Tag: tekanan air

  • 4 Tanda Kepala Shower Rusak, Sudah Saatnya Ganti yang Baru


    Jakarta

    Shower merupakan alat yang sering digunakan setiap hari, sehingga nggak heran kalau suatu ketika rusak. Meski tahan lama, kepala shower harus sewaktu-waktu harus diganti.

    Jika dibiarkan terlalu lama, shower yang sudah rusak atau usang bisa ganggu aktivitas di rumah. Mulai dari tekanan air yang kurang kencang hingga pemborosan air karena bocor.

    Oleh karena itu, sebaiknya segera mengganti kepala shower. Berikut ini tanda-tanda kamu harus ganti kepala shower.


    Ciri-ciri Kepala Shower Rusak

    1. Bocor

    Jika kepala shower menetes secara terus-menerus, maka sudah saatnya menggantinya. Kamu bisa meminta coba memperbaikinya terlebih dulu, tapi biasanya ada yang salah dengan kepala pancuran, sehingga perlu membeli yang baru.

    2. Berbintik Hitam

    Periksa kalau kepala shower berjamur yang bentuknya seperti bintik-bintik hitam. Jamur ini bisa mengganggu kesehatan kamu, jadi harus segera diatasi.

    Bintik hitam pada shower biasanya susah dibersihkan dan lebih praktis membeli baru saja. Nah, sebaiknya kamu membeli kepala shower berbahan besi daripada plastik agar tidak cepat berjamur.

    3. Perubahan Tekanan Air

    Salah satu ciri paling umum shower rusak adalah terjadi perubahan tekanan air. Kalau tekanan air berubah-ubah saat digunakan atau lama-lama semakin lemah, kemungkinan ada masalah pada kepala showernya.

    Bisa jadi kepala shower hanya longgar, sehingga cukup dikencangkan saja. Namun, hal ini dapat disebabkan kepala shower sudah usang.

    4. Penumpukan Sedimen

    Terkadang ada penumpukan kalsium di sekitar kepala shower. Jika melihat material kecil, putih, dan berbatu pada kepala pancuran, berarti ada penumpukan sedimen dan saatnya menggantinya dengan yang baru.

    Itulah beberapa pertanda saatnya mengganti kepala shower. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Toren Air Letaknya di Atas Bangunan? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Jika kamu perhatikan, kebanyakan toren atau tonden air letaknya di lantai teratas rumah dan masih dipasang menara besi lagi. Ada pula yang meletakkannya di halaman rumah, tetapi tetap dipasang menara besi di bawahnya sehingga tidak menempel di tanah. Kira-kira kenapa ya?

    Dilansir detikEdu, hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Seperti yang kita ketahui di Bumi berlaku yang namanya gaya gravitasi. Di mana semua benda yang berada di atas Bumi akan selalu ditarik ke arah pusat Bumi, begitu pula dengan air yang bergerak ke tempat yang lebih rendah.

    Toren air pasti berisi sekian liter air sesuai massa tampungnya. Semakin tinggi letak muka air, semakin besar jumlah air yang mengalir sesuai dengan hukum debit air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Maka dari itu, semakin tinggi letak toren, semakin deras pula air yang akan mengalir ke keran di rumah.


    Di samping itu, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman juga mengungkapkan hal yang sama bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

    “Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Ketinggian letak toren ini bisa disesuaikan dengan ketinggian rumah. Kemudian, kunci lainnya agar debit air yang keluar lebih kencang adalah pipa saluran air tersebut juga harus berdiameter besar.

    Ada beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

    “Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” kata Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Air Keran Terus Menetes dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Jika kamu mengalami masalah dengan air keran yang terus menetes, bahkan setelah menutupnya, tentu akan sangat mengganggu. Tidak hanya itu, masalah ini juga bisa bikin tagihan air membengkak.

    Untungnya, memperbaiki keran yang bocor atau mengalir terus tidak selalu sulit dan dapat dilakukan sendiri dengan beberapa alat sederhana. Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah praktis untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan keran kamu ke kondisi normal.

