Tag: tangga

  • Ini Alasan Kamu Harus Pakai Tangga Beton Daripada Tangga Kayu di Rumah


    Jakarta

    Tangga merupakan fitur penting dalam rumah yang memiliki lantai bertingkat. Tangga menjadi akses penghubung antara satu lantai ke lantai lainnya.

    Ada beragam material lantai yang biasanya digunakan. Hal ini bisa disesuaikan dengan konsep yang diusung pada rumah. Material tangga yang populer adalah tangga beton dan tangga kayu.

    Lantas, manakah yang lebih baik di antara keduanya untuk rumahmu?


    Fungsi Tangga

    Pada umumnya, tangga berfungsi sebagai akses penghubung antarlantai pada rumah bertingkat. Namun, tangga juga bisa dijadikan elemen dekorasi yang bisa mempercantik rumah. Kamu bisa memasang karpet pada tangga dengan motif dan warna tertentu. Penambahan karpet ini tak hanya mencegah kamu dari terpeleset akibat tangga yang licin, tetapi juga bisa memperindah tampilan rumah.

    Saat terjadinya bencana gempa bumi, tangga juga bisa menjadi akses darurat pada gedung-gedung bertingkat. Naik-turun tangga pun secara tidak langsung baik untuk kesehatan bagi kamu yang tidak memiliki waktu khusus untuk berolahraga.

    Tangga Kayu atau Tangga Beton, Pilih Mana?

    Selain bentuknya, material tangga juga penting untuk dipertimbangkan. Memilih antara tangga kayu atau tangga beton kadang kala membingungkan bagi pemilik rumah bertingkat.

    Melansir Richfield Balcktop, Selasa (5/12/2023), berikut beberapa keunggulan tangga beton dibandingkan tangga kayu untuk dipasang di rumahmu.

    1. Daya Tahan Material

    Tangga beton unggul dalam hal daya tahan. Sifat-sifat inherent beton, seperti kekokohan dan ketahanannya terhadap cuaca ekstrem, menjadikannya pilihan yang bisa diandalkan di tengah tantangan iklim yang seringkali keras di Indonesia. Berbeda dengan kayu yang rentan terhadap pelapukan, tangga beton tetap kokoh dan tahan terhadap segala kondisi.

    2. Tingkat Keamanan

    Keamanan adalah hal yang tidak bisa diabaikan, terutama dalam memilih material untuk tangga rumah. Tangga beton memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap api. Di saat-saat darurat kebakaran, tangga beton tidak akan mudah tersambar kobaran api sehingga memberikan lapisan perlindungan krusial yang tidak bisa ditawarkan oleh tangga kayu yang mudah terbakar.

    3. Kenyamanan

    Tangga beton memberikan fleksibilitas untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Dengan penyelesaian tekstur pada permukaan, tangga beton lebih aman di kondisi basah atau hujan. Penambahan aksesoris, seperti pegangan dan pelindung juga memberikan lapisan dukungan ekstra, mengurangi risiko tergelincir dan memastikan pengalaman pengguna yang nyaman.

    4. Biaya Jangka Panjang

    Meskipun biaya awal tangga beton mungkin lebih tinggi, nilai jangka panjangnya tetap harus dipertimbangkan. Tangga beton membutuhkan perawatan minimal sehingga bisa hemat biaya perbaikan dan perawatan berkelanjutan yang sering diperlukan untuk tangga kayu. Investasi awal pada tangga beton berubah menjadi solusi yang tahan lama, rendah perawatan, dan menghasilkan pengembalian signifikan dalam jangka panjang.

    5. Kondisi Cuaca

    Terakhir adalah kondisi cuaca. Indonesia memiliki musim hujan dan kemarau yang tak luput dalam memengaruhi ketahanan struktur tangga. Tangga kayu rentan terhadap pelapukan dan licin saat basah. Hal ini bisa menyebabkan masalah yang serius. Sementara itu, tangga beton memiliki daya tahan dan keamanan yang lebih unggul sehingga menjadi pilihan yang lebih bijaksana dalam menghadapi kondisi cuaca..

