Tag: tandon air

  • Tips Jitu Mencegah Tandon Air Berlumut, Ikuti 4 Cara Ini


    Jakarta

    Apakah keran air di rumahmu mengeluarkan lumut? Kalau iya, bisa jadi lumut itu berasal dari tempat penampungan air atau toren, lho.

    Toren atau tandon air umumnya dipasang di setiap hunian sebagai wadah menyimpan air. bersih Ini dimaksudkan agar detikers tidak kesulitan saat terjadi kasus mesin air mati atau padam listrik, lantaran tersedia cadangan air di rumah.

    Namun, tangki air dapat ditumbuhi lumut dalam jangka waktu tertentu. Dan inilah yang mengakibatkan ada lumut yang keluar dari keran.


    Tapi, apa yang menyebabkan tandon air berlumut? Dan adakah cara agar toren tidak lumutan?

    Penyebab Tandon Air Berlumut

    Ada beberapa hal yang membuat tangki air jadi berlumut. Simak penjelasannya berikut.

    1. Sinar Matahari

    Lumut bisa tumbuh di sekeliling bagian dalam toren ketika terkena sinar matahari. Karena umumnya tangki air dipasang di atas rumah, cahaya matahari dapat langsung mengenai tandon.

    2. Air Baku yang Kotor

    Jika kualitas air yang mengisi toren adalah air kotor atau keruh maka lumut dapat muncul. Ini karena air kotor mengandung jamur sehingga perkembangan lumut di dalam tangki bisa lebih cepat.

    3. Udara Lembap

    Tandon yang berisi air memiliki udara yang lembap di dalamnya. Di tempat seperti inilah lumut cepat tumbuhnya. Terlebih jika tangki air terpapar sinar matahari maka lumut akan semakin cepat berkembangnya.

    Cara Mencegah Tandon Air Berlumut

    Nah, walaupun lumut dapat muncul di toren karena sejumlah hal tapi detikers bisa kok mencegahnya untuk tumbuh.

    Berikut tips mencegah tangki air agar tidak lumutan sebagaimana dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Langkah awal untuk menghindari pertumbuhan lumut yakni dengan menutup toren dengan rapat. Kalau tidak tertutup dengan baik, sinar matahari dapat masuk ke dalam tangki. Dan kemudian bisa memicu berkembangnya lumut.

    2. Pasang Pelindung untuk Tangki

    Toren biasanya dipasang di bagian atas rumah. Spot inilah yang memungkinkan cahaya matahari untuk langsung mengenai tandon. Selain itu, sinar matahari juga dapat menembus tangki air berbahan plastik yang berwarna cerah. Untuk meminimalisir itu terjadi, pelindung seperti atap bisa dibuat di atas tangki.

    3. Pilih atau Cat Tangki Berwarna Gelap

    Sinar matahari diketahui bisa menembus toren yang berwarna cerah. Jika detikers salah satu yang menggunakan tangki air warna cerah, kamu dapat mengaplikasikan cat berwarna gelap ke sekeliling luar tandon.

    Namun jika detikers belum memiliki tandon di rumah dan berniat untuk memasangnya, bisa pilih tandon yang berwarna gelap.

    4. Kuras Tangki Secara Rutin

    Air yang terisi di tangki bisa saja menjadi keruh karena partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Karena itu, lumut dapat tumbuh dengan cepat.

    Nah, kalau toren terlanjur lumutan maka detikers dapat mengurasnya. Dan jika tangki terus-menerus berlumut, kamu dapat melakukan menguras secara rutin.

    Lakukan pengurasan tandon setidaknya enam bulan sekali. Apabila lumut berkembang lebih cepat, detikers dapat mengurasnya rutin tiga sampai empat bulan sekali.

    Jadi, kalau tangki air di rumahmu berlumut, ikuti tips pencegahan seperti di atas, ya!

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Sih Tandon Air Perlu Dikuras? Simak Penjelasannya


    Jakarta

    Tandon atau toren air biasa dijadikan sebagai tempat penampungan air untuk di rumah-rumah. Sebagai wadah penyimpanan air, tentunya kebersihan tangki ini mesti diperhatikan.

