Tag: tanaman hias

  • Tips Merawat Tanaman Anti Hama agar Subur Sepanjang Waktu



    Jakarta

    Tanaman hias maupun tanaman pangan di rumah bisa saja tumbuh subur, tapi ancaman hama sering kali jadi musuh utama yang bikin kesal. Mulai dari serangga, tikus, hingga kelelawar bisa merusak hasil perawatan tanaman yang sudah dilakukan dengan susah payah.

    Supaya tanaman tetap sehat dan tumbuh maksimal sepanjang tahun, penting untuk melakukan pencegahan sejak awal. Berikut beberapa tips praktis merawat tanaman agar bebas hama dan tetap subur dari waktu ke waktu.

    1. Pasang Pembatas Fisik

    Dilansir dari Real Simple, salah satu cara paling efektif menghindari hama adalah dengan memasang pagar pembatas, terutama dari kawat. Langkah ini berguna untuk mencegah masuknya hewan-hewan kecil seperti kelinci, tupai, atau bahkan hewan liar lain yang bisa mencuri buah atau merusak daun.


    Jika kamu punya pohon buah, bungkus buahnya dengan plastik atau jaring pelindung untuk mencegah gangguan dari kelelawar atau burung pemakan buah.

    2. Gunakan Tanaman Jebakan

    Menanam tanaman jebakan atau tanaman pengalih bisa jadi strategi cerdas. Misalnya, jika kamu menanam tomat, tanam juga bunga nasturtium di sekitarnya. Serangga lebih cenderung tertarik pada nasturtium dibandingkan tomat, sehingga tanaman utama bisa tetap aman.

    3. Waspadai Genangan Air

    Air yang menggenang bisa jadi sarang nyamuk dan mempercepat penyebaran penyakit di taman. Pastikan area di sekitar pot, talang air, dan bahkan kandang burung tetap kering dan bersih. Pot yang menampung air hujan juga perlu dikuras secara rutin.

    Selain nyamuk, lingkungan yang terlalu lembap juga bisa memicu jamur dan mempercepat kerusakan akar tanaman.

    4. Tanam Tanaman Asli Daerah Setempat

    Menurut Profesor John Tooker dari Departemen Entomologi Penn State, menanam spesies tanaman lokal bisa memperkuat ekosistem alami di taman rumah. Tumbuhan lokal akan menarik serangga asli yang lebih stabil dan cenderung membawa predator alami yang bisa membantu mengendalikan hama secara alami.

    “Saya juga mendorong masyarakat untuk menghindari pemakaian insektisida, kecuali jika sudah tidak ada pilihan lain,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.

    Dengan kombinasi teknik fisik dan pendekatan ekosistem alami, kamu bisa menjaga taman tetap sehat dan subur tanpa tergantung pada bahan kimia. Mulai dari langkah sederhana seperti memasang pagar hingga menanam bunga pengalih serangga, semua bisa dilakukan secara bertahap.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Tanaman Ini Bisa Bikin Dapur Bebas Lembap dan Jadi Sejuk


    Jakarta

    Tanaman umumnya diletakkan di halaman dan teras rumah. Hal ini karena tanaman di luar ruangan bisa mendapatkan cahaya matahari dan sumber air yang dibutuhkan.

    Tanaman tidak hanya tumbuh subur di luar ruangan, tapi di dalam rumah juga bisa. Bahkan ada satu ruangan yang butuh sekali tanaman, yakni dapur. Area yang digunakan untuk memasak ini bisa menjadi tempat yang lebih sehat apabila diletakkan tanaman.

    Beberapa jenis tanaman ada yang bisa menyerap kelembapan dan menyaring udara menjadi lebih bersih. Alhasil dapur tidak akan mudah lembap dan tidak muncul banyak noda jamur yang bisa berbahaya bagi pernapasan manusia.


    Selain itu, tanaman merupakan penghasil oksigen sehingga baik bagi penghuni rumah. Jika dapur sering terasa panas, tanaman bisa menjaga ruangan tersebut tetap sejuk.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa tanaman yang cocok diletakkan di dapur.

    1. Pothos

    Ilustrasi pothosIlustrasi pothos Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Pilihan tanaman yang pas untuk dapur yang kecil dan tidak bisa ada banyak barang dipajang di area memasak adalah pothos. Tanaman hias satu ini tidak memiliki bunga, hanya daun-daun hijau yang mungil. Tanaman ini terlihat indah karena batangnya yang bisa memanjang karena termasuk tanaman rambat.

    Untuk memajang tanaman ini bisa dengan digantung atau diletakkan di dinding. Jadi tidak akan menghabiskan banyak tempat di dapur. Pothos atau Epipremnum aureum juga salah satu tanaman hias yang paling mudah dirawat karena tidak butuh banyak cahaya dan dapat tetap tumbuh meski jarang disiram.

    Dalam feng shui, tanaman ini dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan. Secara ilmiah, manfaatnya dapat menyaring racun di udara dan menyerap kelembapan.

    2. Spider Plant

    cat playing in spider plantIlustrasi spider plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant (Chlorophytum comosum) merupakan tanaman hias yang paling mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa digantung, bisa berbunga, dan di ruangan yang tidak ada sinar matahari karena tanaman ini tidak bisa terkena sinar matahari langsung.

