Tag: taruh

  • 3 Tips Posisikan Tempat Tidur di Kamar Supaya Estetik dan Fungsional


    Jakarta

    Posisi tempat tidur menentukan estetika dan fungsionalitas kamar tidur. Kalau sampai salah menentukan posisi tempat tidur, bisa-bisa kamar tidur malah terlihat sempat dan tidak proporsional.

    Nah, justru posisi tempat tidur yang sesuai akan membantu membuat suasana kamar tidur lebih nyaman untuk istirahat. Lalu, bagaimana cara memposisikan tempat tidur yang tepat?

    Ayo simak tips posisikan tempat tidur di kamar berikut ini, dikutip dari Real Simple, Jumat (28/6/2024).


    Tips Posisikan Tempat Tidur di Kamar

    1. Pilih Tempat Tidur Sesuai Ukuran Kamar

    Menurut desainer interior dan founder House of Honey, Tamara Honey, memilih ukuran tempat tidur yang tepat sangat penting. Setidaknya jarak minimum di samping tempat tidur sekitar 30 inci dan 36 inci dari kaki tempat tidur.

    2. Jangan Taruh Tempat Tidur di Pojok

    Menurut Honey, dengan menempatkan tempat tidur di bagian pojok bisa menimbulkan beberapa tantangan fungsionalitas, seperti hilangnya tempat penyimpanan dan membatasi aksesibilitas. Namun jika luas ruangan terbatas, maka menempatkan tempat tidur di pojok ruangan bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Jangan lupa untuk menggunakan tempat penyimpanan di bawah tempat tidur dan sandaran kepala yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan.

    3. Tempat Tidur Terlihat saat Masuk ke Kamar

    Menempatkan tempat tidur menghadap pintu masuk kamar bisa menjadi pilihan, sehingga kamu bisa melihat keseluruhan desain dalam sekejap. Kamu bisa menggunakan sandaran kepala yang bagus, dekorasi karya seni, atau wallpaper yang indah agar terlihat lebih menarik.

    “Kamu bisa merasakan keseluruhan ruangan dan itu membuatnya begitu menarik dan hampir terasa seperti sebuah destinasi,” ujar desainer interior Kate Dawson, dikutip dari Real Simple.

    Itulah beberapa hal yang bisa dipertimbangkan dalam mengatur posisi tempat tidur di kamar. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Begini Cara Aman Hilangkan Sarang Tawon di Rumah


    Jakarta

    Tawon adalah serangga seperti lebah yang menyengat bila merasa terancam. Tawon juga mempunyai sarang yang terbuat dari material seperti kertas berwarna kecoklatan.

    Terkadang kamu bisa menemukan sarang tawon di dalam atau sekitar rumah. Jika ada sarang tawon di rumah kamu dan mulai mengganggu, kamu harus segera menyingkirkannya.

    Lalu, bagaimana cara aman menghilangkan sarang tawon di rumah? Berikut ini caranya, dikutip dari The Spruce (14/8/2024).


    Cara Menghilangkan Sarang Tawon

    1. Dengan Cara Alami

    Lakukan cara ini pada malam hari ketika tawon sedang tidak aktif. Gunakan pelindung tambahan seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Kemudian siapkan ramuannya, yaitu campur air mendidih dengan ¼ cangkir sabun cuci lalu masukkan ke dalam sprayer. Setelah siap semprotkan ke sarang tawon hingga basah.

    2. Langsung Dibuang

    Ketika kamu melihat sarang tawon yang masih kecil kamu bisa langsung menyingkirkan secepatnya. Tetapi jika sudah besar kamu bisa harus lebih hati-hati dan ikuti langkah-langkah berikut.

    – Gunakan pakaian pelindung seperti sarung tangan, sepatu boots, dan lengan panjang.

