Tag: tanaman

  • 5 Tanaman Ini Bisa Bikin Dapur Bebas Lembap dan Jadi Sejuk


    Jakarta

    Tanaman umumnya diletakkan di halaman dan teras rumah. Hal ini karena tanaman di luar ruangan bisa mendapatkan cahaya matahari dan sumber air yang dibutuhkan.

    Tanaman tidak hanya tumbuh subur di luar ruangan, tapi di dalam rumah juga bisa. Bahkan ada satu ruangan yang butuh sekali tanaman, yakni dapur. Area yang digunakan untuk memasak ini bisa menjadi tempat yang lebih sehat apabila diletakkan tanaman.

    Beberapa jenis tanaman ada yang bisa menyerap kelembapan dan menyaring udara menjadi lebih bersih. Alhasil dapur tidak akan mudah lembap dan tidak muncul banyak noda jamur yang bisa berbahaya bagi pernapasan manusia.


    Selain itu, tanaman merupakan penghasil oksigen sehingga baik bagi penghuni rumah. Jika dapur sering terasa panas, tanaman bisa menjaga ruangan tersebut tetap sejuk.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa tanaman yang cocok diletakkan di dapur.

    1. Pothos

    Ilustrasi pothosIlustrasi pothos Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Pilihan tanaman yang pas untuk dapur yang kecil dan tidak bisa ada banyak barang dipajang di area memasak adalah pothos. Tanaman hias satu ini tidak memiliki bunga, hanya daun-daun hijau yang mungil. Tanaman ini terlihat indah karena batangnya yang bisa memanjang karena termasuk tanaman rambat.

    Untuk memajang tanaman ini bisa dengan digantung atau diletakkan di dinding. Jadi tidak akan menghabiskan banyak tempat di dapur. Pothos atau Epipremnum aureum juga salah satu tanaman hias yang paling mudah dirawat karena tidak butuh banyak cahaya dan dapat tetap tumbuh meski jarang disiram.

    Dalam feng shui, tanaman ini dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan. Secara ilmiah, manfaatnya dapat menyaring racun di udara dan menyerap kelembapan.

    2. Spider Plant

    cat playing in spider plantIlustrasi spider plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant (Chlorophytum comosum) merupakan tanaman hias yang paling mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa digantung, bisa berbunga, dan di ruangan yang tidak ada sinar matahari karena tanaman ini tidak bisa terkena sinar matahari langsung.

    Tanaman dengan bentuk daun memanjang dan ramping ini disebut dapat menyaring polutan di udara dan menyerap kelembapan.

    3. Lidah Mertua

    Ilustrasi lidah mertuaIlustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Tanaman lidah mertua pasti sudah tidak asing lagi di Indonesia karena tanaman ini memang mudah tumbuh di dalam dan luar ruangan. Tanaman ini juga mudah dirawat tanpa perlu sering disiram.

    Jika diletakkan di dapur, tanaman ini dapat menyerap bau, polutan hingga memperindah tampilan dapur. Untuk meletakkan tanaman ini di dalam rumah, umumnya memakai pot dan diletakkan di tempat yang datar.

    4. ZZ Plant

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Tanaman ZZ Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Mungkin sebagian orang merasa nama tanaman ini agak sedikit aneh. Namun, tanaman yang memiliki nama ilmiah Zamioculcas zamiifolia ini punya segudang manfaat mulai dari membersihkan udara dari polutan dan racun hingga mengurangi kelembapan pada ruangan. Sebagai catatan, tanaman ini jangan sampai digapai oleh hewan peliharaan karena bisa menjadi racun bagi mereka.

    Sama seperti lidah mertua, ZZ Plant kebanyakan juga ditempatkan di pot dan diletakkan di area yang terlihat.

    5. Sukulen

    House indoor plants collection. Succulent and cactus in different pots on white backgroundSukulen. Foto: Getty Images/Zakharova_Natalia

    Jika penghuni rumah mencari tanaman yang kecil dengan bentuk menarik, coba pilih sukulen. Tanaman ini ukurannya seperti kaktus kecil dan memiliki daun yang keras dan kaku. Selain itu, ada berbagai macam sukulen yang bisa dipilih.

