Tag: tanaman

  • 3 Manfaat Taruh Tanaman Hias di Ruang Kerja, Jadi Makin Produktif


    Jakarta

    Tanaman hias sering dijadikan dekorasi ruangan untuk memberi kesan asri dan segar pada ruangan. Salah satu tempat yang cocok ditaruh tanaman hias adalah ruang kerja, baik di kantor maupun rumah.

    Sebab, ternyata tanaman hias bisa memberi dampak positif ke aktivitas penghuni ruangan. Benda hijau ini bisa menjadi pemandangan sejuk di sela-sela aktivitas padat. Ada beragam tanaman yang bisa disimpan di atas meja atau di sudut ruang kerja.

    Lantas, apa saja manfaat memelihara tanaman hias di ruang kerja? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Healthline.


    Manfaat Pelihara Tanaman Hias di Ruang Kerja

    Inilah dampak baik yang bisa dirasakan penghuni ruangan yang ada tanaman hiasnya.

    1. Meningkatkan Fokus

    Memelihara tanaman asli di ruang kerja dapat meningkatkan fokus. Sebuah penelitian kecil dilakukan oleh Yun-ah Oh, Seon-Ok Kim, dan Sin-Ae Park dengan melibatkan 23 peserta. Peneliti tersebut menempatkan siswa di ruang kelas yang berbeda-beda.

    Setiap kelas ada yang memiliki tanaman palsu, tanaman asli, foto tanaman, atau tanpa tanaman sama sekali. Pemindaian otak peserta menunjukkan siswa yang belajar dengan tanaman hidup dan nyata di kelas lebih perhatian dan lebih mampu berkonsentrasi dibandingkan siswa yang belajar di kelas lainnya.

    2. Menekan Tingkat Stress

    Kemudian, tanaman hias di ruang kerja juga membantu menekan tingkat stres, lho. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiological Anthropology, tanaman di dalam rumah atau kantor bisa membuat penghuni merasa lebih nyaman dan tenteram.

    Penelitian tersebut menguji peserta dengan memberikan dua tugas berbeda, yakni memindahkan tanaman hias dari satu pot ke pot lainnya dan menyelesaikan tugas singkat berbasis komputer. Setelah menyelesaikan setiap tugas, peneliti mengukur faktor biologis yang terkait dengan stres, termasuk detak jantung dan tekanan darah.

    Hasil menunjukkan tugas berkebun di dalam ruangan menurunkan respons stres pada partisipan, sedangkan tugas menggunakan komputer menyebabkan lonjakan detak jantung dan tekanan darah.

    Padahal, peserta penelitian adalah pria muda yang terbiasa bekerja dengan komputer. Dari hasil penelitian itu, para peneliti menyimpulkan bekerja dengan tanaman dapat mengurangi stres fisiologis dan psikologis.

    3. Meningkatkan Produktivitas & Kreativitas

    Keberadaan tanaman di ruang kerja mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas penghuni. Sebuah penelitian pada tahun 2007 oleh Tina Bringslimark, Terry Hartig, dan Grete Grindal Patil membuktikan orang-orang yang bekerja dengan lebih banyak tanaman di ruang kerja memiliki lebih sedikit hari sakit dan lebih produktif dalam bekerja.

    Itulah beberapa alasan tanaman hias diperlukan di dalam ruang kerja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Serai Bisa Jadi Pembasmi Serangga Alami di Rumah, Begini Caranya


    Jakarta

    Serai atau sereh merupakan salah satu tanaman yang populer di Indonesia. Serai biasanya digunakan sebagai bumbu masak atau diolah menjadi minuman berkhasiat. Namun, serai juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membasmi hama di rumah.

    Serai (Cymbopogon citratus), dikenal sebagai tanaman yang mengandung banyak khasiat seperti membantu menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan kekebalan tubuh. Serai juga mengeluarkan aroma segar seperti lemon dengan sedikit rasa manis.

    Selain menyegarkan, wangi khas dari serai ternyata ampuh membasmi hama dan serangga. Dikutip dari National Library of Medicine, sejumlah penelitian mengungkapkan jika serai dinilai ampuh untuk mengusir serangga dan hama di rumah. Hal ini berkat kandungan citronella pada serai yang dapat mengusir nyamuk dan berbagai jenis serangga lainnya.


    Lalu, aroma khas yang keluar dari serai dapat menghalangi bau karbon dioksida dan asam laktat yang keluar dari tubuh manusia. Alhasil, wangi tersebut bikin nyamuk enggan mendekat dan menggigit manusia.

    Serai bisa jadi solusi alternatif bagi kamu untuk mengusir serangga atau hama di rumah. Penggunaan serai diklaim lebih aman daripada menggunakan semprotan pembasmi serangga yang mengandung zat berbahaya bagi manusia.

