Tag: sweater

  • 10 Tips Mencuci Pakaian yang Tak Banyak Orang Tahu



    Jakarta

    Mencuci merupakan aktivitas membersihkan pakaian dengan air dan sabun, kadang ditambah pewangi, lalu dijemur, dan setelah kering baru disetrika. Namun, pada kenyataannya ada kesalahan mencuci entah pakaian yang rusak, pakaian malah jadi bau, noda pakaian tidak hilang, atau bahkan bisa merusak mesin cuci.

    Dilansir dari situs Real Simple, pada Selasa (06/05/2025), berikut 10 tips mencuci yang harus diketahui agar mencegah kesalahan-kesalahan yang bisa menimbulkan kerugian.

    Jangan Pakai Pelembut Untuk Handuk

    Faktanya, handuk tidak perlu memakai pelembut pakaian. Hal ini dikarenakan pelembut pakaian dapat meninggalkan lapisan yang menahan bau dan menghambat penyerapan. Selain handuk, pakaian yang tidak perlu memakai pelembut adalah pakaian olahraga.


    Air Hangat dan Minyak Zaitun untuk Baju Wol

    Jika sweater atau baju rajutan mengalami penyusutan, sebetulnya pakaian tersebut bisa kembali ke bentuk semula setelah direndam pada wadah yang berisi air hangat serta ditambah satu sendok makan minyak zaitun. Rendam sweater selama dua hingga tiga jam, lalu letakkan di permukaan datar, kemudian tarik perlahan kembali ke ukuran semula.

    Suhu Air yang Tepat untuk Noda

    Ternyata suhu air adalah kunci untuk menghilangkan noda membandel pada pakaian. Gunakan air panas untuk noda yang sudah menempel karena air panas dapat melonggarkan serat pakaian.

    Cuci Jins Baru Supaya Tidak Luntur

    Jika punya pakaian berbahan denim atau jins yang baru saja dibeli, maka pakaian itu wajib dicuci terlebih dahulu. Cuci jins menggunakan air dingin agar warnanya tidak luntur dan mengotori pakaian lain. Untuk perlindungan ekstra, tambahkan ½ cangkir cuka putih pada pencucian pertama untuk menjaga warnanya tetap utuh.

    Pemanis Buatan untuk Noda Minyak

    Pakaian yang terkena noda minyak bisa hilang dengan pemanis buatan. Caranya cukup gosok pada noda, diamkan selama beberapa menit, lalu sikat dan bilas. Pemanis akan menyerap minyak sehingga ketika dicuci seperti biasa bisa dengan mudah hilang.

    Cuka dan Soda Kue untuk Bau pada Pakaian Olahraga

    Pakaian olahraga cenderung lebih beraroma tidak sedap karena banyak kuman dan bakteri akibat campuran kotoran dan keringat. Cara yang bisa dilakukan adalah siapkan ember berisi air dingin lalu tambah secangkir cuka dan secangkir soda kue. Kemudian, rendam pakaian semalaman. Pilihan lainnya adalah tambahkan cuka ke pelembut kain di mesin cuci.

    Sabun Cuci Piring untuk Noda Minyak

    Sama seperti pemanis buatan, sabun cuci piring juga bisa dipakai untuk menghilangkan noda minyak yang membandel pada pakaian. Sebelum dicuci seperti biasa, oleskan sabun cuci piring pada noda lalu biarkan selama 10 menit.

    Pakai Kantong Jaring

    Menggunakan kantong jaring untuk mencuci pada pakaian yang halus dan kecil, seperti kaus kaki dan topi akan sangat bermanfaat. Hal ini untuk mencegah serat halus kain yang terlepas dan dapat membuat saluran air mampet.

    Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Cucian ke Pengering

    Memasukkan terlalu banyak pakaian ke dalam pengering dapat membuat pengering menjadi rusak. Drum pengering yang terlalu penuh menyebabkan pakaian tidak dapat bersirkulasi dengan baik. Sebaiknya cucian yang dimasukkan ke dalam pengering tidak lebih dari ⅔ muatan drum.

    (zlf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci, Bisa Cepat Rusak!


    Jakarta

    Mesin cuci berfungsi untuk mencuci pakaian agar lebih bersih dan wangi. Namun, beberapa orang mengandalkan mesin cuci untuk membersihkan segala barang yang ada di rumah.

    Padahal, tidak semua barang dapat dicuci dengan mesin cuci. Alih-alih jadi bersih dan wangi, barang tersebut malah cepat rusak dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

    Ingin tahu apa saja barang-barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Barang-barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci

    Walau berfungsi untuk mencuci pakaian, tetapi tidak semua pakaian ataupun barang di rumah dapat dicuci di mesin cuci. Dilansir situs Better Homes & Gardens, Senin (17/11/2025), berikut sejumlah barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci.

    1. Sepatu Kulit dan Suede

    Tidak masalah jika mencuci sepatu di mesin cuci, tetapi ada beberapa jenis bahan sepatu yang dilarang, seperti sepatu kulit dan suede. Sebab, sepatu jenis ini bisa rusak jika direndam dalam air sehingga perlu metode yang tepat untuk mencucinya.