    Selain itu manfaatnya nggak main-main, mulai dari bisa melepas banyak oksigen di malam hari, membuat ruangan tidak lembap, dan membersihkan racun dari udara.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa diletakkan di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tanaman Hias yang Cantik Bisa Cepat Mati Gegara 5 Hal Ini


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik hunian dan menciptakan kesan asri di rumah. Asalkan tanaman tersebut dirawat secara rutin agar bisa tumbuh subur.

    Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana cara merawat tanaman dengan tepat. Seiring waktu, tanaman bisa layu dan akhirnya mati karena salah dalam merawatnya.

    Ingin tahu penyebab tanaman hias yang cantik bisa layu dan mati? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Hias Bisa Cepat Mati

    Sejumlah ahli tanaman membeberkan beberapa hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu dan akhirnya mati. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Minim Cahaya

    Ada beberapa tanaman hias yang membutuhkan banyak cahaya matahari agar bisa tumbuh subur. Jika tumbuhan diletakkan di area yang sempit dan gelap, maka tak heran bisa cepat layu dan mati.

    “Memindahkan tanaman ke tempat yang mendapatkan lebih banyak cahaya alami di siang hari akan sangat membantu proses pertumbuhan,” kata ahli hortikultura Justin Hancock.

    Jika rumah kurang mendapatkan sinar matahari, Justin menyarankan untuk menggunakan lampu LED agar tanaman bisa memperoleh banyak cahaya setiap hari.

    2. Terlalu Banyak Air

    Tidak ada salahnya menyiram tanaman secara berkala. Namun kalau terlalu banyak disiram justru membuat tanaman cepat layu. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah tanaman di rumah perlu disiram rutin atau sesekali saja.

    “Setiap seminggu sekali, coba masukkan jari Anda ke dalam tanah dan cek kelembapannya. Kebanyakan tanaman membutuhkan setidaknya separuh bagian atas tanah untuk benar-benar kering saat setelah disiram,” ujar pakar tanaman Jarrod Bouchie.

    3. Terlalu Banyak Diberi Pupuk

    Terlalu banyak memberikan pupuk pada tanaman ternyata juga tidak baik. Seiring waktu, tanaman bisa layu dengan tanda-tanda awal seperti daun berwarna kuning kecokelatan dan batang layu.

    Ada beberapa tanaman hias yang perlu diberi pupuk setiap sebulan sekali. Lalu, ada juga tumbuhan yang perlu diberi pupuk 2-4 kali dalam setahun. Jadi, penting untuk mencari tahu penggunaan pupuk untuk tanaman hias di rumah.

    4. Serangan Hama

    Penyebab berikutnya karena tanaman hias di rumah diserang hama. Untuk mengatasinya bisa menggunakan cairan pestisida yang dijual bebas di pasaran.

    Kalau khawatir efek samping dari bahan kimia, detikers bisa menggunakan pestisida dari sejumlah bahan alami, seperti semprotan bawang putih, tembakau, dan cabai.

    5. Terpapar Suhu Ekstrem

    Tanaman hias bisa cepat mati karena faktor cuaca ekstrem, seperti suhu panas atau tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, pilih tanaman hias yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, maka sebaiknya pilih tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    Demikian lima hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tips Rawat Tanaman di Rumah saat Musim Hujan



    Jakarta

    Musim hujan seringkali membawa keuntungan bagi tanaman, namun juga bisa menimbulkan tantangan tersendiri dalam merawat taman rumah. Untuk memastikan kelestarian dan pertumbuhan tanaman tetap optimal di musim hujan, diperlukan perhatian khusus dan tindakan preventif.

    Melansir Root Bridges, Minggu (10/12/2023), berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa membantumu merawat tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan.

    1. Hindari Genangan Air yang Merugikan

    Salah satu tantangan utama selama musim hujan adalah genangan air. Ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyediakan sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir keluar dari taman.


    Tanaman sukulen, sebagai contoh, memerlukan ekstra perhatian karena sering kali menerima air lebih dari yang diperlukan. Setelah hujan berhenti, pastikan untuk mengekspos tanaman tersebut ke sinar matahari untuk jangka waktu tertentu.