    Lantas, bagaimana cara mengolah serai untuk membasmi serangga di rumah? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Cara Olah Serai untuk Membasmi Serangga

    Ada sejumlah cara mengolah serai sebagai bahan alami untuk membasmi serangga. Dilansir situs Sinar Mas Land, berikut beberapa caranya:

    1. Membakar Serai

    Tips yang pertama adalah dengan membakar serai. Cara ini dianggap ampuh mengusir nyamuk serta mencegah serangga lainnya memasuki rumah.

    Untuk cara mengolahnya juga mudah, cukup ambil satu batang serai lalu dibakar. Setelah itu, letakkan serai di ruangan yang cukup banyak nyamuk, seperti kamar tidur atau ruang tamu. Taruh serai di sudut-sudut ruangan, kolong kasur, dan area lainnya.

    2. Menanam Serai

    Menanam serai dapat menjadi solusi terbaik untuk mencegah nyamuk dan serangga masuk ke dalam rumah. Tanam serai di perkarangan rumah atau ditempatkan dalam pot agar bisa ditaruh di dalam rumah. Pastikan kamu merawat serai dengan rutin agar tumbuh subur.

    3. Dijadikan Minyak Esensial

    Serai juga bisa diolah menjadi minyak esensial untuk mencegah nyamuk dan serangga menggigit manusia. Kamu bisa membeli minyak serai di toko-toko dengan harga bervariatif tergantung dari ukurannya.

    Jika ingin membuat minyak esensial sendiri, berikut langkah-langkahnya:

    • Siapkan minyak kelapa dan daun serai yang telah dipotong kecil-kecil
    • Campurkan kedua bahan tersebut ke dalam panci, lalu panaskan dengan api kecil
    • Tunggu sekitar 1 jam, lalu matikan kompor dan biarkan minyak tersebut hingga mencapai suhu ruang
    • Ketika suhu minyak sudah dianggap aman, kamu bisa mengoleskan ke kulit.

    Ingat, jangan langsung mengoleskan minyak serai ke seluruh kulit. Cobalah ke beberapa titik terlebih dulu dan lihat apakah menimbulkan efek samping atau tidak. Jika kulit sensitif maka sebaiknya setop penggunaan minyak serai.

    4. Lilin Aromaterapi dari Serai

    Cara berikutnya adalah dengan mengolah serai menjadi lilin aromaterapi. Selain memberikan efek menenangkan dan segar, aroma yang keluar dari lilin dapat mencegah nyamuk datang ke rumah.

    Untuk membuat lilin aromaterapi dari serai, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan bahan mulai dari serpihan lilin (parafin), wadah lilin, dan sumbu
    • Pastikan kamu sudah memiliki minyak serai karena digunakan untuk campuran lilin aromaterapi
    • Jika semua bahan sudah siap, lelehkan serpihan lilin dengan api
    • Tambahkan 30-40 tetes minyak serai ke dalamnya
    • Tuangkan lelehan lilin ke wadah yang sudah disiapkan, lalu letakkan sumbu di atasnya.

    5. Minyak Serai untuk Diffuser

    Jika membuat lilin aromaterapi ternyata merepotkan, kamu bisa menuangkan minyak serai di diffuser. Sebagai informasi, diffuser adalah alat yang dapat mengubah minyak menjadi uap, lalu menyebarkannya ke seluruh ruangan.

    Menuangkan minyak serai ke dalam diffuser dapat mengusir nyamuk dan serangga karena uap yang keluar akan menyebar ke seluruh ruangan. Untuk takarannya, kamu bisa mencampurkan 4-5 tetes minyak serai ke dalam diffuser yang sudah diisi air.

    6. Memotong Serai jadi Beberapa Bagian

    Cara yang terakhir adalah dengan memotong serai menjadi beberapa bagian, lalu tempatkan di dalam wadah. Setelah itu, taruh serai di ruangan atau sudut-sudut rumah yang banyak nyamuk atau kerap dilalui serangga. Meski terkesan sederhana, tapi cara ini cukup ampuh untuk mencegah nyamuk dan berbagai jenis serangga.

    Itulah enam cara mengolah serai yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk dan berbagai jenis serangga. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Ini Cocok untuk Kamar Mandi, Bikin Asri dan Rileks


    Jakarta

    Menanam tanaman hias di kamar mandi memiliki sejumlah manfaat. Selain terlihat asri dan hijau, adanya tanaman hias juga membantu pikiran lebih rileks.

    Namun, tak semua tanaman hias bisa ditaruh di kamar mandi. Sebab, ada beberapa tanaman yang tidak cocok jika ditanam di dalam ruangan.

    Penasaran, apa saja tanaman hias yang cocok diletakkan di kamar mandi? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Cocok di Kamar Mandi

    Ada beberapa tanaman hias yang bisa kamu letakkan di kamar mandi. Dilansir situs Gardeners World, Senin (12/5/2025) berikut rekomendasi tanaman hias untuk kamar mandi:

    1. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuaFoto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Pilihan yang pertama ada lidah mertua. Tanaman ini dapat hidup di tempat yang terang atau minim cahaya matahari. Cara merawatnya pun juga tidak sulit, cukup disiram ketika tanahnya sudah mulai mengering.

