Tag Archives: tangga

Utang Orang RI ke Pinjol Naik Kencang, Imbas Daya Beli Turun?


Jakarta

Masyarakat Indonesia terlihat semakin sering mengambil utang baik di pinjaman online maupun di layanan Buy Now Pay Later (BNPL). Hal ini terjadi di tengah daya beli yang menurun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total outstanding pinjaman online (pinjol) atau peer to peer (P2P) lending di Indonesia di Agustus 2024 terus meningkat menjadi 35,62% yoy mencapai Rp 71,03 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 23,97% yoy.

Untuk piutang pembiayaan Pay Later oleh Perusahaan Pembiayaan atau multifinance per Agustus 2024 juga meningkat sebesar 89,20% yoy menjadi Rp 7,99 triliun. Besaran ini naik dari bulan lalu, yang mencatatkan kenaikan 73,55% yoy per Juli 2024.


Kenaikan ini terjadi di tengah deflasi lima bulan beruntun yang terjadi sejak Mei-September 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Mei 2024 terjadi deflasi sebesar 0,03% secara bulanan (month to month/mtm). Kemudian pada Juni 2024 semakin dalam sebesar 0,08%. Pada Juli 2024 terus memburuk tembus 0,18%.

Pada Agustus 2024, angkanya kembali ke level 0,03%, kembali memburuk pada September 2024 sebesar 0,12%.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan tren utang yang meningkat merupakan salah satu tanda daya beli yang menurun. Dia menyebut total penyaluran pinjol selama enam tahun terakhir lebih dari Rp 700 triliun. Sebagian besar digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

“Sebagian besar untuk kebutuhan konsumsi yang berarti masyarakat terpaksa meminjam uang karena penghasilan tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup. Kemudian, deflasi disebabkan demand pull inflation-nya rendah. Artinya sisi permintaan belum bisa mendorong harga barang jasa naik,” kata Bhima kepada detikcom, dikutip Jumat (11/10/2024).

Adapun tanda daya beli lainnya, yakni disposable income terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita semakin turun. Menurutnya, hal ini menunjukkan uang yang bisa dibelanjakan masyarakat rata-rata menurun.

Selain itu, semakin banyak masyarakat bekerja di sektor informal, seperti ojek online atau kurir paket. Hal ini terjadi lantaran menyusutnya lapangan kerja formal, khususnya di sektor industri.

“⁠Bank Indonesia per Juli 2024 mencatat rata-rata tabungan rumah tangga tiap rekening bank tercatat senilai Rp 4,28 juta. Angka tersebut mengalami penurunan dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 6,3% (YoY). Indikator masyarakat makan tabungan,” terangnya.

Senada, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan transaksi pinjol, paylater, bahkan judi online (judol) meningkat pesat usai pandemi.

“Setelah pandemi fenomena peningkatan secara pesat kalau transaksi pinjaman online, paylater termasuk judi online. Susah untuk meng-counter bahwa kondisi sekarang
daya beli masyarakat tidak turun,” katanya kepada detikcom.

Selain itu, dia juga bilang indikator daya beli menurun, seperti jumlah tabungan mengalami penurunan, terutama di rekening di bawah Rp 100 juta. Menurutnya, 99% tabungan masyarakat Indonesia di bawah Rp 100 juta.

“Jumlah spending masyarakat kelas menengah itu turun. Dari range kelas menengah antara 2-10 juta ke kelas di bawah 2 juta. Turun hampir 10 juta orang. Ada juga upah riil di semester pertama 2024 tumbuh hanya 0,07%, angkanya bawah jauh di atas pertumbuhan ekonomi. Bahkan di tahun 2023 kontraksi, minus. Jadi, dari sekian banyak indikator bisa disimpulkan pemerintah perlu membalikkan keadaan,” imbuhnya.

(rrd/rrd)

Sumber : finance.detik.com

Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu

Ekonomi Lagi Sulit, Keuangan Orang RI Tertekan-Bergantung ke Pinjol


Jakarta

Keadaan ekonomi yang sulit semakin dirasakan semua generasi, mulai dari gen X, milenial, hingga gen Z. Hal ini dapat dilihat dari pengeluaran yang semakin bertambah dalam satu tahun terakhir.

