keran Air Sering Menetes

    Dilansir situs Swan’s Plumbing, keran air selalu menetes disebabkan karena kondisi keran yang sudah aus sehingga tidak lagi bisa tertutup secara rapat. Bagian keran yang biasanya mudah aus adalah washer, yakni segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

    Penyebab lainnya karena bagian ring-o, seal, washer, dan katup air keran yang sudah longgar atau rusak, sehingga saat ditutup atau dibuka tetap masih ada air yang keluar. Kondisi ini bisa dipicu adanya karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian.

    Selain itu, terlalu sering membuka air keran secara lebar-lebar juga bisa memengaruhi usia keran, sehingga lebih cepat rusak. Soalnya, tekanan air yang terlalu tinggi dapat menekan komponen di dalam keran sehingga menyebabkan retakan halus yang tak terlihat.

    Cara Perbaiki Keran Air yang Rusak

    Memperbaiki keran air yang terus menetes masih bisa dilakukan secara mandiri tanpa perlu bantuan teknisi profesional. Dikutip dari My Plumber London dan Your Repair, berikut langkah-langkah memperbaikinya:

    1. Siapkan Alat

    Langkah pertama adalah mempersiapkan alat-alat, seperti kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

    2. Matikan Saluran Air

    Saat ingin membongkar keran air, pastikan air di rumah dalam keadaan kosong atau mati. Hal ini demi mencegah air tersembur secara tiba-tiba dan tidak ada air yang terbuang.

    3. Lepas Gagang Keran

    Jika sudah aman, buka gagang keran air terlebih dahulu secara perlahan. Jangan dibuka secara paksa karena bisa merusak keran.

    4. Buka Katup Keran

    Keran air biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai, lalu putar berlawanan searah jarum jam. Jika berhasil dibuka, ambil komponen tersebut.

    5. Cek Washer atau Ring-O

    Cek kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Jika dilihat dari bentuknya sudah tidak normal atau ditemukan ada kerusakan, maka segera diganti dengan yang baru.

    6. Pasang Selotip Ledeng

    Apabila keran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar bagian atas, maka cara menghentikan tetesan air bisa dengan memasang selotip pipa berwarna putih secara melingkar.

    7. Pasang Kembali Keran

    Kalau semua masalah sudah teratasi, pasang kembali keran dengan sempurna. Pastikan dipasang secara kencang dan tepat untuk mencegah terjadinya kebocoran di kemudian hari.

    8. Nyalakan Air

    Terakhir, cobalah buka keran air dan tutup kembali. Jika sudah tidak ada tetesan air yang keluar saat keran tertutup rapat, maka air keran sudah kembali normal.

    Itulah penyebab keran air sering menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com