Tag: tanaman hias

  • Cantik Sih… Tapi Jangan Taruh Tanaman Hias di 6 Tempat Ini Ya!


    Jakarta

    Tanaman indoor merupakan tanaman hias yang bisa hidup dan dirawat di dalam ruangan. Karena punya tampilan yang cantik juga, tanaman indoor bisa dijadikan juga sebagai dekorasi

    Bisa dirawat di dalam rumah, bukan berarti mereka bisa ditaruh sembarang tempat. Karena dapat berisiko membuat tanaman hias kesayanganmu bisa mati. Lalu, kira-kira tempat apa saja yang nggak bisa tempat untuk meletakkan tanaman indoor? Mengutip dari Bob Vila, Jumat (16/2/2024), berikut 6 tempat yang tidak bisa diletakkan tanaman indoor.

    1. Di Atas Kulkas

    Menaruh tanaman di atas kulkas memang terlihat baik-baik saja. Asalkan kulkas menghadap jendela yang sering terkena sinar matahari. Namun, kulkas sering diletakkan pada tempat gelap dan teduh.


    Selain itu, suhu dan tingkat kelembaban di bagian atas lemari es juga tidak ideal untuk sebagian besar tanaman. Area di sekitar kulkas umumnya memiliki kelembaban yang rendah. Ketika itu dikombinasikan dengan panas yang dikeluarkan kulkas bisa merusak tanaman indoor kamu.

    2. Dekat dengan Pemanas

    Selanjutnya, jangan letakkan tanaman hias indoor kamu dekat pemanas., termasuk radiator, pemanas ruang, dan ventilasi pemanas atau pendingin. Pasalnya, tanaman yang ditempatkan di dekat pemanas dengan suhu yang sangat tinggi dan tingkat kelembaban rendah, akan membuat tanaman cepat layu dan mati.

    3. Di Sudut Ruangan

    Kamu tidak boleh meletakkan tanaman, terutama tanaman indoor tropis sudut-sudut ruangan. Sudut ruangan biasanya gelap tak tersentuh sinar matahari, sehingga tanaman tidak akan mendapatkan cukup sinar matahari untuk berkembang. Jika kamu harus merawat tanaman indoor di sudut ruangan, kamu dapat pilih tanaman yang bisa hidup di cahaya remang seperti pakis.

    4. Terlalu Dekat dengan Peralatan Elektronik

    Menurut American Society for Horticultural Science, tanaman indoor dapat membantu mengurangi stres saat bekerja. Sehingga menaruh tanaman indoor di dekat meja kerja bisa jadi ide bagus.

    Namun, kamu perlu selektif di mana kamu akan meletakkan tanaman tersebut. Tapi ingat, jangan letakkan tanaman indoor terlalu dekat dengan komputer, printer, colokan daya, atau peralatan elektronik lainnya. Mengapa?

    Menjaga tanaman yang terlalu dekat alat elektronik bisa mencegah kejadian tak terduga. Misalnya, saat kamu menyiram tanaman dan tak sengaja percikan air mengenai alat elektronik.

    5. Di Tempat yang Terkena Sinar Matahari Langsung

    Tanaman memang perlu sinar matahari untuk proses fotosintesis. Namun, terlalu banyak sinar matahari bisa menjadi buruk. Karena ada beberapa jenis tanaman indoor yang memerlukan tempat teduh untuk hidup.

    Sehingga menaruh di dekat jendela dengan sinar matahari langsung bukanlah ide yang baik. Ketika tanaman ini mendapatkan terlalu banyak sinar matahari langsung, dapat menyebabkan klorofil di dalam setiap daun rusak, menghasilkan daun dan bagian lainnya jadi pucat atau kecoklatan.

    6. Di Atas Microwave

    Sama seperti halnya meletakkan tanaman di atas kulkas, menaruh di atas microwave juga tak disarankan. Meskipun, menaruhnya bisa menambah kesan estetik di dapur tapi tetap tidak disarankan. Alasannya ada dua. Pertama, dapat mengancam kesehatan tanaman. Pancaran gelombang dari microwave bisa membuat tanaman jadi cepat layu kemudian mati. Kedua, Bagi kamu yang merawat tanaman indoor berukuran besar akan berpotensi merusak bagian atas microwave.

    Demikian tempat di rumah yang tidak boleh diletakkan tanaman indoor. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bebas Khawatir, Ini 3 Pohon yang Tidak Merusak Pondasi Rumah


    Jakarta

    Kalau kamu punya taman di rumah yang luas dan ingin menanam sesuatu tapi belum tahu apa yang cocok berikut pilihannya yang akarnya tidak akan merusak pondasi rumahmu.

    Dilansir dari Home Directory, Senin (26/2/2024) akar pohon dapat tumbuh dari beberapa inci sampai lebih dari tiga kaki, dan bisa memanjang sampai dua kali diameter kanopi pohon.

    Akar pohon akan selalu mencari kelembaban, maka dari itu disarankan untuk tidak menanam pohon terlalu dekat dengan rumahmu. Kalau akar pohon sudah bersentuhan dengan pondasi, maka si akar dapat mengikis tanah di dekatnya dan merusak pondasi beton.


    Pohon memberikan banyak manfaat bagi pemilik rumah seperti dapat menjadi pembersih udara alami: sebatang pohon dapat menghilangkan 4,5 kg polutan seperti amonia, ozon, dan sulfur dioksida per tahun. Kalau di sekitar properti, pohon juga bisa mengurangi polusi suara.

