Tag: taruh

  • Rumah Bau Apek Setelah Ditinggal Mudik? Ini Solusinya!



    Jakarta

    Setelah pulang dari mudik Lebaran, jangan kaget ketika masuk rumah tercium bau apek. Rumah yang terlalu lama ditutup bisa menimbulkan bau apek karena sirkulasi udara yang tidak lancar membuat debu terperangkap. Ditambah lagi udara yang lembap.

    Sisa debu di rumah juga menandakan bahwa rumah tersebut tidak dibersihkan sebelum pergi mudik atau libur Lebaran. Namun tidak usah khawatir, berikut cara menghilangkan bau apek di rumah setelah mudik Lebaran dilansir dari The Spruce.

    1. Buka Jendela dan Pintu di Rumah

    happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

    Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.


    2. Hidupkan Dehumidifier

    DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

    Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Bisa pula menggunakan air purifier, alat satu ini berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

    3. Letakkan Baking Soda

    Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apek di rumah. Foto: iStock

    Bakin Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

    Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

    4. Pakai Kopi

    lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

    Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apek di rumah. Bau kopi tentu disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

    Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

    5. Taruh Lavender

    Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavendernya yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

    Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

    6. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

    Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal mudik Lebaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bersihkan Rumah dengan Cepat buat Orang Sibuk


    Jakarta

    Penghuni rumah bisa disibukkan dengan berbagai pekerjaan, keluarga, hobi, dan istirahat. Terkadang kesibukan itu sangat menyita waktu, sehingga terasa seakan tidak ada waktu buat membersihkan rumah.

    Padahal, menjaga rumah bersih dan rapi juga penting untuk kenyamanan penghuninya. Namun tenang aja, masih ada cara untuk merawat rumah di tengah kesibukan kok.

    Lalu, bagaimana cara menyiasati waktu terbatas untuk merapikan dan membersihkan rumah? Simak tipsnya berikut ini, dikutip dari Real Simple.


    Tips Bersihkan Rumah buat Orang Sibuk

    Inilah beberapa langkah untuk merapikan rumah di tengah kesibukan yang padat.

    1. Kerjakan Sesuai Urutan

    Terdapat tiga jenis tugas saat membersihkan rumah, yakni merapikan, membersihkan, dan mengatur. Berfokus pada tiga langkah berbeda membantu tugas menjadi lebih mudah dikelola dan lebih mudah disesuaikan dengan jadwal yang sibuk.

    Lakukan sesuai urutan kategori tersebut ketika membereskan rumah. Rapikan rumah dulu seperti mengembalikan barang-barang ke tempatnya, membuang sampah, dan mengumpulkan barang-barang yang perlu disortir.

    Kemudian, bersihkan rumah seperti mengelap, menyapu, dan mengepel. Terakhir, atur barang-barang ke tempat semula dan lakukan penyortiran.

    2. Buat Daftar Tugas

    Buatlah daftar tugas untuk membereskan rumah dan urutkan sesuai prioritas. Sempatkan untuk menyelesaikan tugas satu per satu di sela-sela kesibukan.

    Setelah satu tugas selesai, beri tanda agar penghuni rumah tahu sisa pekerjaan yang semakin menipis. Mengatur tugas dengan cara ini mengurangi hambatan dan waktu memikirkan untuk mulai mengerjakannya.

    3. Tak Perlu Lipat Pakaian

    Penghuni bisa melewatkan langkah-langkah yang tidak terlalu mempengaruhi kehidupannya., misalnya melipat pakaian. Daripada melipat pakaian, penghuni bisa beralih ke menggantung pakaian dan menaruh sisanya di tempat yang sudah tersortir.

    Mengidentifikasi tugas-tugas yang sebenarnya tidak penting memungkinkan penghuni untuk mengurangi beban tugas. Temukan sistem pengorganisasian alternatif yang bisa menghemat waktu.

