Tag: tahan

  • 4 Faktor Penyebab Dapur Terasa Lembap dan Panas Meski Tidak Dipakai


    Jakarta

    Dapur hampir setiap hari pasti digunakan selama ada penghuni di dalamnya. Ruangan ini seharusnya dibuat sama nyamannya seperti kamar tidur karena terkadang memasak membutuhkan waktu yang lama dan bisa dilakukan tanpa duduk.

    Kenyataannya sering ditemui beberapa dapur terasa pengap, lembap, panas, dan tidak nyaman untuk berada lama-lama di dalamnya. Kondisi ini bukan dikarenakan kompor sedang menyala atau banyak sumber panas sedang digunakan. Melainkan ada faktor eksternal yang terkadang tidak disadari oleh penghuni rumah.

    Kondisi dapur yang panas dan lembap meski tidak digunakan juga bisa memicu percepatan munculnya jamur di dinding, kitchen set hingga ke plafon. Munculnya jamur hitam pada area rumah dapat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyerang sistem pernapasan.


    Lantas, apa saja faktor yang dapat memicu dapur terasa panas dan lembap selain kesalahan terhadap desain dapur tersebut?

    Dilansir dari Europe Enchanting, berikut beberapa penyebab dapur terasa panas dan lembap beserta cara mengatasinya.

    1. Ventilasi Udara

    Ventilasi udara adalah komponen penting pada rumah yang tidak boleh dilewatkan, terutama pada bagian dapur dan kamar mandi. Fungsinya bukan hanya untuk akses cahaya alami masuk ke dalam rumah, melainkan untuk jalur pertukaran udara panas di dalam dengan area luar yang segar. Dengan begitu, dapur tidak akan terasa lembap.

    Apabila sudah terlanjur membuat dapur tanpa ventilasi, siasati dengan memasang AC sehingga dapur tidak akan terasa panas dan tidak begitu lembap. Bisa juga memakai kipas angin, tetapi kurangnya adalah tidak bisa membuat suhu jadi lebih sejuk.

    2. Curah Hujan

    Faktor luar yang menyebabkan dapur terasa panas dan lembap adalah suhu udara di luar yang turun drastis serta kandungan air di udara jadi lebih tinggi. Apabila bagian dapur terdapat pintu area belakang, ini dapat menyebabkan udara dingin tersebut mudah masuk ke area dapur. Oleh karena itu udara di dapur terasa menyesakkan.

    Untuk menjaga dapur tetap kering adalah dengan memakai cat tahan air pada dinding rumah bagian luar. Pastikan cat tersebut tahan terhadap jamur, lumut, dan bisa mencegah air hujan meresap ke dalam dinding. Selain itu, juga lakukan waterproofing pada atap rumah, supaya air hujan tidak merembes masuk melalui atap.

    3. Lantai Tidak Tahan Air

    Kelembapan juga bisa muncul dari lantai. Hal ini ditandai dengan lantai yang selalu basah atau terasa dingin padahal udara sedang panas. Penyebab lantai menjadi celah masuknya kelembapan adalah lapisan adukan semen pada lantai tidak kedap air dan penuh. Air tanah memiliki celah untuk naik dan merembes ke lantai.

    Cara mengatasinya mau tidak mau harus dengan membongkar lantai sampai ke dasar fondasinya. Hal ini dilakukan hanya jika kondisi lantai sudah sangat buruk.

    4. Kamar Mandi

    Sebenarnya ada anjuran untuk tidak meletakkan dapur di dekat kamar mandi. Menurut paham feng shui, hal itu dapat memengaruhi aliran energi baik di rumah atau qi.

    Selain dari feng shui, letak dapur dekat dengan kamar mandi juga bisa menjadi salah satu faktor ruangan tersebut terasa panas dan lembap. Biasanya kamar mandi sering terpapar air dan jarang kering serta minim ventilasi udara sehingga memengaruhi kelembapan sekitar.

    Apabila tata letak di rumah tidak bisa diubah, cara mengatasinya adalah dengan memasang exhaust fan. Perangkat elektronik ini adalah kipas angin yang dirancang untuk mengeluarkan udara dari dalam ruangan ke luar rumah. Cara lainnya adalah dengan menaruh kapur barus atau kamper untuk mengurangi kelembapan pada kamar mandi.

