Tag: tangga

  • 5 Inspirasi Dekorasi Tangga Depan Rumah yang Ciamik


    Jakarta

    Tangga pada bagian depan rumah tidak hanya fungsional tetapi juga bisa menjadi tambahan dekorasi. Desain tangga yang menarik bisa membuat rumah tampak serasi.

    Ada berbagai cara untuk membuat tangga tampak menarik sehingga baik pemilik rumah maupun tamu tidak merasa bosan. Dilansir dari The Spruce, berikut ini beberapa inspirasi tangga agar bagian depan rumah menjadi lebih menarik dan indah.

    Lapisi dengan Kayu

    RumahIlustrasi tangga depan rumah dilapisi kayu. Foto: Getty Images/Thomas Northcut

    Jika tangga depan rumah terbuat dari beton, melapisinya dengan kayu bisa menjadi pilihan agar rumah terasa lebih hangat dan homey. Tak hanya itu, melapisi tangga depan rumah dengan kayu bisa menyamarkan kotoran dan noda dibandingkan dengan anak tangga berwarna putih murni.


    Gunakan Ubin

    Brown tiled steps leading to a white door with white railing and green plants. Outdoor architecture photographyTangga depan rumah pakai ubin. photography Foto: Getty Images/Andrey Zhuravlev

    Melapisi tangga dengan ubin bermotif bisa meningkatkan estetika rumah. Memilih warna yang berani atau yang lebih netral akan tetap menciptakan suasana yang menawan.

    Tambahkan Lampu

    stairs on the square or on the route.  building terrace with backlight. light led strip. light tubes illuminate the bottom of the stairs so that people don't trip over when they go at night, underpath, included, dance club, disco, cabaretTangga depan rumah pakai lampu. Foto: Getty Images/beekeepx

    Menambahkan lampu pada tangga depan rumah bisa membantu penghuni agar tidak jatuh ketika naik turun tangga pada malam hari. Selain itu, keberadaan lampu juga bisa membuat rumah tampak tampak indah pada malam hari.

    Tambahkan Railing Tangga

    Traditional house in the historic Silk Stocking District in Galveston, Texas, USA on a cloudy day.railing pada tangga depan rumah. Foto: Getty Images/benedek

    Memasang pegangan atau railing tangga akan memudahkan penghuni maupun tamu untuk keluar masuk rumah terutama jika ada anak-anak, lansia, atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

    Tambahkan Tanaman

    Fort Langley,British Columbia, Canada- October 2,2017: Front entrance to Modern Shingle and stone style home. Autumn flowers and arrangements on stairs,porch and door.Tanaman pada tangga depan rumah. Foto: Getty Images/Solidago

    Menambahkan tanaman di setiap undakan tangga bisa menjadi pilihan untuk mempercantik bagian luar rumah. Pilih beberapa tanaman outdoor yang ingin dipajang, campurkan beberapa jenis tanaman untuk menciptakan suasana yang unik.

    Itulah beberapa inspirasi dekorasi tangga depan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kelebihan Tinggal di Apartemen, Nggak Kalah Nyaman dari Rumah Tapak


    Jakarta

    Banyak orang masih mempertanyakan apa kelebihan dari tinggal di apartemen. Padahal apartemen sama seperti rumah tapak pada umumnya yakni menjadi tempat tinggal yang nyaman dengan berbagai fasilitasnya.

    Hunian vertikal ini banyak ditemui di kota-kota besar sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan. Selain keterbatasan lahan, harga tanah di perkotaan juga sudah tinggi sehingga bagi beberapa orang yang penghasilan per bulannya UMR atau kurang dari itu, sepertinya sulit untuk membeli rumah tapak yang layak di tengah perkotaan.

    Apartemen dan hotel adalah bentuk rumah yang berbeda. Jadi saat mempertimbangkan membeli apartemen, jangan berfikir seakan hidup di hotel karena dari segi harga, fasilitas, dan bentuk unitnya pun berbeda.


    Untuk lebih jelasnya, dilansir Mint Homes, berikut beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang perlu detikers ketahui.