    Seiring berjalannya waktu, partikel-partikel yang dibawa air seperti pasir atau lumpur bisa mengendap dan menumpuk di dasar tangki. Tak jarang juga, lumut dapat tumbuh di sisi dalam toren. Apabila dibiarkan, hal ini akan mempengaruhi kualitas air yang ditampung.

    Terlebih jika air di dalamnya digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak, atau mencuci. Pasokan air di tandon harus benar bersih dan berkualitas baik, bukan?


    Ini agar air yang dipakai tergolong layak serta tidak memicu masalah kesehatan. Lantas, baiknya seberapa sering menguras toren air?

    Penyebab Toren Air Kotor

    Tak jarang sebagian orang menguras tangki ketika keran air mampet atau saat air yang keluar keruh. Padahal, hal itu menandakan kalau tandon air sudah kotor sehingga kotoran terbawa dan menyumbat pipa yang terhubung ke keran.

    Namun, apa yang menyebabkan toren air menjadi kotor? Mengutip laman smartwateronline.com, sumber asal air dapat menjadi faktor bersih tidaknya air di tandon. Jika air diambil dari galian sumur di tanah contohnya, kemungkinan lumpur bisa ada. Tapi balik lagi, setiap wilayah memiliki kualitas air tanah yang berbeda-beda.

    Selain itu, partikel yang terkandung di air seperti lumpur dan pasir jika terbawa dan masuk ke tandon juga dapat mengotori tampungan air. Lama-lama, partikel-partikel ini pun bisa mengendap di dasar tangki.

    Toren air yang kotor bisa pula disebabkan oleh pertumbuhan lumut. Lumut berkembang dengan cepat jika tandon air terkena langsung paparan sinar matahari.

    Bukan cuma itu, air keruh yang tertampung di tangki dan udara lembap di dalamnya dapat juga mempercepat pertumbuhan lumut di dalam toren.

    Seberapa Sering Membersihkan Toren Air?

    Menguras tandon seharusnya tidak menunggu sampai tangki dipenuhi kotoran dan air menjadi keruh. Toren sebaiknya rutin dibersihkan bahkan sebelum hal-hal seperti keran mampet muncul.

    Melalui Instagram @kemenpupr, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan kalau tangki air setidaknya dikuras 6 bulan sekali. Ini supaya menghindari lumpur atau kotoran lain mengendap di dasar toren dan mencegah pertumbuhan lumut.

    Namun, jika kotoran menumpuk dan lumut muncul dengan cepat maka toren air dapat dibersihkan lebih sering, sekitar 3-4 bulan sekali.

    Selain itu, tingkat kebersihan sumber air juga bisa mempengaruhi kebersihan tandon air. Seperti halnya, kualitas air di Jabodetabek mungkin berbeda dengan air di daerah lain.

    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, menyarankan agar toren air di wilayah Jabodetabek dikuras setidaknya 1-2 kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” ungkap Suratman kepada detikcom.

    Nah, sekarang kamu sudah tahu kan seberapa sering toren air perlu dikuras. Jadi, jangan lupa bersihkan tandon air secara teratur, ya!

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Toren Air di Atas Rumah atau Bawah Tanah? Ini Pertimbangannya


    Jakarta

    Toren atau tandon merupakan tangki air yang berfungsi sebagai wadah penyimpanan sementara untuk air bersih sebelum digunakan untuk berbagai keperluan.

    Namun, tidak semua rumah, bangunan, dan sejenisnya memiliki fasilitas tangki air ini. Biasanya, pasokan air diperoleh langsung dari sumbernya, seperti pompa sumur atau air PDAM yang disalurkan melalui pipa.

    Bangunan yang tidak mempunyai tangki air mungkin mungkin lebih efisien, tetapi akan kesulitan jika suatu saat listrik mati atau pompa air mengalami masalah.


    Sementara itu tangki air terpasang, walaupun listrik mati atau pompa air bermasalah, air masih tersedia dalam tandon atau toren.

    Nah pemasangannya pun mempengaruhi dari fungsi toren air ini. Ada yang memasang di atas rumah atau di bawah tanah. Keduanya sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan, berikut ulasannya.

    Mending Pasang Toren Air di Atas Rumah atau di Bawah Tanah?

