Tag: tempat tidur

  • Tips Mengatasi Pegas Tempat Tidur Nyembul serta Cara Cegahnya


    Jakarta

    Tempat tidur adalah furniture wajib di kamar tidur yang penting untuk menunjang aktivitas tidur. Maka, memiliki tempat tidur yang nyaman sangat diperlukan agar kualitas tidur maksimal.

    Biasanya tempat tidur akan dipakai untuk jangka waktu yang sangat lama hingga usang. Nah, terkadang tempat tidur lama bisa bikin sakit badang karena ada pegas yang nyembul menusuk badan.

    Kalau hal ini terjadi, pasti tidur menjadi kurang nyenyak dan mengganggu kesehatan tubuh. Yuk, simak bagaimana mengatasi dan mencegah pegas tempat tidur nyembul berikut ini.


    Mengutip Furnitureful, Jumat (28/6/2024), salah satu hal yang penting diketahui adalah, pegas pada kasur bisa dirasakan pada permukaan kasur jika pegas tersebut rusak setelah digunakan atau berubah dari bentuk aslinya dan menjadi bengkok.

    Hal ini juga bisa terjadi kalau kenyamanan kasur yang bertumpu pada pegas mulai aus.

    Kalau pegas sudah mulai terasa menyembul, kayaknya kamu harus hati-hati deh. Mungkin nggak sampai tertusuk, tapi pegas yang mulai menyembul bisa menyebabkan berkurangnya kenyamanan dan bisa bikin tidur malam Kamu nggak nyenyak.

    Tips Atasi Pegas Tempat Tidur Nyembul

    1. Ganti Kasur Kamu

    Setelah sekian lama menggunakan tempat tidur, mungkin langkah terbaik mengatasi pegas tempat tidur nyembul adalah mengganti kasur. Kalau kamu mulai merasakan pegas di kasur dan menyebabkan rasa sakit serta ketidaknyamanan, kemungkinan besar pegas tersebut rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi.

    2. Pilih Kasur dengan Lapisan Busa yang Tebal

    Untuk mencegah mengalami pegas tempat tidur nyembul dan bikin sakit badan, kamu bisa membeli kasur yang seluruhnya terbuat dari busa. Contohnya adalah kasur busa memori, polifoam, atau busa lateks.

    Kasur busa memori bermanfaat bagi banyak orang karena menawarkan tingkat kenyamanan yang tinggi dan ‘menyerap’ tubuh. Maksudnya, kasur dengan lapisan busa memori atau memory foam bisa meredam getaran yang terjadi di sebelahnya.

    Ini sangat berguna buat pasangan yang nggak ingin diganggu oleh pergerakan pasangannya. Namun sisi buruknya adalah kasur busa memori menyulitkan perubahan posisi tidur dan dapat mengganggu pola tidur, terutama kalau Kamu adalah orang yang banyak bergerak.

    3. Pilih Kasur dengan Struktur Per yang Dibungkus Busa

    Kasur dengan pegas yang dibungkus tersendiri seperti kasur hybrid dengan lapisan busa memori atau busa lateks akan membantu menghindari sensasi pegas melalui lapisan lop kasur. Susunan kasur hybrid mencegah gulungan pegas terlalu banyak menempel dan juga mengurangi pergerakan.

    4. Pakai Pelapis Busa Tambahan di Atas Kasur

    Menggunakan lapisan busa tambahan bisa jadi solusi untuk mengurangi dampak dari pegas yang menyembul ke permukaan kasur. Opsi ini bisa dipilih kalau kamu belum ada budget longgar untuk beli kasur baru.

    5. Gunakan Dipan atau Rangka Kasur yang Sesuai

    Kalau kasur kamu nggak menggunakan rangka tempat tidur yang sesuai, itu bisa bikin kasur kamu cepat rusak. Misalnya kalau kamu menggunakan rangka berukuran lebih kecil untuk kasur, kamu cenderung akan memakskan kasur agar pas dengan ukuran rangka atau dipan. Ini akan menyebabkan kerusakan dan memaksa pegas menyembul keluar.

