Tag: tampilan

  • Bingung Pilih Sofa buat Ruangan Sempit? Begini Tipsnya



    Jakarta

    Memiliki sofa di rumah bisa membuat rumah semakin cantik sekaligus digunakan untuk duduk santai. Namun, perlu perhatian khusus saat memilih sofa, apalagi jika ruangan di rumah kamu sempit.

    Jika salah pilih sofa, bisa-bisa ruangan di rumah kamu jadi makin sempit. Lantas, bagaimana cara memilih sofa untuk ruangan yang sempit?

    Dilansir dari Homes & Gardens, Sabtu (20/7/2024), berikut ini caranya.


    1. Pastikan Ukuran Sofa Pas untuk Ruangan

    Ukuran sofa memegang peran penting agar ruangan kamu tidak terasa sesak. Jika kamu memilih sofa yang terlalu panjang, itu akan memakan banyak ruang sehingga ruangan di rumah kamu terasa makin kecil.

    “Saya menyarankan pilih sofa dengan ukuran yang kecil untuk menyesuaikan proporsi ruangan,” kata desainer interior, Brianna Untener.

    2. Pilih Sofa dengan Detail Minimalis

    Pada ruangan kecil, sebaiknya tidak terdapat detail yang berlebih. Dengan demikian, bisa membuat ruangan terasa nyaman.

    3. Pilih Sofa dengan Kaki

    Sofa yang memiliki kaki akan membantu ruangan terasa lebih ‘ringan’ dan terasa lebih luas karena ada ruang lebih.

    4. Pilih Warna yang Sesuai

    Warna terang maupun warna gelap bisa saja cocok di ruangan yang sempit. Biasanya, warna terang sangat sering digunakan. Jika dipadukan dengan warna dinding yang terang, maka ruangan bisa terasa lebih terang.

    Penggunaan warna gelap pada sofa yang dipadukan dengan warna dinding yang gelap bisa meningkatkan kesan ruang. Walau demikian, penggunaan warna gelap atau terang pada sofa tergantung dari gaya dan tampilan yang kamu inginkan.

    “Tidak ada jawaban benar atau salah ketika memilih sesuatu yang berwarna untuk ruangan kecil. Itu semua tergantung selera klien dan kemudian bekerja dari sana,” kata Untener.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengukur Gorden yang Benar biar Rumah Makin Keren


    Jakarta

    Mengukur gorden dengan benar adalah langkah penting untuk memastikan tampilan rumah yang rapi dan sesuai dengan desain interior kamu. Tidak hanya berfungsi sebagai pelindung privasi, gorden juga memiliki peran dekoratif yang besar dalam ruangan.

    Jika kamu berencana membeli gorden baru atau membuat gorden custom, panduan ini akan membantu kamu mengukur dengan tepat dan memastikan pemasangannya sesuai.

    Tentukan Lokasi Pemasangan Gorden

    Langkah pertama adalah memutuskan di mana gorden akan dipasang, ada dua opsi utama yaitu, gorden akan dipasang di dalam batas-batas bingkai jendela, memberikan tampilan yang lebih minimalis dan rapi.


    Ini cocok untuk jendela kecil atau ruangan yang mengutamakan kesederhanaan, dan pemasangan di luar bingkai biasanya memberikan ilusi jendela yang lebih besar dan lebih cocok untuk gorden yang lebih panjang dan dramatis.

    Cara Mengukur Lebar Gorden

    Untuk pemasangan dalam bingkai, kamu bisa menggunakan penggaris atau meteran untuk mengukur lebar jendela dari tepi kiri bingkai ke tepi kanan bingkai, jangan lupa untuk mengambil ukuran di tiga titik berbeda atas, tengah, dan bawah untuk memastikan akurasi.

    Untuk pemasangan luar bingkai, ukurlah lebar dari tepi kiri ke tepi kanan jendela, lalu tambahkan 10-20 cm di setiap sisi. Penambahan ini berfungsi untuk memastikan gorden dapat sepenuhnya menutupi jendela dan sedikit area dinding di sekitarnya, memberikan tampilan yang lebih elegan.