    2. Spider Plant

    cat playing in spider plantFoto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant jadi salah satu tanaman yang banyak dipilih karena bisa tumbuh di lingkungan apa pun, salah satunya di kamar mandi. Bahkan, spider plant dapat hidup di tempat dengan kelembapan tinggi serta tempat yang minim cahaya matahari.

    Sebagai pengingat, pastikan pilih pot dengan drainase yang baik agar udara dapat masuk ke akar tanaman. Spider plant cukup disiram ketika tanahnya sudah mengering, mungkin sekitar 1-2 minggu sekali.

    3. Pakis Boston

    Studio photo shoot of a Nephrolepis exaltata Foto: iStock

    Pakis boston merupakan tanaman hias yang dapat tumbuh subur di tempat yang minim cahaya matahari. Tanaman ini juga memiliki tingkat kelembapan yang baik, sehingga cocok diletakkan di kamar mandi. Agar pakis boston tetap segar dan hijau, sebaiknya disiram secara teratur.

    4. Philodendron

    Rekomendasi tanaman hias berikutnya adalah philodendron. Dari sekian banyak jenisnya, philodendron xanadu bisa dipilih sebagai tanaman hias di kamar mandi.

    Philodendron jenis ini dapat tumbuh di tempat yang minim cahaya dan ruangan gelap. Bila perlu jangan diletakkan di area terbuka yang langsung terpapar sinar matahari karena daunnya bisa layu.

    5. Telinga Gajah

    Tanaman ini punya keunikan tersendiri karena daunnya yang lembut dan berbentuk seperti hati. Disebut telinga gajah karena daunnya memang berukuran lebar.

    Telinga gajah membutuhkan tanah yang lembap dan tingkat kelembapan tinggi agar bisa tumbuh subur. Maka dari itu, tanaman ini cocok jika ditempatkan di kamar mandi yang hangat dan beruap.

    6. Lidah Buaya

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Lidah buaya atau aloe vera bisa menjadi opsi menarik sebagai tanaman hias di kamar mandi. Tanaman ini tidak membutuhkan banyak air sehingga bisa disiram sesekali saja. Tanaman ini juga dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari langsung.

    7. Pakis Sarang Burung

    Tertarik meletakkan tanaman hias berukuran kecil di kamar mandi? Kamu bisa menanam pakis sarang burung. Tanaman ini punya ciri khas tersendiri karena bentuk daunnya yang keriting.

    Pakis sarang burung dapat tumbuh di tempat yang agak teduh pada suhu berapa pun. Namun, tanaman ini membutuhkan tingkat kelembapan yang tinggi.

    Demikian tujuh tanaman hias yang cocok ditanam di kamar mandi. Tertarik dengan tanaman yang mana?

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tanaman yang Ampuh Cegah Ular Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Ada sejumlah kasus ular masuk ke dalam rumah penduduk. Hal ini tentu sangat berbahaya karena dapat mengancam nyawa manusia maupun ular itu sendiri.

    Agar kamu aman dari serangan reptil tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan tanaman. Sebab, ada beberapa tanaman yang diklaim ampuh mencegah ular masuk ke rumah.

    Lantas, apa saja tanaman yang dapat mencegah ular masuk ke rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman yang Ampuh Mencegah Ular Masuk ke Rumah

    Ular merupakan salah satu hewan yang tidak suka aroma menyengat. Maka dari itu, kamu bisa mencegah ular masuk ke rumah dengan menanam beberapa tanaman yang beraroma tajam. Dilansir situs Homes and Gardens, Kamis (22/5/2025) berikut rekomendasi tanamannya:

    1. Lavender

    Tanaman yang pertama adalah lavender. Selain ampuh mengusir nyamuk dan serangga, tanaman ini juga bisa mencegah ular masuk ke dalam rumah karena mengeluarkan aroma yang menyengat, sehingga dapat mengganggu indra penciuman ular.

    “Lavender punya bau menyengat yang tidak disukai ular dan lebih suka menghindarinya daripada melaluinya untuk masuk ke halaman Anda. Tanaman ini bisa dijadikan pagar anti ular yang bagus,” kata Nicole Carpenter, pakar pengendalian hama Black Pest Prevention.

    2. Rosemary

    Aroma kuat yang keluar dari rosemary ternyata juga dapat membantu mengusir ular. Agar tidak menarik perhatian ular, sebaiknya rosemary ditanam dalam jumlah sedang atau di dalam pot.

    “Rosemary memiliki dedaunan lebat yang dapat berfungsi sebagai tempat berlindung bagi ular,” ujar Nicole.

    3. Serai

    Serai atau disebut juga sereh bisa jadi opsi alternatif guna mencegah ular masuk ke rumah. Aroma segar dan wangi dari serai ternyata juga tidak disukai ular sehingga mereka lebih memilih menghindarinya.

    “Seperti tanaman lainnya yang mengeluarkan aroma kuat, serai bisa membingungkan ular dan mempersulit mereka untuk berburu karena indra penciumannya terganggu,” ungkap Nicole.

