Tag: taman

  • 6 Alat untuk Merawat Taman yang Wajib Kamu Punya



    Jakarta

    Jika kamu punya taman di rumah, kamu wajib punya alat untuk merawat taman tersebut. Perawatan taman merupakan hal yang penting dilakukan agar taman tetap asri dan indah. Jika taman tidak dirawat, maka beberapa tanaman akan terlihat layu atau bahkan mati.

    Tentunya, dengan merawat sendiri dapat menghemat biaya perawatan. Jadi, kamu tak perlu menggunakan jasa orang lain. Cukup dengan bantuan alat-alat yang dibuat khusus untuk memudahkan pekerjaan kamu dalam merawat taman. Penasaran, apa saja alat-alat tersebut? Simak penjelasan berikut.

    Manfaat Merawat Taman

    Ternyata ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dari merawat taman dengan rutin. Seperti yang dilansir dari My Decorative, Jumat (1/12/2023), berikut beberapa manfaatnya.


    • Membuat lingkungan sekitar lebih asri
    • Meningkatkan nilai jual rumah
    • Menjadi area hiburan untuk keluarga
    • Menghilangkan stress dan menjaga fisik dan mental

    Alat Wajib untuk Merawat Taman

    Melansir dari Oke Garden, Jumat (1/12/2023), berikut beberapa alat wajib yang kamu miliki untuk merawat taman.

    1. Garpu Taman

    Tak jarang kamu menemukan tumpukan daun – daun kering berjatuhan di area taman. Memungut dan membersihkan daun tersebut tentunya sangat menguras energi dan waktu jika dilakukan dengan tangan. Untuk itu, garpu taman bisa jadi penyelamat. Sebab dapat berguna untuk mengumpulkan daun-daun kering ke satu titik sebelum dimasukkan ke karung untuk dibuang atau diolah lagi menjadi kompos.

    2. Sarung Tangan Kebun

    Ketika merawat taman pastinya tangan kita akan sering menyentuh tanah, daun, batang yang tidak hanya kotor, tapi juga dapat melukai tangan kita. Untuk melindungi tangan dari sisa kotoran tanah atau hal tajam lainnya, maka kamu harus menggunakan sarung tangan setiap saat.

    3. Sekop

    Terkadang, kamu perlu membuat lubang di tanah untuk menanam tanaman baru, atau mengganti tanaman yang rusak. Dalam kegiatan tersebut, anda memerlukan alat kebun yang satu ini. Bukan hanya itu, sekop juga dapat digunakan untuk memindahkan material tanah dalam jumlah yang sedikit.

    4. Selang Air

    Seperti yang kita ketahui, tanaman yang ada di taman anda memerlukan air untuk bertahan hidup. Mungkin air ini bisa didapatkan dari hujan atau penyiram tanaman otomatis. Namun, penyiram tanaman otomatis bukan merupakan pilihan yang ekonomis walaupun sangat efisien untuk menghemat banyak waktu. Jika anda ingin pilihan yang lebih ekonomis, maka sangat disarankan untuk menyiram tanaman dengan selang air biasa.

    5. Semprotan Anti Hama

    Hama merupakan musuh terbesar bagi pecinta tanaman. Keberadaan hama memiliki dampak yang merusak bagi tanaman kesayangan kamu. Untuk mengatasi itu, maka sangat disarankan untuk membeli cairan anti hama dan jangan lupa juga untuk membeli semprotan anti hama untuk mempermudah penyebaran cairan anti hama.

    6. Gunting Tanaman

    Alat kebun ini sangat berperan besar dalam hal estetika taman. Para tukang kebun biasanya menggunakan gunting taman untuk membuat bentuk-bentuk tertentu pada tanaman. Selain itu, kamu juga dapat memotong ranting dan daun yang sudah mati menggunakan gunting tanaman

    Demikian 6 alat untuk merawat taman yang wajib kamu punya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Mudah Membuat Taman Bunga di Halaman Rumah


    Jakarta

    Jika kamu punya lahan kosong, membuat taman bunga bisa membuat halaman rumah jadi lebih cantik. Apalagi jika ditanam dengan berbagai warna dan jenis. Untuk menanam serta merawatnya, kamu dapat memulai dengan benih bunga tersebut.

