Tag: tanaman

  • Menyiram Tanaman dengan Air Hujan Ternyata Lebih Baik Ketimbang Air Keran


    Jakarta

    Menyiram tanaman dengan air sangat penting agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Selain jumlah dan intensitas yang tepat, ternyata jenis air yang digunakan juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman lho.

    Melansir dari Spectrum News 1, Selasa (30/4/2024) air hujan adalah opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Sebab, hujan mempunyai manfaat yang tidak dapat diberikan oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Kalau pengin pekarangan tumbuh subur dan indah, maka air hujan sangat diperlukan! Biasanya pekarangan rumah yang baru disiram hujan yang lebat tampak lebih segar, bukan?


    Nah, berikut ini alasan menyiram tanaman lebih baik dengan air hujan daripada air keran.

    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Menyiram Tanaman?

    Alasan utama air hujan bagus untuk tanaman antara lain senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Ada nitrogen yang terkandung dalam air hujan yang baik untuk tanaman.

    Air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur. Lalu, karbon dioksida juga terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Sementara air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Kemudian, hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata, sehingga tidak ada bagian pekarangan yang tertinggal. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Kalau cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Selain itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Salah satu indikasinya bisa dengan mengecek kelembapan tanah menggunakan jari.

    Demikian penjelasan tentang menyiram tanaman dengan air hujan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini saat Menyiram Tanaman Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Menyiram tanaman memang penting untuk pertumbuhan yang baik, tetapi sebaiknya tidak melakukan dengan asal-asalan. Tak jarang ada yang belum tahu kapan dan sebanyak apa harus memberi air pada tanaman.

    Padahal, hal ini sangat penting karena mempengaruhi tanaman untuk bertahan hidup. Jika tidak tepat, menyiram tanaman justru dapat menimbulkan penyakit hingga akhirnya mati.

    Melansir dari laman Marshal Grain, Selasa (30/4/2024) berikut ini beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat menyiram tanaman.


    Kesalahan ketika Menyiram Tanaman

    1. Menyiram Terlalu Banyak Air

    Menyiram terlalu banyak air dapat merusak tanaman, bahkan lebih berisiko membunuh daripada kekurangan air. Tanaman akan lebih mudah sembuh dari masalah kekurangan air daripada kelebihan air.

    Terlalu banyak pasokan air di tanah akan menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebihan serta memicu penyakit. Selain itu, genangan air bisa membuat tanaman tenggelam dalam hitungan menit atau jam karena akarnya akan mati karena kekurangan oksigen.

    2. Terlalu Sering Menyiram Tanaman

    Tanah yang selalu basah mendorong pertumbuhan jamur dan penyakit. Bagian akar bisa membusuk, sehingga tanaman menjadi mati.

    Maka, penting mengetahui jenis tanaman dan kebutuhan airnya. Sementara intensitas menyiram tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi tanah. Kamu bisa mengecek kelembapan tanah menggunakan jari buat mengetahui kebutuhan air.

    3. Menyiram Tanaman di Malam Hari

    Penyiraman di malam hari memungkinkan kelembapan bertahan lebih lama di dedaunan karena air lebih lama menguap tanpa sinar matahari. Hal ini justru memicu pertumbuhan jamur dan bakteri mempunyai tempat yang sempurna untuk berkembang dan menyerang permukaan tanaman. Maka, sebaiknya hindari menyiram tanaman di malam hari.

    4. Menyiram Tanaman di Siang dan Sore Hari

    Sementara menyirami tanaman di tengah atau sore hari bukan ide yang bagus karena tetesan air pada dedaunan dipantulkan dan diperbesar oleh sinar matahari. Hal ini dapat membakar dan merebus dedaunan. Selain itu, air paling cepat menguap pada sore hari, sehingga hanya menyisakan sedikit air untuk tanaman.

    Oleh karena itu, idealnya menyiram di pagi hari seperti antara jam 4 pagi dan 10 pagi. Dengan begitu, ada waktu yang cukup bagi air untuk meresap dan tetap memungkinkan tanah mengering dengan cukup cepat untuk meminimalkan masalah jamur.

    Itulah kesalahan saat menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Terlalu Sering Menyiram Tanaman Malah Bikin Layu, Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Tahukah kamu, menyiram tanaman menjadi salah satu penyebab masalah yang sering terjadi? Ternyata, terlalu banyak menyiramkan air dapat menimbulkan genangan air yang mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

    Akibatnya, tanaman tidak bisa menyerap oksigen dan memenuhi kebutuhannya. Semakin lama tidak mendapat udara, maka akar akan semakin rusak bahkan mati. Nah, kalau akar sampai membusuk, tanaman menjadi rusak karena tidak bisa mendapatkan pasokan air dan nutrisi.