    4. Kaktus

    Meski tidak mengeluarkan aroma menyengat, kaktus bisa digunakan untuk mencegah ular masuk ke pekarangan rumah. Hal ini berkat duri pada kaktus yang bisa menyulitkan ular saat melata di antara tanaman-tanaman.

    5. Lidah Mertua

    Tanaman yang satu ini cukup banyak ditanam di rumah-rumah warga. Selain menambah asri, lidah mertua dinilai ampuh untuk mencegah ular memasuki halaman rumah.

    Lidah mertua memiliki daun tinggi dan melengkung seperti pedang yang bikin ular merasa tidak nyaman. Namun, belum diketahui pasti apa yang membuat ular tidak menyukai lidah mertua, entah tepi daunnya yang tajam atau merasa terancam saat melalui tanaman ini.

    6. Marigold

    Tanaman berikutnya adalah marigold. Selain dapat mencegah ular, tanaman ini juga ampuh mengusir serangga dan nyamuk di dalam rumah.

    Marigold dapat mengeluarkan aroma tajam yang mengganggu indra penciuman ular. Akar tanaman ini juga tumbuh agresif sehingga dapat menjangkau lokasi persembunyian ular di dalam tanah.

    7. Allium

    Allium merupakan salah satu tanaman yang mengandung sulfonat dan aroma menyengat. Genus tanaman allium dinilai efektif untuk mengusir ular dan berbagai hama lainnya. Adapun jenis-jenis tanaman allium di antaranya bawang putih, bawang bombay, dan kucai.

    8. Basil

    Biasanya, basil digunakan sebagai bumbu masak agar menciptakan aroma lezat. Ternyata, aroma yang kuat dari basil tidak disukai ular sehingga dapat mengusirnya agar tak masuk ke rumah.

    Sebagai catatan, basil membutuhkan sinar matahari langsung agar tumbuh subur dan jangan ditanam di kompos basah. Jika dibiarkan maka basil akan cepat membusuk.

    9. Eucalyptus

    Eucalyptus dapat digunakan untuk mencegah ular masuk ke hunian kamu. Tanaman ini mengeluarkan aroma kuat yang tidak disukai ular.

    “Eucalyptus mengeluarkan bau yang kuat sepanjang tahun sehingga jadi solusi tahan lama dibandingkan tanaman lain untuk mengusir ular, seperti marigold atau lavender,” papar Nicole.

    10. Alder Kuning

    Selain bunganya yang cantik, alder kuning ternyata bisa dimanfaatkan untuk mengusir hama, serangga, dan reptil di halaman rumah. Kamu bisa menanam alder kuning di bawah sinar matahari dan disiram secara rutin.

    “Alder kuning dapat menjadi pengusir hama alami yang ampuh karena bisa memengaruhi ular secara tidak langsung dengan mengusir hama lain dan hewan pengerat yang menjadi sumber makanan ular,” pungkas Nicole.

    Benarkah Tanaman Ampuh Mencegah Ular Masuk Rumah?

    Sejumlah tanaman di atas disebut ampuh mencegah ular masuk ke rumah. Namun, benarkah efektif?

    Dikutip dari Envynature, menanam tanaman tidak bisa dikatakan 100 persen berhasil mencegah ular masuk ke rumah. Soalnya, ular tertarik dengan area yang banyak tempat persembunyian, sumber makanan, dan kehangatan.

    Jadi, tanaman tersebut hanya membuat ular merasa tidak nyaman karena mencium aroma tajam. Dalam beberapa kasus, ular mampu menoleransi bau tersebut ketika merasa terancam atau terdapat sumber makanan di sana.

    Meski begitu, tak ada salahnya menanam tanaman tersebut di pekarangan. Namun, pastikan juga merawat halaman rumah secara rutin untuk mencegah kedatangan ular dengan cara berikut:

    • Memangkas rumput yang sudah tinggi
    • Membersihkan daun-daun atau ranting yang berserakan di halaman
    • Memasang pagar yang cukup tinggi agar ular tak bisa melaluinya
    • Sebaiknya jangan menanam tanaman semak-semak rapat karena sering dijadikan tempat persembunyian ular.

    Itulah 10 tanaman yang ampuh mencegah ular masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bersihkan Daun Tanaman Hias biar Nggak Layu


    Jakarta

    Tahukah kamu, tanaman hias bukan cuman disiram tapi sebaiknya dibersihkan juga? Ternyata membersihkan bagian daun penting untuk proses fotosintesis tanaman.

    Dilansir dari The Spruce, lapisan debu bisa terbentuk pada tanaman, sehingga menghalangi sinar matahari dan mengurangi kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis. Padahal, proses itu penting untuk tanaman mendapat asupan ‘makanan’.

    Membersihkan daun tanaman hias secara berkala akan meningkatkan kualitas tanaman dan lingkungan dalam ruangan. Jika melihat atau merasakan banyak debu saat menyentuh daun, itu tanda sudah waktunya tanaman dibersihkan.


    Lantas, bagaimana cara yang aman untuk membersihkan daun tanaman hias ya? Simak caranya berikut ini.

