Tag Archives: swing trading

Hal Penting Sebelum Melakukan Swing Trading dengan XTRA Trade Limit Ajaib


Jakarta

Hadirnya berbagai aplikasi investasi saham seperti Ajaib semakin memudahkan trader untuk melakukan aktivitas trading secara langsung melalui aplikasi dan memperbesar potensi profit dengan XTRA Trade Limit.

XTRA Trade Limit adalah fitur unggulan Ajaib yang memberikan tambahan buying power hingga 6x lebih banyak dari total dana yang dimiliki. Adanya fitur ini akan memberikan fleksibilitas pada trader untuk lebih leluasa membeli saham dalam jumlah lebih banyak.

Sehingga trader bisa segera memanfaatkan momentum pasar untuk memperbesar potensi profit.


Berbeda dari fitur XTRA Day Trading, XTRA Trade Limit memungkinkan trader beli saham dengan tambahan buying power hingga 6x untuk transaksi di lebih dari 140 saham pilihan. Selain itu, periode hold saham yang dibeli dengan XTRA Trade Limit juga lebih lama, yaitu hingga 4 hari atau lebih.

Fasilitas XTRA Trade Limit mempunyai batas waktu pengembalian kewajiban hingga 2 hari bursa setelah transaksi dilakukan. Trader akan dikenakan Biaya Trade Limit serta suspend buy pada hari ke 3 bursa (T+3) dan jual otomatis pada hari ke 4 bursa (T+4) jika belum memenuhi kewajiban.

“Fitur XTRA Trade Limit ini cocok untuk swing trader karena fitur ini memaksimalkan profit melalui tambahan modal dengan jatuh tempo yang lebih lama. Swing trader dapat memanfaatkan momentum reboundnya IHSG untuk time frame trading lebih panjang,” ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).

Menurut Ratih, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari fitur XTRA Trade Limit ini, yaitu:

● Potensi profit lebih besar dengan adanya XTRA buying power, sehingga trader bisa beli saham lebih banyak. Semakin banyak jumlah saham yang dimiliki, semakin besar pula potensi profit yang bisa Anda raih. Namun, tentu potensi risikonya juga lebih besar.

● Cepat memanfaatkan momentum pasar, trader bisa langsung melakukan pembelian saham saat momentum pasar sedang tepat meskipun dengan modal terbatas.

● Periode trading lebih lama, saham yang dibeli dengan XTRA Trade Limit dapat di-hold hingga 4 hari atau lebih.
Sebelum memulai aktivitas trading untuk mendapatkan potensi profit, Ratih memberikan beberapa tips agar swing trading dengan XTRA Trade Limit semakin profit.

1. Analisis Trend

Analisis Trend merupakan yang utama dalam teknikal. Saham dengan major trend bullish akan memiliki potensi kenaikan yang lebih besar.
Gunakan indikator Moving Average (MA) 100 untuk melihat trend jangka panjang. Setelah itu, trader dapat memanfaatkan koreksi minor untuk beli di area support menggunakan MA 20 dan MA 5.

2. Identifikasi Chart Pattern

Swing trader dapat memanfaatkan sinyal akumulasi dalam fase reversal jangka menengah menggunakan pola teknikal, seperti double sottom, inverse head and shoulder dan rounding bottom. Selain itu, pola candlestick juga dapat digunakan untuk melihat pola reversal yang lebih pendek.

3. Manajemen Risiko

Tentukan batas stop-loss dan take-profit sebelum melakukan trading. Ini membantu memaksimalkan potensi profit yang lebih besar dan juga memitigasi risiko kerugian.
Level support dapat membantu trader menentukan titik stop loss, sedangkan level resistance digunakan untuk merealisasikan profit.

Untuk informasi lebih lanjut terkait fitur XTRA Trade Limit, kunjungi website ajaib.co.id dan instagram @ajaib_investasi.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

(ncm/ega)



Sumber : finance.detik.com

Swing Trading vs Scalping, Mana Cocok untuk Kripto?


Jakarta

Ada banyak strategi yang dapat diterapkan untuk mendapatkan keuntungan di pasar kripto di mana salah satunya adalah dengan memanfaatkan pergerakan harga mata uang kripto. Salah dua strategi yang populer adalah swing trading dan scalping.

Namun, kedua pendekatan ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Penasaran apa itu swing trading vs scalping? Nah berikut adalah penjelasnya.

Apa Itu Swing Trading dan Scalping?


Swing trading adalah strategi perdagangan yang bertujuan untuk memanfaatkan pergerakan harga yang lebih besar dalam jangka menengah. Seorang trader yang menggunakan pendekatan ini biasanya akan memegang posisi lebih lama dari beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada potensi pergerakan harga yang dapat diperkirakan.

Metode swing trading seringkali melibatkan analisis teknikal yang mendalam untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang optimal.

Sebaliknya scalping adalah strategi yang lebih agresif dan berfokus pada perdagangan jangka sangat pendek. Trader yang menggunakan strategi ini berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga kecil yang terjadi dalam hitungan menit atau bahkan detik.

Scalping memerlukan kecepatan eksekusi yang tinggi dan sering kali dilakukan dengan volume perdagangan yang besar.

