Tag: taman rumah

  • 6 Cara Basmi Putancang di Taman Rumah


    Jakarta

    Putancang alias siput tanpa cangkang (slug) sering muncul ketika musim hujan tiba. Selain kehadiran yang membuat jijik, siput tanpa cangkang kerap merusak taman atau kebun.

    Sebab, hewan ini senang membuat daun berlubang, bahkan memakan semua daun tanaman. Hal ini tentu mengkhawatirkan, terutama jika merusak tanaman favorit. Biasanya, siput tanpa cangkang kerap ditemukan di kebun sayuran.

    Jika kamu menanam sayuran untuk konsumsi, keberadaan siput tanpa cangkang ini tentu merepotkan. Dikutip dari Real Homes, Rabu (14/2/2024), berikut beberapa cara membasmi siput tanpa cangkang dari taman dan kebun di rumah.


    1. Buatlah Perangkap dari Alkohol

    Tips membasmi siput tanpa cangkang yang pertama adalah membuat perangkap dari minuman beralkohol. Siput tertarik pada aroma alkohol. Meski tidak bisa membasmi semua siput tanpa cangkang, tetapi alkohol dapat menarik perhatian moluska ini.

    Pilih mangkuk yang cukup dangkal agar siput mudah merangkak memasukinya, tetapi cukup dalam untuk membuatnya tenggelam. Setelah itu, isi mangkuk dengan air sampai penuh sehingga bisa membuat siput tenggelam di dalamnya.

    2. Menanam Tanaman Pembasmi Siput

    Diketahui ada beberapa tanaman yang tidak disukai oleh siput sehingga membuat mereka menjauhi kebun atau taman, di antaranya lavender dan tanaman herbal perennial seperti rosemary. Kedua tanaman ini juga bisa digunakan untuk mengusir hewan lain seperti nyamuk.

    3. Siram Tanaman pada Pagi Hari

    Tanaman yang basah semalaman merupakan makanan favorit siput tanpa cangkang. Untuk itu, sebaiknya menyiram siram tanaman dari bawah pada pagi hari sehingga akan kering pada malam hari.

    4. Buatlah Perangkap Pakai Limau Gedang

    Kamu dapat membuat perangkap siput tanpa cangkang dari buah limau gedang. Caranya, potong limau gedang menjadi dua bagian, kemudian dikosongkan isinya dan letakkan di tanah dengan bagian yang berlubang menghadap ke bawah.

    Pastikan ada cukup ruang untuk memungkinkan siput masuk ke kulit limau gedang. Kulit limau gedang akan jadi makanan bagi siput dan lingkungan lembap untuk bersembunyi. Diamkan semalaman dan buang siput yang tertangkap pada pagi hari. Selain limau gedang, buah lain yang bisa digunakan adalah jeruk atau melon.

    5. Pelihara Predator Alami

    Cara lain membasmi siput tanpa cangkang adalah menghadirkan predator alami ke kebun seperti kumbang kepik, katak, dan kodok. Semua hewan ini menyukai siput tanpa cangkang.

    6. Hindari Pelet Siput

    Dalam cara membasmi siput tanpa cangkang, hindari menggunakan pelet siput atau apa pun yang mengandung bahan kimia. Monty Don dari Gardener’s World mengatakan pelet siput dapat membahayakan satwa liar lainnya yang mungkin mengunjungi kebun di rumah.

    Demikian 6 tips basmi siput tanpa cangkang dari taman. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Menghias Halaman Rumah Agar Tampak Indah & Hidup


    Jakarta

    Rumah yang terlihat indah tentu menjadi idaman banyak orang, sehingga membuat para pemilik berusaha mendesain dan mendekorasi rumah sebagus mungkin. Selain bangunan rumah, menghias halaman rumah pun tidak kalah pentingnya untuk melengkapi tampilan rumah.

    Terlebih menghias halaman rumah bisa menambahkan kesan kehidupan pada rumah. Sebab, penghuni rumah akan semakin tertarik menghabiskan waktu beraktivitas di ruang outdoor.