    Demikianlah penjelasan mengenai beberapa keunggulan tangga beton dibandingkan tangga kayu. Pemilihan antara tangga kayu dan tangga beton adalah keputusan penting yang memerlukan pertimbangan mendalam. Namun, berdasarkan beberapa pertimbangan yang telah disebutkan, tangga beton ternyata lebih unggul dibandingkan tangga kayu untuk dipasang di rumah bertingkatmu.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Dekor Tangga Rumah Biar Lebih Estetik


    Jakarta

    Tangga merupakan bagian penting bagi rumah yang memiliki lebih dari satu tingkat atau lantai. Fungsi utamanya adalah sebagai penghubung dan akses antarlantai. Namun, tangga nyatanya juga bisa menjadi pemanis tampilan rumah, lho!

    Pada umumnya, tangga dibangun di dekat ruang tamu, ruang keluarga, atau area yang bisa dilihat oleh orang lain yang berkunjung ke rumah. Nah, penempatan tangga seperti inilah yang bisa dijadikan daya tarik tambahan bagi rumah.

    Bagaimana cara mendekorasi tangga agar lebih estetik sehingga menjadi pemanis tampilan rumah? Melansir Wolipop dan Servicesutra, Rabu (7/2/2024), berikut tips mendekorasi tangga rumah agar lebih estetik.


    Pasang Foto dan Hiasan Dinding

    Area dinding di sekitar tangga rumah bisa kamu manfaatkan untuk memajang foto. Dengan penataan yang tepat, kamu bisa menciptakan galeri foto yang estetik di area tangga tersebut, lho!

    Kamu juga bisa memasang hiasan dinding di area tangga tersebut. Hiasan tersebut bisa bermacam-macam, mulai dari lukisan, pajangan kain, jam dinding, makrame, wallpaper, hingga cermin.

    Tempatkan Ornamen

    Tangga umumnya memiliki area kosong di bagian sudutnya, terutama tangga yang berbentuk U dan L. Nah, area yang kosong ini bisa kamu dekorasi dengan berbagai macam ornamen, lho! Di area kosong ini, kamu bisa menempatkan ornamen, mulai dari guci, vas bunga, lemari kecil, hingga rak buku. Dengan penambahan ornamen yang cukup, area tangga akan tampak semakin cantik dan estetik.

    Beri Pencahayaan

    Jangan biarkan area tangga di rumahmu minim pencahayaan. Pemasangan lampu-lampu hias bisa membuat area tangga menjadi lebih cantik dan estetik. Kamu bisa memasang lampu-lampu tersebut, baik di langit-langit atau pegangan tangga. Jika tangga di rumahmu memiliki area kosong di bagian sudut, kamu juga bisa menaruh lampu berdiri dengan desain yang unik.

    Pasang Karpet

    Kamu juga bisa mendekorasi tangga dengan memasang karpet. Selain bisa mengatasi licin, karpet dengan desain dan motif yang unik bisa mempercantik tampilan rumah. Jangan lupa rutin membersihkan dan mengganti karpet agar tangga tetap dalam keadaan bersih dan estetik.

    Demikianlah tips mendekorasi tangga di rumah agar lebih cantik dan estetik. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Fungsikan Ruang Bawah Tangga, Ternyata Bisa buat Ini


    Jakarta

    Sadarkah kamu area di bawah tangga sebenarnya bisa saja diubah menjadi ruangan lagi? Meski awalnya berupa tembok, area ini bila dibobok dapat difungsikan untuk berbagai hal.

    Jika ingin memaksimalkan area di dalam rumah, kamu bisa berkreasi dengan membangun ruangan atau tempat penyimpanan di bawah tangga. Tentunya dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan kekokohan tangga dan struktur bangunan rumah.

    Melansir dari laman HGTV pada Minggu (14/4/2024), berikut ini beberapa cara kreatif menggunakan ruang bawah tangga yang bisa kamu coba.


    1. Ruang Kerja

    Ruang Kerja di Bawah Tangga PutihRuang Kerja di Bawah Tangga Putih Foto: Whit Preston

    Ruang bawah tangga ternyata bisa kamu fungsikan sebagai ruang kerja. Hal ini sangat menarik apalagi dengan plafon miring pada ruang kerja menjadi keunikan tersendiri.