Perbedaan Utama Swing Trading dan Scalping

Jangka Waktu dan Tujuan

Perbedaan utama antara swing trading dan scalping terletak pada jangka waktu dan tujuan keuntungan. Swing trading memanfaatkan pergerakan harga dalam beberapa hari hingga minggu sehingga Anda sebagai trader atau investor dapat menganalisa lebih lama sambil memantau posisi.

Sebaliknya scalping berfokus pada range trading yang lebih pendek dari pergerakan harga kecil dalam waktu yang sangat singkat.

Tingkat Risiko hingga Pengelolaan Modal

Scalping cenderung memiliki risiko lebih tinggi karena melibatkan banyak transaksi dalam waktu singkat yang dapat mengakibatkan kerugian cepat jika pasar bergerak tidak sesuai harapan. Sementara itu swing trading dapat diasumsikan lebih kecil resikonya karena memberi lebih banyak waktu dalam menganalisis pergerakan pasar sebelum mengambil keputusan.

Swing trading memungkinkan investor untuk lebih berhati-hati dalam memilih posisi dan memantau tren pasar dalam waktu yang lebih lama. Namun, meskipun resikonya lebih terkendali dalam menjalankan swing trading juga memerlukan disiplin yang lebih besar dalam mengelola posisi selama beberapa hari atau minggu.

Keterampilan yang Dibutuhkan

Scalping mengharuskan trader untuk memiliki keterampilan eksekusi cepat, karena keputusan harus dibuat dalam hitungan detik. Anda sebagai trader scalper harus terbiasa dengan volatilitas pasar dan spreads kecil yang membutuhkan ketepatan tinggi dalam eksekusi transaksi.

Di sisi lain swing trading membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang analisis teknikal dan fundamental yang mendasari pergerakan harga kripto dalam periode waktu yang lebih panjang. Trader swing harus dapat mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang tepat serta memanfaatkan tren pasar.

Mana yang Lebih Cocok untuk Kripto?

Volatilitas Pasar Kripto

Kripto dikenal dengan volatilitas yang sangat tinggi. Harga mata uang kripto dapat naik dan turun dalam waktu sangat singkat yang memberikan peluang besar bagi trader untuk mendapatkan keuntungan. Dalam kondisi ini, kedua strategi baik itu swing trading dan scalping memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

● Swing Trading

Karena pergerakan harga dalam kripto seringkali sangat besar dalam jangka menengah maka swing trading memungkinkan untuk memanfaatkan fluktuasi harga yang lebih signifikan.

Sebagai trader swing dapat mengatur posisi untuk mendapatkan keuntungan dari tren jangka menengah yang sering kali lebih menguntungkan di pasar kripto yang sangat volatile.

● Scalping

Di sisi lain scalping dapat memberikan keuntungan lebih cepat dalam kondisi pasar yang sangat fluktuatif. Namun, karena seringkali melibatkan transaksi dalam volume besar dan dalam waktu singkat maka scalping membutuhkan kecepatan eksekusi yang tinggi dan mungkin lebih cocok bagi yang memiliki banyak waktu untuk memantau pasar dan siap menghadapi risiko tinggi.

Waktu yang Tersedia

Jika Anda memiliki waktu terbatas untuk memantau pergerakan pasar, swing trading mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Melalui strategi ini investor hanya perlu memantau pasar beberapa kali sehari dan menganalisis tren pasar secara menyeluruh.

Sebaliknya, scalping mengharuskan Anda untuk aktif memantau pasar sepanjang waktu bahkan bisa saja Anda perlu melakukan ratusan transaksi dalam sehari.

Toleransi Terhadap Risiko

Jika Anda lebih menyukai pendekatan yang lebih santai dan dapat mengelola risiko dengan baik maka swing trading lebih cocok untuk Anda. Meskipun risiko tetap ada namun Anda memiliki waktu untuk menganalisis pasar dan menyesuaikan posisi jika terjadi perubahan besar.

Sebaliknya scalping membutuhkan kemampuan untuk menghadapi volatilitas yang lebih cepat dan memerlukan pengelolaan risiko yang lebih ketat.

Mana yang Menguntungkan?

Baik swing trading maupun scalping dapat menguntungkan tergantung pada preferensi pribadi. Jika mampu memanfaatkan tren pasar dalam jangka menengah dan memiliki ketahanan terhadap pergerakan harga besar maka swing trading dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Namun, jika mampu melakukan eksekusi transaksi dengan cepat dan ingin mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga kecil dalam waktu singkat maka scalping bisa menjadi pilihan yang menguntungkan. Kedua strategi memiliki potensi keuntungan dan juga membawa risiko yang harus dikelola dengan bijak.

Jika Anda tertarik untuk mencoba salah satu strategi di atas maka Tokocrypto adalah exchange ideal yang bisa Anda andalkan. Ada berbagai fasilitas trading kripto yang bisa dimanfaatkan dan tampilan interfacenya sangat memudahkan. Daftar sekarang dan mulai perjalanan trading Anda di dunia kripto bersama Tokocrypto.

(ega/ega)



Sumber : finance.detik.com