    – Temukan sarang di bagian bawah atap kamu

    – Pastikan sarang terbuka dan bukan tertutup

    – Gunakan alat untuk mengusir seperti sapu atau alat pengeruk

    – Goyangkan sarang tawon hingga terlepas dan jatuh ke tanah kemudian langsung injak dengan boot tebal

    – Gunakan spray pembunuh tawon untuk perlindungan

    3. Menjauhkan Sarang Tawon dari Rumah

    Jika kamu melihat tawon beterbangan di sekitar rumah kamu tapi nggak yakin kalo ada sarang. Kamu bisa lakukan cara berikut ini.

    – Taruh genangan air seperti menaruh baskom penuh air

    – Taruh cairan lengket di sekitar tempat sarang tawon

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh 7 Barang Ini di Atas Kulkas, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Kulkas adalah lemari pendingin yang biasa digunakan untuk menyimpan makanan hingga barang yang tidak bisa terlalu lama di suhu ruangan. Sering ditemui, kulkas di Indonesia, bagian atasnya digunakan untuk meletakkan banyak barang. Bagian kosong di atas kulkas menjadi tempat penyimpanan tambahan di rumah, bahkan ada yang meletakkan penutup dengan banyak kantong di kanan dan kiri kulkas.

    Ternyata kebiasaan seperti ini tidak disarankan karena bagian atas kulkas berfungsi sebagai ventilasi atau tempat untuk melepaskan panas dari kulkas. Memang di bagian atas tidak terlihat lubang apa pun yang menandakan ventilasi tersebut. Namun, kamu pasti pernah merasakan bagian luar kulkas terasa panas, padahal di dalamnya menghasilkan dingin.

    Dengan bagian luar kulkas terasa panas, dapat membantu kulkas bekerja normal dan tidak cepat rusak.


    Apabila meletakkan benda di atasnya, apalagi yang berukuran besar atau sama-sama yang menghasilkan panas, seiring waktu kondisi sistem pendingin di dalam kulkas akan terganggu dan performa mesinnya menurun.

    Melansir The Croma pada Sabtu (24/8/2024) berikut beberapa benda yang sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas.

    1. Barang Pecah Belah

    Barang pecah belah seperti gelas dan piring di atas kulkas tidak dianjurkan. Seperti yang kamu tau, kulkas beberapa kali dapat bergetar saat tegangan listrik tidak stabil, hal ini membuat barang di atasnya bergerak dan rawan jatuh.

    Selain itu, saat membuka pintu kulkas juga akan menimbulkan getaran pada kulkas yang bisa menyebabkan barang di atasnya bergeser dan berpotensi terjatuh.

    2. Obat-obatan

    Obat-obatan memang dianjurkan diletakkan di suhu ruangan dan tidak bisa terpapar sinar matahari atau panas. Sementara itu, bagian atas kulkas bisa menimbulkan panas yang dapat membuat obat bereaksi. Lebih baik letakkan obat-obatan di tempat yang bersuhu sejuk dan tidak lembap.

    3. Makanan

    Untuk menjaga kesegaran makanan, sebaiknya makanan tidak diletakkan begitu saja di atas kulkas. Begitu pula dengan makanan kemasan. Lebih baik diletakkan di tempat yang suhunya sama seperti di lemari atau stoples.

    4. Stoples Plastik

    Pasti kamu pernah melihat stoples makanan kering diletakkan di atas kulkas agar mudah diambil. Padahal plastik sangat rentan terkena panas. Sementara permukaan kulkas kerap menghasilkan panas. Hal ini bisa merusak permukaan stoples dengan munculnya noda hitam di bawah stoples yang bersinggungan langsung dengan panas.

    5. Barang Dekorasi Rumah

    Selain barang dan makanan, ada beberapa kulkas yang dijadikan tempat untuk meletakkan hiasan agar tampilannya tidak sepi. Misalnya menambahkan tanaman, bingkai foto, atau mainan miniatur. Padahal hal tersebut tidak perlu dilakukan.

    6. Peralatan Rumah Tangga

    Selain barang pecah beling, barang-barang yang berbahaya di dapur seperti rak penyimpanan pisau, oven, hingga blender tidak diletakkan di atas kulkas. Hal ini dikarenakan lokasinya cukup tinggi dan berisiko jatuh apabila ada getaran.

