Tag: televisi

  • Menghidupkan Kulkas yang Baru Dipindahkan Bisa Berakibat Fatal, Ini Alasannya


    Jakarta

    Kulkas adalah salah satu barang elektronik di rumah yang memiliki berat dan ukuran yang besar. Untuk memindahkan kulkas, tidak bisa diangkat, melainkan digeser dengan roda yang dipasang di bawahnya, atau jika baru dibeli akan diangkat oleh beberapa orang.

    Saat kamu menggeser posisi kulkas atau baru membeli kulkas, perlu diingat, jangan langsung menghidupkannya. Kamu perlu menunggu beberapa jam. Lho kok gitu?

    Hal ini dikarenakan kulkas berbeda dengan kipas angin, televisi, atau computer. Di dalam kulkas memiliki oli kompresor yang fungsinya untuk menjaga mesin pendingin kulkas dapat bekerja dengan baik.


    Menurut situs Appliance Analysts, di dalam kulkas terdapat minyak, gas, dan cairan pendingin yang memerlukan waktu untuk mengendap dan kembali ke tempat asalnya setelah diangkut. Lama kamu harus menunggu kulkas dihidupkan adalah 4 jam apabila hanya digeser tanpa dimiringkan. Namun, jika posisi kulkas miring tidak tegang sama berpindah, kamu harus menunggu sekitar 24 jam untuk dapat mendinginkan kulkas.

    Hal ini disebabkan pada saat kulkas digeser ke samping, kompresor akan bekerja lebih keras dibandingkan jika digeser secara vertikal. Belum lagi oli kompresor dapat bocor ke saluran pendingin saat digeser secara horizontal.

    Tips Memindahkan Kulkas yang Aman dan Benar

    Dilansir findamover.com, berikut cara memindahkan kulkas yang aman.

    1. Kosongkan, bersihkan, dan pastikan es sudah mencair 24-48 jam sebelum dipindahkan.
    2. Gunakan alat bantu untuk menggerakkan kulkas seperti kain atau roda.
    3. Ukur dan tentukan jalur keluar kulkas. Pastikan kulkas tidak terhalang tinggi pintu atau kerangka pintu lainnya.
    4. Biarkan kulkas tetap tegak atau berdiri saat dipindahkan untuk mencegah perpindahan oli kompresor.
    5. Ikat kulkas jika merasa saat perpindahan akan mengalami banyak guncangan.

    Oleh karena itu, saat kamu membeli kulkas baru dari mal atau secara online, tidak boleh langsung dinyalakan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Tinggalkan Rumah Saat Mudik, Cabut Peralatan Elektronik


    Jakarta

    Saat hari raya, mudik menjadi momen spesial yang ditunggu. Sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan rumah tetap aman serta menghindari risiko pencurian, korsleting listrik, kebakaran, dan hal lain yang tidak diinginkan. Simak beberapa tips meninggalkan rumah saat mudik berikut ini.

    Tips Tinggalkan Rumah Saat Mudik

    Saat meninggalkan rumah untuk mudik sebaiknya cek kembali peralatan elektonik, jaringan listrik dan kabel, sekring, serta keamanan rumah. Begini penjelasannya.


    1. Cabut Peralatan Elektronik

    Dalam laman Instagram PLN Medan Denai, masyarakat disarankan untuk mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan ketika ditinggal mudik. Hindari pemakaian banyak listrik dalam satu stop kontak.

    Senada dengan hal tersebut, mengutip laman Antara, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda menyarankan untuk mencabut kabel dispenser, kipas angin, mesin air, AC, televisi, charger, hingga kulkas saat mudik. Sebab, perangkat-perangkat tersebut berpotensi menyebabkan korsleting listrik.

    2. Pastikan Tidak Ada Kabel yang Rusak

    Pastikan tidak ada kabel yang rusak atau longgar. Hal ini untuk mencegah risiko kebakaran akibat hubungan arus pendek.