    1. Lokasi Strategis

    Keuntungan pertama yang jarang orang sadari adalah lokasi apartemen di perkotaan sangat strategis, melebih rumah tapak. Saat ini banyak hunian yang dibangun dengan konsep transit oriented development (TOD) di mana hunian akan dibangun menempel dengan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Sebab, apartemen tidak perlu benar-benar berdiri di atas tanah. Banyak apartemen berdiri di atas mal, stasiun, atau bahkan bercampur dengan gedung perkantoran dan hotel. Oleh karena itu, lokasinya bisa di tengah kota dan dekat dengan pusat-pusat bisnis, hiburan, dan keramaian.

    2. Fasilitas Lengkap

    Meskipun tidak ada halaman seperti di rumah tapak, jangan membayangkan tinggal di apartemen seperti hidup di penjara karena tentu tidak demikian. Pengembang tidak hanya memikirkan konsep hunian yang nyaman melainkan fasilitas yang dapat menunjang gaya hidup penghuninya. Fasilitas yang disediakan pun beragam dan kebanyakan gratis untuk penghuni apartemen seperti terdapat gym, kolam renang, taman, dan lapangan basket atau bola. Lokasinya yang strategis juga menguntungkan penghuni ketika berangkat kerja, berbelanja, atau ke rumah sakit.

    3. Pemeliharaan Mudah

    Saat tinggal di rumah tapak, hal yang mungkin saja terjadi adalah atap bocor, rembes, atau banjir. Dengan tinggal di apartemen, risiko seperti itu akan minim sekali terjadi. Lokasinya yang tinggi tentu akan melindungi apartemen dari banjir. Selain itu, apartemen memiliki pengurus khusus yang bertanggung jawab dalam manajemen apartemen. Setiap fasilitas di apartemen akan dirawat oleh manajemen termasuk lift, tangga, dan fasilitas penunjang. Berbeda halnya dengan tinggal di rumah yang perlu dirawat halaman dan eksterior rumahnya supaya tampak rapi.

    4. Keamanan Terjamin

    Sama seperti perumahan, apartemen juga memiliki petugas keamanan di depan. Lalu, bentuk keamanan lainnya adalah akses lift yang terbatas. Hanya penghuni apartemen yang memegang kartu akses saja yang bisa ke atas. Biasanya untuk tamu yang ingin berkunjung harus menunggu di lobby hingga penghuninya menjemput di bawah. Lalu, di setiap sudut sudah terpasang CCTV sehingga semua pergerakan di dalam gedung terekam.

    5. Ukuran

    Lalu, banyak juga yang memandang sebelah mata ukuran apartemen. Saat ini banyak apartemen yang ukurannya setara bangunan rumah tapak, bahkan ada pula yang besar. Ruangannya bukan seperti hotel yang langsung tempat tidur, apartemen ada yang susunannya seperti rumah biasanya dengan sekat pada kamar, dapur, kamar mandi. Ukuran ini sangat cocok untuk keluarga dengan anggota 2-8 orang, tergantung pada tipe apartemen yang dibeli.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma di RI, Ini Deretan Mitos Aneh soal Sapu di Berbagai Negara



    Jakarta

    Pernah mendengar soal mitos larangan menyapu di rumah pada malam hari? Katanya menyapu malam hari bisa bawa sial. Mitos itu diwariskan dari orang tua secara turun-temurun.

    Dalam filsafat Yunani, mitos berasal dari kata myth yang artinya dongeng. Mitos suka dikaitkan dengan hal gaib karena pada awalnya manusia menggunakan ilmu gaib untuk menyelesaikan persoalan hidup. Sejatinya, mitos hanya disampaikan dari mulut ke mulut sehingga sulit diperiksa kebenarannya (Nasrimi, 2021).

    Mitos dapat beredar ke seluruh aspek kehidupan manusia, seperti dalam persoalan bersih-bersih. Dikutip dari Apartment Therapy, Minggu (25/05/2025), mitos menyapu di malam hari dapat mendatangkan nasib buruk. Hal ini karena dahulu sebelum ada listrik, menyapu di malam hari dengan cahaya yang minim bisa menyeret barang-barang mahal, seperti cincin atau anting.


    Selain menyapu pada malam hari, ini mitos unik lain yang juga berkembang di berbagai wilayah soal bersih-bersih.