    Demikian beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah pegas tempat tidur nyembul. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Posisikan Tempat Tidur di Kamar Supaya Estetik dan Fungsional


    Jakarta

    Posisi tempat tidur menentukan estetika dan fungsionalitas kamar tidur. Kalau sampai salah menentukan posisi tempat tidur, bisa-bisa kamar tidur malah terlihat sempat dan tidak proporsional.

    Nah, justru posisi tempat tidur yang sesuai akan membantu membuat suasana kamar tidur lebih nyaman untuk istirahat. Lalu, bagaimana cara memposisikan tempat tidur yang tepat?

    Ayo simak tips posisikan tempat tidur di kamar berikut ini, dikutip dari Real Simple, Jumat (28/6/2024).


    Tips Posisikan Tempat Tidur di Kamar

    1. Pilih Tempat Tidur Sesuai Ukuran Kamar

    Menurut desainer interior dan founder House of Honey, Tamara Honey, memilih ukuran tempat tidur yang tepat sangat penting. Setidaknya jarak minimum di samping tempat tidur sekitar 30 inci dan 36 inci dari kaki tempat tidur.

    2. Jangan Taruh Tempat Tidur di Pojok

    Menurut Honey, dengan menempatkan tempat tidur di bagian pojok bisa menimbulkan beberapa tantangan fungsionalitas, seperti hilangnya tempat penyimpanan dan membatasi aksesibilitas. Namun jika luas ruangan terbatas, maka menempatkan tempat tidur di pojok ruangan bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Jangan lupa untuk menggunakan tempat penyimpanan di bawah tempat tidur dan sandaran kepala yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan.

    3. Tempat Tidur Terlihat saat Masuk ke Kamar

    Menempatkan tempat tidur menghadap pintu masuk kamar bisa menjadi pilihan, sehingga kamu bisa melihat keseluruhan desain dalam sekejap. Kamu bisa menggunakan sandaran kepala yang bagus, dekorasi karya seni, atau wallpaper yang indah agar terlihat lebih menarik.

    “Kamu bisa merasakan keseluruhan ruangan dan itu membuatnya begitu menarik dan hampir terasa seperti sebuah destinasi,” ujar desainer interior Kate Dawson, dikutip dari Real Simple.

    Itulah beberapa hal yang bisa dipertimbangkan dalam mengatur posisi tempat tidur di kamar. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Desain Kamar Tidur Paling Ideal yang Bikin Betah!



    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang biasa digunakan pemilik rumah untuk beristirahat. Kamar tidur adalah ruangan paling penting di rumah sehingga keberadaannya sangat penting di rumah. Namun, terkadang orang menyepelekan desain kamar tidur saat membangun rumah.

    Posisi kamar tidur pada rumah dapat mempengaruhi kenyamanan penghuninya. Maka dari itu, penghuninya perlu mempertimbangkan segala aspek saat mendesain dan mendekorasi kamar tidur. Maka dari itu kamu butuh merencanakan desain tata letak yang matang agar kamar tidur baik secara fungsional dan juga terlihat estetik.

    Mengutip dari Livingetc, Senin (22/7/2024), berikut ciri-ciri desain kamar tidur yang paling ideal.


    1. Mendapat Pencahayaan yang Maksimal

    Setiap ruangan disarankan mendapat sumber cahaya. Marie Flanigan,Principal dari Marie Flanigan Interiors, menyarankan khusus untuk tempat tidur lebih baik diletakkan di antara jendela dengan meja samping tempat tidur di depan jendela. Meja pun tidak lebih tinggi dari jendela agar tidak menghalangi cahaya.

    2. Memiliki Ruang Penyimpanan

    Selain sebagai tempat beristirahat, kamar juga membutuhkan ruang penyimpanan sehingga lebih fungsional. Namun terkadang luas kamar tidak begitu besar untuk diletakkan lemari atau perabotan untuk penyimpanan. Untuk menghindari kekacauan kamu bisa buat penyimpanan di bawah ranjang tidur, jangan lupakan ruang dinding di atas dan di samping tempat tidur jika ranjang kamu punya rak built-in.

