Tag: tanaman

  • 7 Tanaman Hias Penyaring Polusi yang Cocok Buat di Rumah


    Jakarta

    Menambahkan tanaman ke dalam rumahmu adalah salah satu langkah baik dan efektif sebagai sistem pembersihan udara jangka panjang. Sebab, tanaman yang berada di sebuah ruangan dapat menyingkirkan zat beracun di udara seperti benzena, formaldehida, dan trikloroetilen.

    Benzena bisa menimbulkan pusing, sakit kepala, ngantuk, juga bisa berdampak buruk pada penurunan sel darah merah dan tulang sumsum. Formaldehida bisa menimbulkan iritasi di hidung, mulut, dan tenggorokan. Sementara itu, trikloroetilen bisa menimbulkan kebingungan, kelemasan, pusing, dan sakit kepala.

    Mengutip dari Air Health, Sabtu (16/3/2024) berdasarkan penelitian Environmental Protection Agency (EPA), udara di dalam ruangan cenderung lebih berpolusi 2-5 kali dibandingkan udara di luar ruangan. EPA juga mengestimasi kalau sebagian orang menghabiskan 90% waktu mereka di dalam ruangan, namun sayangnya masih banyak yang tidak begitu memperhatikan kualitas udara di dalam ruangan mereka.


    Selain tanaman dapat memperindah ruangan, mereka juga dapat memberi dampak baik pada kesehatan. Misalnya dapat membuat tidur lebih nyenyak dan mensterilkan udara di rumahmu.

    Cara Tanaman Membersihkan Udara

    Kamu pasti tidak asing dengan fotosintesis, proses inilah yang dilakukan tanaman untuk menyaring polusi di sekelilingnya. Saat tanaman mengisap karbon dioksida dan mengembuskan oksigen, manusia melakukan sebaliknya, mengisap oksigen dan menghembuskan karbon dioksida.

    7 Tanaman Penyaring Polusi yang Cocok untuk di Rumah

    1. Palem Bambu

    Indoor flower pots plants, large . Vases in a row . Green plant red pot . Decorative Areca palm in a red pot . Decorative Areca palm in interior of roomIndoor flower pots plants, large . Vases in a row . Green plant red pot . Decorative Areca palm in a red pot . Decorative Areca palm in interior of room Foto: Getty Images/iStockphoto/Adil Chelebiyev

    Tanaman ini terkenal sangat bagus untuk menyaring benzena beserta formaldehida, kloroform, dan xilena. Palem bambu memerlukan lebih banyak sinar matahari dibandingkan tanaman dalam ruangan yang lain, sehingga kalau bisa kamu perlu meletakkannya berdekatan dengan pintu kaca atau jendela.

    2. Tanaman Laba-Laba

    cat playing in spider plantIlustrasi spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman penyaring udara ini adalah termasuk tanaman yang sangat mudah beradaptasi, mereka bisa tumbuh di berbagai lingkungan di kantor atau rumah. Akarnya yang tebal dapat menyimpan kelembaban ekstra dan makanan ketika diperlukan, mereka juga bisa hidup dengan sinar matahari tidak langsung atau pun sedang. Ini yang menjadi alasan kenapa tanaman ini aman untuk hewan peliharaan karena bisa menyaring xilena dan formaldehida.

    3. Gerbera Daisy

    Close-up Yellow Barberton Daisy Gerbera Flower in gardenClose-up Yellow Barberton Daisy Gerbera Flower in garden Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Bunga ini tidak hanya cantik tapi juga bisa menghilangkan formaldehida dan benzena pada udara dalam ruangan. Bunga ini dapat meningkatkan suasana hati dan ruangan karena warna-warnanya yang indah, di antaranya ada warna kuning, merah, oranye, putih, dan ungu. Bunga ini tergolong mudah perawatannya dan akan tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari sedang. Siram di bagian dasarnya agar pertumbuhannya baik.

    4. Lidah Mertua

    Lidah Mertua.Lidah Mertua. Foto: NurPhoto/Getty Images

    Tanaman ini bisa menghilangkan benzena, formaldehida, toluena, dan trikloroetilen pada udara dalam ruangan. Perawatannya termasuk mudah. Lidah mertua mengeluarkan oksigen saat malam, jadi tanaman ini cocok untuk kamar tidur. Tanaman ini memiliki kekurangan, yaitu beracun bagi anjing dan kucing.

    5. Krisan

    flower of chrysanthemum and woman hand with copyspaceflower of chrysanthemum and woman hand with copyspace Foto: Getty Images/iStockphoto/penyushkin

    Bunga krisan atau chrysanthemum ini sangat efektif menyingkirkan benzena dan amonia. Bunga ini mekarnya berlangsung sekitar enam minggu. Perlu diingat kalau bunga ini bisa menyebabkan iritasi bagi kamu yang punya alergi pada bunga aster, bunga matahari, dan bunga ragweed.

    6. Bunga Lili Perdamaian

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Tanaman penyaring udara lainnya adalah bunga lili perdamaian atau peace lily. Selain terlihat cantik, perawatan bunga ini juga mudah karena hanya membutuhkan sedikit atau tanpa sinar matahari. Tanaman ini tumbuh dengan baik dalam kondisi lembab, jadi kamu bisa taruh di ruang cuci atau kamar mandi agar bisa menyaring kandungan dari hairspray, kosmetik, pelembut kain, dan pembersih. Siram bunga ini setiap minggu dengan air bersih untuk hasil yang memuaskan.