    2. Pangkas Tanaman Secara Rutin untuk Pertumbuhan Optimal

    Lakukan pemangkasan tanaman secara teratur menggunakan alat potong yang tepat saat musim hujan. Ini adalah waktu yang tepat bagi tunas baru untuk tumbuh, tetapi pastikan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    3. Manfaatkan Cacing Tanah dan Pupuk

    Jaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan cacing tanah dan pupuk organik selama musim hujan. Cacing tanah tidak hanya menjaga tanah tetap aerobik, tetapi juga memastikan air meresap ke dalam tanah. Gunakan pupuk organik yang lambat melepaskan untuk memberikan nutrisi tanaman secara berkelanjutan.

    4. Bersihkan Alga yang Tumbuh

    Periksa permukaan tanah untuk tumbuhan hijau berlendir yang tumbuh seiring dengan dimulainya musim hujan. Bersihkan alga secara teratur untuk mencegah gangguan terhadap pertumbuhan tanamanmu di rumah.

    5. Sediakan Cahaya Tambahan

    Kekurangan cahaya seringkali terjadi selama musim hujan. Untuk tanaman yang sangat bergantung pada sinar matahari, gunakan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya. Biarkan beberapa katak atau kodok membantu menjaga tanamanmu bebas dari serangga.

    6. Lindungi Tanaman dari Hujan Lebat

    Gunakan penutup berlubang yang tembus cahaya untuk melindungi tanaman dari hujan berlebihan. Penutup berlubang dari plastik, misalnya, bisa memastikan tanaman tetap mendapatkan kelembaban yang diperlukan tanpa membahayakan pertumbuhan mereka.

    7. Berikan Dukungan Fisik pada Tanaman yang Rentan

    Hindari kerusakan akibat angin kencang dengan memberikan dukungan fisik pada tanaman yang rentan. Kamu bisa mengikatnya pada sebuah kayu agar tanaman tetap berdiri kokoh. Ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan lambat tumbuh.

    8. Cegah Erosi Tanah

    Buat penghalang di sekitar tanaman untuk mencegah erosi tanah akibat air hujan. Pastikan penghalang ini tidak menciptakan genangan air yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

    Demikianlah tips merawat tanaman di rumah saat musim hujan. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menjaga kesehatan tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan. Terapkan langkah-langkah preventif ini untuk memastikan tanaman tetap tumbuh subur dan berbunga meskipun hujan turun dengan deras. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sambut Tahun Baru, Yuk Dekor Rumah agar Makin Nyaman dan Homey



    Jakarta

    Tak terasa tahun baru 2024 sudah tinggal menghitung waktu. Yuk sambut tahun yang baru dengan tampilan rumah yang baru!

    Dekorasi baru pada hunian tentu akan membawa suasana baru yang bikin kamu dan keluarga semakin betah di rumah. Bingung harus mulai ‘makeover’ rumah dari mana? Simak tips menata dan mendekor ulang hunian supaya terasa lebih homey seperti dikutip dari berbagai sumber berikut ini.

    1. Gelar Karpet Besar


    Dalam rumah, tentu ada ruangan atau spot khusus yang dijadikan tempat untuk keluarga berkumpul dan bercengkrama. Selain sofa, kamu juga bisa melengkapi ruang keluarga dengan karpet besar.

    Pilih karpet dengan desain yang menyesuaikan konsep tata rumah secara keseluruhan. Tak hanya menambah estetika, penempatan karpet ini sekaligus membuat suasana rumah jadi lebih hangat.

    2. Bermain dengan Banyak Tekstur

    Tahukah kamu, untuk menciptakan suasana rumah baru tidak perlu melakukan renovasi besar-besaran, lho. Cukup dengan berkreasi menggunakan elemen sederhana, seperti tekstur. Ya, bermain dengan banyak tekstur bisa mengubah suasana ruangan di rumah sehingga menjadi lebih nyaman dan homey.

    Jika ruangan dirasa terlalu polos, coba deh tambahkan aksesori bertekstur seperti karpet berbulu kasar (shaggy rugs) hingga soft cushion. Kamu juga bisa memajang kain rajutan di sofa ruang tamu. Terpenting, padukan tekstur-tekstur yang menarik untuk disentuh, ya.