    Kalau kamu mau menanam pohon di sekitar rumahmu, pohon hias di bawah ini adalah pilihan yang tepat buat kamu yang mau dikelilingi tanaman hias tanpa mengkhawatirkan akar yang mengganggu. Tumbuhnya tidak terlalu tinggi jadi perawatannya mudah, berikut contoh pohon tersebut

    1. Pohon Tabebuya

    Tabebuya Bermekaran di Kota MalangTabebuya Bermekaran di Kota Malang Foto: M Bagus Ibrahim

    Kalau kamu tinggal di Surabaya, kamu pasti sering melihat pohon ini. Dikutip dari Pemerintah Kota Surabaya, pohon ini tersebar di jalan-jalan protokol seperti di Jalan Manyar, Jalan Ngagel, dan lain lain. Tanaman ini tahan terhadap panas, sehingga cocok ditanam di Surabaya. Perawatannya mudah, hanya perlu melakukan penyiraman dan pemupukan.

    2. Pohon Bugenvil

    Herianto (35) merupakan warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Lumajang. Ia membudidayakan bunga bugenvil hingga meraup untung Rp 15 juta per bulan.Warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Lumajang membudidayakan bunga bugenvil hingga meraup untung Rp 15 juta per bulan. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom

    Dikutip dari House Beautiful, kamu bisa tanam bugenvil di dalam pot, di keranjang gantung, atau di pagar atau teralis. Perawatannya sama seperti tanaman tropis lainnya, membutuhkan pemupukan lebih banyak daripada yang biasa.

    3. Pucuk Bungur

    crepe myrtle flowersIlustrasi Pohon Bungur Foto: Getty Images/iStockphoto/kynny

    Dilansir dari Southern Living, pohon Bungur sangat mudah untuk ditanam, pohon ini tumbuh subur dengan diberi hal-hal mendasar seperti air, sinar matahari, dan sesekali dipangkas sedikit. Lokasi penanamannya harus terkena sinar matahari sepanjang hari tapi juga harus diberi ruang yang cukup agar mencapai tinggi yang kamu inginkan.

    Itu tadi tiga pohon hias yang mudah perawatannya dan bisa kamu tanam di sekitar rumahmu. Sesuaikan dengan kebutuhanmu, ya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penempatan Bunga Hias Ini Bikin Rumah Tampak Lebih Hidup & Menawan


    Jakarta

    Bunga hias bisa membuat interior rumah terlihat lebih hidup dan menawan. Dari segi bentuk, warna, dan aroma bunga menjadikan bunga sebuah hiasan yang tepat untuk mendekorasi rumah.

    Melansir dari laman BloomsyBox pada Rabu (3/4/2024), bunga membuat suasana rumah lebih ceria. Terlebih lagi, bunga terbukti dapat meningkatkan mood dan kondisi emosional seseorang.

    Kamu bisa menaruh bunga di mana saja untuk menghiasi ruangan. Adapun bunga bisa menambah warna dan kehangatan pada ruangan. Berikut ini beberapa tempat andalan untuk memajang bunga hias.


    Ruang Keluarga dan Ruang Tamu

    Ruang keluarga dan ruang tamu merupakan tempat paling klasik untuk menaruh bunga hias. Ruangan ini sangat cocok karena umumnya sering digunakan oleh penghuni rumah serta dilihat oleh tamu.

    Kamu bisa menaruh bunga hias di meja kopi atau meja samping sebagai titik fokus yang menarik perhatian. Selain itu, kamu dapat bereksperimen dengan rangkaian bunga yang menawan.

    Kamar Tidur

    Kamar tidur menjadi tempat yang bagus untuk menaruh bunga karena ruangan ini semestinya menjadi tempat beristirahat yang tenang. Kamu bisa memilih bunga dengan tampilan dan aroma yang menenangkan. Bunga dengan warna yang kalem dan aroma yang manis seperti mawar dan lavender bisa menjadi pilihanmu.

    Ruang Makan

    Selanjutnya, bunga hias bisa ditaruh di ruang makan untuk meningkatkan suasana menyenangkan ketika menyantap hidangan bersama keluarga. Biasanya, bunga hias sangat cocok ditaruh di tengah meja sebagai pemanis ruang makan. Namun, pastikan rangkaian bunga tidak terlalu besar karena bisa menghalangi ketika ingin melihat orang di seberang meja.

    Depan Pintu Masuk Rumah

    Area setelah melalui pintu masuk rumah menjadi tempat pertama yang dilihat oleh tamu, maka kamu bisa menyambut mereka dengan menaruh bunga hias yang indah. Kamu juga akan sering menikmati tampilan bunga tersebut setiap kali keluar-masuk rumah.

    Tak perlu rangkaian bunga yang heboh, cukup dengan bunga hidup kecil seperti anggrek yang ditaruh di rak akan menambah warna dan kehidupan pada pintu masuk.

    Demikian beberapa penempatan bunga hias andalan untuk membuat rumah tampak lebih hidup dan berwarna. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lebaran Banyak Tamu, Taruh 5 Tanaman yang Harum Ini di Rumah


    Jakarta

    Tanaman berbunga bisa membuat pekarangan rumah tampak lebih indah. Tak hanya nikmat dipandang, sebagian tanaman mengeluarkan aroma harum yang menyejukkan suasana rumah.

    Dengan menumbuhkan beberapa tanaman wangi di sekitar rumah, kamu bisa menikmati pemandangan indah sambil menghirup aroma yang wangi semerbak ketika bersantai di teras rumah. Apalagi musim lebaran ini banyak tamu datang ke rumah. Tanaman itu bisa memberikan kesan yang sangat baik soal rumah kita.