    4. Sempatkan Sedikit Waktu Sebelum Tidur

    Di penghujung hari, sempatkan sedikit waktu hanya untuk tugas-tugas yang paling krusial untuk mempersiapkan ruang buat hari berikutnya. Lakukan pekerjaan sederhana saja tapi paling fungsional, misalnya membuang sampah, membersihkan dapur, dan menyiapkan bekal.

    Penampilan rumah tidak harus terlihat sempurna, tetapi harus berfungsi. Beberapa hal tersebut merupakan hal yang wajib dimiliki setiap hari.

    5. Taruh Alat Pembersih di Tempat yang Terlihat

    Siapkan alat pembersih di tempat yang terlihat dan mudah diakses. Dengan begitu, penghuni rumah bisa dengan mudah mulai bersihkan rumah ketika ada waktu dan motivasi.

    Meski cara ini bisa mengganggu pemandangan, setidaknya memberikan kemudahan bagi penghuni rumah.

    6. Gunakan Timer

    Sering kali penghuni rumah enggan memulai bersihkan rumah karena mengira akan menyita banyak waktu. Padahal, belum tentu tugas itu memakan waktu lama, lho.

    Menyetel timer atau pengatur waktu dapat menunjukkan durasi waktu untuk menyelesaikan tugas rumah. Jika penghuni rumah sangat sibuk, coba pasang timer 15 menit sehari untuk pekerjaan rumah.

    7. Buat Jadwal Bersih-bersih

    Kalau benar-benar tak sempat bersihkan rumah di tengah kesibukan, penghuni bisa membuat jadwal. Cukup membuat rutinitas yang sesuai dengan penghuni rumah daripada memaksakan diri.

    Dedikasikan satu hari setiap minggu untuk membersihkan keseluruhan rumah. Jika penghuni memerlukan waktu akhir pekan untuk beristirahat, coba buat daftar tugas yang sesuai dengan waktu yang dimiliki pada minggu itu.

    Itulah beberapa cara menyiasati waktu untuk membersihkan rumah bagi orang sibuk. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang, Ini Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) merupakan salah satu perangkat elektronik yang dapat mendinginkan ruangan. Namun jika AC sudah mulai terasa tidak dingin, bisa jadi karena salah menempatkan outdoor AC di rumah.

    Sebagai informasi, AC terdiri dari dua komponen yakni AC dalam (indoor AC) dan AC luar (outdoor AC). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin agar ruangan terasa sejuk.

    Sementara itu, outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Agar indoor AC bisa bekerja optimal, maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Beberapa pemilik rumah terkadang hanya memikirkan pemasangan AC dalam saja. Padahal, penempatan outdoor AC juga wajib diperhatikan karena dapat memengaruhi suhu dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar AC dapat bekerja secara maksimal, maka penting untuk mengetahui posisi yang tepat saat memasang outdoor AC. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC

    Outdoor AC di rumah tak bisa dipasang secara sembarangan. Lantas, di mana posisi yang tepat untuk meletakkan AC luar? Dilansir situs All Purpose Air Conditioning, berikut jawabannya:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari Langsung

    Outdoor AC sebaiknya diletakkan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan AC luar dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terkena cahaya langsung dari matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Soalnya, posisi tersebut langsung menghadap sinar matahari saat pagi dan sore yang dikhawatirkan membuat AC bekerja lebih ekstra dan boros energi.

    Jika baru saja pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat terbaik untuk memasang outdoor AC. Jika belum, luangkan waktu untuk mengamati area mana saja di luar rumah yang paling banyak terkena sinar matahari saat cuaca panas.

    2. Tempat yang Datar dan Terbuka

    Outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Cara ini dilakukan agar mempermudah kinerja AC menurunkan suhu ruangan dengan baik.

    Pastikan outdoor AC dipasang di tempat yang berventilasi baik dan tidak terhalang oleh benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya. AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan sehingga AC tak mampu bekerja secara efisien.