    7. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Tanaman ini cocok untuk kamu yang mau mencoba untuk berkebun, karena ukurannya kecil sehingga hanya perlu sedikit perawatan. Kamu bisa taruh tanaman yang cepat tumbuh ini di meja yang terkena cahaya atau ambang jendela. Siram setiap kali tanahnya mulai terlihat kering dan biarkan mereka menyingkirkan benzena dan formaldehida. Kalau lidah buaya yang besar, kamu dapat memotong daunnya dan memakai gel di dalamnya untuk meredakan sakit terbakar matahari atau luka gores.

    Itulah 7 tanaman penyaring udara yang cocok untuk di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Bisa Serap Asap Rokok


    Jakarta

    Adanya tanaman di dalam rumah tentu bisa membuat suasana menjadi lebih asri dan segar. Beberapa tanaman bahkan bisa menyaring udara atau menyerap zat-zat berbahaya yang ada di udara, termasuk asap rokok.

    Pada asap rokok terdapat berbagai zat berbahaya, seperti benzena, formaldehida, karbon monoksida, amonia, arsenik, dan lainnya. Tentu saja zat-zat tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan.

    Adanya asap rokok tentu saja sangat mengganggu penghuni rumah. Belum lagi zat-zat yang terkandung di dalamnya yang berbahaya bagi perokok itu sendiri maupun perokok pasif.


    Untuk menjaga perokok pasif di rumah, kamu bisa menaruh beberapa tanaman ini untuk meminimalisir adanya zat-zat berbahaya yang ada di sekitarnya yang terhirup. Berikut ini beberapa tanaman yang bisa menyaring asap rokok dan membersihkan udara.

    1. Tanaman Laba-laba

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman laba-laba atau spider plant bisa menyerap lebih dari 90% o-Xylene yang ditemukan dalam bahan bakar dan p-Xylene yang ditemukan dalam produk plastik dan karet. Dilansir dari CNN, Kamis (21/3/2024), dengan menempatkan tanaman ini dalam beberapa hari bisa menyerap 90% formaldehida dan karbon monoksida, bahan yang dihasilkan asap rokok.

    2. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.Ilustrasi English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Tanaman ini cocok untuk perokok atau mereka yang sensitif pada asap. Memiliki english ivy di dalam rumah juga dianjurkan bagi penderita asma.

    3. Bunga Krisan

    flower of chrysanthemum and woman hand with copyspaceflower of chrysanthemum and woman hand with copyspace Foto: Getty Images/iStockphoto/penyushkin

    Disadur dari FNP, bunga krisan atau chrysanthemum efektif untuk menghilangkan karbon monoksida dan formaldehida dari rokok. Menaruh bunga ini di rumah juga bisa mempercantik ruangan.

    4. Peace Lily

    Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines Day Foto: Dok. Istock

    Tanaman ini tak hanya cantik tetapi juga menghilangkan toksin yang berasal dari rokok, seperti benzena dan formaldehida.

    5. Areca Palm

    Areca Palm, Chrysalidocarpus lutescens, in a wicker basket, isolated in front of a white wall on a wooden floorAreca Palm, Chrysalidocarpus lutescens, in a wicker basket, isolated in front of a white wall on a wooden floor Foto: iStock

    Tanaman ini bisa ditaruh di dalam dan luar ruangan. Tanaman jenis ini bisa menghilangkan formaldehida yang berasal dari rokok.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa menyerap asap rokok. Walau demikian, sebaiknya detikers tidak merokok di dalam rumah ya karena bisa berbahaya untuk kesehatan, apalagi jika di rumah terdapat anak kecil. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Rawat Tanaman di Rumah saat Musim Hujan


    Jakarta

    Belakangan ini, musim hujan masih banyak melanda berbagai daerah. Turunnya hujan terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk merawat tanaman di rumah.

    Untuk memastikan kelestarian dan pertumbuhan tanaman tetap optimal di musim hujan, perlu perhatian khusus dan tindakan preventif. Lalu, bagaimana caranya merawat tanaman saat musim hujan?

    Melansir Root Bridges, Sabtu (23/3/2024), berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa membantumu merawat tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan.


    1. Hindari Adanya Genangan Air

    Salah satu tantangan utama selama musim hujan adalah genangan air. Ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyediakan sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir keluar dari taman.

    Tanaman sukulen, sebagai contoh, memerlukan ekstra perhatian karena sering kali menerima air lebih dari yang diperlukan. Setelah hujan berhenti, pastikan untuk taruh tanaman tersebut agar dapat sinar matahari untuk jangka waktu tertentu.

    2. Sediakan Cahaya Tambahan

    Kekurangan cahaya seringkali terjadi selama musim hujan. Untuk tanaman yang sangat bergantung pada sinar matahari, bisa menggunakan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya.

    3. Lindungi Tanaman dari Hujan Lebat

    Gunakan penutup berlubang yang tembus cahaya untuk melindungi tanaman dari hujan berlebihan. Penutup berlubang dari plastik, misalnya, bisa memastikan tanaman tetap mendapatkan kelembaban yang diperlukan tanpa membahayakan pertumbuhan mereka.

    4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

    Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat potong yang tepat saat musim hujan. Ini adalah waktu yang tepat bagi tunas baru untuk tumbuh, tetapi pastikan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    5. Manfaatkan Cacing Tanah dan Pupuk

    Jaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan cacing tanah dan pupuk organik selama musim hujan. Cacing tanah tidak hanya menjaga tanah tetap aerobik, tetapi juga memastikan air meresap ke dalam tanah. Gunakan pupuk organik yang lambat melepaskan untuk memberikan nutrisi tanaman secara berkelanjutan.