    Tanaman dengan bentuk daun memanjang dan ramping ini disebut dapat menyaring polutan di udara dan menyerap kelembapan.

    3. Lidah Mertua

    Ilustrasi lidah mertuaIlustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Tanaman lidah mertua pasti sudah tidak asing lagi di Indonesia karena tanaman ini memang mudah tumbuh di dalam dan luar ruangan. Tanaman ini juga mudah dirawat tanpa perlu sering disiram.

    Jika diletakkan di dapur, tanaman ini dapat menyerap bau, polutan hingga memperindah tampilan dapur. Untuk meletakkan tanaman ini di dalam rumah, umumnya memakai pot dan diletakkan di tempat yang datar.

    4. ZZ Plant

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Tanaman ZZ Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Mungkin sebagian orang merasa nama tanaman ini agak sedikit aneh. Namun, tanaman yang memiliki nama ilmiah Zamioculcas zamiifolia ini punya segudang manfaat mulai dari membersihkan udara dari polutan dan racun hingga mengurangi kelembapan pada ruangan. Sebagai catatan, tanaman ini jangan sampai digapai oleh hewan peliharaan karena bisa menjadi racun bagi mereka.

    Sama seperti lidah mertua, ZZ Plant kebanyakan juga ditempatkan di pot dan diletakkan di area yang terlihat.

    5. Sukulen

    House indoor plants collection. Succulent and cactus in different pots on white backgroundSukulen. Foto: Getty Images/Zakharova_Natalia

    Jika penghuni rumah mencari tanaman yang kecil dengan bentuk menarik, coba pilih sukulen. Tanaman ini ukurannya seperti kaktus kecil dan memiliki daun yang keras dan kaku. Selain itu, ada berbagai macam sukulen yang bisa dipilih.

    Selain itu manfaatnya nggak main-main, mulai dari bisa melepas banyak oksigen di malam hari, membuat ruangan tidak lembap, dan membersihkan racun dari udara.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa diletakkan di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tanaman Hias yang Cantik Bisa Cepat Mati Gegara 5 Hal Ini


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik hunian dan menciptakan kesan asri di rumah. Asalkan tanaman tersebut dirawat secara rutin agar bisa tumbuh subur.

    Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana cara merawat tanaman dengan tepat. Seiring waktu, tanaman bisa layu dan akhirnya mati karena salah dalam merawatnya.

    Ingin tahu penyebab tanaman hias yang cantik bisa layu dan mati? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Hias Bisa Cepat Mati

    Sejumlah ahli tanaman membeberkan beberapa hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu dan akhirnya mati. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Minim Cahaya

    Ada beberapa tanaman hias yang membutuhkan banyak cahaya matahari agar bisa tumbuh subur. Jika tumbuhan diletakkan di area yang sempit dan gelap, maka tak heran bisa cepat layu dan mati.

    “Memindahkan tanaman ke tempat yang mendapatkan lebih banyak cahaya alami di siang hari akan sangat membantu proses pertumbuhan,” kata ahli hortikultura Justin Hancock.

    Jika rumah kurang mendapatkan sinar matahari, Justin menyarankan untuk menggunakan lampu LED agar tanaman bisa memperoleh banyak cahaya setiap hari.

    2. Terlalu Banyak Air

    Tidak ada salahnya menyiram tanaman secara berkala. Namun kalau terlalu banyak disiram justru membuat tanaman cepat layu. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah tanaman di rumah perlu disiram rutin atau sesekali saja.

    “Setiap seminggu sekali, coba masukkan jari Anda ke dalam tanah dan cek kelembapannya. Kebanyakan tanaman membutuhkan setidaknya separuh bagian atas tanah untuk benar-benar kering saat setelah disiram,” ujar pakar tanaman Jarrod Bouchie.

    3. Terlalu Banyak Diberi Pupuk

    Terlalu banyak memberikan pupuk pada tanaman ternyata juga tidak baik. Seiring waktu, tanaman bisa layu dengan tanda-tanda awal seperti daun berwarna kuning kecokelatan dan batang layu.

    Ada beberapa tanaman hias yang perlu diberi pupuk setiap sebulan sekali. Lalu, ada juga tumbuhan yang perlu diberi pupuk 2-4 kali dalam setahun. Jadi, penting untuk mencari tahu penggunaan pupuk untuk tanaman hias di rumah.

    4. Serangan Hama

    Penyebab berikutnya karena tanaman hias di rumah diserang hama. Untuk mengatasinya bisa menggunakan cairan pestisida yang dijual bebas di pasaran.

    Kalau khawatir efek samping dari bahan kimia, detikers bisa menggunakan pestisida dari sejumlah bahan alami, seperti semprotan bawang putih, tembakau, dan cabai.

    5. Terpapar Suhu Ekstrem

    Tanaman hias bisa cepat mati karena faktor cuaca ekstrem, seperti suhu panas atau tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, pilih tanaman hias yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, maka sebaiknya pilih tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    Demikian lima hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hias Rumah Pakai Tanaman Asli atau Tanaman Sintetis? Ini Pertimbangannya



    Jakarta

    Tanaman hias tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga menciptakan atmosfer yang hangat dan nyaman di dalam rumah. Namun, memilih antara tanaman asli atau tanaman sintetis tak jarang membingungkan dan perlu dipertimbangkan dengan matang.