    Melansir dari laman Missouri Botanical Garden, Selasa (30/4/2024) sering kali kerusakan tanaman seperti ini disangka karena ulah hama. Padahal, hama jarang sekali menyerang bagian akar tanaman.


    Ciri-ciri Kerusakan Tanaman

    Tanaman yang tumbuh di tanah yang terlalu basah akan kekurangan oksigen, sehingga menjadi layu dan akarnya pun mati. Adapun ciri-ciri tanaman rusak antara lain pertumbuhan yang melambat. Daun juga berubah menjadi warna kekuning-kuningan dan bisa mengalami kekeringan seperti terbakar.

    Selain itu, bintik-bintik basah dan lepuh (Oedema) mungkin muncul pada batang dan daun. Lalu, mahkota tanaman mungkin akan membusuk.

    Cara Tepat Menyiram Tanaman

    1. Siram Lebih Lama

    Kurangi intensitas menyiram tanaman, tetapi sekalinya menyiram pastikan melakukannya lebih lama. Cara ini membuat air mengalir jauh lebih dalam, sehingga akar tanaman tumbuh lebih panjang dan sehat.

    2. Beri Kompos

    Tambahkan material organik seperti kompos atau kotoran hewan pada tanah. Bahan organik ini dapat meningkatkan drainase di tanah liat yang padat.

    3. Siram Bila Perlu

    Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda, maka hal ini perlu menjadi perhatian. Pastikan tanah tidak terlalu basah ketika hendak menyiram. Permukaan tanah memang lebih cepat kering, jadi sebaiknya memeriksa kelembapan dengan memasukan jari ke dalam tanah.

    4. Perbanyak Menyiram Tanaman Baru

    Tanaman yang baru tumbuh belum memiliki sistem akar yang kuat, maka penting sekali menyiram banyak air untuk mendukung pertumbuhannya. Kalau tanaman sudah cukup dewasa, kamu bisa mengurangi jumlah dan intensitas penyiraman air.

    Demikian penjelasan soal menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Ingat untuk tidak menyiram secara berlebihan ya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Cocok Ada di Dapur Kamu


    Jakarta

    Menaruh tanaman di dapur bisa memberikan kesan asri dan membuat ruangan menjadi lebih segar. Dengan tanaman yang tepat bahkan bisa menyegarkan udara dan bisa sekalian digunakan untuk memasak.

    Walau demikian, ternyata tidak semua tanaman itu cocok untuk diletakkan di dapur. Sebab, setiap tanaman memiliki kadar kelembaban, kebutuhan cahaya, hingga temperatur yang berbeda.

    Apa saja tanaman yang cocok diletakkan di dapur? Dilansir dari The Spruce, Jumat (10/5/2024), berikut ini daftarnya.


    1. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Tanaman lidah mertua ternyata cocok untuk diletakkan di dapur. Sebab, tanaman ini tidak perlu perawatan khusus dan bisa diletakkan di ruangan dengan banyak maupun sedikit mendapatkan sinar matahari. Namun, sebaiknya tanaman ini tidak mendapat sinar matahari secara langsung.

    2. Berbagai Tanaman Rempah

    Ice cube tray with herbs frozen in oil and fresh rosemary on grey background, flat layIlustrasi tanaman rempah Foto: iStock

    Tanaman yang dapat digunakan sebagai bumbu masakan, seperti rosemary, mint, basil, oregano, parsley, daun ketumbar, dan lainnya cocok untuk diletakkan di dapur. Selain untuk mempercantik dapur, tanaman tersebut juga bisa langsung digunakan sebagai bumbu masakan.

    Untuk perawatannya cukup mudah! Pastikan dapur mendapatkan banyak sinar matahari langsung, maka tanaman akan tumbuh subur.

    3. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white pothouse plant heart leaf Philodendron vine in white pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Tanaman ini juga cocok diletakkan di dapur karena tidak butuh perawatan khusus. Philodendron juga baik untuk udara sekitar. Namun hati-hati, sebab tanaman ini beracun bagi manusia dan hewan jika dimakan.

    4. Sukulen

    Succulent in the geometry glass terrariumSucculent in the geometry glass terrarium Foto: Getty Images/iStockphoto/Polina Strelkova

    Tanaman sukulen juga cocok diletakkan di dapur agar tampak semakin cantik. Tanaman ini memiliki banyak jenis dan bentuk serta tidak butuh perawatan khusus.

    5. Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman ini sangat mudah untuk dirawat, pastikan tidak diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung karena daunnya bisa mengering. Menempatkan tanaman ini di dapur tentunya bisa membuat ruangan semakin cantik!

    Itulah beberapa tanaman yang cocok diletakkan di area dapur. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Sulap Balkon Jadi Taman Mini yang Indah


    Jakarta

    Balkon memberikan ruang lebih buat menikmati pemandangan indah dan udara segar di rumah maupun apartemen. Agar balkon lebih menarik dan fungsional, kamu bisa mengubahnya menjadi ruang hijau yang cantik lho!

