Tag: tanaman

  • Cuma Pakai 2 Bahan Dapur, Gulma di Halaman Rumah Langsung Tumbang!


    Jakarta

    Gulma merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di sekitar tanaman lain. Pada umumnya, gulma tumbuh secara liar sehingga cukup sulit untuk diatasi.

    Bagi pemilik tanaman, gulma jadi salah satu tumbuhan yang patut diwaspadai karena dapat mencuri ruang akar, cahaya, air, dan nutrisi tanaman lain. Bahkan, gulma juga jadi tempat berkembang biak bagi hama, penyakit, hingga bakteri bagi tanaman lho.

    Maka dari itu, jika menemukan gulma di halaman rumah sebaiknya segera diatasi sebelum tanaman hias milikmu rusak dan mati. Biasanya, gulma dapat dibasmi dengan herbisida, yaitu senyawa kimia yang dapat mengendalikan dan membunuh tumbuhan pengganggu, salah satunya gulma.


    Apabila kamu ragu jika menggunakan bahan kimia, sebenarnya ada cara mudah untuk membasmi gulma dengan menggunakan dua bahan sederhana. Apa saja bahan tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    2 Bahan Sederhana Ini Ampuh Atasi Gulma

    Mengatasi gulma di halaman ternyata dapat menggunakan dua bahan sederhana di rumah, yakni sabun cuci piring dan air. Bagaimana bisa?

    Dikutip dari The Spruce, Selasa (24/6/2025), kombinasi air dan sabun cuci piring disebut ampuh mengatasi gulma. Soalnya, kedua bahan ini dapat mengeringkan dan membunuh tanaman liar dengan cara merusak lapisan pelindung.

    Sabun cuci piring sendiri mengandung zat pelarut yang dapat memecah lapisan lilin yang menutupi daun tanaman. Setelah terurai maka gulma akan mengering dan akhirnya mati.

    Untuk cara penggunaannya juga mudah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan 1 botol semprot berukuran besar
    • Tuang 1 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam botol semprot
    • Kemudian tuang air secukupnya sesuai ukuran botol semprot
    • Setelah itu kocok hingga merata
    • Lalu semprotkan cairan tersebut ke area yang terdapat gulma.

    Meskipun sabun cuci piring memiliki sifat herbisida, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakannya untuk membasmi gulma, yaitu:

    • Takaran sabun cuci piring yang tepat
    • Pemilihan sabun cuci piring yang punya kualitas baik
    • Faktor cuaca dapat memengaruhi efektivitas cairan untuk membasmi gulma
    • Tergantung jenis gulma karena ada beberapa gulma yang sulit mati.

    Sebagai informasi, karena cairan tersebut berfungsi untuk mengeringkan gulma hingga mati, maka sebaiknya cek kondisi cuaca saat akan menyemprotkannya. Sebaiknya pilih kondisi cuaca sedang panas dan cerah agar efektif membasmi gulma.

    Sebaiknya hindari menyemprot cairan tersebut ketika cuaca sedang mendung atau turun hujan. Selain itu, jangan menyemprot cairan saat kondisi cuaca sedang berangin karena dikhawatirkan cipratan airnya mengenai tanaman lain, sehingga jadi kering dan mati. Bila perlu, tutup tanaman di sekitar daun agar tidak terkena cairan untuk membasmi gulma.

    Demikian tips mengatasi gulma dengan dua bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kutu Putih Muncul dan Rusak Tanaman? Ini Penyebab dan Cara Basminya



    Jakarta

    Merawat tanaman tidak sekadar menyiram air dan memberi pupuk, tetapi juga menjaganya dari hama. Salah satu hama yang suka muncul adalah serangga kutu putih.

    Tanaman yang terinfeksi kutu putih bisa rusak, pertumbuhannya terhambat, bahkan mati. Kutu putih merusak tanaman dengan menghisap sari inangnya, sehingga muncul residu putih pada bagian tertentu.

    Oleh karena itu, penghuni rumah harus segera membasmi kutu putih. Penghuni juga perlu tahu penyebab munculnya kutu putih agar bisa lebih waspada.


    Kenapa kutu putih muncul pada tanaman dan bagaimana cara membasminya? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari The Spruce dan Martha Stewart.

    Penyebab Kutu Putih pada Tanaman

    Kutu putih menyerang tanaman karena tertarik dengan hal berikut ini.