    6. Bersihkan Alga yang Tumbuh

    Periksa permukaan tanah untuk tumbuhan hijau berlendir yang tumbuh seiring dengan dimulainya musim hujan. Bersihkan alga secara teratur untuk mencegah gangguan terhadap pertumbuhan tanamanmu di rumah.

    7. Berikan Dukungan Fisik pada Tanaman yang Rentan

    Hindari kerusakan akibat angin kencang dengan memberikan dukungan fisik pada tanaman yang rentan. Kamu bisa mengikatnya pada sebuah kayu agar tanaman tetap berdiri kokoh. Ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan lambat tumbuh.

    8. Cegah Erosi Tanah

    Buat penghalang di sekitar tanaman untuk mencegah erosi tanah akibat air hujan. Pastikan penghalang ini tidak menciptakan genangan air yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

    Demikianlah tips merawat tanaman di rumah saat musim hujan. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menjaga kesehatan tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan. Terapkan langkah-langkah preventif ini untuk memastikan tanaman tetap tumbuh subur dan berbunga meskipun hujan turun dengan deras. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 10 Tanaman Ini Berbahaya Bagi Hewan Peliharaan di Rumah



    Jakarta

    Tanaman adalah salah satu faktor bagus yang dapat memberi ruangan di rumahmu lebih banyak tekstur. Sayangnya, tidak semua tanaman aman bagi hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.

    Bagi para pemelihara hewan peliharaan, memastikan hewan favoritnya dari bahaya adalah tanggung jawab besar yang harus dihadapi. Dilansir dari Garden Design, Sabtu (23/3/2024) walaupun banyak tanaman yang aman, tapi ada juga tanaman yang bisa menyebabkan iritasi ringan sampai kematian.

    Sebelum membeli tanaman hias, cari tahu dulu tanaman tersebut tidak hanya kondisi pertumbuhannya, tapi juga keamanan bagi hewan peliharaanmu. Berikut beberapa tanaman yang berbahaya bagi hewan peliharaan.


    1. Palem Sagu

    beautiful green tropical palm tree in a potIlustrasi palem sagu Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Palem sagu (Cycas revoluta) memiliki tampilan yang elegan, tapi seluruh bagian tanaman ini beracun jika termakan oleh hewan peliharaan, bagian yang paling beracun adalah bijinya. Nama racunnya adalah cycasin; gejala yang dapat ditimbulkan meliputi gagal hati, tinja berdarah, muntah, pendarahan internal, penyakit kuning, retensi cairan di area perut, dan kematian. Pengobatan harus secepat mungkin dilakukan melihat dari bahaya dan parahnya gejala.

    2. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldIlustrasi tanaman giok Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman giok (Crassula ovata) atau yang juga dikenal sebagai jade plant, adalah tanaman sukulen yang ditanam sebab daunnya tebal dan tampilannya kokoh mirip pohon yang memberikan kesan eksotis. Tanaman ini diperkenalkan sebagai tanaman hias beberapa dekade lalu. Jika ada bagian tanaman yang termakan akan berbahaya bagi hewan peliharaan, tapi belum diketahui sifat racunnya. Gejala yang ditimbulkan umumnya bersifat ringan, meliputi kehilangan nafsu makan, lesu, muntah, dan yang ekstrim adalah detak jantung yang lambat atau kejang-kejang.

    3. Amarilis

    Bunga amarilis.Bunga amarilis. Foto: iStock/ballycroy

    Amarilis (Hippeastrum) memiliki batang yang kokoh dan tinggi dengan bunga berbentuk terompet besar yang tersedia dalam berbagai warna. Tanaman ini memiliki nama lain, seperti cape belladonna, naked lady, dan St Joseph lily. Tanaman ini beracun ringan sampai sedang bagi hewan peliharaan, zat beracunnya adalah lycorine. Zat ini bisa membuat air liur berlebihan, depresi, diare, hipotensi, muntah, dan tremor. Umbinya lebih beracun daripada bunga dan daunnya.

    4. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Populer sebab banyak kegunaannya, lidah buaya (Aloe vera) adalah tanaman sukulen yang tumbuh alami di daerah tropis di seluruh dunia. Tanaman ini dibudidayakan sebagai tanaman di luar ruangan di daerah beriklim sedang, bisa juga dijadikan tanaman hias. Lidah buaya memiliki bentuk runcing dan mudah dirawat, gel yang diekstrak dari daunnya digunakan sebagai salep untuk mengobati luka bakar. Lidah buaya juga dipakai untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya.

    Aloe spp memiliki kandungan saponin, racun dengan sifat berbusa yang mirip sabun sangat bahaya bagi hewan peliharaan jika termakan. Gejalanya adalah diare, lesu, muntah, perubahan warna urin, dan terkadang tremor. Di beberapa kasus, toksisitasnya ringan sampai sedang. Namun, pada beberapa kasus ekstrim, jika tertelan bisa mengancam jiwa karena dehidrasi parah yang bisa terjadi.

    5. Ara Menangis

    Houseplant tree (ficus benjamina) in a pot isolated on a white backgroundHouseplant tree (ficus benjamina) in a pot isolated on a white background Foto: Getty Images/iStockphoto/Viorika

    Ara menangis (Ficus benjamina) adalah pohon yang biasa ditanam di Asia dan Australia. Pohon ini memiliki daun yang melengkung dengan indah, mengkilap, dan tahan di berbagai kondisi pertumbuhan. Enzim ficin beracun bagi hewan peliharaan karena terdapat di semua bagian tanaman ara menangis, zat ini bisa merusak protein pada anjing yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan tubuh. Zat beracun lainnya adalah ficusin, bisa menimbulkan fotosiensifitas dan mengiritasi kulit saat terkena sinar matahari. Gejalanya meliputi agitasi, diare, kehilangan nafsu makan, air liur berlebihan, muntah, dan sakit mulut. Gejala kulit meliputi kemerahan, melepuh, dan peradangan. Toksisitas umumnya ringan kecuali kalau termakan dalam jumlah yang banyak.