    Penyebab Air Keran Mengalir Terus

    Melansir Mc Roberts Heating, terdapat beberapa kemungkinan penyebab keran bocor, dan mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu kamu merencanakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


    Kamu mungkin dapat memperbaiki sendiri beberapa masalah, tetapi yang lain memerlukan layanan profesional. Tukang ledeng bisa menemukan cara baru untuk mengetahui keran bocor dan cara memperbaikinya.

    Kartrid Keran Rusak

    replacing defective ceramic disc cartridge covered with limescale in shower mixer using wrenchkartrid keran/tap cartridge Foto: Getty Images/iStockphoto/asadykov

    Kartrid keran berfungsi untuk mengatur aliran dan suhu air yang keluar, menjadikannya salah satu komponen terpenting. Meskipun kartrid sangat tahan lama, benda itu bisa aus seiring waktu atau kerusakan akibat penumpukan sedimen.

    Sedimen adalah material padat yang mengendap di dasar cairan, biasanya terdiri dari pasir, lanau, dan tanah liat. Sedimen ini dapat menyebabkan erosi, pelapukan, dan pengendapan partikel yang dibawa oleh air, angin, atau es seiring berjalannya waktu.

    Jika kamu mengetahui ukuran kartrid yang diperlukan, kamu mungkin bisa menggantinya sendiri, tetapi kamu akan memerlukan beberapa alat khusus dan pemahaman tentang cara kerja keran. Jika kamu ragu, disarankan untuk menghubungi profesional.

    Masalah Pipa

    Bocornya keran dapat dipicu oleh gangguan pada pipa, seperti retakan, korosi, atau kerusakan akibat akar pohon. Pipa yang rusak dapat menyebabkan fluktuasi tekanan air, yang pada gilirannya menyebabkan keran menetes.

    Namun, kerusakan pipa merupakan masalah serius, dan kurang kemungkinan bahwa itu sendiri akan menyebabkan keran menetes. Jika pipa kamu rusak, kamu mungkin akan mengalami masalah lain, seperti bau tak sedap, perubahan warna air, dan kebocoran yang lebih luas.

    Tekanan Air Tinggi

    Tekanan air yang terlalu tinggi dapat memengaruhi aliran air di pipa kamu. Jika tekanannya berlebihan, air tidak dapat mengalir dengan efektif.

    Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan, dan jika air tidak menemukan jalan keluar, ia akan mulai menetes dari keran kamu. Seorang tukang ledeng dapat menguji tekanan air kamu dan memberikan solusi untuk menurunkannya jika diperlukan.

    Cara Memperbaiki Keran yang Bocor

    Mengutip dari Selleys, jika kamu mempertimbangkan untuk memperbaiki keran bocor sendiri, berikut adalah beberapa langkah sederhana dan alat yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

    Peralatan yang Diperlukan

    Kamu akan memerlukan kunci pas yang dapat disesuaikan, obeng kepala datar dan kepala silang, kunci L, dan komponen baru seperti kartrid keran atau cincin O, serta kain (opsional).

    Matikan Pasokan Air Utama

    Langkah pertama yang paling penting dalam proses ini adalah mematikan pasokan air ke rumah kamu, untuk mencegah terjadinya banjir di dapur atau kamar mandi secara tidak sengaja.

    Setelah air dimatikan, lakukan pemeriksaan dengan menyalakan keran. Jika tidak ada air yang mengalir, berarti kamu sudah siap untuk memulai.

    Lepas Pegangannya

    Setelah mematikan pasokan air, langkah selanjutnya adalah melepas gagang. Cara melepasnya akan tergantung pada jenis perlengkapan yang kamu miliki.

    Beberapa gagang keran memiliki tutup yang menyembunyikan sekrup di bawahnya dan dapat dibuka dengan obeng pipih.

    Sementara gagang yang menggunakan sekrup grub memerlukan kunci L untuk melonggarkan sekrup sebelum bisa ditarik, dan ada juga gagang dengan tuas yang dapat dibuka untuk mengakses sekrup lainnya.

    Serta gagang yang dapat dilepas tanpa sekrup yang mungkin memerlukan obeng pipih untuk mencungkilnya jika kamu mengalami kesulitan.