    Untuk itu, halaman rumah perlu diperhatikan juga dengan mengisinya dengan hal-hal yang fungsional dan menarik. Melansir dari Real Simple, berikut ini cara menghias halaman rumah agar terlihat semakin indah dan hidup.


    Tambahkan Warna

    Dekorasi aksen warna-warni dapat memperindah halaman rumah. Warna-warna yang cerah akan membuat area-area pada halaman terkesan ceria. Kamu bisa menambahkan warna dengan tanaman hias, pot, kursi, ataupun lampu.

    Penerangan

    Memasang lampu-lampu untuk dinyalakan pada malam hari dapat membuat halaman tampak bersinar dengan indah. Kamu bisa memilih berbagai jenis lampu di antaranya lampu gantung, lampu tiang, bahkan lentera.

    Ayunan

    Beri ayunan di luar rumah sebagai tempat untuk keluarga bersantai dan bermain bersama sambil menghirup angin sejuk. Kamu dapat memasang ayunan bermain, ayunan sofa di teras, atau ayunan kayu dengan kanopi di halaman.

    Tempat Duduk

    Meski tidak memiliki lahan yang cukup luas ataupun tidak tertarik beraktivitas outdoor, tentu sekadar duduk dan bersantai di luar rumah ketika cuaca bagus akan terasa menyenangkan. Sediakan beberapa tempat duduk beserta meja kecil untuk sekedar minum teh di pagi hari.

    Berkebun

    Kamu bisa coba untuk berkebun agar halaman rumah tampak lebih hidup dengan tumbuh-tumbuhan seperti tanaman hias ataupun sayur-mayur. Selain cantik, tumbuhan tersebut bisa bermanfaat untuk penghuni rumah ketika membutuhkan obat herbal ataupun bahan makanan.

    Namun, jika memiliki ruang halaman yang terbatas, kamu bisa mengakalinya dengan menyusun pot secara vertikal dengan rak ataupun gantungan.

    Itulah lima cara menghias halaman rumah untuk mendapatkan ruang outdoor yang tampak lebih indah dan hidup. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Alami Cegah Hewan Peliharaan Rusak Tanaman di Taman Rumah


    Jakarta

    Hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan ayam sering memiliki kebiasaan menggali tanah sehingga merusak tanaman yang ada. Hal ini pasti membuat risih kamu yang punya taman di rumah.

    Pasalnya, harga tanaman hias saat ini sudah bukanlah hal yang sepele lagi, tidak hanya itu, merawat tanaman hias juga bukanlah pekerjaan yang mudah.

    Biasanya hewan peliharaan, terutama kucing, sering menggunakan tanaman sebagai tempat tidur siang yang empuk, dan terkadang juga sering menggigit dan mengunyah tanaman tersebut.


    Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kamu bisa coba ikuti cara cara di bawah ini.

    Cara Mencegah Hewan Peliharaan Rusak Tanaman Dengan Cara Alami

    Dikutip dari thespruce.com, kucing memiliki hidung yang sensitif terhadap bau seperti jeruk, pisang, mustar, pinus, mentol, kayu putih, capsaicin (yang biasa ditemukan dalam cabai), dan herba aromatik seperti mint, rosemary, thyme, dan lavender.

    Selain mencoba untuk menggunakan aromatik seperti yang sudah disebutkan di atas, ada juga beberapa cara lain untuk mencegah kucing merusak tanaman. Berikut contohnya.

    1. Tanam Bunga Berduri atau Bunga dengan Aroma Menyengat

    Selain dari tanaman yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu juga bisa mencoba untuk menanam beberapa bunga bangkai dan tanaman berduri seperti bunga mawar dan sebagainya. Tanaman yang berduri bisa membuat kucing menjauhi daerah tanaman tersebut berada.