    Kamu perlu memperhatikan dan mempelajari jenis bunga tersebut sehingga mengetahui bagaimana cara merawatnya yang benar. Dilansir dari Better Homes & Garden, Kamis (8/2/2024) ada beberapa langkah untuk menanam bunga di taman agar bertumbuh dengan baik dan subur sebagai berikut.

    Tempat yang Benar, Tanaman yang tepat

    Mulailah dengan mengatur tanaman kamu, sehingga berada di tempat di mana mereka akan mendapatkan jenis cahaya yang disukai. Tanaman yang menyukai matahari harus berada di tempat terbuka, tanaman yang membutuhkan naungan harus diletakkan di tempat yang mereka inginkan. beberapa penutup.


    Sinar matahari penuh yang dibutuhkan adalah sekitar enam jam atau lebih dari sinar matahari langsung per hari, tidak harus terus menerus. Bagian teduh biasanya berarti empat hingga enam jam sinar matahari per hari, hal ini tergantung dari jenis tanamannya.

    Definisi bayangan bervariasi, tergantung pada seberapa dalam bayangan itu sebenarnya. Bayangan belang-belang memberi lebih banyak cahaya daripada bayangan gelap.

    Menggali Tanah

    Taman bunga yang indah dimulai dengan tanah yang bagus. Secara umum, sebagian besar tanaman berbunga tumbuh subur di tanah yang gembur dan memiliki drainase yang baik dengan banyak bahan organik di dalamnya.

    kamu tidak perlu menggali area yang luas untuk menanam bunga, tetapi kamu harus menggali cukup tanah sehingga kamu dapat menambahkan beberapa kompos untuk memperbaiki struktur tanah.

    Gali tanah hingga kedalaman setidaknya 6 inci. Hindari menggali tanah saat basah untuk mencegah pemadatan. Tanaman membutuhkan sejumlah ruang diantara partikel tanah agar akar dapat tumbuh.

    Salah satu tes untuk melihat apakah tanah dapat digali adalah dengan menggali sedikit sampel tanah dari lubang berukuran 3 inci. Remas menjadi bola, lalu lemparkan tanah ke permukaan yang keras seperti batu atau trotoar. Jika tanah tetap menyatu, berarti terlalu basah untuk ditanam, tetapi jika pecah, saatnya menanam.

    Tanam Bunga Baru

    Langkah-langkah cara menanam bibit bunga sedikit berbeda dengan tanaman dari pembibitan, jadi ikuti petunjuk pada paket bibit untuk mengetahui seberapa dalam menanam setiap bibit dan seberapa jauh jaraknya. Dengan tanaman taman dalam pot, kamu biasanya harus menanam dengan tanah yang sama tingginya dengan tanah di dalam pot, tetapi baca tag tanaman untuk memastikannya.

    Beberapa tanaman berbunga, seperti iris dan peony, lebih menyukai rimpang dan akarnya ditanam sangat dangkal. Saat mengeluarkan tanaman dari pot, sobek perlahan sebagian atau seluruh tanah dari akarnya dan tempatkan tanaman ke dalam lubang yang telah kamu siapkan. Dorong kembali tanah ke dalam lubang, kencangkan dengan lembut sehingga kamu mengembalikan tanah tetapi tidak memadatkannya seluruhnya.

    Siram dengan Air dan Tambahkan Mulsa

    Mulsa sendiri merupakan material penutup tanaman budidaya yang digunakan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit pada tanaman bunga. Caranya, rendam tanah di sekitar bunga yang baru kamu tanam. Bunga taman umumnya membutuhkan 1 hingga 2 inci kelembaban setiap minggu agar tumbuh dengan baik, jadi sirami jika kamu tidak menerima cukup hujan.