    Itulah sederet faktor penyebab dapur terasa lembap dan panas walau tidak sedang dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Kitchen Set Anti Jamur dan Rayap, Dijamin Tahan Lama



    Jakarta

    Saat ini kitchen set merupakan komponen yang hampir ditemukan di setiap dapur. Kitchen set dapat membuat tampilan dapur jauh lebih rapi dan memiliki ruang penyimpanan yang luas.

    Namun, kitchen set ini tidak dapat dibeli sembarangan karena ukurannya harus disesuaikan dengan luas dapur, jumlah yang diperlukan, hingga material yang ingin dipakai. Dalam kata lain, kitchen set merupakan barang yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Lantas, bagaimana cara memilih kitchen set yang sesuai dengan keinginan dan tahan lama?

    Tips Pilih Kitchen Set yang Cocok buat di Dapur

    Menurut manajer FurnitureMu Sidiq saat membeli kitchen set konsumen harus berkonsultasi terlebih dahulu. Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap rumah memiliki ukuran dan bentuk dapur yang berbeda. Setidaknya konsumen mengetahui luas ruangan, terutama ruang kosong yang hendak diisi dengan kitchen set.


    Setelah itu, dari pihak pembuat atau desainer interior akan datang ke rumah untuk melihat secara langsung dan menanyakan konsep kitchen set seperti apa yang diinginkan konsumen.

    “Harus survey lokasi mengukur ruangan, berkomunikasi dengan konsumen maunya seperti apa. Kemudian kita buatkan desain dan kita konsultasikan ke konsumen apakah sudah sesuai atau ada revisi jika sudah sesuai, buat gambar kerja lalu eksekusi,” kata Sidiq saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Pada saat konsultasi, konsumen bisa menanyakan apa saja, seperti bahan yang paling direkomendasikan atau pilihan bahan kitchen set yang bagus tetapi masuk dengan jumlah modal yang dimiliki.

    Apabila ingin mendapat rekomendasi sebelum bertemu dengan produsen, Sidiq mengatakan bahan kitchen set yang disarankan olehnya adalah multiplek finishing HPL. Bentuk material ini mirip dengan penampakan kayu, tetapi sebenarnya ini bukan kayu asli. Kisaran harga mulai dari Rp 1,7-1,8 juta per meter.

    Sidiq mengungkapkan kitchen set dari bahan kayu saat ini sudah terlindungi dari risiko lembap karena barang tersebut akan dipasang dengan jarak aman dari sumber panas. Meskipun kitchen set terkena hawa panas saat memasak, kualitasnya tetap terjaga.

    “Sebetulnya tidak terlalu karena pemasangan kitchen set biasanya jarak antar kabinet bawah dan atas sudah disesuaikan sehingga risiko terkena panas dan air bisa dikurangi,” jelasnya.

    Sidiq menyarankan material lain agar konsumen lebih tenang dari serangan jamur dan rayap, yakni PVC board yang terbuat dari bahan plastik polyvinyl chloride dan material aluminium.

    “Untuk bahan PVC board dan aluminium cocok digunakan bagi konsumen yang tidak ingin memiliki masalah dengan jamur dan rayap, namun dari segi harga juga berbeda. Bahan dari PVC board dinilai lebih mahal dari kedua bahan yang lain,” sebutnya.

    Setelah memilih bahan dan bentuknya termasuk bentuk penyimpanan di dalam lemari, kitchen set akan dibuat dan dipasang di dapur.

    Demikian tips dan penjelasan mengenai cara memilih kitchen yang pas di dapur. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 9 Tips Bangun Rumah Anti Gempa Biar Nggak Waswas


    Jakarta

    Gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang paling ditakuti karena bisa merobohkan rumah dalam hitungan detik. Meski tak bisa diprediksi kapan datangnya, masyarakat bisa meminimalisir risiko dengan membangun rumah yang tahan gempa.

    CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, menegaskan pentingnya memperhitungkan kekuatan struktur bangunan sejak awal. Fondasi, kolom, hingga balok beton bertulang harus dihitung secara matang agar mampu menahan guncangan.

    “Ketahanan strukturnya itu harus kuat. Mulai dari kualitas beton, besi sebagai tulangan rangka, hingga perhitungan zona gempa di lokasi rumah,” kata Taufiq kepada detikProperti.