    Cara Membersihkan Daun Tanaman Hias

    Inilah beberapa cara membersihkan daun tanaman hias.

    1. Mengelap Daun

    Bersihkan debu pada daun menggunakan lap. Metode ini cocok buat tanaman yang hanya punya sedikit daun, misalnya lidah mertua.

    Setelah itu, penghuni rumah bisa menjaga kebersihan daun dengan menyapu debu menggunakan kemoceng. Lakukan ini sembari membersihkan debu perabotan.

    2. Cuci Tanaman dengan Semprotan

    Tanaman hias berukuran sedang dan besar bisa dipindahkan ke wastafel dapur atau luar ruangan untuk disiram pakai semprotan. Jaga tekanan air tetap rendah dan gunakan air hangat.

    Air yang terlalu panas atau dingin bisa merusak daun tanaman. Lalu, sebaiknya sangga daun atau tangkai daun dengan lembut menggunakan tangan ketika menyemprot air.

    3. Gunakan Botol Semprot

    Jika tanaman tidak tahan kekuatan semprotan, gunakan botol semprot saja. Metode ini cocok buat tanaman seperti sukulen, kaktus, dan bonsai.

    4. Celupkan ke Air

    Tanaman kecil bisa dibersihkan dengan dicelupkan ke dalam air. Caranya dengan memegang pangkal tanaman di permukaan tanah, lalu membalikkannya ke dalam ember berisi air. Kemudian, ayunkan daun-daunnya di dalam air.

    Sebaiknya menggunakan air hangat dan biarkan tanaman mengering sebelum dikembalikan ke posisinya.

    Pastikan untuk membasahi tanahnya dulu agar tidak berjatuhan ketika tanaman dibalikkan. Cara lain menahan tanah adalah dengan menutupnya dengan plastik.

    5. Pakai Sabun Lembut

    Jika tanaman sangat kotor, semprotkan dengan air sabun di atas wastafel. Campurkan seperempat sendok makan sabun cuci piring dengan satu liter air.

    Kemudian, bilas permukaan daun dari sabun menggunakan air hangat. Plants that can’t handle being hosed in the sink can be sprayed with clean, lukewarm water to wash the soap off.

    6. Bersihkan Debu dengan Kuas Lembut

    Beberapa jenis tanaman memiliki daun yang lengket dan berbulu, sehingga tidak mudah dibersihkan. Tanaman hias seperti ini bisa dibersihkan dengan kuas lembut.

    7. Pakai Cuka atau Jus Lemon

    Untuk daun yang ada kotoran membandel, coba gunakan cuka atau jus lemon. Larutkan cuka atau jus lemon dengan air, lalu celupkan tisu.

    Gunakan tisu tersebut untuk mengoleskan larutan pada kotoran di daun. Diamkan selama beberapa menit, lalu bersihkan.

    Perlu diingat untuk tidak menggunakan terlalu banyak cuka atau jus lemon. Lalu, jangan lupa untuk membersihkan sisa larutan pada daun setelah selesai.

    Itulah beberapa cara membersihkan daun tanaman hias dengan aman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Ini Cocok untuk Penghuni Rumah yang Super Sibuk


    Jakarta

    Memiliki tanaman di rumah tentu bisa menyegarkan pemandangan dan menjadi dekorasi alami. Apalagi kalau tanaman yang mudah dirawat, sudah pasti menjadi favorit banyak orang.

    Merawat tanaman dengan telaten tentu tidak bisa dilakukan oleh semua orang, terutama bagi orang-orang sibuk. Walau demikian, ada beberapa tanaman yang bisa lho dirawat oleh penghuni rumah yang super sibuk dan tidak punya banyak waktu.

    Tanaman apa saja kah itu? Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.


    1. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Salah satu tanaman yang bisa dirawat dengan mudah adalah lidah mertua. Tanaman ini bisa bertahan di tempat yang sulit atau jarang terpapar sinar matahari.

    Tak hanya itu, tanaman ini bisa bertahan tanpa air hingga 2 minggu, khususnya bila tanaman ini diletakkan di tempat yang gelap.

    2. Tanaman Dolar

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas (ZZ) atau tanaman dolar. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Menurut pendiri Bouquet Box, Courtney Sixx, tanaman ini bisa bertahan pada kondisi cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Ia mengatakan bahwa tanaman ini hanya perlu disiram beberapa minggu sekali saja.

    “Kamu bisa menyiramnya setiap beberapa minggu sekali, biarkan mengering di sela-sela penyiraman. Tanaman ini tumbuh dari rimpang, yang memungkinkannya untuk menyimpan air, sehingga secara alami membuatnya tahan kekeringan. Anggap saja sebagai sumber air cadangan,” ujarnya dikutip dari Real Simple.

    3. Janda Bolong

    Monstera White TigerMonstera White Tiger Foto: Chairul Amri Simabur

    Tanaman janda bolong alias monstera ini juga cocok untuk penghuni rumah yang sibuk. Tanaman yang sempat ngetren beberapa waktu lalu ini cukup mudah dirawat.