    Kalau kamu kekurangan lahan untuk bercocok tanam, kamu masih bisa memanfaatkan balkon untuk menumbuhkan berbagai tanaman. Selain itu, mungkin kamu sekadar ingin mendekorasi balkon dengan tumbuhan hijau.

    Nah, bagi yang tertarik bisa mencoba menyulap balkon menjadi taman mini dengan cara ini yang dilansir dari Projex, Minggu (19/5/2024).


    Cara Mengubah Balkon Jadi Ruang Hijau

    1. Pakai Rumput Sintetis

    Kemungkinan besar balkon kamu memiliki lantai keramik atau beton, sehingga tidak mungkin menumbuhkan rumput. Buat balkon tampak hijau dengan menebar karpet rumput sintetis. Lalu, kamu bisa menambahkan pot dengan tanaman asli untuk mendapat suasana balkon seperti taman.

    Rumput SintetisRumput Sintetis Foto: (istimewa/homestratosphere.com)

    2. Furniture Minimalis

    Balkon tentu memiliki ruang yang sangat terbatas, maka jangan penuhi dengan furniture yang besar dan banyak. Kalau kamu pengin bisa duduk santai di balkon, gunakan kursi dan meja kecil saja. Sebaiknya menghemat ruang untuk menampung lebih banyak tanaman.

    akrilik.. Foto: Getty Images/iStockphoto/KangeStudio

    3. Manfaatkan Pagar

    Maksimalkan ruang yang ada dengan menggantungkan pot tanaman kecil di pagar balkon. Kamu bisa memajang bunga-bunga cantik dan tanaman kecil lainnya di pagar supaya tidak memakan tempat di lantai balkon. Sedangkan tanaman yang lebih besar bisa ditaruh di lantai balkon.

    4. Pilih Tanaman yang Tepat

    deretan tanaman.deretan tanaman. Foto: Getty Images/iStockphoto/GarrettAndrewChong

    Pastikan memilih tanaman yang cocok hidup di balkon. Tentu kamu tidak ingin pemandangan rusak karena ada tanaman mati bukan?

    Kemungkinan tanaman tidak mendapat sinar matahari dan air yang cukup di balkon. Oleh karena itu, pilih tanaman yang tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari dan air. Lalu, pastikan rutin menyirami tanaman atau menggunakan sistem pengairan otomatis.

    5. Pasang Rak Dinding

    Cara lain untuk efisiensi ruang balkon adalah memasang rak pada dinding. Supaya semakin cantik, kamu juga bisa menggunakan pot-pot dekoratif di bagian balkon ini.

    6. Pencahayaan

    Setelah merancang taman di balkon rumah atau apartemen, kamu bisa lengkapi dengan menambah pencahayaan. Gunakan lampu sorot ataupun lampu gantung untuk menciptakan atmosfer yang lebih menawan dan menenangkan di balkon.

    Begitulah cara mengubah balkon menjadi taman mini yang indah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman Indoor yang Bikin Rumah Wangi Sepanjang Hari


    Jakarta

    Adanya tanaman di dalam rumah memang bisa membuat tampilan tampak asri dan segar. Namun tidak hanya itu saja, ada beberapa tanaman yang memiliki aroma yang harum sehingga bisa menjadi pengharum ruangan alami.

    Beberapa tanaman di bawah ini bisa lho digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Berikut ini ulasannya.

    Tanaman yang Dapat Digunakan sebagai Pengharum Ruangan

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa tanaman yang mengeluarkan bau harum untuk dipakai mengharumkan rumah kita secara alami:


    1. Begonia

    Begonia semperflorens red flowers with greenBegonia semperflorens red flowers with green Foto: iStock

    Varietas begonia tertentu, seperti ‘tea rose’ memiliki wangi yang ringan, dan bila dipadukan dengan bunga mekar berwarna merah jambu yang cerah, akan terlihat indah sebagai hiasan di tengah meja ruang tamu.

    Dilansir dari Homes & Gardensegonia sangat mudah dirawat sebagai tanaman dalam ruangan. Mereka menyukai cahaya tidak langsung, dan bahkan dapat mentolerir kondisi cahaya rendah. Kamu juga cukup menyiram bunga tersebut cukupnya.

    2. Melati (Jasminum officinale)

    Close up of jasmine flowersBunga melati (jasmine). Foto: Getty Images/iStock/dtimiraos

    Dilansir dari Living etc, selain keindahan bunganya, melati juga dikenal sangat wangi. Tanaman ini cocok sebagai tanaman dalam ruangan.

    Tanaman melati putih yang paling menarik yaitu yang terlihat segar, muda, dan hijau. Melati putih biasa (J. officinale) juga tersedia secara luas hampir sepanjang tahun.

    Penulis buku Dr Houseplant, William Davidson membagikan cara untuk merawat melati jika ditaruh dalam ruangan.