    Jangan Membawa Sapu Lama ke Rumah Baru

    Pindah dari rumah lama ke rumah baru artinya membawa serta barang-barang dari rumah lama. Namun, jika membawa sapu yang lama ke rumah baru maka dipercaya dapat membawa nasib buruk.

    Jangan Menyapu pada Malam Tahun Baru

    Mitos yang juga unik dari Filipina adalah tradisi tidak pernah menyapu atau membuang apapun pada malam atau saat hari tahun baru. Hal ini dilakukan untuk menghindari hilangnya keberuntungan di sisa tahun. Oleh karena itu, jika mau membersihkan rumah maka lakukan sebelum akhir tahun.

    Hati-Hati Saat Menyimpan Sapu

    Di Malaysia, ada mitos bahwa jangan biarkan sapu menyentuh lantai saat tidak digunakan. Maka, sapu harus digantung di dinding karena sapu membawa keberuntungan dalam rumah tangga. Sapu juga tidak boleh ditumpuk bersama-sama saat digantung karena dipercaya dapat menimbulkan pertengkaran dalam keluarga.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Hanya Toilet, Ini yang Tidak Dianjurkan Dalam Menata Kamar Menurut Islam



    Jakarta

    Kamar tidur merupakan salah satu area di rumah yang bersifat sangat privasi. Hal ini sebab banyak aktivitas pribadi yang dilakukan oleh pemilik rumah di kamar. Oleh karena itu, merancang kamar tidur tidak boleh sembarangan dan bagi umat muslim dapat merujuk pada anjuran Islam.

    Salah satu hal yang harus dihindari adalah adanya toilet di kamar tidur. Berdasarkan jurnal ilmiah berjudul “Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout” yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, toilet seharusnya dipisah dari kamar tidur karena dalam Islam toilet adalah tempat favorit bagi setan. Sebaiknya, toilet memiliki ruangan tersendiri.

    Selain toilet, hal lain yang juga dianjurkan Islam dalam mendesain kamar tidur adalah sebaiknya posisikan kasur agar ketika seseorang tidur, kakinya tidak menghadap ke arah kiblat atau ke arah barat. Sebab, Nabi Muhammad SAW mengatakan posisi itu seperti orang yang sudah meninggal. Seseorang juga dianjurkan posisi tidur miring ke kanan. Hal ini untuk memberikan tekanan lebih kecil pada jantung. Oleh karena itu, sebaiknya pertimbangkan posisi kasur.


    Kamar tidur yang baik juga harus memperhatikan privasi penghuni rumah, apalagi wanita. Maka, perhatikan posisi kamar tidur dengan posisi ruangan lainnya. Hindari kamar tidur wanita berdekatan dengan area yang mudah terlihat dari pandangan orang lain.

    Masih berkaitan dengan privasi kamar tidur, khususnya wanita. Hindari memposisikan pintu kamar berhadapan langsung dengan tangga baik itu kamar tidur yang berada di lantai dasar maupun kamar tidur yang berada di lantai atas. Hal ini karena tangga dapat langsung mengarahkan seseorang pada pintu kamar yang menyebabkan terganggunya privasi.

    Oleh karena itu, perhatikan kembali posisi dan tata letak kamar tidur di rumah agar sesuai dengan anjuran Islam. Semoga bermanfaat

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Ideal Tangga yang Dianjurkan dalam Islam? Ini Ketentuannya



    Jakarta

    Pagar merupakan komponen penting pada rumah yang berfungsi sebagai pelindung dan membatasi pandangan dari luar ke dalam rumah. Tinggi tangga bermacam-macam, ada yang lebih pendek dari tinggi manusia, ada yang dua kali lebih tinggi dari tinggi rata-rata manusia.

    Ternyata dalam Islam terdapat aturan mengenai tinggi pagar rumah lho. Pemilik rumah tidak bisa sembarangan membuat pagar apalagi sampai merugikan tetangga dan orang terdekat.

    Mengutip dari artikel ilmiah berjudul Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, dijelaskan bahwa pagar rumah sebaiknya terbuat dari plester batu bata.


