Tag: televisi

  • Banjir Rendam Barang Elektronik, Buruan Selamatkan Pakai Beras!



    Jakarta

    Musim hujan telah melanda Indonesia. Sebagian wilayah bahkan sudah mengalami banjir. Air yang menggenang masuk rumah berpotensi bisa merusak barang elektronik.

    Banjir adalah mimpi buruk, tapi semakin diperparah jika sudah menimbulkan kerusakan terhadap barang-barang elektronik berharga seperti ponsel, laptop, televisi dan lainnya. Jika tak segera ditangani, barang elektronik kesayangan akan rusak dan tak lagi bisa dipakai.

    Namun tenang, ada cara cepat yang bisa menyelamatkan barang elektronik yang terlanjur jadi korban banjir. Bahannya cukup sederhana, yaitu beras!


    Ya, beras dipercaya salah satu cara yang cukup ampuh untuk menyelamatkan barang elektronik yang terkena air. Sifat beras dipercaya bisa menyerap air dan kelembapan dengan cepat.

    Begini cara menyelamatkan barang elektronik yang terkena air dengan beras:

    1. Jangan Dinyalakan

    Hal pertama yang harus kamu lakukan saat barang elektronik terkena air adalah tidak menyalakannya atau putuskan semua sambungan listrik ke barang tersebut. Jangan coba menghidupkannya dulu, karena aliran listrik yang ada pada perangkat yang terkena air akan menimbulkan korsleting dan berujung pada rusaknya komponen pada barang tersebut.

    2. Buka penutup

    Buka penutup perangkat. Hal ini ditujukan agar kamu bisa mengetahui sejauh mana air masuk ke dalam komponen perangkat. Selain itu, dengan dibukanya penutup perangkat, proses pengeringan bisa lebih cepat. Bila perangkat kamu terdapat baterai seperti ponsel, lepaskan juga baterai dari perangkat tersebut.

    3. Rendam perangkat dengan beras

    Ambil beras secukupnya ke dalam wadah dan masukan barang elektronik ke dalam wadah tersebut. Pastikan seluruh bagian perangkat tersebut tertutup beras dan biarkan hingga 24 jam.. Apabila setelah itu masih bermasalah, segera masukan kembali ke dalam beras untuk 24 jam berikutnya. Ingat, jangan dulu menyalakan perangkat hingga benar-benar kering.

    4. Gunakan Silica Gel

    Silica Gel terkenal sebagai zat penyerap lembab yang baik. Kamu dapat mencoba menggunakan benda ini dengan cara yang sama seperti menggunakan beras.

    5. Jangan pakai hair dryer atau jemur ponsel di bawah sinar matahari langsung

    Cara ini mungkin terlihat instan dan menjanjikan dalam proses pengeringan. Namun perlu kamu ketahui, suhu yang tinggi dapat merusak sebagian komponen dari perangkat kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Tinggakan Rumah Saat Liburan, Lakukan Ini Biar Maling Nggak Masuk


    Jakarta

    Banyak keluarga menantikan waktu liburan untuk jalan-jalan keluar kota. Tak hanya mereka, maling pun semakin leluasa untuk mencari mangsa, yakni rumah kosong.

    Bagi kamu yang berencana pergi liburan atau meninggalkan rumah kosong, wajib hati-hati ya. Jangan sampai rumah kamu mudah dibobol maling.

    Lalu, bagaimana cara mencegah maling masuk rumah? Yuk, simak caranya berikut ini seperti dikutip dari CNET.


    Cara Mencegah Maling Masuk ke Rumah

    1. Amankan Pintu dan Jendela

    Tentunya langkah pencegahan termudah adalah mengunci pintu dan jendela. Pintu yang terkunci bisa menyulitkan maling masuk. Bila perlu, buat tralis di jendela dan pintu untuk pengamanan ekstra.

    2. Pakai Kunci Tambahan

    Selain itu, kamu bisa meningkatkan keamanan rumah dengan memakai kunci pengaman tambahan. Kamu bisa mengganti pintu rumah atau jendela dengan kualitas yang lebih bagus.

    Pastikan kusen dan engsel pintu kamu cukup kuat untuk menahan upaya pembobolan Terakhir, seperti disebutkan di atas, Anda dapat meningkatkan ke smart lock, yang dapat kamu aktifkan dari jarak jauh.