    2. Kamar WC

    Kamar Mandi di Bawah TanggaKamar Mandi di Bawah Tangga Foto: Designs Northwest Architects

    Kamu juga bisa membuat kamar yang bukan untuk mandi melainkan hanya untuk buang air dan mencuci tangan. Tergantung pada ukuran ruang yang bisa dibuat di bawah tangga, kamu bisa mempertimbangkan hal ini.

    3. Rak Buku

    Rak Buku di Bawah Tangga PutihRak Buku di Bawah Tangga Putih Foto: Lynn Donaldson & Associates

    Bagi pecinta buku, ruang bawah tangga cocok buat kamu fungsikan menjadi rak buku. Dengan begitu, kamu seakan-akan memiliki perpustakaan mini di rumah.

    4. Ruang Rahasia

    Kamu juga dapat membangun ruang rahasia di bawah tangga. Gunakan pintu kecil yang berpadu sempurna dengan panel pada tembok bawah tangga. Selain itu, ruangan ini bisa berfungsi sebagai gudang penyimpanan.

    5. Tempat Penyimpananan

    Laci Besar di Bawah TanggaLaci Besar di Bawah Tangga Foto: Red House Remodeling

    Tambah tempat penyimpanan di dalam rumah dengan membuat laci-laci besar di area bawah tangga. Dengan demikian, rumah menjadi rapi karena berbagai barang dan pernak-pernik mempunyai tempat penyimpanan khusus ini.

    6. Ruang Hewan Peliharaan

    Nah, kalau ada anabul di rumah, ruang bawah tangga cocok dijadikan kamar kecil bagi mereka. Buatlah ruangan khusus hewan peliharaan yang dilengkapi dengan pintu kecil.

    Itulah berbagai cara memfungsikan ruang bawah tangga untuk memaksimalkan area rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Tangga di Rumah Nggak Bisa Asal, Begini Pedomannya



    Jakarta

    Tangga merupakan salah satu bagian penting untuk rumah tingkat. Tak hanya digunakan sebagai alat untuk menghubungkan lantai 1 dan lantai 2, tangga juga bisa menambahkan nilai estetika di dalam rumah.

    Namun, desain tangga pada rumah juga perlu diperhatikan karena jika tidak tepat justru bisa berbahaya. Kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan tangga adalah mengabaikan aspek-aspek penting dalam merancang tangga, terutama dalam perhitungan tinggi dan lebar anak tangga, serta ketidakkonsistenan tinggi tiap anak tangga.

    Menurut Co-CEO dan Co-Founder Gravel, Georgi Ferdwindra Putra ukuran anak tangga memegang peran penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna di dalam rumah.


    “Ideal tinggi anak tangga adalah 20-30 cm dengan lebar 15-20 cm. Setelah menentukan ukuran anak tangga, baru kita tentukan jumlah anak tangga, caranya adalah tinggi antar lantai dibagi tinggi anak tangga,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (24/4/2024).

    Ia mencontohkan, misalnya tinggi antar lantai 3 meter dengan tinggi anak tangga 20 cm, maka jumlah anak tangga yang akan dibangun adalah 300 cm dibagi 20 cm yang hasilnya 15 anak tangga.

    Dengan perhitungan yang ideal, bentuk tangga jadi ergonomis dan pengguna akan merasa lebih nyaman dan aman saat naik atau turun tangga. Selain itu, risiko tergelincir atau jatuh karena ukuran tangga yang tidak sesuai dapat dihindari.

    Selain perhitungan ukuran tangga, bahan bangunan yang digunakan juga perlu diperhatikan karena bisa mempengaruhi keselamatan pengguna. Misalnya, jika tangga menggunakan lantai yang licin, maka dapat meningkatkan risiko tergelincir.

    Tak hanya itu, terdapat beberapa faktor pendukung penting lainnya untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan estetika tangga, yaitu:
    ● Area yang tersedia untuk membangun tangga.
    ● Jumlah lalu lintas harian di tangga (penggunaan umum atau terbatas).
    ● Ketersediaan ruang samping untuk memberikan kenyamanan.
    ● Kegunaan bangunan (rumah tinggal, komersial, atau publik).
    ● Kestabilan dan keamanan struktur tangga.
    ● Kebutuhan aksesibilitas bagi orang dengan disabilitas (bila diperlukan).
    ● Gaya arsitektur dan desain interior yang diinginkan.
    ● Ergonomi dan kenyamanan pengguna selama penggunaan tangga.