    Aroma dari tanaman yang wangi dapat menimbulkan rasa nyaman dan menenangkan, sehingga kamu akan lebih betah di rumah. Berikut ini beberapa tanaman wangi yang bisa ditanam di pekarangan rumah, dikutip dari CNN Indonesia


    1. Kamboja

    Kamboja atau frangipani adalah tanaman yang identik dengan Bali. Bunga tanaman ini sangat harum, sehingga sering digunakan sebagai bahan dasar minyak aromaterapi.

    Pastikan untuk menanam kamboja di tempat yang mendapat sinar matahari yang penuh dan tanah dengan drainase yang baik. Namun, kamu tidak perlu terlalu sering menyiramnya.

    2. Melati

    Melati merupakan salah satu tanaman populer yang mengeluarkan aroma harum. Tanaman ini mempunyai sekumpulan bunga berwarna putih yang wangi.

    Kalau ingin menanam melati di rumah, pastikan berada di luar ruangan atau karena membutuhkan banyak sinar matahari. Selain itu, tanaman melati memerlukan media tanah yang lembap dengan drainase yang baik. Lalu, pangkas tunas tua setelah mekar untuk mendorong pertumbuhan baru.

    3. Kenanga

    Tanaman kenanga menghasilkan bunga berwarna kekuningan yang beraroma wangi. Tanaman ini umum digunakan untuk membuat aroma terapi karena wanginya yang semerbak. Bahkan, bunganya menjadi bahan untuk parfum dari merek terkenal.

    Tanaman ini juga menyukai sinar matahari penuh dengan tanah subur yang tak mengering. Kemudian, jangan lupa untuk melakukan pemupukan setiap 3-4 bulan sekali.

    4. Sedap Malam

    Bunga dari tanaman sedap malam mengeluarkan aroma yang khas di malam hari sesuai dengan namanya. Sebab, bunga sedap malam hanya mekar di malam hari. Tanaman ini dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari dan tanah dengan drainase yang baik.

    5. Kacapiring

    Kacapiring atau gardenia merupakan salah satu tanaman yang aromanya umumnya sangat disukai. Tumbuhan ini tumbuh baik di wilayah beriklim tropis, tetapi sebaiknya ditanamkan di area teduh dengan sedikit terkena sinar matahari seperti di teras. Kacapiring membutuhkan penyiraman yang cukup, maka pastikan untuk rajin menyiramnya.

    Itulah beberapa tanaman wangi dengan aroma semerbak yang bisa kamu tanam untuk suasana rumah lebih menenangkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Alasan Kamu Perlu Tanaman Hias di Ruang Kerja


    Jakarta

    Tanaman hias yang disimpan di dalam ruangan bisa membuat suasana terasa lebih hidup dan menyegarkan. Apalagi kalau kamu menyimpan tanaman hias di ruang kerja yang ternyata berdampak positif pada aktivitasmu.

    Kamu bisa bekerja di rumah maupun bilik kantor sambil ditemani tanaman hias. Sekali-kali, kamu dapat istirahat sejenak dengan pemandangan tanaman hias yang berwarna hijau.

    Ada banyak pilihan tanaman dengan beragam bentuk dan ukuran, sehingga bisa banget kamu simpan di ruang kerja. Melansir dari Healthline, berikut ini beberapa alasan kamu perlu mempertimbangkan tanaman hias di tempat kerja.


    1. Menekan Tingkat Stress

    Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiological Anthropology, tanaman di dalam rumah atau kantor ternyata bisa membuat kamu merasa lebih nyaman dan tenteram.

    Penelitian tersebut menguji peserta dengan memberikan dua tugas berbeda, yakni memindahkan tanaman hias dari satu pot ke pot lainnya dan menyelesaikan tugas singkat berbasis komputer. Setelah menyelesaikan setiap tugas, peneliti mengukur faktor biologis yang terkait dengan stres, termasuk detak jantung dan tekanan darah.

    Hasil menunjukkan tugas berkebun di dalam ruangan menurunkan respons stres pada partisipan, sedangkan tugas menggunakan komputer menyebabkan lonjakan detak jantung dan tekanan darah.

    Padahal, peserta penelitian adalah pria muda yang terbiasa bekerja dengan komputer. Dari hasil penelitian itu, para peneliti menyimpulkan bekerja dengan tanaman dapat mengurangi stres fisiologis dan psikologis.

    2. Meningkatkan Fokus

    Kemudian, sebuah penelitian kecil dilakukan oleh Yun-ah Oh, Seon-Ok Kim, dan Sin-Ae Park dengan melibatkan 23 peserta. Peneliti tersebut menempatkan siswa di ruang kelas yang berbeda-beda.

    Setiap kelas ada yang memiliki tanaman palsu, tanaman asli, foto tanaman, atau tanpa tanaman sama sekali. Pemindaian otak peserta menunjukkan siswa yang belajar dengan tanaman hidup dan nyata di kelas lebih perhatian dan lebih mampu berkonsentrasi dibandingkan siswa yang belajar di kelas lainnya.

    3. Meningkatkan Produktivitas & Kreativitas

    Berbagai penelitian mengemukakan keberadaan tanaman di ruang kerja meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Sebuah penelitian pada tahun 2007 oleh Tina Bringslimark, Terry Hartig, dan Grete Grindal Patil membuktikan orang-orang yang bekerja dengan lebih banyak tanaman di ruang kerja memiliki lebih sedikit hari sakit dan lebih produktif dalam bekerja.

