Tag: tahan air

  • Cek dan Basmi! Ini 6 Tempat Persembunyian Nyamuk di Rumah


    Jakarta

    Nyamuk adalah hewan yang bisa ditemukan di mana saja baik di dalam maupun di luar rumah. Bahkan kedatangannya tidak menentu, terkadang rumah sama sekali tidak diganggu nyamuk, ada suatu waktu nyamuk banyak sekali di rumah. Maka dari itu, minimal kita harus tau tempat-tempat apa saja yang disukai oleh nyamuk agar di waktu apa pun, nyamuk tidak bisa datang lagi ke rumah.

    Sebelum itu, kamu harus mengetahui dahulu apa yang disukai nyamuk untuk tempat tinggalnya. Nyamuk adalah hewan yang menyukai genangan air. Di sana, dia bisa berkembang biak dengan baik. Maka dari itu, saat marak terjangkit penyakit DBD, salah satu pencegahannya adalah dengan menutup genangan.

    Lalu, nyamuk mudah mendeteksi berbagai senyawa, salah satunya karbondioksida, maka dari itu, dia suka menghampiri manusia dan berada di halaman rumah.


    “Karbon dioksida adalah sinyal terbaik bagi hewan berdarah panas, dan mereka dapat merasakannya dari jarak hingga 9 meter, jarak yang cukup jauh,” kata Peneliti Universitas Washington, Jeff Riffell seperti yang dikutip dari The Christian Science Monitor.

    “Dan kemudian mereka mulai menggunakan penglihatan dan bau badan lainnya untuk membedakan apakah kita anjing, rusa, sapi, atau manusia. Mungkin itulah cara mereka membeda-bedakan calon inang darah,” lanjutnya.

    Lantas, tempat-tempat mana saja yang sering jadi tempat persembunyian nyamuk? Melansir dari berbagai sumber pada Jumat (23/8/2024), berikut di antaranya.

    1. Genangan Air

    Menurut USA Today, seperti yang disebutkan sebelumnya, nyamuk sangat menyukai genangan air karena dijadikan sebagai tempat berkembang biak. Genangan air ini tidak hanya di tanah atau lantai yang cekung. Nyamuk juga bisa memanfaatkan sisa air di bawah pot, air yang menggenang di benda yang tahan air, dan ember di rumah.

    Maka dari itu, usahakan tidak ada air yang bersisa di ember atau wadah yang letaknya di luar ruangan atau ruang terbuka.

    2. Tumpukan Barang dan Area yang Gelap

    Di rumah pasti ada sudut rumah digunakan untuk menyimpan barang yang tidak terpakai. Sudut ini juga biasanya jarang dibersihkan karena jarang dilalui atau tertutup. Ternyata area seperti ini penuh dengan barang adalah tempat yang disukai oleh nyamuk.

    3. Bagian Bawah Sudut Dinding

    Dikutip dari Best Life, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal PNAS Nexus menemukan bahwa menyemprot bagian bawah dinding dengan insektisida dapat membasmih nyamuk di rumah. Hal ini dikarenakan adanya panas, sementara lebih suka tinggal di tempat yang lebih dingin.

    4. Dapur

    Selain halaman depan dan kamar mandi, dapur adalah tempat yang juga bisa banyak genangan karena ada wastafel.

    5. Dekat Tanaman

    Tanaman dalam ruangan yang terlalu banyak air dapat menarik nyamuk, terutama di dekat jendela yang terbuka. Coba selalu cek bagian bawah pot apakah ada genangan air atau tidak, selain itu cek juga kondisi tanah terlalu berair atau tidak.

    6. Kamar Mandi

    Salah satu sumber air di rumah, kamar mandi merupakan tempat yang disukai oleh nyamuk untuk bersembunyi.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 6 Tempat Favorit Nyamuk di Rumah, Segera Basmi!


    Jakarta

    Nyamuk adalah hama yang kerap terlihat berterbangan di dalam rumah. Serangga ini cukup mengganggu penghuni karena bisa menghisap darah sampai menimbulkan sensasi gatal pada kulit.