    7. Barang Pembersih

    Selain menghindari dari benda yang tidak tahan dengan panas, barang-barang yang mengandung bahan kimia juga perlu dihindarkan dari bagian atas kulkas. Salah satunya adalah barang pembersih seperti pembersih kaca, sabun cair pencuci piring, hingga pengharum ruangan.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Taruh Gelas Terbalik di Rumah? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Menaruh gelas secara terbalik sering dilakukan setelah mencucinya. Terkadang, gelas yang sudah kering juga disimpan dengan cara terbalik juga.

    Menyimpan gelas secara terbalik masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangannya itu mencakup segala hal, mulai dari kebersihan, kemudahan, hingga keindahannya.

    Dilansir dari The Spruce, Sabtu (7/9/2024), berikut ini kelebihan dan kekurangan menaruh gelas secara terbalik di rumah.


    Kelebihan Menaruh Gelas Terbalik

    Mencegah Penumpukan Debu

    Menaruh gelas secara terbalik bisa mencegah terjadinya penumpukan debu. Menurut ahli kebersihan dan supervisor Fantastic Services, Petya Holevich, menaruh gelas secara terbalik merupakan yang paling praktis dan terbaik untuk dilakukan.

    “Saya secara khusus merekomendasikan penataan gelas terbalik untuk barang-barang seperti gelas minum sehari-hari dan gelas khusus. Jika tidak, kamu harus membersihkan debu setiap kali ingin minum segelas air, misalnya,” katanya, dikutip dari The Spruce.

    Sebagai catatan, jika lemari dapur dapat ditutup, maka menyimpan gelas berdiri tidak masalah. Namun, jika menyimpannya di rak terbuka sebaiknya menaruhnya secara terbalik.

    Lebih Enak Dipandang

    Selain mencegah penumpukan debu, menaruh gelas terbalik juga dinilai lebih enak dipandang. Apalagi, jika pintu lemari dapur terbuat dari kaca.

    Mencegah Gelas Terjatuh

    Pemilik perusahaan pembersih Tidy Casa, Ryan Knoll mengatakan tak hanya mencegah penumpukan debu, menaruh gelas secara terbalik juga bisa mencegahnya mudah terjatuh. Terlebih lagi jika bagian atasnya berat.

    Kekurangan Menaruh Gelas Secara Terbalik

    Menimbulkan Bau Apak

    Founder MaidForYou, Delah Gomasi menilai menaruh gelas secara terbalik memiliki kekurangannya tersendiri, yaitu menyebabkan bau apak. Sebelum gelas ditaruh secara terbalik, pastikan sudah kering terlebih dahulu.

    Sebab, jika menaruhnya saat masih basah maka bisa menyebabkan terperangkapnya kelembapan yang dapat menyebabkan bau apek atau jamur. Hal itu bisa terjadi terlebih jika kamu tinggal di iklim yang lembap.

    Pinggiran Gelas Rusak

    Menaruh gelas secara terbalik juga bisa membuat pinggirannya rusak. Maka dari itu, kamu harus menyimpannya dengan hati-hati apalagi jika gelas itu barang antik.

    Terkait penyimpanan peralatan gelas yang lebih mahal atau rapuh secara keseluruhan, ada tindakan pencegahan lain yang dapat dilakukan.

    “Pertimbangkan untuk membeli pelapis rak untuk perlindungan tambahan pada bahan yang rapuh,” kata Holevich.

    Pada akhirnya, cara kamu menyimpan gelas merupakan preferensi pribadi. Jadi, sesuaikan saja dengan keadaan dan kebutuhan kamu.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menyimpan gelas secara terbalik di rumah.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh Barang-barang Ini di Kolong Tempat Tidur, Pokoknya Jangan


    Jakarta

    Jika di bawah tempat tidur kamu ada ruang kosong, jangan ditaruh apapun di sana ya. Bisa-bisa kamu lupa pernah menaruh barang di sana atau bahkan menjadi sarang serangga.