    Itulah beberapa alasan tanaman hias diperlukan di dalam ruang kerja. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman Hias yang Tidak Butuh Banyak Sinar Matahari


    Jakarta

    Belakangan ini kembali ramai tren memelihara tanaman hias di rumah, tren ini tentunya sangat baik bagi masyarakat Indonesia supaya mereka jadi lebih semangat untuk menanam tumbuhan di rumah mereka.

    Dengan adanya tren ini, tidak hanya semata untuk menyemangati masyarakat untuk menghiasi rumahnya dengan tumbuhan, tren ini juga membantu masyarakat Indonesia dalam memerangi isu perubahan iklim.

    Sayangnya, tren ini memerlukan media tertentu dan memakan tempat yang tidak sedikit. Biasanya, tanaman hias ini ditempatkan di luar ruangan. Selain untuk menghindari masuknya serangga, membiarkan tanaman hias di luar ruangan juga ditujukan agar tanaman lebih mudah untuk mendapatkan asupan sinar matahari supaya bisa tetap hidup.


    Hal ini membuat masyarakat kota besar di Indonesia menjadi kesulitan untuk mengikuti tren ini. Pasalnya, kebanyakan dari mereka tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk menanam tanaman hias tersebut.

    Nah, bagi kamu yang punya masalah serupa, sebenarnya masih ada alternatif lain untuk kamu supaya bisa tetap mengikuti tren ini, caranya yaitu dengan menanam tanaman hias di dalam rumah.

    8 Tanaman Hias Indoor Low-Light

    Mengutip dari housebeautiful.com, sebenarnya masih ada banyak tanaman hias yang tidak memerlukan banyak sinar matahari, bahkan ada juga tanaman hias yang bisa hidup di area yang gelap. Berikut beberapa contohnya.

    1. Peperomia Hijau Polos (Baby Rubber Plant)

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman hias yang satu ini memiliki sebuah rahasia. Tanaman ini bisa berbunga dan menumbuhkan duri. Syaratnya, kamu harus menyimpannya di tempat yang minim cahaya.

    Penyiraman: 1x dalam seminggu

    2. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Tanaman ini sangat ideal ditempatkan pada kamar mandi atau tempat dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan minim cahaya matahari. English Ivy memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, maka dari itu ada baiknya jika kamu menanamnya pada pot gantung.

    Penyiraman: 1x dalam seminggu

    3. Stromanthe Triostar

    Stromanthe Triostar or Tricolor plant. Tropical native Brazilian plant. Soft pink and green colors with a bit of cream. Photo taken in bright natural light in South Florida on April 30th 2018. Stromanthe tricolor.Stromanthe Triostar or Tricolor plant. Tropical native Brazilian plant. Soft pink and green colors with a bit of cream. Photo taken in bright natural light in South Florida on April 30th 2018. Stromanthe tricolor. Foto: Getty Images/iStockphoto/Crystal Bolin Photography

    Tanaman ini adalah salah satu tanaman hias yang memiliki banyak warna, selain itu tanaman ini juga hanya memerlukan air yang sangat sedikit sehingga sangat cocok bagi para pemula.

    Penyiraman: 1x dalam 2 minggu

    4. Sirih Gading Enjoy (Pothos ‘N’joy’)

    The Pothos with a Natural Light in the Morning Summer DayThe Pothos with a Natural Light in the Morning Summer Day Foto: iStock

    Tanaman hias yang satu ini memiliki sifat tubuhnya yang berecabang dan bisa tumbuh panjang.

    Penyiraman: 1~2x dalam seminggu

    5. Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata)

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Sansevieria Trifasciata atau biasa dikenal dengan sebutan Lidah Mertua adalah salah satu tanaman hias yang sudah umum dan sering kita lihat di Indonesia.

    Penyiraman: Setiap dua hingga tiga minggu sekali, biarkan tanah mengering di antara penyiraman

    6. Aglaonema

    Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view.Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view. Foto: Getty Images/iStockphoto/nakorn tannonngiw

    Spesies tanaman Aglaonema belakangan ini memang ramai digemari ibu rumah tangga. Tanaman ini memiliki daya tahan indoor yang sangat tinggi, tetapi sayangnya tanaman ini hanya boleh ditempatkan di ruangan yang kering.

    Selain itu, Aglaonema juga sangat beracun bagi hewan peliharaan seperti Kucing, Anjing, dll. Oleh karena itu, tanaman ini tidak ideal bagi pemilik hewan peliharaan.

    Penyiraman: 1x dalam 7~10 hari

    7. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Kemampuan beradaptasi tanaman ini membuatnya sangat mudah untuk tumbuh, tetapi suhu yang terasa terlalu panas atau dingin dapat menyebabkan kematian pada tanaman ini. Selain itu, kamu harus memastikan tanahnya selalu sedikit lembab.

    Penyiraman: 1x dalam seminggu (Pastikan tanah tetap lembab dengan menyemprotkan air dari botol)

    8. Janda Bolong atau Monstera

    Monstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden roomMonstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden room Foto: Getty Images/iStockphoto/Kseniia Soloveva

    Disamping membutuhkan cahaya yang sedikit, tanaman ini tidak akan tumbuh cepat bila disimpan pada tempat yang minim cahaya, sehingga sangat cocok untuk ruangan yang sempit.

    Akan tetapi, tanaman ini sangat beracun, baik itu bagi manusia maupun hewan, jadi kamu harus ekstra hati-hati.

    Penyiraman: 1x dalam 1~2 minggu

    Nah itu dia beberapa tanaman hias yang bisa kamu tanam di tempat yang minim cahaya, atau bahkan di tempat yang gelap.