    Selain membuat gatal, nyamuk juga dapat membawa penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD). Oleh karena itu, penghuni sebaiknya memastikan rumah bebas nyamuk.

    Nyamuk ini dapat bersembunyi di berbagai tempat di dalam rumah. Penghuni bisa coba periksa tempat-tempat yang disukai nyamuk, lalu membasminya dengan semprotan anti serangga.


    Lantas, di mana tempat favorit nyamuk untuk bersembunyi? Simak penjelasannya berikut ini.

    Tempat Persembunyian Nyamuk di Rumah

    Inilah beberapa lokasi yang paling disukai nyamuk, dirangkum dari beberapa sumber.

    1. Bagian Bawah Sudut Dinding

    Dilansir dari Best Life, berdasarkan penelitian dari jurnal PNAS Nexus menemukan menyemprot insektisida pada bagian bawah dinding dapat membasmi nyamuk. Hal ini dikarenakan adanya panas, sementara nyamuk lebih suka tinggal di tempat yang lebih dingin.

    2. Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah tempat yang disukai nyamuk buat bersembunyi. Nyamuk tertarik dengan tempat yang ada sumber air, salah satunya kamar mandi.

    3. Dapur

    Tak hanya kamar mandi, dapur juga ruang yang ada sumber air yang disukai nyamuk. Dapur adalah tempat yang banyak genangan, terutama wastafel.

    4. Dekat Tanaman

    Tanaman hias di dalam ruangan menjadi tempat persembunyian yang menarik bagi nyamuk. Apalagi kalau tanaman terlalu banyak air dan berada di dekat jendela yang terbuka.

    Penghuni sebaiknya selalu cek bagian bawah pot apakah ada genangan air atau tidak. Lalu, periksa juga kondisi tanah terlalu berair atau tidak.

    5. Genangan Air

    Dikutip dari USA Today, seperti diketahui, nyamuk sangat menyukai genangan air. Sebab, itulah tempat nyamuk berkembang biak.

    Nah, genangan air ini bisa muncul di tanah atau lantai yang cekung. Nyamuk juga bisa memanfaatkan sisa air di bawah pot, air yang menggenang di benda yang tahan air, dan ember di rumah.

    Kalau nggak mau rumah jadi sarang nyamuk, penghuni perlu memastikan tidak ada air yang tersisa di ember atau wadah yang letaknya di luar ruangan atau ruang terbuka.

    6. Tumpukan Barang

    Kemungkinan besar setiap rumah punya area atau sudut rumah untuk menyimpan barang tak terpakai. Tempat tersebut juga jarang dibersihkan dan barang menumpuk. Ternyata area seperti ini penuh dengan barang adalah tempat yang disukai oleh nyamuk, lho.

    Itulah beberapa titik yang perlu penghuni rumah waspadai karena bisa jadi tempat persembunyian nyamuk. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Material yang Cocok buat Dinding Shower, Nggak Gampang Jamuran


    Jakarta

    Dinding kamar mandi tidak cukup dilapisi dengan cat anti air, bagian ini butuh material tambahan agar tidak mudah ditumbuhi jamur. Material ini tentu yang harus tahan dari air, mudah dibersihkan, dan tidak gampang berjamur.

    Adapun, area yang wajib dilapisi dengan material tambahan adalah area shower. Sebab, area ini mudah sekali lembap karena cipratan air dan pengaruh panas dari air panas jika shower tersebut memakai water heater.

    Jadi, pastikan material dinding shower tidak sembarangan. Sebagai referensi, dilansir The Spruce, berikut 10 material terbaik digunakan untuk dinding shower.


    1. Batu Alami

    Batu alami merupakan material yang memiliki kualitas dan penampilan yang bagus. Namun, biasanya harganya cukup mahal. Bahan ini tahan terhadap panas, kerusakan abrasif, dan kerusakan akibat benturan.