    3. Tambahkan Tanaman

    Tanaman dalam ruangan adalah salah satu cara untuk membuat rumah lebih layak huni dan lebih ‘homey’. Di samping meningkatkan nilai estetika, penempatan beberapa jenis tanaman juga membantu menyediakan oksigen yang akan membuat rumah menjadi lebih sejuk dan segar.

    Begitulah tips untuk menyulap tata ruang rumah untuk menyambut momen pergantian tahun baru. Nggak sulit bukan?

    Nah, buat kamu yang lagi mencari furnitur hingga item dekorasi menarik untuk mengisi rumah, ini adalah waktu yang tepat untuk belanja. Sebab BRI sedang menebar banyak promo istimewa dan diskon untuk pembelian home appliances. Promo ini dalam rangka memeriahkan semarak HUT ke-128 BRI.

    Ada promo Serba Rp 1.280.000 & Rp.128.000 di Selma bagi pengguna Kartu Debit BRI & BRImo, periode program 15-17 Desember 2023. Diskon Rp 128.000 di outlet Atria yang berlaku untuk seluruh Kartu BRI dengan periode program 15-18 Desember 2023 . Eits, nggak cuma itu saja, masih ada promo Special Price yang bisa kamu nikmati saat berbelanja di Home Galleria dan Informa Custom Funiture.

    Menarik banget, ya? Jadi jangan sampai lewatkan kesempatan ini karena promo HUT ke-128 BRI berlaku pada periode yang terbatas saja, lho. Informasi selengkapnya cek di sini.

    (ncm/ncm)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Tanam Tanaman Tapi Halaman Rumah Terbatas


    Jakarta

    Salah satu cara membuat rumah tampak asri adalah dengan menanam tanaman. Tapi bagaimana bila halaman rumah terbatas?

    Tenang, solusinya adalah tanaman rambat. Tanaman rambat ini bisa dipasang di dinding dan pagar rumah, atau menggunakan media rambat tambahan.

    Perawatan tanaman rambat lebih mudah daripada kelihatannya. Kuncinya adalah penghuni rumah harus rajin untuk merapikan jalur rambatan tanaman tersebut agar tidak merusak bagian rumah yang seharusnya tidak ditumbuhi.


    Tetapi sebelum memutuskan menggunakan tanaman rambat di rumah, simak beberapa pertimbangan pemilihan tumbuhan rambat dan media rambatnyan dengan cara berikut agar tidak merusak bangunan dikutip dari Houzz.

    1. Pilih tanaman berdasarkan cara merambatnya

    Tanaman rambat bisa memenuhi dinding rumah dan pagar dengan cara menempel dan melilit dengan sulurnya.

    Kedua cara tumbuh tanaman rambat tersebut memiliki kerugian masing-masing tergantung dengan jenis dinding yang digunakan pada rumah tersebut.

    Menurut situs Houzz jenis akar yang menempel berpotensi merusak eksterior rumah. Sementara itu, untuk tanaman rambat yang melilit dengan sulurnya dapat menyebabkan kerusakan jika sulur mulai melilit selokan, jendela, garis atap.

    2. Pilih jenis tanaman rambat yang tepat

    Selain memilih tanaman dari cara merambatnya, penghuni rumah harus mengetahui jenis tanaman rambat yang diinginkan kemudian disesuaikan dengan media rambatnya. Sebab ada tanaman rambat yang memiliki bunga dan tidak.

    Tanaman rambat yang tumbuh dengan menempel adalah daun dolar dan ivy Inggris. Lalu untuk tanaman rambat yang melilit dengan sulurnya adalah melati irian, morning glory, sirih merah, dan tanaman anggur.

    Lalu tambahan rambat yang bisa berbunga seperti bugenvil, morning glory, mandevilla, melati irian, dan masih banyak lagi.

    3. Gunakan bebatuan pada dinding

    Cara aman agar tanaman rambat tidak merusak bangunan tetapi tetap membuat rumah terlihat indah adalah dengan merambatkannya pada dinding berbatu.

