Tag: tempat tidur

  • 5 Tips Memilih Bed Cover yang Tepat dan Nyaman agar Tidur Berkualitas


    Jakarta

    Jika Anda sedang mengalami kesulitan tidur, besar kemungkinan bahwa set selimut Anda perlu segera diganti. Penggunaan set selimut yang ukurannya terlalu besar, terlalu panas, atau terlalu gatal dapat menghambat kenyamanan tidur Anda secara signifikan.

    Pemilihan set selimut yang cocok untuk kamar tidur Anda dapat menjamin tidur malam yang nyaman dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Set selimut yang tepat juga dapat meningkatkan penampilan visual ruangan Anda.

    Dalam artikel ini kami akan memberikan beberapa tips dalam memilih bed cover yang tepat untuk menjamin kenyamanan tidur.


    Tips Memilih Bed Cover

    Berikut ini beberapa tips memilih bed cover yang bisa dicoba di tempat tidur Anda.

    1. Pertimbangkan Ukuran

    Satu aturan esensial dalam memilih bed cover adalah memastikan bahwa ukurannya lebih besar daripada kasur Anda.

    Misalnya, jika Anda memiliki kasur ukuran queen, disarankan untuk memilih penutup selimut ukuran king. Namun, ini tergantung pada tampilan yang diinginkan.

    Namun, keputusan ini dapat bervariasi tergantung pada estetika yang diinginkan. Jika tujuannya adalah mendapatkan bed cover dengan tampilan sejajar dengan bagian atas kasur, pertimbangkan untuk memilih ukuran penutup selimut yang sesuai secara akurat dengan ukuran kasur Anda.

    2. Pilih Warna atau Pola yang Tepat

    Pertimbangkan apakah Anda ingin bed cover dengan pola atau warna polos, karena hal ini dapat mempengaruhi tampilan dan kenyamanan kamar tidur.

    Bed cover memiliki peran penting dalam menambahkan warna, pola, dan tekstur ke ruangan tidur sehingga menciptakan suasana yang lebih nyaman.

    Sebagai contoh, pemilihan bed cover dengan pola mencolok dapat memberikan minat visual yang dibutuhkan, terutama jika dinding kamar tidurnya polos.

    Sebaliknya, bed cover dengan warna solid yang kaya dapat menciptakan ruang yang nyaman dan mewah.

    3. Pertimbangkan Tekstur

    Pemilihan tekstur bed cover dapat menjadi elemen kunci dalam merancang tampilan dan nuansa kamar tidur Anda.

    Ketika memilih bed cover, perhatikan tekstur yang paling sesuai dengan preferensi Anda. Bed cover umumnya bertekstur halus seperti sutra, yang cocok untuk bantal dengan pola dan bantal bertekstur.

    Jika Anda ingin menambahkan elemen visual yang menarik dan langsung mencolok pada tempat tidur Anda, pertimbangkan untuk memilih bed cover berwaffle.

    Penutup selimut berwaffle memiliki tekstur unik dengan pola berlubang-lubang menyerupai wafel, sehingga memberikan visual yang menarik dan dimensi tambahan pada tempat tidur.

    4. Pilih Bahan yang Tepat

    Ketika Anda memilih bed cover, memahami berbagai jenis bahan yang tersedia dapat membantu Anda membuat keputusan yang tepat sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda. Bed cover dapat terbuat dari berbagai material, dan setiap bahan membawa karakteristik uniknya sendiri.

    Penutup selimut dapat ditemukan dalam berbagai jenis bahan, seperti katun, linen, sutra, satin, campuran poliester, polyester jacquard, sintetis, dan flanel.

    Apapun bahan yang dipilih, yang penting tetap mempertimbangkan kenyamanan, daya tahan, dan kebernapasan bahan penutup selimut.

    5. Pertimbangkan Kualitas dan Iklim

    Menetapkan pilihan pada bed cover berkualitas tinggi terbuat dari bahan yang bagus, seperti katun yang banyak diminati karena kelembutannya.

    Bagi yang tinggal di daerah beriklim panas, penutup selimut katun dapat mempertahankan kesejukan, sementara sutra atau satin memberikan alternatif mewah dengan sentuhan lembut.

    Berinvestasi dalam set penutup selimut berkualitas tinggi menjamin masa pakai yang luar biasa, dengan perhatian khusus pada ketebalan kain sebagai penanda kualitas.

    Aspek kualitas juga mencakup memperhatikan ketebalan kain, indikator kehalusan dan kekuatan bahan.