    Baik tanaman asli maupun tanaman sintetis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal inilah yang harus menjadi pertimbangan penting saat ingin mendekorasi ruangan di dalam rumah dengan tanaman hias.

    Kelebihan Tanaman Asli

    Tanaman asli tidak hanya menyajikan keindahan visual, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Aroma alami yang menyenangkan dari bunga dan dedaunan bisa meningkatkan suasana hati dan memberikan keharmonisan pada ruang. Tanaman asli juga menyumbangkan kebaikan ekologi karena tanaman yang hidup bisa terurai kembali ke lingkungan tanpa meninggalkan limbah.


    Manfaat lainnya termasuk kemampuan tanaman asli untuk tumbuh dan berubah seiring waktu, memberikan kesan kehidupan yang berubah-ubah dalam ruangan. Tanaman asli juga bisa membersihkan udara dari polusi dan meningkatkan kadar oksigen. Namun, perlu diingat bahwa tanaman asli memerlukan perawatan rutin, seperti penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan.

    Kekurangan Tanaman Asli

    Tanaman asli tidak luput dari kelemahan, terutama dalam hal kebutuhan perawatan yang terus-menerus. Tanaman ini bisa menjadi tidak sehat atau terinfestasi hama jika tidak dirawat dengan baik, yang bisa menghasilkan bau tidak sedap. Selain itu, beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman dengan aroma alami beberapa tanaman atau bahkan mengalami alergi.

    Kelebihan Tanaman Sintetis

    Sementara itu, tanaman sintetis menawarkan fleksibilitas tanpa perlu perawatan rutin. Dengan teknologi modern, tanaman sintetis bisa meniru secara sempurna tanaman asli. Tanaman ini tahan lama dan bisa dipindahkan dengan mudah dari satu ruangan ke ruangan lain tanpa khawatir akan tumpahan tanah atau kebocoran air.

    Kekurangan Tanaman Sintetis

    Namun, tanaman palsu tidak mampu menyajikan aroma alami, seperti tanaman asli. Selain itu, tanaman sintetis seringkali kehilangan tekstur alami, terutama jika menggunakan tanaman dengan lebih murah. Hal ini bisa memengaruhi pengalaman visual dan sensorik.

    Sesuaikan Pilihan dengan Kondisi dan Gaya Hidup

    Memilih antara tanaman asli dan tanaman sintetis seharusnya didasarkan pada kondisi dan gaya hidupmu. Pertimbangkan anggaran, cahaya yang tersedia, desain interior, waktu luang, serta keterampilan menanam yang kamu miliki.

    Jika kamu mencari solusi yang memberikan keindahan visual dan manfaat kesehatan, tanaman asli adalah pilihan yang sempurna. Namun, jika kamu memiliki jadwal yang padat atau tidak memiliki waktu untuk merawat tanaman, tanaman sintetis berkualitas tinggi bisa menjadi alternatif yang tepat.

    Baik tanaman asli atau tanaman sintetis, yang terpenting adalah bagaimana kamu mengatur dan merawatnya. Dengan memperhatikan kebutuhan dan preferensi pribadi, kamu bisa menciptakan ruangan hijau yang sesuai dengan gaya hidup.

    Demikianlah pertimbangan memilih antara tanaman asli atau tanaman palsu untuk menghias ruangan di dalam rumah. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman Hias yang Dijual dengan Harga Fantastis

    Jakarta

    Apakah kamu mau membayar puluhan juta hingga milyaran rupiah hanya untuk tanaman hias? Jika kamu berminat, mungkin tanaman hias tersebut bisa dijadikan untuk investasi. Lantas, kok bisa ada tanaman hias dengan harga yang fantastis?

    Ada beberapa faktor-faktor yang menyebabkannya seperti kelangkaan, keindahan, budidaya dan perawatan berpotensi menentukan seberapa mahal harga tanaman hias tersebut.

    Penasaran sama bentuk tanaman hias yang punya harga fantastis? Berikut 6 tanaman hias dengan harga fantastis seperti yang dikutip dari The Spruce, Kamis (14/12/2023).


    Fiddle Leaf Fig Tree

    Tanaman Hias
    Foto: (istimewa/The Spurce)

    Tanaman hias pertama ada fiddle leaf fig dengan nama latin Ficus lyrata. Dibanderol dengan harga $80 sampai $400 atau sekitar Rp 1,2 juta sampai Rp 6,2 juta. (kurs: Rp 15.495)

    Kamu akan mendapatkan pohon ara yang dapat tumbuh hampir 50 kaki atau sekitar 15 m di hutan hujan tropis dan tumbuh maksimal 10 kaki atau sekitar 3 m di dalam ruangan. Karena bentuk daunnya yang khas, jenis tanaman hias ini diminati banyak desainer interior.

    Monstera Variegata

    Tanaman Hias
    Foto: (istimewa/The Spurce)

    Tanaman ini memiliki daun berwarna putih dan hijau dengan ukuran besar mirip keju swiss menyentuh harga yang fantastis. Contohnya jenis M. deliciosa dapat dijual hingga $ 5000 atau sekitar Rp 77,4 juta rupiah. Namun, pertumbuhannya yang lambat tanaman ini jadi sangat langka.