    Menurut situs Houzz, dinding rumah dari batu bata lebih minim mengalami kerusakan bila dibandingkan dengan vinil dan sirap yang harus dipasangkan teralis 6 inci dari dinding rumah.

    Sebab tanaman merambat yang tumbuh dengan menempel di dinding sirap dapat melonggarkan serta menarik pelapis dinding. Selain itu, tanaman rambat di atas dinding sirap dapat membuat bagian dalam rumah lembab.

    4. Gunakan teralis

    Teralis atau besi yang dipasang beberapa senti dari dinding memiliki kegunaan sebagai media rambat yang aman untuk dinding-dinding yang telah diplester, vinil, ataupun sirap.

    Situs Houzz menyarankan pada teralis dibuatkan sebuah engsel agar besi tersebut bisa dipindahkan ke atas atau ke samping yang dapat mempermudah pemilik rumah saat ingin mengecat dinding atau mencabut tanaman rambat apabila terlihat kering.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 5 Tanaman Ini Berbahaya buat Kucing Kamu


    Jakarta

    Memiliki tanaman di rumah tentu bisa menjadi salah satu cara agar rumah tampak asri dan lebih ‘hidup’. Akan tetapi, ternyata ada beberapa tanaman yang berbahaya, terlebih lagi buat kamu yang punya hewan peliharaan kucing di rumah.

    Kucing merupakan hewan yang cukup aktif dan panasaran akan suatu hal. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan hal-hal yang ada di sekitar rumah, termasuk tanaman.

    Dilansir dari The Spruce, Jumat (16/2/2024), berikut ini beberapa tanaman yang beracun bagi kucing.


    1. Peace Lily

    Tanaman ini memiliki penampilan yang indah dan perawatannya cukup mudah dilakukan. Tak heran, banyak orang yang merawatnya di rumah.

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Namun, tanaman ini bisa cukup berbahaya apabila dimakan kucing. Sebab, peace lily memiliki kandungan kalsium oksalat yang beracun bagi kucing apabila tertelan atau dimakan.

    2. Pothos

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat.

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    3. Bunga Daffodil

    Bunga daffodil memiliki warna yang indah dan terang sehingga membuatnya tampak cantik. Akan tetapi, bunga daffodil bisa menjadi berbahaya apabila dimakan oleh kucing.

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bagian bunga maupun batangnya beracun apabila dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Bagian umbinya (bulbs) yang paling beracun, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, dan mengeluarkan air liur.

    4. Bunga Lili

    Bunga lili bisa berbahaya bagi kucing. Seluruh tanaman itu, mulai dari batang, daun, bunga, serbuk, hingga air di dalam vas-nya bisa beracun jika dikonsumsi kucing. Bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal dalam waktu 3 hari.

    plant of flowering white liliesplant of flowering white liliesplant of flowering white liliesplant of flowering white lilies Foto: Getty Images/iStockphoto/Elen11

    5. English Ivy

    Tanaman ini sering ditemukan di rumah menjadi tanaman gantung. Daunnya yang unik bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih bagus. Meski bentuk daunnya unik, namun apabila dimakan oleh kucing bisa berbahaya.

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Dilansir dari The Spruce Pets, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    Itulah beberapa tanaman yang berbahaya bagi kucing. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Rawat Tanaman Hias di Kamar Kos? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bosan dengan tampilan kamar kos yang kurang menarik? Kamu bisa coba menggunakan tanaman hias untuk dekorasi. Selain cara ini mudah, kamu bisa mengisi waktu luang untuk merawat tanaman hias agar tampilannya jadi cantik.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum merawat tanaman hias di kamar kos agar tetap tumbuh subur sebagai berikut.

    Cari Tanaman yang Toleran Akan Berbagai Cahaya

    Matt Aulton dari Plant Proper, menyarankan untuk memilih tanaman hias yang akan bertahan dalam situasi terang, cahaya rendah dan buatan. “Tanaman yang saya rekomendasikan adalah lidah mertua, sirih gading, monstera, pohon dolar, dan philodendron,” tuturnya, seperti dikutip The Spruce, Jumat (16/2/2024). Tanaman ini dapat bertahan jika jendela kamar kos menghadap ke selatan dan mendapat banyak cahaya atau menghadap ke utara dan mendapatkan sedikit cahaya.