    Hindari tanah tergenang air atau akar tanaman berbunga kamu bisa membusuk. Lapisan mulsa seperti parutan kulit kayu di sekitar tanaman baru kamu akan membantu memperlambat penguapan dan mengurangi seberapa sering kamu perlu menyiram.

    Pangkas Tanaman Bunga

    Saat tanaman berbunga kamu mulai mekar, silakan memotongnya untuk karangan bunga. Potong kepala bunga yang dihabiskan untuk mendorong tanaman agar memberikan lebih banyak energi ke dedaunan dan kelangsungan hidup.

    Demikian 5 langkah mudah membuat taman bunga di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Menghias Halaman Rumah Agar Tampak Indah & Hidup


    Jakarta

    Rumah yang terlihat indah tentu menjadi idaman banyak orang, sehingga membuat para pemilik berusaha mendesain dan mendekorasi rumah sebagus mungkin. Selain bangunan rumah, menghias halaman rumah pun tidak kalah pentingnya untuk melengkapi tampilan rumah.

    Terlebih menghias halaman rumah bisa menambahkan kesan kehidupan pada rumah. Sebab, penghuni rumah akan semakin tertarik menghabiskan waktu beraktivitas di ruang outdoor.

    Untuk itu, halaman rumah perlu diperhatikan juga dengan mengisinya dengan hal-hal yang fungsional dan menarik. Melansir dari Real Simple, berikut ini cara menghias halaman rumah agar terlihat semakin indah dan hidup.


    Tambahkan Warna

    Dekorasi aksen warna-warni dapat memperindah halaman rumah. Warna-warna yang cerah akan membuat area-area pada halaman terkesan ceria. Kamu bisa menambahkan warna dengan tanaman hias, pot, kursi, ataupun lampu.

    Penerangan

    Memasang lampu-lampu untuk dinyalakan pada malam hari dapat membuat halaman tampak bersinar dengan indah. Kamu bisa memilih berbagai jenis lampu di antaranya lampu gantung, lampu tiang, bahkan lentera.

    Ayunan

    Beri ayunan di luar rumah sebagai tempat untuk keluarga bersantai dan bermain bersama sambil menghirup angin sejuk. Kamu dapat memasang ayunan bermain, ayunan sofa di teras, atau ayunan kayu dengan kanopi di halaman.

    Tempat Duduk

    Meski tidak memiliki lahan yang cukup luas ataupun tidak tertarik beraktivitas outdoor, tentu sekadar duduk dan bersantai di luar rumah ketika cuaca bagus akan terasa menyenangkan. Sediakan beberapa tempat duduk beserta meja kecil untuk sekedar minum teh di pagi hari.

    Berkebun

    Kamu bisa coba untuk berkebun agar halaman rumah tampak lebih hidup dengan tumbuh-tumbuhan seperti tanaman hias ataupun sayur-mayur. Selain cantik, tumbuhan tersebut bisa bermanfaat untuk penghuni rumah ketika membutuhkan obat herbal ataupun bahan makanan.

    Namun, jika memiliki ruang halaman yang terbatas, kamu bisa mengakalinya dengan menyusun pot secara vertikal dengan rak ataupun gantungan.

    Itulah lima cara menghias halaman rumah untuk mendapatkan ruang outdoor yang tampak lebih indah dan hidup. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Taman Zen Bikin Rumah Adem, Begini Cara Buatnya


    Jakarta

    Untuk beberapa orang, taman di rumah adalah tempat bersantai untuk melepas penat. Buat kamu yang ingin mendesain taman di rumah tapi belum menemukan inspirasi, kamu bisa pertimbangkan untuk memakai konsep taman Zen.

    Para biksu Buddha Jepang lah yang mengembangkan taman zen, yang pada mulanya dijadikan sebagai tempat meditasi. Unsur desain Zen bisa dipadukan ke dalam setiap lanskap rumah.

    Apa Itu Taman Zen?