    Tangga yang dirancang dengan baik bukan hanya menciptakan akses yang nyaman, tetapi juga menjadi elemen yang menarik secara visual dalam desain bangunan. Dengan begitu, pengguna atau penghuni dapat merasa aman dan nyaman dalam menggunakan tangga tersebut.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Bisa Sembarangan, Begini 4 Cara Pilih Keramik yang Aman Untuk Tangga


    Jakarta

    Tangga adalah salah satu bagian penting di rumah yang menghubungkan lantai bawah dan atas. Setiap rumah yang menambah area di bagian atas pasti memiliki tangga sebagai akses paling mudah dan efisien. Namun, bentuk tangga yang menanjak dapat berbahaya jika pijakannya licin atau tidak kuat. Jika kamu memakai keramik sebagai alasnya, pastikan keramik yang dipasang aman untuk dipijak.

    Biasanya pemakaian keramik pada tangga digunakan pada tangga beton. Sebab, dengan keramik tampilannya menjadi lebih rapih dan mudah dibersihkan.

    Lalu, keramik yang digunakan pun tidak sembarangan, melainkan perlu dipilih yang tidak licin, memiliki motif yang sesuai dengan rumah, dan tahan lama karena tangga beton sulit untuk diperbaiki kembali apabila ada kerusakan. Mengutip dari Tile Giant, Rabu (29/5/2024) berikut cara pilih keramik tangga yang aman untuk tangga.


    1. Selaras dengan Desain Ruangan Sekitar

    Tangga di rumah biasanya diletakkan di tengah rumah atau di pojok. Kebanyakan tangga terlihat jelas dari segala sisi. Oleh sebab itu tangga harus memiliki ukuran, warna, motif, dan model yang selaras dengan ruangan di sekitarnya. Keramik bisa menonjolkan aspek kesesuaian tersebut dari tangga. Jika ruangan dominan warna putih, pilih warna-warna netral selain hitam pada keramik.

    2. Pilih yang Bahannya Kuat

    Fungsinya sebagai pijakan, keramik harus kuat menahan beban dan tidak mudah pecah. Dibanding bahan karpet, kayu, atau papan vinly, keramik bisa tahan sampai 20 tahun lebih jika dirawat dan dipasang dengan baik.

    3. Pasang yang Tidak Licin atau Anti Selip

    Sama seperti keramik di lantai yang datar, saat naik dan turun tangga terkadang kamu akan berlari terutama saat sedang buru-buru. Jika keramik yang dipilih tidak anti selip, kamu bisa tergelincir saat menginjaknya. Oleh karena itu, pilih keramik anti selip yang banyak dipakai di kamar mandi. Biasanya harganya lebih mahal daripada keramik biasanya, tetapi untuk keamanan, kualitas dan harganya sesuai.

    4. Pakai Keramik yang Tidak Mudah Lecet

    Tangga adalah bagian yang sulit diperbaiki, maka dari itu, keramik sebagai pelindung terluar harus memiliki bahan yang kokoh. Selain itu, sebisa mungkin tahan dari goresan pada permukaannya.

    Goresan pada keramik merusak tampilan tangga dan saat dipijak membuat tekstur yang tidak nyaman. Salah satu jenis keramik tangga yang tidak mudah lecet adalah full body vitrified tiles yang terbuat dari bahan tanah liat atau porselin. Keramik jenis ini memiliki beberapa model dari yang tampilannya matte hingga berkilau seperti dilapisi kaca.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tarif Listrik Juli-September 2024 Tetap, Beli Token Rp 200.000 Dapat Berapa kWh?



    Jakarta

    Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik periode Juli-September 2024. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jisman P. Hutajulu mengungkapkan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga daya saing industri serta menjaga tingkat inflasi.

    Sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 jo. Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2023, penyesuaian tarif tenaga listrik bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi dapat dilakukan setiap 3 bulan mengacu pada perubahan terhadap realisasi parameter ekonomi makro, yakni kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA).

    Parameter ekonomi makro yang digunakan untuk Triwulan III Tahun 2024 adalah realisasi pada bulan Februari, Maret, dan April Tahun 2024, yaitu kurs sebesar Rp15.822,65/USD, ICP sebesar 83,83 USD/barrel, inflasi sebesar 0,38%, dan HBA sebesar 70 USD/ton sesuai kebijakan DMO Batubara.