    3. Tambahkan Sistem Keamanan

    Kalau merasa tak cukup aman, kamu bisa memasang sistem keamanan rumah. Sistem keamanan ini bisa berupa alarm atau kamera CCTV yang bisa dipantau dari ponsel kamu

    Saat ini banyak kamera CCTV yang punya sensor gerakan manusia. Bila ada gerakan, CCTV tersebut bisa mengirimkan notifikasi ke ponsel kamu.

    4. Sembunyikan Barang-barang Berharga

    Maling pasti mengincar barang-barang berharga. Jadi, jangan taruh barang berharga di tempat yang berpotensi mudah dijangkau maling. Bila perlu, selalu simpan barang berharga di safe deposit box atau di tempat sembunyi yang cuma kamu yang tahu.

    5. Tambahkan Lampu Luar

    Maling biasanya lebih suka dengan kondisi rumah yang gelap. Sebab, gerak-gerik mereka tak akan terlalu kelihatan.

    Makanya, pasang lampu tambahan di luar rumah yang terang, agar maling yang mau masuk ke rumah bisa berpikir ulang. Selain itu, kamu juga bisa memasang lampu yang menyala otomatis bila ada gerakan. Sorot lampu ini bisa efektif mencegah maling masuk.

    6. Kunci Garasi

    Orang-orang biasanya sibuk melindungi rumahnya tapi lupa mengunci garasi. Ini juga hal penting yang harus dilakukan apalagi kalau kamu menaruh barang-barang berharga di garasi.

    Perlakukan garasi seperti kunci pintu utama di rumah karena maling juga bisa mengambil kendaraan kamu. Hal ini akan lebih penting dilakukan bila garasi kamu punya pintu sambungan dengan ruangan lain di rumah.

    7. Jangan Sembunyikan Kunci di Tempat yang Umum

    Biasanya, kamu menyembunyikan kunci di suatu tempat bila ada anggota keluarga di rumah yang akan pulang namun tak membawa kunci. Mulai saat ini, jangan sembarangan menaruh kunci di tempat yang tersembunyi. Jika terpaksa harus dilakukan, titip kunci di tetangga terdekat kamu.

    8. Buat Seolah-olah Ada Orang di Rumah

    Kebanyakan maling ogah masuk saat ada orang di rumah. Mereka akan mengincar rumah kosong. Jadi, coba buat seolah-olah di rumah kamu ada orang.

    Caranya bisa macam-macam, misalnya menyalakan lampu hingga menyalakan televisi dan radio. Titip pesan juga ke tetangga untuk mengambil paket pesanan belanjaan kamu agar barang-barang itu tak menumpuk di luar dan membuat si maling curiga.

    9. Beli Brankas

    Pertimbangkan membeli brankas untuk menyimpan barang-barang berharga. Brankas kecil pun bisa berguna karena maling tak mungkin mengambilnya karena brankas dibuat dari material yang sangat berat.

    10. Lapor Petugas Keamanan

    Melapor petugas keamanan setempat juga bisa membantu mencegah maling masuk ke rumah. Minta mereka untuk sesekali mengecek keadaan rumah yang kamu tinggalkan.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah maling masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tempatkan Colokan Listrik Dekat Kasur, Bisa Picu Kanker!



    Jakarta

    Kebanyakan orang mungkin memilih untuk menempatkan stop kontak atau colokan listrik dekat dengan tempat tidur. Tujuannya agar mudah untuk mengisi daya barang elektronik atau gadget.

    Memang pilihan itu seakan tepat, karena kamar akan lebih rapih dibanding memasang stop kontak gulung yang bisa membahayakan jika tersandung. Tapi ternyata pilihan itu salah!

    Peletakan stop kontak di d dekat tempat tidur ini berbahaya bagi kesehatan dan keamanan rumah. Menurut Healthdigest.com stop kontak yang dipasang terlalu dekat dengan kasur dapat menimbulkan kanker. Hal ini dikarenakan radiasi listrik yang dipancarkan selama berjam-jam.