    Lepas Kartrid Keran

    Setelah pegangan dilepaskan, kamu akan menemukan kartrid atau batang keran. Sementara beberapa kartrid dapat dilepas dengan tangan, yang lainnya mungkin memerlukan kunci pas untuk membukanya.

    Sebelum mengeluarkan kartrid, disarankan untuk meletakkan kain di bawahnya karena kemungkinan akan ada sedikit air yang bocor.

    Periksa Bagian Penyebab Kebocoran

    Setelah semua komponen dilepas, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi penyebab kebocoran. Periksa setiap bagian dengan teliti untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau korosi, serta perhatikan apakah ada komponen yang rusak. Jika semua dalam kondisi baik, kemungkinan penyebab kebocoran adalah tekanan air yang terlalu tinggi.

    Perbaiki Masalahnya

    Jika kamu menemukan komponen yang rusak, berkarat, atau pecah, sebaiknya ganti dengan yang baru. Untuk ring atau o-ring, penting untuk memastikan bahwa keduanya memiliki ukuran yang tepat untuk mencegah kebocoran.

    Jika kebocoran disebabkan oleh tekanan air yang tinggi, cari regulator tekanan air dan lakukan penyesuaian secara perlahan.

    Pasang Kembali Keran

    Setelah kamu mengganti komponen yang diperlukan, pasang kembali keran dengan cara memasukkan kartrid dan kemudian mengaitkan pegangannya.

    Hidupkan Pasokan Air Utama dan Periksa Adanya Kebocoran

    Setelah keran terpasang dengan sempurna, langkah terakhir adalah menyalakan kembali pasokan air dan memeriksa apakah ada kebocoran. Jika diperlukan, sesuaikan kembali pengatur tekanan air hingga mencapai tingkat yang optimal.

    Itulah penyebab air keran terus menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Air Kloset Lama Turun dan Penyebabnya


    Jakarta

    Kloset duduk di rumah memiliki keunggulan yakni dapat membersihkan kotoran dengan sekali pencet. Air di dalam kloset akan turun, kemudian terisi kembali dengan cepat dalam kondisi bersih.

    Namun, bisa saja kamu mendapati masalah, seperti air kloset lama sekali turun, tidak seperti biasanya. Kamu memencet tombol berulang kali, tetapi air tetap lambat turun. Jika kamu mendapati hal ini, berarti ada masalah pada sistem pembuangan di kloset tersebut.

    Dilansir Angi, ternyata terdapat beberapa penyebab air kloset lama turun, berikut di antaranya.


    1. Adanya Penumpukan Material Sisa di Rim Jets

    Pada kloset duduk terdapat lubang kecil di bagian pinggiran yang jarang terlihat. Lubang tersebut adalah Rim Jets. Fungsinya untuk menciptakan gerakan berputar pada saat menyiram klose dan mendorong kotoran ke saluran pembuangan.

    Pada proses pembuangan tersebut, pasti ada partikel-partikel yang menyangkut di pipa atau lubang pembuangan. Seiring waktu, partikel tersebut menyumbat jalur air sehingga menghambat tekanan air yang turun.

    Apabila terjadi hal seperti ini, kamu bisa mencampurkan sabun cuci piring dengan air panas dengan volume sekitar 1-2 panci. Air panas yang digunakan sebaiknya bukan dalam skala mendidih. Namun perlu diingat bahwa bukan berarti sabun dicampur air panas baru dituangkan.

    Pertama, tuangkan sabun ke dalam lubang kloset. Lalu, tuangkan 1-2 cangkir sabun cuci piring tersebut secara perlahan. Diamkan sekitar lima menit. Selanjutnya, tuangkan air panas sedikit demi sedikit. kamu bisa kembali menunggu sekitar 30 menit.

    2. Saluran Air Tersumbat

    Dalam beberapa kasus, lambatnya air kloset turun karena adanya penyumbatan pada pipa pembuangan. Penyumbatan ini bisa diakibatkan karena ada barang yang tidak seharusnya dibuang ke kloset atau ada kotoran menumpuk.