    3. Setiap Sudut Kamar Digunakan

    Bentuk kamar seperti apa pun tetap dapat nyaman ditempati asalkan penataannya tepat. Setiap sudut kecil bisa digunakan untuk meletakkan meja rias kecil, meja kerja, atau tempat tidur. Area sudut ini sangat cocok untuk tempat tidur tamu atau anak. Menggunakan sudut dengan plafon miring memungkinkan ruang lantai tengah dikosongkan, yang dapat berfungsi sebagai area bermain anak atau area bersantai tamu.

    “Mengukur skala ruangan yang tidak tepat adalah cara mudah untuk merusak potensi kamar tidur,’ kata Ginger Curtis dari Urbanology Designs.

    Kamu bisa isi sudut besar dengan kursi santai yang nyaman atau letakkan bangku besar di ujung tempat tidur kamu. Ini adalah cara yang bagus untuk menciptakan titik nyaman di kamar kamu dan jangan biarkan ada ruangan kecil tersisa.

    4. Tempat Tidur Diletakkan di Posisi yang Tepat

    Tempat tidur adalah perabotan utama di kamar tidur sehingga penempatannya sangat berpengaruh pada tampilan tata letak kamar tidur. Hal ini menentukan tempat di mana seberapa dekat kamu untuk mengakses sumber listrik untuk lampu dinding atau lampu gantung.

    Selain itu, posisi tempat tidur menentukan di mana untuk tempat penyimpanan atau seberapa banyak ruang untuk meletakkan meja tidur di samping tempat tidur. Jadikan tempat tidur menjadi titik fokus ruangan serta posisinya jauh dari pintu untuk aksesibilitas dan estetika.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! Begini 7 Cara Ampuh Bikin Rumah Bebas Nyamuk



    Jakarta

    Salah satu hewan yang kerap dijumpai di rumah adalah nyamuk. Hewan kecil ini selalu mendapat celah untuk dapat masuk ke dalam rumah. Pada saat musimnya tiba, di mana banyak orang merasa rumah mereka banyak nyamuk, hewan ini dapat berhari-hari bahkan lebih dari satu bulan mengganggu penghuni rumah. Sebelum kamu jadi rumah berikutnya yang akan dikerumuni nyamuk, kamu harus mencegah terlebih dahulu. Lantas, bagaimana caranya?

    Sebelum itu, kamu harus tau alasan nyamuk sering ditemukan di rumah biasanya dikarenakan mereka mendeteksi karbondioksida dan panas dari tubuh seseorang. Kemudian, jika mereka melihat banyak genangan di rumah sehingga mereka berkumpul di sana untuk berkembang biak.

    Setelah kamu mengetahui 2 hal tersebut, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut yang efektif mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.


    1. Pasang Kasa Jendela

    Kasa jendela adalah lapisan yang dapat menutupi akses binatang kecil masuk ke rumah. Namun, kasa jendela ini masih dapat dilalui oleh angin sehingga tidak membuat rumah panas. Maka dari itu, memasang kasa jendela cukup efektif mencegah nyamuk masuk ke rumah.

    2. Letakkan Pengusir Nyamuk Elektrik

    Nyamuk cukup peka terhadap aroma. Kamu bisa menggunakan cara instan yakni menggunakan pengusir nyamuk elektrik yang otomatis bisa menguarkan aroma, panas dan cahaya ultraviolet yang menarik nyamuk. Kemudian, lama-kelamaan mematikan mereka saat mereka mendekat.

    3. Memakai Warna Cat Dinding yang Tidak Disukai Nyamuk

    Agar nyamuk tidak tertarik mendekat, kamu bisa mengubah warna cat rumah dengan warna-warna seperti hijau, biru, putih, dan ungu. Sebab, warna-warna tersebut menghasilkan cahaya yang terang dan memudarkan karbondioksida yang dikeluarkan manusia.