    Dilansir dari Garden Design, Rabu (1/5/2024) taman Zen tradisional, juga dikenal sebagai karesansui, adalah taman minimalis yang mencakup unsur alami seperti batu, kayu, kerikil, dan pasir, dengan sedikit tanaman dan tanpa air. Sedangkan, unsur buatan manusia mencakup jembatan, lentera batu, dan patung, dikelilingi dengan pagar atau dinding untuk memisahkan taman dengan area luar.


    Konsep utama taman Zen juga bisa disesuaikan dengan gaya dan seleramu. Berikut cara mendesain taman dengan memakai konsep Zen.

    Cara Membuat Taman Zen

    1. Pilih Lokasi

    Kamu bisa mulai dengan melihat area mana yang cocok untuk ruang meditasi dan seberapa luas ukurannya. Pilih sudut yang datar dan jauh dari jalan atau halaman samping yang sempit, ini bertujuan agar area yang akan dibangun terasa nyaman. Lakukan pengukuran awal agar bisa menggambarkan seperti apa bentuk tamannya jika sudah jadi.

    2. Cari Inspirasi

    Guna memperoleh inspirasi, kamu bisa baca dari berbagai sumber seperti di buku, internet, dan berkunjung ke taman-taman yang sekitar yang menerapkan konsep Zen. Buatlah papan ide yang berisi inspirasi taman atau daftar atribut yang mau kamu masukkan ke dalam tamanmu.

    3. Pakai Prinsip Panduan

    Taman Zen tersusun berdasarkan tujuh prinsip panduan, yaitu Penghematan (Koko), Kesederhanaan (Kanso), Kealamian (Shinzen), Asimetri (Fukinsei), Misteri atau Kehalusan (Yugen), Ajaib atau Tidak Konvensional (Datsuzoku), dan Keheningan (Seijaku). Taman Zen di rumahmu sebaiknya mengusung sebagian besar atau bahkan semua konsep ini.

    4. Buat Desain

    Buat sketsa kasar guna menggambarkan hasil akhirnya. Untuk desain yang lebih kompleks, kamu bisa konsultasikan dengan desainer lanskap profesional. Kalau kamu mau pakai batu besar, sangat penting untuk mengetahui di mana seharusnya batu tersebut diletakkan, mengingat batu tersebut akan susah diangkat dan dipasang.

    5. Fleksibel

    Meski taman Zen yang otentik hanya ada sedikit tanaman dan tidak ada fitur air, tapi ada banyak juga variasi desain Zen dimana tanaman dan air memiliki peran utama. Jangan takut bereksperimen dengan penampilan yang berbeda.

    6. Buat Semenarik Mungkin

    Pilih unsur-unsur taman Zen yang paling menarik dan sesuaikan dengan seleramu. Jadikan area tersebut tempat nyaman untuk menghabiskan waktu.

    7. Pertimbangkan Skala

    Pakai bahan yang cocok dengan ukuran taman dan seluruh halaman. Batu-batu besar membuat taman yang kecil menjadi penuh dan sesak, sementara batu-batu kecil tidak terlalu terlihat di taman yang luas. Jadi, harus disesuaikan.

    8. Buat Sederhana

    Taman Zen sebaiknya sederhana dan tidak berantakan, hal ini agar memberikan perasaan tenang. Pakai palet warna yang lembut agar dapat merilekskan pikiran dan membuat lingkungan yang menenangkan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Sulap Balkon Jadi Taman Mini yang Indah


    Jakarta

    Balkon memberikan ruang lebih buat menikmati pemandangan indah dan udara segar di rumah maupun apartemen. Agar balkon lebih menarik dan fungsional, kamu bisa mengubahnya menjadi ruang hijau yang cantik lho!

    Kalau kamu kekurangan lahan untuk bercocok tanam, kamu masih bisa memanfaatkan balkon untuk menumbuhkan berbagai tanaman. Selain itu, mungkin kamu sekadar ingin mendekorasi balkon dengan tumbuhan hijau.