    Jika kloset kamu mengalami hal ini, kamu bisa menggunakan alat yang dapat mendorong sumbatan di dalam pipa pembuangan. Alat ini sering disebut ular pipa karena dapat dipanjangkan dan fleksibel.

    3. Tekanan Air di Tangki Rendah

    Apabila tidak ada sumbatan, kamu perlu mengecek pasokan air di dalam tangki kloset. Apabila tekanan air di kloset rendah, bisa jadi salah satu alasan air lambat turun. Penyebab tekanan air di tangki rendah biasanya karena penggunaannya berlebihan, tabung siramnya rusak, adanya kebocoran, hingga penguapan air.

    Cara mengatasinya adalah dengan mengisi ulang tangki manual untuk membantu menyiram toilet. Jika kamu memiliki modal yang cukup, perbaiki tangki air kloset atau perbaiki kerusakan di dalam tangki tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Tiba-tiba Muncul dari Lantai? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Munculnya air dari bawah lantai bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya saat musim hujan.

    Umumnya, air muncul dari retakan sela keramik atau pecahan keramik. Retakan ini bisa terjadi karena rusak tertimpa beban yang berat, kesalahan saat pembangunan, atau ulah hewan.

    Selain itu, posisi rumah juga bisa menjadi salah satu penyebab. Apakah di dataran yang terjal atau datar. Saat hujan deras, tanah dengan mudah tergeser karena gerusan air. Gerusan ini dapat membuat tanah menjadi lebih turun. Ditambah tidak adanya area resapan air.


    Ada juga beberapa penyebab lainnya yang menyebabkan munculnya air dari lantai. Berikut ini informasinya dilansir dari Angi.

    1. Adanya Kebocoran Pipa

    Kemungkinan besar air yang muncul dari bawah keramik berada di dekat area yang dilalui oleh pipa air seperti kamar mandi, westafel, atau dapur.

    Setelah mengetahui lokasinya, cek meteran air di rumah. Apabila tidak bergerak, berarti kebocoran air bukan berasal dari pipa air. Melainkan sumber lain seperti air tanah yang meluap.

    Menurut Forbes, tanda-tanda pipa bocor utama sebagai berikut.

    – Suara mendesis dan gemericik

    – Tekanan air rendah

    – Sebelumnya terjadi penyumbatan saluran air yang terus-menerus

    – Air juga menggenang di sekitar halaman

    2. Kelebihan Air Tanah atau Naiknya Permukaan Air

    Saat hujan, air dapat menyebabkan kenaikan permukaan air tanah hingga meluap ke bagian atas. Air dapat dengan mudah muncul di dalam rumah apabila banyak celah pecahan keramik.

    Pemilik rumah bisa memasang sistem drainase interior di pertemuan dinding dan lantai. Sistem drainase ini semacam parit atau tanah menurun yang bisa mengalirkan air ke dalam pipa dan keluar dari rumah.

    Itulah beberapa penyebab timbulnya air dari bawah lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Kloset Nggak Deras dan Lama Turun Bukan karena Flush, Ini 3 Biang Keroknya


    Jakarta

    Kloset duduk telah dilengkapi banyak fitur otomatis yang bisa dimanfaatkan cukup dengan menekan tombol. Salah satunya adalah fitur menyiram sendiri. Ketika tombol ditekan, air akan keluar sendiri dengan debit air yang sudah ditentukan. Cara ini sangat praktis dan mempersingkat waktu.

    Namun, pernah nggak menemukan kloset yang mengeluarkan air yang kecil dan pelan? Hal ini ternyata bukan karena kloset tersebut telah diatur agar menghemat air, melainkan sebuah pertanda ada yang salah pada kloset tersebut.

    Dilansir Angi, berikut beberapa masalah yang menyebabkan kloset mengeluarkan sedikit air ketika penyiraman.