    Badan Internasional untuk Penelitian Kanker di World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, merilis laporan yang menyatakan bahwa medan listrik dan magnet atau electric and magnetic fields (EMF) bersifat karsinogenik bagi manusia yang dapat mengurangi produksi melatonin yang membuat tubuh susah untuk cepat tidur.

    Sementara itu, dalam konsep feng shui sendiri menyarankan semua alat elektronik dicabut dari stop kontak sebelum beranjak tidur karena kamar adalah tempat untuk beristirahat dan bersantai.

    Sebagai informasi, feng shui seperti yang dilansir dari National Geographic adalah seni Tiongkok kuno yang menjabarkan tata bangunan, benda, dan ruang dalam suatu lingkungan untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan sehingga membawa kedamaian dan kemakmuran.

    Barang elektronik yang disebut harus dimatikan seperti televisi, telepon, tablet, hingga WiFi. Namun memang saat ini ada beberapa barang elektronik yang tentu sulit untuk dimatikan seperti ponsel dan WiFi. Misalnya ponsel kerap digunakan untuk pemasangan alarm atau untuk berjaga-jaga ada panggilan darurat. Sementara WiFi harus tetap dihidupkan agar ponsel terhubung dengan internet.

    Tempat yang Tepat Meletakkan Stop Kontak di Kamar Tidur

    Posisi yang tepat untuk meletakkan stop kontak di kamar tidur menurut situs precisionelectricals.com yang dikutip pada Selasa (20/20/2024) adalah di samping pintu masuk, di bawah meja belajar, dan di dekat TV. Hindari menutup jalur stop kontak dengan meletakkan rak atau lemari pakaian di depannya.

    Apabila sudah terlanjur memasang stop kontak di sebelah tempat tidur bisa menggunakan cara berikut agar lebih aman.

    Pindahkan Posisi Kasur

    Cara mudah untuk mengurangi paparan radiasi listrik adalah dengan memindahkan posisi tempat tidur agar berjauhan dengan stop kontak. Pasang kabel gulung agar tetap bisa menjangkau stop kontak utama. Rapihkan kabel ke pinggir ruangan atau apabila memakai karpet sembunyikan di bawahnya agar tampilannya lebih rapih dan jangan lupa untuk mencabutnya sebelum tidur.

    Gunakan Penutup Stop Kontak

    Jika pemindahan kasur atau tempat stop kontak tidak memungkinkan, coba pasang penutup plastik di depan lubang stop kontak. Ini dapat menjaga stop kontak dari jangkauan anak-anak.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Anjuran Posisi TV di Kamar Tidur, Jangan Sembarangan!


    Jakarta

    Menaruh TV atau televisi di kamar tidur semakin lumrah dilakukan. Hal ini memudahkan penghuni rumah untuk menonton TV tanpa harus meninggalkan kasur atau keluar ruangan.

    Nah, buat kamu yang mau menaruh TV di dalam kamar tidur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah jangan menaruh TV di depan jendela yang memancarkan cahaya matahari ke dalam kamar.

    Hal itu karena bisa membuat mata lelah akibat cahaya yang masuk. Di sisi lain, jangan meletakkan TV di seberang jendela karena akan membuat layar menjadi silau.


    Lantas, bagaimana posisi TV yang baik di kamar tidur? Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips meletakkan TV di kamar tidur.

    1. Pasang TV di Dinding

    TV di kamar tidur/Onurdongel/Getty Images via The SpruceTV di kamar tidur. Foto: Onurdongel/Getty Images via The Spruce

    Memasang TV di dinding menjadi salah satu pilihan yang paling mudah dan sederhana. Untuk meningkatkan tampilan TV, kamu bisa menambahkan dekorasi pada dinding, misalnya membuat latar dengan desain yang estetis atau menambahkan dekorasi lainnya.

    2. Taruh di Dekat Area Duduk

    TV di kamar tidur/Nile Johnson Interior Design via The SpruceTV di area duduk. Foto: Nile Johnson Interior Design via The Spruce

    Apabila kamar kamu cukup luas dan ada area duduk, sebaiknya letakkan TV di area duduk tersebut. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    3. Taruh di Atas Rak

    TV di kamar tidur/Mats Silvan/Getty Images via The SpruceTV di rak. Foto: Mats Silvan/Getty Images via The Spruce

    Jika di kamarmu ada rak, kamu bisa menaruh TV di atas rak tersebut. Tambahkan dekorasi yang diperlukan, misalnya tanaman, buku, atau lukisan agar tampilan tampak lebih natural.