Berdasarkan hasil survei lembaga riset YouGov Indonesia, sekitar 50% responden mengalami kenaikan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pokok (34%), pendidikan (25%), dan tabungan (24%).

“Lalu kita melihat generasi Gen X, sebetulnya sama. Mereka merasa 51 dari 2 bilang, ya, pengeluarannya lebih bertambah. Di mana kelihatan millennials di sini yang sedikit kelihatan lebih condong pengeluarannya. Lebih bertambah di 12 bulan terakhir,” kata General Manager YouGov Indonesia, Edward Hutasoit dalam ‘Media Briefing’ yang disiarkan secara daring, Kamis (19/6/2025).


Generasi Milenial dan gen X mencatat peningkatan belanja pada kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan dan listrik. Di sisi lain, Gen Z justru lebih banyak mengalokasikan pengeluaran untuk kategori gaya hidup, seperti kecantikan (21%) dan fesyen (20%).

“Sedangkan Gen Z, itu terlihat kalau pengeluaran itu lebih banyak untuk kebutuhan-kebutuhan personal mereka, menyediakan personal care, untuk beli-beli baju, atau makan di luar,” tambah Edward.

Pengeluaran yang makin bertambah, membuat setiap generasi memangkas pengeluaran di beberapa pos. Gen Z lebih banyak memangkas pengeluaran di kategori dasar seperti layanan kesehatan dan belanja kebutuhan pokok. Sementara generasi yang gen milenial dan gen X, lebih memilih mengurangi aktivitas konsumtif seperti makan di luar (23%) dan hiburan (19%). Milenial sendiri cenderung menahan pengeluaran untuk makanan siap saji, dan perjalanan internasional.

Makin Sering Pakai Pinjol

Untuk mengatasi kesulitan, Edward menilai masyarakat cenderung mengambil pinjaman. Bahkan, bagi mereka yang sudah mengambil pinjaman pun makin bertambah.

Berdasarkan layanan keuangan, sebanyak 36% responden menambah pinjaman di pinjol, 40% tidak merasa, dan 24% menurunkan jumlah pinjaman di pinjol.

“Jadi meminjam uang juga adalah sesuatu yang mereka salah satu opsi untuk mereka menghadapi kesulitan situasi ini. Kalau kita melihat, ada 36% yang merasa increase dalam peminjaman pinjol,” tutur Edward.

Selain pinjol, Edward menyebut sebanyak 27% yang juga mengalami peningkatan pinjaman di paylater, 50% responden tidak meningkatkan pinjaman, dan 23% responden menurunkan pinjaman di paylater.

Hal serupa juga terjadi bank, sebanyak 28% yang makin bertambah pinjamannya di bank. Edward menekankan survei ini diikuti oleh 2.067 responden, di mana berusia di atas 18 tahun serta basisnya yang memang sudah mempunyai pinjaman dalam setahun terakhir.

Apabila digolongkan lintas generasi, Edward menyebut gen X dan gen milenial lebih memilih pinjam uang ke teman atau keluarga. Sementara, gen Z cenderung menggunakan produk layanan keuangan, seperti kartu kredit.

Meski semakin meningkatnya pinjaman, sebanyak 70% responden merasa mampu membayar pinjaman tepat waktu. Kendati begitu, 20% masih merasa mengalami telat bayar dan 10% hanya mampu melunasi setengahnya.

“Sebetulnya 70% dari mereka sebetulnya enggak, mereka merasa saya selalu membayar on time dan selalu full. Tapi kita melihat memang ada sekitar 20% mengalami kesulitan telat bayar,” terang Edward.

Simak juga Video: Deputi Gubernur Senior BI Bicara Masa Depan Ekonomi RI

(rea/rrd)

Sumber : finance.detik.com

Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis uang dolar
ilustrasi sumber : unsplash.com / adam nir

Harga Bitcoin Tiba-tiba Terjun Bebas!


Jakarta

Pasar keuangan digital kripro kompak terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (16/12/2025). Penurunan harga terjadi pada Bitcoin (BTC) yang diikuti beberapa altcoin lainnya, seperti Ethereum, BNB, hingga Solana.