    1. Banyak Sari Buah

    Tanaman yang kaya akan sari buah, misalnya pohon jeruk dan mangga, menarik bagi kutu putih. Tanaman tersebut bisa menjadi bahan makanan mereka.

    2. Kadar Nitrogen Tinggi

    Kutu putih juga muncul pada tanaman dengan kadar nitrogen tinggi dan pertumbuhannya lunak. Hal ini dapat terjadi kalau menyiram dan memberi pupuk terlalu banyak pada tanaman.

    Jika tanaman sudah terserang kutu putih, sebaiknya jauhkan dari tanaman lain. Infeksi kutu putih dapat menyebar ke tanaman terdekat.

    Cara Basmi Kutu Putih pada Tanaman

    Inilah cara membasmi kutu putih agar tanaman nggak rusak.

    1. Pangkas Sebagian Tanaman

    Penghuni rumah bisa memangkas bagian tanaman yang terserang kutu putih kalau infeksinya cukup berat. Lalu, buang potongan tersebut karena kutu putih dapat mengenai bagian tanaman lain.

    2. Siram Kutu Putih

    Untuk serangan kutu putih yang tergolong ringan, penghuni dapat menyiram tanaman dengan air untuk menyingkirkannya. Letakkan bagian tanaman yang terserang di bawah pancuran air keran. Pastikan menyiram bagian atas dan bawah tanaman atau daun yang terinfeksi.

    3. Semprotkan Cairan DIY

    Selain itu, penghuni bisa membuat cairan pengusir kutu putih. Cairan tersebut dapat dibuat dari bawang bombay, bawang putih, dan bubuk cabai.

    Bahan-bahan tersebut dihaluskan dengan blender hingga konsistensinya menjadi pasta dan tambahkan air sekitar 1 liter. Kemudian, campuran didiamkan selama 1 jam. Larutan itu disaring dengan kain tipis dan ditambahkan sabun cuci piring cair, lalu diaduk rata.

    Cairan ini dapat dimasukkan ke dalam botol untuk disemprotkan ke bagian tanaman yang terserang kutu putih. Ulangi penyemprotan setelah beberapa hari sesuai kebutuhan. Larutan DIY (do-it-yourself) atau buatan sendiri ini bisa disimpan dalam kulkas hingga seminggu.

    4. Semprotkan Larutan Minyak Nimba

    Penghuni juga bisa menyemprotkan larutan minyak nimba sebagai insektisida organik. Zat dalam minyak nimba bakal mempengaruhi kemampuan makan, pertumbuhan, dan perkembangan kutu putih.

    Campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air. Campuran diaduk rata dan dimasukkan ke dalam botol semprot.

    Semprotkan larutan tersebut ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Ulangi penyemprotan cairan minyak nimba setelah 1-2 minggu jika serangan kutu putih masih berlanjut.

    5. Sebarkan Serangga Predator

    Kalau serangan kutu putih masih ringan, penghuni bisa memanfaatkan sejumlah serangga predator yang dapat membunuh kutu putih secara alami. Serangga tersebut antara lain tawon parasitoid (Leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri.

    Sebarkan serangga tersebut sebagai cara alternatif untuk membasmi kutu putih. Namun, proses ini membutuhkan waktu cukup lama.

    Itulah penjelasan seputar kutu putih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Takut Tanaman Rusak Diserang Kutu Putih? Begini Cara Cegahnya



    Jakarta

    Kutu putih merupakan serangga penghisap getah berwarna putih. Penghuni rumah yang memelihara tanaman patut waspada dengan serangan kutu putih. Sebab, kutu putih bisa rusak, layu, bahkan daun dan buahnya cepat rontok.

    Dilansir dari The Spruce, serangga ini menyukai tanaman yang mengandung banyak sari buah. Mereka tertarik dengan tumbuhan tropis seperti spesies hoya, philodendron, dan schefflera. Pohon sitrus pun sangat rentan diserang kutu putih.

    Nah, sebenarnya kutu putih suka tanaman dengan kadar nitrogen tinggi dan pertumbuhan lunak. Kandungan nitrogen cenderung menjadi tinggi kalau tanaman disiram air dan diberi pupuk secara berlebihan.


    Cara terbaik untuk mengendalikan kutu putih adalah dengan cara bertahan. Tanaman yang sehat dan kuat tidak mudah diserang hama dibandingkan tanaman yang lemah dan stres.

