Tag: tanaman lavender

  • 3 Tanaman Hias yang Cocok untuk Kamar Tidur dan Manfaatnya


    Jakarta

    Sekarang tengah marak dekorasi kamar dengan tanaman di dalamnya. Tanaman ini bukan tanaman hias yang berbunga, melainkan tanaman hijau yang bisa menambah kesan adem di kamar.

    Namun, kamu perlu mengetahui tidak semua tanaman bisa diletakkan di dalam ruangan. Sebab, karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan tanaman pada malam hari, bisa terhirup oleh kamu saat tidur. Sementara manusia hanya memerlukan oksigen.

    Mengutip dari Leaf Envy, Selasa (16/7/2024), ada beberapa tanaman yang dapat menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis. Meskipun begitu, tidak semua tanaman berbahaya, ada pula tanaman yang tetap aman diletakkan di dalam ruangan seperti di kamar. Sebab, jumlah karbon dioksida yang dilepaskan oleh tanaman di malam hari itu dalam jumlah sedikit. Alhasil, tidak ada dampak signifikan pada kadar oksigen kamar tidur kamu.


    Tanaman yang Bisa Diletakkan di Kamar

    1. Lidah buaya

    Lidah buaya atau aloe vera kerap digunakan sebagai tanaman obat karena kaya manfaat. Ternyata tanaman ini boleh diletakkan di ruangan seperti kamar karena melepaskan oksigen di malam hari dan disebut sebagai kualitas pemurni udara alami.

    2. Lavender

    Nama tanaman satu ini sudah tidak asing karena banyak pengharum ruangan memakai wewangian dari bunga ini. Ternyata tanaman lavender yang asli bisa diletakkan di dalam ruangan karena dia meninggalkan aroma yang dapat membantu meningkatkan tidur dan mengurangi tingkat kecemasan.

    3. Lidah Mertua

    Bentuknya mirip dengan lidah buaya, tetapi tanaman ini berbeda. Tanaman jenis ini bisa membuat udara dalam ruangan menjadi lebih segar dan sehat.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Tahan Panas yang Cantik dan Menawan, Cocok buat di Rumah


    Jakarta

    Lagi tanaman yang tahan panas dan tidak harus sering disiram? Di daerah dengan iklim panas, memilih jenis tanaman yang sesuai adalah kunci untuk menjaga kebun kamu tetap indah tanpa memerlukan banyak perawatan.

    Nah, berikut ini ada beberapa tanaman yang bisa tahan panas dan tidak harus selalu disiram.

    Succulent

    Succulent in the geometry glass terrariumSucculent Foto: Getty Images/iStockphoto/Polina Strelkova

    Succulent, seperti lidah buaya dan kaktus, adalah pilihan yang sangat baik untuk kebun panas, mereka memiliki kemampuan menyimpan air dalam daun dan batangnya, sehingga tetap segar meski dalam cuaca panas sekalipun. Succulent juga memiliki variasi bentuk dan warna yang menarik, menjadikannya hiasan yang cantik untuk taman kamu.


    Lavender

    lavender flowers on windowsilllavender Foto: iStock

    Melansir lushanddew.com, Lavender adalah tanaman harum yang tumbuh setiap tahun, terkenal dengan bunganya yang berwarna ungu cantik dan daunnya yang beraroma wangi. Tanaman lavender tidak hanya memberikan aroma yang harum, tetapi juga tahan terhadap cuaca panas dan kering.

    Bunga Matahari

    Bunga matahariBunga matahari Foto: Getty Images/rammy2rammy

    Bunga matahari dikenal karena keindahan dan ukurannya yang mencolok, tanaman ini tahan terhadap panas dan membutuhkan sedikit perawatan. Selain itu, bunga matahari juga menarik perhatian burung dan serangga bermanfaat ke kebun kamu.

    Zinnia

    Zinnia flower in the gardenZinnia Foto: Getty Images/Bowonpat Sakaew

    Zinnia adalah tanaman berbunga yang sangat cocok untuk iklim panas. Dengan berbagai warna yang cerah, zinnia tidak hanya mudah dirawat tetapi juga tahan terhadap kekeringan, tanaman ini dapat menambah warna dan keceriaan dalam kebun kamu.

    Tanaman Herbal

    Tanaman herbal rosemaryTanaman herbal rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Tanaman herbal seperti rosemary dan thyme tidak hanya berguna untuk memasak, tetapi juga dapat tumbuh baik di bawah sinar matahari langsung. Tanaman ini memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu panas dan tidak memerlukan banyak air, sehingga menjadi pilihan ideal bagi para pecinta masakan.