    Itulah beberapa tips untuk meletakkan TV di kamar tidur. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Lindungi Rumah dari Sambaran Petir Saat Hujan Lebat



    Jakarta

    Belakangan ini hujan terjadi cukup lebat di beberapa wilayah di Indonesia. Hujan lebat yang turun juga kadang disertai petir yang bisa membahayakan rumah jika tersambar.

    Meski kamu merasa aman berlindung di dalam rumah, petir yang menyambar bisa menyebabkan sejumlah kerusakan alat di rumah.

    Sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan atap, korsleting listrik, bahkan kebakaran. Tentu kamu nggak akan mau mengalami hal seperti ini kan?


    Oleh karena itu, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi sambaran petir. Yuk, simak apa tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Family Handy.

    Antisipasi Sambaran Petir

    Inilah cara mengantisipasi rumah tersambar petir agar rumah beserta isinya tidak rusak.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap.

    Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Petir membawa muatan listrik yang besar, sehingga ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah kalau tersambar petir. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal! Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Pasang TV di Rumah


    Jakarta

    Memiliki televisi (TV) di rumah bisa menjadi salah satu hiburan karena banyak tontonan menarik. Sebelum memasangnya di rumah, ada hal-hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

    Jangan sampai kamu salah pasang yang berujung tidak nyaman saat menonton TV. Misalnya, kamu memasang TV terlalu tinggi sehingga membuatmu tidak nyaman dan cepat lelah. Posisi TV yang pas yaitu sejajar dengan mata atau sedikit lebih rendah.

    Selain itu masih ada beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Perhatikan Aspek Keamanan

    Dikutip dari Tiger Mount, sebaiknya TV tidak diletakkan di tempat dengan suhu panas. Sebab, bisa merusak TV dalam waktu lama.

    Selain itu, pastikan TV yang dipasang aman dan tidak akan terjatuh, apalagi kalau kamu punya anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

    2. Tentukan Jarak Antara TV dengan Sofa

    Dilansir dari CNET, saat ingin memasang TV di rumah, pastikan jaraknya pas dari tempat duduk atau tempat menonton TV. Jika tidak ingin jarak TV terlalu dekat dengan sofa, kamu bisa memilih TV dengan ukuran yang lebih besar.

    3. Jangan Pasang TV Terlalu Tinggi

    Memasang TV terlalu tinggi bisa membuat leher sakit. Maka dari itu, sebaiknya TV dipasang sejajar dengan mata atau sedikit lebih rendah.

    4. Jangan Pasang TV Indoor di Luar Ruangan

    Sesuai namanya, TV indoor diperuntukkan di dalam ruangan. Jangan sekali-kali kamu pasang TV tersebut di luar ruangan karena rentan rusak. Sebab, ada TV yang memang dirancang bisa diletakkan di luar ruangan.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memasang TV di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lupa Matikan Kompor Bisa Jadi Pemicu Kebakaran, Ini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Pemilik rumah harus berhati-hati akan kemungkinan terjadi kebakaran di rumah. Kebakaran bisa dipicu oleh kelalaian manusia maupun masalah teknis. Untuk itu, kita penting sekali waspada akan potensi tersebut.

    Seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Kalirejo RT 02, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro. Dilansir dari detikJatim, sebuah rumah milik warga bernama Winarno (40) yang digunakan sebagai tempat usaha air isi ulang dan warung hangus dilalap api.

    Lebih dari itu, material rumah yang terbuat dari kayu tanah, sehingga api cepat menyebar. Dua unit mobil pemadam dengan tujuh personel pun dikerahkan buat menjinakan api. Namun, api tetap membakar hampir 100 persen bangunan berukuran 10×20 meter itu.


    “Kebakaran diperkirakan terjadi pukul 08.30 WIB, namun pihak damkar menerima informasi sekitar pukul 09.00 WIB. Langsung berangkat melakukan pemadaman,” jelas petugas Damkar Siswoyo, Sabtu (22/2/2025)

    Di sisi lain, Polsek Ngraho masih mencari tahu penyebab kebakaran. Dari informasi banyak pihak, api diduga berasal dari kompor di dapur yang lupa dimatikan usai memasak.