    Menurut Sixx, tanaman yang satu ini juga bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Tanaman ini hanya memerlukan penyiraman air setiap 7 hingga 10 hari sekali saja.

    4. Kaktus dan Sukulen

    Stylish room interior with beautiful potted cactiKaktus. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Kaktus maupun sukulen juga termasuk tanaman yang mudah dirawat. Tanaman tersebut kerap menjadi favorit bagi mereka yang ingin memiliki tanaman yang mudah dirawat dan tahan kering. Kaktus bisa bertahan selama 2 minggu tanpa air walaupun diletakkan di area yang terpapar sinar matahari langsung.

    5. Sirih Gading

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Sirih gading. Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Tanaman ini bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak terkena secara langsung. Sirih gading juga tidak perlu terlalu sering disiram, cukup 1-2 minggu sekali saja.

    Itulah beberapa tanaman yang cocok untuk penghuni rumah super sibuk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Mudah Merawat Tanaman Hias bagi Pemula


    Jakarta

    Memelihara tanaman hias jadi salah satu kegiatan populer di masyarakat. Selain membuat hunian jadi lebih sejuk dan asri, hadirnya tanaman hias dapat mempercantik hunian.

    Sebagian orang menganggap merawat tanaman hias termasuk hal mudah, cukup dengan disiram air dan dijemur di bawah sinar matahari. Padahal setiap tanaman punya cara merawatnya masing-masing, jika salah atau tidak tahu cara merawatnya maka tanaman bisa layu.

    Bagi kamu yang baru memulai memelihara tanaman hias di rumah, sebaiknya ketahui dulu hal-hal penting berikut ini.


    Tips Merawat Tanaman Hias bagi Pemula

    Merawat tanaman hias tak bisa dilakukan sembarangan. Jika kamu masih pemula dan tak tahu cara merawatnya, maka siap-siap saja tanaman bisa mati dalam waktu dekat.

    Demi mencegah hal itu terjadi, penting untuk mengetahui cara merawat tanaman hias dengan baik dan benar bagi pemula. Dikutip dari situs Garden Health, Kamis (12/6/2025), berikut sejumlah tipsnya:

    1. Pahami Kondisi Lingkungan

    Tips yang pertama adalah memahami kondisi lingkungan sekitar. Pertimbangkan faktor-faktor seperti cahaya alami, suhu, dan tingkat kelembapan.

    Langkah ini dilakukan untuk menentukan tanaman apa yang cocok dan bisa tumbuh subur di sekitar rumah. Meski ada banyak tanaman yang mampu beradaptasi dengan baik di suhu dalam ruangan, tapi ada juga yang dapat tumbuh di suhu atau kelembapan tertentu.

    2. Pilih Tanaman yang Mudah Ditanam

    Sebagai pemula, sebaiknya pilih tanaman yang mudah ditanam agar kamu tidak repot dalam merawatnya. Sejumlah tanaman yang cocok untuk pemula, seperti lidah mertua, sirih gading, hingga bunga lili. Tanaman itu diklaim punya daya tahan baik dan mampu beradaptasi di segala kondisi suhu serta kelembapan.

    3. Ketahui Kondisi Cahaya

    Sejumlah tanaman membutuhkan cahaya matahari yang berbeda-beda, mulai dari redup hingga terang. Jadi, pilih tanaman hias yang sesuai dengan kondisi cahaya di rumah. Misalnya, lidah mertua mampu hidup di kondisi cahaya redup meski pertumbuhannya berjalan sedikit lambat.

    4. Pilih Pot yang Tepat

    Pilih pot yang punya lubang drainase untuk mencegah genangan air menumpuk dan pastikan sistem drainasenya baik. Sesuaikan juga ukuran pot dengan tanaman, jangan sampai membelinya terlalu kecil.

    5. Teknik Penyiraman

    Beberapa orang menganggap jika menyiram tanaman secara rutin membuatnya tumbuh subur. Padahal, tak semua tanaman cocok disiram setiap hari.

    Sebelum menanamnya di halaman rumah, ketahui dulu tanaman yang kamu pilih apakah butuh disiram setiap hari atau tidak. Gunakan juga tes jari untuk mengetahui kondisi tanah. Caranya dengan memasukkan jari ke dalam tanah sekitar 2 cm, jika terasa kering maka tanah perlu disiram.

    6. Perhatikan Kondisi Tanaman

    Sebagai pemilik, kamu juga perlu memperhatikan kondisi tanaman setiap hari. Daun yang layu atau menguning, tanah kering, atau pertumbuhannya lambat bisa mengindikasikan kalau ada masalah.

    Jika daun layu dan menguning bisa disebabkan karena masalah saat menyiramnya. Kondisi ini juga dapat disebabkan karena kekurangan nutrisi atau paparan cahaya yang tidak tepat.

    Waspada juga terhadap serangan hama seperti laba-laba, kutu daun, atau lalat. Gunakan pengobatan alami atau perawatan khusus jika tanaman diserang hama.