    Namun, kutu putih tetap dapat menginfeksi tanaman yang sehat maupun tanaman baru sekali pun. Tanaman hias yang terserang hama harus dipisahkan dari tanaman hias lainnya untuk mencegah penyebaran hama.

    Oleh karena itu, sebaiknya cegah kemunculan kutu putih sebelum terlanjur. Simak caranya berikut ini.

    Cara Cegah Serangan Kutu Putih

    Inilah beberapa tips agar tanaman aman dari serangan kutu putih.

    1. Kurangi Pupuk dan Siram Tanaman

    Hindari menggunakan pupuk dan menyiram tanaman secara berlebihan. Cara ini membantu menurunkan kandungan nitrogen sekaligus memperkuat ketahanan tanaman. Pasalnya, kutu putih tertarik dengan tanaman dengan kandungan nitrogen yang tinggi.

    2. Gunakan Minyak Nimba

    Cegah pertumbuhan kutu putih dengan rajin merawat daun tanaman. Semprotkan cairan yang tidak disukai kutu putih, seperti yang mengandung minyak nimba.

    3. Rutin Bersihkan Tanaman

    Bersihkan tanaman secara rutin untuk mencegah kutu putih hinggap. Caranya dengan menyemprotkan air pada tanaman.

    4. Turunkan Suhu Udara

    Kutu putih cenderung menyukai suhu hangat. Untuk tanaman indoor yang tahan dingin, sebaiknya turunkan suhu udara di malam hari hingga 15 derajat celsius buat cegah kutu putih.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah serangan kutu putih pada tanaman. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Tanam Cabai di Taman Rumah, Hemat Nggak Perlu Beli ke Pasar


    Jakarta

    Masakan Indonesia identik dengan cita rasa pedas berkat penggunaan cabai. Biasanya orang-orang membeli cabai ke pasar atau supermarket untuk mendapatkan cabai. Namun, sebenarnya cabai bisa didapatkan dengan modal minim kalau ditanam sendiri di rumah, lho.

    Dikutip dari laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah cocok ditanam saat kondisi udara cukup lembap dibandingkan kering. Nah, waktu yang tepat buat menanam cabai adalah ketika musim hujan.

    Selain itu, cabai bisa tumbuh subur di dataran rendah atau tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Kondisi tanah yang cocok buat menanam cabai adalah yang tanah gembur, yaitu tekstur seperti remah dan tidak terlalu padat. Lalu, kandungan pH-nya juga normal sebesar 6-7.


    Bagaimana cara menanam cabai di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Menanam Cabai di Rumah

    Inilah langkah-langkah untuk menanam cabai di rumah.

    1. Rendam Benih Cabai

    Sebelum menanam benih cabai, pastikan untuk memilih yang berkualitas. Caranya dengan merendam bibit tersebut di air hangat dengan suhu 50 derajat celsius. Biasanya benih yang berkualitas tenggelam di dalam air.

    2. Semai Benih Cabai

    Selanjutnya, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan campuran pupuk kendang atau kompos dengan tanah dengan perbandingan 1:1 di sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

    3. Pindahkan Bibit ke Tanah

    Jika mempunyai lahan yang cukup di rumah, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm, sehingga membentuk gundukan tanah. Campurkan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan kalau tanah terlihat kering.

    Tambahkan pupuk susulan tiga kali berupa urea, ZA, KCl pada minggu ke 3, 6, dan 9 setelah bibit ditanam. Besaran pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

    Kemudian, tutup tanah yang sudah disiapkan dengan plastik mulsa berlubang. Barulah cabai muda siap dimasukkan ke dalam lubang.

    4. Perawatan Tanaman Cabai

    Setelah 1-2 minggu berlalu, periksa kalau ada bibit yang mati. Lalu, buang bibit yang mati dan sakit.

    Sementara itu, bibit yang berhasil berkembang perlu rajin disiram. Jika tanaman cabai sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

    5. Masa Panen Cabai

    Masa panen cabai sekitar 2 bulan setelah penanaman atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika menemukan buah cabai yang rusak, sebaiknya segera disingkirkan.

    Waktu panen cabai bisa disesuaikan dengan waktu penggunaan cabai. Kalau cabai mau dikirim ke tempat yang jauh, panen ketika warnanya hijau. Berbeda halnya buat keperluan rumah, panen saat cabai berwarna merah.

    Itulah informasi seputar menanam cabai di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Pohon yang Nggak Bikin Fondasi Rumah Rusak, Apa Saja?