    4. Hindari Air Tergenang:

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sebaiknya tidak ada genangan air di rumah agar nyamuk tidak ada kesempatan untuk berkembang biak. Biasanya genangan air ini banyak ditemukan di kamar mandi, dapur, dan halaman depan. Namun, tempat-tempat seperti vas bunga dan dekat pot bunga juga bisa jadi sarang nyamuk.

    5. Gunakan Kelambu di Tempat Tidur:

    Bagi kamu yang sudah terganggu tidurnya karena suara nyamuk di telinga, kamu bisa menggunakan kelambu. Cara kerjanya sama dengan kasa jendela yakni hewan tidak dapat masuk tetapi udara masih dapat mengalir ke dalam dan ke luar.

    6. Bersihkan Area yang Jarang Digunakan

    Nyamuk sering bersembunyi di tempat-tempat gelap dan lembap seperti lemari atau laci. Pastikan untuk membersihkan dan mengorganisir area ini secara teratur sehingga nyamuk tidak memiliki tempat persembunyian.

    7. Letakkan Tanaman yang Tidak Disukai Nyamuk

    Jika kamu tidak ingin menggunakan aroma yang bercampur dengan bahan kimia, kamu bisa menggunakan tanaman yang memang aromanya tidak disukai nyamuk yakni serai, lavender, bawang putih, hingga seledri.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur yang Pas Berdasarkan Usia Anak


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Nah, dilansir dari mychildsroom.co.uk, dikutip Jumat (13/9/2024), berikut ini informasi mengenai ukuran tempat tidur sesuai dengan umur anak.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik. Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur.


    Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur. Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia 6-12 Tahun

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat. Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja Usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed). Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan.

    Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas. Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi. Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan.

    Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur. Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang. Membeli tempat tidur untuk anak-anak anda jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur Anak yang Sesuai Berdasarkan Usia


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, Rabu (21/8/2024), membeli tempat tidur untuk anak-anak jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri. Berikut ini, panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.


    Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga sprei dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

    Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

    Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

    Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

    Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

    Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

    Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Merawat Kasur Agar Tahan Lama


    Jakarta

    Tidur dapat mempengaruhi aspek kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan kinerja otak. Sehingga kasur menjadi komponen penting untuk kenyamanan saat tidur.

    Faktor lamanya kasur bertahan tergantung pada bahan dan perawatan yang diberikan. Ada kasur yang bertahan enam tahun dan juga ada beberapa bahan kasur yang bertahan hingga 10 sampai 20 tahun.

    Dilansir dari CNET, berikut beberapa cara mudah merawat kasur agar tetap awet selama bertahun-tahun.


    Gunakan Pelindung Kasur

    Pelindung kasur menjadi bagian penting dari perlengkapan tempat tidur kamu. Pelindung kasur berfungsi sebagai penghalang antara kamu dan tempat tidur, menyerap keringat, tungau, dan benda lain yang bersarang di kasur.

    Pelindung kasur juga mencegah tempat tidur dari noda. Pelindung kasur yang dipasang seperti seprai akan menutupi seluruh tempat tidur kamu.

    Cuci Seprai Sesering Mungkin

    Idealnya, mencuci seprai dilakukan setiap minggu. Saat mencucinya, kamu dapat menggunakan pengaturan untuk pakaian halus. Mencuci seprai memastikan seprai tetap segar dan melindungi kasur dari noda serta kelembapan akibat keringat.

    Jangan Loncat-loncat di Atas Kasur

    Meskipun loncat-loncat di atas kasur seperti trampoline menyenangkan, seiring waktu, tindakan ini dapat merusak tempat tidur lebih cepat. Produsen mendesain tempat tidur untuk penggunaan rutin. Melompat di tempat tidur menciptakan benturan yang lebih keras yang dapat merusaknya.