    1. Saluran Air Tersumbat

    Cara kerja air pada kloset sebenarnya hampir mirip dengan prinsip jalur air pada keran atau pipa. Biasanya apabila air yang keluar sedikit dan lebih pelan dari biasanya, kemungkinan terjadi sumbatan. Untuk kasus yang terjadi di kloset, penyumbatan bisa terjadi pada pipa pembuangan. Penyumbatan ini bisa diakibatkan karena ada barang yang tidak seharusnya dibuang ke kloset seperti tisu, plastik, hingga karet. Bisa juga karena septic tank yang sudah penuh sehingga banyak kotoran yang menumpuk di saluran pembuangan, tidak bisa masuk.

    Tentu untuk mengetahui penyebab harus dilakukan pengecekan. Coba panggil tukang ledeng. Apabila ingin mengatasinya sendiri, pakai alat pendorong sumbatan pada pipa, bentuknya pipih, fleksibel dan bisa memanjang. Nantinya alat tersebut akan masuk melalui lubang kloset dengan cara didorong.

    2. Tekanan Air di Tangki Rendah

    Apabila tidak ada sumbatan, masalah kedua mungkin disebabkan dari tangki air kloset. Bagian ini berfungsi untuk memasok air dan mengeluarkan ketika tombol flush ditekan. Letaknya berada di bagian kepala kloset yang bentuknya seperti sandaran kursi.

    Ketika tekanan air di tangki tersebut rendah, air yang keluar juga tidak akan begitu deras dan lambat. Penyebab tekanan air di tangki rendah biasanya karena penggunaannya berlebihan, tabung siramnya rusak, adanya kebocoran, hingga penguapan air.

    Cara mengatasinya adalah dengan mengisi ulang tangki manual untuk membantu menyiram toilet. Jika kamu memiliki modal yang cukup, perbaiki tangki air kloset atau perbaiki kerusakan di dalam tangki tersebut.

    3. Adanya Penumpukan Material Sisa di Rim Jets

    Pada kloset banyak sekali bagian-bagian detail yang jarang terlihat apabila dilihat dari atas, salah satunya adalah rim jets. Fungsinya untuk menciptakan gerakan berputar pada saat menyiram kloset dan mendorong kotoran ke saluran pembuangan. Rim jets merupakan lubang untuk keluarnya air dari tangki.

    Lubang ini tentu harus dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat agar semua lubang dapat mengaliri air. Namun, pada prosesnya bisa saja ada partikel-partikel yang menyangkut di pipa atau lubang pembuangan. Seiring waktu, partikel tersebut menyumbat jalur air sehingga menghambat tekanan air yang turun.

    Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan secara teratur. Bahan pembersihnya pun tidak mahal, bisa dengan sabun cuci piring dan air panas sebanyak 1-2 panci. Air panas tidak perlu sampai mendidih.

    Pertama, tuangkan sabun ke dalam lubang kloset. Lalu, tuangkan 1-2 cangkir sabun cuci piring tersebut secara perlahan. Diamkan sekitar lima menit. Selanjutnya, tuangkan air panas sedikit demi sedikit. Tunggu sekitar 30 menit.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Ideal Pasang Toren di Atas Rumah



    Jakarta

    Toren air adalah tabung khusus untuk menampung air yang akan digunakan untuk keperluan sehari-hari keluarga. Jika diperhatikan, ada toren air yang diletakkan di atas rumah, ada pula yang sejajar dengan tanah.

    Banyak yang mengatakan toren diletakkan di atas rumah lebih baik untuk memudahkan air turun karena tekanan air mengikuti gravitasi. Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega membenarkan hal tersebut. Dengan posisi toren air di atas, air tetap bisa mengalir meskipun tidak ada pompa pendorong. Rumah dalam keadaan dialiri listrik ataupun tidak, air tetap bisa keluar lewat keran-keran di rumah.

    “Sebenarnya lebih ke tekanan air sih. Jadi kalau misalnya pengen aliran airnya kencang, deras (toren harus di atas). Kadang ada orang yang pengen nggak usah pakai pompa deh, biar kalau mati lampu, airnya tetap bisa ngalir,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).


    Mega mengatakan ketinggian toren maksimal untuk di rumah-rumah adalah 7 meter dari lokasi keran paling bawah. Sementara jarak minimalnya adalah 3 meter. Jarak ini memudahkan air turun, meski tidak dibantu pompa pendorong.