    Dengan mengetahui konsep dan tips ini, Anda dapat membuat keputusan yang lebih cerdas saat memilih bed cover, agar menjamin kenyamanan dan kepuasan jangka panjang saat beristirahat.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Abaikan, Ini 6 Tanda Kasur Kamu Perlu Diganti


    Jakarta

    Kasur yang nyaman punya peran penting untuk membuat tidur kamu nyenyak. Tentunya, kasur yang biasa kamu pakai ini tidak selamanya bisa dipakai apalagi jika sudah menunjukkan rasa tidak nyaman saat dipakai.

    Dikutip dari techradar, Jumat (29/12/2023), banyak yang berpikir bahwa mengganti kasur bukanlah hal yang diperlukan karena menganggap kasur hanya dipakai untuk rebahan. Padahal jika sudah menandakan rasa tidak nyaman, ini dapat berdampak pada waktu istirahat kamu menjadi tidak optimal. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah 6 tanda kasur kamu sudah waktunya diganti.

    1. Masa Pakai Kasur 10 Tahun atau Lebih

    Baik kasur murah ataupun mahal, semuanya memiliki massa pakai. Ada beberapa model lateks premium yang bisa bertahan selama 20 tahun, tetapi diluar model itu banyak yang perlu diganti seperti model innerspring yang masa pakainya hanya 5-7 tahun. Sedangkan model hybrid dan busa memori bisa bertahan selama 10 tahun.


    2. Tubuh Selalu Terasa Sakit dan Nyeri

    Jika tubuh kamu sering terasa sakit dan nyeri ketika bangun tidur, kemungkinan penyebab utamanya adalah kasur kamu sudah tidak layak dipakai. Kasur yang sudah tua biasanya sudah tidak mampu menopang tulang belakang dan titik tekanan, sehingga membuat tubuhmu sakit. Rasa sakit ini bisa mengganggu aktivitas kamu dan membuat kamu terbangun di malam hari untuk mencari posisi yang nyaman ketika ingin kembali tidur.

    Jika kamu terbangun terus selama seminggu, kemungkinan ada masalah pada kasur kamu. Namun, jika tubuh kamu terasa sakit seharian dan dalam jangka panjang, kemungkinan kamu perlu memeriksa ke dokter karena kemungkinan masalah tersebut bukan lagi berasal dari kasur kamu.

    3. Kasur Menggumpal atau Kendur

    Seiring bertambahnya usia kasur, kualitasnya akan mudah rusak dan membuat kasur kamu menggumpal dan kendur. Tentunya ini bisa berdampak pada kualitas tidur kamu menjadi terganggu. Untuk jangka waktu tertentu kamu bisa saja mengurangi kendurnya, tetapi ini tidak bisa memperbaiki sehingga kamu perlu mengambil tindakan dengan membeli kasur baru.

    4. Kasur menguning

    Seiring bertambahnya usia kasur kamu, pasti akan menunjukkan tanda menguning karena kasur mulai oksidasi. Proses ini alami terjadi karena oksigen di udara dan membuat kasur menjadi kuning. Noda oksidasi ini tidak berbau, tetapi sulit dihilangkan ketika dibersihkan. Ada baiknya kamu perlu memastikan terlebih dahulu jika noda tersebut bukan timbul karena faktor lain, seperti keringat, bakteri, jamur, atau tungau debu. Jika dapat dibersihkan, mungkin kamu hanya perlu menambahkan pelindung kasur dibanding langsung mengganti kasur dengan yang baru.

    5. Pegas Kasur Berderit dan Terasa Menyembul

    Masalah ini sering terjadi pada kasur pegas di dalamnya yang ditutupi lapisan busa. Busa dapat rusak dengan lebih cepat dibanding jenis kasur lainnya, dan ini bisa membuat adanya tekanan pada pegas sehingga kemungkinan kamu bisa merasakan pegas menyembul atau bahkan mulai menampakkan bentuknya saat kamu berbaring.

    6. Membuat Alergi

    Jika kamu penderita alergi, dan terasa semakin parah saat berbaring di tempat tidur, kemungkinan penyebabnya ada pada kasur. Terutama tanda-tanda ini terjadi jika masa pakai kasur kamu sudah tua sehingga kemungkinan tumbuhnya sarang jamur dan bakteri jika tidak rutin dirawat. Oleh karena itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan kasur secara menyeluruh terlebih dahulu dengan menghilangkan debu, tungau, kulit mati, dan alergen lainnya. Lapisi juga kasur kamu dengan pelindung anti alergi. Perhatikan juga jika penyebab alergi kamu kambuh karena bantal atau bukan. Jika dari usulan berikut tidak memberikan perubahan, kemungkinan kamu perlu mengganti kasur dengan yang baru.