    Cara Mengukur Tinggi Gorden

    Melansir factorydirectblinds.com, disarankan untuk menggunakan alat ukur seperti leveler atau waterpas saat mengukur tirai yang dipasang di luar, karena alat ini membantu memastikan bahwa tirai terpasang dalam posisi yang benar-benar lurus. Untuk pemasangan dalam bingkai, ukurlah tinggi dari bagian atas bingkai ke bagian bawah, sesuai dengan panjang gorden yang diinginkan.

    Jika kamu ingin gorden menggantung hingga lantai, pastikan untuk mengukur hingga titik di mana kamu menginginkan gorden berakhir, dan untuk pemasangan luar bingkai, kamu harus mempertimbangkan di mana batang gorden akan dipasang.

    Sebagai aturan umum, batang biasanya dipasang sekitar 10-20 cm di atas bingkai jendela. Setelah menentukan posisi batang, ukur dari sana hingga titik di mana gorden akan berakhir, apakah itu tepat di bawah jendela, sepertiga ke lantai, atau hingga menyentuh lantai.

    Pertimbangkan Kelebihan Kain untuk Efek Lipat

    Jika kamu menginginkan gorden dengan efek lipatan atau tampilan yang lebih tebal, tambahkan lebar gorden. Umumnya, untuk tampilan yang berlipat-lipat, ukuran lebar gorden sebaiknya 2-3 kali lebar jendela, ini akan memberikan tampilan gorden yang lebih mewah dan penuh.

    Pilih Jenis Gorden yang Sesuai

    Jenis kain gorden akan memengaruhi cara kamu mengukur. Gorden tipis seperti sheer mungkin membutuhkan lebih banyak kain untuk memberikan privasi, sementara gorden blackout yang lebih tebal membutuhkan ukuran yang lebih pas agar fungsionalitas maksimalnya tetap terjaga.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Menyesal! Ini 6 Kesalahan Desain Interior yang Harus Diperhatikan



    Jakarta

    Desain bersifat sangat pribadi, terutama dalam hal desain interior yang terkadang menggambarkan sifat dari pemilik rumah tersebut. Bisa saja bagi kamu cocok, namun bagi yang lain tidak terasa cocok dengan desain yang kamu inginkan.

    Kesalahan desain interior bisa terjadi dari masalah seperti lantai yang tidak terpasang dengan sempurna, hingga masalah kecil seperti ukuran karpet ruangan yang tidak sesuai.

    Dilansir The Spruce, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa kesalahan desain interior yang akhirnya membuat kamu kecewa dengan desain yang diinginkan.


    Memilih Pencahayaan yang Buruk

    Pencahayaan menjadi masalah umum dalam mendesain rumah. Pencahayaan sangat mempengaruhi dan penting dalam menentukan suasana hati serta nuansa suatu ruangan, seperti menggunakan lampu besar dan hanya mengandalkan satu pencahayaan.

    Solusinya untuk mengutamakan kehangatan dan individualitas, daripada hanya menggunakan lampu tersembunyi atau lampu langit-langit, gunakan pencahayaan berlapis. Campuran pencahayaan akan mempercantik dan menonjolkan rumah kamu.

    Melupakan Ukuran, Skala, dan Proporsi

    Kesalahan selanjutnya adalah membeli furniture dan dekorasi yang terlalu kecil untuk ruangan. Skala sangat penting untuk menyempurnakan desain kamu, dengan barang-barang yang kecil dapat membuat ruangan terasa berantakan.

    Mengukur dan menata seperti apa tampilan furniture agar ruangan tidak terasa sesak, hal ini juga mencegah pengeluaran berlebihan dalam jangka panjang.

    Kurangnya Skema Warna yang Melekat

    Penting untuk memilih warna yang tepat agar membuat keselarasan, seringkali rumah yang memiliki warna yang tidak sesuai.