    “Jadi kalau misalnya pengen aliran airnya kencang, deras, itu memang ada ketentuannya 7 meter dari titik keran. Dia (toren) harus 7 meter itu (terutama) kalau pakai shower. Kalau dia pakai keran biasa, itu 3 meter cukup,” sebutnya.

    Namun, toren juga tidak masalah jika ingin diletakkan sejajar dengan tanah. Namun, perlu dibantu dengan pompa pendorong.

    “Jadi misalnya kalau udah pakai pompa pendorong, berarti mau ditaruh di ketinggian berapapun, dia akan tetap bisa alir ke dalam rumah,” ungkapnya.

    Kemudian, toren juga sekarang ada yang memiliki bukaan di bagian bawah sehingga perlu memakai kaki penyangga dan tidak langsung bersentuhan dengan permukaan atap rumah atau tanah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Air Menetes Terus? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Pernahkah menemui keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat? Kondisi seperti itu bisa membuat risih para penghuni rumah.

    Keran air menetes membuat air terbuang percuma. Lalu, suara tetesan air yang berjatuhan tanpa henti mengganggu ketenangan.

    Lantas, kenapa keran air menetes terus ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Keran Air Menetes

    Inilah sederet biang kerok keran air menetes, dikutip dari Swan’s Plumbing.

    1. Komponen Longgar atau Rusak

    Keran terdiri dari berbagai komponen, seperti ring-o, seal, washer, dan katup. Komponen tersebut sewaktu-waktu bisa longgar atau rusak. Kalau komponen longgar atau tidak dipasang dengan benar, keran air akan bocor.

    2. Washer Aus atau Rusak

    Kemudian, penyebab kebocoran keran yang paling umum adalah washer yang aus atau rusak. Washer merupakan plastik kecil atau segel karet di dalam gagang keran. Fungsinya untuk mencegah air mengalir saat keran ditutup.

    3. Korosi dan Penumpukan Mineral

    Keran air bocor dapat disebabkan oleh mineral dan endapan dari air. Hal itu menimbulkan korosi atau penyumbatan, sehingga mengganggu fungsi komponen keran.

    4. Tekanan Air Terlalu Besar

    Selain itu, tekanan air yang terlalu besar juga mengakibatkan keran bocor. Pasalnya, tekanan air dapat menekan komponen di dalam keran dan mengakibatkan kebocoran. Penghuni bisa memasang pengatur tekanan saluran air untuk mencegah kerusakan.

    5. Faktor Usia

    Faktor usia juga bisa jadi penyebab keran air menetes. Komponen keran lama-lama akan aus hingga menyebabkan kebocoran.

    6. Pipa Retak atau Rusak

    Air yang menetes tidak selalu berasal dari keran, tetapi bisa dari titik sambungannya. Hal ini disebabkan oleh pipa yang retak atau rusak.

    Itulah beberapa penyebab keran air menetes. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Menyebabkan Tekanan Air Keran Lemah


    Jakarta

    Pernahkah menyalakan keran tapi air yang keluar kecil? Hal itu adalah pertanda tekanan air yang lemah.

    Masalah tekanan air cukup mengganggu aktivitas penghuni rumah. Misalnya, aktivitas mencuci tangan ataupun piring menjadi lebih lama karena harus menunggu air keluar secara perlahan.

    Lantas, kenapa tekanan air keran bisa lemah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Tekanan Air Keran Lemah

    Inilah beberapa hal yang membuat tekanan air keran lemah dikutip dari The Spruce, Jumat (25/7/2025).

    1. Pipa Air Tersumbat

    Pipa atau saluran air yang tersumbat bisa menghambat aliran air, sehingga tekanan air menjadi lemah. Sumbatan tersebut bisa akibat penumpukan mineral, terutama di daerah yang rawan air sadah.

    Untuk mengatasinya, pemilik bisa menghubungi tukang ledeng buat memeriksa dan mungkin mengganti pipa. Lalu, pemilik dapat mencegah hal ini dengan memasang alat pelembut air.