    Jika kamu sedang membangun rumah atau akan memasang toren air, berikut beberapa hal yang mesti dipertimbangkan saat akan memasangnya di atas rumah atau di bawah tanah.

    Pasang Toren Air di Atas Rumah

    Meletakkan tangki air di atas bangunan bukan hanya sekadar memanfaatkan ruang kosong di atap. Dengan memanfaatkan gaya gravitasi, air bersih dapat dialirkan tanpa perlu menggunakan pompa ketika dibutuhkan.

    Selain itu peletakan toren air di atas rumah dipilih karena proses pemasangannya yang lebih mudah dan terjangkau. Perawatannya pun lebih mudah karena letaknya yang terlihat di atas rumah.

    Tetapi pemilihan lokasi di atas rumah juga merupakan suatu kekurangan. Bagi sebagian orang, mungkin toren air akan mengganggu estetika dari sebuah rumah.

    Selain itu, kekurangan yang penting untuk dipertimbangkan adalah beberapa tandon mungkin akan rentan terhadap cuaca, terlebih lagi jika lingkungan rumahnya memiliki cuaca yang ekstrim.

    Ini akan mempengaruhi suhu air yang ada di dalamnya, air bisa saja membeku saat musim dingin atau menjadi panas saat musim panas.

    Dalam beberapa kasus, kapasitas toren air di atas rumah juga mungkin akan lebih terbatas mengingat lokasinya menyesuaikan atap dari sebuah bangunan.

    Pasang Toren Air di Bawah Tanah

    Sebagai alternatif, pemasangan toren air di bawah tanah mungkin bisa menjadi pilihan. Terlebih lagi jika kamu tidak suka dengan pemasangan toren air di atap rumah yang mengganggu estetika.

    Pemasangan toren di bawah tanah tidak akan mengurangi ruang apapun karena letaknya yang di bawah tanah. Ini juga mempengaruhi kapasitas tandon yang lebih versatile daripada penyesuaian kapasitas toren air yang ada di atas rumah.

    Berbeda dengan toren air yang terletak di atas rumah, suhu air yang tersimpan di dalam tanah juga cenderung lebih konsisten karena terlindung dari cuaca ekstrim yang ada di luar.

    Akan tetapi pemasangan tandon air di bawah tanah juga memiliki kekurangan yaitu pengerjaan toren di bawah tanah akan membutuhkan waktu serta biaya yang lebih.

    Selain itu pemasangan pompa air tambahan juga diperlukan untuk mengangkat air dari bawah ke permukaan, sangat berbeda dengan toren air di atas rumah yang bisa memanfaatkan gravitasi untuk mengalirkan air.

    Pemasangan toren di bawah tanah juga perlu mempertimbangkan jenis tanah yang ada, karena tanah dengan kandungan tanah liat yang tinggi tidak disarankan untuk memasang tandon di bawah tanah.

    Tips Memilih Toren Air

    Setelah memilih lokasi peletakan toren, berikut beberapa tips yang mungkin membantumu memilih toren air.

    1. Pastikan kebutuhan air harian Anda untuk memilih tangki dengan kapasitas yang tepat. Kapasitas yang terlalu besar dapat menghambat sirkulasi air.
    2. Pilih produk sesuai budget. Tidak semua produk unggul dalam segala aspek, toren juga memiliki berbagai jenis bahan seperti fiber glass, stainless steel, dan polyethylene. Pilihlah sesuai kebutuhan.
    3. Pilih tangki yang bebas lumut agar air tetap bersih dan tangki lebih awet.
    4. Gunakan tangki dengan material yang tahan sinar UV dan cuaca ekstrem, terutama jika ditempatkan di atas rumah.

    Itu dia ulasan mengenai toren air. Nah sekarang sudah ada gambaran kan toren air akan diletakan di mana?

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Sih Toren Air Warna Oren Lebih Cepat Tumbuh Lumut Ketimbang Biru?



    Jakarta

    Air merupakan kebutuhan rumah tangga yang sangat esensial. Setiap rumah perlu memiliki pengelolaan air yang baik, salah satunya dengan mencadangkan air bersih menggunakan toren.

    Toren atau tandon air adalah tangki yang berfungsi menampung air bersih. Tangki ini membantu mengantisipasi kondisi kekurangan air. Ada berbagai jenis toren dari segi bahan, bentuk, hingga warna.