    Pilih Tanaman Kecil atau yang Tumbuh Lambat

    Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah ruang. Jika berada di kamar kos berukuran standar dan tinggal bersama teman. Hal ini berarti ruang kamu menjadi terbatas. Pilih tanaman yang tumbuh lambat atau tanaman yang dapat dengan mudah dipangkas kembali.

    “Tanaman lidah mertua adalah tanaman yang tumbuh sangat lambat dan tidak akan tumbuh lebat dalam waktu dekat,” tutur Aulton. Sementara untuk sirih gading, monstera, dan philodendron, tidak akan tumbuh cepat dalam kondisi cahaya rendah.

    Namun, jika ukurannya sudah mulai membesar, semua tanaman itu dapat dengan mudah dipangkas kembali. Pilihan tanaman lainnya yang bisa dipertimbangkan adalah kaktus dan sukulen atau tanaman berukuran mini yang dijual khusus untuk terarium sehingga tidak akan memakan banyak ruang.

    Perawatan Tanaman Hias di dalam Kos

    Memaksimalkan Jendela

    Beberapa tanaman dapat hidup dengan menempatkannya di depan jendela kos selama sinar matahari tidak terlalu terang. Memaksimalkan penggunaan jendela sebagai tempat menaruh tanaman hias. Selain memanfaatkan ambang jendela, area di atas jendela juga bisa ditempelkan pengait untuk menggantung pot tanaman. Metode menggantung pot tanaman hias merupakan cara terbaik untuk menghadirkan tirai berdaun sebagai privasi.

    Pertimbangkan Cahaya Buatan

    Jika pencahayaan menjadi suatu kekhawatiran, Aulton menyarankan menggunakan cahaya buatan. Ada beragam pilihan untuk dihadirkan di kamar kos. “Cahaya buatan dapat ditambahkan untuk memungkinkan tanaman mendapatkan sedikit cahaya ekstra untuk berkembang di kamar kos,” terang dia. Dengan menghadirkan cahaya buatan, tanaman akan mendapatkan pencahayaan ekstra, terutama jika kamu tinggal di kamar kos dengan satu jendela atau jendela yang tidak membawa cukup cahaya.

    Demikian hal yang perlu dipertimbangkan untuk merawat tanaman hias di kosan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cantik Sih… Tapi Jangan Taruh Tanaman Hias di 6 Tempat Ini Ya!


    Jakarta

    Tanaman indoor merupakan tanaman hias yang bisa hidup dan dirawat di dalam ruangan. Karena punya tampilan yang cantik juga, tanaman indoor bisa dijadikan juga sebagai dekorasi

    Bisa dirawat di dalam rumah, bukan berarti mereka bisa ditaruh sembarang tempat. Karena dapat berisiko membuat tanaman hias kesayanganmu bisa mati. Lalu, kira-kira tempat apa saja yang nggak bisa tempat untuk meletakkan tanaman indoor? Mengutip dari Bob Vila, Jumat (16/2/2024), berikut 6 tempat yang tidak bisa diletakkan tanaman indoor.

    1. Di Atas Kulkas

    Menaruh tanaman di atas kulkas memang terlihat baik-baik saja. Asalkan kulkas menghadap jendela yang sering terkena sinar matahari. Namun, kulkas sering diletakkan pada tempat gelap dan teduh.


    Selain itu, suhu dan tingkat kelembaban di bagian atas lemari es juga tidak ideal untuk sebagian besar tanaman. Area di sekitar kulkas umumnya memiliki kelembaban yang rendah. Ketika itu dikombinasikan dengan panas yang dikeluarkan kulkas bisa merusak tanaman indoor kamu.

    2. Dekat dengan Pemanas

    Selanjutnya, jangan letakkan tanaman hias indoor kamu dekat pemanas., termasuk radiator, pemanas ruang, dan ventilasi pemanas atau pendingin. Pasalnya, tanaman yang ditempatkan di dekat pemanas dengan suhu yang sangat tinggi dan tingkat kelembaban rendah, akan membuat tanaman cepat layu dan mati.