    “Berdasarkan empat parameter (kurs, ICP, inflasi dan HBA) seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik atau tariff adjustment bagi 13 golongan pelanggan mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Namun untuk menjaga daya saing dan mengendalikan inflasi, Pemerintah memutuskan tarif listrik tetap atau tidak naik,” ujar Jisman dalam keterangannya, dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Senin (1/7/2024).

    Tak hanya itu, tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi juga tidak mengalami perubahan dan tetap diberikan subsidi listrik. Termasuk di dalamnya pelanggan sosial, rumah tangga miskin, industri kecil, dan pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

    Daftar Tarif listrik Juli-September 2024

    1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, seharga Rp 1.352,00 per kWh.

    2. Golongan R-1/TR daya 1.300 VA, seharga Rp 1.444,70 per kWh.

    3. Golongan R-1/TR daya 2.200 VA, seharga Rp 1.444,70 per kWh.

    4. Golongan R-2/TR daya 3.500 – 5.500 VA, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

    5. Golongan R-3/TR daya 6.600 VA ke atas, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

    6. Golongan B-2/TR daya 6.600 VA – 200 kVA, seharga Rp 1.444,70 per kWh.

    7. Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA, seharga Rp 1.114,74 per kWh.

    8. Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA, seharga Rp 1.114,74 per kWh.

    9. Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas, seharga Rp 996,74 per kWh.

    10. Golongan P-1/TR daya 6.600 VA – 200 kVA, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

    11. Golongan P-2/TM daya di atas 200 kVA, seharga Rp 1.522,88 per kWh.

    12. Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

    13. Golongan L/TR, TM, TT, seharga Rp 1.644 per kWh.

    Nah, bagi kamu yang ingin membeli token listrik atau menggunakan listrik pra-bayar bisa banget untuk mengecek besaran kWh yang didapatkan. Sebab, besaran yang didapatkan tidak sama dengan apa yang dibayarkan.

    Misalnya, saat membeli token listrik Rp 200.000, token yang didapat tidak sampai Rp 200.000. Hal ini terjadi karena pengisian token listrik pra-bayar dikonversikan dalam bentuk kilowatt hour (kWh) sesuai tarif listrik yang berlaku, bukan dalam nominal Rupiah.

    Tak hanya itu, pada saat pengisian token listrik juga terdapat biaya lain sehingga memotong sedikit jumlah kWh yang didapat. Dilansir dari situs resmi PLN, biaya tersebut adalah Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang sudah diatur oleh masing-masing pemerintah daerah. Adapun, tarif PPJ antara 3-10%.

    Lantas, bagaimana penghitungan kWh yang didapat dari nominal token listrik yang dibeli?

    Simulasi Penghitungan kWh yang Didapat dari Pembelian Token Listrik

    Sebagai contoh, pelanggan membeli token listrik Rp 200.000 di wilayah Jakarta untuk rumah dengan daya listrik 1.300 VA. Apabila PPJ Jakarta adalah 3%, maka penghitungannya sebagai berikut.

    Harga token = Rp 200.000
    PPJ 3% = Rp 200.000 x 3% = Rp 6.000
    Tarif dasar listrik = Rp 1.444,70 per kWh

    Maka besaran token yang didapat:
    (Rp 300.000 – Rp 9.000) : Rp 1.444,70 = 132,2 kWh

    Jadi, dengan pembelian token Rp 200.000 untuk golongan 1.300 VA non-subsidi di Jakarta, daya listrik yang didapatkan sebesar 132,2 kWh.

    Apabila pembelian token listrik melalui bank, harga tersebut belum termasuk biaya admin bank untuk setiap transaksi.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga yang Baik Biar Sehat


    Jakarta

    Setiap rumah tentu menghasilkan sampah hingga menggunung dan dibuang untuk diangkut oleh petugas kebersihan. Sebenarnya sampah rumah tangga ini sebaiknya tidak langsung dibuang begitu saja, tetapi dikelola terlebih dahulu.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno mengatakan sebagian besar masyarakat belum mengelola sampah rumah tangga dengan optimal. Hal ini karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah.

    “Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikProperti, Rabu (10/7/2024).