    2. Buat Pagar Dahan Berduri

    Jika kamu memiliki beberapa dahan bunga berduri yang sudah kering, kamu bisa merakitnya untuk dijadikan pagar untuk tanamanmu. Akan tetapi, cara ini tentunya hanya efektif untuk sementara waktu saja sampai dahan tersebut rusak dan menjadi kompos.

    3. Pasang Alat Semprot

    Bila kamu mempunyai taman yang luas, mungkin alat penyemprot tanaman otomatis bisa menjadi solusinya, selain bisa menjauhkan kucing, alat ini juga bisa membantu kamu untuk menyiram tanamannya.

    Selain itu, ada juga sistem semprotan khusus untuk mengusir hewan seperti burung, kucing, dan lain-lain. Sistem ini menggunakan sensor gerakan, dan nantinya akan menyemprotkan air pada lokasi pergerakan berada.

    4. Pasang Pagar

    Cara selanjutnya yaitu membuat pagar di sekeliling tanaman, bisa dengan menggunakan lakban transparan, floral wire deterrent, dan bird netting.

    5. Semprotan Cabai

    Bukan digunakan secara langsung ya, melainkan kamu bisa menggunakan semprotan cabai pada tanaman kamu. Beberapa tanaman juga ada yang bisa memanfaatkan semprotan cabai.

    6. Alihkan Perhatian

    Bila kucing tetap keras kepala untuk menggunakan taman bungamu sebagai tempat bermain, sebaiknya kamu coba untuk membuat tempat untuk mengalihkan perhatiannya. Cobalah untuk membuat taman khusus kucing dengan mainan dan hal-hal yang disukai kucing, seperti kotak pasir.

    7. Gunakan Cairan Pengusir Kucing

    Ada beberapa produk semprotan khusus untuk mengusir kucing. Cairan ini dibuat dengan bahan yang tidak berbahaya terhadap kucing, jadi kamu tidak perlu khawatir akan membunuh kucing tersebut.

    Itu dia 7 cara cegah hewan peliharaan merusak taman rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    (zlf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Usir Siput dari Taman Rumah Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Keberadaan siput di taman rumah memang tidak berbahaya bagi manusia, namun bisa merusak tanaman yang ada. Tentunya detikers nggak mau dong tanamannya rusak karena dimakan siput? Nah, berikut ini cara mengusir siput dari taman rumah.

    Eits, jangan khawatir karena cara mengusirnya menggunakan bahan alami. Dengan menciptakan suasana yang dibenci siput juga bisa membuatnya pergi menjauh.

    Salah satu caranya adalah memindahkannya secara langsung ke tempat yang agak jauh dari tanaman. Sebaiknya kamu melakukan hal itu pada malam atau waktu subuh karena siput menyukai suasana yang lembap dan dingin.


    Selain itu, masih ada beberapa cara lainnya. Berikut ini informasinya.

    Cara Mengusir Siput dari Taman Rumah

    Pakai Cangkang Telur dan Bubuk Kopi

    Kamu bisa menggunakan cangkang telur yang dihancurkan dan bubuk kopi untuk mengusir siput. Kamu bisa mencampurkan keduanya pada tanah taman. Teksturnya yang kasar akan membuat siput enggan mendekati tanaman.

    “Cangkan telur dan bubuk kopi merupakan bahan yang bisa dikompos dan dapat membuat tanah subur, jadi kamu melakukan dua hal bersamaan (mengusir siput dan menyuburkan tanaman),” kata CEO Lawn Love, Jeremy Yamaguchi, dikutip dari Real Simple, Kamis (9/5/2024).

    Pakai Tanah yang Memiliki Drainase Baik

    Menggunakan tanah yang memiliki drainase yang baik bisa membantu menyingkirkan siput. Dengan drainase yang, ketika tanah disiram akan cepat mengering.

    Siput menyukai tempat yang lembap untuk bersembunyi. Jika tanah cepat mengering maka bisa mencegah siput bersembunyi di sana.

