Tag: telur

  • 8 Makanan Pembakar Lemak Perut untuk Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Menurunkan berat badan seringkali dianggap sebagai proses yang kompleks dan penuh tantangan. Namun, salah satu caranya adalah memilih asupan makanan yang tepat.

    Beberapa makanan bisa membantu membakar lemak perut. Diketahui bahwa lemak perut berlebih bisa berdampak negatif terhadap kesehatan dan menyebabkan beberapa kondisi kronis. Ketahui sejumlah makanan yang bisa menghempas lemak perut berikut ini

    8 Makanan Pembakar Lemak Perut

    Beberapa makanan ini dapat membantu menghilangkan lemak di perut. Mulai dari yoghurt, telur, kacang-kacangan, hingga sayuran.


    1. Yoghurt

    Probiotik adalah bakteri yang ditemukan dalam beberapa makanan, seperti yoghurt. Penelitian menunjukkan bahwa probiotik, terutama yang mengandung bakteri Lactobacillus bisa membantu menurunkan berat badan dan lemak perut.

    Sebuah studi selama 43 hari pada 28 orang dewasa yang kelebihan berat badan menemukan bahwa mengonsumsi 100 gram Yoghurt dengan Lactobacillus amylovorus per hari menghasilkan pengurangan lemak tubuh yang lebih besar, dibandingkan yogurt tanpa probiotik.

    Kandungan protein dalam yoghurt juga bisa membantu menurunkan berat badan. Yoghurt Yunani mengandung protein hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan yogurt lainnya. Yoghurt ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna, sehingga membuat kenyang lebih lama. Pilih jenis yogurt tanpa lemak, rendah lemak, dan rendah gula.

    2. Telur

    Satu butir telur mengandung 75 kalori, 7 gram protein, serta nutrisi penting lainnya. Tubuh akan membakar lebih banyak kalori saat mencerna telu dibandingkan sarapan tinggi karbohidrat.

    Protein sendiri merupakan nutrisi yang penting dalam manajemen berat badan. Asupan protein yang tinggi meningkatkan pelepasan hormon kenyang peptida YY yang mengurangi nafsu makan.

    3. Kacang-kacangan

    Mengonsumsi kacang-kacangan menjadi cara yang sangat baik untuk menahan rasa lapar di antara waktu makan. Kacang-kacangan kaya akan protein, serat, dan lemak sehat untuk jantung.

    Studi menunjukkan bahwa kacang-kacangan bisa membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki kadar kolesterol jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.

    4. Buah Beri

    Buah beri, seperti stroberi, bluberi, dan raspberi kaya akan air dan serat, sehingga bisa membuat kenyang lebih lama. Rasanya juga manis, sehingga bisa memuaskan keinginan untuk makan makanan manis dengan kalori yang lebih rendah.

    5. Semangka

    Dikutip dari laman Very Well Health, semangka mengandung nutrisi yang bisa membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, meningkatkan performa olahraga, membakar lemak, dan melancarkan pencernaan.

    Secangkir semangka hanya mengandung 45 kalori. Sitrulin dalam semangka dimetabolisme menjadi arginin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi arginin secara signifikan bisa mengurangi BMI, lingkar pinggang, dan massa lemak.

    6. Ikan Berlemak

    Dikutip dari Healthline, ikan berlemak menjadi salah satu makanan yang bisa membakar lemak. Ikan ini bisa menjadi tambahan bergizi untuk pola makan seimbang,

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lemak omega-3 dari ikan seperti salmon, kembung, dan sarden bisa membantu mengurangi lemak visceral. Studi pada orang dewasa dan anak dengan penyakit hati berlemak menunjukkan bahwa suplemen omega-3 bisa mengurangi lemak hati dan perut secara signifikan.

    7. Daging Tanpa Lemak

    Protein dapat membuat rasa kenyang yang lebih lama dan membakar lebih banyak kalori selama proses pencernaan. Salah satu pilihan protein yang tepat adalah dada ayam tanpa kulit, selain itu, beberapa potongan daging sapi juga bisa menjadi pilihan yang baik.

    Penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi lebih banyak protein cenderung memiliki lebih sedikit lemak perut, dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi makanan rendah protein.

    8. Sayuran

    Sayuran mengandung serat larut yang menyerap air dan membentuk gel yang membantu memperlambat makanan saat melewati sistem pencernaan. Studi menunjukkan bahwa serat ini bisa mendorong penurunan berat badan dengan membantu tubuh merasa kenyang.

