Tag: tahannya

  • Antisipasi Kantong Jebol! Ini 5 Jenis Lantai yang Tahan Lama



    Jakarta

    Pemasangan lantai menjadi proyek yang mahal dan cukup memakan banyak waktu, sehingga untuk menggantinya memerlukan pertimbangan yang sangat matang dan memilih jenis lantai yang tahan lama.

    Banyak jenis lantai yang bisa bertahan dalam jangka waktu lama, namun itu saja tidak cukup. Pastinya kamu juga tidak ingin mendapatkan goresan dan retak pada lantai rumah.

    Melansir The Spruce, Rabu (6/11/2024), berikut beberapa pilihan lantai yang paling tahan lama sebagai rekomendasi untuk lantai rumah kamu.


    Lantai Vinyl

    Lantai vinyl menjadi pilihan terbaik untuk ketahanan murni juga memiliki ketahanan pada kelembapan. Jenis lantai ini seperti lembaran atau papan yang menjadi pilihan sangat baik untuk merenovasi dapur atau kamar mandi.

    Keramik dan Porselen

    Ubin keramik dan porselen lebih unggul dibandingkan jenis lantai lain, terutama karena tampilannya. Ubin sangat tahan terhadap goresan dan tumpahan, namun jika benda berat jatuh di atasnya, ubin pasti akan mengalami keretakan.

    Satu ubin yang retak dapat diganti tanpa mengganggu lantai lainnya. Pemasangan oleh ahli membantu meningkatkan daya tahan. Lapisan bawah yang tidak tepat atau rongga yang tersisa di bawah ubin dapat menyebabkan keretakan.

    Laminasi

    Laminasi menjadi lebih tahan lama karena saat ini produsen meningkatkan lapisan aus dan dasarnya. Lapisan atas dapat sangat terhadap goresan dari benda tajam dan furniture.

    Disarankan untuk tidak dipasang di lingkungan yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Namun, kamu bisa membeli laminasi kedap air karena laminasi kedap air tidak mengandung kayu sama sekali.

    Jika mempertimbangkan ketahanan, lantai vinyl bisa menjadi pilihan daripada lantai laminasi.

    Lantai Beton

    Lantai beton menyediakan permukaan yang seragam untuk penggunaan komersial dan merupakan lantai yang sedang tren karena daya tahannya. Beton adalah lantai dalam ruangan yang paling tahan lama.

    Namun, beton tidak cocok di semua ruangan tetapi bisa menjadi tambahan yang layak untuk ruang-ruang tertentu yang lembap dan sering terkena goresan. Hal ini karena beton tahan lembap dan anti terhadap goresan.

    Kayu Keras Padat

    Lantai kayu keras padat merupakan salah satu lantai yang paling tahan lama. Jika lantai tergores, lantai dapat diamplas. Setelah satu atau dua kali pengamplasan, sebagian besar lantai kayu padat akan kembali ke tampilan aslinya yang halus.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Material Talang Air Awet Tahan Lama, Kokoh hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Talang air termasuk bagian vital pada sebuah hunian. Fungsinya untuk mengalirkan air hujan dari atap ke tanah melalui pipa pembuangan. Dengan begitu, air tidak akan menggenang maupun membuat atap rusak.

    Saat akan memasang talang air, penting untuk mempertimbangkan material yang digunakan. Tujuannya agar talang tidak mudah jebol dan tahan lama. Lantas, seperti apa material yang awet untuk talang air?

    Material Talang Air yang Tahan Lama

    Dilansir This Old House, berikut deretan bahan talang air yang masa pakainya awet bertahun-tahun:


    1. Aluminium

    Aluminum roof gutterTalang air aluminium Foto: Getty Images/Luis Diaz Devesa

    Aluminium jadi material yang banyak digunakan untuk talang air. Bahannya ringan, harganya terjangkau, dan cenderung mudah dipasang. Materialnya juga tahan terhadap berbagai cuaca dan iklim.