    Tanam Tanaman di Rumah

    Dilansir dari Homes & Gardens, kamu bisa menanam tanaman yang disukai siput di taman rumah untuk mencegahnya memakan tanaman lainnya. Sebab, siput suka memakan tumbuhan muda, kamu bisa memberikannya di sekitar taman.

    Cara Cegah Siput Datang Kembali

    Untuk mencegah siput kembali lagi, kamu bisa membersihkan taman dari sampah, daun-daun, ranting, atau apapun yang bisa dijadikan tempat bersembunyi siput.

    “Mengolah tanah secara teratur juga dapat membantu dengan memunculkan telur siput ke permukaan, memaparkannya pada predator dan cuaca. Terakhir, pertimbangkan untuk menanam tanaman tahan siput seperti aster dan pakis, yang dapat mengurangi daya tarik taman kamu secara keseluruhan terhadap hama ini,” kata pemilik Steve’s Services, Steve Sylvia, dikutip dari Real Simple.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Bahan Kimia, Begini Cara Alami Usir Nyamuk di Taman Rumah


    Jakarta

    Nyamuk adalah serangga pengganggu yang kerap ditemukan di dalam maupun di luar rumah. Serangga satu ini sangat mengganggu karena gigitannya yang bikin gatal, apalagi saat sedang di taman.

    Untuk mengusir nyamuk, tentu senjata andalan kebanyakan orang adalah menyemprotkan obat nyamuk. Namun, semprotan ini mengandung berbagai bahan kimia yang bisa mengganggu tumbuhan dan kehidupan di taman.

    Nah, ada beberapa cara mengusir nyamuk dengan cara alami. Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Alami Usir Nyamuk di Taman Rumah

    Inilah beberapa cara mengusir nyamuk tanpa menggunakan bahan kimia, dikutip dari The Spruce.

    1. Tanaman Pengusir Nyamuk

    Ada banyak tanaman yang dibenci nyamuk yang bisa ditanam di taman. Tanaman seperti lavender, allium, geranium abadi, ageratum, marigold, dan catmint berbunga bisa mengusir nyamuk.

    Selain itu, menanam bawang putih atau daun kucai di kebun sayur juga dapat membantu mengusir nyamuk.

    2. Semprotan Alami

    Semprotan pengusir nyamuk bisa dengan mudah dibuat sendiri di rumah menggunakan minyak esensial. Untuk membuat semprotan ini, hanya membutuhkan botol semprot kaca, air, dan bermacam-macam minyak esensial.

    Minyak esensial terbaik untuk semprotan nyamuk alami ini antara lain serai, geranium, kemangi manis, serai, kayu cedar, lavender, peppermint, dan kayu putih.

    3. Perangkap Nyamuk

    Cara lain membasmi nyamuk adalah menggunakan perangkap sederhana untuk menarik nyamuk yang sudah ada di taman. Beberapa bahan yang digunakan dalam perangkap nyamuk meliputi ragi, gula, cuka, soda kue, dan es kering.

    4. Hilangkan Genangan Air

    Genangan air adalah tempat nyamuk berkembang biak. Genangan ini bisa muncul setelah hujan deras di ember dan pot bunga. Jaga area berkebun tetap rapi untuk menghindari masalah genangan air.

    5. Pangkas Tanaman Liar

    Memangkas tanaman secara umum dapat membantu mengurangi populasi serangga termasuk nyamuk. Semakin banyak tanaman yang tumbuh di halaman, semakin banyak permukaan yang dapat dimakan, ditumbuhi, dan dihinggapi nyamuk.

    Itulah cara mengusir nyamuk secara alami di taman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Pohon yang Tidak Merusak Fondasi Rumah, Cocok Ditanam di Pekarangan


    Jakarta

    Halaman atau pekarangan rumah bisa ditanam pohon agar hunian menjadi teduh dan asri. Namun, beberapa pohon bisa merusak fondasi rumah karena akarnya tumbuh merambat.