    2. Regulator Tekanan Bermasalah

    Tekanan air tinggi terdengar bagus, namun sebenarnya bisa merusak perangkat air. Oleh karena itu, ada rumah-rumah yang memasang regulator tekanan air. Namun, instalasi regulator tekanan yang kurang tepat justru menghambat aliran air.

    Pemilik atau tukang ledeng bisa mengatur tekanan air sesuai keinginan. Jika tidak berhasil, kemungkinan alatnya rusak dan perlu diganti dengan yang baru.

    3. Pipa Air Bocor

    Tekanan air keran yang lemah juga bisa disebabkan oleh kebocoran pada pipa air. Kemungkinan ada lebih dari satu kebocoran, sehingga mempengaruhi tekanan air keran.

    Jika menduga ada pipa bocor, segera ambil periksa dan perbaiki. Hubungi tukang ledeng untuk mengatasi masalah tersebut.

    4. Terlalu Banyak Peralatan Digunakan Sekaligus

    Semakin banyak peralatan air digunakan secara bersamaan, semakin banyak pula air yang terpakai, sehingga menurunkan tekanan air. Misalnya beberapa penghuni sedang mencuci piring, mencuci pakaian, mandi, dan menyiram pekarangan dalam satu waktu. Cara paling mudah untuk mengatasi masalah ini adalah mengatur penggunaan air dalam sehari.

    5. Keran Bermasalah

    Jika tekanan air rendah mempengaruhi satu atau dua perangkat air, seperti kepala pancuran dan wastafel, kemungkinan penyebabnya aerator atau kartrid yang tersumbat. Aerator keran mengurangi volume air tanpa mengubah tekanan. Sementara itu, kartrid yang tersumbat juga bisa menjadi penyebabnya.

    Jika mengalami tekanan air rendah, kemungkinan besar disebabkan oleh penumpukan kerak kapur. Hal itu biasanya dapat diatasi dengan membersihkan lubang keran air.

    Itulah penyebab tekanan air keran lemah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Ideal Pasang Toren Air di Atas Rumah? Segini Anjurannya



    Jakarta

    Jika melihat pemandangan rumah-rumah dari atas, biasanya terlihat tabung besar berwarna biru, oren, atau hitam di atapnya. Tabung itu adalah toren air yang fungsinya menampung cadangan air bersih.

    Toren air sering kali dipasang di atas untuk memudahkan air turun mengikuti gaya gravitasi. Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menjelaskan posisi toren tersebut membuat air bisa mengalir tanpa ada pompa pendorong. Air bisa tetap mengalir meski listrik di rumah padam.

    “Sebenarnya lebih ke tekanan air sih. Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras (toren harus di atas). Kadang ada orang yang pengin enggak usah pakai pompa deh, biar kalau mati lampu, airnya tetap bisa ngalir,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lantas, seberapa tinggi toren air perlu dipasang di atas rumah?

    Menurut Mega, ketinggian maksimal toren air adalah 7 meter dari lokasi keran paling bawah. Sementara itu, paling pendek pemasangan toren air adalah 3 meter. Jarak tersebut cukup untuk air turun tanpa pompa pendorong.

    “Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras, itu memang ada ketentuannya 7 meter dari titik keran. Dia (toren) harus 7 meter itu (terutama) kalau pakai shower. Kalau dia pakai keran biasa, itu 3 meter cukup,” jelasnya.

    Jika pemilik rumah ingin meletakkan toren air sejajar dengan tanah, hal itu masih memungkinkan. Namun, pastikan untuk memasang pompa pendorong.

    “Jadi misalnya kalau udah pakai pompa pendorong, berarti mau ditaruh di ketinggian berapapun, dia akan tetap bisa alir ke dalam rumah,” ungkapnya.

    Selain itu, sekarang toren air ada yang memiliki bukaan di bagian bawah. Model tangki tersebut memerlukan kaki penyangga sehingga tidak langsung bersentuhan dengan permukaan atap atau tanah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak juga Video ‘Waspada! Toren Bisa Jadi Sumber Penyakit’:

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com