    3. Matikan Lampu

    Dalam kondisi menyala terus menerus, lampu akan menjadi panas termasuk pada bagian komponen elektroniknya. Hal ini juga bisa memicu korsleting listrik.

    Cukup hidupkan lampu penerang seperlunya, seperti lampu teras dan halaman untuk memastikan keamanan rumah. Jika perlu, pasang sensor penerangan agar penggunaan listrik bisa efisien.

    4. Pastikan Listrik tetap Hidup

    Untuk pelanggan prabayar yang mengisi token listrik, pastikan sudah mengisi token agar listrik tetap menyala. Sementara, menurut laman Instagram PLN UP3 Salatiga, untuk pelanggan pascabayar, pastikan sudah melakukan pembayaran listrik sebelum tanggal 20 agar terhindar dari denda dan pemutusan.

    5. Jangan Tinggalkan Barang Berharga di Rumah Sembarangan

    Saat pergi mudik dalam waktu yang cukup lama, jangan meninggalkan barang berharga di rumah sembarangan. Simpan perhiasan, uang atau dokumen penting di tempat yang aman.

    6. Pasang CCTV

    Untuk memastikan keamanan rumah, pasang smart CCTV. Jadi, kamu bisa memantau rumah dari mana saja dengan smartphone. Dengan notifikasi gerak, kamu bisa langsung tahu jika ada aktivitas mencurigakan.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan, Ini 3 Anjuran Posisi Pasang TV yang Pas di Kamar Tidur


    Jakarta

    Memasang televisi atau TV di kamar tidur sering ditemukan pada masyarakat Indonesia. Biasanya, hal ini dilakukan karena memudahkan bagi penghuni kamar untuk menonton TV tanpa harus meninggalkan tempat tidurnya.

    Meski memudahkan penghuni kamar, pemasangan TV di dalam kamar tidur tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memasang TV di dalam kamar tidur.

    Salah satu contohnya adalah jangan menaruh TV di depan jendela yang memancarkan cahaya matahari ke dalam ruangan. Sebab, bisa membuat mata lelah akibat cahaya yang masuk.


    Menaruh TV atau televisi di kamar tidur semakin lumrah dilakukan. Hal ini memudahkan penghuni rumah untuk menonton TV tanpa harus meninggalkan kasur atau keluar ruangan. Di sisi lain, jangan meletakkan TV di seberang jendela karena akan membuat layar menjadi silau.

    Lantas, bagaimana posisi TV yang baik di kamar tidur? Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips meletakkan TV di kamar tidur.

    1. Pasang TV di Dinding

    TV di kamar tidur/Onurdongel/Getty Images via The SpruceTV di kamar tidur. Foto: Onurdongel/Getty Images via The Spruce

    Memasang TV di dinding menjadi salah satu pilihan yang paling mudah dan sederhana. Untuk meningkatkan tampilan TV, penghuni rumah bisa menambahkan dekorasi pada dinding, misalnya membuat latar dengan desain yang estetis atau menambahkan dekorasi lainnya.

    2. Taruh di Dekat Area Duduk

    TV di kamar tidur/Nile Johnson Interior Design via The SpruceTV di area duduk. Foto: Nile Johnson Interior Design via The Spruce

    Apabila kamar cukup luas dan ada area duduk, sebaiknya letakkan TV di area duduk tersebut. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    3. Taruh di Atas Rak

    TV di kamar tidur/Mats Silvan/Getty Images via The SpruceTV di rak. Foto: Mats Silvan/Getty Images via The Spruce

    Jika di dalam kamar ada rak, penghuni bisa menaruh TV di atas rak tersebut. Tambahkan dekorasi yang diperlukan, misalnya tanaman, buku, atau lukisan agar tampilan tampak lebih natural.

    Itulah beberapa tips untuk meletakkan TV di kamar tidur. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ponsel-Laptop Terendam Banjir? Buruan Selamatkan Pakai Beras!



    Jakarta

    Beberapa titik di Tangerang dan Bandung dilanda banjir beberapa hari ini. Sebagian lokasi banjir bahkan terjadi di perumahan.