    3. Tempat yang Jauh dari Pohon

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi bukan berarti outdoor AC diletakkan di bawah pohon rindang. Soalnya, outdoor AC dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Seiring waktu, AC jadi lebih cepat kotor dan jika tak segera dibersihkan maka bisa cepat rusak.

    Selain itu, hindari memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Sebab, jika terjadi hujan dan terdapat genangan air di sekitar AC luar maka bisa memicu kerusakan. Oleh sebab itu, outdoor AC selalu dipasang di tempat yang lebih tinggi agar aman.

    4. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Outdoor AC juga harus dipasang di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini agar AC lebih mudah diakses untuk dibersihkan dan dirawat secara rutin. Posisi AC yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses pembersihan AC jadi rumit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Namun, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    Itulah empat posisi yang tepat untuk pasang outdoor AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Jadi Kebiasaan, Ini Bahaya Taruh Handuk Basah di Atas Kasur


    Jakarta

    Ada banyak kebiasaan di rumah yang ternyata tidak baik untuk dilakukan, salah satunya adalah menaruh handuk basah di atas tempat tidur. Meski dianggap sepele, hal ini ternyata bisa memicu berbagai penyakit.

    Bagi sebagian orang, menaruh handuk di atas kasur merupakan suatu kebiasaan. Hal ini biasa dilakukan ketika seseorang keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Tak sempat menggantungnya di jemuran, alhasil handuk sengaja ditaruh di atas kasur.

    Namun, handuk basah dibiarkan tergeletak begitu saja di atas tempat tidur sedangkan penghuni rumah sudah pergi untuk beraktivitas. Selama berjam-jam handuk menempel di atas seprai yang akhirnya bikin basah dan lembap.


    Ternyata, kebiasaan buruk tersebut tak hanya bikin kasur jadi basah dan tidak nyaman untuk ditiduri, tapi juga memicu sejumlah penyakit. Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Taruh Handuk di Atas Kasur Ternyata Berbahaya

    Sebagian dari detikers mungkin pernah menaruh handuk basah di atas kasur secara sengaja. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan maka sebaiknya segera disetop karena bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Dilansir laman Yahoo! Life UK, Selasa (27/8/2025), selain seprai tempat tidur menjadi basah, kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur dapat memicu tumbuhnya bakteri. Dalam beberapa kasus, hal itu juga bisa menyebabkan munculnya jamur.

    “Seprai Anda akan menyerap kelembapan sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri dan jamur,” kata Rhiannon Johns, seorang desainer interior dan Head of Brand Piglet in Bed.

    Tumbuhnya jamur dan bakteri di tempat tidur nggak bisa dianggap sepele. Apabila seprai tak segera dibersihkan maka jamur bisa menyebar ke seluruh kasur. Hal itu bisa menimbulkan infeksi kulit, gatal-gatal, hingga muncul ruam di seluruh badan.

    “Tidak hanya itu, sel-sel kulit mati dan kotoran dari tubuh yang dibersihkan menggunakan handuk, akan diserap lagi oleh tempat tidur jika meletakkan handuk basah di atasnya. Hal ini kurang higienis dan bisa memicu kemungkinan infeksi kulit,” ungkap dr Ross Perry GP, direktur medis dari klinik kulit Cosmedics.

    Selain jamur dan bakteri dapat tumbuh karena kondisi yang lembap, handuk yang digunakan sehari-hari juga bisa kotor dan membawa berbagai macam mikroba. Jika handuk basah diletakkan di tempat tidur, maka otomatis mikroba itu akan berpindah ke kasur.

    “Penelitian kecil menunjukkan bahwa handuk yang kotor berpotensi menyebabkan penyebaran penyakit menular,” ujar dr Ross.

    Menurut Rhiannon, sebaiknya hentikan kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur setelah dipakai untuk mandi. Disarankan segera menjemur handuk di tempat yang panas agar cepat kering sehingga mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.