    “Potong batang yang telah berbunga sejauh diperlukan, tetapi tidak seluruhnya. Mereka (tanaman melati) berbunga berdasarkan pertumbuhan yang terjadi pada musim sebelumnya, jadi beberapa tunas baru tidak boleh dipangkas,” ujar Davidson dikutip dari laman Livingetc beberapa waktu lalu.

    Ia juga menjelaskan bahwa setiap hari tanaman melati harus berada pada posisi yang menerima sinar matahari langsung.

    “Saat tanaman ini (melati) tumbuh dan berbunga, beri mereka banyak air, cukup untuk menjaga kelembapannya setiap saat. Saat mereka beristirahat, berikan mereka air secukupnya saja agar tanah pot tidak mengering sepenuhnya,” paparnya.

    3. Tanaman Kopi (Coffee Arabica)

    Tanaman Kopi (Coffee Arabica).Tanaman Kopi (Coffee Arabica). Foto: Mikroman6/Getty Images

    Tanaman kopi akan tumbuh subur di ruangan dengan kelembapan tinggi, dengan cahaya tidak langsung yang terang.

    “Tanaman kopi adalah tanaman yang menyenangkan untuk ditanam. Tanaman ini benar-benar menghasilkan biji kopi, tapi kemungkinan besar tidak akan menghasilkan cukup untuk membuat secangkir kopi untuk kamu,” kata pakar tanaman hias Lisa Eldred-Steinkopf.

    Ketika ditanam di pot dalam ruangan, pastikan disiram dengan baik tetapi tidak tergenang air.

    “Kelembapan yang tinggi diperlukan untuk mencegah tepi daun berubah warna menjadi coklat, jadi letakkan tanaman Anda di atas nampan kerikil,” kata Lisa yang juga dikenal sebagai The Houseplant Guru.

    4. Kumquat (Citrus japonica)

    Pohon kumquat.Pohon kumquat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kurzumkin

    Citrus japonica bisa melakukan penyerbukan sendiri. Makanya, mereka bisa menghasilkan buah yang berbau harum di dalamnya.

    Pakar tanaman di Fast-Growing Trees, Bethany Lakatos, mengatakan bahwa beberapa varietas kumquat bisa mekar lebih dari sekali dalam setahun. Bunga mekarnya memiliki keharuman yang manis dan bersih.

    Sejatinya, kumquat akan paling menyenangkan di luar ruangan pada musim semi-musim gugur, saat tidak ada ancaman embun beku, dan bisa dialihkan ke dalam ruangan untuk musim dingin.

    “Jika tidak, letakkan kumquat di jendela yang menghadap ke Selatan atau Barat, tempat ia akan menerima banyak cahaya. Jika kamu tidak memiliki pencahayaan yang baik di rumah, pertimbangkan untuk menggunakan lampu tumbuh 12-14 jam sehari, dengan waktu istirahat 8 jam,” papar Lakatos.

    5. Gardenia (Kacapiring Wangi)

    A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Bunga Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

    Gardenia adalah tanaman wangi yang terkenal dengan bunga putih indah dan baunya yang sangat manis. Dikenal juga dengan sebutan Kacapiring Wangi. tanaman hias ini hidup di dalam maupun di luar ruangan.

    “Sebagai tanaman hias, kacapiring membutuhkan tanah yang asam dan kehati-hatian saat menyiram,” ujar Bethany yang dikutip oleh situs Fast Growing Trees.

    Ia menyarankan untuk memilih varietas kecil seperti Radicans atau Veitchii. Pasalnya, jenis tersebut bisa diipajang dalam pot elegan dengan lubang drainase.

    Tempatkan kacapiring di tempat yang terang. Sirami air saat tanah di potnya terlihat kering, atau keringkan sekitar dua inci atau sekitar 5 cm ke dalam tanah.

    6. Rosemary Tuscan

    Tanaman herbal rosemaryTanaman herbal rosemary. Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Keharuman rosemary kerap dipakai untuk menambahkan citarasa pada makanan. Pasalnya, tanaman ini memiliki aroma yang sangat kaya.

    Itulah alasan rosemary masuk dalam daftar tanaman berbau harum yang bisa jadi pengharum ruangan alami.

    “Beberapa tanaman hanya berbau harum saat sedang mekar, tetapi sapukan tangan kamu di atas dedaunan rosemary dan aroma gurihnya akan menyertai kamu sepanjang hari,” kata Bethany.

    Bethany menyarankan untuk memilih varietas tegak seperti Tuscan Blue, yang memiliki bunga kecil berwarna biru tua seperti beludru aromatik.

    “Tempatkan tanaman ini di bawah sinar matahari langsung di jendela dapur yang menghadap selatan atau barat. Campuran pot dengan drainase yang baik dan pot dengan lubang drainase sangat penting untuk kesehatan akar,” tambahnya.