    Ada beberapa barang yang sebaiknya tidak diletakkan di kolong tempat tidur. Dilansir dari Real Simple, Selasa (10/9/2024), berikut ini informasinya.

    Apapun yang Terbuat dari Kertas dan Karton

    Sebaiknya, kamu tidak menyimpan barang-barang yang terbuat dari kertas atau karton di kolong kasur. Misalnya seperti kardus sepatu, foto, buku, dokumen, dan lainnya. Jika kamu menaruh barang-barang yang terbuat dari kertas atau karton di Kolong kasur, bisa-bisa menjadi sarang serangga.


    “Produk kertas sebenarnya merupakan sumber makanan bagi beberapa serangga, mulai dari kutu buku hingga ngengat dan kecoa,” kata pendiri blog The Unclutterred Life dan Founder Declutter Deck, Danica Carson, dikutip dari Real Simple.

    Barang yang Terbuat dari Kulit

    Menaruh sepatu atau tas kulit di bawah tempat tidur hampir sama seperti menjemurnya di bawah sinar matahari karena bisa rusak. Hal itu karena di kolong kasur sering berdebu.

    “Debu dapat menyebabkan barang-barang dari kulit mengering, retak, dan berubah warna seiring waktu. Kalau kamu benar-benar harus menyimpan barang-barang ini di bawah tempat tidur, barang tersebut harus disimpan dalam wadah plastik untuk mencegah debu menumpuk di atasnya,” jelas Carson.

    Alat Elektronik

    Barang selanjutnya yang tidak boleh ditaruh di kolong kasur adalah alat elektronik. Sebab, debu yang ada di sana bisa merusak alat elektronik.

    “Selain itu, apa pun yang memiliki baterai menimbulkan risiko kebakaran yang lebih tinggi di bawah tempat tidur. Karena debu dapat berdampak negatif pada perangkat elektronik, baterai tersebut lebih mungkin mengalami kerusakan daripada baterai yang disimpan di tempat yang sejuk dan kering,” ungkap Carson.

    Seprai-Selimut

    Seorang decluttering expert, Monica Fay mengatakan, jangan pernah menaruh seprai, selimut, bantal, atau apapun yang berserat atau berpori di kolong tempat tidur. Hal itu karena debu mudah terkumpul dan menempel di bawah furnitur, terutama tempat tidur. Kamu bisa menyimpan barang-barang tersebut di dalam wadah sebelum menaruhnya di kolong tempat tidur.

    Nah, bagi kamu yang tetap ingin menyimpan barang-barang di kolong tempat tidur, pastikan barang tersebut sudah dimasukkan ke dalam wadah kedap udara dan bening agar bisa dilihat isi di dalamnya ada apa saja. Wadah dengan roda akan lebih baik karena memudahkannya untuk diambil dan dimasukkan ke dalam kolong.

    Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kolong kasur. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Jangan Taruh 4 Barang Ini di Bawah Wastafel


    Jakarta

    Wastafel adalah tempat untuk mencuci tangan, sikat gigi, atau untuk membersihkan barang. Wastafel bentuknya cukup sederhana yakni keran, wadah seperti mangkuk sebagai tempat air terbuang dan pipa pembuangannya. Biasanya, di bawah wastafel tersedia ruang kosong.

    Ada beberapa orang menggunakan ruang kosong di bawah wastafel ini untuk meletakkan beberapa benda atau tempat penyimpanan. Ternyata, area dibawah wastafel tidak bisa untuk meletakkan sembarang barang. Sebab, beberapa benda ini justru dapat menimbulkan bahaya bagi penghuninya.

    Dilansir Ideal Home, Sabtu (12/10/2024), berikut 6 barang yang tidak boleh disimpan di bawah wastafel..