    Banjir yang menggenangi rumah tentu sangat menjengkelkan. Apalagi jika air banjir merusak barang elektronik berharga seperti ponsel, laptop, televisi dan lainnya.

    Jika kondisi ini terjadi segera ditangani, sebab kalau tidak akan rusak dan tak lagi bisa dipakai. Namun tenang, ada cara cepat yang bisa menyelamatkan barang elektronik yang terlanjur jadi korban banjir. Bahannya cukup sederhana, yaitu beras!


    Sifat beras dipercaya bisa menyerap air dan kelembapan dengan cepat. Begini cara menyelamatkan barang elektronik yang terkena air dengan beras:

    1. Jangan Dinyalakan

    Hal pertama yang harus kamu lakukan saat barang elektronik terkena air adalah tidak menyalakannya atau putuskan semua sambungan listrik ke barang tersebut. Jangan coba menghidupkannya dulu, karena aliran listrik yang ada pada perangkat yang terkena air akan menimbulkan korsleting dan berujung pada rusaknya komponen pada barang tersebut.

    2. Buka penutup

    Buka penutup perangkat. Hal ini ditujukan agar kamu bisa mengetahui sejauh mana air masuk ke dalam komponen perangkat. Selain itu, dengan dibukanya penutup perangkat, proses pengeringan bisa lebih cepat. Bila perangkat kamu terdapat baterai seperti ponsel, lepaskan juga baterai dari perangkat tersebut.

    3. Rendam perangkat dengan beras

    Ambil beras secukupnya ke dalam wadah dan masukan barang elektronik ke dalam wadah tersebut. Pastikan seluruh bagian perangkat tersebut tertutup beras dan biarkan hingga 24 jam.. Apabila setelah itu masih bermasalah, segera masukan kembali ke dalam beras untuk 24 jam berikutnya. Ingat, jangan dulu menyalakan perangkat hingga benar-benar kering.

    4. Gunakan Silica Gel

    Silica Gel terkenal sebagai zat penyerap lembab yang baik. Kamu dapat mencoba menggunakan benda ini dengan cara yang sama seperti menggunakan beras.

    5. Jangan pakai hair dryer atau jemur ponsel di bawah sinar matahari langsung

    Cara ini mungkin terlihat instan dan menjanjikan dalam proses pengeringan. Namun perlu kamu ketahui, suhu yang tinggi dapat merusak sebagian komponen dari perangkat kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cabut Alat Elektronik Saat Hujan Disertai Petir, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Detikers mungkin sering mendengar nasihat bahwa alat elektronik harus dicabut dari stop kontak saat terjadi hujan disertai petir. Katanya, alat elektronik bisa tersambar petir dan rusak. Ini mitos atau fakta, ya?

    Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui apakah petir bisa masuk ke rumah dan menjalar ke alat elektronik. Simak juga beberapa tips untuk meminimalkan risiko sambaran petir.

    Perlukah Mencabut Alat Elektronik Saat Ada Petir?

    Dilansir dari situs How Stuff Works, mencabut perangkat elektronik saat terjadi hujan disertai petir ternyata memang diperlukan. Saat hujan lebat, petir bisa menyambar dan mengenai kabel listrik yang menyambung ke rumah.


    Petir akan membuat lonjakan listrik yang besar, kemudian merambat melalui kabel hingga ke rumah. Lonjakan listrik itu bisa membakar peralatan elektronik di rumah, bahkan menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Berdasarkan dari situs Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), petir bisa masuk rumah tidak hanya lewat kabel listrik. Petir bisa menjalar lewat berbagai konduktor listrik, seperti pintu besi, pipa besi, hingga kabel telepon rumah.

    Jadi, beberapa benda di rumah yang perlu dihindari saat terjadi hujan disertai petir antara lain komputer, televisi, pengisi daya HP, keran air logam yang tersambung dengan pipa besi, serta pintu atau jendela besi.