    Tanaman ini memiliki campuran warna hijau kekuningan secara acak dengan berbagai macam corak. Keunikan inilah yang menjadikannya digemari banyak influencer media sosial dari komunitas tumbuhan.

    Hoya Carnosa ‘Compacta’

    Tanaman Hias
    Foto: (istimewa/The Spurce)

    Hoya carnosa ‘compacta’ atau juga dikenal sebagai ‘Tali Hindu’ menjadi tanaman hias termahal yang pernah dijual di situs jual beli Trade Me pada Juni 2020. Salah satu anggota situs tersebut menjualnya seharga $6500 atau sekitar Rp 100 juta lebih. Tanaman ini memiliki corak bervariasi didominasi warna krem atau kuning di bagian dalam daun.

    Philodendron Minima

    Tanaman Hias
    Foto: (istimewa/The Spurce)

    Philodendron Minima atau sering disebut sebagai ‘Mini Monstera’ atau ‘Piccolo’ Tanaman hias ini memiliki sebuah jenis langka dengan harga $8.150 atau sekitar 126,3 juta. Mini Monstera kecil yang terjual dengan harga fantastis itu hanya memiliki empat helai daun. Ditanam didalam pot plastik hitam kecil dengan deskripsi tanaman tersebut “sangat langka” dan “dengan warna kuning yang menakjubkan di setiap daun”.

    Anggrek Nongke Shenzhen

    Tanaman Hias
    Foto: (istimewa/The Spurce)

    Anggrek Nongke Shenzhen merupakan jenis tanaman hias buatan manusia. Dikembangkan oleh para ilmuwan di laboratorium, jenis anggrek ini menjadi sangat mahal karena membutuhkan waktu antara empat hingga lima tahun untuk bunganya mekar. Bunga yang mekar akan memiliki tampilan indah dan punya aroma semerbak, tanaman hias ini pernah terjual dalam lelang dengan harga $200.000 atau sekitar Rp 3,1 miliar.

    Old Pine Bonsai

    Tanaman Hias
    Foto: (istimewa/The Spurce)

    Pohon bonsai sangat digemari oleh para pecinta tanaman hias. Bonsai dengan harga tertinggi merupakan dari jenis Pinus Putih berusia berabad-abad, yang dijual seharga 100.000.000 yen (sekitar $ 1,3 juta) di Konvensi & Pameran Bonsai dan Suiseki Asia-Pasifik ke-11 di Takamatsu, Kagawa, Jepang.

    Halaman 2 dari 7

    (dna/dna)




    Sumber : www.detik.com

  • Deretan Tanaman Hias Penangkal Nyamuk Biar Kapok Nggak Balik Lagi

    Jakarta

    Musim hujan mendatangkan berbagai manfaat bagi kehidupan makhluk hidup, mulai dari udara yang lebih sejuk hingga persediaan air lebih banyak untuk beragam keperluan. Meskipun begitu, ada pula ancaman yang bisa muncul karena musim hujan, seperti banjir dan populasi nyamuk yang lebih banyak.

    Populasi nyamuk umumnya semakin banyak pada musim hujan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya genangan air yang menjadi tempat nyamuk mengerami telur-telurnya.

    Nah, karena itu, kita harus melakukan tindakan pencegahan agar nyamuk tidak membahayakan kesehatan kita di rumah. Selain menggunakan produk pengusir nyamuk, beberapa jenis tanaman hias ternyata juga bisa menangkal serangga penghisap darah ini.


    Melansir detikEdu, Kamis (21/12/2023), berikut deretan tanaman hias yang bisa menangkal nyamuk di rumah.

    Lavender

    Lavender.
    Foto: Getty Images/iStockphoto/PongMoji

    Nyamuk umumnya tidak menyukai wewangian, termasuk yang berasal dari tanaman lavender. Kandungan minyak atsiri yang wangi dari daun tanaman Lavender efektif dalam mengusir nyamuk.

    Tempatkan tanaman lavender berjajar di halaman rumah. Kamu juga bisa menaruhnya ke dalam pot kecil di dalam rumah. Untuk merawat tanaman lavender, kamu cukup memberikannya sinar matahari yang cukup dan drainase yang baik. Tanaman ini sangat kuat dan tahan terhadap berbagai perubahan iklim.

    Peppermint

    Teh peppermint dapat digunakan untuk mengatasi perut yang buncit.
    Foto: Getty Images/iStockphoto

    Selain baik untuk kesehatan, peppermint juga bisa mengusir nyamuk dan berbagai serangga lainnya, lho! Aroma tajam dari tanaman peppermint ampuh dalam menangkal nyamuk di rumah.

    Coba letakkan tanaman ini di dalam ruangan, seperti di kamar, ruang tamu, atau dapur.

    Rosemary

    Tanaman herbal rosemary
    Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary tidak hanya bisa dijadikan bumbu masakan, tetapi juga bisa menangkal nyamuk karena aroma kayunya yang kuat.

    Tanaman rosemary sebagai penangkal nyamuk bahkan direkomendasikan oleh New York Botanical Garden (NYBG).

    Kamu tak perlu pusing dalam merawat tanaman ini karena cukup kuat dalam menghadapi berbagai iklim.