    Jika kamu ingin warna-warna terlihat lebih serasi, kamu harus memulai dengan warna-warna dasar netral dan membangun skema warna di sekitarnya. Hal ini akan bekerja paling baik jika kamu menggunakan warna-warna yang berseberangan.

    Meninggalkan Kepribadian

    Masalah lain yang penting dalam desain rumah tetapi hampir terlalu mudah dilupakan adalah memasukkan selera pribadi kamu. Kebanyakan orang meniru tampilan yang mereka lihat di media sosial.

    Akan lebih baik jika desain pribadi dimasukkan ke dalam desain interior rumah. Hal ini akan membuat rumah terasa seperti yang kamu inginkan.

    Mendapatkan Ukuran Karpet yang Salah

    Karpet adalah sesuatu yang sulit untuk ditata dengan tepat, sehingga hal ini menjadi kesalahan yang paling umum. Jika karpet terlalu kecil, furniture akan diletakkan terlalu rapat sehingga membatasi gerakan dan menghasilkan tampilan yang sempit.

    Pelajari cara memilih karpet yang tepat agar ruangan terlihat lebih indah dan cantik, juga tidak membahayakan penghuni rumah seperti tersandung sisa karpet yang tidak terpasang.

    Jarak dan Ketinggian Dekorasi yang Tidak Tepat

    Jarak dan ketinggian yang tepat sangat penting untuk membuatnya terasa menyatu. Terkadang dekorasi yang salah akan membuang waktu dan biaya yang kamu keluarkan, sehingga ukuran jarak untuk dekorasi sangat penting untuk dipikirkan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Karpet yang Sudah Ketinggalan Zaman, Jangan Dipakai!



    Jakarta

    Dalam mendekorasi rumah, karpet bisa menjadi salah satu barang yang wahib dipertimbangkan untuk dipasang karena bisa mempercantik ruangan. Karena warna dan pola karpet bisa membuat rumah terlihat cantik serta menarik. Banyak pilihan warna yang bisa dicocokan untuk dekorasi rumah.

    Namun, tidak semua warna pada karpet cocok untuk diaplikasikan ke dalam ruangan. Ada beberapa warna yang sudah ketinggalan zaman sehingga sebaiknya tidak digunakan.

    Berikut beberapa daftar warna karpet yang sudah ketinggalan zaman.


    Warna Tebal dan Neon

    Meskipun menggunakan warna karpet yang berani dan neon, seperti hijau, jingga, merah muda, dan biru populer selama beberapa waktu, namun warna ini menonjolkan rona yang sangat cerah.

    Warna neon digunakan pada karpet sebagai cara yang menyenangkan untuk memadukan warna aksen, tetapi ada cara lain untuk mendesain ruangan dengan cara yang menyenangkan seperti dengan cat atau seni dinding.

    “Nuansa hangat seperti kuning keemasan, karat, merah karat tua, dan coklat kemerahan sedang tren, tetapi hindari warna merah terang dan asli pada karpet kamu. Ganti warna merah muda menyala dengan warna merah mawar,” kata Jill Greaves, seorang desainer interior.

    Abu-abu Dingin

    Seiring dengan semakin banyaknya orang yang memasukkan kehangatan, kenyamanan, dan warna ke dalam rumah mereka. Karpet abu-abu yang sejuk dapat menambah kesan suram dan tidak pada tempatnya pada ruangan yang ramai.

    “Abu-abu dingin sudah tidak relevan, gantilah dengan abu-abu yang lebih hangat dan warna netral seperti dempul. Warna ini sangat cocok dengan tren vintage dam tampilan pesisir yang lebih lembut,” ujar Greaves.

    Hitam

    Karpet hitam yang suram dan dramatis pernah menjadi tren di masa lalu, tetapi mungkin akan tetap menjadi tren di masa lalu. Tren desain yang menggunakan warna-warna berani, seperti hitam.