    Jakarta

    Menanam pohon di halaman bisa membuat hunian terasa sejuk dan adem. Meski begitu, kamu harus merawatnya secara rutin dan mengetahui jenis pohon apa yang aman.

    Soalnya, ada beberapa pohon yang dapat merusak fondasi rumah karena akarnya tumbuh merambat. Semakin pohon tumbuh besar, akarnya berisiko memperparah kerusakan fondasi hingga memicu kerusakan fatal pada struktur bangunan.

    Ingin tahu apa saja pohon-pohon yang aman ditanam di perkarangan karena tidak merusak fondasi rumah? Simak dalam artikel ini.


    Pohon yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

    Ada beberapa pohon yang aman jika ditanam di halaman karena tidak memicu kerusakan pada fondasi rumah. Dikutip dari Boulder Contractors dan Gardener’s World, Minggu (6/7/2025), berikut daftarnya:

    1. Pohon Bungur

    Pohon bungur bisa menjadi pilihan terbaik jika kamu ingin hunian yang sejuk dan asri. Pastikan kamu menanam di tempat yang cukup luas karena pohon ini dapat menjulang tinggi hingga 10 meter.

    Selain itu, pastikan pohon bungur ditanam di area yang terpapar sinar matahari. Pohon ini dapat tumbuh dengan cepat asalkan disiram secara rutin dan sesekali dipangkas.

    Daya tarik dari pohon bungur adalah bagian bunganya yang tumbuh majemuk berwarna ungu hingga merah muda keunguan. Wanginya yang semerbak bisa tercium hingga ke dalam rumah.

    2. Pohon Bugenvil

    Bugenvil dapat tumbuh dengan cepat jika diletakkan di bawah sinar matahari. Selain itu, tanaman ini dapat bertahan hidup di iklim tropis sehingga sangat cocok bagi kamu yang ingin menanamnya di halaman.

    Kamu bisa menanam bugenvil di dalam pot, tanah, maupun keranjang gantung. Perawatannya juga gampang karena bugenvil tak perlu disiram secara rutin. Kamu juga dapat memangkasnya sesekali saja agar mempertahankan bentuk dan bunganya.

    3. Pohon Tabebuya

    Pohon Tabebuya bisa menjadi opsi terbaik buat kamu yang ingin menanam pohon di rumah. Akarnya yang tak merusak fondasi rumah ditambah bunganya yang indah membuat banyak orang menanam pohon ini.

    Ketinggian pohon tabebuya bisa mencapai 10 meter. Untuk merawat pohon ini juga tidak sulit, hanya perlu disiram dan diberi pupuk secara rutin. Tabebuya juga cocok ditanam di wilayah subtropis dan tropis.

    4. Pohon Palem

    Di daftar berikutnya ada pohon palem yang memiliki struktur akar berserat, sehingga tidak merusak fondasi rumah. Pohon yang dapat tumbuh di iklim tropis ini memiliki daun tipis dan bisa tumbuh tinggi.

    Adapun beberapa jenis palem yang umum ditanam, di antaranya palem kipas, palem putri, palem merah, palem udang, dan palem Jepang.

    Perlu diingat, pohon palem tidak perlu disiram terlalu sering. Semakin basah tanahnya justru menjadi masalah bagi pohon ini. Jangan lupa untuk sesekali diberikan pupuk, membuang daun yang layu, dan memangkas tangkai tua yang berwarna cokelat.

    5. Pohon Ara

    Pohon ara atau disebut tin juga cocok ditanam di halaman karena tak merusak fondasi rumah. Pohon yang cocok di iklim panas dan kering ini bisa tumbuh hingga 3-4 meter. Pohon ini juga bisa berbuah yang warnanya merah atau ungu, tergantung dari varietasnya.

    6. Pohon Apel

    Ingin menanam pohon yang banyak buahnya? Cobalah menanam pohon apel di rumah. Pohon ini dapat tumbuh subur di area yang terpapar sinar matahari langsung dan terlindungi dari angin kencang.

    Memang pohon apel dapat tumbuh di atas tanah yang kering, tetapi juga perlu disiram sesekali agar tidak mati.

    7. Pohon Kersen

    Pohon kersen atau ceri kampung memiliki daun yang cukup lebat dan bisa tumbuh menjulang hingga 12 meter. Pohon ini tidak membutuhkan perawatan khusus, hanya saja harus sering dipangkas jika sudah terlalu tinggi karena dikhawatirkan merusak bagian atap rumah.