    Jika tak sengaja menaruh handuk basah di kasur dan lupa untuk mengangkatnya selama berjam-jam, dianjurkan untuk mencuci seprai agar tidak lembap sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri. Rhiannon juga menyarankan mencuci seprai setidaknya seminggu sekali.

    “Untuk kesegaran yang lebih menyeluruh, jemur handuk di atas tali jemuran di luar ruangan. Cahaya matahari akan membantu membunuh bakteri, jadi manfaatkan sinar matahari sebaik-baiknya,” tuturnya.

    “Selain itu, sebelum merapikan tempat tidur di pagi hari, sebaiknya balikkan selimut untuk diangin-anginkan agar tidak ada debu dan kotoran,” pungkas Rhiannon.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Ampuh Basmi Rayap yang Suka Gerogotin Kayu di Rumah



    Jakarta

    Rayap adalah serangga pemakan kayu yang kehadirannya mengganggu di rumah. Serangga ini dapat merusak perabotan dan fondasi terbuat dari kayu.

    Jika dibiarkan, fondasi kayu rumah yang rapuh dapat membahayakan penghuni rumah. Begitu juga dengan perabotan yang keropos akibat rayap, misalnya kursi ambruk ketik ketika digunakan.

    Lantas, apa yang bisa dilakukan kalau rumah sudah dihinggapi rayap? Simak cara membasmi rayap berikut ini.


    Tips Basmi Rayap di Rumah

    Inilah beberapa cara untuk membasmi rayap di rumah seperti dikutip dari Southern Perimeter.

    1. Menanam Mint

    Rayap bisa diusir dengan cara alami, salah satunya daun mint yang bertindak seperti pestisida. Tanaman mint memiliki aroma yang kuat, sehingga membuat rayap kewalahan menghadapinya.

    Tak perlu bahan kimia, penghuni dapat menanam pohon mint di sekitar rumah untuk mendapatkan bantuan pengusiran rayap.

    2. Menanam Catnip

    Selanjutnya, catnip adalah tanaman juga bisa mengusir serangga secara alami. Ada banyak cara untuk menggunakan catnip buat pengusiran rayap.

    Penghuni dapat menanam catnip di sekitar rumah yang terinfeksi rayap. Cara efektif lainnya adalah dengan mengoleskan minyak esensial beraroma catnip ke area yang terkena rayap.

    3. Menanam Rumput Vetiver

    Vetiver adalah tanaman hias yang cocok dijadikan bahan sebagai pengusir rayap. Rumput vetiver mengandung senyawa kimia yang biasa disebut nootkatone. Senyawa ini mampu menangkal rayap serta berbagai macam hama lainnya secara alami.

    4. Semprot Insektisida

    Lalu, penghuni rumah bisa menyemprotkan insektisida seperti bahan kimia termisida. Selain teknik penyemprotan, campurkan termisida dalam bentuk serbuk atau granula dengan tanah di sekitar rumah.

    Aplikasikan insektisida pada bagian yang terserang rayap karena cara ini dapat membunuh rayap beserta koloni-koloninya.

    5. Taruh Daun Salam dan Kemangi

    Daun salam dan kemangi segar memiliki aroma kuat yang tidak disukai oleh rayap. Cara mengusir rayap cukup dengan meletakkan daun segar di dalam lemari maupun perabot,

    6. Semprotkan Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Bahan ini mengandung racun yang dapat mengganggu sistem pencernaan rayap.

    Masukkan cairan asam borat ke botol semprot agar mudah diaplikasikan. Lakukan penyemprotan pada beberapa sudut rumah yang dijadikan sarang oleh rayap, misalnya lemari, retakan tembok, dan sebagainya sesuai kebutuhan.

    7. Semprotkan Cairan Garam dan Sabun

    Campuran garam dan sabun juga ampuh membasmi rayap agar tidak kembali ke rumah. Kedua bahan ini dapat mengganggu sistem pencernaan sekaligus pernapasan rayap. Aroma wangi sabun juga cukup mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun bagi rayap.

    Larutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair ke dalam botol spray. Kemudian, semprotkan pada bagian lemari, lantai, maupun perabot yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    8. Taruh Kapur Barus

    Taruh kamper atau kapur barus di sekitar area yang terserang rayap. Serangga ini tidak suka dengan bau yang menyengat dan takut pada zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus.

    Cara Cegah Rayap Muncul Lagi

    Inilah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah rayap kembali lagi ke rumah.

    1. Beri Jarak Antara Furniture dan Dinding

    Rayap paling suka menggerogoti sesuatu yang lembap. Furniture bahan kayu lebih mudah lapuk ketika berdekatan dengan dinding yang lembap. Oleh karena itu, sebaiknya berikan jarak antara furniture dan dinding.

    2. Rutin Menjemur Furniture Kayu

    Kemudian, cegah kelembapan pada furniture dengan menjemurnya di bawah matahari. Pastikan setiap sisi furniture berbahan kayu benar-benar kering dan tidak ada sisi yang lembap.

    3. Hilangkan Genangan Air di Lingkungan Rumah

    Salah satu alasan ada banyak rayap di rumah karena genangan air. Bersihkan genangan air baik di selokan maupun di halaman, terutama di musim penghujan.

    4. Kurangi Kelembapan di Rumah

    Jika ada rembesan hujan ataupun keramik lantai rusak akibat kebocoran saluran air, segera perbaiki. Hal ini guna mencegah rumah jadi lembap dan diserang rayap.

    5. Tutup Retakan Dinding dan Kusen

    Retakan dinding dan kusen yang sudah dihinggapi rayap akan sangat terlihat. Gunakan semen putih untuk menutup retakan sebelum rayap membentuk koloni.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh Kipas Angin di 4 Area Ini, Ada yang Bisa Bikin Udara Makin Panas


    Jakarta

    Kipas angin sering digunakan ‘mengusir’ hawa panas di rumah. Umumnya, kipas angin ditempatkan di kamar tidur, ruang tamu, maupun ruang keluarga.

    Walau demikian, ada beberapa area yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin. Salah satu alasannya karena bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Area mana saja yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin? Dikutip dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Di Permukaan Tinggi

    Menaruh kipas angin di permukaan yang tinggi justru bisa mengeluarkan udara panas. Hal ini tentunya bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Sebaiknya, letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    Di Dekat Jendela

    Kipas angin juga sebaiknya jangan ditaruh di dekat jendela karena bisa membawa udara yang panas dari luar rumah. Namun, bisa berbeda kalau penghuni rumah menaruh dua kipas angin di dekat jendela, salah satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk.

    Selain itu, menyalakan kipas angin yang berada di dekat jendela bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu terjadinya alergi.

    Di Tempat Berdebu

    Selanjutnya, jangan taruh kipas angin di tempat yang berdebu. Sebab, bisa menerbangkan debu-debu yang memicu alergi.

    Kalau kipas angin sudah mulai berdebu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak.

    Di Dekat Tanaman

    Menyalakan kipas angin di dekat tanaman bisa membuat daun-daun kering dan merusak daun yang rapuh. Maka dari itu, sebaiknya tidak menempatkan kipas angin di dekat tanaman, apalagi yang membutuhkan kelembapan tinggi.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk menyalakan kipas angin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 5 Tips Cegah Serangan Kutu Kasur di Rumah


    Jakarta

    Kehadiran kutu kasur di rumah bikin khawatir karena dapat mengganggu kenyamanan. Serangga kecil ini bisa menggigit manusia untuk menyedot darah, sehingga dapat menyebabkan bercak merah dan gatal-gatal di kulit.

    Kalau ditemukan ada kutu kasur di rumah, penghuni perlu segera membasminya. Namun tak cukup hanya membersihkan sofa atau kasur, ada beberapa cara lain untuk mencegah kutu kasur di rumah.