    Aluminium tahan korosi dan dapat bertahan hingga 20 tahun. Material satu ini kuat menahan benturan cukup keras tanpa menimbulkan pecah atau retak. Namun, aluminium rentan penyok dan bengkok terutama jika terkena benda atau peralatan berat.

    2. Baja

    Talang air baja galvanisTalang air baja galvanis Foto: Getty Images/michael1959

    Baja termasuk material talang air yang paling kokoh. Terdapat dua bahan baja yang kerap dipakai: galvanis dan tahan karat (stainless).

    Baja galvanis berlapis seng di permukaannya sehingga meningkatkan daya tahannya terhadap cuaca dan mencegah karat. Masa pakainya hingga 20 tahun, pemasangannya lebih mudah, dan harganya tidak terlalu mahal.

    Namun jika lapisan sengnya terkikis, baja akan mulai berkarat. Apalagi jika rumah di wilayah dekat laut, air asin yang menguap di udara mampu merusak lapisan baja lebih cepat.

    Sementara baja stainless mengandung paduan 10-30% kromium, sehingga lebih tahan karat. Jenis baja ini dapat bertahan hingga 25 tahun. Ketahanannya akan cuaca lebih baik, tetapi biayanya cenderung mahal dan lebih sulit dipasang.

    3. Tembaga

    Tembaga juga banyak dipilih untuk talang air dan atap. Materialnya tahan cuaca dan korosi serta bisa awet sampai 50 tahun jika dirawat dengan baik. Tembaga memiliki sifat algisida dan fungisida alami sehingga mencegah pertumbuhan jamur dan lumut pada talang.

    Talang dari tembaga memiliki nilai estetika tinggi. Saat pemasangan biasanya akan dipoles dengan pelapis untuk mempertahankan kilau metaliknya. Dengan begitu mampu menambah kesan megah pada rumah.

    Sayangnya, tembaga termasuk material talang paling mahal. Bahannya tidak sekuat baja dan memerlukan pemeliharaan rutin khusus.

    4. Seng

    Talang Air SengTalang air seng Foto: Getty Images/OceanProd

    Talang air dapat dibuat dari seng. Bahannya tahan korosi dan dapat bertahan lama. Patina seng membuat permukaan luarnya terlindungi dari pelapukan.

    Namun lapisan seng rentan rusak akibat udara pantai. Pemasangan seng juga tidak boleh dibarengi dengan atap kayu karena limpasan asamnya bisa merusak atap.

    5. Kayu

    Mengutip Leafguard Gutters, kayu juga bisa dipakai untuk material talang air tapi penggunaannya cukup jarang. Materialnya cukup awet namun harganya mahal karena umumnya terbuat dari kayu cedar tua.

    Nah, itu tadi sederet material talang air yang tahan lama. Talang air logam cenderung lebih awet dibanding terbuat dari plastik yang biasanya rentan rusak.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kulkas Nyala atau Mati Saat Liburan? Jangan Sampai Salah, Ini Jawabannya


    Jakarta

    Sebelum liburan, banyak hal yang kamu harus persiapkan, terutama soal keamanan barang elektronik di rumah. Jangan sampai setelah kamu meninggalkan rumah, ada barang elektronik yang lupa dicabut kabelnya dan terjadi korsleting. Bahayanya rumah bisa hangus terbakar dan membahayakan tetangga sekitar yang mungkin ada di rumah selama kamu pergi.

    Salah satu alat elektronik yang perlu kamu perhatikan adalah kulkas. Penyimpanan satu ini biasanya tidak pernah dicabut karena untuk mendinginkan bagian dalam, kulkas perlu terhubung dengan listrik.

    Jangan sampai karena terbiasa tidak dicabut, saat kamu pergi liburan, kulkas lupa dicabut. Namun, bagaimana nasib makanan atau minuman yang cepat basi apabila di suhu ruangan? Apakah kulkas harus dimatikan saat pergi liburan?


    Melansir wilshirerefrigeration, ternyata wajib atau tidak kulkas dimatikan tergantung pada lama kamu pergi liburan. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut.