    3. Di Sudut Ruangan

    Kamu tidak boleh meletakkan tanaman, terutama tanaman indoor tropis sudut-sudut ruangan. Sudut ruangan biasanya gelap tak tersentuh sinar matahari, sehingga tanaman tidak akan mendapatkan cukup sinar matahari untuk berkembang. Jika kamu harus merawat tanaman indoor di sudut ruangan, kamu dapat pilih tanaman yang bisa hidup di cahaya remang seperti pakis.

    4. Terlalu Dekat dengan Peralatan Elektronik

    Menurut American Society for Horticultural Science, tanaman indoor dapat membantu mengurangi stres saat bekerja. Sehingga menaruh tanaman indoor di dekat meja kerja bisa jadi ide bagus.

    Namun, kamu perlu selektif di mana kamu akan meletakkan tanaman tersebut. Tapi ingat, jangan letakkan tanaman indoor terlalu dekat dengan komputer, printer, colokan daya, atau peralatan elektronik lainnya. Mengapa?

    Menjaga tanaman yang terlalu dekat alat elektronik bisa mencegah kejadian tak terduga. Misalnya, saat kamu menyiram tanaman dan tak sengaja percikan air mengenai alat elektronik.

    5. Di Tempat yang Terkena Sinar Matahari Langsung

    Tanaman memang perlu sinar matahari untuk proses fotosintesis. Namun, terlalu banyak sinar matahari bisa menjadi buruk. Karena ada beberapa jenis tanaman indoor yang memerlukan tempat teduh untuk hidup.

    Sehingga menaruh di dekat jendela dengan sinar matahari langsung bukanlah ide yang baik. Ketika tanaman ini mendapatkan terlalu banyak sinar matahari langsung, dapat menyebabkan klorofil di dalam setiap daun rusak, menghasilkan daun dan bagian lainnya jadi pucat atau kecoklatan.

    6. Di Atas Microwave

    Sama seperti halnya meletakkan tanaman di atas kulkas, menaruh di atas microwave juga tak disarankan. Meskipun, menaruhnya bisa menambah kesan estetik di dapur tapi tetap tidak disarankan. Alasannya ada dua. Pertama, dapat mengancam kesehatan tanaman. Pancaran gelombang dari microwave bisa membuat tanaman jadi cepat layu kemudian mati. Kedua, Bagi kamu yang merawat tanaman indoor berukuran besar akan berpotensi merusak bagian atas microwave.

    Demikian tempat di rumah yang tidak boleh diletakkan tanaman indoor. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Aman Mengemas Tanaman saat Pindah Rumah


    Jakarta

    Persiapan pindahan rumah adalah pekerjaan besar yang membutuhkan berhari-hari mulai dari menyortir barang, menyiapkan tempat untuk penyimpanannya, hingga mengelompokkan barang dan mencocokkan dengan kendaraan yang akan mengangkutnya.

    Barang pribadi seperti pakaian, peralatan dapur, bisa diletakkan di koper dan kontainer plastik yang tahan akan tekanan. Masalahnya adalah jika kamu memiliki banyak tanaman yang juga akan dibawa. Bagaimana cara memastikan tanaman bisa sampai di rumah baru dengan aman?

    Proses pindahan untuk tanaman harus memperhatikan ketahanan pot, tanah di dalamnya, dan batangnya agar tidak rusak dan patah di tengah perjalanan. Maka dari itu, kamu perlu menyiapkan pot plastik anti-pecah sebagai pengganti pot tanah liat atau keramik. Untuk pelindung luarnya bisa gunakan bubble wrap atau kain yang di dalamnya terdapat busa tipis.


    Tanah tanaman boleh dalam kondisi lembap bukan basah untuk memastikan tumbuhan tidak kering dalam perjalanan. Pastikan tanaman dikemas terakhir kali setelah semua barang di rumah selesai.

    Cara Mengemas Tanaman yang Aman saat Pindahan

    Tanaman Pot Kecil

    Tanaman pot kecil tidak membutuhkan tempat yang luas, maka persiapkan pindahan tanaman ini lebih dulu dari tanaman lainnya. Jenis tanaman pot kecil seperti kaktus, lidah buaya, atau lidah mertua bisa diletakkan ke kotak kertas yang dibuat lubang di bagian atasnya untuk sirkulasi udara.