    “Total kerugian sekitar Rp150 juta, meliputi rumah kayu berukuran 10×20 meter beserta aset peralatan pengisian air isi ulang galon. Beruntung rumah induk ukuran 10×20 meter terselamatkan. Dugaan sementara karena kompor tidak dimatikan, namun masih dalam penyelidikan,” ucap Kapolsek Ngraho.

    Berkaca dari kejadian tersebut, perlu kita perlu mengambil langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran. Berikut ini cara mencegah kebakaran rumah seperti, dilansir dari detikSumut.

    Cara Cegah Kebakaran di Rumah

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi kebakaran rumah.

    1. Bijak Pakai Alat Elektronik

    Di dalam rumah tentunya banyak alat-alat elektronik yang digunakan, seperti lampu, televisi, mesin cuci, dan lain sebagainya. Kita harus bijak dalam menggunakan alat-alat tersebut. Usahakan untuk menggunakan sewajarnya dan tidak melebihi beban kapasitas meter listrik di rumah.

    Jangan lupa juga untuk mencabut dan mematikan alat-alat elektronik di rumah ketika hendak bepergian jauh. Matikan juga lampu dan alat elektronik lainnya ketika tidak digunakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, kita juga bisa menghemat listrik dengan bijak dalam menggunakan alat elektronik.

    2. Awasi Penggunaan Kompor

    Kebakaran yang diakibatkan oleh ledakan gas cukup banyak terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu melepaskan selang gas apabila berencana berpergian dalam waktu lama. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan kebakaran karena gas adalah salah satu bahan yang bisa memicu api. Selain itu, pastikan tidak ada kebocoran pada gas saat menggunakan kompor gas.

    3. Matikan Kompor Saat Tidak Digunakan

    Jangan lupa untuk selalu mematikan segala peralatan memasak yang ada di dapur seperti kompor, oven, microwave, dan lainnya ketika sudah tidak digunakan atau hendak tidur.

    4. Jauhkan Benda yang Mudah Terbakar dari Sumber Api

    Beberapa benda di rumah merupakan benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah bahan bahan yang terbuat dari kain seperti seprai, pakaian, karpet, dan juga benda-benda dari kertas.

    Sebagai langkah pencegahan kebakaran, kamu harus menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar tersebut dari sumber api. Jarak amannya setidaknya adalah 1 meter.

    5. Rutin Cek Kondisi Kabel Listrik

    Salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi adalah diakibatkan oleh korsleting listrik.

    Maka dari itu, kamu harus secara rutin mengecek kondisi kabel listrik di rumah. Jika ada yang rusak kamu harus segera memperbaikinya ataupun menggantinya.

    6. Jangan Bakar Sampah di Pekarangan

    Ketika kamu membakar sampah di pekarangan atau halaman rumah, hal tersebut berpotensi untuk mengakibatkan kebakaran. Hal ini dikarenakan saat membakar sampah, api bisa merambat ke bagian-bagian yang lain melalui udara.

    Untuk itu, ada baiknya sampah-sampah seperti daun bisa dijadikan kompos saja. Sementara sampah yang lain dapat dibuang.

    7. Sediakan Alat Pemadam Kebakaran

    Pastinya langkah mencegah kebakaran adalah menyiapkan alat pemadam kebakaran di rumah. Membeli alat pemadam api di rumah adalah salah satu langkah cerdas untuk menghindari api menyebar lebih luas. Kamu bisa menaruhnya di tempat-tempat yang dekat dengan sumber api, seperti dapur.

    Itulah tips mencegah kebakaran di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menata Sofa dan TV di Ruang Sempit, Biar Nggak Sumpek!



    Jakarta

    Meletakkan sofa dan televisi (TV) di ruangan yang sempit harus cermat. Sebab, jika salah posisi justru bisa membuat ruangan semakin sempit atau tidak nyaman.

    Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur sofa dan TV di ruang keluarga yang sempit. Salah satunya adalah meletakkan TV dengan ketinggian yang pas dengan sofa. Hal ini agar penghuni rumah bisa menonton TV dengan nyaman.