    Itu tadi pilihan tanaman, baik itu tanaman hias, bunga, herbal, maupun yang berbuah yang bisa dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan alami. Jangan lupa untuk menerapkan perawatan berdasarkan saran pakar tanaman juga ya.

    (khq/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Akibat Tanam Pohon Dekat Rumah, Begini Jarak Idealnya


    Jakarta

    Halaman rumah yang berisi tanaman dan tumbuhan hijau seperti pohon tentu membuat suasana sekitar hunian terasa lebih asri dan sejuk. Akan tetapi, menanam pohon terlalu dekat rumah ternyata justru dapat menimbulkan masalah, lho!

    Pasalnya, kalau salah menanam pohon, terutama jaraknya malah akan merepotkan penghuni rumah. Misalkan, menanam pohon besar dekat rumah, lalu batang atau ranting jatuh hingga merusak bangunan rumah.

    Jika ingin menanam pohon di dekat rumah, jangan lupa memperhatikan jarak yang baik supaya nggak mengganggu rumah. Kalau begitu, berapa jarak ideal untuk menanam pohon di dekat rumah?


    Mengutip dari Jimstrees, Jumat (14/6/2024) berikut ini merupakan jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah.

    1. Tinggi pohon di bawah 8 meter, jarak minimal 3 meter dari bangunan
    2. Tinggi pohon 8-15 meter, jarak minimal 4-6 meter dari bangunan
    3. Tinggi pohon lebih dari 15 meter, jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

    Hal ini perlu dilakukan agar pohon yang ditanam tidak menimbulkan masalah di rumah. Memangnya, menanam pohon di dekat rumah dapat menimbulkan masalah? Yuk, simak penjelasan berikut yang dikutip dari Redstree.

    Masalah Akibat Tanam Pohon Dekat Rumah

    1. Daun, Dahan dan Batang Mengganggu

    Biasanya pohon yang besar dan rindang bisa menimbulkan masalah di rumah. Saat musim kemarau, daun-daun kering akan memenuhi halaman sehingga kita harus lebih sering lagi untuk membersihkan halaman.

    Belum lagi bila daun-daun tersebut menumpuk dan menghalangi saluran air di tanah atau di talang air. Bisa-bisa banyak genangan air di rumah. Selain itu, batang pohon yang semakin hari semakin besar juga bisa mengganggu pemandangan juga bisa mengganggu atap rumah kita.

    2. Akar Menyebar

    Pohon yang tumbuh juga akan memiliki akar yang makin besar setiap harinya. Secara umum, pohon akan tumbuh satu hingga 3 kali lebarnya kanopi. Pada beberapa kasus, akar pohon tumbuhnya dua kali lipat dari tumbuhnya ketinggian pohon itu sendiri. Akar pohon yang membesar di tanah ini akan berdampak pada pondasi rumah kita.

    Maka dari itu, pohon yang tumbuh lebih agresif harus ditanam jauh dari pondasi, pipa air juga jalur septic tank. Jika kamu tidak memiliki ruang yang cukup bagi pohon untuk tumbuh sesuai ukuran yang diharapkan, pertimbangkan spesies yang lebih kecil, atau buat opsi lanskap lain yang mungkin lebih cocok untuk area tersebut.

    Sistem akar pohon sangatlah kompleks, dan jika dibiarkan tumbuh di dekat pondasi atau saluran utilitas, hal ini dapat memberikan tekanan dan menyebabkan kerusakan serius. Jika kamu berencana untuk tinggal di rumah dalam jangka panjang, ini merupakan pertimbangan yang sangat penting.

    Seiring bertambahnya usia pohon, akarnya akan semakin dalam dan menyebar lebih jauh. Jika benda-benda tersebut masuk ke dalam pondasi rumah kamu, hal ini dapat menyebabkan retakan atau membahayakan integritas struktur.

    3. Ranting atau Pohon Tumbang

    Selain itu, menempatkan pohon tua dan rindang terlalu dekat dengan rumah juga dapat menimbulkan sejumlah akibat yang berbahaya. Angin, hujan atau badai dapat membuat cabang-cabang besar menembus jendela atau atap rumah. Yang lebih berbahaya lagi adalah kemungkinan tumbangnya pohon di dekat rumah kamu, yang berpotensi merusak dan mematikan.

    Beberapa pohon juga rentan karena memiliki kayu yang lemah, sehingga menarik serangga dan meningkatkan kemungkinan pohon sakit atau mati. Pada gilirannya, hal ini menimbulkan risiko jatuh yang lebih besar.

    4. Tingkatkan Kelembaban Tanah

    Pepohonan menyebabkan kelembaban tanah berfluktuasi karena tingkat air yang dibutuhkan untuk menjaga pohon tetap hidup. Hal ini dapat menimbulkan masalah yang signifikan jika pohon berada terlalu dekat dengan rumah kamu, karena tanah yang menyusut dan mengembang akan memberikan tekanan pada fondasi dan pada akhirnya dapat menyebabkan keretakan atau pergeseran.