    Tips Bangun Rumah Tahan Gempa

    1. Hitung Kekuatan Struktur dengan Ahli

    Jangan asal bangun! Pastikan ahli struktur menghitung fondasi, kolom, dan rangka beton sesuai standar.

    2. Perkuat Sambungan Kolom dan Balok

    Banyak rumah roboh karena sambungan kolom dan balok lemah. Pastikan penulangan dibuat overlap, bukan asal tempel.

    3. Amankan Genteng Rumah

    Atap adalah bagian paling rawan saat gempa. Gunakan genteng ringan seperti spandek, seng, PVC, atau ikat genteng dengan baut agar tidak mudah runtuh.

    4. Pilih Jendela Kecil

    Jendela kaca besar mudah pecah. Lebih aman gunakan jendela modular kecil agar rangkanya kuat menahan getaran.

    5. Kuatkan Struktur Dinding

    Tambahkan pembesian pada dinding, misalnya dengan bata interlock yang diberi tulangan besi vertikal dan horizontal.

    6. Ikuti Panduan Resmi PUPR

    Kontraktor Panggah Nuzhul Rizki mengingatkan bahwa Kementerian PUPR sudah membuat panduan teknis bangunan tahan gempa, seperti rumah contoh RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat).

    7. Konsultasi dengan Konsultan

    Konsultasi dengan arsitek dan konsultan struktur akan membantu memilih desain, fondasi, hingga dimensi bangunan yang paling aman.

    8. Gunakan Material Ringan & Berstandar SNI

    Pilih material ringan, seperti genteng metal atau beton ringan. Pastikan semua bahan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

    9. Pastikan Pelaksanaan Sesuai Rencana

    Jangan sampai pembangunan berbeda dengan rencana awal. Pemilik rumah bisa memakai jasa konsultan profesional untuk mengawasi kualitas bangunan.

    Membangun rumah tahan gempa memang membutuhkan perencanaan yang matang. Namun, investasi ini sangat penting demi keselamatan penghuni.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Kunci Rumah di Bawah Pot Bunga, Bahaya!


    Jakarta

    Menyimpan kunci rumah saat bepergian perlu dilakukan agar hunian tidak dibobol maling. Maka dari itu, sangat penting menemukan tempat yang aman untuk menyimpan kunci rumah.

    Salah satu tempat menyimpan kunci rumah paling umum digunakan adalah di bawah pot bunga. Posisi itu kerap dipilih karena letaknya dekat dengan pintu masuk. Padahal lokasi itu kadang sudah jadi ‘rahasia umum’ yang rentan mengundang pencuri ke rumah.

    “Siapa pun yang familier dengan kebiasaan umum pemilik rumah pasti tahu cara mengangkat pot bunga, patung taman, atau lampu di dekat pintu depan untuk memeriksa kunci tersembunyi,” kata chief product officer di SimpliSafe, Hooman Shahidi, dikutip dari situs Martha Stewart, Sabtu (23/8/2025).


    Selain pot bunga, masih ada beberapa tempat yang sebaiknya tidak dipakai sebagai tempat penyimpanan kunci rumah. Berikut ini informasinya.

    Lokasi yang Sebaiknya Tidak Dipakai untuk Menyimpan Kunci Rumah

    Di Bawah Keset

    Tempat yang umum digunakan untuk menyimpan kunci pintu adalah di bawah keset. Lokasi ini juga rawan memudahkan maling masuk ke dalam rumah dengan mudah.

    Menurut Shahidi, lokasi itu menjadi hal pertama yang dicek oleh pencuri. Maka dari itu, sangat tidak aman untuk menyimpan kunci cadangan maupun kunci rumah di bawah keset saat pemilik pergi.

    Di Atas Kusen Pintu

    Selanjutnya jangan simpan kunci di atas kusen pintu karena cukup mudah dijangkau. Kadang-kadang pemilik rumah juga menaruh kunci dengan cara merekatkannya ke ambang jendela atau di bawah furniture yang ada di luar ruangan. Hal ini juga dianggap tidak aman.

    “Selotipnya akan aus dan titik-titik ini terlalu mudah dikenali,” ujar Denida Grow, spesialis keamanan dan intelijen perlindungan sekaligus pendiri LeMareschal.