    6. Philodendron

    Jenis philodendron.Jenis philodendron. Foto: 87 Philodendron Tampil Menawan/Yoe Kok Siong dan NS Budiana

    Philodendron adalah andalan para pecinta tanaman hias karena toleransinya pada kondisi pertumbuhan, terutama cahaya redup. Philodendron yang banyak ditanam adalah yang berdaun hati (Philodendron scandens), termasuk tanaman hias yang gampang tumbuh dan digemari sebab daunnya yang indah dan dapat merambat. Daunnya beracun bagi hewan peliharaan, bahan beracun berupa kristal kalsium oksalat dikeluarkan saat menggigit atau mengunyah bagian tanaman. Gejalanya meliputi air liur berlebihan, bengkak di mulut, nafsu makan kurang, nyeri, muntah, dan terkadang bisa terjadi penyempitan saluran napas. Toksisitasnya ringan sampai sedang.

    7. Begonia

    Begonia ,Begonia x semperflorens-cultorum or pink BegoniaBegonia ,Begonia x semperflorens-cultorum or pink Begonia Foto: Getty Images/iStockphoto/Jobrestful

    Begonia (Begonia spp) memiliki daun berbentuk hati dan tersedia dalam bermacam corak dan warna, juga bunganya yang indah. Berbahaya jika termakan, racunnya adalah kalsium oksalat yang larut, yang terpusat di umbi bawah tanah dibandingkan batang dan daunnya. Efek yang ditimbulkan umumnya ringan, misal diare, muntah, kesulitan menelan, kehilangan nafsu makan, dan air liur berlebihan.

    8. Tanaman ZZ

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Tanaman ZZ (Zamioculcas zamiifolia) memiliki daun mengkilap dan melengkung yang bisa bertahan dalam cahaya redup dan bisa tumbuh subur dalam keadaan terabaikan. Beracun karena mengandung kalsium oksalat yang bersifat toksik ringan sampai sedang. Bisa menimbulkan pembengkakan di kulit, mata, dan selaput lendir. Dalam kasus lain, bisa terjadi diare, muntah, dan sakit perut bisa sembuh dengan sendirinya.

    9. Calla Lily

    White Cala lily over dark background, beautiful white flower on black backgroundWhite Cala lily over dark background, beautiful white flower on black background Foto: Getty Images/iStockphoto/Sirirak

    Calla lily (Zantedeschia aethiopica) terkenal dengan bunganya berbentuk tabung yang cantik dan bisa ditanam sebagai tanaman outdoor maupun indoor. Berbahaya jika termakan karena mengandung kristal kalsium oksalat. Gejalanya meliputi sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan, kesulitan menelan, dan tersedak, yang bisa bertahan sampai dua minggu. Kalau termakan dalam jumlah besar, gejalanya meliputi gagal ginjal, kejang-kejang, kesulitan bernapas, muntah, bahkan kematian. Tingkat keracunannya ringan sampai sedang.

    10. Kalanchoe

    Beautiful Kalanchoe Luciae plant in the garden under the sunBeautiful Kalanchoe Luciae plant in the garden under the sun Foto: Getty Images/iStockphoto/soniabonet

    Kalanchoe (Kalanchoe blossfeldiana) memiliki warna cerah dan daun bergigi yang menarik. Sukulen tropis ini digemari para pecinta tanaman hias sebab gampang ditanam dan toleransinya di bermacam kondisi. Semua bagiannya beracun bagi hewan peliharaan, karena mengandung glikosida. Toksisitasnya ringan sampai sedang, gejalanya meliputi diare, muntah, dan air liur berlebihan. Pada kasus ekstrim, efeknya bisa berupa detak jantung tidak normal, kejang, kelesuan, pupil mata melebar, dan tremor.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Batang Pohon Menjalar ke Rumah Sebelah, Buahnya Hak Siapa?



    Jakarta

    Menanam pohon atau tanaman di depan rumah dianjurkan dalam Islam bahkan nilainya seperti pahala jariyah. Seperti sabda Rasulullah SAW selama penanaman pohon tersebut bermanfaat maka nilainya pahala.

    “Dari sahabat Muadz bin Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk Allah yang bersifat rahman,’” (HR Ahmad).

    Sifatnya sebagai makhluk hidup, tanaman pasti akan terus tumbuh, membesar, dan ada pula yang berbuah seperti pohon mangga, nangka, jambu, rambutan, dan sebagainya.


    Semakin membesar, batang pohon akan menjalar kemana-mana bahkan sampai ke rumah tetangga. Khawatirnya daun kering atau buah yang sudah matang jatuh ke halaman tetangga dan mengotori halaman orang lain.

    Melansir dari detikFood, Jumat (13/10/2023), Ustadz Adi Hidayat menjelaskan pohon beserta buahnya yang masuk ke pekarangan tetangga menjadi hak bersama. Dengan kata lain, dalam Islam, buah dari pohon yang masuk ke pekarangan tetangga tersebut menjadi milik tetangga.

    Maka, ketika kamu melihat buah tersebut sudah matang, kamu bisa mengambilnya lalu memberikan kepada tetangga atau kamu memberitahu mereka untuk mengambilnya sendiri.