    1. Cairan Pembersih Kimia

    Biasanya kamu meletakkan sesuatu di tempat yang mudah dijangkau. Sebagai contoh cairan pembersih kimia. Biasanya dipakai untuk membersihkan toilet, membersihkan lantai, atau kerak di dinding. Maka dari itu, tempat penyimpanannya di dekat sumber air. Salah satunya adalah wastafel.

    Ternyata lokasi ini sangat tidak disarankan karena bisa dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan. Saat mereka tengah aktif di rumah, bisa saja cairan tersebut tersenggol dan akhirnya tumpah. Selain itu, untuk menghindari cairan tersebut terminum karena warna yang menarik.

    2. Tekstil

    Biasanya ada kain yang diletakkan di bawah wastafel untuk mengeringkan lantai yang basah. Jika fungsinya untuk itu, kamu perlu sering menggantinya agar tidak mudah berjamur karena di bawah wastafel kerap basah dan lebih lembap dari area lain.

    3. Makanan Hewan Peliharaan

    Perlakukan makanan hewan layaknya makanan untuk kita sendiri. Agar hewan aman saat memakannya kamu juga perlu menyimpan makanan mereka di tempat yang aman dan kering. Sementara di bawah wastafel, lebih sering lembap daripada kering.

    4. Barang yang Mudah Berkarat

    Hindari meletakkan barang-barang mudah berkarat di bawah wastafel jika ingin kualitasnya tahan lama. Air dan kelembapan dapat memicu karat lebih cepat muncul.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lokasi yang Pas buat Taruh APAR di Rumah


    Jakarta

    Alat pemadam kebakaran atau alat pemadam api ringan (APAR) bisa menjadi faktor penentu antara terjadinya kebakaran kecil di rumah dan kerugian total. Namun, alat ini hanya akan berfungsi dengan baik jika dapat diakses dengan mudah saat terjadi keadaan darurat.

    Berikut adalah beberapa lokasi penyimpanan yang tepat untuk alat pemadam kebakaran di rumah serta rekomendasi dari para ahli tentang cara menggunakan alat tersebut dengan efektif.

    Tempat Menyimpan Alat Pemadam Kebakaran

    Di Setiap Lantai Rumah

    Semakin banyak lantai yang dimiliki sebuah rumah, semakin sulit untuk melarikan diri dari kebakaran. Oleh karena itu, penting untuk memiliki setidaknya satu alat pemadam kebakaran di setiap lantai. Misalnya, kamu punya rumah 3 lantai, maka sebaiknya APAR ada di lantai 1, 2, dan 3.


    Meskipun alat ini tidak dapat sepenuhnya memadamkan api, APAR dapat memberikan akses cepat ke jalur evakuasi dan menyelamatkan nyawa.

    “Sangat disarankan untuk memiliki alat pemadam kebakaran di setiap lantai rumah,” ungkap seorang ahli wawasan rumah di Hippo Insurance, Courtney Klosterman, dalam kutipannya di Better Homes & Gardens pada Jumat (8/11/2024)

    Garasi

    Garasi merupakan area lain yang perlu diperhatikan dalam konteks kebakaran rumah. Biasanya, garasi menyimpan berbagai barang seperti kendaraan, cairan dan bahan kimia yang mudah terbakar, alat-alat, serta berbagai komponen rumah yang dapat terbakar. Pastikan alat tersebut ditempatkan di lokasi yang terlindungi dan tidak terpapar risiko dari benda tajam atau kendaraan.

    Dapur

    Tidak mengherankan bahwa sebagian besar kebakaran rumah berasal dari dapur. Selain itu, kebakaran yang dimulai di area ini dapat dengan cepat menyebar, mengingat banyaknya bahan mudah terbakar seperti kain linen dan minyak goreng yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki alat pemadam kebakaran yang mudah dijangkau di dapur kamu.

    Tempat yang Tidak Disarankan Menyimpan APAR

    Terlalu dekat dengan sumber panas

    Suhu tinggi dari kompor, perapian, tungku, atau benda sejenis dapat merusak berbagai komponen alat pemadam kebakaran.