Mengutip dari data perdagangan Coinmarketcap hari ini, harga BTC melemah 4,44% selama 24 jam terakhir. BTC turun signifikan dari harga tertingginya di level US$ 89.945 atau sekitar Rp 1,50 miliar (asumsi kurs Rp 16.692) ke posisi US$ 85.595 atau sekitar Rp 1.42 miliar.

Jika ditarik pada perdagangan sepekan terakhir, pergerakan harga BTC turun signifikan setelah mencapai level US$ 94.350 atau sekitar Rp 1,54 miliar. Dalam sepekan, harga BTC tercatat melemah sebesar 4,79%.


Berdasarkan analisa Coinmarketcap, para investor BTC masih menanti laporan inflasi AS. Data inflasi ini disebut dapat menentukan tren harga BTC di sisa bulan Desember 2025. Adapun data yang dinanti mencakup penjualan ritel, klaim pengangguran, Indeks Harga Konsumen, hingga konsumsi rumah tangga.

Meski begitu, koreksi harga ini tidak hanya terjadi untuk mata uang BTC. Pelemahan yang sama juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang melemah 6,88% selama 24. ETH melemah dari harga tertingginya di level US$ 3.171 atau sekitar Rp 52,93 juta ke harga US$ 2.909 atau Rp 48,55 juta.

Kemudian untuk BNB melemah 4,16% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir. BNB turun dari harga tertingginya US$ 892,44 ke level US$ 852,34. Sementara untuk Solana (SOL) melemah 4,61% sepanjang 24 jam terakhir, dari harga tertinggi di posisi US$ 134,58 ke level US$ 125,91.

Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Ini Alasan Kamu Harus Pakai Tangga Beton Daripada Tangga Kayu di Rumah


Jakarta

Tangga merupakan fitur penting dalam rumah yang memiliki lantai bertingkat. Tangga menjadi akses penghubung antara satu lantai ke lantai lainnya.

Ada beragam material lantai yang biasanya digunakan. Hal ini bisa disesuaikan dengan konsep yang diusung pada rumah. Material tangga yang populer adalah tangga beton dan tangga kayu.

Lantas, manakah yang lebih baik di antara keduanya untuk rumahmu?


Fungsi Tangga

Pada umumnya, tangga berfungsi sebagai akses penghubung antarlantai pada rumah bertingkat. Namun, tangga juga bisa dijadikan elemen dekorasi yang bisa mempercantik rumah. Kamu bisa memasang karpet pada tangga dengan motif dan warna tertentu. Penambahan karpet ini tak hanya mencegah kamu dari terpeleset akibat tangga yang licin, tetapi juga bisa memperindah tampilan rumah.

Saat terjadinya bencana gempa bumi, tangga juga bisa menjadi akses darurat pada gedung-gedung bertingkat. Naik-turun tangga pun secara tidak langsung baik untuk kesehatan bagi kamu yang tidak memiliki waktu khusus untuk berolahraga.

Tangga Kayu atau Tangga Beton, Pilih Mana?

Selain bentuknya, material tangga juga penting untuk dipertimbangkan. Memilih antara tangga kayu atau tangga beton kadang kala membingungkan bagi pemilik rumah bertingkat.

Melansir Richfield Balcktop, Selasa (5/12/2023), berikut beberapa keunggulan tangga beton dibandingkan tangga kayu untuk dipasang di rumahmu.

1. Daya Tahan Material

Tangga beton unggul dalam hal daya tahan. Sifat-sifat inherent beton, seperti kekokohan dan ketahanannya terhadap cuaca ekstrem, menjadikannya pilihan yang bisa diandalkan di tengah tantangan iklim yang seringkali keras di Indonesia. Berbeda dengan kayu yang rentan terhadap pelapukan, tangga beton tetap kokoh dan tahan terhadap segala kondisi.

2. Tingkat Keamanan

Keamanan adalah hal yang tidak bisa diabaikan, terutama dalam memilih material untuk tangga rumah. Tangga beton memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap api. Di saat-saat darurat kebakaran, tangga beton tidak akan mudah tersambar kobaran api sehingga memberikan lapisan perlindungan krusial yang tidak bisa ditawarkan oleh tangga kayu yang mudah terbakar.