    Ustadz Adi Hidayat menekankan dalam kasus ini pemilik pohon dan tetangganya perlu berkabar jika buahnya dapat diambil dan halaman rumah bisa kotor karena pohon tersebut.

    “Sampaikan bahwa nanti ada buah yang jatuh di pekarangan rumah saya, saya izin memintanya, Pak. Nanti kalau daun jatuh atau ada sampai pohonnya biar saya bersihkan saja. Jadi, kita rawat bersama pohonnya,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

    Mengutip dari detikHikmah, bahkan Rasulullah SAW bersabda jika daun atau buah dari tanaman depan rumah dicuri, kamu harus mengikhlaskan karena bernilai sedekah.

    “Dari sahabat Jabir ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon-) nya melainkan akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat,’” (Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 304).

    Apabila batang-batang pohon yang menjalar tersebut dikeluhkan oleh tetangga, maka kamu harus memotongnya. Bahkan hukumnya jika pemilik pohon tidak mau memotong batang pohon tersebut tetangga boleh memotongnya sendiri.

    “Jika dahan pohon atau akarnya menjalar ke tanah tetangga maka pemiliknya dipaksa untuk memindahnya. Jika ia enggan melakukan maka tetangganya (pemilik tanah) boleh memindahkannya kemudian memotongnya walaupun tanpa seizin hakim, sebagaimana penjelasan dalam Tuhfah. (Abdurrahman Ba’alawi, Bugyah, halaman 142 dalam kitab Az-Zawajir).

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Menyimpan Tanaman Saat Ditinggal Bepergian Tanpa Khawatir Layu


    Jakarta

    Saat hendak bepergian selama beberapa hari meninggalkan rumah, selain keamanannya, kamu juga perlu memikirkan nasib tumbuhan. Sebagai makhluk hidup mereka perlu dirawat minimal dengan disiram agar tidak mati.

    Saat musim hujan, kamu akan terbantu karena tumbuhan mendapatkan air tanpa perlu disiram manual. Namun jika selama kamu pergi tidak ada hujan, bagaimana?

    Melansir dari House Beautiful, Jumat (29/3/2024) berikut ada beberapa tips meninggalkan tumbuhan agar tidak mudah layu dan rusak selama liburan.


    1. Kelompokkan Tanaman di Luar Ruangan

    Pertama kamu bisa mengelompokkan jenis-jenis tanaman yang harus diletakkan di luar dan di dalam rumah. Untuk tanaman yang di luar ruangan adalah tanaman yang memerlukan cahaya matahari langsung, tidak masalah jika tidak disiram terlalu sering, dan tanaman rambat. Letakkan di tempat yang teduh, tetapi masih bisa terkena air hujan.

    2. Siapkan Tempat Untuk Tanaman di Dalam Ruangan

    Tanaman di dalam ruangan juga ada yang bisa tidak diberi air setiap hari, tetapi mereka tidak bisa terkena matahari secara langsung sehingga di bawa masuk.

    Untuk tanaman yang butuh air setiap hari, kamu bisa menggunakan bathtub, ember, kolam karet anak-anak, atau bak untuk menampung pot-pot tanaman tersebut. Isi air setinggi 3-5 cm ke dalam wadah besar tersebut lalu letakkan tanaman dan pot tersebut di genangan air tersebut. Tanaman akan menyerap air sendiri sesuai kebutuhannya.

    3. Atur Suhu Ruangan

    Apa pun musimnya, tanaman menyukai suhu rendah ke normal sekitar 13-27 derajat celsius. Cara untuk melembapkan suhu di dalam ruangan adalah dengan menyiapkan wadah berisi air dan kerikil. Letakkan di dekat tumbuhan tersebut dan pilih tempat yang memiliki ventilasi udara.

    4. Buat Irigasi Tetes

    Membuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekasMembuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekas. Foto: YouTube Petani Pedas/Tangkapan Layar

    Jika kamu punya waktu dan biaya lebih, coba buat aliran irigasi otomatis sederhana untuk tanaman di rumah. Misalnya menggunakan botol gelas lengkap dengan tutupnya. Isi botol dengan air sampai penuh. Buat satu lubang sebesar ujung sumpit bambu, lalu hambat dengan menusukkan kayu sebesar lubang tersebut. Balikkan botol plastik dengan posisi tutup botol di bawah, air akan keluar dari lubang yang ditusuk kayu. Cara ini seperti kerja infus di rumah sakit.

    Irigasi tetes menggunakan galon dan selangIrigasi tetes menggunakan galon dan selang. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

    Jika tanamannya banyak, kamu bisa menggunakan galon bekas berisi air. Lalu siapkan selang sesuai pot yang butuh disiram. Masukkan kain ke dalam selang tersebut dan lebihkan sampai menjuntai di kedua ujung. Posisikan ujung selang ke bawah sehingga saat ujung kain di dalam galon menyerap air, ujung lainnya yang mengarah ke pot dapat meneteskan air.

    Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah.Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

    Bisa juga melobangi botol plastik bekas sebesar tutup pulpen. Lubangi di samping bagian bawah botol sehingga tetap bisa tertutup dengan tanah. Nanti air akan keluar sedikit-sedikit.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu Terbaik untuk Menyiram Tanaman? Ada Aturannya Lho



    Jakarta

    Pernahkah kamu mengalami kejadian di mana tanaman di rumahmu mati walaupun sudah rajin menyiramnya? Bisa jadi kita salah aturan saat menyiram tanaman

    Beberapa dari kita sering memiliki pola berpikir di mana tanaman yang ada di rumah kita harus selalu basah, atau bahkan ada juga yang sering menyirami seluruh bagian tanaman di siang hari ketika cuaca sedang panas.