    Itulah 6 tanda kasur kamu sudah waktunya perlu diganti. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Posisi Tempat Tidur yang Baik Menurut Ajaran Islam



    Jakarta

    Setelah sempat membahas posisi tempat tidur yang baik menurut feng shui, ada juga posisi tempat tidur yang baik menurut ajaran Islam. Pasalnya dalam Islam penempatannya perlu memperhatikan beberapa faktor. Seperti untuk menunjang waktu tidur dan juga faktor kesehatan.

    Lalu, kira-kira bagaimana penempatan posisi tempat tidur yang baik menurut ajaran islam? Melansir dari Sakti Desain, Senin (15/1/2024), berikut simak pemaparan lebih lengkapnya di bawah.

    Posisi Tempat Tidur Menghadap ke Selatan

    Posisi tempat tidur yang baik menurut Islam pertama adalah dengan mengarah ke selatan. Jangan letakkan posisi tempat tidur tepat menghadap pintu kamar yang langsung mengarah ke ruang tamu atau ruang keluarga.


    Sebaiknya kamu memperhatikan tata letak ketika hendak membeli rumah. Tujuannya supaya letak tempat tidur yang hendak diarahkan sudah terbayang dan sesuai dengan struktur ruangan.

    Tidak Disarankan Menghadap ke Arah Barat

    Dalam mitos yang beredar di masyarakat Indonesia, tempat tidur menghadap ke arah barat adalah pantangan. Ternyata hal ini juga ada dalam ajaran Islam, karena arah barat merupakan pusat gerakan bumi dan pusat gravitasi.

    Jika posisi tempat tidur bagian atas menghadap ke arah barat, hal ini dipercaya akan menimbulkan masalah fisik dan mental. Sebaiknya ketika mendesain interior hunian, pilih posisi rumah atau posisi pintu yang paling tepat menurut Islam.

    Contohnya, apabila pintu utama menghadap ke selatan, aturlah agar tempat tidur bisa ditempatkan di sisi utara atau bahkan sama-sama di arah selatan.

    Hal ini sebagai langkah untuk menghindari posisi kepala di tempat tidur menghadap ke barat. Untuk kamu ketahui, ada beberapa alasan sebaiknya tidak menghadap barat:

    Tidur jadi tidak nyenyak
    Kurang sehat bagi anak-anak
    Menyebabkan kamu mudah emosi
    Berpotensi mengalami mimpi buruk
    Timbul sakit kepala

    Posisi Tempat Tidur Mengarah ke Utara

    Posisi terakhir yaitu meletakkan tempat tidur atau kasar pada bagian atas supaya menghadap ke arah utara. Dengan begitu, kepala bakal terletak di sisi utara dan jika posisi tidur kamu sedikit miring ke kanan, maka akan menghadap kiblat.

    Dalam Islam disarankan menerapkan posisi ini karena tulang rusuk akan berada di sebelah kanan sehingga baik untuk kesehatan. Jika posisi telah menghadap utara, disarankan pula agar kamu tidak tidur dengan posisi badan miring ke kiri.

    Menurut berbagai sumber, kasur atau tempat tidur berada di utara, posisi tidur miring ke kiri tidak baik untuk kesehatan. Alasannya, paru-paru bakal menekan jantung sehingga tidak bekerja normal ketika tidur. Hal ini juga yang sering Nabi Muhammad SAW anjurkan di dalam sunahnya.

    Demikian posisi tempat tidur yang baik menurut ajaran Islam. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Kenapa Kasur Perlu Rutin Dibalik dan Diputar



    Jakarta

    Kasur yang nyaman dapat mempengaruhi kualitas tidur kita. Kualitas tidur yang baik tak cuma mempengaruhi kepada kesehatan fisik juga kesehatan mental.

    Maka dari itu, perawatan terhadap kasur itu sangat penting untuk menjaga kondisi kasur. Salah satu perawatan kasur yang paling mudah adalah dengan cara membalik atau memutarnya.

    Namun, apa alasan kasur perlu rutin dibalik dan diputar, serta apakah ini berlaku untuk semua jenis kasur? Mengutip dari Family Handyman, Selasa (30/1/2024), berikut penjelasannya.