    Tips Mencegah Dampak Petir di Dalam Rumah

    Memang di dalam rumah cenderung lebih aman ketika terjadi hujan disertai petir. Namun seperti penjelasan di atas, petir tetap saja bisa masuk ke rumah melalui konduktor. Berikut cara mencegahnya:

    • Yang paling utama, cabut perangkat elektronik dari stop kontak.
    • Untuk meminimalkan risiko, pasanglah pelindung lonjakan arus listrik untuk membatasi jumlah voltase yang diterima.
    • Hindari menggunakan air saat badai petir, apalagi jika saluran air di rumah menggunakan pipa logam.
    • Menjauhlah dari jendela, pintu, dan teras. Jangan bersandar di dinding beton atau berbaring di lantai beton.
    • Jangan menggunakan telepon kabel. Gunakanlah ponsel.

    Nah, sekarang detikers tahu kan bahwa mencabut alat elektronik saat terjadi hujan disertai petir bukanlah mitos belaka. Faktanya, petir bisa menjalar masuk ke rumah. Maka tak jarang PLN memutus aliran listrik saat hujan badai.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Meski Nyaman, Menaruh TV di Kamar Bisa Ganggu Kesehatan



    Jakarta

    Menonton TV di kamar tidur memang menyenangkan, apalagi setelah lelah seharian beraktivitas dan ingin bersantai menonton TV sebelum tidur. Oleh karena itu, banyak orang yang sengaja meletakkan TV di kamar tidur.

    Namun, ternyata memasang TV di kamar tidur kurang baik bagi kesehatan. Menurut ahli pengobatan alternatif dari Tiongkok Tsao Lin Moy, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, beberapa barang elektronik justru tidak boleh disimpan di kamar tidur, termasuk televisi.

    “TV di kamar tidur dianggap sebagai feng shui yang buruk. Layar TV atau komputer tidak boleh berada di kamar tidur, keduanya merupakan portal ke dunia luar dan secara energetik keduanya mengundang orang asing ke kamar tidur anda,” ujar Moy.


    TV memiliki energi yang kuat karena merupakan objek yang merangsang dan ketika dinyalakan terdapat suara serta cahaya terang. Bahkan, ketika TV dimatikan, TV masih menyimpan energi aktif. Hal ini yang tidak boleh ada di kamar tidur.

    Adanya TV di kamar membuat suasana kamar menjadi tidak nyaman atau tidak sehat. Menurut Moy, saat memasuki kamar yang ada TV nya dapat membuat perasaan menjadi gelisah, kacau, dan lelah. Hal ini karena menurut feng shui, semua perangkat elektronik seperti TV, komputer, dan ponsel memiliki cahaya biru yang memengaruhi kualitas tidur.

    “Cahaya biru dari layar dapat mengganggu ritme sirkadian, jam biologis, dan pada akhirnya mengganggu kesehatan kita secara keseluruhan. Layar juga dapat memicu kecemasan,” tambah Moy.

    Juru bicara Simple Shui Amanda Gibby Peters juga menyatakan persetujuannya bahwa TV dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

    “TV mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang kuat yang dapat mengganggu tidur. Hal ini dapat bermanifestasi sebagai ketidakmampuan untuk tertidur. Selain itu, bisa membuat merasa gelisah dan merasa pikiran menjadi lebih intens di malam hari,” kata Peters.

    Lantas, apakah TV benar-benar tidak boleh diletakkan di kamar tidur?

    Hal ini bergantung pada preferensi pribadi masing-masing pemilik kamar. Sebab, sebagian orang merasa kamar tidur adalah tempat yang multifungsi sehingga tetap perlu berkoneksi dengan dunia luar melalui TV atau ponsel.

    Dikutip dari Ideal Home, pakar perabotan kamar tidur Ashley Hainsworth, menyarankan sebaiknya untuk kamar anak tidak perlu dipasang TV untuk kenyamanan tidur mereka.

    “Anak-anak khususnya harus menghindari meletakkan TV di kamar tidur mereka, karena dapat berdampak negatif pada kesehatan, rentang perhatian, dan kemampuan mereka untuk tidur nyenyak,” ujar Ashley.