    Padahal, pohon bisa mempercantik pekarangan dan buahnya bisa dikonsumsi sendiri. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu memilih pohon yang akarnya tidak merambat ke mana-mana.

    Lalu, pohon apa saja yang tidak akan merusak fondasi rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Pohon yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

    Inilah sejumlah pohon yang cocok ditanam di halaman rumah, dilansir Gardeners’ World dan berbagai sumber.

    1. Pohon Tabebuya

    Tabebuya bermekaran di Kota MalangPohon tabebuya Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

    Pohon tabebuya yang berasal dari Brasil cocok ditanam di pekarangan rumah. Dikutip dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa timur, akar pohon ini tidak menyebar dan bunganya cantik selama musimnya.

    Bunga yang muncul berwarna pink, kuning, hingga putih, tergantung jenis pohonnya. Buah akan muncul saat musim hujan atau setelah musim berbunganya. Ketinggian pohonnya bisa menjulang sampai 10 meter.

    Perawatan pohon tabebuya pun tidak sulit, hanya perlu penyiraman dan pemupukan. Pohon ini cocok ditanam di wilayah subtropis dan tropis.

    2. Pohon Palem

    Pohon palem tidak akan merusak fondasi rumah karena memiliki struktur akar yang berserat. Pohon yang cocok di daerah beriklim tropis ini punya daun tipis dan dapat tumbuh tinggi.

    Jenis palem yang umum ditemukan antara lain palem kipas, palem putri, palem merah, palem udang, dan palem Jepang.

    Pohon palem tidak perlu terlalu sering disiram karena tanah yang terlalu becek justru dapat menjadi masalah bagi pohon ini. Lalu, pohon cukup dipupuk sesekali dan buang daun mati serta tangkai tua yang sudah berwarna kecokelatan.

    3. Pohon Bungur

    Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut juga crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

    Pohon bungur juga cocok ditanam di halaman rumah. Tanam di tempat cukup luas yang tidak tertutup karena batangnya akan menjulang tinggi hingga 10-20 meter.

    Pastikan pohon ini mesti ditanam di area yang terkena cahaya matahari. Pohon ini mudah tumbuh dengan disiram rutin jika tidak turun hujan dan sesekali perlu dipangkas.

    Bunga pohon bungur tumbuh majemuk berwarna ungu hingga merah muda keunguan dengan menghasilkan aroma harum.

    4. Pohon Bugenvil

    Bugenvil atau bunga kertas ini mempunyai bunga warna-warni, sehingga mempercantik halaman rumah. Pertumbuhan pohon ini cepat saat diletakkan di bawah sinar matahari. Bisa ditanam dalam pot, langsung di tanah, maupun di keranjang gantung.

    Tanaman bugenvil dapat tahan di iklim tropis. Perawatannya hanya memerlukan sedikit penyiraman dan pemangkasan sesekali untuk mempertahankan bentuk serta memperbanyak bunganya, dikutip dari situs Gardenia.

    5. Pohon Kersen

    Buah kersenPohon kersen dan buahnya Foto: Getty Images/iStockphoto/justhavealook

    Pohon kersen atau ceri kampung punya daun cukup rimbun dan batangnya bisa mencapai 12 meter. Dahannya tumbuh mendatar dan menggantung.

    Pohon ini tidak memerlukan perawatan khusus. Pemangkasan diperlukan jika pohonnya terlalu besar.

    6. Pohon Ara

    Pohon ara atau tin dapat ditanam di lingkungan panas dan kering. Tingginya bisa mencapai 3-4 meter. Pohonnya juga bisa berbuah meskipun tidak terlalu tinggi.

    Buah tin punya warna merah, ungu, dan lainnya tergantung varietasnya. Daunnya lebar dan bisa mengeluarkan getah putih

    7. Pohon Apel

    Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

    Pohon apel juga bisa ditanam di halaman rumah. Buahnya yang tumbuh subur dapat dipanen untuk disantap sendiri.