    Lili

    plant of flowering white liliesplant of flowering white liliesBunga lili Foto: Getty Images/iStockphoto/Elen11

    Beberapa varietas lili dapat bertahan dalam suhu panas dan tetap berbunga dengan baik. Lili juga memberikan kesan elegan di kebun kamu, membuatnya menjadi pilihan yang menarik untuk taman.

    Portulaca

    Purslane flowers, close up. Portulaca decorative yellow, red and pink in the garden. Ground Cover plant in flower beds, gardens and alpine slides.Portulaca kuning, merah, dan pink Foto: Dok. iStock

    Portulaca, atau bunga kudis, adalah tanaman berbunga yang tahan terhadap panas, tanaman ini mudah dirawat dan dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Dengan warna-warna cerah, portulaca dapat memberikan nuansa ceria di kebun kamu.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Hias Ini Bikin Ruangan Jadi Segar dan Wangi


    Jakarta

    Aroma segar bunga dan tanaman bisa membuat suasana rumah jadi lebih menyenangkan dan bikin betah. Karena itu, tidak salah menaruh tanaman di dalam rumah dengan pertimbangan yang tepat.

    Tanaman Hias untuk Pewangi Ruangan

    Dirangkum dari Living Etc dan Gardening Know How, berikut ini 7 tanaman hias beraroma wangi yang cocok ditanam di dalam ruangan:


    1. Lavender

    The bed with lavender flower and coffee cup in the morning, Selected focus on flower pot.Lavender. Foto: Getty Images/iStockphoto/awayge

    Yang pertama adalah lavender yang sudah cukup populer digunakan sebagai tanaman hias di dalam ruangan. Tanaman ini memiliki wangi khas yang menenangkan.

    Lavender sering digunakan sebagai bahan minyak wangi, sabun, kosmetik, dan produk perawatan diri lainnya. Bahkan, wangi lavender bisa membantu mengusir serangga seperti nyamuk.

    Tanaman lavender bisa tumbuh subur dalam ruangan, asal syarat pertumbuhannya terpenuhi. Misal, lavender harus mendapatkan cahaya matahari 6-8 jam sehari. Karena itu, lavender sebaiknya ditaruh dekat jendela yang hangat. Lavender juga tidak perlu terlalu sering disiram.

    2. Melati

    Bunga melati.Bunga melati. Foto: Freepik/freepik

    Khas dengan warna putihnya, melati termasuk tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Aroma wanginya bisa semerbak dan membuat ruangan menjadi segar ketika mekar, meski bunganya cukup kecil.

    Melati bisa ditanam di dalam ruangan karena cocok di tempat yang tidak kena sinar matahari langsung. Melati juga cocok ditanam pada tanah yang tidak terlalu basah.

    3. Rosemary

    Ilustrasi tanaman herbal RosemaryRosemary. Foto: Getty Images/Sima_ha

    Selanjutnya ada tanaman rosemary tuscan yang bisa membuat ruangan lebih harum. Tak hanya wangi, rosemary termasuk tanaman herbal yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

    Rosemary tuscan ini memiliki daun berwarna hijau tua dengan aroma kuat, segar dan pedas. Selain dibuat teh, rosemary juga bisa digunakan untuk bahan campuran makanan.

    Jika ingin menanam rosemary, sebaiknya jangan diletakkan di dalam ruangan tertutup. Letakkan rosemary ini di jendela atau teras. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung selama 6-8 jam sehari.

    4. Oregano

    Fresh oregano plant leaves on wooden background, closeup view. Origanum vulgare also called wild marjoram is a culinary herb, used for cooking in the kitchenOregano. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Oregano (Origanum vulgare) dikenal sebagai bumbu masakan dan sering ditemukan di pasta atau masakan Mediterania dan Meksiko. Aromanya cukup tajam dan khas.

    Jika ingin mendapatkan aroma ruangan seperti masakan pasta, coba tanamlah oregano di dalam ruangan. Terutama jika kamu suka masak, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai tambahan dalam makanan.

    5. Gardenia

    A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

    Gardenia juga sering disebut dengan kacapiring. Bunganya berwarna putih dengan bentuk cantik. Tak hanya itu, aromanya juga manis, sehingga bisa menyegarkan ruangan.

    Perawatan gardenia ternyata cukup mudah. Namun, kamu harus mengganti pot secara berkala dan sering memangkasnya agar tidak tumbuh terlalu besar.

    6. Mint

    secret menu Starbucks rasa mintMint. Foto: site news/iStock

    Tanaman mint termasuk tanaman yang mudah tumbuh, baik di taman, di pot, atau bahkan di botol minuman bekas. Selain memiliki aroma wangi, daun mint juga dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan maupun minuman.

    Untuk merawatnya, pastikan tanahnya tetap lembap tetapi jangan terlalu basah. Jangan juga terlalu banyak memberi pupuk karena bisa menghilangkan rasanya.