3. Kenyamanan

Tangga beton memberikan fleksibilitas untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Dengan penyelesaian tekstur pada permukaan, tangga beton lebih aman di kondisi basah atau hujan. Penambahan aksesoris, seperti pegangan dan pelindung juga memberikan lapisan dukungan ekstra, mengurangi risiko tergelincir dan memastikan pengalaman pengguna yang nyaman.

4. Biaya Jangka Panjang

Meskipun biaya awal tangga beton mungkin lebih tinggi, nilai jangka panjangnya tetap harus dipertimbangkan. Tangga beton membutuhkan perawatan minimal sehingga bisa hemat biaya perbaikan dan perawatan berkelanjutan yang sering diperlukan untuk tangga kayu. Investasi awal pada tangga beton berubah menjadi solusi yang tahan lama, rendah perawatan, dan menghasilkan pengembalian signifikan dalam jangka panjang.

5. Kondisi Cuaca

Terakhir adalah kondisi cuaca. Indonesia memiliki musim hujan dan kemarau yang tak luput dalam memengaruhi ketahanan struktur tangga. Tangga kayu rentan terhadap pelapukan dan licin saat basah. Hal ini bisa menyebabkan masalah yang serius. Sementara itu, tangga beton memiliki daya tahan dan keamanan yang lebih unggul sehingga menjadi pilihan yang lebih bijaksana dalam menghadapi kondisi cuaca..

Demikianlah penjelasan mengenai beberapa keunggulan tangga beton dibandingkan tangga kayu. Pemilihan antara tangga kayu dan tangga beton adalah keputusan penting yang memerlukan pertimbangan mendalam. Namun, berdasarkan beberapa pertimbangan yang telah disebutkan, tangga beton ternyata lebih unggul dibandingkan tangga kayu untuk dipasang di rumah bertingkatmu.

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Tips Dekor Tangga Rumah Biar Lebih Estetik


Jakarta

Tangga merupakan bagian penting bagi rumah yang memiliki lebih dari satu tingkat atau lantai. Fungsi utamanya adalah sebagai penghubung dan akses antarlantai. Namun, tangga nyatanya juga bisa menjadi pemanis tampilan rumah, lho!

Pada umumnya, tangga dibangun di dekat ruang tamu, ruang keluarga, atau area yang bisa dilihat oleh orang lain yang berkunjung ke rumah. Nah, penempatan tangga seperti inilah yang bisa dijadikan daya tarik tambahan bagi rumah.

Bagaimana cara mendekorasi tangga agar lebih estetik sehingga menjadi pemanis tampilan rumah? Melansir Wolipop dan Servicesutra, Rabu (7/2/2024), berikut tips mendekorasi tangga rumah agar lebih estetik.


Pasang Foto dan Hiasan Dinding

Area dinding di sekitar tangga rumah bisa kamu manfaatkan untuk memajang foto. Dengan penataan yang tepat, kamu bisa menciptakan galeri foto yang estetik di area tangga tersebut, lho!

Kamu juga bisa memasang hiasan dinding di area tangga tersebut. Hiasan tersebut bisa bermacam-macam, mulai dari lukisan, pajangan kain, jam dinding, makrame, wallpaper, hingga cermin.

Tempatkan Ornamen

Tangga umumnya memiliki area kosong di bagian sudutnya, terutama tangga yang berbentuk U dan L. Nah, area yang kosong ini bisa kamu dekorasi dengan berbagai macam ornamen, lho! Di area kosong ini, kamu bisa menempatkan ornamen, mulai dari guci, vas bunga, lemari kecil, hingga rak buku. Dengan penambahan ornamen yang cukup, area tangga akan tampak semakin cantik dan estetik.

Beri Pencahayaan

Jangan biarkan area tangga di rumahmu minim pencahayaan. Pemasangan lampu-lampu hias bisa membuat area tangga menjadi lebih cantik dan estetik. Kamu bisa memasang lampu-lampu tersebut, baik di langit-langit atau pegangan tangga. Jika tangga di rumahmu memiliki area kosong di bagian sudut, kamu juga bisa menaruh lampu berdiri dengan desain yang unik.