    Alternatif Tempat Menyimpan Kunci Rumah

    Ada beberapa cara untuk menyimpan kunci rumah dengan aman ketika pemilik pergi ke luar.

    Di Stopkontak Palsu

    Ada lho stopkontak palsu yang bisa menjadi tempat menyimpan kunci rumah saat pemiliknya pergi ke luar. Menurut Grow, stopkontak palsu ini jauh lebih tersembunyi dibandingkan dengan menyimpan kunci di bawah batu atau keset. Pencuri juga cenderung tidak akan mencari kunci cadangan di dalam stopkontak.

    Kotak Penyimpanan

    Pilih kotak penyimpanan yang aman, tahan cuaca, dan sulit dirusak. Kotak penyimpanan sebaiknya dipasang tidak di depan pintu masuk karena bisa mengundang pencuri.

    Pakar keamanan rumah, Rob Gabriele, menyarankan untuk memilih brankas kunci dengan kombinasi tiga digit, karena brankas seperti ini terlalu mudah dibobol.

    “Brankas kunci terbaik adalah yang dilengkapi keypad. Selain memecahkan kode, siapa pun yang mencoba membobolnya harus menebak berapa digit kode tersebut,” katanya.

    Titipkan ke Tetangga atau Teman Terpercaya

    Cara lainnya adalah menitipkan kunci rumah cadangan ke tetangga terpercaya. Hal ini apabila pemilik rumah harus pergi lama dan terdapat tanaman atau bagian lainnya yang perlu dirawat maupun diawasi.

    Jika memang tidak ada hal-hal yang harus dijaga, kunci rumah bisa dibawa oleh pemilik hunian ketika pergi agar lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Genteng Tanah Liat Ada Kadaluarsanya, Ini Usia Pemakaiannya


    Jakarta

    Genteng menjadi pilihan jenis atap yang paling banyak dipakai karena dapat meredam panas dan membuat hunian jadi lebih adem.

    Keunggulan lain dari genteng adalah sifatnya yang kokoh, tidak mudah terbawa angin, dan tahan lama. Jenis genteng cukup banyak, salah satunya adalah genteng tanah liat.

    Jenis atap satu ini meskipun tahan lama memiliki usia pemakaian yang disarankan atau ada waktu kadaluarsanya, yakni 40-50 tahun. Usia pemakaian genteng tanah liat termasuk yang paling lama di antara jenis genteng yang lain. Genteng tanah liat bisa bertahan lebih lama apabila memiliki material yang berkualitas dan cara pemasangan yang tepat.


    Cara mengetahui kondisi atap rumah masih kokoh adalah jarang terlihat rembesan air hujan di rumah. Kebocoran hanya ditemukan pada saat hujan deras disertai angin.

    Usia pemakaian genteng bisa jadi lebih singkat apabila ditemukan banyak retakan dan pecahan pada permukaannya. Celah kecil tersebut bisa menjadi celah bagi air untuk menerobos ke dalam rumah. Apabila didiamkan biaya perbaikannya akan lebih mahal.

    Menurut kontraktor Wildan saat terjadi kebocoran area atap yang berisiko rusak dan perlu diganti bukan hanya genteng, melainkan plafon dan kerangka bajanya apabila memang memakai kerangka dari baja. Air membuat kerangka baja berkarat dan memicu pertumbuhan jamur pada plafon.

    Jadi untuk mencegah kerusakan fatal, pemilik rumah harus mengetahui tanda-tanda genteng tanah liat harus diganti. Dilansir Kin.com, berikut beberapa cirinya.

    1. Air, Cahaya Matahari, dan Hewan Masuk ke Dalam Rumah

    Hal paling mudah untuk mengetahui genteng tanah liat harus diganti adalah saat terjadi kebocoran. Air yang menetes dan merusak area plafon bisa merusak tampilan rumah dan memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold yang berbahaya bagi kesehatan.

    Saat area kebocoran semakin besar, cahaya matahari dapat menerobos ke dalam. Begitu pula dengan hewan-hewan seperti kelelawar, tikus, hingga musang. Jika hewan sudah hidup di atap rumah akan lebih sulit memperbaikinya. Selain itu, hewan-hewan tersebut juga bisa membuat suara yang mengganggu saat aktif.