    7. Buang Daun yang Layu

    Buang daun yang mati atau menguning secara teratur agar tanaman hias tetap terlihat cantik. Selain itu, potong juga batang tanaman yang tumbuh terlalu besar agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

    Demikian tujuh tips mudah merawat tanaman hias bagi pemula. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! 7 Pohon Ini Bisa Rusak Fondasi Kalau Ditanam Terlalu Dekat Rumah



    Jakarta

    Lingkungan rumah bisa lebih asri dan adem dengan menanam pohon di pekarangan. Meski bagus untuk lingkungan, sayangnya nggak semua pohon cocok di taman dekat rumah, lho.

    Beberapa jenis pohon kalau berada dekat rumah justru menimbulkan kerugian. Rumah bisa kotor dan rusak kalau sewaktu-waktu dedaunan, batang, dan ranting berjatuhan.

    Selain itu, akar pohon juga dapat merambat sampai ke rumah. Hal ini bisa gawat karena mengakibatkan fondasi rumah rusak.


    Lalu, apa saja jenis pohon yang bisa merusak fondasi pohon? Simak penjelasan berikut ini dikutip dari catatan detikProperti.

    Pohon yang Bisa Merusak Fondasi Rumah

    1. Pohon Pepaya

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon pepaya/Britanica (Wilfredo Rodriguez)

    Pohon pepaya mempunyai akar yang menjalar sangat dalam ke bawah tanah. Hal ini bisa merusak fondasi dan mengancam ketahanan rumah secara keseluruhan.

    Lalu, akar pohon pepaya membuat tanah di sekitarnya menjadi lebur, sehingga bisa menciptakan lubang. Jika dibiarkan, lubang tersebut dapat membuat rumah terlihat miring.

    2. Pohon Jambu

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon jambu/iStock (Satriady Utomo)

    Pohon jambu memiliki akar yang besar dan keras. Kalau tidak dirawat, akar pohon jambu dapat merusak bagian bawah fondasi rumah atau pagar.

    3. Pohon Mangga

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon mangga/The Spruce (K Dave)

    Akar pohon mangga akar dapat merusak fondasi rumah yang terbuat dari semen, batu, atau material lainnya. Perhatikan tinggi dan jarak tanam pohon ini agar tidak terlalu dekat dengan rumah.

    4. Pohon Beringin

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: iStock/Sourav Mahata

    Pohon beringin berukuran besar, sehingga bisa membuat rumah menjadi asri dan teduh. Namun, pohon ini lebih cocok ditanam di pekarangan yang luas agar tidak berdekatan dengan rumah.

    5. Pohon Ketapang

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto:Ketapang: saranakontraktor.com

    Perhatikan tinggi dan jarak tanam pohon ketapang cukup jauh dari rumah. Dengan begitu, fondasi rumah bisa terhindar dari ancaman kerusakan.

    6. Pohon Bidara

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Bidara: Getty Images/Alisa Gabliya

    Jika ingin menanam pohon bidara, pastikan jarak minimal dengan rumah 3 meter. Jarak tersebut memungkinkan pohon bidara hidup lama dan akarnya tidak merusak fondasi rumah. Hal ini juga membantu pohon mendapatkan nutrisi dengan baik dari dalam tanah.

    7. Pohon Durian

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Durian: iStock/montri13rd

    Pohon durian cenderung tumbuh besar dan kokoh, serta akarnya menjalar. Oleh karena itu, pohon ini sebaiknya ditanam jauh dari rumah agar akarnya tidak merusak fondasi.

    Selain berhati-hati memilih pohon, penghuni perlu memperhatikan jarak tanamnya dengan rumah.

    Jarak Aman Menanam Pohon di Rumah

    Dilansir dari Jimstrees.com, berikut jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah berdasarkan ketinggiannya.

    • Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan
    • Tinggi pohon 8-15 meter jarak minimal 4-6 meter dari bangunan
    • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

    Itulah tips seputar pohon yang bisa merusak fondasi rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Bisa Cepat Layu Jika Diletakkan di Dapur, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Tanaman merupakan elemen penting di rumah. Tanaman hijau memiliki segudang manfaat yang sangat dibutuhkan oleh manusia yakni sebagai pemasok oksigen, dekorasi alami, mengatasi stress, hingga membantu mempercepat penyembuhan.

    Makhluk hidup ini bisa diletakkan di mana saja menyesuaikan dengan sifat tanaman tersebut. Sebab, ada tanaman yang membutuhkan cahaya matahari, ada tanaman yang membutuhkan air, hingga tanaman yang bisa hidup tanpa matahari dan air.

    Dari segala tempat di rumah yang bisa diletakkan tanaman, ternyata dapur adalah salah satu pengecualiannya. Menurut penelitian dari Universitas Chapman, seperti dikutip dari situs Backyard Boss, meletakkan tanaman di dapur dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan membuatnya cepat layu dan mati.