    Di Tempat yang Mudah Dijangkau Anak-anak

    Jika ada anak-anak di rumah, alat pemadam kebakaran harus dijauhkan dari jangkauan mereka, tetapi tetap berada di lokasi yang mudah dijangkau oleh orang dewasa.

    Terkena Unsur-unsur Alam

    Paparan terhadap kondisi cuaca ekstrem, baik panas maupun dingin, dapat membahayakan alat pemadam kebakaran.

    Tempat Tersembunyi

    Kami memahami bahwa alat pemadam kebakaran bukanlah perabotan rumah yang paling menarik. Namun, penting untuk memastikan alat tersebut mudah ditemukan karena setiap detik sangat berharga saat terjadi kebakaran.

    Itulah tempat-tempat yang cocok dan yang harus dihindari untuk menyimpan APAR di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Ribet! 7 Cara Usir Nyamuk Pakai Bahan di Rumah


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, nyamuk mulai banyak bermunculan. Adanya nyamuk di rumah tentu bisa mengganggu bahkan menyebabkan penyakit seperti demam berdarah hingga malaria.

    Untuk membasmi nyamuk umumnya menggunakan insektisida. Namun, hal itu tidak terlalu bagus untuk kesehatan manusia dalam jangka panjang.

    Jangan khawatir! Kamu bisa mengusir nyamuk menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Apa saja itu? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Air Bawang Putih

    Melansir The Kitchen, bawang putih sering dikenal sebagai pengusir nyamuk. Caranya, buatlah semprotan sendiri dengan menambahkan beberapa siung bawang putih yang segar dan cincang. Lalu tambahkan satu sendok minyak mineral, kemudian diamkan seharian hingga meresap sempurna.

    Saring bawang putih, lalu tambahkan ke botol semprot yang telah diisi air, setelah itu semprotkan cairan tersebut pada semua sumber cahaya luar ruangan guna membuat penghalang yang tidak akan dilintasi nyamuk.

    Ampas Kopi

    Ampas kopi diketahui mampu mengusir nyamuk karena baunya yang tak disukai serangga tersebut. Dengan menaburkannya di seluruh bagian taman dan teras, atau bisa juga membakarnya dalam cangkir dijamin nyamuk enggan untuk balik lagi.

    Minuman berkafein yang banyak khasiat ini sebenarnya bisa menjadi alat pengusir berbagai jenis serangga, menjadikannya pilihan yang tepat untuk aktivitas luar ruangan dengan skala berapa pun.

    Minyak Atsiri

    Jika kamu memiliki minyak esensial, itu tandanya kamu sudah memiliki metode yang ampuh untuk mengusir nyamuk, tambahkan beberapa tetes minyak yang berbau tajam seperti lavender atau peppermint.

    Masukkan ke dalam botol semprot yang telah diisi air, kemudian semprotkan secara menyeluruh di dapur dan area luar yang terdapat banyak nyamuk.

    Pakai kamper

    Dilansir Architectural Digest India, kamper atau camphor mampu menghilangkan bau yang menyengat, hal ini bisa mengusir nyamuk secara efektif. Taruh kamper di mangkok yang berisi air dan ganti airnya setiap 2-3 hari.

    Taruh Tanaman Pengusir Nyamuk

    Menaruh beberapa tanaman pengusir nyamuk juga bisa menjadi alternatif lain. Beberapa di antaranya yaitu marigold, lavender, peppermint, serai, rosemary, bahkan bawang putih.

    Gunakan Cuka Apel

    Semprotan berisi cuka apel juga bisa mengusir nyamuk. Campurkan cuka apel dengan beberapa tetes minyak serai dan semprotkan ke sekeliling rumah.

    Pakai Lemon dan Cengkeh

    Potong lemon menjadi dua lalu tusukkan cengkeh di atasnya. Taruh lemon dan cengkeh tersebut di beberapa area dalam rumah.