    2. Atap Berlumut dan Berkarat

    Seperti yang disebut sebelumnya area atap yang sering terkena air hujan akan memicu pertumbuhan lumut karena permukaannya pasti lembap terkena hujan ke panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Atasi Cat Dinding Rumah yang Lembap dan Mengelupas


    Jakarta

    Dinding rumah bisa mengalami lembap karena adanya retakan halus, pipa air bocor, atau kondensasi. Jika masalah ini tidak segera diatasi, cat dinding bisa rusak dan akhirnya terkelupas karena kelembapan yang tinggi.

    Sayangnya, tidak semua pemilik rumah tahu bagaimana cara mengatasi cat dinding yang lembap dan mengelupas. Jika salah prosedur malah bisa membuat dinding semakin rusak.

    Ingin tahu cara mudah mengatasi cat dinding yang mengelupas karena lembap? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Atasi Cat Dinding Rumah Lembap dan Mengelupas

    Kalau cat dinding rumah sudah lembap, sebaiknya segera diatasi sebelum kondisinya semakin parah. Dikutip dari New Line Painting, berikut cara mengatasi dinding lembap dan cat mengelupas:

    1. Bersihkan Dinding dari Cat yang Mengelupas

    Langkah pertama adalah membersihkan cat dinding yang mengelupas dengan cara mengikisnya. Cara ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang halus.

    Untuk membersihkan cat dinding yang terkelupas dapat menggunakan alat pengikis khusus. Apabila ada noda atau minyak yang menempel, sebaiknya dibersihkan dulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Cari Tahu Masalahnya

    Setelah mengikis seluruh cat dinding, kini saatnya mengidentifikasi masalahnya. Cari tahu apa yang memicu dinding menjadi lembab, cat mengelupas, dan terdapat noda hitam (black mold).

    Cek juga seluruh permukaan dinding secara teliti untuk melihat apakah ada retakan halus atau cukup lebar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan sesuai masalah yang terjadi.

    3. Amplas Dinding

    Lakukan pengamplasan pada dinding secara perlahan agar permukaan tembok rumah kembali halus. Langkah ini dilakukan jika terdapat retakan halus pada dinding hunian.

    4. Gunakan Cat Primer Berkualitas

    Usai dinding diamplas sampai halus, langkah berikutnya adalah mengecat ulang dinding dengan cat dasar atau primer. Sebaiknya menggunakan cat dasar yang berkualitas agar tahan lama dan hasilnya baik.

    Penggunaan cat dasar dapat meminimalisir cat dinding mengelupas yang disebabkan oleh suhu lembap atau jamur. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    5. Mengecat Ulang Dinding

    Usai melapiskan cat primer pada dinding, langkah terakhir adalah mengecat ulang seluruh tembok sesuai dengan warna keinginan. Pastikan kamu menggunakan merek cat yang berkualitas tinggi agar memberikan proteksi terbaik sekaligus tahan lama.

    Demikian lima cara mudah mengatasi cat dinding rumah lembap dan mengelupas. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Pintu Kayu, Mana yang Tahan Lama?


    Jakarta

    Kebanyakan pintu rumah terbuat dari kayu. Bahan ini memang menjadi andalan karena tampilannya yang alami dan daya tahannya yang kuat.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kayu adalah bahan yang ideal buat pintu karena tidak mudah dijebol. Namun, setiap kayu punya karakteristik masing-masing sehingga perlu disesuaikan penggunaannya.

    “Kita harus tahu bahwa kayu yang kita pakai itu tahan terhadap cuaca luar atau tidak. Ketahanannya mesti kita pastikan karena ada beberapa jenis kayu yang memang cuma kuat di indoor dan bisa di outdoor,” kata Denny saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.


    Menurutnya, jenis kayu yang cocok untuk pintu outdoor antara lain jati, merbau, dan ulin. Sementara itu, pintu kayu indoor bisa terbuat dari meranti, mahoni, dan kamper.

    Lantas, apa saja jenis-jenis kayu yang digunakan buat pintu? Simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Kayu buat Pintu

    Inilah beberapa kayu yang cocok dijadikan pintu menurut ahlinya.

    1. Jati

    Kontraktor Wildan menyebut jati termasuk kayu yang paling kuat dibanding jenis lainnya. Bahan ini punya karakteristik yang membuatnya tahan terhadap cuaca.