    Alternatif warna hitam yang paling dekat dan paling modern adalah coklat tua. Warna netral gelap ini menawarkan nuansa hitam yang sama muram dan menyelimuti tanpa tampilan yang ketinggalan zaman.

    Putih

    Ruangan serba putih termasuk karpet putih mencolok, juga ketinggalan zaman karena orang menginginkan lebih banyak tekstur, pola, kehangatan, dan warna di ruangan. Karpet putih hampir mustahil untuk tetap bersih.

    “Kita sudah terlalu lama menggunakan warna putih, saya rasa kita semua sudah bosan dengan ruangan serba putih dan mencari nuansa yang lebih hangat, seperti pola yang menarik atau tekstil yang lebih alami,” kata Greaves.

    Pertimbangkan lantai yang memiliki warna hangat alami. Jika mengganti karpet putih bukan pilihan, padukan daya tarik visual dengan melapisi karpet rumput laut di atasnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Bisa Bikin Rumah Makin Cantik


    Jakarta

    Adanya tanaman di rumah bisa memberikan kesan adem dan asri. Meletakkan tanaman di depan pintu rumah juga bisa mempercantik fasad.

    Nah, ada beberapa tanaman yang cocok untuk diletakkan di depan pintu rumah. Apa saja? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Bunga Tulip

    Tulip flower background, Colorful tulips meadow nature in spring, close upBunga Tulip. Foto: iStock

    Bunga tulip yang warna-warni bisa mempercantik fasad rumah. Bunga ini juga bisa tumbuh hingga mencapai setinggi 3 kaki atau 91 cm.


    Dracaena

    Four dracanea marginata indoor plants in flowerpots on window sillDracaena. Foto: Getty Images/iStockphoto/janzwolinski

    Tanaman hijau ini bisa menjadi pilihan untuk diletakkan di depan pintu. Dracaena cocok diletakkan di luar ruangan dan tahan akan cuaca panas. Namun, jangan diletakkan di tempat yang terkena matahari langsung, kamu bisa meletakkannya di tempat yang teduh atau ada kanopinya.

    Fern atau Tanaman Paku

    Fern hanging on the living room wall. Copy space. Fern concept. Plants concept.Fern. Foto: Getty Images/iStockphoto/GideoniJunior

    Tanaman ini cocok untuk digantung di area pintu masuk. Jika ingin meletakkan di luar, jangan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

    Caladium atau Keladi

    Caladium planters-red and white. Horizontal.Caladium. Foto: Getty Images/iStockphoto/Joe_Potato

    Tanaman berwarna merah muda ini bisa memperindah tampilan rumah. Nah, kalau mau ditaruh di depan rumah kamu bisa meletakkannya di tempat yang tidak terkena matahari langsung karena tumbuhan ini menyukai suhu yang hangat.

    Begonia

    Beautiful mixture of various vibrant colored flowers in a hanging baskets on a house wall. Red and orange begonias, pink and purple petunias and pinkish geranium. Begonia. Foto: Getty Images/iStockphoto/hopsalka

    Tanaman yang memiliki beragam warna ini cocok untuk membuat tampilan rumah tampak ‘hidup’. Begonia menyukai suhu yang hangat, jadi pastikan suhu di daerah rumah kamu tidak terlalu dingin ya.

    Itulah beberapa tanaman yang cocok diletakkan di depan pintu masuk.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Anjuran Posisi TV di Kamar Tidur, Jangan Sembarangan!


    Jakarta

    Menaruh TV atau televisi di kamar tidur semakin lumrah dilakukan. Hal ini memudahkan penghuni rumah untuk menonton TV tanpa harus meninggalkan kasur atau keluar ruangan.

    Nah, buat kamu yang mau menaruh TV di dalam kamar tidur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah jangan menaruh TV di depan jendela yang memancarkan cahaya matahari ke dalam kamar.