    Sebab, kutu kasur sering bersembunyi di sela-sela atau sudut tempat tidur dan sofa. Selain area itu sulit dijangkau, ukuran kutu kasur yang kecil membuat sebagian orang tak sadar kalau sedang duduk atau tidur bersama serangga itu.


    Agar seluruh penghuni rumah merasa nyaman, simak beberapa tips mencegah kutu kasur dengan mudah di bawah ini:

    Tips Ampuh Mencegah Kutu Kasur dengan Mudah

    Ada sejumlah kiat mudah untuk mencegah kutu kasur di rumah. Dikutip dari United States Environmental Protection Agency (EPA), Rabu (25/6/2025), berikut sejumlah tipsnya:

    1. Cek Seluruh Furnitur di Rumah Secara Rutin

    Periksa seluruh furnitur yang ada di rumah secara rutin. Tak hanya kasur, kutu kasur juga dapat ditemukan di sofa ruang tamu, kursi, karpet, hingga lemari.

    Penghuni rumah perlu mengecek secara rutin dengan mengganti seprai, mengecek bagian dalam sofa, atau melihat bagian tepi karpet. Kalau menemukan ada serangga kecil yang bergerak, patut dicurigai jika itu adalah kutu busuk.

    2. Rutin Menyedot Debu

    Kutu busuk dapat berkembang biak di lipatan sofa atau kasur. Area ini memang cukup jarang terjamah sehingga tidak diketahui kalau ada kutu busuk di dalamnya.

    Sebagai bentuk pencegahan, penghuni dapat menyedot debu dan kotoran di sofa dan kasur secara rutin. Selain mengangkat sisa kotoran, langkah ini juga dapat mencegah munculnya kutu kasur.

    3. Cek Dua Kali saat Membeli Furnitur Bekas

    Jika berniat ingin membeli furnitur bekas seperti kasur, sofa, atau karpet, pastikan untuk melakukan pengecekan sebanyak dua kali. Selain melihat kondisinya, pastikan tidak ada kutu kasur dan telurnya yang hinggap di furnitur tersebut.

    Cara ini dilakukan agar penghuni tidak mendapat barang zonk. Meski harga furnitur tersebut murah meriah dan terlihat bagus, tapi jika di dalamnya ada banyak kutu busuk maka dapat merugikan pembelinya.

    Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang adalah sengaja menunda mencuci pakaian hingga berminggu-minggu. Alasannya agar pakaian dapat dicuci secara bersamaan dalam jumlah banyak.

    Padahal, kebiasaan ini tidak baik dilakukan karena bisa memicu munculnya kutu kasur di dalam pakaian kotor. Perlu diketahui, kutu kasur dapat berpindah dengan cepat dari satu benda ke benda lain.

    Selain itu, bau pakaian kotor bisa menyebar ke seluruh ruangan sehingga bikin tidak nyaman. Jadi, sebaiknya mencuci pakaian secara rutin.

    5. Jangan Taruh Barang di Atas Sofa dan Kasur

    Beberapa orang kerap meletakkan barang seperti tas atau pakaian kotor di atas sofa dan kasur. Kebiasaan ini ternyata dapat berdampak buruk karena kutu busuk bisa berpindah tempat.

    Selama berada di luar, mungkin kamu tidak sadar duduk di tempat kotor yang ada kutu busuk. Alhasil, serangga itu dapat ‘menumpang’ pada tas dan pakaian yang kamu kenakan.

    Setibanya di rumah, kutu busuk dapat langsung berpindah ke berbagai tempat seperti furnitur, kasur, hingga sofa kesayanganmu. Maka tak heran jika kamu sering merasakan kulit gatal-gatal akibat kebiasaan buruk tersebut.