    Itulah tujuh pohon yang tidak membuat fondasi rumah rusak karena ditanam di halaman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Basmi Hama di Halaman Bisa Pakai Bawang Putih, Ini Caranya


    Jakarta

    Memiliki tanaman hias yang tumbuh di halaman tentu dapat memperindah rumah. Meski begitu, ada satu hal yang bikin pemilik rumah merasa ketar-ketir, yakni serangan hama.

    Hama yang muncul di halaman rumah dapat menghambat pertumbuhan, menurunkan kualitas, hingga membunuh tanaman. Hal ini bikin kamu sangat merugi apalagi jika tanaman hias yang dimiliki punya harga mahal.

    Namun tenang saja, ada solusi mudah untuk membasmi hama yang datang ke halaman, yakni menggunakan bawang putih. Yap, kamu tidak salah dengar, bumbu masak ini disebut efektif untuk membasmi serangan hama.


    Ingin tahu cara penggunaan bawang putih untuk membasmi hama di halaman rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Bawang Putih untuk Membasmi Hama di Halaman

    Shannon Harlow-Ellis seorang entomolog dari Mosquito Joe mengatakan bawang putih punya daya pengusir hama yang cukup kuat. Sebab, aroma atau rasa dari bawang putih yang menyengat membuat hama tersebut memilih untuk menjauh.

    “Bawang putih dapat membantu mengusir serangga seperti kutu daun, semut, tungau laba-laba, kumbang, ulat, siput, siput berlendir, dan nyamuk,” kata Shannon dikutip The Spruce, Selasa (15/7/2025).

    Shannon menyarankan agar membuat larutan bawang putih untuk membasmi hama di halaman rumah. Lebih hebatnya lagi, larutan ini juga tidak berbahaya bagi tanaman lho.

    Membuat semprotan bawang putih terbilang cepat dan mudah. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Hancurkan 3-5 siung bawang putih sampai halus, lalu campurkan dengan air sampai teksturnya berubah menjadi bubur halus
    2. Diamkan larutan bawang putih tersebut selama semalaman agar bisa digunakan sebagai pestisida alami
    3. Setelah didiamkan, saring larutan bawang putih dengan kain kasa untuk menyaring sisa-sisa bawang
    4. Kemudian campur larutan bawang putih dengan air, lalu tuang ke dalam botol semprot
    5. Kocok botol terlebih dahulu sebelum digunakan, lalu semprotkan larutan bawang putih ke sekitar halaman, terutama yang banyak ditemui hama.

    Jika ingin hasil yang lebih maksimal, kamu bisa mencampur cabai rawit ke dalam larutan bawang putih. Banyak serangga yang tidak menyukai rasa dan aroma dari cabai rawit yang pedas.

    Kalau tidak ada bawang putih di rumah, Shannon menyarankan untuk memakai bawang bombay. Bawang jenis ini juga disebut efektif untuk mengusir hama.

    Kamu juga dapat menambahkan sabun cuci piring dan minyak sayur ke dalam larutan botol semprot. Shannon berujar jika kedua bahan tersebut dapat mengeluarkan bau dan aroma yang tidak disukai hama.

    Itulah cara menggunakan bawang putih untuk mengusir hama di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman yang Ampuh Mencegah Ular Masuk ke Taman Rumah


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang ditakuti banyak orang. Sebab, gigitan dan cairan bisanya dapat melukai hingga menyebabkan meninggal dunia.

    Sayangnya, di beberapa daerah ular kerap masuk ke dalam rumah. Tak ayal banyak warga yang panik hingga akhirnya menghubungi petugas Damkar untuk bisa mengeluarkan ular dari rumah.

    Sebagai bentuk pencegahan, ternyata kamu bisa menanam beberapa tanaman untuk mencegah ular masuk. Apa saja tanaman tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Tanaman yang Ampuh Cegah Ular Masuk ke Taman Rumah

    Ada sejumlah tanaman yang disebut ampuh mencegah ular masuk ke rumah. Jadi tak hanya bikin hunian lebih asri, tapi juga melindungi penghuni rumah dari serangan ular.

    Dikutip dari Homes and Gardens, Kamis (17/7/2025), berikut tanaman yang bisa mencegah ular masuk ke rumah:

    1. Marigold

    Marigold dapat digunakan untuk mengusir serangga karena mengeluarkan aroma yang menyengat. Terutama marigold Prancis dan Amerika, keduanya mengeluarkan aroma pedas yang kuat sehingga dapat mengusir ular.