    Perawatan Kasur berdasarkan Ukuran dan Bahannya

    Setiap kasur memiliki ukuran yang berbeda sehingga perawatannya pun juga berbeda. Mulai kasur busa yang tebal, kasur memiliki bagian atas yang halus, bahkan springbed.

    Victoria Wildhorn, seorang spesialis konten kesehatan tidur di Mattress Clarity, mengidentifikasi enam jenis kasur, yakni keras, lembut, springbed, busa, dan hybrid. Setiap kasur perlu ditangani secara berbeda, oleh karena itu penting untuk mengikuti rekomendasi pabrik untuk perawatan kasur.

    Kasur kecil dan empuk bisa cepat terasa kempes, kata Wildhorn, sementara kasur besar dan kokoh menahan bentuknya lebih lama. “Seperti halnya lantai dan meja yang berbeda di rumah kamu, kamu harus menggunakan produk pembersih yang tepat untuk bahan busa versus bahan mewah,” kata Wildhorn. Tentu kamu tidak ingin membuat kondisi kasur menjadi lebih buruk karena kesalahan.

    Mengapa Kasur Perlu Dibalik dan Diputar?

    Sebagian orang memiliki sisi tempat tidur favorit pada area kasur. Kamu mungkin tidur pada permukaan yang sama pada jangka waktu yang lama, hal ini menyebabkan, area kasur terasa sudah kempes lebih cepat.

    Untuk mengatasinya, memutar dan membalik kasur dapat membantu meratakan masalah kempes pada kasur. Wildhorn mengatakan, hal ini bisa memperpanjang usia kasur. Menurut dia, ketika kasur diputar 180 derajat, maka akan membantu kamu membantu mempertahankan kenyamanan pada area punggung yang sangat penting untuk mendapatkan istirahat malam yang baik.

    Kasur dengan cekungan di tengah tidak senyaman kasur yang dirawat dengan baik. kamu akan tidur lebih nyenyak dan kasur akan bertahan lebih lama dengan perawatan rutin.

    Seberapa Sering harus Memutar atau Membalik Kasur?

    Layaknya membersihkan kasur, kamu dapat melakukannya secara rutin. Punggung kamu mungkin juga memberi tahu kapan waktunya. “kamu akan bangun dengan tidak nyaman atau lebih sering kesakitan, mungkin ada jejak dari tubuh di mana kamu tidur, dan mungkin tidak ‘bangkit kembali’ seperti dulu,” ujar Wildhorn.

    Drew Miller, direktur pemasaran, konsultan tidur, dan salah satu pemilik Sit ‘n Sleep, memberikan beberapa panduan tentang kapan harus membalik dan memutar kasur. “(Kasur) busa, kasur lateks, dan springbed dalam yang lebih baru harus diputar satu hingga dua kali per tahun. Beberapa produsen kasur busa dan kasur hybrid menyarankan setiap tiga hingga enam bulan,” saran Miller.

    Demikian alasan mengapa kasur perlu diputar dan dibalik. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Busa hingga Spring Bed, Ini Jenis-Jenis Kasur Berdasarkan Bahannya


    Jakarta

    Kasur yang nyaman tentu dibutuhkan setiap orang. Tingkat kenyamanan kasur tentunya tergantung dari bahannya.

    Ada berbagai jenis bahan kasur yang sering digunakan, misalnya spring bed, kasur air, kasur udara, memory foam, dan lainnya. Untuk mengetahui lebih lanjut, bisa simak informasi berikut ini.

    Dilansir dari The Spruce, Selasa (20/2/2024), berikut ini macam-macam kasur berdasarkan bahannya.


    Memory Foam

    Memory Foam adalah variasi poliuretan yang mengandung bahan aditif yang membuat busa lebih mudah dibentuk terhadap panas. Memory foam memungkinkan kasur mengikuti bentuk tubuh kamu saat berbaring dan ‘memantul’ kembali satu bangun.

    Kasur jenis ini juga dapat memerangkap panas tubuh dan meningkatkan suhu tubuh orang tidur sepanjang malam. Memory foam juga pilihan yang cukup baik karena tahan terhadap alergen, debu, dan tungau.

    Latex

    Kasur bahan latex mirip dengan memory foam, tetapi lebih empuk dan lebih sedikit menahan panas. Kasur jenis ini cocok bagi kamu yang ingin menggunakan kasur dengan bahan natural karena latex terbuat dari getah pohon karet.

    Kasur Air

    Kasur air memiliki kantung luar dengan ruang tersendiri yang dapat diisi dengan air sesuai keinginan. Kasur ini juga memiliki kontrol termostat untuk mengatur suhu.