    Tanaman Pot Besar

    Pot yang tidak bisa ditutup di dalam kardus atau kotak termasuk ke dalam pot besar. Biasanya tanamannya memiliki tangkai yang tinggi dan bercabang. Sehingga jika diletakkan terlalu dekat dengan barang keras, dikhawatirkan cabang-cabangnya bisa patah.

    Pembungkus yang digunakan untuk jenis tanaman pot besar adalah koran atau kertas lebar. Bungkus di sekitar dasar pot sampai ke atas seperti karung. Ini akan membantu menjaga batang tetap di dalam dan tidak tersenggol benda lain. Jangan lupa melubangi koran penutup tersebut.

    Saat meletakkan di kendaraan juga sediakan jarak yang aman agar saat diturunkan tidak sulit. Perhatikan juga tinggi tanaman tersebut, sebaiknya tidak melebihi tinggi mobil kap terbuka agar pembungkus tidak rusak di perjalanan. Tanaman yang lebih besar dari mobil kap terbuka sebaiknya dipindahkan menggunakan truk.

    Tanaman yang dipindahkan dengan mobil pribadi sebaiknya dilengkapi dengan penahan yang dapat menghadang pergerakan tanaman ketika terjadi guncangan. Selain itu hindari menghimpit tanaman dengan barang pribadi atau benda keras lainnya.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 3 Tanaman Ini Bikin Tikus Ogah Datang ke Rumah



    Jakarta

    Tikus adalah hewan pengerat yang kerap merusak rumah dan taman. Tanaman ini dapat bertahan hidup di cuaca apa pun dan kondisi kotor sekali pun.

    Hewan satu ini bisa menggigit berbagai jenis bahan di rumah plastik, kayu, papan, gabus, hingga kain. Mereka menyukai tempat yang lembap sebagai tempat tinggalnya. Selain itu. Tempat tinggal mereka akan berbau tidak sedap, maka dari itu kehadirannya sangat tidak diinginkan di rumah.

    Bagi yang memiliki kebun, tikus kerap menjadi hewan hama yang menghancurkan daun, memakan buah dan sayuran. Begitu juga yang memiliki taman mini di depan rumah, asalkan areanya lembap, itu bisa menjadi markas bagi kawanan tikus. Jika dibiarkan, taman depan rumah akan berbau kotoran mereka.


    Pakar hewan dari Glenlivet Wildlife, Sam Bryant, ada tumbuhan yang bisa mengusir tikus karena aromanya tidak disukai yakni bunga lily, marigold, dan mint.

    “Menambahkan tanaman pengusir tikus ke dalam taman dapat berfungsi sebagai pencegah alami. Tanaman ini memiliki bau atau rasa yang tidak disukai tikus,” kata Sam Bryant seperti yang dikutip dari Mirror pada Selasa (20/2/2024).

    Bunga lily dan bunga marigold adalah spesies tanaman hias yang memiliki bentuk dan warna yang indah. Keduanya juga memiliki harum yang lebih wangi dari mawar. Siapa sangka keduanya bisa untuk mengusir tikus dari rumah dan taman.

    “Marigold mengeluarkan bau yang tidak sedap bagi tikus. (bunga lily) karena wanginya yang kuat. Dengan menanamnya di samping sayuran atau bunga dapat memberikan perlindungan tambahan (pada tanaman),” jelas Sam.

    Ada satu lagi tanaman yang ampuh untuk mengusir tikus yakni mint. Tumbuhan ini memang hanya berwarna hijau dengan daun kecil, tetapi memiliki segudang khasiat untuk tubuh dan biasa dicampurkan di dalam makanan karena memiliki sensasi rasa yang menyegarkan.

    Tanaman mint juga ampuh mengusir tikus karena mengeluarkan aroma yang tajam yang mengganggu bagi hewan ini.

    “Tanam tanaman mint di sekeliling taman atau di dekat tanaman yang rentan untuk mengusir tikus dengan aromanya yang kuat. Aroma mint yang kuat dapat menutupi aroma tanaman lain, sehingga kurang menarik bagi tikus,” tambahnya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com