    Tanaman ini dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari. Akar marigold yang kokoh juga dapat tumbuh agresif jika dirawat dengan tepat, sehingga dapat menyebar dan semakin mempersulit ruang gerak ular untuk masuk ke rumah.

    2. Rosemary

    Tanaman ini dapat membantu mengusir ular dari halaman rumah karena aromanya yang menyengat. Disarankan menanam rosemary dalam jumlah sedang atau di dalam pot. Sebab, daunnya yang lebat dikhawatirkan menjadi tempat persembunyian ular.

    “Rosemary memiliki daun-daun yang lebat yang dapat berfungsi sebagai tempat berlindung ular,” kata ahli pengendali hama Nicole Carpenter.

    3. Serai

    Serai tak hanya digunakan sebagai bumbu masak, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir ular. Aroma segar dari serai justru tidak disukai ular karena dapat menyulitkan mereka untuk berburu makanan.

    Disarankan untuk tidak menanam terlalu banyak serai di perkarangan rumah. Sebab, bentuk tanamannya yang mirip semak-semak dikhawatirkan menjadi tempat bersembunyi ular.

    4. Lavender

    Sama seperti tanaman lainnya, lavender juga mengeluarkan aroma menyengat yang dibenci ular karena dapat mengganggu indra penciuman. Dengan begitu, lavender bisa menjadi “pagar alami” agar hewan melata tersebut tidak akan masuk ke rumah.

    Banyak orang yang menanam lavender ke dalam pot karena merupakan salah satu tanaman pot terbaik untuk penyerbuk. Meski begitu, kamu juga dapat menanamnya langsung di tanah.

    5. Lidah Mertua

    Lidah mertua atau juga disebut snake plant memiliki daun tinggi dan melengkung seperti pedang. Uniknya, bentuk daun tersebut justru tidak disukai oleh ular, entah karena merasa terancam atau ujung daunnya yang tajam.

    Tanaman ini dapat tumbuh subur di luar ruangan dan wilayah beriklim hangat. Kamu dapat menanam lidah mertua di tempat yang terang, tapi jangan persis di bawah sinar matahari langsung. Lalu, jangan menanam di tanah basah karena menyebabkan akarnya membusuk.

    6. Kaktus

    Tanaman yang satu ini memang tidak mengeluarkan bau tajam, tapi disebut ampuh mencegah ular masuk ke taman rumah. Duri kaktus yang tajam membuat ular merasa kesakitan saat melewatinya, sehingga akhirnya memilih untuk menghindar.

    Sebagai alternatif, kamu juga dapat memanfaatkan kaktus untuk melindungi tanaman lain di halaman rumah, khususnya tanaman yang dijadikan tempat persembunyian ular.

    7. Eucalyptus

    Eucalyptus mengeluarkan aroma kuat hampir sepanjang tahun. Dengan begitu, tanaman ini sangat cocok digunakan untuk mengusir serangga hingga hewan berbahaya seperti ular. Tanaman eucalyptus sangat cocok jika ditanam di halaman sempit.

    8. Daffodil

    Sebenarnya, daffodil tidak secara langsung dapat mencegah ular masuk ke pekarangan. Namun, tanaman ini justru lebih ampuh mengusir tikus yang jadi makanan ular. Dengan semakin sedikit sumber makanannya, maka ular tidak akan kembali ke halaman rumah.

    Itulah delapan tanaman yang ampuh mencegah ular masuk ke tanaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Terasa Gerah? Ini 5 Tanaman Hias yang Bikin Adem


    Jakarta

    Penghuni yang merasa gerah saat cuaca panas bakal melakukan berbagai hal agar rumahnya jadi adem, seperti memasang AC, kipas angin, dan buka jendela. Nah, ternyata penghuni bisa membuat rumah lebih adem dengan tanaman hias, lho.

    Dilansir dari House Beautiful, studi yang dilakukan NASA menyebut tanaman bisa mengubah suhu atmosfer Bumi. Tanaman melepaskan air yang menguap, sehingga mendinginkan diri dan lingkungan sekitarnya.

    Tanaman hias dapat jadi opsi terjangkau dan ramah lingkungan biar rumah lebih sejuk. Simak tanaman apa saja yang bisa bikin rumah adem berikut ini.