    Sebenarnya, masih ada banyak lagi tanaman hias yang hanya membutuhkan sedikit sinar matahari. Sebelum membeli tanaman hias, kamu bisa mengecek spesifikasi perawatan tanaman tersebut. Bila tanaman tersebut tidak memerlukan banyak sinar matahari, biasanya tanaman tersebut bisa ditanam di dalam ruangan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Hias yang Mudah Dirawat, Cocok Buat Kamu yang Sibuk!


    Jakarta

    Tanaman hias sering kali menjadi pilihan sebagai aksen dekorasi rumah. Selain tampilannya yang cantik, tanaman hias di rumah juga bisa berfungsi sebagai pemasok oksigen dan memberi kesan segar pada rumah. Namun, masalah yang sering muncul ketika kita menanam tanaman hias di rumah adalah soal perawatannya.

    Setiap tanaman hias memiliki cara perawatan yang berbeda-beda. Beberapa tanaman perlu terkena sinar matahari langsung sepanjang waktu, yang lain perlu disimpan di sudut yang gelap. Tanaman tertentu bisa dibiarkan selama berminggu-minggu tanpa disiram sementara tanaman yang lain perlu disiram dua kali sehari.

    Selain memilih bentuk tanaman yang sesuai dengan tampilan rumah, kamu juga perlu memperhatikan perawatan tanaman yang paling sesuai dengan kamu. Jika kamu memiliki gaya hidup yang sibuk dan memiliki sedikit waktu di rumah, pilihlah tanaman yang memerlukan sedikit perawatan untuk mengoptimalkan waktu kamu di rumah.


    Mengutip dari laman The Plan Collection, berikut adalah 7 tanaman hias yang mudah dirawat.

    1. Kaktus

    KaktusKaktus Foto: (istimewa)

    Kaktus adalah tanaman hias yang sempurna untuk orang yang sibuk karena kaktus hanya membutuhkan sedikit perhatian dan perawatan. Kaktus terbiasa bertahan hidup di iklim kering, sehingga bisa bertahan hidup sampai empat bulan di dalam ruangan tanpa disiram.

    Saat menyiram kaktus, siramlah dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Kamu juga bisa memasukkan kaktus ke dalam bak air sebulan sekali dan membiarkannya menyerap sedikit air dari bawah. Simpan kaktus di ruangan dengan banyak cahaya alami agar kaktus dapat tumbuh subur.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Banyak orang yang menanam lidah buaya di rumah karena tanaman ini mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Akan tetapi, selain manfaatnya yang sangat banyak, lidah buaya juga merupakan tanaman hias yang mudah dirawat. Lidah buaya tidak perlu sering disiram dan ia juga menyukai sinar matahari tidak langsung. Kamu bisa menyimpan tanaman di tempat yang terang, tetapi hindari meletakkannya di ambang jendela.

    3. Tillandsia (Tanaman udara)

    Indoor house plant decoration for Living roomIndoor house plant decoration for Living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Johann Jaducana

    Tillandsia atau biasa dikenal dengan air plants (tanaman udara) adalah tanaman yang cukup unik. Pasalnya tanaman ini tidak memiliki akar, melainkan menyerap air melalui daunnya yang berbentuk seperti tentakel. Tanaman ini mudah untuk dirawat karena tidak perlu sering untuk disiram.

    Kamu cukup mengumpulkan tanaman udara seminggu sekali dan memasukkannya ke dalam bak cuci, kemudian rendam sepenuhnya di dalam air selama dua puluh menit. Tillandsia ini tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung yang terang dan tampak menakjubkan baik ditempatkan sendiri di rak atau di dalam terarium kaca.

    4. Spider Plant (Lili Paris)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider Plant atau lili paris adalah tanaman hias yang cukup populer di kalangan masyarakat. Selain bentuknya yang cantic, tanaman ini juga susah mati. Tanaman ini juga menjadi salah satu tanaman terbaik untuk menghilangkan polusi udara dalam ruangan.

    Kamu hanya perlu menyiramnya seminggu sekali di musim kemarau jika menginginkan tanaman sehat yang tumbuh dengan kecepatan stabil. Namun jika kamu lupa menyiramnya, daunnya tidak akan layu dan bisa dihidupkan kembali. Tanaman ini lebih menyukai cahaya terang tetapi juga senang berada di tempat teduh.

    5. Tanaman Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Tanaman lidah mertua ini hanya memerlukan sedikit perawatan, dan tumbuh dengan baik dengan penyiraman yang sangat moderat. Selama musim hujan atau cuaca dingin, tanaman ini hampir tidak membutuhkan penyiraman sama sekali. Tapi pada musim kemarau atau cuaca panas, lidah mertua hanya perlu disiram dua kali dalam sebulan. Tanaman lidah mertua bisa bertahan hidup di ruangan yang minim cahaya, meski akan tumbuh lebih besar jika ditempatkan di tempat yang lebih terang.

    6. Echeveria

    Sama seperti kaktus, echeveria hanya membutuhkan sedikit penyiraman karena terbiasa dengan kondisi gurun yang ekstrim. Tanaman ini menyukai cahaya, jadi pastikan untuk menempatkan nya di tempat yang terang dan di dalam pot yang memiliki drainase yang baik.

    Kamu hanya perlu menyiram echeveria sekitar sebulan sekali, atau saat tanahnya sudah benar-benar kering.

    7. Tanaman Ivy

    Epipremnum Aureum plant in a garden.Common names including Golden pothos,Ceylon creeper,Hunter's robe,Ivy arum,Money plant and Silver vine.Epipremnum Aureum plant in a garden.Common names including Golden pothos,Ceylon creeper,Hunter’s robe,Ivy arum,Money plant and Silver vine. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alohapatty

    Tanaman ivy sangat bagus untuk ditempatkan di rak yang lebih tinggi dan membiarkan batangnya menjuntai ke bawah. Tanaman ini biasanya ditempatkan di dapur, atau di atas nakas.