    Hal itu karena bisa membuat mata lelah akibat cahaya yang masuk. Di sisi lain, jangan meletakkan TV di seberang jendela karena akan membuat layar menjadi silau.


    Lantas, bagaimana posisi TV yang baik di kamar tidur? Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips meletakkan TV di kamar tidur.

    1. Pasang TV di Dinding

    TV di kamar tidur/Onurdongel/Getty Images via The SpruceTV di kamar tidur. Foto: Onurdongel/Getty Images via The Spruce

    Memasang TV di dinding menjadi salah satu pilihan yang paling mudah dan sederhana. Untuk meningkatkan tampilan TV, kamu bisa menambahkan dekorasi pada dinding, misalnya membuat latar dengan desain yang estetis atau menambahkan dekorasi lainnya.

    2. Taruh di Dekat Area Duduk

    TV di kamar tidur/Nile Johnson Interior Design via The SpruceTV di area duduk. Foto: Nile Johnson Interior Design via The Spruce

    Apabila kamar kamu cukup luas dan ada area duduk, sebaiknya letakkan TV di area duduk tersebut. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    3. Taruh di Atas Rak

    TV di kamar tidur/Mats Silvan/Getty Images via The SpruceTV di rak. Foto: Mats Silvan/Getty Images via The Spruce

    Jika di kamarmu ada rak, kamu bisa menaruh TV di atas rak tersebut. Tambahkan dekorasi yang diperlukan, misalnya tanaman, buku, atau lukisan agar tampilan tampak lebih natural.

    Itulah beberapa tips untuk meletakkan TV di kamar tidur. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Engsel Sejajar dengan Gagang Pintu Bikin Cepat Rusak? Begini Faktanya



    Jakarta

    Pintu memiliki engsel yang membantu pintu dapat berdiri tegak dan bisa dibuka tutup dengan aman. Ternyata pemasangan engsel ini tidak bisa sembarangan lho. Konon katanya engsel yang berada di tengah tidak boleh sejajar dengan gagang pintu karena bisa menyebabkan pintu rusak. Lantas, benarkah demikian?

    Menurut arsitek Denny Setiawan, menjelaskan penggunaan engsel sejajar dengan gagang pintu berarti terdapat 3 engsel pada pintu tersebut. Engsel yang sejajar dengan gagang adalah engsel tengah. Biasanya model pemasangan engsel seperti ini memakai jenis engsel kupu-kupu.

    Ia menuturkan pemasangan engsel tengah sejajar dengan gagang pintu tidak selalu membuat pintu rusak, tergantung pada apa yang terjadi pada pintu tersebut.


    “Nggak juga sih, tergantung kasusnya. Tapi sepengalaman kami ketika melihat perhitungan beban dan lain-lain, memang sebaiknya tidak sejajar dengan gagang pintu,” kata Denny kepada detikProperti, Rabu (26/3/2025).

    Denny menjelaskan untuk pemasangan engsel kupu-kupu seharusnya engsel tengah berada agak ke atas, bukan di tengah. Hal ini dikarenakan pintu bagian atas memiliki beban yang lebih berat daripada bagian bawah. Dengan komposisi tersebut, saat pintu digerakkan beban yang ditanggung engsel akan setara.

    “Karena secara beban bagian atas itu menampung beban yang lebih besar jauh daripada di bagian bawah,” jelasnya.

    Terkait jarak antar engsel, Denny menyarankan untuk berkonsultasi dengan pihak produsen atau layanan pemasangan pintu yang lebih tahu mengenai produk pintu tersebut.

    Ia menambahkan engsel pintu memiliki beberapa macam. Selain engsel kupu-kupu yang bentuknya menempel di pintu dan dinding, ada pula engsel tanam dan pivot.

    Engsel tanam mirip dengan engsel kupu-kupu, tetapi keberadaannya tidak terlihat apabila pintu tidak dibuka. Tampilan pintu akan jauh lebih rapih. Sementara itu, engsel pivot adalah jenis engsel yang dapat menggerakkan pintu pada satu titik, di bagian atas atau bawah pintu.