    Penyebab Tanaman Cepat Layu Jika Diletakkan di Dapur

    1. Tanaman Stres

    Ketika memasak dapur menjadi lebih panas dan meningkatkan suhu di ruangan tersebut. Suhu tinggi dari udara panas ini bisa membuat tanaman stress dan sulit untuk tumbuh subur. Selain itu, panas berlebih juga bisa membuat daun tanaman kering bahkan terbakar.

    2. Pori-pori Tanaman Tersumbat

    Saat memasak akan muncul banyak partikel bebas dan minyak yang menyebar di dapur. Jangan dianggap sepele partikel ini karena apabila sudah hingga pada tanaman dapat mempersulit proses fotosintesis karena pori-pori tanaman tersumbat.

    Selain itu residu bebas dari partikel minyak juga bisa menumpuk di tanah hingga mempengaruhi kemampuan air untuk mengalir dengan baik pada tanaman. Hal inilah yang juga membuat tanaman menjadi tidak sehat.

    Cara Membuat Tanaman Tetap Subur di Dapur

    Meskipun meletakkan tanaman kurang baik bagi pertumbuhannya, tetapi hal ini bisa disiasati dengan tidak meletakkan tanaman terlalu dekat dengan sumber panas yakni kompor atau oven.

    Jika di dapur terdapat jendela atau ventilasi yang juga jauh dari kompor atau oven, coba letakkan tanaman di sana. Dengan begitu tanaman mendapatkan cahaya matahari maksimal. Selain itu, jangan lupa selalu bersihkan daun dengan kain lap dan ganti tanah secara teratur untuk membersihkan penumpukan residu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanaman Hias yang Mudah Dirawat, Cocok buat Pemula


    Jakarta

    Memajang tanaman hias bisa menambah estetika dan kesegaran di dalam rumah. Bukan cuma dipajang, tanaman itu perlu dirawat agar tumbuh subur dan asri ya.

    Akan tetapi, sebagian orang mungkin belum punya banyak waktu atau keterampilan untuk merawat tanaman. Tanaman yang nggak terawat bakal layu, kering, bahkan mati.

    Jangan khawatir, penghuni rumah yang baru mencoba menanam tanaman di rumah, bisa merawat tanaman dengan mudah kok. Caranya, pilih jenis tanaman yang mudah buat dirawat.


    Kira-kira tanaman hias apa saja ya yang cocok buat pemula? Berikut detikcom rangkumkan beberapa tanaman dari berbagai sumber.

    Jenis Tanaman Hias yang Mudah Dirawat

    Inilah beberapa tanaman hias yang mudah dirawat oleh pemula.

    1. Bunga Peace Lily

    Evergreen plant spathiphyllum. White flowers and green leavesEvergreen plant spathiphyllum. White flowers and green leaves Foto: Getty Images/iStockphoto/IKvyatkovskaya

    Dilansir dari Gardeners World, tanaman peace lily merupakan tanaman rumah yang populer dengan perawatan yang mudah. Tanaman ini terbiasa hidup di lingkungan yang hangat dan lembab, sehingga cocok diletakkan di kamar mandi.

    Tanaman peace lily memiliki lengan daun hijau mengkilap dan bunga putih di tengahnya yang disebut spathes. Selain cantik, tanaman ini juga dapat menyerap zat kimia beracun di dalam ruangan, seperti senyawa kimia pada cat dinding dan peralatan rumah tangga.

    2. Tanaman Lidah Mertua

    Sansevieria plant in big metal potTanaman Lidah Mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/IKvyatkovskaya

    Tanaman lidah mertua cocok disimpan di dalam ruangan karena tidak membutuhkan banyak perawatan, cahaya, dan air. Tanaman ini bisa jadi pilihan utama bagi penghuni rumah yang pertama kali merawat tanaman. Selain itu, lidah mertua mampu menyaring udara di rumah menurut laman The Stem.

    3. Memelong atau Philodendron

    Philodendron xanaduPhilodendron xanadu Foto: Getty Images/iStockphoto/Jummie

    Dikutip dari The Spruce, memelong adalah tanaman hias mudah dirawat dan cocok ditaruh di dalam ruangan. Pastikan tanaman berada di tempat yang terang, tetapi tidak terkena matahari langsung.

    Memelong bermanfaat untuk menyaring udara di rumah. Namun, sebaiknya jauhkan tanaman ini dari jangkauan anak kecil dan hewan peliharaan karena terdapat kristal kalsium oksalat yang cukup berisiko jika terkonsumsi.

    4. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Selanjutnya, ada lidah buaya yang bisa dirawat di tanaman kebun ataupun tanaman dalam ruangan. Lidah buaya dapat menghancurkan senyawa benzena. Senyawa benzena itu biasanya terkandung di dalam cat dinding rumah, sehingga bisa mengganggu kesehatan.

    Menurut Good Housekeeping, lidah buaya boleh jarang disiram, misalnya dua minggu sekali. Namun, pastikan meletakkan tanaman di area yang mudah terkena sinar matahari ya.

    Itulah beberapa tanaman hias yang mudah dirawat di dalam rumah, sehingga cocok bagi pemula. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com