    Pagar plester batu bata berarti berupa dinding yang kokoh yang tidak bergerak. Hal ini bertujuan untuk pelindung privasi penghuni rumah, terutama wanita. Biasanya wanita menjemur pakaian di halaman rumah, maka perlu privasi dengan membuat pagar yang aman dan tak terlihat.

    Hal ini bukan berarti memakai material lain dilarang. Jenis pagar lain masih diperbolehkan, terutama bagi rumah yang area menjemurnya tidak lagi di halaman depan. Namun, tetap diperhatikan pagar tersebut dapat menutupi privasi pemilik rumah terutama wanita.

    Terkait ketinggian pagar, dalam artikel disebut disebutkan bahwa tinggi pagar sebaiknya melebihi ketinggian mata. Alasannya masih sama, yakni privasi. Dengan demikian, para wanita dapat dengan bebas mengerjakan pekerjaan rumah atau menjemur pakaian tanpa mengenakan jilbab.

    Meskipun tidak disebutkan secara rinci dalam bentuk angka, ketinggian pagar sebaiknya tidak boleh terlalu tinggi. Hal ini supaya hubungan dengan tetangga dapat terus terjalin. Mengutip dari artikel ilmiah berjudul ‘Of Fences and Neighbours: An Islamic Perspective on Interfaith Engagement For Peace’ oleh Ingrid Mattson, pagar rumah sebaiknya tidak boleh terlalu tinggi sampai menimbulkan bayangan sangat besar di halaman rumah tetangga.

    Pagar rumah yang terlalu tinggi sampai menimbulkan bayangan dapat menghalangi cahaya matahari masuk ke area rumah tetangga. Hal ini merujuk pada hadits Rasulullah sebagai etika atau moral bagi umat muslim yang berbunyi la darara wa la dirar yang artinya tidak diperbolehkan menyebabkan kerugian atau membalas kerugian.

    Terpisah, menurut arsitek Denny Setiawan dalam aturan tertulis sebenarnya terdapat kebijakan mengenai ketinggian pagar, yakni maksimal 1,5 meter.

    “Sebenarnya ya, secara aturan pagar itu cuma boleh ketinggiannya 1,5 meter,” ucap Denny kepada detikProperti, Rabu (26/3/2025).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! Ini 3 Lokasi Terbaik Taruh Kotak Pasir Kucing


    Jakarta

    Menyediakan kotak pasir atau litter box sangat diperlukan bagi kalian yang memelihara kucing. Saat ingin menaruh kotak pasir ini jangan sembarangan ya, karena ada area terbaik untuk meletakkannya.

    Kotak pasir ini berfungsi sebagai media buang air besar maupun kecil oleh kucing. Dikutip dari The Spruce Pets, pemilik kucing disarankan untuk memiliki lebih dari satu kotak pasir. Hal itu karena kadang-kadang kucing tidak mau buang air besar maupun kecil di tempat yang sama.

    Ada beberapa area yang menjadi tempat terbaik meletakkan kotak pasir lho detikers. Di mana saja itu? Berikut ini informasinya.


    Jauh dari Tempat Makan

    Jangan taruh kotak pasir di dekat tempat makan kucing karena alasan kebersihan. Sebaiknya, pemilik kucing menyimpan kotak pasir terpisah dari area makan.

    Lokasi Mudah Diakses

    Pastikan lokasi kotak pasir mudah diakses untuk kucing. Jangan sampai menaruhnya di tempat yang perlu membuka atau menutup pintu terlebih dahulu.

    Disarankan juga untuk meletakkan kotak pasir di tempat yang tidak perlu naik-turun tangga. Jika meletakkan kotak pasir di lantai atas bisa saja membuat anak kucing atau kucing yang sudah tua enggan menggunakannya di sana. Sebab, harus menaiki tangga terlebih dahulu.

    Area yang Sepi

    Kucing menyukai privasi yang terjaga. Maka dari itu, meletakkan kotak pasir di tempat yang sepi bisa menjadi pilihan yang baik.

    Pemilik kucing bisa meletakkan kotak pasir di kamar mandi tamu yang jarang dipakai. Jika ingin menaruh kotak pasir di ruang cuci, pastikan menempatkannya jauh dari mesin cuci karena suaranya yang berisik bisa membuat kucing stres.