Pasang Karpet

Kamu juga bisa mendekorasi tangga dengan memasang karpet. Selain bisa mengatasi licin, karpet dengan desain dan motif yang unik bisa mempercantik tampilan rumah. Jangan lupa rutin membersihkan dan mengganti karpet agar tangga tetap dalam keadaan bersih dan estetik.

Demikianlah tips mendekorasi tangga di rumah agar lebih cantik dan estetik. Semoga informasinya bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Fungsikan Ruang Bawah Tangga, Ternyata Bisa buat Ini


Jakarta

Sadarkah kamu area di bawah tangga sebenarnya bisa saja diubah menjadi ruangan lagi? Meski awalnya berupa tembok, area ini bila dibobok dapat difungsikan untuk berbagai hal.

Jika ingin memaksimalkan area di dalam rumah, kamu bisa berkreasi dengan membangun ruangan atau tempat penyimpanan di bawah tangga. Tentunya dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan kekokohan tangga dan struktur bangunan rumah.

Melansir dari laman HGTV pada Minggu (14/4/2024), berikut ini beberapa cara kreatif menggunakan ruang bawah tangga yang bisa kamu coba.


1. Ruang Kerja

Ruang Kerja di Bawah Tangga PutihRuang Kerja di Bawah Tangga Putih Foto: Whit Preston

Ruang bawah tangga ternyata bisa kamu fungsikan sebagai ruang kerja. Hal ini sangat menarik apalagi dengan plafon miring pada ruang kerja menjadi keunikan tersendiri.

2. Kamar WC

Kamar Mandi di Bawah TanggaKamar Mandi di Bawah Tangga Foto: Designs Northwest Architects

Kamu juga bisa membuat kamar yang bukan untuk mandi melainkan hanya untuk buang air dan mencuci tangan. Tergantung pada ukuran ruang yang bisa dibuat di bawah tangga, kamu bisa mempertimbangkan hal ini.

3. Rak Buku

Rak Buku di Bawah Tangga PutihRak Buku di Bawah Tangga Putih Foto: Lynn Donaldson & Associates

Bagi pecinta buku, ruang bawah tangga cocok buat kamu fungsikan menjadi rak buku. Dengan begitu, kamu seakan-akan memiliki perpustakaan mini di rumah.

4. Ruang Rahasia

Kamu juga dapat membangun ruang rahasia di bawah tangga. Gunakan pintu kecil yang berpadu sempurna dengan panel pada tembok bawah tangga. Selain itu, ruangan ini bisa berfungsi sebagai gudang penyimpanan.

5. Tempat Penyimpananan

Laci Besar di Bawah TanggaLaci Besar di Bawah Tangga Foto: Red House Remodeling

Tambah tempat penyimpanan di dalam rumah dengan membuat laci-laci besar di area bawah tangga. Dengan demikian, rumah menjadi rapi karena berbagai barang dan pernak-pernik mempunyai tempat penyimpanan khusus ini.

6. Ruang Hewan Peliharaan

Nah, kalau ada anabul di rumah, ruang bawah tangga cocok dijadikan kamar kecil bagi mereka. Buatlah ruangan khusus hewan peliharaan yang dilengkapi dengan pintu kecil.

Itulah berbagai cara memfungsikan ruang bawah tangga untuk memaksimalkan area rumah. Semoga bermanfaat!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Bikin Tangga di Rumah Nggak Bisa Asal, Begini Pedomannya



Jakarta

Tangga merupakan salah satu bagian penting untuk rumah tingkat. Tak hanya digunakan sebagai alat untuk menghubungkan lantai 1 dan lantai 2, tangga juga bisa menambahkan nilai estetika di dalam rumah.

Namun, desain tangga pada rumah juga perlu diperhatikan karena jika tidak tepat justru bisa berbahaya. Kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan tangga adalah mengabaikan aspek-aspek penting dalam merancang tangga, terutama dalam perhitungan tinggi dan lebar anak tangga, serta ketidakkonsistenan tinggi tiap anak tangga.

Menurut Co-CEO dan Co-Founder Gravel, Georgi Ferdwindra Putra ukuran anak tangga memegang peran penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna di dalam rumah.


“Ideal tinggi anak tangga adalah 20-30 cm dengan lebar 15-20 cm. Setelah menentukan ukuran anak tangga, baru kita tentukan jumlah anak tangga, caranya adalah tinggi antar lantai dibagi tinggi anak tangga,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (24/4/2024).