    Dari segi warna, toren tersedia dalam warna oren, biru, bahkan hitam. Namun, sebagian masyarakat masih beranggapan toren warna oren lebih mudah ditumbuhi lumut. Benarkah begitu?


    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman mengatakan toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning lebih mudah pudar akibat paparan sinar matahari. Sementara, toren berwarna gelap seperti biru dan hitam sebaliknya.

    Apabila warna toren sampai pudar, maka sinar matahari bisa menembus masuk ke dalam toren, sehingga dapat memicu pertumbuhan lumut.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Oranye itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, oranye itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” ujar Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Berdasarkan hal itu, banyak konsumen yang lebih cenderung pada toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Terpisah, Toko Bangunan Kurnia Jaya mengungkapkan banyak pembeli memilih toren berwarna biru.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, oranye itu ya biasa gitu,” kata Hendri.

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” lanjutnya.

    Mengutip dari detikEdu, (30/10/2023) lumut adalah sejenis tumbuhan yang dapat memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembap. Hal ini membuat toren sebagai tempat yang bisa tumbuh lumut karena memang digunakan untuk menampung air.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Memilih Tandon Air yang Bagus dan Tepat untuk Rumah


    Jakarta

    Tandon air adalah tangki penyimpanan air yang biasanya digunakan di rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Tandon air disebut juga toren air.

    Tandon ini berfungsi untuk menampung air bersih, dari sumur, saluran air, atau dari penyedia air umum. Maka dari itu, memilih tandon air yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan air yang cukup dan berkualitas di rumah.

    Cara Memilih Tandon Air

    Dikutip dari laman Water Runner dan Penguin (salah satu produsen tangki air di Indonesia), berikut adalah beberapa tips dalam memilih tandon air:


    1. Menentukan Ukuran Tandon Air

    Menentukan ukuran tangki penyimpanan air dilakukan menilai kebutuhan air rumah tangga.

    Hal ini bisa kamu pertimbangkan dengan berapa jumlah penghuni di rumah, pola penggunaan air harian, serta aktivitas spesifik apa pun yang mungkin membutuhkan pasokan air lebih banyak (seperti berkebun atau punya ternak).

    Mengukur kebutuhan air akan meletakkan dasar untuk memilih ukuran tangki yang tepat.

    2. Mempertimbangkan Variasi Musiman dan Situasi Darurat

    Memperhitungkan variasi musiman dan skenario darurat, juga termasuk dalam langkah untuk memilih tandon air. Jadi, saat musim kemarau, kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan sangat berharga.

    Selain itu pilihlah bahan/jenis tangki air yang bisa bebas lumut, memiliki tingkat perlindungan UV tertinggi, dan memiliki garansi panjang.

    3. Kesediaan Ruang

    Besar kecilnya tangki air juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Pasalnya, kepraktisan dan ruang yang tersedia berperanan penting.

    Perkirakan tempat pemasangan tangki perlu di mempertimbangkan dimensi, bentuk, dan peraturan setempat mengenai penempatan tangki.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan tangki bisa dipasang, dengan sempurna di rumah tanpa mengurangi fungsionalitas.

    4. Mengantisipasi Kebutuhan Masa Depan

    Berinvestasi dalam wadah air untuk rumah tangga juga termasuk komitmen jangka panjang. Maka dari itu, memilih tangki dengan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akan memastikan sistem penyimpanan air tetap relevan dan efektif seiring dengan kebutuhan terus berubah.

    5. Menghitung Kapasitas Tangki

    Menghitung kapasitas tangki yang tepat bisa dengan mencari keseimbangan antara memenuhi kebutuhan, sekaligus menyediakan cadangan untuk permintaan tak terduga.

    Untuk penggunaan tandon air rumah tangga pada umumnya, standar industri menyarankan kisaran 50-100 galon per orang per hari. Namun, hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan keadaan.

    6. Warna Tangki

    Tandon air ukurannya cukup besar untuk terlihat dari luar rumah. Oleh karena itu, warnanya juga perlu disesuaikan dengan tema eksterior rumah. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu tampilan eksterior rumah.