    Tapi tahukah kamu, sebenarnya terlalu sering menyirami tanaman atau menyirami tanaman di siang bolong ketika cuaca sedang panas adalah hal yang kurang tepat. Karena perlakuan tersebut malah terhitung tidak efisien atau hanya buang-buang air saja.


    Lalu sebenarnya bagaimana cara menyiram tanaman yang tempat?

    Mengutip dari southernlivingplants.com, setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, seperti waktu, suhu, tanah, dan umur juga bisa menjadi faktor utama yang menentukan kapan dan seberapa sering tanaman kamu membutuhkan air.

    Kapan Waktu yang Tepat Untuk Menyiram Tanaman?

    Seperti yang telah dijelaskan, setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Akan tetapi, pada umumnya tanaman membutuhkan banyak air saat pagi hari hingga menjelang sore hari.

    Maka dari itu, biasanya waktu yang terbaik untuk menyiram tanaman adalah pada pagi hari sebelum matahari terbit dan sore hari ketika matahari mulai terbenam.

    Penyiraman di pagi hari dimaksudkan untuk mempersiapkan tanaman untuk menghadapi proses fotosintesis pada siang hari, lalu penyiraman di sore hari bertujuan untuk mendinginkannya.

    Lalu kenapa tidak menyiramnya di siang hari ketika tanaman sedang berfotosintesis? Jika kamu menyiram pada siang hari (terutama saat musim panas), panas dan sinar matahari akan membuat air menguap alih-alih terserap ke dalam tanah dan akar.

    Sebagai catatan, penyiraman di pagi hari sebenarnya lebih baik daripada penyiraman di sore hari. Hal ini dikarenakan tanaman yang disiram pada pagi hari memiliki waktu untuk mengering sebelum matahari terbenam. Sebaliknya, bila kamu menyiram pada sore hari, air akan cenderung mengendap di dalam tanah sehingga mendorong pembusukan, pertumbuhan jamur, dan juga serangga.

    Gunakan Tanah Kering Sebagai Indikator

    Sedikit tips saja, bila kamu ragu harus menyiram tanaman pada siang hari atau tidak ketika musim panas (kemarau), kamu bisa mengecek tanah pada tanaman tersebut. Jika tanah tersebut sangat kering walaupun di pagi hari kamu sudah menyiramnya, maka kamu boleh mencoba untuk menyiramnya sedikit demi sedikit.

    Penyiraman Menurut Umur dari Tanaman

    Umur dari tanaman juga bisa kamu jadikan sebagai patokan untuk seberapa sering kamu harus menyiramnya.

    Tanaman yang masih baru tumbuh memerlukan air lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang sudah tua. Alasannya karena tanaman yang masih muda masih memerlukan banyak makanan untuk mengembangkan akar dan batangnya.

    Itulah cara menentukan waktu yang baik untuk menyiram tanaman di rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Menyimpan Tanaman Biar Nggak Layu saat Mudik Lebaran


    Jakarta

    Sebelum mudik Lebaran, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum meninggalkan rumah. Salah satunya adalah memastikan tanaman bisa bertahan hidup selama ditinggal penghuni rumah.

    Sebab, apabila tanaman tidak diberi air dalam waktu yang lama, kemungkinan bisa mengalami kekeringan dan berujung mati. Tentunya kamu nggak mau dong pulang mudik tiba-tiba banyak tanaman yang mati?

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ada beberapa tips meninggalkan tanaman agar tidak mudah layu dan rusak selama liburan.


    1. Kelompokkan Tanaman di Luar Ruangan

    Dilansir dari House Beautiful, Jumat (5/4/2024), hal pertama yang kamu lakukan adalah mengelompokkan jenis-jenis tanaman yang harus diletakkan di luar dan di dalam rumah. Untuk tanaman yang di luar ruangan adalah tanaman yang memerlukan cahaya matahari langsung, tidak masalah jika tidak disiram terlalu sering, dan tanaman rambat. Letakkan di tempat yang teduh, tetapi masih bisa terkena air hujan.

    2. Siapkan Tempat Untuk Tanaman di Dalam Ruangan

    Tanaman di dalam ruangan juga ada yang bisa tidak diberi air setiap hari, tetapi mereka tidak bisa terkena matahari secara langsung sehingga perlu dibawa masuk.

    Untuk tanaman yang butuh air setiap hari, kamu bisa menggunakan bathtub, ember, kolam karet anak-anak, atau bak untuk menampung pot-pot tanaman tersebut. Isi air setinggi 3-5 cm ke dalam wadah besar tersebut lalu letakkan tanaman dan pot tersebut di genangan air tersebut. Tanaman akan menyerap air sendiri sesuai kebutuhannya.

    3. Atur Suhu Ruangan

    Apa pun musimnya, tanaman menyukai suhu rendah ke normal sekitar 13-27 derajat Celsius. Cara untuk melembabkan suhu di dalam ruangan adalah dengan menyiapkan wadah berisi air dan kerikil. Letakkan di dekat tumbuhan tersebut dan pilih tempat yang memiliki ventilasi udara.

    4. Buat Penyerapan Air Secara Tradisional

    Dilansir dari CNET, Jumat (5/4/2024), kamu bisa membuat alat penyerapan air secara tradisional.

    Caranya, siapkan wadah air dan tali kapas. Potong tali cukup panjang yang mampu menjangkau wadah air dan pot tanaman.