    Justru dengan mengelola sampah rumah tangga, masyarakat bisa merasakan manfaat seperti hasil penjualan sampah bernilai, lho! Lalu, pekarangan di rumah akan lebih subur karena bisa menghasilkan kompos dari hasil pengelolaan sampah.

    Lalu, bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga? Yuk, simak ulasan berikut ini.

    Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

    1. Memilah Sampah Sesuai Kategori

    Cara paling utama untuk mengelola sampah rumah tangga adalah memilah sampah sesuai kategori. Untuk kebutuhan rumah pada umumnya, Gulang menyarankan untuk memisahkan antara sampah organik, non organik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

    Ia menjelaskan sampah organik seperti dari sisa makanan dan dedaunan. Sedangkan sampah non organik merupakan benda-benda yang terbuat dari plastik, kaleng, kertas, atau karton.

    2. Mengompos Sampah Organik

    Untuk mengurangi pembuangan sampah organik, kamu bisa memisahkan sampah tersebut untuk dijadikan pupuk. Ia menyebutkan penggunaan komposter atau wadah untuk menyimpan sampah organik secara tertutup. Setelah beberapa hari dibiarkan, sampah akan menjadi pupuk.

    “Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

    3. Menjual Sampah Bernilai

    Selain membiarkan pengepul atau petugas kebersihan mengangkut sampah untuk dikelola, kamu juga bisa menghasilkan ketika mengelola sampah. Sampah non organik yang memiliki nilai, seperti botol plastik, kertas, dan kaleng bisa dijual kalau diserahkan ke bank sampah.

    “Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” jelasnya.

    4. Mengurangi Produksi Sampah

    Supaya sampah tidak cepat menumpuk di rumah, kamu bisa beralih memakai barang-barang yang tidak bersifat sekali pakai. Dengan begitu kamu dapat mengurangi beban sampah yang perlu dikelola.

    “Untuk mengurangi sampah juga, menggunakan alat-alat yang sekiranya dapat digunakan kembali. Jadi bukan plastik tapi yang nanti bisa digunakan untuk beberapa kali. Tidak sekali pakai terus dibuang,” imbuhnya.

    5. Buang Sampah Pada Tempatnya

    Terakhir, pastikan kamu membuang sampah pada tempatnya. Jangan asal buang di taman, pinggir jalan, atau sungai. Akan lebih baik lagi jika menyiapkan beberapa tempat sampah sesuai kategorinya.

    “Di setiap rumah tangga itu ada tempatnya sendiri-sendiri, organik, non organik, dan B3 itu kita tempatkan (dan) tandain. Kalau kita memiliki kesadaran membeli tempat sampah yang terpilah tersebut,” pungkas Gulang.

    Itulah beberapa tips mengelola sampah rumah tangga dengan baik. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Alasan Kamu Perlu Mulai Kelola Sampah Rumah Tangga


    Jakarta

    Kebanyakan masyarakat Indonesia masih asal membuang sampah rumah tangga tanpa memilahnya sesuai kategori. Padahal, mengelola sampah itu penting bagi lingkungan hidup, serta dapat menguntungkan penghuni rumah.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno mengatakan pengelolaan sampah rumah tangga di masyarakat belum optimal. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengelola sampah masih kurang.

    Lantas, mengapa kita perlu mengelola sampah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Mengelola Sampah Rumah Tangga

    1. Menjaga Lingkungan Hidup

    “Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikcom, Rabu (10/7/2024).

    Gulang menjelaskan sampah harus dibuang pada tempat semestinya agar tidak mengganggu ekosistem atau aktivitas manusia. Ia mengaku mendapat keluhan ada sampah di sungai dan taman, sehingga mengganggu orang-orang sekitar serta mencemari lingkungan.

    Selain itu, sampah perlu dipilah berdasarkan kategorinya, seperti organik, non organik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Hal ini untuk memudahkan pengelolaan sampah lanjutan, baik untuk didaur ulang maupun dikompos.

    2. Menghasilkan Uang

    Selain lebih baik untuk lingkungan, memilah sampah bisa menjadi penghasilan tambahan untuk rumah tangga. Kamu bisa memisahkan sampah yang masih bernilai dan dapat didaur ulang, seperti botol plastik, kaleng, hingga kertas.

    “Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” jelasnya.