    Marigold

    Vibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers Field
    Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelypeace

    Marigold merupakan tanaman hias dengan warna yang mencolok yang bisa mempercantik rumah. Aroma yang dipancarkan tanaman ini ternyata ampuh menangkal nyamuk, lho!

    Tak hanya bisa menangkal nyamuk, NYBG bahkan mengklaim tanaman ini juga bisa mencegah kutu daun, thrips, lalat putih, kumbang kacang meksiko dan lainnya.

    Geranium

    Beautiful mixture of various vibrant colored flowers in a hanging baskets on a house wall. Red and orange begonias, pink and purple petunias and pinkish geranium.
    Foto: Getty Images/iStockphoto/hopsalka

    Geranium mampu mengeluarkan aroma lemon, seperti serai, yang tidak disukai nyamuk.

    Hal inilah yang membuatnya bisa menangkal nyamuk di rumah. Perawatan tanaman ini pun mudah karena bisa tumbuh dengan cepat di berbagai kondisi cuaca, seperti hangat, cerah, kering, dan dingin.

    Sage

    Fresh sage and other herbs on display at a farmers market.
    Foto: iStock

    Sage juga bisa digunakan untuk menangkal nyamuk di rumah.

    Berbeda dengan tanaman-tanaman lainnya yang cukup ditanam saja, kamu harus mengeringkan tanaman sage, lalu membuat semacam semprotan serangga untuk menangkal nyamuk di rumah.

    Catnip

    Cat sniffing and munching a vase of fresh catnip
    Foto: Getty Images/iStockphoto/Okssi68

    Sebuah penelitian di Iowa State University menyatakan bahwa tanaman catnip sepuluh kali lebih efektif daripada DEET, bahan kimia yang digunakan pada sebagian besar obat pengusir serangga.

    Kamu bisa menemukan tanaman ini dengan mudah karena banyak tumbuh di mana saja dan tergolong sebagai tanaman komersial.

    Lemon Balm

    lemon balm (melissa) herb in flowerpot with name tag
    Foto: iStock

    Selain menjadi tanaman herbal, lemon balm juga bisa menjadi penangkal nyamuk di rumah.

    Bunga putih dan aroma lemon yang dipancarkan oleh lemon balm bisa menangkal nyamuk di rumah secara efektif. Selain itu, tanaman ini juga memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan.

    Basil atau Kemangi

    fresh basil herb in flowerpot on window
    Foto: iStock

    Basil atau kemangi mungkin lebih sering dimanfaatkan sebagai lalapan.

    Namun, sadar ngggak kalau tanaman ini memiliki aroma kuat yang ternyata bisa menangkal serangga, seperti nyamuk.

    Kamu cukup menjaga kelembapannya, memperhatikan dranaise yang baik, dan meletakkannya di tempat dengan sinar matahari yang cukup untuk merawat tanaman ini.

    Ageratum

    Ageratum houstounianum aka bandotan tanaman anti nyamuk
    Foto: commons wikimedia/C T Johansson

    Ageratum atau Floss flower merupakan tanaman hias yang memiliki bunga cantik keunguan dengan serat putih yang mengelilinginya.

    Selain cantik, tanaman ini bisa mengusir nyamuk karena mengandung senyawa kumarin, yaitu bahan kimia alami pengusir nyamuk yang beracun.

    Perlu diingat, kamu harus menjauhkan tanaman ini dari hewan peliharaan jika ingin meletakkannya di dalam ruangan.

    Lemongrass atau Serai

    Tips memasak dengan serai
    Foto: Getty Images/iStockphoto/PongMoji

    Serai umumnya identik digunakan sebagai bumbu masakan. Namun, aromanya yang khas ternyata bisa dijadikan bahan alami untuk menangkal nyamuk di rumah, lho!

    Demikianlah deretan tanaman hias yang bisa menangkal nyamuk di rumah. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    Halaman 2 dari 12

    (dna/dna)




    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Tanaman untuk Kamar Tertutup yang Baik untuk Kesehatan


    Jakarta

    Ternyata ada jenis tanaman yang cocok untuk kamar tertutup. Kamar tertutup biasanya memiliki sirkulasi udara yang minim sehingga ruangan mudah panas dan muncul bau tidak sedap.

    Untuk mengatasinya, ada beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh di kamar tertutup dan memberikan udara segar dapat membuat tidur lebih nyenyak sehingga baik untuk kesehatan.

    Lalu, apa saja jenis tanaman tersebut? Mengutip dari situs Casper, Rabu (17/1/2024), berikut beberapa jenis tanaman yang cocok untuk kamar tertutup dan baik untuk kesehatan.


    1. Spider Plant atau Lili Paris

    cat playing in spider plantTanaman Hias Spider Plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant atau lebih dikenal sebagai lili paris di Indonesia, memiliki bentuk seperti kaki laba-laba. Kumpulan daun mirip rumput yang melengkung ini dapat membantu menyerap bau dan berbagai macam zat polutan berbahaya di ruangan kamar tidur yang dapat menyebabkan kanker.