    Meskipun ivy membutuhkan penyiraman secara teratur, mereka lebih menyukai tanah yang kering dan hanya perlu disiram sekitar seminggu sekali. Ivy menyukai sinar matahari tidak langsung dan tidak boleh ditempatkan di sudut yang teduh.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Merawat Tanaman Hias Supaya Tumbuh Sehat dan Kuat di Rumah


    Jakarta

    Tanaman hias yang ditaruh di dalam rumah sangat bergantung pada pemiliknya untuk bisa bertahan hidup. Maka, kalau ingin tanaman hias tumbuh optimal, kamu perlu memberi perhatian lebih supaya kebutuhan tanaman terpenuhi.

    Ada tiga komponen mendasar untuk tanaman bertahan hidup, yakni cahaya, air, dan media tanam. Pastikan kebutuhan ini terpenuhi dengan cukup agar tanaman hias tidak cepat layu.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan juga. Berikut tips merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di rumah, dilansir dari Garden Design.


    1. Perkuat Akar dengan Media Tanam

    Tanaman hias yang sehat membutuhkan akar yang kuat. Hal ini tergantung pada campuran tanah yang digunakan untuk media tanam. Campuran tanah yang berkualitas dan sesuai dengan jenis tanaman dapat memberikan keseimbangan dalam hal kelembapan dan aerasi yang baik untuk kesehatan akar.

    2. Beri Air yang Cukup

    Pastikan tanaman mendapat pasokan air yang cukup di waktu yang tepat. Kamu bisa memasukan jari ke tanah untuk mengecek kelembapan tanah serta melihat ciri-ciri tanaman yang mulai layu sebagai tanda harus menyiram air. Lalu, siramlah air secara merata dan biarkan akses air keluar lewat lubang pot.

    3. Beri Pencahayaan yang Tepat

    Ketahui intensitas cahaya yang dibutuhkan setiap jenis tanaman hias yang kamu miliki di rumah. Kemudian, letakan tanaman di area yang dapat memberi sinar yang cukup untuknya tumbuh. Sebaiknya hindari tanaman hias yang membutuhkan pencahayaan tinggi kalau ruangan kekurangan sinar alami.

    4. Kembalikan Nutrisi dengan Pupuk

    Setiap kali kamu menyirami tanaman, nutrisi pada tanah sebenarnya terbuang ke luar. Oleh karenanya, penting memberi pupuk secara rutin untuk menggantikan nutrisi yang terbuang. Namun, jangan sampai berlebihan memberi pupuk karena justru tidak sehat untuk tanaman.

    5. Ganti Pot Bila Perlu

    Sebagian tanaman akan tumbuh melebihi potnya seiring berjalannya waktu. Maka, perhatikan kalau sudah ada akar yang tumbuh ke luar lubang pembuangan pot. Saat itulah waktu untuk mengganti pot tanaman hias.

    6. Bersihkan Daun secara Berkala

    Jangan biarkan debu menumpuk pada daun karena bisa mengganggu proses fotosintesis dan pernapasan tanaman. Supaya daun tetap bersih dan bebas dari debu, kamu bisa sekali-kali mengelapnya dengan kain atau spons lembap.

    7. Gunting Daun Berlebih

    Terkadang tanaman hias perlu digunting untuk menjaga bentuknya. Selain itu, kamu bisa menggunting daun yang berpenyakit. Menggunting tanaman bisa meremajakannya dan mendorong pertumbuhan yang lebih subur.

    Itulah cara merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di dalam rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Berbau Wangi untuk Pengharum Ruangan Alami


    Jakarta

    Selain bisa menghiasi ruangan, beberapa tanaman juga memberikan aroma yang menyegarkan dan memikat. Dengan ragam jenisnya, tanaman berbau wangi menjadi cara ideal untuk menciptakan pengharum ruangan alami.

    Selain bunga mawar, beberapa tanaman-tanaman lain juga bisa difungsikan sebagai pengharum rumah alami. Berikut ulasannya.

    Tanaman yang Dapat Digunakan sebagai Pengharum Ruangan

    Dikutip dari Living.etc, berikut adalah beberapa tanaman yang mengeluarkan bau harum untuk dipakai mengharumkan rumah kita secara alami:


    1. Melati (Jasminum officinale)

    Close up of jasmine flowersBunga melati (jasmine). Foto: Getty Images/iStock/dtimiraos

    Selain keindahan bunganya, melati juga dikenal sangat wangi. Tanaman ini cocok sebagai tanaman dalam ruangan.

    Tanaman melati putih yang paling menarik yaitu yang terlihat segar, muda, dan hijau. Melati putih biasa (J. officinale) juga tersedia secara luas hampir sepanjang tahun.

    Penulis buku Dr Houseplant, William Davidson membagikan cara untuk merawat melati jika ditaruh dalam ruangan.

    “Potong batang yang telah berbunga sejauh diperlukan, tetapi tidak seluruhnya. Mereka (tanaman melati) berbunga berdasarkan pertumbuhan yang terjadi pada musim sebelumnya, jadi beberapa tunas baru tidak boleh dipangkas,” ujar Davidson dikutip dari laman Livingetc (07/05/2024).

    Ia juga menjelaskan bahwa setiap hari tanaman melati harus berada pada posisi yang menerima sinar matahari langsung.