    Terlebih, serat larut bisa mengurangi lemak di perut. Studi observasional lama yang melibatkan 1.100 orang dewasa menemukan bahwa, untuk setiap peningkatan 10 g asupan serat larut, penambahan lemak perut berkurang sebesar 3,7 persen selama lima tahun.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Makanan Tinggi Protein untuk Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Protein merupakan salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Protein memiliki banyak peran penting, mulai dari membantu pembentukan hormon, menjaga sistem imun, memproduksi energi, hingga menjaga kesehatan tulang.

    Tak hanya itu, protein juga menjadi salah satu nutrisi penting bagi mereka yang sedang menurunkan berat badan. Protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan, dua hal yang berkontribusi dalam proses penurunan berat badan.

    Karenanya, mengonsumsi makanan tinggi protein dapat memberikan dampak positif bagi individu yang sedang diet. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet makanan tinggi protein yang bisa dicoba.


    1. Selai Kacang

    Selai kacang tidak hanya kaya akan protein, tetapi juga rendah karbohidrat. Kombinasi ini menjadikan selai kacang salah satu makanan yang ideal bagi pejuang diet.

    “Makanan berprotein tinggi favorit saya untuk menurunkan berat badan adalah selai kacang. Per sajian, yang biasanya 2 sendok makan, Anda akan mendapatkan sekitar 8 gram protein,” kata pakar diet dan nutrisi Rebecca Stib dikutip dari Business Insider, Kamis (17/4/2025).

    2. Telur

    Sudah bukan rahasia lagi kalau telur merupakan salah satu makanan yang direkomendasikan untuk diet. Dikutip dari Business Insider, satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein berkualitas tinggi dengan semua asam amino esensial.

    Tak hanya itu, telur juga kaya akan vitamin dan mineral.

    3. Salmon

    Salmon mengandung asam lemak omega-3, salah satu nutrisi yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia. Dikutip dari Healthline, penelitian menunjukkan asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi rasa lapar dan menekan nafsu makan.

    4. Dada Ayam

    Dada ayam kerap menjadi salah satu menu andalan saat diet. Tidak heran, mengingat makanan ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi.

    Dikutip dari Medical News Today, 100 gram dada ayam tanpa kulit mengandung sekitar 22,5 gram protein. Selain tinggi protein, dada ayam juga rendah karbohidrat dan lemak.

    5. Quinoa

    Quinoa kerap disebut sebagai ‘makanan super’ untuk diet. Dikutip dari Medical News Today, quinoa mengandung sembilan asam amino esensial, menjadikannya salah satu sumber protein terbaik, khususnya bagi vegan dan vegetarian.

    Satu cangkir quinoa (sekitar 185 gram) dapat mengandung hingga 8,14 gram protein.

    6. Biji Labu

    Biji labu kaya akan protein dan mineral, seperti magnesium dan selenium. Satu cangkir biji labu (46 gram) dapat mengandung sekitar 13,7 gram protein.

    Selain dikonsumsi sebagai camilan, biji labu juga dapat diolah menjadi bumbu untuk masakan, atau topping pada smoothie.

    7. Alpukat

    Selain tinggi protein, alpukat juga mengandung lemak tak jenuh yang dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Tak hanya itu, buah ini juga kaya akan serat dan nutrisi lain yang baik untuk tubuh.

    Satu cangkir alpukat (230 gram) dapat mengandung sekitar 4,51 gram protein.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Camilan Sehat yang Baik untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Tidak sedikit yang sepenuhnya menghindari camilan saat diet demi memastikan proses diet atau penurunan berat badan berjalan lancar.

    Faktanya, mengonsumsi camilan justru dapat mendukung proses penurunan berat badan, dengan catatan tetap memerhatikan jenis juga porsi camilan yang dikonsumsi.

    Camilan sehat yang kaya akan nutrisi, seperti serat dan protein, dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu lapar. Kedua hal ini sangat penting dalam proses pengelolaan berat badan.


    Tak hanya itu, banyak camilan sehat mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk tubuh tetap sehat dan bugar saat sedang melakukan diet.

    Lantas, apa saja camilan sehat yang dapat menunjang proses penurunan berat badan tersebut? Dikutip dari Healthline, berikut daftarnya.

    1. Apel dan Selai Kacang

    Selai kacang mengandung seluruh nutrisi yang dapat meningkatkan rasa kenyang, seperti lemak sehat, protein nabati, dan serat. Di sisi lain, apel merupakan salah satu buah dengan kandungan serat tinggi.