    Bahkan, studi pada tahun 2019 membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki TV di kamar tidur mereka rata-rata memiliki durasi tidur lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki TV di kamar tidurnya.

    Akan tetapi, jangan khawatir, bagi pemilik rumah yang memang sengaja meletakkan TV di kamar tidur terdapat solusi yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kualitas tidur.

    “Saya menyarankan untuk mencabut kabel TV di malam hari untuk mengurangi medan elektromagnetik di sekitar saat tidur. Jika kamar tidur cukup besar, maka cobalah membatasi TV agar dapat ditonton dari tempat duduk yang terpisah dari tempat tidur,” kata Dr. Yang, praktisi Feng Shui.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Jarak Ideal antara TV dan Tempat Duduk? Begini Cara Hitungnya



    Jakarta

    Televisi alias TV sering ditempatkan di ruang tamu, ruang keluarga, atau kamar tidur. Penempatan alat elektronik ini nggak boleh sembarangan, lho. Sebab, jarak yang terlalu dekat antara tempat penghuni menonton dan TV akan membuat mata cepat lelah.

    Jika ingin menonton dengan nyaman, TV harus diletakkan dengan jarak yang tepat dari sofa atau tempat duduk. Nah, semakin besar ukuran TV, sebaiknya jarak penonton semakin jauh juga.

    Hal ini juga bisa jadi pertimbangan penghuni sebelum membeli TV. Pastikan ukuran TV cocok dengan ruangan buat nonton.


    Lalu, berapa jarak ideal antara TV dan sofa? Simak penjelasannya berikut ini.

    Dilansir dari Herne Bay Domestics, penghuni harus lebih dulu memahami arti dari ukuran TV yang tertera pada produk. Ukuran TV diukur dari sudut ke sudut TV secara diagonal, termasuk rangka luarnya.

    Sementara itu, jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai TV. Jika menaruh TV di kamar tidur, jarak dapat diukur dari tempat TV ke bantal.

    Penghuni bisa mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci. Hasilnya perhitungan itu adalah jarak pandang yang nyaman sesuai ukuran TV.

    Selain itu, penghuni dapat menentukan ukuran TV berdasarkan jarak antara tempat duduk dengan tempat TV. Jarak tersebut tinggal dibagi dua untuk mendapatkan ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Sebagai contoh, andaikan TV berukuran 55 inci, jarak pandang yang ideal adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah ukuran TV dan jarak yang ideal agar lebih nyaman saat menonton TV. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pasang TV di Kamar Tidur agar Mata Tidak Cepat Lelah



    Jakarta

    Memasang televisi atau TV di kamar tidur kini lumrah dilakukan. Kadang kala ada rasa ingin menonton TV sembari tiduran agar lebih nyaman.

    Akan tetapi, memasang TV di dalam kamar tidur tidak bisa sembarangan. Sebab, jika pemasangannya tidak pas justru bisa membuat penghuni rumah tidak nyaman bahkan sakit mata.

    Sebagai contoh, sebaiknya tidak menaruh TV di depan jendela karena akan memancarkan cahaya matahari ke dalam kamar. Hal ini akan membuat mata menjadi cepat lelah.


    Dilansir dari The Spruce, berikut ini posisi yang dianjurkan saat ingin memasang TV di dalam kamar tidur.

    Posisi TV di Kamar Tidur

    Taruh di Atas Rak

    Salah satu posisi yang dianjurkan adalah menaruh TV di atas rak. Pemilik kamar juga bisa menambahkan dekorasi yang diperlukan, seperti buku, lukisan, dan lainnya.

    Diletakkan di Area Duduk

    Kalau di dalam kamar terdapat area duduk, TV bisa diletakkan di sana. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    Dipasang di Dinding

    Ini merupakan posisi yang paling sering ditemukan di kamar tidur. Selain hemat ruang, menaruh TV di dinding juga bisa menjadi dekorasi kamar.