    Selain itu masih ada beberapa cara lainnya untuk meletakkan sofa dan TV yang pas pada ruangan sempit. Dilansir dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Tips Meletakkan Sofa di Ruang Keluarga yang Sempit

    Jika ruangan keluarga di rumahmu berbentuk persegi atau persegi panjang, posisikan dua sofa berukuran sama yang saling berhadapan dengan meja kopi di antaranya. Sebenarnya, tidak ada aturan pasti dan tepat yang mengatakan kamu tidak dapat memasangkan furnitur dengan ukuran berbeda, seperti tiga tempat duduk dan dua tempat duduk, atau sofa panjang dengan tempat duduk.

    Pastikan selalu memberikan sedikit jarak di sekitar furniture agar orang rumah dapat berjalan dengan nyaman.

    Sebenarnya, tidak ada aturan pasti dan tepat yang mengatakan kamu tidak dapat memasangkan furnitur dengan ukuran berbeda, seperti tiga tempat duduk dan dua tempat duduk, atau sofa panjang dengan tempat duduk. Ukuran yang bervariasi dapat menciptakan dinamika yang berbeda di dalam ruang keluarga kecil tersebut.

    Tips Meletakkan TV di Ruang Keluarga yang Sempit

    TV biasanya diletakkan di area ruang keluarga agar penghuni rumah bisa menonton bersama. Untuk posisi menonton yang optimal, idealnya TV diletakkan di bagian depan tengah sofa.

    Kamu juga bisa meletakkan TV di sudut ruangan jika menaruhnya di tengah ruangan merusak estetika. Selain itu, TV harus berada pada ketinggian yang tepat dalam kaitannya dengan sofa sehingga terasa nyaman untuk dilihat dan kamu tidak perlu melihat ke atas atau meninggikan leher untuk menontonnya.

    Itulah beberapa tips meletakkan sofa dan TV di ruangan sempit. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Kabel di Rumah Nggak Kusut dan Berantakan



    Jakarta

    Tanpa disadari, banyaknya kabel di rumah membuat kita sering pusing dan bingung bagaimana cara merapikannya. Kabel yang berantakan tak hanya membuat isi rumah nampak tidak rapi, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya bila terjadi korsleting.

    Bila hal itu terjadi, bukan tak mungkin bahaya lain mengintai seperti tersetrum atau yang terparah adalah kebakaran. Tentu kita tak ingin hal itu terjadi.

    Untuk itu, melansir dari Pcmag, Selasa (04/03/2025), berikut 5 tips mengatasi kabel berantakan di rumah:


    Gunakan Pengait untuk Menahan Kabel

    Cara pertama adalah menahan kabel di dinding menggunakan beberapa alat misalnya pengait dinding berbahan plastik berbentuk C yang dapat dipasang dengan menancapkan paku agar kabel itu tertahan dan menempel rata dengan dinding.

    Selain itu, kita juga bisa menggunakan penutup kabel berbentuk pipa atau tabung juga memakai klip kabel yang ditempel tanpa memerlukan paku.

    Ikat Pakai Kabel Zip (Ties)

    Kabel-kabel yang terurai panjang seperti di rak televisi dapat digabung dan diikat agar tidak berantakan menggunakan kabel zip atau ties. Sebelum diikat, gulung atau lingkari kabel satu atau dua kali kemudian pastikan kabel tersebut tidak tertekuk.

    Memakai Selotip

    Cara sederhana yang bisa digunakan dalam situasi darurat adalah menggunakan selotip untuk menahan kabel. Selotip dapat ditempelkan pada kabel di belakang atau bawah meja maupun di dinding. Namun, selotip digunakan hanya untuk situasi darurat karena sifatnya tidak tahan lama tergantung pada jenis dan kelembapan permukaan.

    Siapkan Terminal Stop Kontak

    Cara lain untuk membuat kabel di rumah tertata rapi adalah menggunakan terminal stop kontak. Tentunya alat ini dilengkapi dengan sakelar pemutus sehingga ketika dalam keadaan bahaya, semua alat elektronik bisa dimatikan dengan satu alat ini.