    Kombinasi apel dan selai kacang menghasilkan camilan yang renyah dan creamy. Namun perlu diingat, pilihlah selai kacang yang tidak mengandung gula tambahan.

    2. Greek Yogurt dan Buah Beri

    Greek yogurt mengandung protein yang sangat tinggi. Di sisi lain, buah beri (blackberry, blueberry, stroberi) merupakan salah satu sumber antioksidan terbaik.

    Kombinasi keduanya tidak hanya menghasilkan camilan yang penuh rasa, tapi juga kaya akan beragam nutrisi yang dapat mendukung penurunan berat badan.

    3. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan merupakan camilan penuh nutrisi yang ideal saat sedang diet. Sebab, kacang-kacangan menyediakan asupan protein, serat, dan lemak sehat yang seimbang.

    Sejumlah studi menunjukkan konsumsi kacang-kacangan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun jangan mengonsumsi kacang-kacangan dalam jumlah banyak karena bisa meningkatkan asupan kalori harian.

    4. Coklat Hitam dan Almond

    Coklat hitam dan almond merupakan kombinasi yang ideal. Coklat hitam mengandung antioksidan, sementara almond kaya akan lemak sehat yang mengenyangkan.

    Cobalah mencampurkan beberapa keping coklat hitam dengan segenggam almond untuk menikmati camilan yang kaya akan nutrisi.

    5. Puding Chia

    Biji chia mengandung serat, asam lemak omega-3, dan protein nabati yang dapat menunjang penurunan berat badan. Ketika direndam dalam air, biji chia dapat berubah seperti jeli sehingga cocok dijadikan bahan untuk puding.

    Untuk memperkaya rasa, cobalah padukan puding chia dengan aneka buah-buahan.

    6. Telur Rebus

    Camilan sehat untuk diet tidak selalu ribet. Sesimpel telur rebus saja sudah bisa menjadi camilan untuk menunjang penurunan berat badan.

    Kandungan protein tinggi pada telur juga membuat makanan ini sangat mengenyangkan. Selain itu, telur juga kaya akan nutrisi penting lain, seperti vitamin D, folat, dan kolin.

    (dpy/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Kepingin Clean Eating? Bisa Pakai Menu Warteg Kok, Ini Tips Dokter Gizi


    Jakarta

    Memiliki tubuh yang sehat dan ideal tentunya menjadi impian banyak orang. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah konsisten melakukan clean eating atau pola makan sehat.

    Namun, banyak orang yang menganggap menjalani clean eating ini relatif mahal. Bahan-bahan makanan yang harus dikonsumsi adalah alami, organik, dan segar. Padahal, menu makanan untuk clean eating ini juga bisa dibuat murah.

    Spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan beberapa menu clean eating murah bahkan bisa dijumpai di warung tegal (warteg).


    “Untuk karbohidrat nasi putih masih ok, itu tinggal kita atur porsinya. Nah, untuk lauk ini yang agak susah karena hampir semua digoreng, dibakar, pakai minyak,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/12/2024).

    “Kalau misalnya kita makan ayam goreng ya harus diakali. Buang kulitnya, terus ditisuin biar minyaknya terserap. Atau di warteg biasanya kan ada telur, kita pilih yang telur balado atau telur rebus tapi dimakan putihnya saja. Kalau balado kan luarnya aja merah, tapi dalamnya masih bersih tuh,” sambungnya.

    dr Oki melanjutkan untuk sayuran usahakan memilih yang berkuah dan menghindari tumis-tumisan. Namun, perlu juga diperhatikan komposisi penyedap makanan yang mengandung kalori.

    “Sayur bayam yang biasanya sama jagung, terus sayur asem. Kalau kuahnya lodeh ya jangan dimakan, karena kan pakai santan,” katanya.

    Menurut dr Oki, pola makan sehat clean eating dengan menu warteg ini masih akan banyak peminat pada 2025, terlebih bagi mereka para pekerja atau mahasiswa yang memang ingin menekan budget makanan. Pasalnya, selain harga makanannya murah, warteg juga mudah ditemukan.

    (dpy/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Seberapa Efektif Diet dengan Telur Rebus? Begini Kata Pakar


    Jakarta

    Telur rebus merupakan salah satu menu yang kerap dikonsumsi saat diet, yang sering disebut diet telur rebus. Selama diet, makanan utama yang dikonsumsi adalah telur rebus.

    Biasanya, dalam sehari seseorang bisa makan 2-3 butir telur. Lantas, bagaimana cara kerjanya?