    3. Membuat Kompos untuk Tanaman di Rumah

    Sampah rumah tangga juga bisa dimanfaatkan menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman di rumah. Siapkan wadah tertutup atau komposter untuk menyimpan sampah sisa makanan atau dedaunan dan ranting dari pekarangan. Setelah beberapa hari atau minggu, sampah organik tersebut bisa menjadi pupuk.

    “Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

    Itulah beberapa alasan untuk mulai mengelola sampah rumah tangga dengan baik. Pastikan kamu menyiapkan beberapa tempat sampah untuk setiap kategori ya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bangun Kos-kosan Hemat & Minim Perawatan Supaya Makin Cuan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan cukup digemari masyarakat Indonesia, terlebih sebagai usaha semasa pensiun. Bangunan kos-kosan pun menjadi komponen utama untuk menjalankan bisnis ini.

    Pemilik yang menginginkan untung lebih perlu memutar otak bagaimana membuat kos-kosan yang hemat. Beberapa upayanya bisa dengan menekan biaya pembangunan dan perawatan rumah kos-kosan.

    Arsitek Andy Rahman dari Andyrahman Architect mengungkapkan caranya membangun rumah kos-kosan yang minim perawatan seperti dalam proyek Biophilic Boarding House di Surabaya. Ia membagikan testimoni kliennya setelah beberapa tahun menjalankan bisnis kos-kosan dengan bangunan tersebut.


    “Dari semua kos-kosan yang dia punya, lima di situ, beliau menyampaikan bahwa yang paling menguntungkan dari semua kos-kosan yang sudah dibangun dan kami desain itu adalah Rumah Kos Keputih kecil itu (Biophilic Boarding House),” ujar Andy kepada detikcom belum lama ini.

    Ia menyebut rumah kos-kosan tersebut memiliki lahan paling kecil, tetapi jumlah kamarnya melebihi ekspektasi, yaki 13 kamar. Kemudian, konsep rumah dibuat low maintenance atau minim perawatan, sehingga menjadi lebih menguntungkan dari segi bisnis.

    Lalu, seperti apa rumah kos-kosan minim perawatan ini? Simak ulasan berikut ini.

    Tips Bikin Kos-kosan Hemat

    1. Memilih Material Terjangkau

    “Kos-kosan ini sebetulnya memakai material biasa, jadi bata exposed (yaitu) bata biasa yang harganya juga murah kita biarkan exposed. Kemudian, kita juga memakai teknik semen, (seperti) semen roll, semen plester, (dan) semen aci untuk finishing interiornya, sehingga tidak perlu dicat,”

    Kita juga memakai beberapa elemen seperti besi expanded metal sheet, kemudian besi metal perforated, lalu besi pipa air untuk railing, untuk partisi dan lain sebagainya, jadi begitu

    2. Meminimalisir Pengecatan

    “Kita memakai raw material, exposed material, jadi tidak memakai cat sama sekali kecuali plafon yang kita cat warna putih. Selain itu, semuanya warna material (asli),” katanya.

    Andy mengaku tidak banyak mengecat rumah dan furniture, tetapi hanya bagian plafon saja. Hal ini membuat bangunan kos-kosan tidak perlu banyak dirawat, sehingga menghemat biaya perawatan.

    “Rumah ini jadinya nggak perlu di-maintenance, karena material-material dengan warna alami tadi itu semakin kena panas (dan) hujan semakin eksotis. Nggak perlu setiap 2-3 tahun dicat ulang,” tuturnya.

    Bahkan, cat putih pada plafon sejak berdiri pada tahun 2015 hingga sekarang belum pernah dicat ulang.

    3. Manfaatkan Semua Ruang

    Andy mengungkapkan salah satu tantangan membangun kos-kosan tersebut karena lahan terbatas berukuran 8×15 meter atau seluas 120 meter persegi. Ia memastikan untuk memaksimalkan penggunaan setiap ruang.

    “Kami coba mengoptimalkan semua space yang ada. Jadi di bawah tangga itu kita pakai untuk kamar mandi sama gudang. Kemudian, di lantai atas kita optimalkan untuk area service sekaligus tempat duduk-duduk,” jelasnya.

    Mengingat kebutuhan ruang sangat banyak, maka tidak memungkinkan membuat atap. Ia cenderung memfungsikan atap dengan cara membuatnya berupa dak beton.