    Berikan Label pada Kabel

    Kabel yang panjang dan jumlahnya banyak rentan tertukar, oleh karena itu Anda bisa memberikan nama pada kabel menggunakan label. Cukup dengan menulis nama kabel pada dua sisi kertas atau label lalu bungkus dengan plastik agar tahan lama.

    Demikian tips yang dapat Anda lakukan untuk membuat kabel rumah Anda tetap rapi.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Air AC yang Bocor Bisa Berbahaya? Ini Kemungkinan Risikonya


    Jakarta

    Air AC merupakan air yang keluar dari proses kondensasi dalam sistem pendingin udara (air conditioner). Biasanya, air AC dialirkan lewat saluran pembuangan ke luar unit AC.

    Ketika AC bekerja, udara panas dari ruangan akan melalui evaporator yang dingin dan membuat uap air di udara mengembun sehingga membentuk tetesan air. Namun jika terjadi kebocoran, airnya bisa menetes ke dalam ruangan sehingga berisiko menimbulkan berbagai masalah.

    Risiko Bahaya Tetesan Air dari AC

    Air yang menetes dari unit AC termasuk hal yang normal. Namun, hal itu juga bisa jadi tanda ada masalah yang perlu diperbaiki. Kebocoran bisa disebabkan berbagai faktor, contohnya saluran pembuangan tersumbat atau kerusakan sistem pendingin.


    Selain dapat merusak perabotan di sekitar, air AC yang bocor juga punya potensi menyebabkan bahaya kesehatan dan keselamatan.

    Dilansir laman Eco Home Solutions, berikut adalah beberapa kemungkinan risiko berbahaya dari air AC yang bocor:

    1. Berisiko Menyetrum Orang dan Menimbulkan Kebakaran

    Air AC yang bocor bisa saja mengenai benda-benda di sekitarnya. Jika mengenai komponen listrik, maka itu berisiko menimbulkan korsleting, kebakaran, atau menyetrum seseorang.

    2. Membuat Tumbuhnya Jamur

    Tetesan air dari kebocoran AC yang terus menerus juga mendorong tumbuhnya jamur. Jamur suka tempat yang lembap dan gelap. Di mana, unit AC yang bocor menawarkan tempat yang sempurna untuk hal ini.

    Seringnya jamur tumbuh di tempat yang gelap dan lembap seperti ruang sempit, di belakang peralatan, di pipa, atau ventilasi udara. Tapi, mereka juga tumbuh di dalam ruangan yang biasa kamu tempati jika karena air menetes di sekitar area tersebut.

    3. Menyebabkan Masalah Kesehatan

    Adanya jamur bisa menyebabkan masalah kesehatan, terlebih bagi penghuni rumah yang punya alergi, asma, maupun sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    4. Merusak Peralatan

    Kalau air AC menetes ke benda misalnya perangkat elektronik seperti televisi, komputer, atau stopkontak, di sekitarnya hal ini bisa menyebabkan benda-benda tersebut rusak hingga memicu kebakaran.

    Di sisi lain, furniture, dinding, dan lantai yang terkena tetesan air AC yang bocor juga berisiko rusak. Hal ini dikarenakan ada kelembapan yang terus-menerus.

    Pada akhirnya hal ini bisa menimbulkan noda yang menurunkan tampilan interior, memunculkan jamur, lumut, hingga bau tidak sedap.

    Penyebab AC Bocor

    Masih dari sumber yang sama, berikut adalah beberapa faktor umum yang menyebabkan AC bocor:

    • Kebocoran AC sekitar 85% berasal dari pembuangan yang tersumbat, panci pembuangan yang pecah, pompa yang rusak, atau kumparan yang membeku.
    • Saluran pembuangan tersumbat bisa karena kotoran, serpihan, atau alga, yang sering kali menyebabkan kebocoran.
    • Pompa kondensat bisa rusak, terutama kalau AC berada di bawah tanah.

    Setelah mengetahui risiko bahaya dari tetesan air AC akibat kebocoran, maka dari itu perawatan rutin dan tindakan cepat terhadap kebocoran AC perlu segera dilakukan.

    Dengan memperbaiki masalah AC sejak dini, kamu juga bisa menjaga rumah tetap aman dan nyaman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com