    2. Snake Plant atau Lidah Mertua

    Ilustrasi tanaman lidah mertuaTanaman Hias Lidah Mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

    Snake plant atau sering disebut lidah mertua menjadi tanaman untuk kamar tidur atau ruangan tertutup. Tanaman ini dapat menjaga kualitas udara menjadi lebih baik. Maka tak heran, pada sebuah jurnal menyebutkan kalau tanaman ini diklaim NASA menjadi penjernih udara alami terbaik.

    Selain itu, di malam hari tanaman ini mengeluarkan oksigen di waktu yang sama saat mengeluarkan karbon dioksida. Sehingga kamu tidak perlu khawatir menghirup CO2 di malam hari.

    3. Peace Lily

    Spathe flower in flowerpot on wooden backgroundTanaman Hias Peace Lily Foto: iStock

    Tanaman peace lily dapat menjadi penyaring udara alami yang ampuh pada kamar tertutup. Peace lily dapat menyaring racun benzena, trichloroethylene, dan senyawa berbahaya lainnya di dalam ruangan kamar tidur. Tanaman ini sifatnya lembap, jadi kamu harus lebih sering menyiramnya agar tidak mudah layu dan mati.

    4. English Ivy

    Propagating a Green English Ivy & Pothos Plants. A dark green English Ivy and pothos in vases propagating in bright natural lightEnglish Ivy and pothos are easy-care houseplants that grow quickly and are easy to propagate.Tanaman Hias English Ivy Foto: Getty Images/iStockphoto/Crystal Bolin Photography

    English Ivy ini dapat tumbuh pada ruangan tertutup meski hanya terdapat sedikit cahaya matahari. Tak cuma itu, tanaman ini dapat membuat udara di ruangan tertutup jadi bersih dan segar.

    The American College of Allergy, Asthma & Immunology mengungkapkan kalau tanaman mampu menghilangkan 94% polutan udara dan 78% jamur di udara hanya dalam kurun waktu 12 jam saja.

    5. Gardenia atau Cepiring

    A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Tanaman Hias Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

    Terakhir, ada gardenia atau kaca piring. Di daerah lokal terkadang disebut sebagai cepiring. Gardenia cocok diletakkan pada ruangan tertutup sebab mampu membersihkan udara. Selain itu, beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa aroma dari tanaman gardenia dapat memberikan efek relaksasi sehingga tidur jadi lebih nyenyak..

    Demikian 5 jenis tanaman untuk kamar tertutup yang baik untuk kesehatan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tanaman Hias yang Nggak Butuh Tanah (Part 1)


    Jakarta

    Apakah kamu ingin menanam tanaman yang nggak ribet? Kamu bisa merawat tanaman hanya dengan media air lho. Ini jauh lebih mudah dibanding kamu perlu siapkan pupuk atau tanah untuk bisa tumbuh dengan baik.

    Lantas, apa saja tanaman hias yang bisa tumbuh di air? Simak berikut ini.

    Dikutip dari Wild Plantage, Rabu (17/1/2024), ada banyak tanaman hidrofilik yang tidak perlu apapun untuk tumbuh selain air. Kamu bisa memasukkannya hanya di gelas untuk tumbuh. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini detikProperti telah merangkum macam-macam tanaman hias yang bisa tumbuh di air.


    1. Chinese Evergreen

    Aglaonema Maria houseplant cuttings in a red glass vase in front of a white wall, Chinese EvergreenChinese Evergreen Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Chinese evergreen atau cemara cina adalah tumbuhan yang mudah tumbuh di air dan memiliki dedaunan yang subur bergaya tropis. Jenis daunnya pun beragam, ada yang dedaunannya hijau tua dan hijau muda, atau ada yang corak merah jambu dan hijau kekuningan. Tumbuhan berwarna merah jambu lebih menyukai sinar matahari dibanding warna daun yang lebih gelap. Meskipun begitu, tumbuhan ini perlu disimpan dengan kondisi masuknya sinar matahari secara tidak langsung dan rendah.

    Agar tanaman itu tumbuh merambat dengan baik, potonglah batangnya dengan panjang minimal 4 inci atau 10 cm. Perlu diketahui bahwa tanaman ini mengandung kristal kalsium oksalat yang tidak larut, artinya ini bisa berbahaya untuk gangguan pencernaan bagi hewan peliharaan dan manusia.

    2. Begonia

    begoniabegonia Foto: dok. Wisnu Ardi

    Begonia adalah tumbuhan subur dan bisa ditanam dalam ruangan, khususnya berlaku untuk varian wax, tuberous, dan rex. Rooting memakan waktu setidaknya beberapa minggu, untuk perambatan batang tanaman ini perlu sehat dan dipotong yang halus dan tajam. Pastikan untuk menyertakan akar simpulnya sehingga selama di air akan tetap segar. Agar tetap subur, tumbuhan ini juga memerlukan sinar matahari secara tidak langsung, karena bisa menghanguskan beberapa daun. Taruh di jendela yang menghadap ke timur atau utara untuk mendapatkan cahaya tersebut.

    Saat menanam tumbuhan ini, perhatikan hewan peliharaan kamu yang cenderung suka menggigit daun. Sebab tanaman ini memiliki kandungan kristal kalsium oksalat yang bisa menyebabkan iritasi hebat.