    Sebaiknya hindari kebiasaan menaruh barang kotor di atas sofa dan kasur mulai sekarang. Selain itu, jangan lupa menjaga kebersihan secara rutin agar tak ada lagi serangga kecil yang mengganggu tempat tinggal kamu.

    Demikian lima tips ampuh mencegah kutu kasur dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pasang TV di Kamar Tidur agar Mata Tidak Cepat Lelah



    Jakarta

    Memasang televisi atau TV di kamar tidur kini lumrah dilakukan. Kadang kala ada rasa ingin menonton TV sembari tiduran agar lebih nyaman.

    Akan tetapi, memasang TV di dalam kamar tidur tidak bisa sembarangan. Sebab, jika pemasangannya tidak pas justru bisa membuat penghuni rumah tidak nyaman bahkan sakit mata.

    Sebagai contoh, sebaiknya tidak menaruh TV di depan jendela karena akan memancarkan cahaya matahari ke dalam kamar. Hal ini akan membuat mata menjadi cepat lelah.


    Dilansir dari The Spruce, berikut ini posisi yang dianjurkan saat ingin memasang TV di dalam kamar tidur.

    Posisi TV di Kamar Tidur

    Taruh di Atas Rak

    Salah satu posisi yang dianjurkan adalah menaruh TV di atas rak. Pemilik kamar juga bisa menambahkan dekorasi yang diperlukan, seperti buku, lukisan, dan lainnya.

    Diletakkan di Area Duduk

    Kalau di dalam kamar terdapat area duduk, TV bisa diletakkan di sana. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    Dipasang di Dinding

    Ini merupakan posisi yang paling sering ditemukan di kamar tidur. Selain hemat ruang, menaruh TV di dinding juga bisa menjadi dekorasi kamar.

    Tinggi Ideal TV yang Dipasang di Kamar Tidur

    Apabila ingin memasang TV di dalam kamar tidur, perhatikan jarak tinggi pemasangannya. Pada umumnya, tinggi pemasangan TV sekitar 1,2 meter yang diukur dari lantai ke bagian tengah layar.

    Tinggi tersebut masih bisa disesuaikan dengan preferensi pemilik kamar. Namun, TV yang dipasang di kamar tidur memang harus lebih tinggi karena ada tempat tidur yang digunakan sebagai area menonton.

    Faktor yang Mempengaruhi Pemasangan TV

    Preferensi Penonton

    Meskipun terdapat pedoman rata-rata tinggi pemasangan TV, pada pemilik TV akhirnya akan menyesuaikan dengan ketinggian sesuai preferensi penontonnya.

    Tipe Penonton

    Tipe penonton dengan tubuh tinggi atau pendek memiliki ketinggian mata yang berbeda-beda. Ruangan yang umumnya digunakan oleh orang dewasa biasanya akan memasang TV lebih tinggi dibandingkan pada ruangan yang digunakan anak-anak.

    Ukuran Layar

    Jika layar TV terlalu besar akan lebih sulit menyesuaikan pada ketinggian mata. Maka dari itu, kadang-kadang ketinggian TV akan disesuaikan dengan ukuran layar.

    Jarak

    Jika ada objek atau benda di sekitar TV, bisa tambahkan jarak sekitar 7-8 cm dari layar sehingga bisa menaikkan titik tengah TV.

    Itulah informasi mengenai posisi ideal memasang TV di kamar tidur. Tentunya, hal itu harus disesuaikan kenyamanan pemilik kamar ya detikers.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan Taruh Barang di Atas Kloset Duduk, Segini Batasannya



    Jakarta

    Kloset duduk merupakan alat sanitasi yang didesain memiliki tangki air dan area untuk duduk. Selain itu, pada bagian lubangnya juga bisa ditutup sehingga ketika menyiram, tidak ada air yang terciprat dan bau bisa ditutup sementara.