    5. Pengendapan Beton

    Saat beton mengendap, kemungkinan besar beton akan retak dan bergeser. Sistem akar yang besar dapat memperburuk trotoar atau pondasi semen yang terkena dampak. Jika terjadi pergeseran yang signifikan, baik secara alami, karena akar pohon, atau kombinasi keduanya, hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan dan mengurangi keutuhan rumah atau trotoar.

    Itulah jarak ideal untuk menanam pohon di dekat rumah beserta masalah yang ditimbulkan dari menanam pohon besar di dekat rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Ini Cocok Buat Kamu yang Jarang Ada di Rumah


    Jakarta

    Menanam tanaman hias di rumah memang menjadi salah satu pilihan hobi sampingan yang bisa memberikan banyak manfaat. Namun, dewasa ini kita jadi mulai kehilangan waktu luang dan jarang berada di rumah karena alasan pekerjaan.

    Kondisi ini membuat hobi merawat tanaman hias di rumah jadi kurang cocok bagi kamu yang bekerja hingga larut malam di kantor.

    Nah, bagi kamu yang punya kondisi seperti ini, kamu jangan menyerah dulu. Bila kamu masih bersikeras ingin merawat tanaman hias di rumah, kamu bisa coba simak solusinya di bawah ini.


    Dikutip dari realsimple.com, Sabtu (22/6/2024), bagi kamu yang hobi merawat tanaman tapi jarang berada di rumah, ada solusi buat kamu, yaitu dengan memilih jenis tanaman hias yang tidak memerlukan banyak perawatan. Berikut diantaranya.

    Tanaman Hias yang Cocok Buat Kamu yang Jarang di Rumah

    1. Kaktus dan Sukulen

    Succulent in the geometry glass terrariumSucculent in the geometry glass terrarium Foto: Getty Images/iStockphoto/Polina Strelkova

    Tanaman kaktus dan sukulen adalah tanaman yang hanya memerlukan sedikit perawatan. Seperti yang kebanyakan orang sudah ketahui, kaktus ini tidak memerlukan banyak air.

    Menurut pakar tanaman The Sill, Paris Lalicata, spesies kaktus dan sukulen selalu menjadi pilihan populer bagi para hobi berkebun yang menginginkan tanaman yang mudah dirawat dan tahan kekeringan. Ia mengatakan bahwa kaktus bisa bertahan selama dua minggu tanpa air walaupun diletakkan di area yang terpapar sinar matahari langsung.

    2. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Salah satu tanaman andalan ibu rumah tangga yang satu ini nyatanya sangat cocok bagi kamu yang jarang berada di rumah loh.

    Menurut Lalicata, tanaman lidah mertua bisa bertahan di tempat yang sulit/jarang terpapar sinar matahari. Ia juga mengatakan bahwa tanaman ini bisa bertahan tanpa air hingga 2 minggu, khususnya bila tanaman ini diletakkan pada tempat yang gelap.

    3. Dolar/Pohon Dolar

    Zamioculcas Zamiifolia or ZZ Plant in white flower pot stand on the windowsill. Home plants care concept. Interior of a modern scandinavian style apartmentZamioculcas Zamiifolia or ZZ Plant in white flower pot stand on the windowsill. Home plants care concept. Interior of a modern scandinavian style apartment Foto: Getty Images/iStockphoto/Kseniia Soloveva

    Tanaman hias dengan penampilan warna hijau mencolok ini bisa jadi alternatif bagi kamu yang sering bepergian dalam waktu lama.

    Menurut pendiri Bouquet Box, Courtney Sixx, tanaman ini bisa bertahan pada kondisi cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Ia mengatakan bahwa tanaman ini hanya perlu disiram beberapa minggu sekali saja.

    “Kamu bisa menyiramnya setiap beberapa minggu sekali, biarkan mengering di sela-sela penyiraman. Tanaman ini tumbuh dari rimpang, yang memungkinkannya untuk menyimpan air, sehingga secara alami membuatnya tahan kekeringan. Anggap saja sebagai sumber air cadangan,” ujarnya dikutip dari Real Simple.

    4. Sirih Gading dan Memelong

    house plant heart leaf Philodendron vine in white pothouse plant heart leaf Philodendron vine in white pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Menurut SIxx, kedua jenis tanaman ini bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak langsung seperti pohon dolar. Kedua tanaman ini juga hanya memerlukan penyiraman air setiap 1 hingga 2 minggu sekali saja. Oleh karena itu, kedua jenis tanaman ini sangat cocok bagi kamu yang sibuk dan jarang ada di rumah.