    7. Material Tersertifikasi

    Pemilihan tandon air juga perlu, yakni yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), Food Grade dan BPA Free. Dengan begitu air bisa aman digunakan untuk berbagai keperluan.

    8. Konsultasi dengan Ahli

    Sekiranya masih bingung dan ragu, mintalah saran dari para profesional dalam bidang penyimpanan air.

    Mereka akan memberikan informasi tentang peraturan setempat, menawarkan rekomendasi berdasarkan situasi, dan memastikan bahwa kamu memilih tangki penyimpanan air yang paling sesuai dengan kebutuhan.

    Itu tadi penjelasan seputar cara memilih tandon air yang tepat. Dengan pertimbangan yang baik, ini akan membantu kalian dalam penyimpanan air yang disesuaikan dengan gaya hidup. Semoga membantu.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Memilih Tandon Air yang Bagus dan Tepat untuk Rumah


    Jakarta

    Tandon air adalah tangki penyimpanan air yang biasanya digunakan di rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Tandon air disebut juga toren air.

    Tandon ini berfungsi untuk menampung air bersih, dari sumur, saluran air, atau dari penyedia air umum. Maka dari itu, memilih tandon air yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan air yang cukup dan berkualitas di rumah.

    Cara Memilih Tandon Air

    Dikutip dari laman Water Runner dan Penguin (salah satu produsen tangki air di Indonesia), berikut adalah beberapa tips dalam memilih tandon air:


    1. Menentukan Ukuran Tandon Air

    Menentukan ukuran tangki penyimpanan air dilakukan menilai kebutuhan air rumah tangga.

    Hal ini bisa kamu pertimbangkan dengan berapa jumlah penghuni di rumah, pola penggunaan air harian, serta aktivitas spesifik apa pun yang mungkin membutuhkan pasokan air lebih banyak (seperti berkebun atau punya ternak).

    Mengukur kebutuhan air akan meletakkan dasar untuk memilih ukuran tangki yang tepat.

    2. Mempertimbangkan Variasi Musiman dan Situasi Darurat

    Memperhitungkan variasi musiman dan skenario darurat, juga termasuk dalam langkah untuk memilih tandon air. Jadi, saat musim kemarau, kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan sangat berharga.

    Selain itu pilihlah bahan/jenis tangki air yang bisa bebas lumut, memiliki tingkat perlindungan UV tertinggi, dan memiliki garansi panjang.

    3. Kesediaan Ruang

    Besar kecilnya tangki air juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Pasalnya, kepraktisan dan ruang yang tersedia berperanan penting.

    Perkirakan tempat pemasangan tangki perlu di mempertimbangkan dimensi, bentuk, dan peraturan setempat mengenai penempatan tangki.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan tangki bisa dipasang, dengan sempurna di rumah tanpa mengurangi fungsionalitas.

    4. Mengantisipasi Kebutuhan Masa Depan

    Berinvestasi dalam wadah air untuk rumah tangga juga termasuk komitmen jangka panjang. Maka dari itu, memilih tangki dengan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akan memastikan sistem penyimpanan air tetap relevan dan efektif seiring dengan kebutuhan terus berubah.

    5. Menghitung Kapasitas Tangki

    Menghitung kapasitas tangki yang tepat bisa dengan mencari keseimbangan antara memenuhi kebutuhan, sekaligus menyediakan cadangan untuk permintaan tak terduga.

    Untuk penggunaan tandon air rumah tangga pada umumnya, standar industri menyarankan kisaran 50-100 galon per orang per hari. Namun, hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan keadaan.

    6. Warna Tangki

    Tandon air ukurannya cukup besar untuk terlihat dari luar rumah. Oleh karena itu, warnanya juga perlu disesuaikan dengan tema eksterior rumah. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu tampilan eksterior rumah.

    7. Material Tersertifikasi

    Pemilihan tandon air juga perlu, yakni yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), Food Grade dan BPA Free. Dengan begitu air bisa aman digunakan untuk berbagai keperluan.

    8. Konsultasi dengan Ahli

    Sekiranya masih bingung dan ragu, mintalah saran dari para profesional dalam bidang penyimpanan air.