    Tinggi Ideal TV yang Dipasang di Kamar Tidur

    Apabila ingin memasang TV di dalam kamar tidur, perhatikan jarak tinggi pemasangannya. Pada umumnya, tinggi pemasangan TV sekitar 1,2 meter yang diukur dari lantai ke bagian tengah layar.

    Tinggi tersebut masih bisa disesuaikan dengan preferensi pemilik kamar. Namun, TV yang dipasang di kamar tidur memang harus lebih tinggi karena ada tempat tidur yang digunakan sebagai area menonton.

    Faktor yang Mempengaruhi Pemasangan TV

    Preferensi Penonton

    Meskipun terdapat pedoman rata-rata tinggi pemasangan TV, pada pemilik TV akhirnya akan menyesuaikan dengan ketinggian sesuai preferensi penontonnya.

    Tipe Penonton

    Tipe penonton dengan tubuh tinggi atau pendek memiliki ketinggian mata yang berbeda-beda. Ruangan yang umumnya digunakan oleh orang dewasa biasanya akan memasang TV lebih tinggi dibandingkan pada ruangan yang digunakan anak-anak.

    Ukuran Layar

    Jika layar TV terlalu besar akan lebih sulit menyesuaikan pada ketinggian mata. Maka dari itu, kadang-kadang ketinggian TV akan disesuaikan dengan ukuran layar.

    Jarak

    Jika ada objek atau benda di sekitar TV, bisa tambahkan jarak sekitar 7-8 cm dari layar sehingga bisa menaikkan titik tengah TV.

    Itulah informasi mengenai posisi ideal memasang TV di kamar tidur. Tentunya, hal itu harus disesuaikan kenyamanan pemilik kamar ya detikers.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 5 Benda Elektronik Ini Sedot Banyak Listrik Meski Tak Dipakai


    Jakarta

    Rumah biasanya dilengkapi dengan berbagai benda elektronik yang mengandalkan sumber listrik langsung. Beberapa di antaranya pun terus menyedot listrik meski sedang tidak digunakan.

    Benda penyedot energi itu dapat membuat tagihan listrik bengkak, lho. Jika ingin menekan tagihan, penghuni sebaiknya cabut sambungan kabel perangkat yang tak digunakan dari stopkontak. Kalau mau lebih praktis, gunakan perangkat tambahan yang mudah memutus aliran listrik tanpa perlu mencabut kabel dari stopkontak.

    Lantas, perangkat elektronik apa saja yang menyedot banyak energi dalam keadaan mati? Simak penjelasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes & Gardens.


    Benda Elektronik yang Sedot Banyak Listrik

    Inilah beberapa benda elektronik yang sebaiknya dicabut ketika tidak digunakan.

    1. Ponsel, Tablet, dan Charger

    Ponsel dan tablet sering digunakan penghuni rumah dalam kehidupan sehari-hari sehingga nggak heran kalau benda ini menghabiskan banyak energi. Perangkat tersebut sebenarnya hanya perlu diisi daya atau charge selama satu hingga tiga jam tetapi terkadang dibiarkan semalaman.

    Perangkat charger terus menyedot energi bahkan saat ponsel atau tablet tidak dicolokkan. Nah, cara terbaik untuk mengurangi pemborosan energi adalah dengan mencabut charger ketika daya benda elektronik sudah penuh.

    2. Peralatan Dapur

    Dapur biasanya dilengkapi dengan sejumlah peralatan elektronik seperti microwave, air fryer, dan ketel listrik. Benda tersebut biasanya masih menyedot listrik untuk menampilkan display digital atau jam.

    Meski tak menghabiskan banyak energi, benda tersebut secara bersamaan dapat menyedot listrik dalam jumlah besar. Selain mencabut aliran listrik, penghuni bisa mengurangi pemborosan listrik dengan menggunakan peralatan dasar tanpa pengatur waktu atau layar elektronik.