    Nah, bagi yang tertarik bisa mencoba menyulap balkon menjadi taman mini dengan cara ini yang dilansir dari Projex, Minggu (19/5/2024).


    Cara Mengubah Balkon Jadi Ruang Hijau

    1. Pakai Rumput Sintetis

    Kemungkinan besar balkon kamu memiliki lantai keramik atau beton, sehingga tidak mungkin menumbuhkan rumput. Buat balkon tampak hijau dengan menebar karpet rumput sintetis. Lalu, kamu bisa menambahkan pot dengan tanaman asli untuk mendapat suasana balkon seperti taman.

    Rumput SintetisRumput Sintetis Foto: (istimewa/homestratosphere.com)

    2. Furniture Minimalis

    Balkon tentu memiliki ruang yang sangat terbatas, maka jangan penuhi dengan furniture yang besar dan banyak. Kalau kamu pengin bisa duduk santai di balkon, gunakan kursi dan meja kecil saja. Sebaiknya menghemat ruang untuk menampung lebih banyak tanaman.

    akrilik.. Foto: Getty Images/iStockphoto/KangeStudio

    3. Manfaatkan Pagar

    Maksimalkan ruang yang ada dengan menggantungkan pot tanaman kecil di pagar balkon. Kamu bisa memajang bunga-bunga cantik dan tanaman kecil lainnya di pagar supaya tidak memakan tempat di lantai balkon. Sedangkan tanaman yang lebih besar bisa ditaruh di lantai balkon.

    4. Pilih Tanaman yang Tepat

    deretan tanaman.deretan tanaman. Foto: Getty Images/iStockphoto/GarrettAndrewChong

    Pastikan memilih tanaman yang cocok hidup di balkon. Tentu kamu tidak ingin pemandangan rusak karena ada tanaman mati bukan?

    Kemungkinan tanaman tidak mendapat sinar matahari dan air yang cukup di balkon. Oleh karena itu, pilih tanaman yang tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari dan air. Lalu, pastikan rutin menyirami tanaman atau menggunakan sistem pengairan otomatis.

    5. Pasang Rak Dinding

    Cara lain untuk efisiensi ruang balkon adalah memasang rak pada dinding. Supaya semakin cantik, kamu juga bisa menggunakan pot-pot dekoratif di bagian balkon ini.

    6. Pencahayaan

    Setelah merancang taman di balkon rumah atau apartemen, kamu bisa lengkapi dengan menambah pencahayaan. Gunakan lampu sorot ataupun lampu gantung untuk menciptakan atmosfer yang lebih menawan dan menenangkan di balkon.

    Begitulah cara mengubah balkon menjadi taman mini yang indah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Bahan Kimia, Begini Cara Alami Usir Nyamuk di Taman Rumah


    Jakarta

    Nyamuk adalah serangga pengganggu yang kerap ditemukan di dalam maupun di luar rumah. Serangga satu ini sangat mengganggu karena gigitannya yang bikin gatal, apalagi saat sedang di taman.

    Untuk mengusir nyamuk, tentu senjata andalan kebanyakan orang adalah menyemprotkan obat nyamuk. Namun, semprotan ini mengandung berbagai bahan kimia yang bisa mengganggu tumbuhan dan kehidupan di taman.

    Nah, ada beberapa cara mengusir nyamuk dengan cara alami. Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Alami Usir Nyamuk di Taman Rumah

    Inilah beberapa cara mengusir nyamuk tanpa menggunakan bahan kimia, dikutip dari The Spruce.

    1. Tanaman Pengusir Nyamuk

    Ada banyak tanaman yang dibenci nyamuk yang bisa ditanam di taman. Tanaman seperti lavender, allium, geranium abadi, ageratum, marigold, dan catmint berbunga bisa mengusir nyamuk.

    Selain itu, menanam bawang putih atau daun kucai di kebun sayur juga dapat membantu mengusir nyamuk.