Ia mencontohkan, misalnya tinggi antar lantai 3 meter dengan tinggi anak tangga 20 cm, maka jumlah anak tangga yang akan dibangun adalah 300 cm dibagi 20 cm yang hasilnya 15 anak tangga.

Dengan perhitungan yang ideal, bentuk tangga jadi ergonomis dan pengguna akan merasa lebih nyaman dan aman saat naik atau turun tangga. Selain itu, risiko tergelincir atau jatuh karena ukuran tangga yang tidak sesuai dapat dihindari.

Selain perhitungan ukuran tangga, bahan bangunan yang digunakan juga perlu diperhatikan karena bisa mempengaruhi keselamatan pengguna. Misalnya, jika tangga menggunakan lantai yang licin, maka dapat meningkatkan risiko tergelincir.

Tak hanya itu, terdapat beberapa faktor pendukung penting lainnya untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan estetika tangga, yaitu:
● Area yang tersedia untuk membangun tangga.
● Jumlah lalu lintas harian di tangga (penggunaan umum atau terbatas).
● Ketersediaan ruang samping untuk memberikan kenyamanan.
● Kegunaan bangunan (rumah tinggal, komersial, atau publik).
● Kestabilan dan keamanan struktur tangga.
● Kebutuhan aksesibilitas bagi orang dengan disabilitas (bila diperlukan).
● Gaya arsitektur dan desain interior yang diinginkan.
● Ergonomi dan kenyamanan pengguna selama penggunaan tangga.

Tangga yang dirancang dengan baik bukan hanya menciptakan akses yang nyaman, tetapi juga menjadi elemen yang menarik secara visual dalam desain bangunan. Dengan begitu, pengguna atau penghuni dapat merasa aman dan nyaman dalam menggunakan tangga tersebut.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tak Bisa Sembarangan, Begini 4 Cara Pilih Keramik yang Aman Untuk Tangga


Jakarta

Tangga adalah salah satu bagian penting di rumah yang menghubungkan lantai bawah dan atas. Setiap rumah yang menambah area di bagian atas pasti memiliki tangga sebagai akses paling mudah dan efisien. Namun, bentuk tangga yang menanjak dapat berbahaya jika pijakannya licin atau tidak kuat. Jika kamu memakai keramik sebagai alasnya, pastikan keramik yang dipasang aman untuk dipijak.

Biasanya pemakaian keramik pada tangga digunakan pada tangga beton. Sebab, dengan keramik tampilannya menjadi lebih rapih dan mudah dibersihkan.

Lalu, keramik yang digunakan pun tidak sembarangan, melainkan perlu dipilih yang tidak licin, memiliki motif yang sesuai dengan rumah, dan tahan lama karena tangga beton sulit untuk diperbaiki kembali apabila ada kerusakan. Mengutip dari Tile Giant, Rabu (29/5/2024) berikut cara pilih keramik tangga yang aman untuk tangga.


1. Selaras dengan Desain Ruangan Sekitar

Tangga di rumah biasanya diletakkan di tengah rumah atau di pojok. Kebanyakan tangga terlihat jelas dari segala sisi. Oleh sebab itu tangga harus memiliki ukuran, warna, motif, dan model yang selaras dengan ruangan di sekitarnya. Keramik bisa menonjolkan aspek kesesuaian tersebut dari tangga. Jika ruangan dominan warna putih, pilih warna-warna netral selain hitam pada keramik.

2. Pilih yang Bahannya Kuat

Fungsinya sebagai pijakan, keramik harus kuat menahan beban dan tidak mudah pecah. Dibanding bahan karpet, kayu, atau papan vinly, keramik bisa tahan sampai 20 tahun lebih jika dirawat dan dipasang dengan baik.

3. Pasang yang Tidak Licin atau Anti Selip

Sama seperti keramik di lantai yang datar, saat naik dan turun tangga terkadang kamu akan berlari terutama saat sedang buru-buru. Jika keramik yang dipilih tidak anti selip, kamu bisa tergelincir saat menginjaknya. Oleh karena itu, pilih keramik anti selip yang banyak dipakai di kamar mandi. Biasanya harganya lebih mahal daripada keramik biasanya, tetapi untuk keamanan, kualitas dan harganya sesuai.