    Itulah beberapa lokasi terbaik untuk menaruh kotak pasir kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Kayu Seret Sampai Muncul Goresan di Lantai? Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Masalah yang kerap terjadi pada pintu kayu adalah serat dan tidak bisa dibuka lebar karena bagian bawah menempel pada lantai. Alhasil pada lantai muncul banyak goresan karena daun pintu dipaksa bergerak.

    Hal ini sebenarnya bisa terjadi pada semua jenis material pintu, tetapi bagi pemakai material kayu, masalah ini merupakan hal yang pasti ditemukan. Jika berfikir solusi untuk pintu seret seperti ini hanya perlu diangkat ketika dibuka dan ditutup, tentu tidak bisa. Masalahnya bukan hanya pada engsel yang kendor, melainkan material daun pintu tersebut.

    Dilansir Better Homes and Gardens, pintu rumah kayu yang seret atau susah ketika didorong disebabkan karena kelembapan yang tinggi. Hal ini mudah sekali terjadi pada bahan kayu karena memicu pemuaian dan penyusutan sehingga mempengaruhi pergerakan kayu.


    “Pintu kayu dapat memuai dan menyusut seiring dengan musim lembap atau setelah terjadi perubahan suhu yang signifikan sehingga menyebabkan kelembapan tinggi. Kayu secara alami menyerap kelembapan di udara sehingga pergerakan dan pembengkakan berpotensi menyebabkan seret,” kata Tukang kayu dan pemilik Timber Shelves, Justin Brown, dikutip Kamis (14/8/2025).

    Masalah seperti kayu yang seret ini bisa diatasi dengan memakai jenis kayu yang berkualitas. Menurut arsitek Denny Setiawan kayu tidak memiliki karakteristik yang sama. Jenis kayu yang cocok untuk perabotan rumah tangga karena ketahanannya hanya beberapa saja, seperti merbau, jati, dan ulin.

    “Kayu minimal. Kalau untuk pintu saran saya minimal merbau. Tapi tidak menutup kemungkinan pintu jati atau pintu ulin misalnya,” ujar Denny kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kayu-kayu tersebut memiliki harga yang cukup mahal karena sesuai dengan kualitas dan ketahanannya. Selain itu stoknya tidak banyak saat ini sehingga tidak banyak orang memakai kayu-kayu tersebut.

    Cara Mengatasi Pintu Kayu Seret

    Selain memilih material kayu yang berkualitas, juga ada cara lain untuk memperbaiki pintu agar tidak serat lagi, yakni sebagai berikut.

    1. Cek Pintu dan Kusen

    Alasan pintu terasa serat adalah adanya penghalang pada pintu. Penghalang tersebut bisa berupa tumpukan debu, cat terlalu tebal, atau kotoran yang berada di bawah pintu atau engsel. Sebelum diperbaiki, lebih baik cek menyeluruh penghalang yang menghalangi pergerakan pintu.

    2. Kencangkan Engsel

    Penyebab lainnya pintu kayu terasa sulit dibuka dan ditutup adalah karena bagian engsel ada yang longgar. Engsel yang longgar dapat mengubah letak pintu sehingga saat digerakkan bisa menyentuh ke permukaan lantai.

    Cara memperbaiki sekrup yang kendur bisa dengan mengencangkan kembali atau menggantinya dengan yang baru.

    3. Pangkas Bagian Bawah Pintu

    Cara satu ini agak menyita tenaga, waktu, dan biaya karena pintu tersebut dipotong di bagian bawah. Selain itu, memotong bagian bawah juga bisa memberikan celah bagi tikus, semut, atau rayap masuk ke rumah. Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan ahli sebelum memotong bagian bawah pintu.

    Itulah informasi seputar pintu seret. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Tanah di Bekas Sawah dan Rawa Sering Jelek, Begini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Air menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Karena itu, sebelum membangun rumah, kualitas air tanah di lokasi lahan perlu diperhatikan dengan baik.