    Tips meninggalkan tanaman saat mudikTips meninggalkan tanaman saat mudik Foto: Chris Parker/CNET

    Taruh salah satu ujung tali ke dalam tanah, dekat tanaman namun jangan sampai mengganggu akarnya. Letakkan ujung tali lainnya ke dalam wadah yang sudah diisi oleh air. Pastikan tali menyentuh bagian bawah wadah air.

    Nantinya tali kapas akan menyerap air secara perlahan dan memindahkannya ke dalam pot, menjaga tingkat kelembapan tanah.

    5. Buat Irigasi Tetes

    Membuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekasMembuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekas. Foto: YouTube Petani Pedas/Tangkapan Layar

    Jika kamu punya waktu dan biaya lebih, coba buat aliran irigasi otomatis sederhana untuk tanaman di rumah. Misalnya menggunakan botol gelas lengkap dengan tutupnya. Isi botol dengan air sampai penuh. Buat satu lubang sebesar ujung sumpit bambu, lalu hambat dengan menusukkan kayu sebesar lubang tersebut. Balikkan botol plastik dengan posisi tutup botol di bawah, air akan keluar dari lubang yang ditusuk kayu. Cara ini seperti kerja infus di rumah sakit.

    Irigasi tetes menggunakan galon dan selangIrigasi tetes menggunakan galon dan selang. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

    Jika tanamannya banyak, kamu bisa menggunakan galon bekas berisi air. Lalu siapkan selang sesuai pot yang butuh disiram. Masukkan kain ke dalam selang tersebut dan lebihkan sampai menjuntai di kedua ujung. Posisikan ujung selang ke bawah sehingga saat ujung kain di dalam galon menyerap air, ujung lainnya yang mengarah ke pot dapat meneteskan air.

    Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah.Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

    Bisa juga melobangi botol plastik bekas sebesar tutup pulpen. Lubangi di samping bagian bawah botol sehingga tetap bisa tertutup dengan tanah. Nanti air akan keluar sedikit-sedikit.

    Itulah beberapa cara untuk menyimpan tanaman agar tidak mudah layu dan cepat mati. Semoga bermanfaat!

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik.

    (/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman Hias yang Tidak Butuh Banyak Sinar Matahari


    Jakarta

    Belakangan ini kembali ramai tren memelihara tanaman hias di rumah, tren ini tentunya sangat baik bagi masyarakat Indonesia supaya mereka jadi lebih semangat untuk menanam tumbuhan di rumah mereka.

    Dengan adanya tren ini, tidak hanya semata untuk menyemangati masyarakat untuk menghiasi rumahnya dengan tumbuhan, tren ini juga membantu masyarakat Indonesia dalam memerangi isu perubahan iklim.

    Sayangnya, tren ini memerlukan media tertentu dan memakan tempat yang tidak sedikit. Biasanya, tanaman hias ini ditempatkan di luar ruangan. Selain untuk menghindari masuknya serangga, membiarkan tanaman hias di luar ruangan juga ditujukan agar tanaman lebih mudah untuk mendapatkan asupan sinar matahari supaya bisa tetap hidup.


    Hal ini membuat masyarakat kota besar di Indonesia menjadi kesulitan untuk mengikuti tren ini. Pasalnya, kebanyakan dari mereka tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk menanam tanaman hias tersebut.

    Nah, bagi kamu yang punya masalah serupa, sebenarnya masih ada alternatif lain untuk kamu supaya bisa tetap mengikuti tren ini, caranya yaitu dengan menanam tanaman hias di dalam rumah.

    8 Tanaman Hias Indoor Low-Light

    Mengutip dari housebeautiful.com, sebenarnya masih ada banyak tanaman hias yang tidak memerlukan banyak sinar matahari, bahkan ada juga tanaman hias yang bisa hidup di area yang gelap. Berikut beberapa contohnya.

    1. Peperomia Hijau Polos (Baby Rubber Plant)

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman hias yang satu ini memiliki sebuah rahasia. Tanaman ini bisa berbunga dan menumbuhkan duri. Syaratnya, kamu harus menyimpannya di tempat yang minim cahaya.

    Penyiraman: 1x dalam seminggu

    2. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Tanaman ini sangat ideal ditempatkan pada kamar mandi atau tempat dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan minim cahaya matahari. English Ivy memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, maka dari itu ada baiknya jika kamu menanamnya pada pot gantung.

    Penyiraman: 1x dalam seminggu

    3. Stromanthe Triostar

    Stromanthe Triostar or Tricolor plant. Tropical native Brazilian plant. Soft pink and green colors with a bit of cream. Photo taken in bright natural light in South Florida on April 30th 2018. Stromanthe tricolor.Stromanthe Triostar or Tricolor plant. Tropical native Brazilian plant. Soft pink and green colors with a bit of cream. Photo taken in bright natural light in South Florida on April 30th 2018. Stromanthe tricolor. Foto: Getty Images/iStockphoto/Crystal Bolin Photography

    Tanaman ini adalah salah satu tanaman hias yang memiliki banyak warna, selain itu tanaman ini juga hanya memerlukan air yang sangat sedikit sehingga sangat cocok bagi para pemula.

    Penyiraman: 1x dalam 2 minggu

    4. Sirih Gading Enjoy (Pothos ‘N’joy’)

    The Pothos with a Natural Light in the Morning Summer DayThe Pothos with a Natural Light in the Morning Summer Day Foto: iStock

    Tanaman hias yang satu ini memiliki sifat tubuhnya yang berecabang dan bisa tumbuh panjang.

    Penyiraman: 1~2x dalam seminggu

    5. Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata)

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Sansevieria Trifasciata atau biasa dikenal dengan sebutan Lidah Mertua adalah salah satu tanaman hias yang sudah umum dan sering kita lihat di Indonesia.