    “Kepadatannya tinggi, minyak alami banyak, tahan cuaca, juga perlu waktu lama untuk dapat jenis kayu jati yang benar-benar bagus,” ucapnya.

    Ia mendeskripsikan kayu jati berwarna coklat keemasan. Tampilan itu memberi kesan anggun dan hangat pada ruangan.

    2. Kamper

    Kemudian ada kayu kamper yang juga dikenal memiliki daya tahan yang kuat. Saking kuatnya, kayu ini tahan serangan rayap alias anti rayap.

    “(Kayu kamper) memiliki bau mirip dengan aroma kamper atau kapur barus,” imbuhnya.

    3. Kenari

    Pemilik rumah juga bisa menggunakan kayu kenari sebagai pintu. Sebab, kayu ini tahan terhadap kelembapan serta anti jamur.

    4. Mahoni

    Lalu, ada kayu mahoni yang cocok buat dibikin pintu rumah. Bahan tersebut tahan terhadap pelapukan dan cukup stabil menahan kelembapan.

    5. Merbau

    Kayu merbau bersifat sangat kuat, keras, dan berumur panjang. Kayu itu dapat menjadi opsi menarik buat bikin pintu rumah.

    6. Oak

    Kayu oak termasuk bahan yang kuat sehingga bagus dijadikan pintu. Tak hanya kuat, kayu ini juga kedap air, lho.

    7. Pinus

    Pemilik dapat mempertimbangkan kayu pinus kalau mau bahan yang tidak mudah menyusut atau mengembang. Apalagi, jenis kayu ini terbilang paling murah dibandingkan lainnya.

    Itulah sederet pilihan kayu yang biasa dijadikan pintu rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mudah Hemat Listrik biar Tagihan Nggak Bengkak


    Jakarta

    Setiap bulan ada tagihan listrik menunggu untuk dibayar oleh pemilik rumah. Besar tagihan itu tergantung pada pemakaian penghuni rumah.

    Pemakaian listrik yang berlebihan bisa membuat tagihan menjadi mahal. Untuk menyiasatinya, penghuni dapat membatasi penggunaan listrik. Namun, bukan berarti penghuni harus gelap-gelapan terus di rumah ya.

    Lantas, bagaimana cara mudah untuk menghemat penggunaan listrik? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Hemat Listrik

    Inilah beberapa tips untuk menekan tagihan listrik, dikutip dari Times of India.

    1. Efisien Pakai Mesin Cuci

    Mesin cuci termasuk perangkat yang menyita banyak daya listrik. Pastikan untuk mengisi mesin cuci dengan cukup penuh setiap akan digunakan. Penggunaan tenaga dan air akan lebih optimal dalam sekali waktu sehingga tidak perlu sering menyalakan mesin cuci.

    2. Pilih Perangkat Hemat Energi

    Pilihlah perangkat elektronik yang hemat energi. Meski perangkat ini cukup mahal, penghuni dapat menghemat listrik ke depannya.

    3. Strategi Pakai AC

    AC juga tergolong sebagai perangkat yang menyedot banyak daya listrik di rumah. Semakin rendah pengaturan suhu AC, semakin banyak listrik yang terpakai.

    Penghuni dapat menyiasati penggunaan AC biar lebih hemat. Caranya dengan mengatur suhu 24 derajat Celsius sambil menyalakan kipas angin.

    4. Manfaatkan Pencahayaan Alami

    Salah satu cara mudah untuk menghemat listrik adalah meminimalisir penggunaan lampu. Manfaatkan cahaya alami yang masuk melalui ventilasi, jendela, dan skylight di siang hari. Lalu, matikan lampu jika tidak terlalu dibutuhkan.

    5. Pakai Bohlam LED

    Kemudian, gunakan bohlam LED karena dapat menghemat listrik. Bohlam LED bisa menghemat 80 persen energi dan tahan lama, lho.

    6. Cabut Aliran Listrik Tak Terpakai

    Terakhir, jangan lupa untuk mencabut aliran listrik perangkat dari stopkontak ketika tidak digunakan. Listrik tetap akan tersedot selama kabelnya masih tersambung ke stopkontak.