4. Pakai Keramik yang Tidak Mudah Lecet

Tangga adalah bagian yang sulit diperbaiki, maka dari itu, keramik sebagai pelindung terluar harus memiliki bahan yang kokoh. Selain itu, sebisa mungkin tahan dari goresan pada permukaannya.

Goresan pada keramik merusak tampilan tangga dan saat dipijak membuat tekstur yang tidak nyaman. Salah satu jenis keramik tangga yang tidak mudah lecet adalah full body vitrified tiles yang terbuat dari bahan tanah liat atau porselin. Keramik jenis ini memiliki beberapa model dari yang tampilannya matte hingga berkilau seperti dilapisi kaca.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tarif Listrik Juli-September 2024 Tetap, Beli Token Rp 200.000 Dapat Berapa kWh?



Jakarta

Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik periode Juli-September 2024. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jisman P. Hutajulu mengungkapkan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga daya saing industri serta menjaga tingkat inflasi.

Sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 jo. Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2023, penyesuaian tarif tenaga listrik bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi dapat dilakukan setiap 3 bulan mengacu pada perubahan terhadap realisasi parameter ekonomi makro, yakni kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA).

Parameter ekonomi makro yang digunakan untuk Triwulan III Tahun 2024 adalah realisasi pada bulan Februari, Maret, dan April Tahun 2024, yaitu kurs sebesar Rp15.822,65/USD, ICP sebesar 83,83 USD/barrel, inflasi sebesar 0,38%, dan HBA sebesar 70 USD/ton sesuai kebijakan DMO Batubara.


“Berdasarkan empat parameter (kurs, ICP, inflasi dan HBA) seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik atau tariff adjustment bagi 13 golongan pelanggan mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Namun untuk menjaga daya saing dan mengendalikan inflasi, Pemerintah memutuskan tarif listrik tetap atau tidak naik,” ujar Jisman dalam keterangannya, dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Senin (1/7/2024).

Tak hanya itu, tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi juga tidak mengalami perubahan dan tetap diberikan subsidi listrik. Termasuk di dalamnya pelanggan sosial, rumah tangga miskin, industri kecil, dan pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Daftar Tarif listrik Juli-September 2024

1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, seharga Rp 1.352,00 per kWh.

2. Golongan R-1/TR daya 1.300 VA, seharga Rp 1.444,70 per kWh.

3. Golongan R-1/TR daya 2.200 VA, seharga Rp 1.444,70 per kWh.

4. Golongan R-2/TR daya 3.500 – 5.500 VA, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

5. Golongan R-3/TR daya 6.600 VA ke atas, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

6. Golongan B-2/TR daya 6.600 VA – 200 kVA, seharga Rp 1.444,70 per kWh.

7. Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA, seharga Rp 1.114,74 per kWh.

8. Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA, seharga Rp 1.114,74 per kWh.

9. Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas, seharga Rp 996,74 per kWh.

10. Golongan P-1/TR daya 6.600 VA – 200 kVA, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

11. Golongan P-2/TM daya di atas 200 kVA, seharga Rp 1.522,88 per kWh.

12. Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

13. Golongan L/TR, TM, TT, seharga Rp 1.644 per kWh.

Nah, bagi kamu yang ingin membeli token listrik atau menggunakan listrik pra-bayar bisa banget untuk mengecek besaran kWh yang didapatkan. Sebab, besaran yang didapatkan tidak sama dengan apa yang dibayarkan.

Misalnya, saat membeli token listrik Rp 200.000, token yang didapat tidak sampai Rp 200.000. Hal ini terjadi karena pengisian token listrik pra-bayar dikonversikan dalam bentuk kilowatt hour (kWh) sesuai tarif listrik yang berlaku, bukan dalam nominal Rupiah.

Tak hanya itu, pada saat pengisian token listrik juga terdapat biaya lain sehingga memotong sedikit jumlah kWh yang didapat. Dilansir dari situs resmi PLN, biaya tersebut adalah Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang sudah diatur oleh masing-masing pemerintah daerah. Adapun, tarif PPJ antara 3-10%.