    2. Semprotan Alami

    Semprotan pengusir nyamuk bisa dengan mudah dibuat sendiri di rumah menggunakan minyak esensial. Untuk membuat semprotan ini, hanya membutuhkan botol semprot kaca, air, dan bermacam-macam minyak esensial.

    Minyak esensial terbaik untuk semprotan nyamuk alami ini antara lain serai, geranium, kemangi manis, serai, kayu cedar, lavender, peppermint, dan kayu putih.

    3. Perangkap Nyamuk

    Cara lain membasmi nyamuk adalah menggunakan perangkap sederhana untuk menarik nyamuk yang sudah ada di taman. Beberapa bahan yang digunakan dalam perangkap nyamuk meliputi ragi, gula, cuka, soda kue, dan es kering.

    4. Hilangkan Genangan Air

    Genangan air adalah tempat nyamuk berkembang biak. Genangan ini bisa muncul setelah hujan deras di ember dan pot bunga. Jaga area berkebun tetap rapi untuk menghindari masalah genangan air.

    5. Pangkas Tanaman Liar

    Memangkas tanaman secara umum dapat membantu mengurangi populasi serangga termasuk nyamuk. Semakin banyak tanaman yang tumbuh di halaman, semakin banyak permukaan yang dapat dimakan, ditumbuhi, dan dihinggapi nyamuk.

    Itulah cara mengusir nyamuk secara alami di taman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah, Auto Nggak Betah


    Jakarta

    Kucing adalah hewan berbulu menggemaskan yang sering dipelihara di rumah. Namun, berbeda hal dengan kucing liar yang terkadang bikin geram karena suka masuk halaman rumah dan buang kotoran.

    Meski sudah sering diusir, kucing liar terkadang kembali lagi. Kalau menemukan kondisi seperti ini, diperlukan langkah strategis buat mencegah kucing masuk halaman rumah.

    Lantas, apa yang bisa dilakukan buat menghalau kucing liar? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah cara mencegah kucing liar masuk ke halaman rumah, dikutip dari The Spruce.

    1. Hilangkan Sumber Makanan

    Kucing liar akan tinggal di daerah yang ada banyak sumber makanan. Hindari memberi makan kucing agar mereka tidak merasa betah. Kemudian, tutup tempat sampah dengan rapat supaya nggak jadi tempat kucing mencari makan.

    2. Hilangkan Tempat Berlindung

    Tutup lubang di gudang, garasi, teras, atau tempat berlindung sederhana seperti tumpukan kayu. Langkah ini guna menghindari adanya tempat tinggal bagi kucing liar.

    3. Beri Tekstur pada Permukaan Tanah

    Kucing suka berjalan di halaman rumah. Coba tabur kerikil, pecahan kulit telur, atau lapisan kawat ayam agar kucing liar merasa tidak nyaman berjalan di sana.

    4. Beri Aroma Pengusir Kucing

    Taburkan bahan pengusir kucing liar di kebun. Misalnya menaruh kamper, kain lap yang dibasahi amonia, bubuk mustard, cabai rawit, bubuk kopi, dan semprotan berbahan jeruk. Ingatlah untuk menaruh kembali pengusir kucing tersebut setelah hujan lebat.

    5. Buat Pagar Anti Kucing

    Halangi kucing masuk ke area rumah dengan mengamankan pagar. Pagar anti-kucing meliputi pemasangan jaring anti-kucing yang tidak dapat dipanjat kucing dan palang beroda di bagian atas pagar, sehingga kucing tidak dapat memanjatnya.

    Jika kucing melompati pagar di satu area, coba taruh kaleng kosong yang diisi dengan kelereng. Letakkan kaleng di area yang diinginkan agar ketika jatuh, kucing yang melompat ke pagar ketakutan.

    Pilihan lainnya adalah menggunakan bel atau lonceng angin yang sensitif. Benda ini akan mengeluarkan suara saat kucing menimbulkan getaran.