    Meski dapat menawarkan kenyamanan, kasur air tidak bisa dinikmati semua orang. Untuk menggunakan kasur air perlu waktu yang lama untuk memasangnya dan cukup berat untuk memindahkannya.

    Kasur Udara

    Charlene Petitjean-Barkulis via The SpruceKasur Udara Foto: Charlene Petitjean-Barkulis via The Spruce

    Kasur udara sering digunakan sehari-hari, terkadang juga ditaruh di ruang keluarga agar bisa dipakai bersantai bersama. Kasur udara yang berkualitas biasanya dilapisi busa dan ruang udara yang dapat disesuaikan agar lebih nyaman digunakan. Kasur ini juga cenderung ringan dan mudah digunakan.

    Spring Bed

    Spring bed merupakan jenis kasur yang paling dikenal dan banyak digunakan. Dilansir dari Healthline, jenis kasur ini umumnya menggunakan gulungan baja yang melapisi kasur dan membantu untuk mendistribusikan beban. Gulungan tersebut dapat dihubungkan bersama atau dibungkus secara terpisah untuk mengontrol transfer gerakan dengan lebih baik.

    Spring bed juga memiliki beragam jenisnya. Ada yang continuous coil innerspring yaitu menggunakan kawat tunggal yang saling bertautan sehingga membentuk gulungan berbentuk S. Jenis ini memiliki harga cukup terjangkau dan tahan lama.

    bonnell coil innerspring/lindo12345 / Getty Imagesbonnell coil innerspring Foto: lindo12345 / Getty Images

    Ada juga jenis bonnell coil innerspring yaitu bagian kawatnya berbentuk seperti jam pasir. Jenis ini memang lebih terjangkau, tetapi kurang nyaman.

    Itulah beberapa jenis kasur berdasarkan bahannya yang sering digunakan. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Anjuran Islam Dalam Mengatur Posisi Tempat Tidur


    Jakarta

    Dalam Islam penempatan tempat tidur perlu memperhatikan beberapa faktor. Seperti untuk menunjang waktu tidur dan juga faktor kesehatan.

    Lalu, kira-kira bagaimana penempatan posisi tempat tidur yang baik menurut ajaran islam? Melansir dari Sakti Desain, berikut simak pemaparan lebih lengkapnya di bawah.

    Posis Tempat Tidur Menghadap ke Selatan

    Posisi tempat tidur yang baik menurut Islam pertama adalah dengan mengarah ke selatan. Jangan letakkan posisi tempat tidur tepat menghadap pintu kamar yang langsung mengarah ke ruang tamu atau ruang keluarga.


    Sebaiknya kamu memperhatikan tata letak ketika hendak membeli rumah. Tujuannya supaya letak tempat tidur yang hendak diarahkan sudah terbayang dan sesuai dengan struktur ruangan.

    Tidak Disarankan Menghadap ke Arah Barat

    Dalam mitos yang beredar di masyarakat Indonesia, tempat tidur menghadap ke arah barat adalah pantangan. Ternyata hal ini juga ada dalam ajaran Islam, karena arah barat merupakan pusat gerakan bumi dan pusat gravitasi.

    Jika posisi tempat tidur bagian atas menghadap ke arah barat, hal ini dipercaya akan menimbulkan masalah fisik dan mental. Sebaiknya ketika mendesain interior hunian, pilih posisi rumah atau posisi pintu yang paling tepat menurut Islam.

    Contohnya, apabila pintu utama menghadap ke selatan, aturlah agar tempat tidur bisa ditempatkan di sisi utara atau bahkan sama-sama di arah selatan.

    Hal ini sebagai langkah untuk menghindari posisi kepala di tempat tidur menghadap ke barat. Untuk kamu ketahui, ada beberapa alasan sebaiknya tidak menghadap barat:

    1. Tidur jadi tidak nyenyak
    2. Kurang sehat bagi anak-anak
    3. Menyebabkan kamu mudah emosi
    4. Berpotensi mengalami mimpi buruk
    5. Timbul sakit kepala

    Posisi Tempat Tidur Mengarah ke Utara

    Posisi terakhir yaitu meletakkan tempat tidur atau kasar pada bagian atas supaya menghadap ke arah utara. Dengan begitu, kepala bakal terletak di sisi utara dan jika posisi tidur kamu sedikit miring ke kanan, maka akan menghadap kiblat.

    Dalam Islam disarankan menerapkan posisi ini karena tulang rusuk akan berada di sebelah kanan sehingga baik untuk kesehatan. Jika posisi telah menghadap utara, disarankan pula agar kamu tidak tidur dengan posisi badan miring ke kiri.