    3. Spiderwort

    Tradescantia zebrina (Silver inch plant, Silvery wandering jew) leaf background has zebra-patterned leaves. Purple and green leaves background.Spiderwort Foto: Getty Images/iStockphoto/Piyavachara Arunotai

    Jika kamu menyukai tanaman berwarna-warni, spiderwort atau disebut juga dengan wandering jew adalah pilihan yang tepat dan dapat tumbuh di air. Tanaman ini memiliki daun dengan warna ungu dan belang di sekitarnya dan memiliki bunga kecil. Jika dilihat secara seksama, tanaman ini memiliki akar kecil yang belum berkembang.

    Potong sekitar 4-6 inci (10-15 cm) dan buang bagian bawah daun sebelum dimasukkan ke dalam air agar daun berada di permukaan dan tidak masuk ke dalam air. Namun, perlu diperhatikan bahwa tanaman ini memiliki racun sehingga jangan sampai hewan peliharaan kamu mencicipi tanaman ini.

    4. Pothos

    selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe.selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe. Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak

    Pothos adalah tanaman hias yang terbaik untuk pemula karena perawatannya yang minim dan mudah di tanam di air. Tanaman ini dapat merambat dengan cepat sehingga tidak akan mudah mati. Potong bagian ujung batang sekitar 13 cm dan taruh di jendela untuk mendapatkan sinar matahari alami.

    Pothos memiliki kandungan kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan, meskipun tidak berujung fatal. Daunnya sangat tajam dan dapat merobek kulit, sehingga kamu perlu berhati-hati menangani tanaman ini.

    5. Baby Tear’s

    Nama tanaman ini terinspirasi karena daunnya yang kecil berbentuk bunga. Ini adalah tanaman yang cukup indah untuk digantung di rumah kamu karena daunnya yang hijau cerah. Selain itu, tanaman ini juga cepat tumbuh di air. Agar terus merambat, potong ujung batang sepanjang 4-6 inci (10-15 cm). Buang semua daun yang melewati bawah garis air untuk mencegah pembusukan.

    Jangan lupa untuk taruh di bawah sinar matahari sedang atau cahaya matahari secara tidak langsung untuk hasil terbaik. Tanaman ini tidak memiliki racun yang membahayakan bagi manusia atau hewan peliharaan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tanaman Hias yang Nggak Butuh Tanah (Part 2)


    Jakarta

    Bagi pecinta tanaman, umumnya tanaman dapat tumbuh dengan media tanah atau pupu. Jika kamu ingin menanam tanaman tanpa perlu menyulitkan kamu, tanaman yang bisa tumbuh di air adalah jawaban untuk keinginan tersebut. Ada beragam jenis tanaman hias yang bisa kamu coba untuk tumbuh di media air.

    Dikutip dari Wild Plantage, Kamis (18/1/2024), Tanaman hias memiliki peran untuk menambah estetika dan keindahan pada ruangan kamu. melanjuti daftar sebelumnya pada part 1, berikut ini adalah jenis tanaman hias yang dapat tumbuh di air, yakni sebagai berikut.

    6. African Violet

    A group of african violet flowers.african violet flowers. Foto: Getty Images/gladassfanny

    Violet african adalah salah satu tanaman hidrofilik yang sangat bagus untuk tumbuh di air, dan tanaman ini memiliki bunga berwarna-warni yang mencerahkan rumah. Sekitar satu bulan, tanaman ini bisa menghasilkan dan membuat versi baru dari tanaman induk. Pilihlah daun yang tampak sehat dan potong bagian ujung batang dengan bersih dan tajam sekitar 2 inci atau 5 cm. Tempatkan air ini di wadah dengan leher sempit untuk menopang daun.


    Taruh tanaman ini di jendela dan menghadap ke utara atau timur, dan tidak memerlukan banyak cahaya langsung. Terlalu banyak sinar matahari dapat menghanguskan daun. Selain itu, tanaman ini tidak beracun bagi manusia atau hewan peliharaan jadi ini aman untuk ditanam di rumah bersama hewan peliharaan atau anak-anak.

    7. Koleus

    Koleus adalah salah satu tanaman dalam ruangan yang tumbuh di air dan memiliki daun berwarna-warni yang mencolok. Memberi makan tanaman ini sebulan sekali dapat membantu memelihara spesimen terbaik. Potong batang sekitar 6 inci (15 cm) dan kupas dua pertiga bagian bawah daun sebelum dimasukkan ke dalam air.

    Tanaman ini perlu sinar matahari yang banyak, jadi menempatkannya di ambang jendela yang terkena sinar matahari atau bahkan digantung di jendela adalah pilihan yang ideal. Adapun, Tanaman rumahan ini tidak baik disekitar hewan peliharaan dan manusia karena mengandung racun yang dapat mengganggu pencernaan. Selain itu, jika menyentuh tanaman ini bisa menyebabkan ruam atau bahkan luka bakar ringan.

    8. Lucky Bamboo

    Lucky bamboo (Dracaena sanderiana) in a glass potLucky bamboo (Dracaena sanderiana) in a glass pot Foto: Getty Images/iStockphoto/bentaboe

    Lucky Bamboo seringkali menggunakan air sebagai media dibanding pupuk atau tanah, jadi tanaman hias ini ideal untuk dalam ruangan. Kamu hanya perlu tempat yang dapat menahan bentuknya, seperti beberapa batu kecil di dasar wadah. Potong sedekat mungkin dengan batang induk secara bersih dan tajam sekitar 10-15 cm. Sisakan satu set daun lalu kupas dedaunan agar tidak masuk ke dalam air.