    Dilansir dari Love The Garden, pohon apel menyukai area yang terkena sinar matahari penuh dan terlindungi dari angin kencang. Meskipun pohonnya tumbuh di atas tanah kering, penyiraman teratur diperlukan.

    Itulah deretan pohon yang tidak merusak fondasi rumah, sehingga cocok ditanam di halaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Usir Siput dari Taman Rumah, Bisa Pakai Bubuk Kopi


    Jakarta

    Siput sering kali berada di taman rumah. Keberadaannya memang tidak berbahaya bagi manusia, namun bisa merusak tanaman rumah.

    Kalau pemilik rumah menemukan siput di halaman, bisa langsung memindahkannya ke tempat yang agak jauh dari tanaman. Nah, kalau mau memindahkan siput, sebaiknya dilakukan pada malam atau subuh karena siput menyukai suasana dingin dan lembap.

    Selain itu, masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir siput. Berikut ini informasinya dilansir dari Native Pest Management dan Real Simple.


    Cara Usir Siput

    Tanam Tanaman

    Pemilik rumah bisa menanam tanaman yang tidak disukai siput untuk mencegahnya masuk ke taman rumah. Contohnya adalah geranium karena memiliki aroma yang tidak disukai siput.

    Selain itu, bisa juga menanam mint, lavender, dan roesemary yang aroma kuatnya juga tidak disukai oleh siput.

    Cuka

    Cuka juga bisa mencegah bahkan membasmi siput. Cuka bisa membuat siput dehidrasi dan akhirnya mati.

    Caranya, campurkan cuka dan air dengan ukuran yang sama. Selanjutnya, semprotkan campuran tersebut ke ujung-ujung taman, pot tanaman, atau di mana pun siput beraktivitas.

    Ingat, jangan semprotkan cairan ini langsung ke tanaman karena bisa merusaknya.

    Cangkang Telur dan Bubuk Kopi

    Pemilik rumah bisa menghancurkan cangkang telur dan menyebarnya di halaman rumah untuk mengusir siput. Sebab, teksturnya yang kasar membuatnya enggan mendekat.

    Selain itu, bisa juga ditambah dengan menaburkan bubuk kopi. Kafein dalam bubuk kopi beracun bagi hewan tersebut dan mereka akan menghindari permukaan yang ada bubuk kopinya.

    “Cangkang telur dan bubuk kopi merupakan bahan yang bisa dikompos dan dapat membuat tanah subur, jadi kamu melakukan dua hal bersamaan (mengusir siput dan menyuburkan tanaman),” kata CEO Lawn Love, Jeremy Yamaguchi, dikutip dari Real Simple, Rabu (4/6/2025).

    Cara Cegah Siput Datang Kembali

    Untuk mencegah siput kembali lagi, kamu bisa membersihkan taman dari sampah, daun-daun, ranting, atau apapun yang bisa dijadikan tempat bersembunyi siput.

    “Mengolah tanah secara teratur juga dapat membantu dengan memunculkan telur siput ke permukaan, memaparkannya pada predator dan cuaca. Terakhir, pertimbangkan untuk menanam tanaman tahan siput seperti aster dan pakis, yang dapat mengurangi daya tarik taman kamu secara keseluruhan terhadap hama ini,” kata pemilik Steve’s Services, Steve Sylvia, dikutip dari Real Simple.

    Itulah cara mengusir siput dari taman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Penting Punya Taman di Rumah? Ketahui Dulu Manfaatnya



    Jakarta

    Salah satu keuntungan memiliki rumah tapak adalah bagian depan bangunan biasanya memiliki halaman atau tanah kosong yang digunakan untuk taman. Namun, saat ini banyak rumah yang menutup tanah kosong tersebut untuk dijadikan tempat parkir karena luasnya yang tak seberapa.