    Namun, jika rumah dibangun di atas tanah bekas sawah atau rawa, banyak orang khawatir kualitas airnya jelek. Hal ini karena tanah sawah biasanya memiliki tekstur halus dan lengket, sementara tanah rawa cenderung lembek dan berlumpur.

    Kontraktor Taufiq Hidayat mengungkapkan bahwa kualitas air memang sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah. “Kalau kualitas air itu urusannya dengan kekuatan daya dukung tanah. Air hubungannya dengan sumber air yang bisa kita dapatkan dari lapisan tanah tersebut,” jelasnya kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.


    Menurut Taufiq, air tanah di bekas sawah atau rawa biasanya terkontaminasi lumpur sehingga kualitasnya kurang baik. Meski begitu, masyarakat tetap bisa mendapatkan air bersih dengan menggali lebih dalam.

    “Kalau masih di lapisan dangkal biasanya jelek karena terkontaminasi bekas rawa atau sawah. Tapi kalau digali lebih dalam, kualitasnya bisa lebih bagus,” ujarnya.

    Namun, ia menekankan bahwa hasilnya tetap bergantung pada kondisi geologi tanah. “Kadang sudah dibor dalam pun belum tentu ketemu air bersih,” tambahnya.

    Cari Sumber Air dengan Metode Geolistrik

    Selain pengeboran, ada cara lain yang bisa membantu menemukan sumber air tanah, yakni metode geolistrik. Teknik ini bisa menganalisis kondisi bawah tanah dan memetakan lapisan akuifer yang mengandung air.

    Beberapa manfaat metode geolistrik antara lain:

    • Mengukur Kedalaman Air – Mengetahui seberapa dalam posisi air tanah dari permukaan.
    • Mengidentifikasi Akuifer – Mencari lapisan batuan yang menyimpan air.
    • Mengetahui Kualitas Air – Mendeteksi apakah air mengandung garam, polutan, atau zat lain.
    • Menentukan Zona Produktif – Menemukan area terbaik untuk sumur bor agar pasokan air tetap mencukupi.

    Dengan cara tersebut, warga yang membangun rumah di lahan bekas sawah atau rawa tetap punya peluang mendapatkan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Menyapu Lantai Rumah Setiap Hari? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Menyapu merupakan pekerjaan rumah tangga yang paling dasar. Dengan menyapu, debu dan kotoran yang menempel di lantai dapat terangkat sehingga tidak memberikan kesan berpasir saat diinjak.

    Namun, beberapa orang kerap malas untuk menyapu rumah sehingga lantai disapu hanya beberapa kali dalam seminggu. Di sisi lain, justru ada pemilik rumah yang rutin menyapu lantai, bahkan bisa tiga kali dalam sehari.

    Adanya perbedaan prinsip dalam menyapu lantai menimbulkan pertanyaan, apakah perlu menyapu lantai rumah setiap hari? Biar nggak bingung, simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Perlukah Menyapu Lantai Setiap Hari?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, tidak ada aturan tertulis soal menyapu lantai. Kamu boleh menyapu lantai satu kali dalam sehari atau tiga hari sekali. Semua itu tidak masalah asalkan seluruh kotoran dan debu dapat terangkat.

    Namun, ada sejumlah faktor yang mengharuskan kamu untuk menyapu lantai setiap hari. Berikut faktor-faktornya:

    1. Ada Anak Kecil di Rumah

    Apabila kamu sudah berkeluarga dan memiliki anak, disarankan untuk menyapu lantai setiap hari. Sebab, debu dan kotoran yang menempel di lantai bisa saja masuk ke dalam tubuh si kecil secara tidak sengaja. Kuman dan bakteri yang tertelan ke dalam tubuh bisa menimbulkan penyakit bagi sang buah hati.

    2. Punya Hewan Peliharaan

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan berbulu di rumah seperti kucing, maka dianjurkan untuk menyapu lantai secara rutin. Sebab, bulu hewan yang rontok dapat berbahaya bagi kesehatan para penghuni rumah.

    “Penting untuk menjaga kebersihan lantai yang sering dilalui, jika Anda memiliki hewan peliharaan maka kamu perlu menyapu lantai lebih sering,” kata pakar pembersih profesional Ivan Ivanov.