    Itulah tips mencegah kucing masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Penting Punya Taman di Rumah? Ketahui Dulu Manfaatnya



    Jakarta

    Salah satu keuntungan memiliki rumah tapak adalah bagian depan bangunan biasanya memiliki halaman atau tanah kosong yang digunakan untuk taman. Namun, saat ini banyak rumah yang menutup tanah kosong tersebut untuk dijadikan tempat parkir karena luasnya yang tak seberapa.

    Eits, tenang, tidak masalah jika halaman rumah digunakan untuk lahan parkir. Setiap rumah memiliki kebutuhan masing-masing. Namun, keberadaan taman di rumah tetap penting. Menurut Arsitek Denny Setiawan, taman tidak melulu harus ditempatkan di bagian depan rumah atau belakang. Taman bisa dibuat di area kosong di mana saja di rumah, seperti di dalam rumah atau di atap.

    “Jadi tidak ada alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025).


    Sebab, kata Denny, memiliki taman di rumah memberikan banyak keuntungan. Pertama, taman bisa memberikan pasokan oksigen di rumah. Seperti yang kita tahu, taman biasanya ditumbuhi banyak tanaman, baik besar maupun kecil. Tanaman-tanaman inilah yang memasok oksigen untuk manusia.

    Kedua, dengan membuat taman, pemilik rumah sudah berkontribusi terhadap penghijauan. Membuat ruang hijau tidak perlu membutuhkan ruang yang luas, di lahan sepetak juga cukup. Dengan memiliki area terbuka hijau, rumah memiliki area resapan dan pasokan oksigen.

    “Fungsinya bisa meresapkan air hujan ke dalam tanah. Jadi air hujan kita bisa terserap di tanah kita sendiri walaupun rumah subsidi tapi rasanya harus ada taman juga,” ujarnya.

    Denny mengatakan apabila bagian depan rumah sudah tidak ada ruang tersisa, banyak orang memilih untuk menambah ruang di atas rumah seperti membuat rooftop. Area ini bisa digunakan pula untuk dibuat taman sungguhan yang ditumbuhi rumput.

    “Caranya yang pertama adalah lapisan dry cell supaya airnya bisa menyerap ke bawah kemudian dialirkan lewat pipa, flood drain. Di atas dry cell harus ada kerikil, atau split, baru di atasnya ada tanah,” jelasnya.

    Kemudian, apabila tidak memungkinkan dibuat di atas dan di bawah, pemilik rumah bisa menjajal membuat taman vertikal. Biasanya tanaman akan diletakkan di dinding atau pagar dengan pot atau tanaman rambat.

    “Saat ini kita kekurangan media tanam. Untuk Kota Jakarta sendiri target vegetasi baru tercapai 9 persen dari target kota ideal 30 persen ruang hijau. Jadi kita butuh sekali sebanyak-banyaknya ruang hijau agar tanaman bisa bertumbuh, agar setiap manusia di kota Jakarta ini bisa menghirup oksigen dengan baik jadi rasanya daripada kita membuat pagar yang tinggi yang kemudian kesannya tertutup, tidak ada salahnya kita mencoba metode untuk membuat pagar dari tanaman,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Bikin Taman di Rumah


    Jakarta

    Taman bisa menjadi area penunjang tampilan rumah, terutama jika lokasinya di depan. Taman yang tersusun rapi dan ditumbuhi banyak tanaman, menambah kesan asri pada rumah.

    Tentu, untuk mewujudkan bentuk taman yang idaman, tidak bisa dibuat asal. Perlu banyak pertimbangan agar tampilannya indah saat hari cerah maupun gelap.

    Lantas, apa saja yang harus diperhatikan saat membuat taman di rumah? Berikut beberapa tipsnya.


    1. Mengetahui Luas Taman yang Akan Dibuat

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, saat ingin membuat taman, pemilik rumah perlu mengetahui luas area yang akan digunakan. Hal ini untuk menyesuaikan jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam di sana.