    “Saat tanaman ini (melati) tumbuh dan berbunga, beri mereka banyak air, cukup untuk menjaga kelembapannya setiap saat. Saat mereka beristirahat, berikan mereka air secukupnya saja agar tanah pot tidak mengering sepenuhnya,” paparnya.

    2. Tanaman Kopi (Coffee Arabica)

    Tanaman Kopi (Coffee Arabica).Tanaman Kopi (Coffee Arabica). Foto: Mikroman6/Getty Images

    Tanaman kopi akan tumbuh subur di ruangan dengan kelembapan tinggi, dengan cahaya tidak langsung yang terang.

    “Tanaman kopi adalah tanaman yang menyenangkan untuk ditanam. Tanaman ini benar-benar menghasilkan biji kopi, tapi kemungkinan besar tidak akan menghasilkan cukup untuk membuat secangkir kopi untuk kamu,” kata pakar tanaman hias Lisa Eldred-Steinkopf.

    Ketika ditanam di pot dalam ruangan, pastikan disiram dengan baik tetapi tidak tergenang air.

    “Kelembapan yang tinggi diperlukan untuk mencegah tepi daun berubah warna menjadi coklat, jadi letakkan tanaman Anda di atas nampan kerikil,” kata Lisa yang juga dikenal sebagai The Houseplant Guru.

    3. Kumquat (Citrus japonica)

    Pohon kumquat.Pohon kumquat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kurzumkin

    Citrus japonica bisa melakukan penyerbukan sendiri. Makanya, mereka bisa menghasilkan buah yang berbau harum di dalamnya.

    Pakar tanaman di Fast-Growing Trees, Bethany Lakatos, mengatakan bahwa beberapa varietas kumquat bisa mekar lebih dari sekali dalam setahun. Bunga mekarnya memiliki keharuman yang manis dan bersih.

    Sejatinya, kumquat akan paling menyenangkan di luar ruangan pada musim semi-musim gugur, saat tidak ada ancaman embun beku, dan bisa dialihkan ke dalam ruangan untuk musim dingin.

    “Jika tidak, letakkan kumquat di jendela yang menghadap ke Selatan atau Barat, tempat ia akan menerima banyak cahaya. Jika kamu tidak memiliki pencahayaan yang baik di rumah, pertimbangkan untuk menggunakan lampu tumbuh 12-14 jam sehari, dengan waktu istirahat 8 jam,” papar Lakatos.

    4. Gardenia (Kacapiring Wangi)

    A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Bunga Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

    Gardenia adalah tanaman wangi yang terkenal dengan bunga putih indah dan baunya yang sangat manis. Dikenal juga dengan sebutan Kacapiring Wangi. tanaman hias ini hidup di dalam maupun di luar ruangan.

    “Sebagai tanaman hias, kacapiring membutuhkan tanah yang asam dan kehati-hatian saat menyiram,” ujar Bethany yang dikutip oleh situs Fast Growing Trees.

    Ia menyarankan untuk memilih varietas kecil seperti Radicans atau Veitchii. Pasalnya, jenis tersebut bisa diipajang dalam pot elegan dengan lubang drainase.

    Tempatkan kacapiring di tempat yang terang. Sirami air saat tanah di potnya terlihat kering, atau keringkan sekitar dua inci atau sekitar 5 cm ke dalam tanah.

    5. Rosemary Tuscan

    Tanaman herbal rosemaryTanaman herbal rosemary. Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Keharuman rosemary kerap dipakai untuk menambahkan citarasa pada makanan. Pasalnya, tanaman ini memiliki aroma yang sangat kaya.

    Itulah alasan rosemary masuk dalam daftar tanaman berbau harum yang bisa jadi pengharum ruangan alami.

    “Beberapa tanaman hanya berbau harum saat sedang mekar, tetapi sapukan tangan kamu di atas dedaunan rosemary dan aroma gurihnya akan menyertai kamu sepanjang hari,” kata Bethany.

    Bethany menyarankan untuk memilih varietas tegak seperti Tuscan Blue, yang memiliki bunga kecil berwarna biru tua seperti beludru aromatik.

    “Tempatkan tanaman ini di bawah sinar matahari langsung di jendela dapur yang menghadap selatan atau barat. Campuran pot dengan drainase yang baik dan pot dengan lubang drainase sangat penting untuk kesehatan akar,” tambahnya.

    Itu tadi pilihan tanaman, baik itu tanaman hias, bunga, herbal, maupun yang berbuah yang bisa dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan alami. Jangan lupa untuk menerapkan cara untuk merawatnya berdasarkan saran pakar tanaman juga ya.

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Tanaman yang Disukai Hama dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Berkebun di rumah adalah salah satu aktivitas yang sangat bermanfaat, baik itu bagi kesehatan tubuh bahkan hingga kesehatan lingkungan. Namun, terkadang berkebun juga bisa membawakan masalah baru di rumah kamu, salah satunya yaitu datangnya serangga dan hewan liar ke lingkungan rumah.

    Tahukah kamu, datangnya serangga atau atau hewan liar ini, bukan hanya semata karena kamu memiliki kebun saja. Nyatanya, serangga atau hewan liar yang datang ke lingkungan rumah kamu itu datang karena adanya beberapa tanaman tertentu yang mereka sukai.

    Penasaran tanaman apa saja itu? Yuk simak ulasannya di bawah ini.


    Tanaman yang Bikin Menarik Perhatian Hama

    Dikutip dari realsimple.com, Sabtu (22/6/2024), salah satu alasan utama datangnya serangga dan hewan liar ke lingkungan rumah adalah karena adanya beberapa tanaman tertentu yang menarik perhatian mereka. Berikut diantaranya.