    3. Kulkas dan Freezer

    Kulkas dan freezer selalu dalam keadaan menyala untuk mendinginkan makanan. Jika punya rencana liburan mendatang, sebaiknya habiskan sisa makanan yang ada di lemari es dan freezer, lalu cabut aliran listrik alat ini sampai penghuni kembali.

    4. TV dan Konsol Game

    Perangkat hiburan seperti televisi dan konsol game menggunakan daya hanya dengan mencolokkannya ke stopkontak. Perangkat itu tetap dalam mode siaga sehingga dapat menerima sinyal masuk meski dalam keadaan mati. Cara terbaik untuk mengurangi pemborosan energi adalah mencabut perangkat elektronik ini saat tidak digunakan.

    5. Komputer

    Komputer yang masih tercolok terus menyedot listrik bahkan saat komputer tidak menyala. Pastikan untuk mematikan komputer dan mencabut pengisi daya dengan benar untuk mengurangi pemborosan listrik.

    Itulah beberapa benda elektronik yang menghabiskan banyak listrik meski tidak digunakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Setop 5 Kebiasaan Ini Kalau Mau Hemat Listrik di Rumah


    Jakarta

    Pemilik rumah biasanya membayar tagihan listrik setiap bulan atau membeli token listrik secara berkala. Momen itu terkadang bikin kaget kalau melihat tagihan yang membengkak.

    Listrik memang menjadi kebutuhan untuk menunjang aktivitas penghuni rumah. Namun, penghuni sebenarnya bisa menekan penggunaan listrik agar tagihan tidak begitu mahal, lho.

    Tak perlu ribet, penghuni rumah bisa hemat listrik cukup dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan sederhana. Ada beberapa kebiasaan yang bikin boros listrik.


    Apa saja kebiasaan yang bikin boros listrik di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Kebiasaan yang Bikin Boros Listrik

    Inilah beberapa hal remeh yang sebaiknya tidak dilakukan kalau mau hemat listrik, dikutip dari Alliance to Save Energy.

    1. Membiarkan Perangkat Elektronik Nganggur Tersambung ke Stopkontak

    Banyak orang masih suka membiarkan perangkat elektronik tersambung ke stopkontak. Padahal benda itu sedang tidak digunakan, misalkan televisi yang dalam keadaan mati.

    Kabel yang tersambung ke stopkontak membuat barang elektronik dalam mode siaga. Ternyata, mode ini disebut dapat menyokong hingga 10 persen dari total penggunaan listrik di rumah.

    2. Sering Buka Tutup Lemari Es

    Jika punya kebiasaan sering membuka dan menutup lemari es, sebaiknya hentikan ya. Meski terkesan sepele, setiap kali membuka pintu lemari es atau bahkan hanya mengintip sekilas dapat menambah hingga 7 persen energi dari total penggunaan daya listrik kulkas.

    3. Suhu AC Terlalu Rendah

    Penghuni rumah mungkin punya kebiasaan menyalakan AC dengan suhu paling rendah agar ruangan cepat dingin. Kebiasaan ini membuat kompresor pendingin ruangan bekerja lebih keras. Nah, hal itu mengakibatkan penggunaan daya jadi lebih besar sehingga tagihan listrik semakin mahal.

    4. Kipas Angin dan AC Terlalu Lama Menyala

    Tinggal di iklim tropis seperti di Indonesia memang panas dan bikin gerah sehingga tak jarang penghuni rumah mengandalkan AC atau kipas angin. Walau ruangan menjadi sejuk, sebaiknya tidak memasang kedua perangkat itu terlalu lama ya. Hal itu karena, perangkat tersebut membuat tagihan listrik membengkak.

    5. Tidak Mematikan Lampu

    Terakhir, kebiasaan tidak matikan lampu ketika rumah sudah terang atau ruangan tidak digunakan adalah sebuah pemborosan. Sebaiknya matikan lampu di siang hari atau pasang lampu sensor cahaya yang dapat menyala dan mati secara otomatis untuk menghemat energi.

    Itulah beberapa kebiasaan yang sebaiknya ditinggalkan kalau nggak mau boros listrik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com