    Menurut berbagai sumber, kasur atau tempat tidur berada di utara, posisi tidur miring ke kiri tidak baik untuk kesehatan. Alasannya, paru-paru bakal menekan jantung sehingga tidak bekerja normal ketika tidur. Hal ini juga yang sering Nabi Muhammad SAW anjurkan di dalam sunahnya.

    Demikian posisi tempat tidur yang baik menurut ajaran Islam. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Lho Cara Mengatur Penempatan Tempat Tidur di Kamar


    Jakarta

    Penempatan tempat tidur di kamar tidur cukup penting. Hal itu karena jika sampai salah penempatan justru bisa membuat kamar tidur terasa sempit.

    Dengan posisi tempat tidur yang tepat, tentunya bisa membuat penghuni semakin nyaman di kamar tidur. Lantas, bagaimana penempatan tempat tidur yang tepat?

    Dilansir dari Real Simple, Sabtu (30/3/2024), berikut ini aturan penempatan tempat tidur di kamar.


    1. Pilih Tempat Tidur Sesuai Ukuran Kamar

    Menurut desainer interior dan founder House of Honey, Tamara Honey, memilih ukuran tempat tidur yang tepat sangat penting. Setidaknya jarak minimum di samping tempat tidur sekitar 30 inci dan 36 inci dari kaki tempat tidur.

    2. Jangan Taruh Tempat Tidur di Pojok

    Menurut Honey, dengan menempatkan tempat tidur di bagian pojok bisa menimbulkan beberapa tantangan fungsionalitas, seperti hilangnya tempat penyimpanan dan membatasi aksesibilitas. Namun jika luas ruangan terbatas, maka menempatkan tempat tidur di pojok ruangan bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Jangan lupa untuk menggunakan tempat penyimpanan di bawah tempat tidur dan sandaran kepala yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan.

    3. Tempat Tidur Terlihat saat Masuk ke Kamar

    Menempatkan tempat tidur menghadap pintu masuk kamar bisa menjadi pilihan, sehingga kamu bisa melihat keseluruhan desain dalam sekejap. Kamu bisa menggunakan sandaran kepala yang bagus, dekorasi karya seni, atau wallpaper yang indah agar terlihat lebih menarik.

    “Kamu bisa merasakan keseluruhan ruangan dan itu membuatnya begitu menarik dan hampir terasa seperti sebuah destinasi,” ujar desainer interior Kate Dawson, dikutip dari Real Simple.

    Itulah beberapa hal yang bisa dipertimbangkan dalam mengatur penempatan tempat tidur di kamar. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Menjaga Kebersihan Tempat Tidur Agar Istirahat Nyaman & Lelap


    Jakarta

    Tempat tidur yang empuk dan bersih pastinya bikin tidur terasa lebih nyenyak. Tapi apa kamu yakin tempat tidur kamu benar-benar bersih?

    Tubuh manusia biasanya meninggalkan sel kulit mati dan minyak selama tidur. Dari matras, seprai, hingga bantal kemungkinan menjadi sarang buat kuman dan bakteri berkembang biak di tempat tidur.

    Meski terkesan sepele, penumpukan kotoran dan bakteri di tempat tidur bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti penyakit kulit. Maka dari itu, penting jaga kebersihan tempat tidur dengan mengikuti cara berikut yang dilansir dari HercLeon, Rabu (22/5/2024).


    Tips Jaga Kebersihan Tempat Tidur

    1. Rajin Cuci Sprei

    Hal paling mendasar buat tempat tidur higienis, adalah rajin mencuci seprai setidaknya seminggu sekali. Selain minyak dan sel kulit mati, sering kali ada tungau debu, debu, bulu hewan peliharaan, bahkan serangga yang mesti kamu bersihkan.

    2. Cegah Bau pada Matras

    Mungkin kamu tidak bisa mencuci matras, tapi kamu masih bisa mencegah bau yang timbul dari matras. Setiap pagi biarkan jendela terbuka untuk mendapat sirkulasi udara yang mengeringkan kelembapan dan keringat pada tempat tidur.

    Sekali-kali kamu bisa menuangkan soda kue ke seluruh matras untuk menghilangkan aroma tidak sedap. Diamkan selama 30 menit, lalu bersihkan soda kue menggunakan penyedot debu.