    Pergi Selama 1-4 Minggu

    Untuk liburan yang lebih singkat, kulkas boleh dibiarkan hidup dengan kabel tersambung ke listrik. Namun, dengan catatan kondisi kabel, colokan, dan kelistrikan di rumah memiliki pengaman.

    Setelah itu, pisahkan makanan dan minuman yang cepat basi. Meskipun kulkas masih menyala, kamu tetap harus mengeluarkan makanan dan minuman yang daya tahannya sebentar agar kulkas tidak bau.

    Pergi Lebih dari 1 Bulan

    Jika bepergian selama satu bulan atau lebih kulkas harus dimatikan dan tidak ada kabel yang tersambung ke listrik. Kosongkan pula isi dari kulkas termasuk yang berada di freezer. Setelah kosong, bersihkan bagian dalamnya dengan lap dan cairan pembersih. Terakhir matikan pengatur suhu.

    Ada pun cara untuk mengosongkan kulkas yang benar adalah sebagai berikut.

    1. Keluarkan makanan atau bahan makanan yang mudah basi.
    2. Isi setengah kulkas dengan wadah berisi air, untuk menjaga suhu tetap stabil.
    3. Apabila kulkas dilengkapi dengan alat pembuat es batu, sebaiknya dimatikan sementara waktu.
    4. Kosongkan freezer dengan kantong es untuk menjaga suhu tetap stabil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Sekarang, Ini Pemicu Air Pancuran Shower Mengecil



    Jakarta

    Saat memakai shower, kamu bisa mengatur debit air yang keluar seperti mengatur keran air. Semakin besar debit air yang keluar, pancuran akan semakin lebar dan deras. Sebaliknya, jika kamu butuh sedikit, air yang keluar pun tidak deras, hanya seperti tetesan air.

    Namun, ada beberapa kejadian saat air yang keluar dari shower tidak bisa deras seperti pada awal pemakaian. Alhasil, jika semula mandi dengan shower kamu bisa selesai lebih cepat, sekarang harus bersabar karena debit air yang keluar sedikit.

    Lantas, apa penyebab air shower mengecil?


    Menurut Nasional Retail Manager PT Global Pasifik Prima, Nicolass penyebab air shower mengecil adalah terjadi penyumbatan pada saluran atau pipa shower. Pemicunya banyak, tetapi untuk di Indonesia sendiri yang sering ditemukan karena kualitas air yang mengandung kapur. Air seperti ini biasanya berada di daerah pegunungan.

    “Di daerah-daerah seperti mungkin kalau kita sebut di Bali, sumber air yang masuk ke sistem pumping pipa-pipa air, dia harus pake filter dulu. Karena air di Bali itu mengandung zat kapur yang tinggi sekali,” kata Nicolass kepada detikProperti saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Cara mudah mengetahui air di rumah mengandung kapur dengan melihat kerak-kerak yang menempel di kamar mandi. Kerak tersebut bentuknya noda-noda putih yang bentuknya abstrak. Kerak ini biasanya tidak hilang dengan disiram air, melainkan harus digosok atau disikat. Biasanya kerak ini ditemukan di keran air, dinding, shower, kaca, hingga ke kloset.

    Nicolass mengatakan untuk mencegah debit air mampet, shower perlu dilengkapi dengan filter air pada pipa keran.

    Jika pipa sudah dipasang filter, tetapi debit air yang keluar masih kecil atau mampet, ia menyarankan untuk mengecek bagian cartridge shower. Bagian ini merupakan jantung keran yang tidak boleh tersumbat.

    “Jadi kalo pemasangan baru, ada baiknya saluran airnya tuh di-flush (disiram) dulu karena cartridge shower ini kan terbuat dari keramik. Fungsinya itu jalur air. Dihidupkan dulu biar kotoran-kotoran keluar dulu. Lalu unitnya dipasang. Kalau unitnya langsung dipasang sebelum di-flush, kotoran-kotorannya akan masuk ke cartridge ini,” tuturnya.