    Tanaman ini hanya memerlukan matahari secara tidak langsung dan cukup ditaruh di ruangan yang terang agar tanaman bisa tumbuh subur. Selain itu, tanaman ini tidak memiliki kandungan berbahaya bagi manusia, tetapi beracun bagi hewan peliharaan. Oleh karena itu, jauhkan dari jangkauan anabul kamu!

    9. Philodendron

    Tropical 'Philodendron Hederaceum Micans' houseplant with heart shaped leaves with velvet texture in gray flower pot on coffee tableTropical ‘Philodendron Hederaceum Micans’ houseplant with heart shaped leaves with velvet texture in gray flower pot on coffee table Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Jenis Philodendron bentuknya seperti Pothos. Philodendron merupakan tanaman dalam ruangan yang cocokdi dalam air. Ada yang tumbuh menjuntai, ada pula yang tumbuh lebih tegak. Tanaman ini merambat dengan baik selama di air.

    Potong dengan bersih bagian bawah dengan tepat di bawah ruas daun, lalu taruh di dalam ruangan kamu. CUkup meletakkannya di rak tanaman dan jangan berada di bawah sinar matahari langsung. Tanaman ini memiliki racun yang berbahaya untuk hewan dan manusia, oleh sebab itu hindari tanaman ini dari peliharaan dan anak kamu.

    10. Herbal Bertangkai Lunak

    Propagating a bunch of basil in a jar of water for storing it fresh or regrowing laterPropagating a bunch of basil in a jar of water for storing it fresh or regrowing later Foto: iStock

    Herbal ini memiliki batang yang lunak dan menjadi salah satu tanaman dalam ruangan yang baik untuk tumbuh di air. Meskipun tumbuhan ini memiliki batang kayu yang bisa bertahan, tetapi kemungkinan juga bisa mengalami pembusukan.

    Berikut ini tanaman herbal yang berbatang lunak antara lain thyme, dill, ketumbar, basil, mint, peterseli, marjoram, dan tarragon. Tanaman herbal berbatang kayu tidak bisa tumbuh di air tanpa akan melakukan pembusukan yakni diantaranya, daun salam, sage, dan rosemary.

    Kamu menggunakan gunting untuk memotong batang lunak tanaman herbal yang sudah tumbuh mapan, kemudian letakkan di ambang jendela untuk penerangan sinar matahari. Karena herbal dipakai untuk bahan masakan, ini aman untuk dikonsumsi. Namun, untuk beberapa jenis ada yang bisa meracuni hewan peliharaan. Oleh karena itu, lebih baik jauhkan tanaman herbal dari hewan peliharaan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman Hias yang Ampuh buat Usir Stres



    Jakarta

    Selain punya tampilan yang cantik, ternyata ada beberapa tanaman hias yang juga berfungsi untuk mengusir stres.

    Nah, buat kamu sedang mencari tanaman hias yang berfungsi sebagai pengusir stres, kamu wajib memilikinya di rumah.

    Lalu, kira-kira apa saja tanaman pengusir stres tersebut? Mengutip dari Home Beautiful, Rabu (7/2/2024), berikut pemaparannya.


    1. Mint

    Tak hanya bisa dijadikan sebagai bahan dasar penyajian makanan dan minuman, sebuah studi oleh Wheeling Jesuit University menemukan bahwa aroma mint yang menyegarkan dapat menurunkan perasaan stres dan meningkatkan kesadaran.

    2. Melati

    Studi penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Biological Chemistry menemukan bahwa aroma melati bisa menjadi penyejuk dan meredakan rasa stres pada seseorang.

    3. Lidah Buaya

    Lidah buaya punya banyak manfaat seperti untuk luka bakar matahari, gigitan serangga, melembabkan kulit kamu. Serta juga dapat membersihkan udara dari karsinogen dan mengeluarkan oksigen di malam hari. Sehingga menghasilkan udara yang lebih baik untuk pernapasan sehingga baik untuk membantu mengurangi rasa stres.

    4. Lavender

    Lavender telah digunakan sebagai aromaterapi selama berabad-abad karena. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal BioPsychoSocial Medicine, menemukan bahwa menghirup aroma lavender selama sepuluh menit memiliki efek yang signifikan pada sistem saraf wanita yang menderita gejala pramenstruasi. Ini terutama mengurangi perasaan depresi dan kebingungan.

    5. Kemangi

    Selain untuk lalapan, kemangi bisa mengurangi stres karena mengandung senyawa yang disebut linalool yang telah ditemukan untuk mengurangi aktivitas gen tertentu yang menjadi overdrive selama situasi stres. Coba untuk menambahkan juga ke sajian makanan kamu.

    6. Lidah Mertua

    Lidah mertua atau dikenal sebagai snake plant merupakan salah satu tanaman terbaik untuk memurnikan udara, menurut NASA. Mereka dapat memurnikan udara di siang hari, dan mengeluarkan oksigen di malam hari. Dengan udara bersih penuh oksigen dapat membantu meredam stres pada tubuh.

    Demikian 6 tanaman yang ampuh untuk mengusir stres. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com