    Sedangkan jenis sepatu yang terbuat dari kanvas, katun, nilon, atau poliester masih aman dicuci pakai mesin cuci. Namun, tetap disarankan mencucinya secara manual menggunakan tangan.

    2. Sweater Kasmir

    Secara umum, banyak sweater yang aman dicuci dengan mesin cuci. Namun, sweater berbahan kasmir (bulu halus kambing) sebaiknya dicuci menggunakan tangan. Jika mencucinya pakai mesin cuci maka bisa merusak bahan sweater.

    3. Pakaian yang Hanya Bisa Dicuci Tangan

    Setiap pakaian memiliki care label atau label perawatan pakaian untuk mengetahui cara merawat baju dengan tepat. Nah, ada beberapa jenis pakaian yang tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci karena pakaian tersebut bisa mudah rusak.

    Agar pakaian lebih awet dan bisa digunakan dalam waktu lama, disarankan untuk mencucinya secara manual menggunakan tangan. Beberapa jenis pakaian juga disarankan untuk dicuci tanpa air atau dry cleaning.

    4. Pakaian Berbahan Sutra dan Satin

    Pakaian yang menggunakan bahan sutra, satin, renda, atau sifon akan cepat rusak jika dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, bahan pakaian ini rentan tersangkut di mesin cuci atau menyusut.

    Pertimbangkan untuk mencuci pakaian secara manual daripada berisiko merusak baju. Kalau ragu, pakaian bisa dibawa ke penatu (laundry).

    5. Pakaian Berukuran Sangat Kecil

    Beberapa pakaian berukuran sangat kecil seperti kaus kaki bayi tidak disarankan dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, pakaian yang terlalu kecil berisiko dapat menyumbat saluran pembuangan air.

    Solusinya, masukkan pakaian berukuran kecil ke dalam kantong jaring agar bisa dicuci di mesin cuci. Selain lebih aman, cara ini juga dapat mencegah pakaian mudah rusak.

    6. Selimut Tebal dan Besar

    Mencuci selimut yang tebal dan besar sebaiknya jangan menggunakan mesin cuci di rumah. Sebab, beban yang berat dapat menghambat motor mesin cuci untuk bekerja secara optimal sehingga lebih cepat panas dan berpotensi rusak.

    Selain itu, beban yang berat membuat mesin cuci tidak mampu berputar secara maksimal sehingga selimut akan tetap kotor. Disarankan membawa selimut tebal ke laundry agar bisa dicuci secara bersih.

    Demikian enam barang yang sebaiknya jangan dicuci di mesin cuci. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah


    Jakarta

    Banyak orang yang memilih untuk menjemur pakaian di luar ruangan, dibandingkan menggunakan mesin cuci yang bisa mengeringkan pakaian. Beberapa di antaranya menjemur pakaian di depan rumah.

    Namun, cara ini sebenarnya memiliki beberapa kekurangan yang bisa dipertimbangkan. Apa saja alasan sebaiknya tidak menjemur pakaian di depan rumah?

    4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah

    Beberapa alasan sebaiknya tidak menjemur baju di depan rumah. Mengutip laman The Spruce, berikut penjelasannya.


    1. Rentan Terkena Polusi dan Bau Tak Sedap

    Saat dijemur depan rumah, pakaian bisa menyerap bau dari polusi kendaraan yang lewat. Sama halnya jika rumah berdekatan dengan peternakan hewan atau pabrik. Aroma khas dari kedua tempat tersebut bisa menempel di pakaian yang bersih.

    2. Adanya Serangga dan Hewan Lainnya

    Menjemur baju di depan rumah juga memungkinkan dihinggapi serangga hingga kotoran hewan seperti burung yang sulit dihilangkan. Jika hal ini terjadi, kamu perlu mencuci ulang baju yang sudah kering.

    Jadi, penting untuk berhati-hati saat menggantungkan pakaian di luar ruangan.
    Pakaian dengan benang yang menggantung seperti sweater rajut juga bisa menarik perhatian burung yang melihatnya.

    3. Kondisi Cuaca Buruk

    Pakaian akan mengandalkan cuaca yang cerah agar bisa kering secara efektif. Angin yang kencang juga bisa menerbangkan kotoran dan debu yang menempel di pakaian.

    Sementara, jika ada hujan deras, pakaian tidak akan kering. Apalagi jika hal tersebut terjadi saat tidak ada orang di rumah. Pakaian bisa benar-benar basah karena tak sempat diangkat.

    4. Merusak Estetika

    Tali jemuran bisa dianggap menurunkan nilai estetika rumah. Bahkan, di luar negeri beberapa asosiasi pemilik rumah melarang menjemur pakaian di depan rumah. Sebab, adanya jemuran tersebut dianggap menurunkan nilai properti.

    Meski demikian, dibandingkan dengan hanya mengandalkan pengering mesin cuci, menjemur pakaian di bawah sinar matahari, seperti di depan rumah memiliki beberapa kelebihan. Mulai dari mencerahkan pakaian putih, menjaga ukuran pakaian tanpa membuatnya menyusut, hingga menghemat listrik.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com