    Selain disebabkan air kapur, penyebab air shower mengecil adalah adanya karat pada pipa air. Karat biasanya disebabkan karena bahan yang digunakan rawan korosi dan mengalami oksidasi sehingga mudah bereaksi saat terkena air. Nicolass menyarankan untuk menggunakan bahan kuningan untuk shower bagian luar dan dalam.

    “Harus kuningan. Kalau Stainless Steel 304, dari namanya saja stainless ya kan? Tidak mudah terkena noda, tetapi tetap teroksidasi. Tapi kalo kuningan dia tidak teroksidasi,” tambahnya.

    Ia menambahkan bahan kuningan juga perawatannya mudah yakni cukup dibersihkan dengan lap atau kain mikro fiber apabila terlihat bercak putih setiap setelah digunakan. Dengan begitu, tampilan luarnya tetap aman dan tidak mengelupas.

    Bagian coating adalah bagian yang perlu dijaga agar tidak mengelupas. Apabila lapisan ini rusak atau terkelupas bahan shower akan lebih mudah teroksidasi dan membuat daya tahannya menurun.

    “Perawatannya itu paling simpel habis mandi dilap pakai lap kering yang halus. Air di Indonesia itu mau air ledeng, air pump, air PDAM pasti meninggalkan jejak white spot yang kelamaan susah dibersihkan. Kita mulai menggunakan opsi menggunakan chemical. Ketika kita menggunakan opsi chemical, dia punya lapisan luar safety coating,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jenis Kayu buat Pintu Rumah, Mana yang Paling Kuat?


    Jakarta

    Kayu menjadi bahan andalan masyarakat Indonesia untuk pintu rumah. Tampilan kayu yang alami menjadikannya masih sering digunakan di Indonesia.

    “Kayu sebenarnya sudah merupakan pintu yang ideal karena nggak semudah itu jebol pintu kayu,” ujar Arsitek Denny Setiawan kepada detikProperti, Selasa (1/7/2025).

    Denny mengatakan kayu mudah untuk dibentuk dan diukir sesuai dengan keinginan si pemilik rumah. Namun, kayu cenderung rentan terhadap cuaca ekstrem, sehingga bisa mengalami proses muai-susut dan pelapukan. Belum lagi, kayu punya rayap, sehingga penting melakukan proses pengolesan anti rayap buat pintu.


    Ia pun mengingatkan kalau pemilik rumah perlu memperhatikan jenis kayu yang digunakan. Sebab, beberapa pintu kayu lebih cocok dipasang indoor atau outdoor.

    “Kita harus tahu bahwa kayu yang kita pakai itu tahan terhadap cuaca luar atau tidak. Ketahanannya mesti kita pastikan karena ada beberapa jenis kayu yang memang cuma kuat di indoor dan bisa di outdoor,” katanya.

    Menurutnya, jenis kayu yang cocok untuk pintu outdoor antara lain jati, merbau, dan ulin. Sementara itu, pintu kayu indoor bisa terbuat dari meranti, mahoni, dan kamper.

    Lantas, apa saja jenis kayu yang cocok menjadi pintu rumah? Berikut ini ulasannya.

    Jenis-jenis Kayu buat Pintu

    Inilah deretan kayu yang cocok dibikin pintu menurut Kontraktor Wildan.

    1. Kayu Mahoni

    Wildan mengatakan pintu rumah bisa terbuat dari mahoni. Bahan ini tahan terhadap pelapukan serta cukup stabil menahan kelembapan.

    2. Kayu Oak

    Kayu oak termasuk bahan yang kuat, sehingga bisa jadi pilihan yang bagus untuk pintu. Tak hanya itu, kayu ini bersifat kedap air.

    3. Jati

    Wildan menyebut jati memiliki warna coklat keemasan yang kaya, anggun, dan memberi kesan hangat untuk ruangan. Jati termasuk kayu yang paling kuat dibanding pohon lainnya.

    “Kepadatannya tinggi, minyak alami banyak, tahan cuaca, juga perlu waktu lama untuk dapat jenis kayu jati yang benar-benar bagus,” ucap Wildan.