    7. Timi

    Tanaman timi selain beraroma dan rasa yang enak, timi juga merupakan herbal yang memiliki manfaat kesehatan. Timi bisa dibuat teh yang fungsinya antara lain meredakan batuk dan meningkatkan imunitas tubuh.

    Jika ingin menanam timi, sebaiknya pakailah pot tanah liat untuk mencegah tanah terlalu lembap setelah penyiraman, sebab akar timi tidak tahan dengan kondisi basah. Jika akarnya sudah keluar dari lubang, maka kamu perlu menanam ulang.

    Itulah tadi 7 tanaman hias pengharum ruangan yang bisa kamu tanam. Saat membeli, jangan lupa tanyakan cara perawatan dan kondisi optimal agar tanaman tidak cepat mati serta tumbuh subur.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Cukup Ditanam, Ini Cara Ampuh Mengusir Nyamuk dengan Lavender


    Jakarta

    Lavender merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk mengusir serangga di rumah, salah satunya adalah nyamuk. Sebab, nyamuk tidak suka dengan aroma lavender yang menyengat.

    Dilansir The Spruce, sejumlah studi mengungkapkan lavender dapat mengusir bahkan membunuh nyamuk. Namun ternyata, menanam lavender di halaman rumah saja masih belum cukup.

    Sebab, lavender tidak memiliki efek yang ampuh jika dibandingkan dengan minyak esensial atau losion. Agar lebih efektif, lavender harus diolah agar bisa membasmi nyamuk di rumah.


    Ingin tahu cara mengolah lavender yang tepat agar bisa mengusir nyamuk? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Mengolah Lavender untuk Membasmi Nyamuk

    Lavender perlu diolah agar bisa mengusir dan membasmi nyamuk secara maksimal. Dikutip dari Homestead and Chill, caranya adalah dengan membuat minyak esensial lavender.

    Dalam sebuah studi pada 2019, para peneliti menguji manfaat minyak esensial berbasis tanaman yang diklaim ampuh sebagai pengusir serangga. Peneliti menggunakan minyak lavender, minyak serai, minyak kamper, minyak kayu manis, rosemary, chamomile, hingga eucalyptus.

    Hasil penelitian itu mengungkapkan minyak esensial dari tanaman dapat mengusir berbagai spesies nyamuk hingga delapan jam. Namun, dibutuhkan penyempurnaan ekstrak minyak esensial agar efeknya dapat bertahan lama.

    Dalam studi lain pada 2017, peneliti juga mengungkapkan bahwa minyak esensial lavender, eucalyptus, dan jeruk dapat mencegah nyamuk sebesar 65-85% setelah dioleskan ke kulit selama lima menit.

    Selain membelinya di toko, kamu juga bisa membuat minyak esensial lavender sendiri di rumah dengan praktis. Caranya adalah dengan memanfaatkan daun lavender yang sudah dikeringkan.

    Kamu bisa mengeringkan daun lavender sendiri di rumah atau membelinya yang sudah jadi. Pastikan daunnya benar-benar kering karena jika masih basah bisa membuat minyak esensial berjamur atau rusak.

    Jika daun lavender sudah kering dan siap digunakan, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membuat minyak esensial di rumah:

    • Masukkan daun lavender kering ke dalam botol kaca hingga 3/4 botol
    • Tuang minyak zaitun atau minyak kelapa ke dalam botol sampai penuh. Bisa juga menggunakan minyak jojoba untuk hasil yang lebih maksimal
    • Letakkan botol kaca di tempat yang cukup hangat, seperti di dekat jendela yang terkena sinar matahari atau di dalam lemari
    • Biarkan minyak lavender selama 2 minggu agar meresap. Untuk hasil yang maksimal bisa didiamkan selama 1 bulan
    • Sesekali botol kaca dikocok secara perlahan agar minyak dan daun lavender bisa tercampur
    • Jika sudah didiamkan, saring bunga lavender dan simpan minyaknya ke dalam wadah
    • Lalu, tuang minyak tersebut ke dalam botol kaca bersih untuk disimpan dan digunakan.

    Oh ya, pastikan kamu menyimpan minyak lavender yang sudah jadi di tempat yang kering, sejuk, dan gelap. Tutup minyak esensial lavender dengan rapat agar tidak cepat rusak.

    Kamu bisa mengoleskan minyak esensial lavender ke tangan dan kaki agar tidak digigit nyamuk. Selain itu, minyak ini juga bisa digunakan untuk menyembuhkan ruam, luka bakar, luka gores, dan sengatan lebah.

    Demikian cara mengolah tanaman lavender menjadi minyak esensial untuk mengusir nyamuk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com