    Itulah beberapa cara mengusir nyamuk dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh Kipas Angin di Tempat Ini, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Kipas angin merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan untuk membuat ruangan terasa adem. Biasanya, kipas angin ditaruh di dalam kamar tidur atau ruang tamu.

    Akan tetapi, ada beberapa tempat yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin. Di mana saja kah itu? Dilansir dari Ideal Home, berikut ini informasinya.

    Di Dekat Jendela

    Menaruh kipas angin di dekat jendela tidak disarankan karena justru bisa membawa udara yang panas alih-alih menyalurkan udara dingin dari luar rumah. Namun, akan berbeda jika kamu menaruh 2 kipas angin di dekat jendela, satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk.


    Belum lagi, menaruh kipas angin di dekat jendela juga bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu terjadinya alergi.

    Di Samping Tanaman

    Jika kamu memiliki tanaman indoor, sebaiknya tidak menaruh kipas angin di dekatnya. Sebab, udara yang keluar dari kipas angin bisa membuat daun tanaman kering.

    “Meskipun beberapa tanaman menyukai angin sepoi-sepoi, aliran udara yang kuat dan konstan dapat mengeringkan atau merusak daun yang rapuh. Jauhkan kipas angin dari tanaman hias, terutama yang membutuhkan kelembapan tinggi,” kata ahli instalasi alat-alat rumah tangga dari London Electricians 247, Andrai Carcu.

    Di Permukaan Tinggi

    Meletakkan kipas angin di permukaan yang tinggi bisa mengeluarkan udara yang panas. Sebaiknya letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke tanah untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    Di Tempat Berdebu

    Meletakkan kipas di tempat berdebu justru akan menerbangkan debu-debu ke penjuru rumah dan bisa memicu alergi. Jika kipas angin berdebu, kamu bisa membersihkannya terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak.

    Itulah beberapa tempat yang sebaiknya dihindari untuk meletakkan kipas angin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Anjuran Posisi TV di Kamar Tidur, Jangan Sembarangan!


    Jakarta

    Menaruh TV atau televisi di kamar tidur semakin lumrah dilakukan. Hal ini memudahkan penghuni rumah untuk menonton TV tanpa harus meninggalkan kasur atau keluar ruangan.

    Nah, buat kamu yang mau menaruh TV di dalam kamar tidur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah jangan menaruh TV di depan jendela yang memancarkan cahaya matahari ke dalam kamar.

    Hal itu karena bisa membuat mata lelah akibat cahaya yang masuk. Di sisi lain, jangan meletakkan TV di seberang jendela karena akan membuat layar menjadi silau.


    Lantas, bagaimana posisi TV yang baik di kamar tidur? Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips meletakkan TV di kamar tidur.

    1. Pasang TV di Dinding

    TV di kamar tidur/Onurdongel/Getty Images via The SpruceTV di kamar tidur. Foto: Onurdongel/Getty Images via The Spruce

    Memasang TV di dinding menjadi salah satu pilihan yang paling mudah dan sederhana. Untuk meningkatkan tampilan TV, kamu bisa menambahkan dekorasi pada dinding, misalnya membuat latar dengan desain yang estetis atau menambahkan dekorasi lainnya.

    2. Taruh di Dekat Area Duduk

    TV di kamar tidur/Nile Johnson Interior Design via The SpruceTV di area duduk. Foto: Nile Johnson Interior Design via The Spruce

    Apabila kamar kamu cukup luas dan ada area duduk, sebaiknya letakkan TV di area duduk tersebut. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    3. Taruh di Atas Rak

    TV di kamar tidur/Mats Silvan/Getty Images via The SpruceTV di rak. Foto: Mats Silvan/Getty Images via The Spruce

    Jika di kamarmu ada rak, kamu bisa menaruh TV di atas rak tersebut. Tambahkan dekorasi yang diperlukan, misalnya tanaman, buku, atau lukisan agar tampilan tampak lebih natural.

    Itulah beberapa tips untuk meletakkan TV di kamar tidur. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com