    Tanaman Hias yang Bikin Rumah Adem

    Inilah deretan tanaman hias yang membuat rumah terasa adem.

    1. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Daun lidah mertua memiliki kandungan air yang tinggi. Saat bertranspirasi, tanaman ini melepaskan uap air dingin ke udara. Selain itu, lidah mertua mengeluarkan oksigen yang menyejukkan ruangan di malam hari yang panas.

    Lidah mertua tahan terhadap panas, sehingga cocok diletakkan dekat jendela. Ini akan memberi efek sejuk pada ruangan.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantLidah Buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Tanaman lidah buaya juga melepaskan uap air dingin yang menguap ke udara saat bertranspirasi. Daunnya yang tebal dapat menyimpan banyak air dan melepaskannya ke udara. Hal ini membantu membuat ruangan adem ketika cuaca panas.

    Penghuni bisa menaruh lidah buaya di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lalu, biarkan tanah mengering sepenuhnya sebelum menyiram air pada lidah buaya.

    3. Aglaonema

    Ilustrasi aglaonemaIlustrasi aglaonema Foto: Getty Images/iStockphoto/nakorn tannonngiw

    Aglaonema atau chinese evergreen dikenal sebagai tanaman yang dapat membersihkan udara. Ternyata tanaman ini juga memiliki tingkat transpirasi yang tinggi, sehingga membuat udara sekitar lembap.

    Perawatan aglaonema cukup mudah. Penghuni cukup memberikan sedikit air dan pencahayaan yang redup.

    4. Tanaman Karet Kebo (Ficus Elastica)

    Ficus elastica leaf backgroundFicus elastica Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Ficus elastica atau tanaman karet kebo juga membuat ruangan terasa lebih sejuk. Tanaman ini menyerap air dengan akar, kemudian melepaskan air melalui pori-pori di bagian bawah daun.

    Cara merawat tanaman ini cukup dengan menyiram sedikit demi sedikit air agar tanah tetap lembap secara merata. Lalu, letakkan tanaman karet kebo di tempat yang terang, tetapi jangan terkena sinar matahari langsung.

    5. Beringin (Ficus Benjamina)

    Houseplant tree (ficus benjamina) in a pot isolated on a white backgroundFicus Benjamina Foto: Getty Images/iStockphoto/Viorika

    Salah satu pohon yang tumbuh dengan baik di dalam ruangan adalah ficus benjamina atau beringin. Tanaman ini membantu menjaga udara tetap sejuk dan lembap.

    Pastikan untuk rajin menyiram tanaman ini saat cuaca panas. Letakkan tanaman ini di tempat yang terang tapi tidak terkena sinar matahari langsung, atau di tempat yang cerah dengan naungan di sore hari.

    Itulah beberapa tanaman yang membantu menyejukkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Basmi Kutu Putih yang Suka Rusak Tanaman, Bisa Disiram Air



    Jakarta

    Pernahkah melihat serangga mungil berwarna putih pada tanaman? Serangga itu merupakan hama yang disebut kutu putih.

    Kutu putih dapat merusak, menghambat pertumbuhan, bahkan mematikan tanaman. Mereka merusak tanaman dengan cara menghisap sari inangnya. Hal itu memunculkan residu putih pada bagian tertentu.

    Penghuni rumah perlu waspada dengan serangan kutu putih. Simak cara membasmi dan penyebab serangan kutu putih berikut ini, dikutip dari The Spruce dan Martha Stewart.


    Cara Basmi Kutu Putih pada Tanaman

    Inilah tips mudah untuk membasmi kutu putih pada tanaman.

    1. Siram Kutu Putih

    Serangan kutu putih yang tergolong ringan dapat diatasi menggunakan air. Letakkan bagian tanaman yang terserang kutu putih di bawah pancuran air keran. Siram bagian atas dan bawah tanaman atau daun yang terinfeksi.

    2. Pangkas Sebagian Tanaman

    Jika infeksi kutu putih cukup berat, penghuni rumah dapat memotong bagian tanaman yang terserang. Kemudian, potong bagian tersebut agar tidak terkena bagian tanaman lain.

    3. Semprotkan Cairan Anti Kutu Putih

    Penghuni juga bisa membuat cairan anti kutu putih dari bawang bombai, bawang putih, dan bubuk cabai. Cairan tersebut dapat disemprotkan ke bagian tanaman yang terserang kutu putih selama beberapa hari.