    Eits, tenang, tidak masalah jika halaman rumah digunakan untuk lahan parkir. Setiap rumah memiliki kebutuhan masing-masing. Namun, keberadaan taman di rumah tetap penting. Menurut Arsitek Denny Setiawan, taman tidak melulu harus ditempatkan di bagian depan rumah atau belakang. Taman bisa dibuat di area kosong di mana saja di rumah, seperti di dalam rumah atau di atap.

    “Jadi tidak ada alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025).


    Sebab, kata Denny, memiliki taman di rumah memberikan banyak keuntungan. Pertama, taman bisa memberikan pasokan oksigen di rumah. Seperti yang kita tahu, taman biasanya ditumbuhi banyak tanaman, baik besar maupun kecil. Tanaman-tanaman inilah yang memasok oksigen untuk manusia.

    Kedua, dengan membuat taman, pemilik rumah sudah berkontribusi terhadap penghijauan. Membuat ruang hijau tidak perlu membutuhkan ruang yang luas, di lahan sepetak juga cukup. Dengan memiliki area terbuka hijau, rumah memiliki area resapan dan pasokan oksigen.

    “Fungsinya bisa meresapkan air hujan ke dalam tanah. Jadi air hujan kita bisa terserap di tanah kita sendiri walaupun rumah subsidi tapi rasanya harus ada taman juga,” ujarnya.

    Denny mengatakan apabila bagian depan rumah sudah tidak ada ruang tersisa, banyak orang memilih untuk menambah ruang di atas rumah seperti membuat rooftop. Area ini bisa digunakan pula untuk dibuat taman sungguhan yang ditumbuhi rumput.

    “Caranya yang pertama adalah lapisan dry cell supaya airnya bisa menyerap ke bawah kemudian dialirkan lewat pipa, flood drain. Di atas dry cell harus ada kerikil, atau split, baru di atasnya ada tanah,” jelasnya.

    Kemudian, apabila tidak memungkinkan dibuat di atas dan di bawah, pemilik rumah bisa menjajal membuat taman vertikal. Biasanya tanaman akan diletakkan di dinding atau pagar dengan pot atau tanaman rambat.

    “Saat ini kita kekurangan media tanam. Untuk Kota Jakarta sendiri target vegetasi baru tercapai 9 persen dari target kota ideal 30 persen ruang hijau. Jadi kita butuh sekali sebanyak-banyaknya ruang hijau agar tanaman bisa bertumbuh, agar setiap manusia di kota Jakarta ini bisa menghirup oksigen dengan baik jadi rasanya daripada kita membuat pagar yang tinggi yang kemudian kesannya tertutup, tidak ada salahnya kita mencoba metode untuk membuat pagar dari tanaman,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Bikin Taman di Rumah


    Jakarta

    Taman bisa menjadi area penunjang tampilan rumah, terutama jika lokasinya di depan. Taman yang tersusun rapi dan ditumbuhi banyak tanaman, menambah kesan asri pada rumah.

    Tentu, untuk mewujudkan bentuk taman yang idaman, tidak bisa dibuat asal. Perlu banyak pertimbangan agar tampilannya indah saat hari cerah maupun gelap.

    Lantas, apa saja yang harus diperhatikan saat membuat taman di rumah? Berikut beberapa tipsnya.


    1. Mengetahui Luas Taman yang Akan Dibuat

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, saat ingin membuat taman, pemilik rumah perlu mengetahui luas area yang akan digunakan. Hal ini untuk menyesuaikan jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam di sana.

    2. Tentukan Konsep Taman

    Saat ini untuk mencari konsep taman, bisa melihat-lihat dari internet. Meskipun tidak bisa diikuti 100 persen, tetapi ada beberapa konsep yang cocok dengan luas bangunan dan selera pemiliknya. Dengan adanya konsep taman, lebih mudah untuk menentukan barang dan jenis tanaman apa saja yang harus dibeli.