    Kekurangan batu alami adalah bisa keropos atau terkikis oleh air. Sebagai gambaran, batu-batu di sekitar air terjun dan sungai yang sudah beratus tahun di aliran air tersebut pasti ada bagian yang berubah karena kontak secara terus menerus dengan air. Proses pengikisannya memakan waktu yang lama, bukan dalam hitungan belasan tahun saja.

    2. Kaca

    Material kedua adalah kaca. Material satu ini bisa membuat tampilan kamar mandi tampak elegan. Selain itu, mudah dibersihkan dan mudah mendeteksi apabila terdapat kotoran. Kaca juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut, serta tahan terhadap noda karena kaca merupakan bahan yang tidak berpori.

    Namun seperti cermin, kaca rentan terhadap tekanan. Apabila tidak sengaja menekan terlalu berat pada permukaannya atau ada benda yang jatuh dan menyenggol kaca bisa pecah berserakan. Pecahan kaca ini juga bisa berbahaya bagi penggunanya.

    3. Granit

    Granit merupakan salah satu material yang memiliki tampilan yang indah tetapi tidak semahal marmer. Ubin yang terbuat dari batu alam ini hadir dalam berbagai warna dan terdapat pola unik yang tercipta dari bentukan alami granit. Granit cocok untuk dinding shower karena tahan panas, tahan gores, dan tahan noda.

    Perlu diketahui granit materialnya berpori namun rentan terhadap air. Biasanya granit disegel dengan benar sebelum pemasangan dan ditutup kembali secara teratur setiap satu atau dua tahun sekali untuk melindungi kualitasnya dari air tidak akan menjadi masalah.

    4. Akrilik

    Pilihan material selanjutnya untuk dinding shower adalah akrilik. Material ini banyak dipakai sebagai dinding pembatas antara area basah dan kering di kamar mandi. Tampilannya yang transparan juga indah dilihat seperti kaca. Harganya juga relatif terjangkau dan tahan terhadap jamur.

    5. Fiberglass

    Material fiberglass juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut sehingga lebih mudah dirawat dan dijaga kebersihannya. Dinding shower fiberglass umumnya juga relatif mudah dipasang. Jadi ini bisa jadi referensi material dinding shower selain ubin keramik, porselen, atau kaca mungkin kamu dapat memilih material fiberglass untuk dinding shower.

    6. Marmer

    Marmer merupakan jenis material yang sering digunakan untuk interior yang mewah karena harganya yang mahal dan tampilannya yang indah. Material ini lebih ringan dari granit sehingga pemasangannya lebih mudah. Mirip batu alam lainnya, marmer juga berpori sehingga perlu perawatan secara rutin. Perlu juga diingat bahwa jika marmer tidak dirawat dengan benar, marmer dapat retak atau pecah.

    7. Keramik

    Material keramik merupakan material yang paling umum dipakai di Indonesia karena harganya yang murah dan tampilannya yang beragam. Keramik tahan terhadap noda sehingga hanya perlu dibersihkan seminggu sekali untuk mencegah jamur dan lumut menumpuk. Namun, keramik rentan retak, terkelupas, dan tergores.

    8. PVC Laminasi

    PVC Laminasi adalah pilihan yang ringan dan terjangkau serta relatif mudah dipasang. Meskipun material ini tahan terhadap panas, air, noda, dan jamur, namun rentan terhadap kerusakan abrasif. Oleh karena itu, berhati-hatilah selama dan setelah pemasangan agar tidak menggores, memotong, atau mengiris laminasi.

    9. Porselen

    Material porselen dikenal punya tingkat keawetan dan ketahanan air yang lebih tinggi dibandingkan material keramik meskipun tampilan kedua material tersebut mirip. Walaupun ubin ini rentan terkelupas dan retak, ubin porselen tahan terhadap goresan, noda, dan pertumbuhan jamur.