    4. Kayu Kenari

    Selanjutnya, pemilik juga bisa mempertimbangkan kayu kenari sebagai pintu. Kayu tersebut tahan terhadap kelembapan serta anti jamur.

    5. Kayu Kamper

    Lalu, ada kayu kamper yang aromanya seperti kapur barus. Kayu ini dikenal memiliki daya tahan yang kuat.

    “(Kayu kamper) memiliki bau mirip dengan aroma kamper atau kapur barus dan dikenal dengan daya tahannya dari serangan rayap alias anti rayap,” tuturnya.

    6. Kayu Merbau

    Kayu merbau juga dikenal sangat kuat, keras, dan berumur panjang. Bahan ini bisa menjadi pilihan buat pintu rumah.

    7. Kayu Pinus

    Terakhir, ada kayu pinus sebagai pintu. Bahan ini termasuk paling murah dibandingkan material lainnya. Untungnya, jenis kayu ini tidak mudah menyusut atau mengembang.

    Itulah informasi seputar bahan kayu untuk pintu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Pintu Kayu, Mana yang Tahan Lama?


    Jakarta

    Kebanyakan pintu rumah terbuat dari kayu. Bahan ini memang menjadi andalan karena tampilannya yang alami dan daya tahannya yang kuat.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kayu adalah bahan yang ideal buat pintu karena tidak mudah dijebol. Namun, setiap kayu punya karakteristik masing-masing sehingga perlu disesuaikan penggunaannya.

    “Kita harus tahu bahwa kayu yang kita pakai itu tahan terhadap cuaca luar atau tidak. Ketahanannya mesti kita pastikan karena ada beberapa jenis kayu yang memang cuma kuat di indoor dan bisa di outdoor,” kata Denny saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.


    Menurutnya, jenis kayu yang cocok untuk pintu outdoor antara lain jati, merbau, dan ulin. Sementara itu, pintu kayu indoor bisa terbuat dari meranti, mahoni, dan kamper.

    Lantas, apa saja jenis-jenis kayu yang digunakan buat pintu? Simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Kayu buat Pintu

    Inilah beberapa kayu yang cocok dijadikan pintu menurut ahlinya.

    1. Jati

    Kontraktor Wildan menyebut jati termasuk kayu yang paling kuat dibanding jenis lainnya. Bahan ini punya karakteristik yang membuatnya tahan terhadap cuaca.

    “Kepadatannya tinggi, minyak alami banyak, tahan cuaca, juga perlu waktu lama untuk dapat jenis kayu jati yang benar-benar bagus,” ucapnya.

    Ia mendeskripsikan kayu jati berwarna coklat keemasan. Tampilan itu memberi kesan anggun dan hangat pada ruangan.

    2. Kamper

    Kemudian ada kayu kamper yang juga dikenal memiliki daya tahan yang kuat. Saking kuatnya, kayu ini tahan serangan rayap alias anti rayap.

    “(Kayu kamper) memiliki bau mirip dengan aroma kamper atau kapur barus,” imbuhnya.

    3. Kenari

    Pemilik rumah juga bisa menggunakan kayu kenari sebagai pintu. Sebab, kayu ini tahan terhadap kelembapan serta anti jamur.

    4. Mahoni

    Lalu, ada kayu mahoni yang cocok buat dibikin pintu rumah. Bahan tersebut tahan terhadap pelapukan dan cukup stabil menahan kelembapan.

    5. Merbau

    Kayu merbau bersifat sangat kuat, keras, dan berumur panjang. Kayu itu dapat menjadi opsi menarik buat bikin pintu rumah.

    6. Oak

    Kayu oak termasuk bahan yang kuat sehingga bagus dijadikan pintu. Tak hanya kuat, kayu ini juga kedap air, lho.

    7. Pinus

    Pemilik dapat mempertimbangkan kayu pinus kalau mau bahan yang tidak mudah menyusut atau mengembang. Apalagi, jenis kayu ini terbilang paling murah dibandingkan lainnya.

    Itulah sederet pilihan kayu yang biasa dijadikan pintu rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com