    3. Faktor Lingkungan Rumah

    Jika kamu tinggal di lingkungan yang kotor, maka kamu harus rutin menyapu lantai secara rutin. Sebab, debu dan kotoran bisa menempel di lantai, furnitur, hingga sela-sela pintu dan jendela.

    Apabila tetangga di sebelah rumah sedang melakukan renovasi besar-besaran, maka kamu harus menyapu lantai setiap hari. Soalnya, partikel debu dan pasir bisa terbang ke halaman rumah, sehingga jadi berdebu dan lantai terasa berpasir saat diinjak.

    4. Ruangan

    Seberapa sering kamu harus menyapu lantai juga tergantung dari ruangan di rumah. Untuk area dapur, ruang makan, ruang tamu, dan pintu masuk rumah perlu disapu secara rutin karena sering dilalui.

    Khusus dapur dan ruang makan, kamu perlu menyapu lantai setelah masak dan menyantap makanan. Terkadang, ada sisa makanan yang jatuh ke lantai dan tidak disadari penghuni rumah. Kalau sisa makanan dibiarkan saja maka dapat mengundang semut, lalat, dan kecoak masuk ke rumah.

    Untuk ruangan seperti kamar tidur dan ruang kerja sebaiknya tidak perlu disapu setiap hari, tapi tetap dibersihkan secara teratur agar tidak ada debu dan kotoran. Kamu bisa menyapu ruangan tersebut setiap 2-3 hari sekali.

    “Sangat penting untuk menyapu lantai, lalu dilanjutkan dengan mengepel. Sebab, seiring waktu debu dan kotoran dapat menumpuk dan membuat lantai Anda berpasir,” pungkas Ivan.

    Itulah penjelasan tentang menyapu lantai di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Atas Rumah Sering Terasa Panas dan Pengap? Ini 4 Biang Keroknya


    Jakarta

    Bagi yang rumahnya memiliki dua lantai atau lebih, pernah nggak merasakan lantai atas terasa lebih panas dan pengap? Perubahan suhu ini terasa bahkan saat masih berada di tangga rumah.

    Hal ini cukup mengherankan karena bisa hampir setiap siang lantai atas terasa seperti itu. Sementara, ventilasi seperti jendela dan lubang angin dalam keadaan terbuka untuk udara masuk. Kira-kira apa ya penyebabnya?

    Dilansir BBC, berikut alasan lantai atas bisa lebih panas dan pengap dari lantai bawah.


    1. Sirkulasi Udara Lantai Atas Buruk

    Jika rumah tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, panas akan meresap melalui atap. Hal ini yang kemudian terasa di seluruh ruangan di lantai dua. Solusinya adalah buat jalur pertukaran udara di lantai bawah dan atas agar udara panas bisa keluar dan udara segar bisa masuk. Selain itu, tambahkan insulasi atau peredam panas pada atap, misalnya papan kayu besar yang menutupi seluruh atap.

    2. Tidak Ada Perangkat yang Membantu Pergerakan Udara

    Apabila sirkulasi di rumah tersebut tidak dapat diperbaiki karena sulit dan membutuhkan biaya besar. Minimal lantai dua disediakan kipas angin. Perangkat elektronik ini bisa membantu membuat pergerakan udara dan sirkulasi udara dengan cepat pada sebuah ruangan sehingga tidak begitu terasa panas dan pengap. Disarankan juga untuk memutar kipas langit berlawanan dengan arah jarum jam.

    3. Terpapar Sinar Matahari

    Panas siang hari biasanya berasal dari atap. Namun, panas juga bisa datang dari jendela. Sebaiknya saat siang hari gorden jendela dalam keadaan tertutup agar panas matahari tidak terus menyorot langsung ke dalam rumah.

    4. Lampu Jarang Dimatikan

    Lampu juga bisa menjadi sumber panas apabila dihidupkan. Oleh karena itu, banyak anjuran untuk mematikan lampu apabila tidak digunakan atau di luar terang. Apabila saat gorden jendela ditutup ruangan jadi gelap, setidaknya di ruangan tersebut terdapat sirkulasi udara yang baik dan kipas angin atau AC.

    Itu dia beberapa alasan lantai atas rumah sering panas dan pengap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com