    5. Janda Bolong atau Monstera

    Tanaman hias monsteraTanaman hias monstera Foto: Getty Images/iStockphoto/didecs

    Tanaman yang belakangan masih populer di kalangan pecinta tanaman hias yang satu ini juga termasuk ke dalam jenis tanaman yang mudah untuk dirawat.

    Menurut Sixx, tanaman yang satu ini juga bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Tanaman ini hanya memerlukan penyiraman air setiap 7 hingga 10 hari sekali saja.

    Itu dia beberapa tanaman hias alternatif bagi kamu yang ingin menanam tanaman hias tapi jarang berada di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Tanaman yang Disukai Hama dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Berkebun di rumah adalah salah satu aktivitas yang sangat bermanfaat, baik itu bagi kesehatan tubuh bahkan hingga kesehatan lingkungan. Namun, terkadang berkebun juga bisa membawakan masalah baru di rumah kamu, salah satunya yaitu datangnya serangga dan hewan liar ke lingkungan rumah.

    Tahukah kamu, datangnya serangga atau atau hewan liar ini, bukan hanya semata karena kamu memiliki kebun saja. Nyatanya, serangga atau hewan liar yang datang ke lingkungan rumah kamu itu datang karena adanya beberapa tanaman tertentu yang mereka sukai.

    Penasaran tanaman apa saja itu? Yuk simak ulasannya di bawah ini.


    Tanaman yang Bikin Menarik Perhatian Hama

    Dikutip dari realsimple.com, Sabtu (22/6/2024), salah satu alasan utama datangnya serangga dan hewan liar ke lingkungan rumah adalah karena adanya beberapa tanaman tertentu yang menarik perhatian mereka. Berikut diantaranya.

    1. Bunga Tulip

    Salah satu jenis bunga yang paling disukai oleh semua orang di dunia ini memang terlihat sangat indah dan penuh warna. Namun, perlu kamu ketahui bahwa tanaman bunga tulip yang sudah dewasa bisa menarik perhatian banyak hama seperti kutu daun, pengorok daun, dan tungau laba-laba.

    2. Bunga Mawar

    Bunga yang selalu disebut sebagai bunga paling romantis ini sering menarik perhatian banyak hama, seperti kutu daun, pengorok daun, tungau laba-laba, Kumbang Jepang, siput dan wereng.

    3. Tomat

    Tomat salah satu tanaman yang sering dijadikan andalan pada kebun rumah di Indonesia. Alasannya karena tomat adalah salah satu buah yang paling sering digunakan sebagai bahan baku masakan di Indonesia.

    Namun sayangnya, tanaman tomat ini bisa menarik perhatian beberapa serangga hama, seperti ulat-ulatan, kutu kebul, kutu daun, dan kutu busuk (walang sangit), bahkan hingga Tupai.

    4. Anggur

    Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menjadikan tanaman anggur sebagai tanaman hias merambat di halaman rumah. Namun perlu kamu ketahui bahwa tanaman anggur seringkali dijadikan sebagai polinator burung dan lebah.

    Selain itu, tanaman anggur juga sering dijadikan tempat bersarang lalat lentera tutul (wereng).

    5. Bambu

    Tanaman bambu biasanya sering dijadikan tanaman hias yang ditanam sebagai hiasan pagar atau dinding di Indonesia. Walaupun tanaman bambu memang bisa membuat lingkungan kamu menjadi terasa rimbun dan cantik, namun tanaman bambu yang ditanam terlalu rapat bisa dijadikan tempat bersarang nyamuk.

    6. Semak Beri-Berian

    Semak beri memang sudah terkenal sebagai tempat favorit para ulat bulu. Selain itu, tanaman ini juga bisa menarik perhatian hama lainnya seperti kutu daun, kutu putih, tungau laba-laba, dan pengorok daun.

    7. Tanaman Air

    Tanaman yang tumbuh di genangan air seperti bunga teratai tentunya bisa memancing nyamuk. Karena biasanya nyamuk bertelur di genangan air.

    8. Bunga Matahari

    Bunga penghasil biji-bijian ‘kuaci’ ini seringkali menjadi target burung liar dan tupai. Selain itu tanaman bunga matahari juga bisa menarik perhatian ngengat dan kumbang penggerek.

    9. Bunga Nasturtiums

    Bunga tropaeolum atau yang umumnya dikenal sebagai nasturtium ini sering disebut sebagai “tanaman perangkap”.

    Hal ini dikarenakan tanaman bunga nasturtium ini sangat disukai oleh kumbang kutu, tungau laba-laba, kutu daun, dan hama tanaman umum lainnya.

    10. English Ivy

    Tanaman yang satu ini sangat digemari oleh pecinta tanaman hias di Indonesia, karena tanaman ini bisa tumbuh dengan banyak daun yang rimbun. Namun, karena kerimbunannya itu juga tanaman ini jadi memiliki kekurangan, yaitu sering dijadikan sarang nyamuk di bawahnya.