    Cara buatnya dengan menghaluskan bahan-bahan dengan blender hingga teksturnya menjadi pasta, lalu tambahkan air sekitar 1 liter. Diamkan campuran itu selama satu jam, lalu saring menggunakan kain tipis. Lalu, tambahkan sabun cuci piring cair dan aduk hingga rata.

    Terakhir, masukan cairan ke dalam botol semprot agar siap pakai. Cairan ini bisa disimpan di kulkas dan bertahan selama seminggu.

    4. Semprotkan Larutan Minyak Nimba

    Selain itu, penghuni dapat menyemprotkan larutan minyak nimba sebagai insektisida organik. Minyak ini mengandung zat yang mempengaruhi kemampuan makan, pertumbuhan, dan perkembangan kutu putih.

    Campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air. Campuran diaduk rata dan dimasukkan ke dalam botol semprot.

    Semprotkan cairan tersebut ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Jika serangan kutu putih tak usai, ulangi penyemprotan 1-2 minggu kemudian.

    5. Sebarkan Serangga Predator

    Ada serangga predator yang dapat membunuh kutu putih. Penghuni dapat mengatasi serangan kutu putih ringan dengan tawon parasitoid (leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri. Namun, proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

    Penyebab Serangan Kutu Putih

    Tak hanya membasmi, penghuni perlu tau penyebab serangan kutu putih. Serangga ini sebenarnya tertarik pada tanaman dengan ciri berikut ini.

    1. Kadar Nitrogen Tinggi

    Kutu putih suka muncul pada tanaman yang memiliki kadar nitrogen yang tinggi dan pertumbuhannya lunak. Hal ini bisa terjadi kalau penghuni menyiram dan memberi terlalu banyak pupuk pada tanaman.

    2. Banyak Sari Buah

    Selain itu, serangga putih itu juga menyukai tanaman yang kaya akan sari buah, seperti pohon mangga dan jeruk. Sebab, sari buah merupakan makanan kutu putih.

    Itulah informasi seputar kutu putih yang suka merusak tanaman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menyiram Tanaman Agar Tidak Menjadi Sarang Nyamuk


    Jakarta

    Tanaman perlu disiram agar tumbuh dengan subur, baik di dalam maupun pekarangan rumah. Namun, menyiram tanaman terkadang menyisakan genangan air, sehingga rawan jadi sarang nyamuk.

    Nyamuk biasanya berkembang biak di genangan air. Genangan tersebut bisa terbentuk pada daun, pot, dan lubang.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu lebih berhati-hati ketika menyiram tanaman. Pastikan tidak ada genangan air yang dapat dimanfaatkan nyamuk.


    Bagaimana cara menyiram tanaman tanpa membentuk sarang nyamuk? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mencegah Sarang Nyamuk Saat Siram Tanaman

    Inilah tips menyiram tanaman agar tidak menjadi sarang nyamuk, dikutip dari National Parks Board, Minggu (27/7/2025).

    1. Buang Genangan Air di Pot

    Setelah menyiram tanaman di pot, air suka tergenang pada alas pot. Pastikan untuk membuang air tersebut dan menggosok alasnya secara berkala untuk menghilangkan telur nyamuk.

    2. Bersihkan Genangan Air di Pekarangan

    Genangan air juga bisa terbentuk setelah menyiram pekarangan rumah. Air dapat terkumpul di berbagai tempat, misalnya pot, ember, drainase, dan tanaman. Periksa area yang dapat mengumpulkan air, lalu bersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

    3. Gemburkan Tanah

    Sebelum menyiram tanaman, sebaiknya gemburkan media tanahnya agar air dapat meresap ke bawah. Permukaan tanah yang padat ketika kering mencegah penyerapan air.

    Jika tidak terserap, air malah menggenang dan tidak sampai ke akar tanaman. Gunakan garpu atau sekop untuk menggemburkan tanah secara berkala.

    4. Bersihkan Daun Jatuh

    Daun-daun yang berjatuhan di pot atau pekarangan rumah bisa menjadi tempat berkumpulnya air. Pastikan untuk membersihkan daun yang jatuh sebelum menyiram tanaman atau pekarangan.

    5. Siram Air

    Penghuni bisa sering menyiram air bersih ke area yang tergenang air di sekitar tanaman. Langkah ini akan menggantikan air yang terkumpul dan membuang telur serta jentik nyamuk.

    Itulah cara mencegah terbentuknya sarang nyamuk ketika menyiram tanaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com