    Penyiraman: Setiap dua hingga tiga minggu sekali, biarkan tanah mengering di antara penyiraman

    6. Aglaonema

    Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view.Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view. Foto: Getty Images/iStockphoto/nakorn tannonngiw

    Spesies tanaman Aglaonema belakangan ini memang ramai digemari ibu rumah tangga. Tanaman ini memiliki daya tahan indoor yang sangat tinggi, tetapi sayangnya tanaman ini hanya boleh ditempatkan di ruangan yang kering.

    Selain itu, Aglaonema juga sangat beracun bagi hewan peliharaan seperti Kucing, Anjing, dll. Oleh karena itu, tanaman ini tidak ideal bagi pemilik hewan peliharaan.

    Penyiraman: 1x dalam 7~10 hari

    7. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Kemampuan beradaptasi tanaman ini membuatnya sangat mudah untuk tumbuh, tetapi suhu yang terasa terlalu panas atau dingin dapat menyebabkan kematian pada tanaman ini. Selain itu, kamu harus memastikan tanahnya selalu sedikit lembab.

    Penyiraman: 1x dalam seminggu (Pastikan tanah tetap lembab dengan menyemprotkan air dari botol)

    8. Janda Bolong atau Monstera

    Monstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden roomMonstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden room Foto: Getty Images/iStockphoto/Kseniia Soloveva

    Disamping membutuhkan cahaya yang sedikit, tanaman ini tidak akan tumbuh cepat bila disimpan pada tempat yang minim cahaya, sehingga sangat cocok untuk ruangan yang sempit.

    Akan tetapi, tanaman ini sangat beracun, baik itu bagi manusia maupun hewan, jadi kamu harus ekstra hati-hati.

    Penyiraman: 1x dalam 1~2 minggu

    Nah itu dia beberapa tanaman hias yang bisa kamu tanam di tempat yang minim cahaya, atau bahkan di tempat yang gelap.

    Sebenarnya, masih ada banyak lagi tanaman hias yang hanya membutuhkan sedikit sinar matahari. Sebelum membeli tanaman hias, kamu bisa mengecek spesifikasi perawatan tanaman tersebut. Bila tanaman tersebut tidak memerlukan banyak sinar matahari, biasanya tanaman tersebut bisa ditanam di dalam ruangan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Merawat Tanaman Hias Supaya Tumbuh Sehat dan Kuat di Rumah


    Jakarta

    Tanaman hias yang ditaruh di dalam rumah sangat bergantung pada pemiliknya untuk bisa bertahan hidup. Maka, kalau ingin tanaman hias tumbuh optimal, kamu perlu memberi perhatian lebih supaya kebutuhan tanaman terpenuhi.

    Ada tiga komponen mendasar untuk tanaman bertahan hidup, yakni cahaya, air, dan media tanam. Pastikan kebutuhan ini terpenuhi dengan cukup agar tanaman hias tidak cepat layu.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan juga. Berikut tips merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di rumah, dilansir dari Garden Design.


    1. Perkuat Akar dengan Media Tanam

    Tanaman hias yang sehat membutuhkan akar yang kuat. Hal ini tergantung pada campuran tanah yang digunakan untuk media tanam. Campuran tanah yang berkualitas dan sesuai dengan jenis tanaman dapat memberikan keseimbangan dalam hal kelembapan dan aerasi yang baik untuk kesehatan akar.

    2. Beri Air yang Cukup

    Pastikan tanaman mendapat pasokan air yang cukup di waktu yang tepat. Kamu bisa memasukan jari ke tanah untuk mengecek kelembapan tanah serta melihat ciri-ciri tanaman yang mulai layu sebagai tanda harus menyiram air. Lalu, siramlah air secara merata dan biarkan akses air keluar lewat lubang pot.

    3. Beri Pencahayaan yang Tepat

    Ketahui intensitas cahaya yang dibutuhkan setiap jenis tanaman hias yang kamu miliki di rumah. Kemudian, letakan tanaman di area yang dapat memberi sinar yang cukup untuknya tumbuh. Sebaiknya hindari tanaman hias yang membutuhkan pencahayaan tinggi kalau ruangan kekurangan sinar alami.

    4. Kembalikan Nutrisi dengan Pupuk

    Setiap kali kamu menyirami tanaman, nutrisi pada tanah sebenarnya terbuang ke luar. Oleh karenanya, penting memberi pupuk secara rutin untuk menggantikan nutrisi yang terbuang. Namun, jangan sampai berlebihan memberi pupuk karena justru tidak sehat untuk tanaman.

    5. Ganti Pot Bila Perlu

    Sebagian tanaman akan tumbuh melebihi potnya seiring berjalannya waktu. Maka, perhatikan kalau sudah ada akar yang tumbuh ke luar lubang pembuangan pot. Saat itulah waktu untuk mengganti pot tanaman hias.

    6. Bersihkan Daun secara Berkala

    Jangan biarkan debu menumpuk pada daun karena bisa mengganggu proses fotosintesis dan pernapasan tanaman. Supaya daun tetap bersih dan bebas dari debu, kamu bisa sekali-kali mengelapnya dengan kain atau spons lembap.

    7. Gunting Daun Berlebih

    Terkadang tanaman hias perlu digunting untuk menjaga bentuknya. Selain itu, kamu bisa menggunting daun yang berpenyakit. Menggunting tanaman bisa meremajakannya dan mendorong pertumbuhan yang lebih subur.

    Itulah cara merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di dalam rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com