    2. Tentukan Konsep Taman

    Saat ini untuk mencari konsep taman, bisa melihat-lihat dari internet. Meskipun tidak bisa diikuti 100 persen, tetapi ada beberapa konsep yang cocok dengan luas bangunan dan selera pemiliknya. Dengan adanya konsep taman, lebih mudah untuk menentukan barang dan jenis tanaman apa saja yang harus dibeli.

    “Ada taman kering yang pakai pot. Ada taman Jepang yang pakai batu-batu krikil atau ada taman tropis yang isinya adalah pohon-pohonan tropis,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

    3. Pilih Tanaman yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

    Apabila di halaman rumah ingin ditanam pohon berkayu besar, cari jenis tanaman yang akarnya tidak merusak fondasi rumah yakni yang memiliki akar tunggal, contohnya pohon pule, tabebuya, dan kamboja.

    Denny tidak menyarankan untuk menanam pohon akasia di rumah karena akarnya berserabut dan bisa merusak rumah. Namun, memang pohon akasia memiliki daya tarik yakni daunnya yang rimbun.

    4. Pertimbangkan Beli Hiasan Taman

    Selain tanaman, Denny juga menyarankan untuk membeli pernak-pernik yang bisa dipasang di taman seperti bebatuan, lampu, dan lainnya.

    Denny mengingatkan, saat membuat taman, tidak perlu semua harus selesai di satu waktu. Segala perlengkapannya bisa dibeli satu-satu sehingga tidak terlalu gegabah dan tidak membuat pengeluaran bulanan membengkak.

    “Sebenarnya untuk budget itu nggak terlalu gede untuk membuat taman. Taman ini kan sebenarnya bisa dilakukan secara tumbuh. Artinya ketika kita punya uang kita bisa beli pohon tambahan yang kita mau,” terangnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Manfaat Punya Taman Minimalis di Area Tengah Rumah dan Tips Bikinnya


    Jakarta

    Taman di dalam rumah saat ini banyak dipilih karena dapat mempercantik ruangan secara alami. Selain itu, taman di dalam rumah dapat membuka jalur sirkulasi udara dan bisa menjadi pemasok oksigen di dalam rumah.

    Namun, tidak semua rumah bisa membuat taman di dalam rumah. Sebab, saat ini ukuran rumah semakin kecil karena keterbatasan lahan. Apabila dipaksakan, rumah justru terlihat lebih sempit dan membuat ruang gerak jadi terbatas.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, taman di dalam rumah bisa dibuat menyesuaikan sisa ruang yang ada, tidak harus besar. Tujuan adanya taman di dalam rumah adalah sebagai ventilasi yang bisa menjangkau beberapa ruangan di dalam rumah yang jauh dari area luar rumah. Selain itu, adanya taman di dalam rumah juga membuat rumah jauh lebih terang berkat pencahayaan alami.


    “Jadi kita perlu memastikan setiap ruangan bisa mendapat akses yang sama terhadap taman. Kalau ruangannya banyak, lahannya terbatas, kita tidak bisa membuat ventilasi atau pencahayaan alami di salah satu ruang di rumah kita. Makanya dikasih taman supaya memaksimalkan semua ruangan mengakses view taman,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bikin Taman di Dalam Rumah

    1. Rencanakan Sejak Awal

    Membuat taman di dalam rumah berarti membutuhkan area yang terbuka hingga ke bagian atas. Pembuatannya tidak bisa asal-asalan dengan membobol bagian rumah. Denny menyarankan agar rencana ini telah disiapkan sejak awal membangun rumah agar mudah untuk dibuat.

    2. Pilih Tanaman yang Tak Merusak Bangunan

    Denny menyarankan untuk memilih tanaman berakar tunggal apabila ingin menanam tanaman yang besar. Namun, bisa pula dengan meletakkan tanaman yang bisa tumbuh di dalam pot.

    “Sebenarnya inner court itu bisa langsung terakses ke tanah ya karena lebih baik resapannya langsung ke tanah. Tapi bisa juga memakai pot-pot tanaman. Kemudian, sistem drainasenya disambung ke sistem drainase awal rumah. Jadi tidak punya alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” jelasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com