    Dari ketiga jenis engsel ini, Denny mengatakan semuanya bagus untuk pintu rumah, tetapi ia lebih menyarankan pintu sebaiknya memiliki 3 engsel yang menopang.

    “Kalau misalnya saya sebagai arsitek saya menyarankan biasanya satu pintu itu menggunakan tiga buah engsel. Ada dua di bagian atas dan satu di bagian bawah,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan, Ini 3 Anjuran Posisi Pasang TV yang Pas di Kamar Tidur


    Jakarta

    Memasang televisi atau TV di kamar tidur sering ditemukan pada masyarakat Indonesia. Biasanya, hal ini dilakukan karena memudahkan bagi penghuni kamar untuk menonton TV tanpa harus meninggalkan tempat tidurnya.

    Meski memudahkan penghuni kamar, pemasangan TV di dalam kamar tidur tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memasang TV di dalam kamar tidur.

    Salah satu contohnya adalah jangan menaruh TV di depan jendela yang memancarkan cahaya matahari ke dalam ruangan. Sebab, bisa membuat mata lelah akibat cahaya yang masuk.


    Menaruh TV atau televisi di kamar tidur semakin lumrah dilakukan. Hal ini memudahkan penghuni rumah untuk menonton TV tanpa harus meninggalkan kasur atau keluar ruangan. Di sisi lain, jangan meletakkan TV di seberang jendela karena akan membuat layar menjadi silau.

    Lantas, bagaimana posisi TV yang baik di kamar tidur? Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips meletakkan TV di kamar tidur.

    1. Pasang TV di Dinding

    TV di kamar tidur/Onurdongel/Getty Images via The SpruceTV di kamar tidur. Foto: Onurdongel/Getty Images via The Spruce

    Memasang TV di dinding menjadi salah satu pilihan yang paling mudah dan sederhana. Untuk meningkatkan tampilan TV, penghuni rumah bisa menambahkan dekorasi pada dinding, misalnya membuat latar dengan desain yang estetis atau menambahkan dekorasi lainnya.

    2. Taruh di Dekat Area Duduk

    TV di kamar tidur/Nile Johnson Interior Design via The SpruceTV di area duduk. Foto: Nile Johnson Interior Design via The Spruce

    Apabila kamar cukup luas dan ada area duduk, sebaiknya letakkan TV di area duduk tersebut. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    3. Taruh di Atas Rak

    TV di kamar tidur/Mats Silvan/Getty Images via The SpruceTV di rak. Foto: Mats Silvan/Getty Images via The Spruce

    Jika di dalam kamar ada rak, penghuni bisa menaruh TV di atas rak tersebut. Tambahkan dekorasi yang diperlukan, misalnya tanaman, buku, atau lukisan agar tampilan tampak lebih natural.

    Itulah beberapa tips untuk meletakkan TV di kamar tidur. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Handuk Bisa Jadi Sarang Mikroba Meski Tampak Bersih



    Jakarta

    Handuk memiliki bahan yang berbeda dari kain yang lain karena mampu menyerap air dengan cepat. Namun, serat atau bahan dari handuk ini ternyata juga bisa menyimpan banyak kotoran.

    Melansir dari situs BBC, tubuh kita masih dipenuhi oleh mikroba bahkan setelah kita mandi. Mikroba ini justru dapat berpindah ke handuk kita. Jadi, handuk tidak hanya menyimpan mikroba dari sumber lain seperti udara yang membawa bakteri, tetapi juga dari tubuh kita sendiri.

    Menyimpan handuk di kamar mandi juga tidak dianjurkan, sebab kamar mandi adalah area yang banyak air. Setiap penghuni rumah menyiram air di toilet, bisa saja mengenai handuk yang ada di dekatnya.


    Seiring berjalannya waktu, mikroba pada handuk lama-kelamaan dapat mengubah tampilan handuk. Bahkan, dalam waktu dua bulan, handuk bisa lebih memudar warnanya.