    Dikutip dari Everyday Health, ada beberapa versi diet telur rebus. Diet yang paling umum yakni:


    • Sarapan dengan dua butir telur dan satu potong buah.
    • Selain itu mengkonsumsi sayuran yang rendah karbohidrat atau protein opsional.
    • Makan siang dengan telur atau protein rendah lemak, serta sayuran rendah karbohidrat.
    • Makan malam telur atau protein rendah lemak, dan sayuran rendah karbohidrat.

    Lantas, apakah diet telur rebus efektif?

    Secara keseluruhan, diet ini mengandung makanan sehat, tetapi bukan diet yang seimbang dan sehat. Diet telur rebus sangat ketat, sangat rendah kalori, dan hanya tren sesaat.

    “Saya rasa Anda tidak boleh menjalani diet yang mengharuskan Anda terobsesi dengan satu makanan,” kata Lisa Young, PhD, RDN, penulis Finally Full, Finally Slim yang berbasis di New York City.

    Telur menjadi makanan pokok dalam diet ini. Menurut Dr Young, telur rebus memang sehat, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya makanan utama.

    American Heart Association (AHA) mengatakan bahwa orang yang sehat dapat mengkonsumsi hingga satu butir telur per hari, dan orang yang lebih tua dengan kadar kolesterol yang sehat dapat mengonsumsi dua butir telur.

    “Telur merupakan sarapan yang lezat. Telur rebus adalah camilan yang bergizi, tetapi menurut saya mengonsumsi berbagai jenis makanan merupakan cara makan yang lebih sehat,” sambungnya.

    Menurut Dr Young, hal yang baik tentang telur adalah kandungan proteinnya yang tinggi. Satu butir telur rebus berukuran besar mengandung 78 kalori, 6,3 gram (g) protein, 5,3 g lemak, 0,6 g karbohidrat, dan 0 g serat.

    “Telur merupakan protein lengkap dan mengandung nutrisi seperti vitamin D dan kolin,” terang Amy Shapiro, RD, pendiri dan direktur Real Nutrition di New York City.

    Protein lengkap adalah protein yang mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah yang cukup. Kolin merupakan nutrisi yang membantu menghasilkan neurotransmitter yang mengatur memori dan suasana hati, serta berbagai fungsi lainnya.

    “Meskipun satu studi kecil telah mengaitkan sarapan berprotein tinggi yang mengandung telur dengan membantu pelaku diet menurunkan berat badan. Tidak ada yang ajaib tentang telur untuk menurunkan berat badan,” beber Shapiro.

    NEXT: Apakah aman menjalani diet telur rebus?

    Jika memiliki riwayat gangguan makan, diet ketat apapun (termasuk diet telur rebus) tidak cocok. Mereka yang hidup dengan kondisi kesehatan kronis, terutama yang memerlukan pengobatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum membuat perubahan drastis pada pola makan mereka.

    Di sisi lain, orang yang tidak memiliki riwayat gangguan makan atau kondisi kesehatan saat ini cenderung tidak menghadapi masalah kesehatan, jika mereka melakukan diet telur rebus dalam jangka pendek.

    “Saya menganggap ini sebagai diet karpet merah. Ini hanya sesuatu yang bisa dicoba ketika Anda ingin melihat hasilnya dengan cepat dan Anda tidak keberatan merasa dibatasi untuk waktu yang singkat,” tutur Shapiro.

    Ditambah lagi, masih ada kebingungan tentang apakah telur baik, karena mengandung kolesterol makanan. Setiap telur rebus mengandung 186 mg kolesterol.

    Satu studi menyimpulkan bahwa setiap tambahan 300 mg kolesterol makanan yang dikonsumsi per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian akibat penyebab apapun masing-masing sebesar 17 dan 18 persen.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Mentimun Bikin BB Pria di Jepang Turun 11 Kg, Dokter Wanti-wanti soal Ini


    Jakarta

    Seorang koki di Jepang berhasil menurunkan berat badannya hingga 11 kg hanya dalam waktu dua bulan. Pria bernama Nozaki Hiromitsu itu menerapkan diet mentimun.

    Dia akan makan 1-2 mentimun setiap sebelum makan. Selama makan, Nozaki akan mengunyah sebanyak 20 kali di setiap gigitannya. Hasilnya, ia lebih sering buang air kecil dan membuat perutnya mengecil.

    Terkait ini, spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, mengungkapkan bahwa mentimun memang rendah kalori. Dengan menerapkan cara makan seperti Nozaki, dapat membuat lebih cepat kenyang.


    “Akibatnya, asupan kalori berkurang dan berat badan pun turun,” terangnya pada detikcom, Kamis (5/12/2024).