    Salah satu kebiasaan yang mungkin sebagian orang lakukan adalah meletakkan benda-benda di atas tangki air dan penutup kloset duduk. Baik itu sifatnya sementara, maupun memang menjadi kloset sebagai tempat penyimpanan tambahan di kamar mandi. Kira-kira kebiasaan seperti ini sebenarnya boleh nggak sih atau sebenarnya dapat berdampak pada kloset?

    Menurut Sales Merchandiser PT Trilliun Prima Sukses Ugih tidak masalah meletakkan beberapa benda di atas tangki air dan tutup lubang kloset. Selama benda tersebut ringan, seperti pakaian, botol sabun, botol sampo, dan benda lainnya yang ringan.


    Sebab, kloset duduk saat ini terbuat dari keramik tanah liat. Untuk badan klosetnya sendiri bisa menahan beban hingga 100 kg. Namun, untuk bagian penutup itu terbuat dari plastik berbahan Polyvinyl Chloride (PVC). Bagian ini tentu tidak sekuat badan dari kloset tersebut sehingga tidak bisa menahan beban hingga 100 kg.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Sales Consultant PT Surya Pertiwi Tbk (TOTO) Muhammad Dhika yang mengungkapkan tidak masalah jika di atas kloset diletakkan beberapa benda seperti botol sabun dan sampo.

    “Kalau untuk body, dia maksimal di 80-100 kg, kalau ini (tangki) 20 kg, maksimal ya,” ujar Dhika saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Setiap produsen memakai jenis bahan dan bentuk toilet yang berbeda. Namun, saat ini rata-rata material yang digunakan untuk kloset duduk masih sama, yakni body terbuat dari keramik tanah liat dan penutup dari PVC.

    “(Body-nya dari keramik bukan sih?) Iya, keramik tanah liat. PVC tapi di atasnya lagi,” katanya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Disiram Air Panas, Ini Cara Cegah Kucing Liar ke Atap Rumah


    Jakarta

    Kucing memang hewan yang menggemaskan dan tidak berbahaya. Namun, tingkahnya sering buat resah, terutama kucing-kucing liar.

    Sebagai contoh kucing yang suka naik ke atap. Hal yang meresahkan adalah apabila mereka buang air atau justru berantem dengan kucing lain di atas. Tingkah mereka ini justru bisa merusak atap rumah dan apabila ada genting yang jatuh khawatir tertimpa orang di bawahnya.

    Ternyata ada lho trik biar kucing nggak naik lagi ke atap rumah. Trik ini bukan dengan memasang pagar atau perangkap yang membahayakan kucing, tetapi dengan meletakkan sesuatu yang tak disukai kucing.


    Dilansir Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah, berikut beberapa trik yang bisa diikuti.

    1. Taruh Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Pernah dengar jika ada tanaman-tanaman yang sebenarnya tidak disukai oleh kucing. Biasanya faktor dari aroma. Jenis tanaman yang beraroma kuat adalah lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, atau thyme. Letakkan tanaman tersebut di area tempat kucing sering naik. Bukan tepat di atap rumah.

    2. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

    Saat ini sudah muncul alat penyiram otomatis yang bisa hidup saat ada pergerakan atau berdasarkan waktu. Nantinya, alat penyiram ini bisa menyiramkan air dalam jumlah yang banyak saat mendeteksi adanya gerakan, sehingga kucing bisa kabur dari atap. Jangan sekali-kali menyiram kucing dengan air panas.

    3. Letakkan Kulit Jeruk

    Seperti yang kita ketahui, jeruk memiliki aroma yang khas. Aroma ini tidak disukai oleh kucing. Cara memasang perangkapnya adalah dengan meletakkan kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah sehingga mereka enggan mendekat ke rumah.

    4. Pangkas Dahan Pohon

    Salah satu cara kucing naik ke atap bisa melalui dahan pohon. Untuk menghentikan tingkah kucing yang kerap membuat rusak atap, sebaiknya pangkas dahannya secara teratur, terutama yang mengarah ke bagian atas rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com