    Mikroba-mikroba dalam handuk ini memang sangat berbahaya, sebab menurut profesor biologi dari Universitas Simmons, AS, Elizabeth Scott, mengatakan bahaya mikroba pada handuk bisa berisiko terhadap penularan infeksi. Oleh karena itu, semakin lama seseorang menggunakan handuk maka semakin lama juga handuk bisa lembap dan menjadi tempat bertumbuhnya mikroba.

    Maka, solusinya adalah mencuci handuk secara teratur dapat membantu mengurangi infeksi bakteri. Scott menyarankan cuci handuk setiap seminggu sekali, tetapi jika seseorang sakit, maka handuk harus dicuci setiap hari.

    “Mereka perlu punya handuk sendiri dan handuk tersebut perlu dicuci setiap hari. Itulah yang kami sebut kebersihan terarah untuk menangani risiko,” ujar Scott.

    Scott juga menyarankan bahwa mencuci handuk berbeda dengan jenis kain yang lain. Handuk perlu suhu lebih panas sekitar 40 hingga 60 derajat celcius dan waktu yang lebih lama saat mencuci. Jika ingin dicuci pakai suhu rendah, bisa tambahkan pemutih untuk melawan mikroba pada handuk.

    Akan tetapi, menurutnya, cara paling efektif membersihkan handuk adalah dengan mencuci dengan desinfektan sekaligus deterjen sambil mengeringkan di bawah sinar matahari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lebih Baik Setengah atau Penuh? Ini Jawaban Ahli soal Keramik Kamar Mandi



    Jakarta

    Dinding kamar mandi tidak seperti dinding pada ruangan lain. Biasanya, dinding kamar mandi dipasang keramik, baik itu hanya setengah dinding atau seluruh dinding. Lalu kenapa dinding kamar mandi dipasang keramik?

    Dilansir dari situs Ideal Home, Senin (26/05/2025), pemasangan keramik pada dinding kamar mandi dilakukan untuk menahan lingkungan yang lembap sehingga memiliki daya tahan yang baik. Hal ini karena kamar mandi merupakan area yang paling sering terkena air.

    Selain itu, keramik pada dinding kamar mandi membuat kamar mandi jauh lebih mudah dibersihkan dan dirawat dibandingkan dinding yang hanya dicat. Keramik dapat tahan terhadap noda dan jamur. Cukup bersihkan dinding agar tetap terlihat baru dan bersih.


    Pada umumnya, kamar mandi di rumah-rumah Indonesia memasang keramik. Ada yang hanya setengah dinding, ada juga yang dipasang secara penuh di dinding. Lebih baik yang mana?

    Kepala Bagian Kreatif di Ca’Pietra Grazzie Wilson menjelaskan bahwa pada dasarnya seluruh area dinding kamar mandi dapat terkena percikan air. Namun, utamanya keramik di kamar mandi harus dipasang di ubin, sekitar bak mandi, serta area pancuran.

    Itu artinya, baik setengah dinding atau seluruh dinding dapat dipasang keramik tergantung keinginan si pemilik rumah. Hanya saja, yang terpenting pada lantai dan sekitar bak atau pancuran harus dipasang keramik.

    Jika hanya setengah dinding, pemilik rumah dapat mengurangi biaya. Sebab, pemasangan keramik secara penuh pada dinding akan membutuhkan lebih banyak dinding serta menambah biaya pemasangan. Selain itu, juga dapat mempercepat waktu pemasangan.

    Namun, jika memilih memasang pada seluruh permukaan dinding, maka hal ini juga bisa menguntungkan. Menggunakan keramik yang sama di seluruh ruangan dapat menciptakan tampilan menyatu yang membuat kamar mandi kecil tampak lebih besar. Selain itu, kamar mandi yang sepenuhnya keramik dianggap mewah sehingga dapat meningkatkan nilai properti.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com