    “Ada taman kering yang pakai pot. Ada taman Jepang yang pakai batu-batu krikil atau ada taman tropis yang isinya adalah pohon-pohonan tropis,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

    3. Pilih Tanaman yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

    Apabila di halaman rumah ingin ditanam pohon berkayu besar, cari jenis tanaman yang akarnya tidak merusak fondasi rumah yakni yang memiliki akar tunggal, contohnya pohon pule, tabebuya, dan kamboja.

    Denny tidak menyarankan untuk menanam pohon akasia di rumah karena akarnya berserabut dan bisa merusak rumah. Namun, memang pohon akasia memiliki daya tarik yakni daunnya yang rimbun.

    4. Pertimbangkan Beli Hiasan Taman

    Selain tanaman, Denny juga menyarankan untuk membeli pernak-pernik yang bisa dipasang di taman seperti bebatuan, lampu, dan lainnya.

    Denny mengingatkan, saat membuat taman, tidak perlu semua harus selesai di satu waktu. Segala perlengkapannya bisa dibeli satu-satu sehingga tidak terlalu gegabah dan tidak membuat pengeluaran bulanan membengkak.

    “Sebenarnya untuk budget itu nggak terlalu gede untuk membuat taman. Taman ini kan sebenarnya bisa dilakukan secara tumbuh. Artinya ketika kita punya uang kita bisa beli pohon tambahan yang kita mau,” terangnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mengatur Taman agar Tidak Menjadi Sarang Serangga


    Jakarta

    Beberapa serangga lebih menyukai area terbuka seperti taman untuk membuat tempat tinggal. Meskipun tidak langsung mengganggu manusia, keberadaan serangga seperti nyamuk, lalat, atau lebah, tetap membuat tidak nyaman terutama saat ingin bermain di luar rumah.

    Untuk mengatasi serangga di luar ruangan, tidak bisa hanya mengandalkan bahan-bahan kimia karena kemungkinan besar tidak akan berpengaruh. Cara yang paling tepat untuk mencegah serangga berkumpul di taman rumah adalah dengan mengatur taman agar tidak menjadi tempat yang disukai serangga.

    Menjaga kebersihannya dan membuat taman yang selalu rapi merupakan salah satu kuncinya. Dilansir The Spruce berikut tips mengatur taman agar bebas dari serangga.


    1. Hindari Genangan pada Halaman Rumah

    Taman rumah biasanya mudah sekali muncul genangan, terutama yang tidak memiliki area resapan alami. Genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak bagi serangga terbang, seperti nyamuk.

    “Nyamuk berkembang biak di genangan air, jadi menguras pot bunga dan talang air secara teratur akan membantu mencegah nyamuk berkumpul di dekatnya,” ujar Frank Meek, ahli entomologi bersertifikat di Rollins, seperti yang dikutip dari The Spruce, Jumat (1/8/2025).

    Jika memiliki tempat mandi burung atau air mancur di luar ruangan, tempat tersebut juga harus sering diperiksa, jangan sampai ada genangan.

    2. Jangan Letakkan Tempat Sampah di Taman

    Tempat sampah luar ruangan sebaiknya berada di luar rumah atau pagar rumah dan harus dalam keadaan tertutup rapat. Selain untuk mencegah bau tak sedap, tempat sampah tertutup juga mencegah serangga berkembang biak di dalamnya dan tikus masuk mengacak-acak.

    3. Pasang Lampu Taman

    Biasanya bagian taman hanya diberi pencahayaan yang minim, padahal adanya lampu taman juga dapat membantu mengusir tanaman dari taman. Caranya dengan memilih bohlam khusus berwarna kuning. Warna-warna lain seperti putih dan biru justru menarik perhatian serangga.

    “Lampu-lampu ini kurang menarik bagi serangga terbang, seperti ngengat dan nyamuk,” kata Napolski, pendiri A-Tex Pest Management.

    4. Tanam Tanaman yang Tidak Disukai Serangga

    Banyak sekali tanaman yang bisa menjadi bahan alami pengusir serangga. Sebagai contoh sera, lavender, mint, kemangi, hingga rosemary.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com