    Itulah cara mudah untuk menghemat listrik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kanopi Baja Ringan Bisa Berkarat, Begini Biar Tetap Kokoh Menurut Kontraktor



    Jakarta

    Baja ringan sering dipilih sebagai material penyangga atau kerangka kanopi rumah. Selain strukturnya yang kokoh, material ini juga ringan, mudah dibentuk, dan tahan lama.

    Hanya satu kekurangannya yang harus diwaspadai, yakni baja ringan bisa berkarat. Area paling rentan berkarat biasanya bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah dan yang sering terkena air. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena ketika karat kondisinya sudah parah, bisa merusak permukaannya hingga muncul lubang yang membuat strukturnya rapuh.

    Kontraktor Albert Lim mengungkapkan salah satu penyebab munculnya karat pada baja ringan adalah cairan semen yang mengenai baja ringan. Hal ini dikarenakan semen tersebut telah dicampur dengan air yang menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi. Sementara penggunaan semen juga penting untuk merekatkan baja ringan tersebut dengan bagian yang solid.


    “Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert saat berbincang dengan detikProperti, Minggu (7/4/2024) lalu.

    Menurut Albert, baja ringan seharusnya diperlakukan sama dengan besi, yakni dijauhkan dari bahan yang bisa memicu karat karena keduanya memiliki kondisi yang sama.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

    Oleh karena itu, temuan karat pada baja ringan pasti terjadi karena dari pemilihan bahan-bahannya yang tidak pas.

    Cara Mengatasi Karat pada Baja Ringan

    Albert mengatakan baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilan kanopi akan berbeda. Apabila ingin mempertahankan bentuknya, tiang kanopi yang berkarat harus diganti dengan yang baru.

    Untuk pencegahan karat sedari awal, perlu adanya kolom beton yang tinggi sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

    “Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” ungkapnya.

    Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

    “Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi karat pada kanopi baja ringan. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Batu Bata Vs Hebel, Mana yang Paling Efektif Bikin Rumah Adem?



    Jakarta

    Cara membuat rumah menjadi lebih adem bisa dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memilih material bangunan yang dapat menangkal panas.

    Beruntungnya, saat ini sudah banyak material bangunan yang terbukti dapat menyerap panas dengan baik. Jika dibuat perbandingan antara dua material fondasi yang paling banyak dipakai di Tanah Air, yakni batu bata dan hebel, kira-kira mana yang lebih ampuh membuat rumah lebih adem?

    Menurut kontraktor Wildan, antara keduanya batu bata jauh lebih ampuh untuk menangkal panas dan membuat rumah lebih sejuk. Alasannya karena material dasar yang digunakan oleh batu bata.


    “Bata merah salah satu insulasi yang baik dibanding hebel,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, pada Kamis (11/9/2025).

    Jika dilihat dari bahan pembuatannya, batu bata terbuat dari tanah merah, pasir silika, campuran semen, batu kapur, gypsum, air, dan aluminium bubuk. Dilansir Turbull Mansory, batu bata lebih stabil untuk meredakan suhu internal dengan menghalau panas agar tidak masuk atau berpindah dengan cepat. Massa dari batu bata lebih padat sehingga tidak mudah ditembus panas.

    Selain lebih adem, batu bata juga tahan dari api sehingga tidak mudah terbakar. Selain itu, ukurannya jauh lebih kecil daripada hebel, pas untuk membangun bidang yang kecil.

    Namun, batu bata juga memiliki kekurangan, yakni pengerjaannya yang lama. Batu bata harus menunggu semen mengeras dan merekat dengan kokoh. Selain itu, bentuknya terkadang tidak rapi sehingga membutuhkan bahan yang banyak untuk merapikannya.

    Sementara itu, hebel terbuat dari campuran semen, batu kapur, pasir silika, gypsum, air, dan aluminium bubuk. Material ini tetap bisa menghalau panas, tetapi tidak begitu stabil seperti batu bata. Banyak orang memilih memakai hebel karena lebih efisien untuk pemasangannya.

    Wildan mengatakan hebel atau bata ringan lebih mudah dipasang karena ada bahan perekat khusus yang disebut dengan lem hebel. Kemudian, bahan ini lebih ringan, tahan air, suara, dan getaran.

    Itulah penjelasan alasan batu bata jauh lebih efektif membuat rumah lebih adem. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com