    1. Bunga Tulip

    Salah satu jenis bunga yang paling disukai oleh semua orang di dunia ini memang terlihat sangat indah dan penuh warna. Namun, perlu kamu ketahui bahwa tanaman bunga tulip yang sudah dewasa bisa menarik perhatian banyak hama seperti kutu daun, pengorok daun, dan tungau laba-laba.

    2. Bunga Mawar

    Bunga yang selalu disebut sebagai bunga paling romantis ini sering menarik perhatian banyak hama, seperti kutu daun, pengorok daun, tungau laba-laba, Kumbang Jepang, siput dan wereng.

    3. Tomat

    Tomat salah satu tanaman yang sering dijadikan andalan pada kebun rumah di Indonesia. Alasannya karena tomat adalah salah satu buah yang paling sering digunakan sebagai bahan baku masakan di Indonesia.

    Namun sayangnya, tanaman tomat ini bisa menarik perhatian beberapa serangga hama, seperti ulat-ulatan, kutu kebul, kutu daun, dan kutu busuk (walang sangit), bahkan hingga Tupai.

    4. Anggur

    Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menjadikan tanaman anggur sebagai tanaman hias merambat di halaman rumah. Namun perlu kamu ketahui bahwa tanaman anggur seringkali dijadikan sebagai polinator burung dan lebah.

    Selain itu, tanaman anggur juga sering dijadikan tempat bersarang lalat lentera tutul (wereng).

    5. Bambu

    Tanaman bambu biasanya sering dijadikan tanaman hias yang ditanam sebagai hiasan pagar atau dinding di Indonesia. Walaupun tanaman bambu memang bisa membuat lingkungan kamu menjadi terasa rimbun dan cantik, namun tanaman bambu yang ditanam terlalu rapat bisa dijadikan tempat bersarang nyamuk.

    6. Semak Beri-Berian

    Semak beri memang sudah terkenal sebagai tempat favorit para ulat bulu. Selain itu, tanaman ini juga bisa menarik perhatian hama lainnya seperti kutu daun, kutu putih, tungau laba-laba, dan pengorok daun.

    7. Tanaman Air

    Tanaman yang tumbuh di genangan air seperti bunga teratai tentunya bisa memancing nyamuk. Karena biasanya nyamuk bertelur di genangan air.

    8. Bunga Matahari

    Bunga penghasil biji-bijian ‘kuaci’ ini seringkali menjadi target burung liar dan tupai. Selain itu tanaman bunga matahari juga bisa menarik perhatian ngengat dan kumbang penggerek.

    9. Bunga Nasturtiums

    Bunga tropaeolum atau yang umumnya dikenal sebagai nasturtium ini sering disebut sebagai “tanaman perangkap”.

    Hal ini dikarenakan tanaman bunga nasturtium ini sangat disukai oleh kumbang kutu, tungau laba-laba, kutu daun, dan hama tanaman umum lainnya.

    10. English Ivy

    Tanaman yang satu ini sangat digemari oleh pecinta tanaman hias di Indonesia, karena tanaman ini bisa tumbuh dengan banyak daun yang rimbun. Namun, karena kerimbunannya itu juga tanaman ini jadi memiliki kekurangan, yaitu sering dijadikan sarang nyamuk di bawahnya.

    Tidak hanya itu, english ivy juga bisa menarik perhatian kutu putih, tungau laba-laba, dan hama tanaman umum lainnya.

    11. Brokoli

    Sayuran hijau yang satu ini adalah makanan favorit dari kutu daun. Selain itu brokoli juga rentan untuk diserang ulat grayak, kumbang kutu, dan lalat putih.

    12. Stroberi

    Buah beri yang satu ini memang sudah terkenal mudah untuk diserang hama. Beberapa hama yang sering dijumpai pada tanaman stroberi yaitu pengorok daun, lalat putih, kutu daun, dan hama umum lainnya.

    Nah, bagi kamu yang tetap ingin menanam 12 tanaman tersebut, kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa coba untuk mengikuti beberapa cara di bawah ini untuk mencegah lingkungan rumah mau diserang hama.

    Cara Mencegah Hama Masuk ke Lingkungan Rumah

    1. Pasang Penghalang

    Untuk mencegah serangan hewan berukuran besar, seperti burung, tupai, dan sebagainya, kamu bisa cukup dengan memberikan pagar atau jaring di sekeliling tanaman kamu. Atau kamu juga bisa membungkus buah-buahan yang ada agar tidak menarik perhatian hewan tersebut.

    2. Merawat Tanaman dengan Baik

    Tanaman yang sehat dapat bertahan dari serangan hama. Oleh karena itu, kamu harus memastikan tanaman kamu mendapatkan sumber air, pupuk, dan sinar matahari yang baik.

    3. Tanam Tanaman Perangkap atau Tanaman yang Bisa Mengusir Hama

    Tanaman perangkap adalah tanaman lain yang lebih menarik bagi hama tertentu. Sebagai contoh, tanaman nasturtium yang ditanam di dekat tomat akan memancing hama, sehingga tanaman tomat kamu tidak diserang.

    4. Pelihara Predator Alami Hama

    Membiarkan serangga bermanfaat seperti kumbang koksi, belalang sembah, dan sejenisnya hidup di lingkungan rumah kamu adalah salah satu cara alami yang bisa membantu tanaman kamu tetap terjaga dari hama.

    Itu dia 12 tanaman yang disukai hama, dan cara untuk mencegah tanaman tersebut diserang hama bila kamu ingin menanamnya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com