    Tidak hanya itu, english ivy juga bisa menarik perhatian kutu putih, tungau laba-laba, dan hama tanaman umum lainnya.

    11. Brokoli

    Sayuran hijau yang satu ini adalah makanan favorit dari kutu daun. Selain itu brokoli juga rentan untuk diserang ulat grayak, kumbang kutu, dan lalat putih.

    12. Stroberi

    Buah beri yang satu ini memang sudah terkenal mudah untuk diserang hama. Beberapa hama yang sering dijumpai pada tanaman stroberi yaitu pengorok daun, lalat putih, kutu daun, dan hama umum lainnya.

    Nah, bagi kamu yang tetap ingin menanam 12 tanaman tersebut, kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa coba untuk mengikuti beberapa cara di bawah ini untuk mencegah lingkungan rumah mau diserang hama.

    Cara Mencegah Hama Masuk ke Lingkungan Rumah

    1. Pasang Penghalang

    Untuk mencegah serangan hewan berukuran besar, seperti burung, tupai, dan sebagainya, kamu bisa cukup dengan memberikan pagar atau jaring di sekeliling tanaman kamu. Atau kamu juga bisa membungkus buah-buahan yang ada agar tidak menarik perhatian hewan tersebut.

    2. Merawat Tanaman dengan Baik

    Tanaman yang sehat dapat bertahan dari serangan hama. Oleh karena itu, kamu harus memastikan tanaman kamu mendapatkan sumber air, pupuk, dan sinar matahari yang baik.

    3. Tanam Tanaman Perangkap atau Tanaman yang Bisa Mengusir Hama

    Tanaman perangkap adalah tanaman lain yang lebih menarik bagi hama tertentu. Sebagai contoh, tanaman nasturtium yang ditanam di dekat tomat akan memancing hama, sehingga tanaman tomat kamu tidak diserang.

    4. Pelihara Predator Alami Hama

    Membiarkan serangga bermanfaat seperti kumbang koksi, belalang sembah, dan sejenisnya hidup di lingkungan rumah kamu adalah salah satu cara alami yang bisa membantu tanaman kamu tetap terjaga dari hama.

    Itu dia 12 tanaman yang disukai hama, dan cara untuk mencegah tanaman tersebut diserang hama bila kamu ingin menanamnya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Bawah Tanaman


    Jakarta

    Rumput liar selalu menjadi musuh abadi bagi orang yang hobi berkebun. Pasalnya, rumput liar ini selalu saja datang dengan sendirinya, dan akan mencuri banyak nutrisi bagi tanaman yang kita rawat.

    Jaraknya yang sangat berdekatan dengan tanaman kita ini seringkali membuat kita kesulitan untuk membersihkannya, karena kita tidak bisa menggunakan bahan kimia untuk membunuh rumput tersebut.

    Nah, bagi kamu yang punya kebun atau taman bunga, kali ini kamu tidak perlu pusing mengurusi rumput liar ini lagi. Di bawah ini ada beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di area bawah tanaman kamu.


    Cara Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Bawah Tanaman

    Dikutip dari rd.com, Minggu (7/7/2024), rumput liar sering kali tumbuh di bawah dan pohon. Mereka bisa tumbuh dan akan menempel dengan sistem akar tanaman dan mencuri nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk segera membasmi rumput liar di sekitar tanaman yang kamu rawat.

    Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mencegah pertumbuhan rumput liar di area bawah tanaman.

    1. Mulsa Organik

    Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rumput liar adalah dengan menggunakan mulsa organik seperti serpihan kayu atau kayu cincang yang terurai secara perlahan.

    Caranya adalah dengan menyebarkan mulsa tersebut dengan ketebalan beberapa inci di sekitar tanaman yang kamu rawat, pastikan mulsa tidak menyentuh batang atau akar tanaman.

    2. Bahan Lain

    Cara lain untuk menekan pertumbuhan rumput liar adalah dengan menggunakan lapisan koran yang ditumpuk dengan tanah, atau menggunakan lembaran plastik hitam yang ditumpuk dengan batu. Selain tanah dan batu, kamu juga bisa menyembunyikan lapisan ini di bawah serpihan kayu.

    Di samping koran dan plastik hitam, kamu juga bisa membeli matras mulsa khusus yang terbuat dari rami atau flax, atau menggunakan lapisan kerikil.

    3. Tanaman Penutup Tanah

    Alternatif lain adalah menanam tanaman penutup tanah. Beberapa pilihan yang baik adalah Ajuga reptans, dan Jelatang Putih.

    Rumput liar tidak akan tumbuh bila tanaman ini menutupi tanah di bawah semak dan pohon. Namun perlu diperhatikan bahwa kamu hanya bisa melakukan ini di sekitar tanaman yang sudah berusia beberapa tahun.

    Itu dia beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di bawah tanaman yang kamu rawat. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com