    Mereka akan memberikan informasi tentang peraturan setempat, menawarkan rekomendasi berdasarkan situasi, dan memastikan bahwa kamu memilih tangki penyimpanan air yang paling sesuai dengan kebutuhan.

    Itu tadi penjelasan seputar cara memilih tandon air yang tepat. Dengan pertimbangan yang baik, ini akan membantu kalian dalam penyimpanan air yang disesuaikan dengan gaya hidup. Semoga membantu.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Jangka Waktu Toren Air Harus Dibersihkan, Catat!


    Jakarta

    Toren air merupakan salah satu komponen penting dalam penyediaan air di banyak rumah dan gedung. Meskipun sering digunakan, mungkin ada yang belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan toren air.

    Pasalnya, air yang disimpan dalam toren berpotensi kotor karena berlumut atau terkontaminasi jika tidak dirawat dengan baik. Lalu, seberapa sering toren air harus dibersihkan?

    Jangka Waktu Toren Air Harus Dikuras

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (16/9/2023), pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.


    Jangka waktu tersebut akan membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Alasan Toren Air Harus Dikuras

    Alasan kita perlu rutin menguras toren air yaitu agar air bisa selalu tetap bersih. Jika penghuni rumah menggunakan air yang kotor, tentunya hal ini akan berdampak pada kesehatan seperti gatal-gatal ataupun diare.

    Cara agar Toren Air Tidak Berlumut

    • Rutin dibersihkan.
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk.
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk.
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Cegah Lumut di Toren Air, No Ribet!


    Jakarta

    Toren air atau tangki air adalah penampungan cadangan air di atap rumah. Karena selalu diisi air, kondisi toren tentu menjadi lembap, sehingga cocok buat lumut bertumbuh.

    Selain kondisi lembap, lumut bisa tumbuh di dalam toren air karena paparan sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Nah, sebaiknya mencegah pertumbuhan lumut di toren air supaya tidak mengganggu kebersihan air di rumah.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Senin (6/7/2025).


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah pertumbuhan lumut di dalam toren.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Demikian beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Mudah Bersihkan Toren Air dari Lumut, Nggak Usah Panggil Tukang!



    Jakarta

    Toren air merupakan bagian penting dari rumah untuk menyimpan cadangan air bersih. Namun, lama-lama air di dalam toren bisa menjadi kotor, salah satunya karena tumbuh lumut.

    Dikutip dari Flip, air bersih bisa terkontaminasi debu, serangga, kotoran, dan lumut. Oleh karena itu, penting membersihkan toren secara berkala agar air tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut. Setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat.


    Lalu, bagaimana cara mencuci toren? Nah, agar memudahkan kamu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Cara Bersihkan Toren Air

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran.

    Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali. Setelah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren.

    Kalau toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Toren Biru Lebih Banyak yang Beli



    Jakarta

    Toren atau tandon air memiliki beberapa jenis. Salah satu yang sering dibedakan dari segi warna.

    Toren yang sering ditemukan warna oranye dan biru. Lalu apa perbedaan daru keduanya?

    Sebenarnya selain berbeda dari segi warna dan kualitas, harga toren air warna oranye dan biru pun berbeda. Namun ternyata toren warna biru lebih banyak diminati.


    Toren Biru Lebih Tahan Lumut

    Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning, lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.

    Jika warnanya pudar, sinar matahari bisa tembus masuk ke dalam toren sehingga bisa memicu pertumbuhan lumut.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu

    Melansri detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang bisa memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembab, seperti toren yang memang digunakan untuk menampung air.

    Berangkat dari hal tersebut, banyak konsumen yang lebih memilih toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Hal ini dituturkan pula oleh Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023).

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

    Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

    Terlepas dari warnanya, toren pada akhirnya bisa kotor akibat lumut dan endapan kotoran dari sumber air rumah tangga yang kita gunakan. Maka, baik biru maupun oranye, sesuaikan kembali dengan preferensimu serta lakukan pencucian dan pengurasan toren jika kondisinya sudah kotor.

    Mencuci dan menguras toren sebaiknya dilakukan rutin satu sampai dua kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” kata Suratman.

    Namun, hal ini bisa disesuaikan kembali dengan tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing. Jika kamu merasa toren sudah kotor, lakukan pembersihan dan pengurasan sesegera mungkin.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com