    4. Kamar Mandi Luar

    Dengan keterbatasan ruang dan kebutuhan kamar tidur yang banyak, Andy mendesain kos-kosan dengan kamar mandi luar. Terdapat dua kamar mandi di lantai satu dan dua kamar mandi di lantai atas.

    5. Hemat Energi

    Kemudian, desain kos-kosan dibuat agar sirkulasi udara dan sinar matahari bisa masuk dengan lebih optimal. Mulai dari penggunaan roster, jendela di setiap kamar, dan ruang terbuka. Hal ini akan membantu mengurangi penggunaan AC di kos-kosan.

    “Kos-kosan ini punya banyak bukaan, dindingnya bernapas, sirkulasi udaranya berjalan di tiap kamar, dan lebih hemat energi sebetulnya,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Maksimalkan Ruang di Rumah Kecil, Bisa Bikin Tempat Penyimpanan ‘Rahasia’


    Jakarta

    Mengatur rumah kecil cukup menantang, apalagi kalau kamu memiliki banyak barang. Kamu perlu memutar otak agar setiap barang membuat tempat penyimpanan khusus supaya rumah rapi dan teratur.

    Jangan khawatir, ada banyak cara mengakali rumah kecil agar dapat menampung harta bendamu. Bahkan, kamu bisa membuat tempat penyimpanan tersembunyi atau rahasia yang estetik, lho.

    Lalu, bagaimana cara memaksimalkan ruang terbatas di rumah? Yuk simak tipsnya berikut ini.


    Cara Maksimalkan Ruang di Rumah Kecil

    1. Hilangkan Ruangan Tak Terpakai

    Jika punya rumah kecil, kamu bisa membuat ruang tambahan dengan menghilangkan ruangan yang tidak diperlukan. Seperti yang dilakukan pemilik Rumah Semak, Dwi Prasetyo yang menghilangkan ruang tamu di rumahnya.

    Ia mengaku jarang menerima tamu dan lebih memilih menjamu tamu di ruang keluarga atau area meja makan. Dwi menghilangkan ruang tamu untuk memperluas lantai bawah agar dapat berkonsep open plan dan tidak bersekat.

    Lalu, ia juga membuat ruang serbaguna atau gudang untuk menyimpan berbagai barang, termasuk benda-benda yang dibutuhkan ketika keluar rumah.

    “Rumah semak itu tidak ada ruangan tamu, adanya living room dan sebagainya, jadi kita gunakan yang sebagai tempat fungsional. Nah, ini jadi gudang serbaguna jadinya di sini. Jadi kan kadang buat taruh jaket, taruh sandal, sepatu, topi, (dan) kunci-kunci kita taruh di sini. Dan pokoknya barang-barang yang fast moving yang tiap hari kita pakai,” ujar Dwi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    2. Manfaatkan Celah Rumah

    Rumah SemakRumah Semak Foto: 20detik

    Kemudian, kamu dapat memanfaatkan celah-celah di rumah, seperti ruang di bawah tangga. Ada banyak ruang di bawah tangga yang bisa kamu buatkan rak, lemari, bahkan ruang rahasia.

    Dwi memanfaatkan area bawah tangga dekat dapurnya untuk menaruh microwave, dispenser air, hingga bahan makanan.

    “Biar (area dapur) kelihatan agak luas makanya kita tidak taruh storage di atas. Jadi hanya buat pajangan aja. Nah, storage-nya itu kita pindahkan di bawah tangga ini. Makanya kita buat ada kayak storage rahasia di bawah tangga sini,” ungkapnya.

    3. Sembunyikan Barang di Bawah Lantai

    Rumah SemakRumah Semak Foto: 20detik

    Siapa sangka, kamu bisa menyembunyikan barang seperti peralatan atau mesin di bawah lantai, lho! Dwi memanfaatkan setiap ruang di rumahnya, termasuk lantai di area taman indoor untuk menyimpan dan menyembunyikan barang.

    Lantai taman indoor tersebut terbuat dari kayu. Ia pun membuat tempat khusus di bawah lantai dekat kolam ikan untuk menyembunyikan filter air kolam. Cara ini efektif untuk membuat rumah terlihat rapi dan estetik.

    Demikian cara memaksimalkan ruang terbatas di rumah kecil. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com