    Namun, ada hal yang harus diperhatikan jika ingin mencoba diet mentimun ini. dr Johanes menekankan pentingnya mencuci kulit mentimun sampai benar-benar bersih.

    Pasalnya, pada mentimun terdapat kandungan pestisida yang mungkin saja masih menempel di kulitnya.

    “Yang harus diperhatikan adalah kemungkinan adanya kandungan pestisida pada kulit mentimun. Jadi, cuci bersih mentimun sebelum dikonsumsi,” kata dr Johanes.

    Dikutip dari MedicineNet, diet ini terdiri dari mentimun yang dikombinasikan dengan beberapa makanan yang kaya protein. Misalnya seperti telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan.

    Diet mentimun ini mengharuskan seseorang yang menjalaninya untuk mengkonsumsi mentimun di setiap waktu makan. Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi bersama mentimun, meliputi:

    • Sayuran: Tomat, bayam, seledri, dan sayuran lain dalam jumlah sedikit.
    • Protein: Ayam, daging sapi rendah lemak, ikan, telur, greek yogurt, keju cottage, dan keju cheddar.
    • Karbohidrat: Nasi merah, kentang, dan roti gandum.
    • Minuman: Minuman rendah kalori seperti air putih atau teh.

    (sao/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Lebih Sehat Putih atau Kuning Telur? Begini Faktanya

    Jakarta

    Telur kaya akan nutrisi yang banyak manfaatnya untuk kesehatan. Makanan satu ini mengandung protein, vitamin, dan lemak sehat.

    Kebanyakan orang juga sangat suka sarapan dengan telur. Misalnya telur dadar, telur orak-arik, hingga telur rebus.

    Meski diolah dengan banyak cara, telur tetap bermanfaat untuk tubuh. Sebab, semua protein berkualitas tinggi, vitamin, dan mineral penting ada di dalam telur.


    Tapi, yang jadi pertanyaan sebenarnya lebih sehat putih atau kuning telur ya?

    Dikutip dari Times of India, ada perbedaan jumlah kalori yang signifikan pada kuning telur dan putih telur. Kuning telur berukuran besar mengandung sekitar 55 kalori, sedangkan bagian putihnya hanya 17 kalori.

    Kuning telur

    Kuning telur mungkin kerap dihindari karena mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan membuat seseorang rentan terhadap penyakit jantung.

    Namun, dari fakta yang ada, ternyata kuning telur mengandung lebih banyak nutrisi dibandingkan putih telur. Nutrisi pada kuning telur lebih padat.

    Bagian itu mengandung nutrisi penting seperti vitamin B6, B12, A, D, E, dan K. Kuning telur juga kaya akan kalsium, magnesium, zat besi, dan selenium.

    Karotenoid dalam kuning telur juga membantu meningkatkan penglihatan. Itu berperan sebagai antioksidan dan melindungi mata dari radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan pada retina.

    Kolin, vitamin yang larut dalam air yang terdapat dalam kuning telur memiliki sifat anti-inflamasi dan juga mengatur fungsi kardiovaskular tubuh.

    NEXT: Bagaimana dengan putih telur?

    Putih telur

    Albumen atau yang biasa disebut putih telur merupakan lapisan luar telur. Kebanyakan orang yang sadar kesehatan cenderung hanya makan bagian ini karena bebas lemak dan rendah kalori.

    Putih telur memberikan protein sehat bagi tubuh tanpa menambah kalori ekstra. Itu juga dikenal karena kemampuannya membantu membangun otot dan menambah berat badan, serta membuat kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Kehadiran mineral kalium dalam putih telur dapat membantu menurunkan dan menjaga tekanan darah. Vitamin riboflavin yang ada dalam putih telur juga membantu mencegah katarak dan sakit kepala migrain.

    Dalam telur utuh, zat besi terbesar sebanyak 93 persen dipegang oleh kuning telur, dan 7 persen sisanya di putihnya. Meski kedua bagian telur itu sehat, jika dilihat dari kandungan nutrisinya disimpulkan bahwa kuning telur tampaknya lebih banyak manfaatnya.

    Namun, karena mengandung kolesterol yang dapat menyebabkan risiko penyakit, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang. Tapi, disarankan juga untuk tidak membuangnya karena banyak nutrisi berharga di dalamnya.

    Jadi, sebaiknya konsumsilah telur secara utuh. Dengan begitu, semua nutrisi dari kedua bagian tersebut bisa didapatkan tubuh.

    (sao/up)



    Sumber : health.detik.com