Lantas, bagaimana penghitungan kWh yang didapat dari nominal token listrik yang dibeli?

Simulasi Penghitungan kWh yang Didapat dari Pembelian Token Listrik

Sebagai contoh, pelanggan membeli token listrik Rp 200.000 di wilayah Jakarta untuk rumah dengan daya listrik 1.300 VA. Apabila PPJ Jakarta adalah 3%, maka penghitungannya sebagai berikut.

Harga token = Rp 200.000
PPJ 3% = Rp 200.000 x 3% = Rp 6.000
Tarif dasar listrik = Rp 1.444,70 per kWh

Maka besaran token yang didapat:
(Rp 300.000 – Rp 9.000) : Rp 1.444,70 = 132,2 kWh

Jadi, dengan pembelian token Rp 200.000 untuk golongan 1.300 VA non-subsidi di Jakarta, daya listrik yang didapatkan sebesar 132,2 kWh.

Apabila pembelian token listrik melalui bank, harga tersebut belum termasuk biaya admin bank untuk setiap transaksi.

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga yang Baik Biar Sehat


Jakarta

Setiap rumah tentu menghasilkan sampah hingga menggunung dan dibuang untuk diangkut oleh petugas kebersihan. Sebenarnya sampah rumah tangga ini sebaiknya tidak langsung dibuang begitu saja, tetapi dikelola terlebih dahulu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno mengatakan sebagian besar masyarakat belum mengelola sampah rumah tangga dengan optimal. Hal ini karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah.

“Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikProperti, Rabu (10/7/2024).


Justru dengan mengelola sampah rumah tangga, masyarakat bisa merasakan manfaat seperti hasil penjualan sampah bernilai, lho! Lalu, pekarangan di rumah akan lebih subur karena bisa menghasilkan kompos dari hasil pengelolaan sampah.

Lalu, bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

1. Memilah Sampah Sesuai Kategori

Cara paling utama untuk mengelola sampah rumah tangga adalah memilah sampah sesuai kategori. Untuk kebutuhan rumah pada umumnya, Gulang menyarankan untuk memisahkan antara sampah organik, non organik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Ia menjelaskan sampah organik seperti dari sisa makanan dan dedaunan. Sedangkan sampah non organik merupakan benda-benda yang terbuat dari plastik, kaleng, kertas, atau karton.

2. Mengompos Sampah Organik

Untuk mengurangi pembuangan sampah organik, kamu bisa memisahkan sampah tersebut untuk dijadikan pupuk. Ia menyebutkan penggunaan komposter atau wadah untuk menyimpan sampah organik secara tertutup. Setelah beberapa hari dibiarkan, sampah akan menjadi pupuk.

“Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

3. Menjual Sampah Bernilai

Selain membiarkan pengepul atau petugas kebersihan mengangkut sampah untuk dikelola, kamu juga bisa menghasilkan ketika mengelola sampah. Sampah non organik yang memiliki nilai, seperti botol plastik, kertas, dan kaleng bisa dijual kalau diserahkan ke bank sampah.

“Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” jelasnya.

4. Mengurangi Produksi Sampah

Supaya sampah tidak cepat menumpuk di rumah, kamu bisa beralih memakai barang-barang yang tidak bersifat sekali pakai. Dengan begitu kamu dapat mengurangi beban sampah yang perlu dikelola.

“Untuk mengurangi sampah juga, menggunakan alat-alat yang sekiranya dapat digunakan kembali. Jadi bukan plastik tapi yang nanti bisa digunakan untuk beberapa kali. Tidak sekali pakai terus dibuang,” imbuhnya.

5. Buang Sampah Pada Tempatnya

Terakhir, pastikan kamu membuang sampah pada tempatnya. Jangan asal buang di taman, pinggir jalan, atau sungai. Akan lebih baik lagi jika menyiapkan beberapa tempat sampah sesuai kategorinya.

“Di setiap rumah tangga itu ada tempatnya sendiri-sendiri, organik, non organik, dan B3 itu kita tempatkan (dan) tandain. Kalau kita memiliki kesadaran membeli tempat sampah yang terpilah tersebut,” pungkas Gulang.

Itulah beberapa tips mengelola sampah rumah tangga dengan baik. Semoga bermanfaat!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com