    10. Permukaan Solid

    Material terakhir ini punya permukaan padat yang mudah dibersihkan dan hanya perlu dibersihkan setiap dua minggu sekali, namun perlu diingat bahwa dinding shower ini rentan terhadap kerusakan akibat benturan. Jika sudah penyok atau retak, dinding dengan permukaan padat akan sulit diperbaiki sehingga pengguna harus berhati-hati agar tidak merusak dinding saat menggunakan shower.

    Itulah beberapa material yang cocok untuk area shower kamar mandi, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hujan Deras Tak Masalah! Begini Cara Bikin Dinding Rumah Anti Rembes dan Jamur



    Jakarta

    Kelembapan dan rembesan air adalah tantangan nyata bagi kenyamanan dan keawetan dinding rumah. Terlebih di Indonesia sebagai daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Untuk itu, pemilihan material dinding menjadi kunci dalam menjaga struktur dan estetika rumah agar tetap aman, kering, dan tahan lama.

    Air hujan bisa merembes di dinding rumah karena beberapa faktor. Bisa jadi karena air masuk melalui pori-pori material atau karena sambungan yang tidak rapat. Kemudian, kelembapan yang terperangkap dalam dinding, dapat menyebabkan cat mengelupas, jamur tumbuh, plaster rusak, serta menurunnya ketahanan interior.

    Dilansir dari situs Cohoom, kelembapan bisa meresap ke dalam rumah melalui kebocoran pada fondasi, udara lembap, kondensasi, atau percikan air sehari-hari. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan kerusakan serius, seperti cat yang mengelupas, munculnya jamur, serta plester yang rusak.


    Karena itu, penting untuk menggunakan material anti rembes untuk mencegah air hujan merembes ke dinding rumah. Berikut beberapa material anti rembes.

    1. Cat Waterproof

    Cat waterproof adalah solusi praktis dan efektif untuk melindungi dinding rumah dari rembesan air. Selain mudah diaplikasikan, cat ini membentuk lapisan pelindung yang mencegah kerusakan seperti cat mengelupas, plester retak, atau pertumbuhan jamur.

    Cat ini memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Cat berbasis akrilik air, dikenal fleksibel dan mudah diaplikasikan. Cat berbasis minyak, menawarkan daya tahan dan resistensi kelembapan yang lebih tinggi, cocok untuk area dengan kelembapan tinggi. cat berbasis silikon, dikenal paling tahan air karena permukaannya bersifat anti air dan bisa membiarkan uap air keluar sehingga tidak mengurus kelembapan.

    2. Plester Anti Air

    Plester anti air adalah lapisan struktural yang biasanya diterapkan sebelum cat atau finishing. Material ini berfungsi sebagai penghalang utama terhadap rembesan air.

    Beberapa hal perlu diperhatikan saat menggunakan material ini. Terdapat metode plester dengan tambahan aditif anti air untuk meningkatkan resistensi air. Untuk area yang sangat lembap atau basah, plester ini sangat penting untuk mencegah air merembes melalui kelembapan dan kebocoran.

    3. Material Modern dan Teknologi Baru

    Selain cat dan plester dengan metode umum, terdapat juga material modern dengan bahan maksimal untuk menahan air dan jamur. Material seperti beton telah banyak digunakan sebagai dinding tahan air. Teknologi nano struktur juga banyak digunakan untuk proses waterproofing agar bangunan menjadi kedap air.

    Dilansir dari situs Better Homes & Gardens, penggunaan material plester kapur juga banyak digunakan saat ini. Penggunaannya dengan cara dipoles dan dilapisi sabun agar tahan air. Material ini populer sebagai pilihan yang estetis sekaligus fungsional untuk dinding agar tidak lembab.

    Cat waterproof memberikan proteksi permukaan yang relatif mudah diterapkan. Kemudian plester anti‑air memastikan struktur dinding mendapat perlindungan dasar. Sedangkan material modern, menawarkan solusi jangka panjang dengan fitur tahan air dan estetika tinggi.

    Dengan pemilihan dan penerapan yang tepat, dapat memastikan dinding rumah tetap kering dan awet. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com