    3. Gunakan Pelindung Matras Anti Air

    Salah satu cara terbaik menjaga kebersihan matras adalah dengan melapisinya dengan pelindung matras anti air. Lapisan ini mencegah keringat, cairan, tungau, dan kotoran lainnya mengenai matras. Apalagi pelindung matras ini bisa mudah dicuci menggunakan mesin cuci.

    4. Hindari Makan di Tempat Tidur

    Sebaiknya hindari makan di tempat tidur kalau kamu tidak dalam keadaan sakit atau berumur. Meski sudah berhati-hati, tidak menutup kemungkinan ada partikel makanan yang jatuh. Makanan di tempat tidur bakal mengundang berbagai hewan dan mendukung pertumbuhan bakteri.

    5. Mandi Sebelum Tidur

    Pastikan tubuh dan pakaian dalam keadaan yang bersih sebelum naik ke tempat tidur. Sebaiknya mengganti baju dulu kalau sudah dikenakan ke luar rumah atau duduk di area yang kotor. Selain itu, biasakan juga mandi atau setidaknya membersihkan diri sebelum tidur di malam hari.

    6. Hindari Hewan Peliharaan di Tempat Tidur

    Cegah hewan peliharaan naik ke tempat tidur karena mereka bisa meninggalkan kotoran, debu, bulu, serangga, hingga bakteri. Namun, kalau hal ini belum memungkinkan, kamu bisa sering memandikan hewan peliharaan, membersihkan tempat tidur, dan gunakan pelindung matras anti air.

    7. Jaga Kebersihan Kamar Tidur

    Bukan cuman tempat tidur yang perlu dibersihkan, tetapi kamar tidur juga. Kebanyakan kotoran di tempat tidur berasal dari lingkungan sekitarnya. Maka, ada baiknya sering membersihkan kamar tidur dari dari kotoran dan debu, salah satunya bisa juga dengan bantuan HEPA air purifier.

    Itulah cara menjaga kebersihan tempat tidur supaya bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 5 Tips Beli Kasur yang Tepat Sesuai Budget-Selera


    Jakarta

    Membeli kasur tidak bisa sembarangan karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Penting memilih kasur yang tepat agar nyaman digunakan serta cocok saat ditaruh di kamar tidur.

    Jika membeli kasur yang terlalu besar, kemungkinan kamar bakal terasa sempit. Di sisi lain, setiap orang juga memiliki selera yang berbeda-beda dengan ukuran maupun jenis kasur yang dipakai.

    Nah, daripada salah beli, coba perhatikan tips membeli kasur berikut ini yang dilansir dari Casper, Jumat (28/6/2024).


    Tips Beli Kasur yang Tepat

    1. Siapkan Budget

    Pastinya hal pertama yang perlu kamu siapkan kalau mau membeli kasur adalah budget. Sebaiknya, beli lah kasur yang sesuai dengan budget yang dimiliki. Sebab, kasur yang mahal belum tentu kasur terbaik dan cocok untuk kamu.

    2. Tinggi Badan

    Selanjutnya pilih kasur sesuai dengan tinggi badan penggunanya. Selain tinggi badan, ukuran tubuh badan juga perlu diperhatikan agar kasur yang dibeli tidak kekecilan.

    3. Ukuran Kamar

    Sebelum membeli kasur, penting untuk mengukur luas kamar terlebih dahulu. Hal itu supaya kamar tidak terasa sempit apabila membeli kasur yang terlalu besar.

    Jika kamu memiliki kamar yang sempit, kamu bisa membeli kasur twin bed karena ukurannya yang kecil. Sementara itu, kalau ukuran kamarmu cukup luas, kamu bisa membeli kasur double bed, queen bed, bahkan king bed.

    4. Bahan Kasur

    Ada banyak jenis bahan kasur yang tersedia di pasaran. Pilihlan jenis bahan kasur yang bisa membuatmu nyaman. Misalnya, kalau kamu suka yang empuk dan lembut bisa memilih kasur memory foam.

    Apabila kamu senang kasur yang empuk, tidak keras, nyaman, bisa memilih spring bed. Tak hanya itu, ada berbagai jenis bahan kasur lainnya, seperti kapuk hingga latex.

    5. Ketebalan Kasur

    Biasanya kasur memiliki ketebalan 22-30 cm. Kasur yang lebih tebal dari ukuran tersebut tidak selalu lebih baik. Kalau kasur terlalu tebal terkadang sulit untuk mendapatkan seprai yang cocok.

    Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum membeli kasur. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 6 Ciri Kasur yang Harus Diganti Agar Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Mempunyai kasur yang nyaman penting untuk menunjang aktivitas tidur. Namun, seiring bertambahnya usia kasur, kualitasnya bisa menurun hingga dapat mengganggu kualitas tidur penggunanya.

    Kasur memang ada masanya bakal usang, seperti warnanya menguning, permukaan kendur, hingga pegas yang menyembul. Kalau hal seperti ini terjadi, jangan dibiarkan ya!

    Sebab, kasur yang usang bisa mengganggu kesehatan tubuh. Lantas, kapan saatnya mengganti kasur? Simak penjelasan berikut yang dilansir dari techradar, Jumat (28/6/2024).


    Ciri-ciri Kasur Usang yang Perlu Diganti

    1. Masa Pakai Kasur 10 Tahun atau Lebih

    Baik kasur murah ataupun mahal, semuanya memiliki massa pakai. Ada beberapa model lateks premium yang bisa bertahan selama 20 tahun, tetapi di luar model itu banyak yang perlu diganti seperti model innerspring yang masa pakainya hanya 5-7 tahun. Sedangkan model hybrid dan busa memori bisa bertahan selama 10 tahun.

    2. Tubuh Selalu Terasa Sakit dan Nyeri

    Jika tubuh kamu sering terasa sakit dan nyeri ketika bangun tidur, kemungkinan penyebab utamanya adalah kasur kamu sudah tidak layak dipakai. Kasur yang sudah tua biasanya sudah tidak mampu menopang tulang belakang dan titik tekanan, sehingga membuat tubuhmu sakit.

    Rasa sakit ini bisa mengganggu aktivitas kamu dan membuat kamu terbangun di malam hari untuk mencari posisi yang nyaman ketika ingin kembali tidur. Jika kamu terbangun terus selama seminggu, kemungkinan ada masalah pada kasur kamu.

    Namun, jika tubuh kamu terasa sakit seharian dan dalam jangka panjang, kemungkinan kamu perlu memeriksa ke dokter karena kemungkinan masalah tersebut bukan lagi berasal dari kasur kamu.

    3. Kasur Menggumpal atau Kendur

    Seiring bertambahnya usia kasur, kualitasnya akan mudah rusak dan membuat kasur kamu menggumpal dan kendur. Tentunya ini bisa berdampak pada kualitas tidur kamu menjadi terganggu.

    Untuk jangka waktu tertentu kamu bisa saja mengurangi kendurnya, tetapi ini tidak bisa memperbaiki sehingga kamu perlu mengambil tindakan dengan membeli kasur baru.

    4. Kasur menguning

    Seiring bertambahnya usia kasur kamu, pasti akan menunjukkan tanda menguning karena kasur mulai oksidasi. Proses ini alami terjadi karena oksigen di udara dan membuat kasur menjadi kuning.

    Noda oksidasi ini tidak berbau, tetapi sulit dihilangkan ketika dibersihkan. Sebaiknya kamu perlu memastikan terlebih dahulu jika noda tersebut bukan timbul karena faktor lain, seperti keringat, bakteri, jamur, atau tungau debu.

    Jika dapat dibersihkan, mungkin kamu hanya perlu menambahkan pelindung kasur dibanding langsung mengganti kasur dengan yang baru.

    5. Pegas Kasur Berderit dan Terasa Menyembul

    Masalah ini sering terjadi pada kasur pegas di dalamnya yang ditutupi lapisan busa. Busa dapat rusak dengan lebih cepat dibanding jenis kasur lainnya, dan ini bisa membuat adanya tekanan pada pegas sehingga kemungkinan kamu bisa merasakan pegas menyembul atau bahkan mulai menampakkan bentuknya saat kamu berbaring.

    6. Membuat Alergi

    Jika kamu penderita alergi, dan terasa semakin parah saat berbaring di tempat tidur, kemungkinan penyebabnya ada pada kasur. Terutama tanda-tanda ini terjadi jika masa pakai kasur kamu sudah tua sehingga kemungkinan tumbuhnya sarang jamur dan bakteri jika tidak rutin dirawat.

    Oleh karena itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan kasur secara menyeluruh terlebih dahulu dengan menghilangkan debu, tungau, kulit mati, dan alergen lainnya. Lapisi juga kasur kamu dengan pelindung anti alergi.

    Perhatikan juga jika penyebab alergi kamu kambuh karena bantal atau bukan. Jika dari usulan berikut tidak memberikan perubahan, kemungkinan kamu perlu mengganti kasur dengan yang baru.

    Itulah 6 tanda kasur kamu sudah waktunya perlu diganti. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com