    Balikkan Kasur Secara Teratur

    Salah satu cara paling efektif untuk membuat tempat tidur lebih awet adalah dengan membalik atau memutar kasur. Cara ini mencegah tempat tidur kamu mengalami penurunan secara permanen karena menggunakan sisi bagian tempat tidur yang sama. Biasanya hal ini harus dilakukan setiap beberapa bulan sekali, agar tempat tidur bertahan lama.

    Bersihkan Noda dengan Segera

    Kesalahan di tempat tidur salah satunya adalah adanya tumpahan noda. Hal ini harus segera diatasi sebelum noda menempel permanen.

    Direkomendasikan untuk membuat pasta ke noda, biarkan selama 30 hingga 60 menit, lalu bersihkan dengan handuk bersih. Kamu juga bisa menggunakan air sabun cuci piring dan soda kue untuk membersihkan noda.

    Hindari Makan atau Minum di Tempat Tidur

    Makan dan minum di tempat tidur dapat mengakibatkan noda kecil yang tidak terlihat. Hal ini akan mengundang semut dan kecoa untuk datang yang akan membuat kasur kamu terlihat kotor.

    Waspada Terhadap Kutu Busuk

    Serangan kutu busuk dapat membuat kasur tidak dapat digunakan lagi. Maka dari itu, kamu perlu melindungi tempat tidur dari kutu busuk dengan menggunakan pelindung serta menjaga kamar tidur tetap bersih.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga kasur tetap awet. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Tinggalkan Rumah buat Liburan



    Jakarta

    Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu moment untuk bersenang-senang dan berkumpul bersama keluarga. Namun, sebelum bepergian untuk memanfaatkan liburan, penting untuk membersihkan rumah terlebih dahulu.

    Hal ini akan mengurangi stres saat pulang, sehingga dapat memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Ada beberapa barang atau tempat yang bisa menjadi prioritas untuk dibersihkan sebelum melakukan liburan.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa barang dan tempat yang harus dibersihkan sebelum melakukan bepergian saat liburan tiba.


    Kulkas

    Kulkas menjadi barang pertama yang disarankan untuk dibersihkan sebelum liburan, hal ini tentunya akan mencegah adanya makanan yang basi setelah pulang liburan.

    ‘Idealnya, sehari sebelum kamu pergi, kamu harus memeriksa kulkas dan membuang semua makanan yang akan rusak saat kamu pergi,” kata Michael Bogoyavlenskiy, CEO Cleaning Express.

    Area Dapur

    Membersihkan kulkas tidak cukup untuk mengusir bau busuk dan hama yang datang, kamu harus memastikan dapur dalam kondisi prima. Hal seperti remah-remah atau sisa makanan kecil dapat menyebabkan dapur sangat kotor dan datangnya hama.

    “Saya selalu menggosok wastafel, menyalakan pembuangan sampah dengan beberapa es batu dan kulit lemon, lalu mengakhirinya dengan membilasnya dengan cuka,” kata Nishant Prasad, salah satu pendiri Clean Fanatics.

    Tempat Tidur

    Setelah bepergian dalam waktu yang lama, tempat tidur menjadi hal pertama yang akan dicari untuk beristirahat. Hal ini menjadi alasan untuk memastikan tempat tidur rapi sebelum melakukan bepergian untuk liburan.

    “Jika memungkinkan, saya juga mengganti sprei sehingga saya bisa tidur dengan nyaman setelah berpergian,” kata Brunson Sayes, pendiri Breathe Maids.

    Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan tempat jamur dan lumut dapat dengan mudah tumbuh, pastikan untuk membersihkan kamar mandi sebelum meninggalkannya selama berhari-hari untuk menghemat waktu dalam jangka panjang.

    “Sebelum pergi, saya mengelap dinding kamar mandi, membersihkan wastafel, dan memastikan mangkuk toilet sudah digosok. Jika kamu sedang terburu-buru, menyemprotkan pembersih kamar mandi di area yang sering dilewati dapat memberikan hasil yang sangat baik,” kata Prasad.

    Cucian di Rumah

    Mencuci pakaian bisa menjadi pekerjaan yang menyebalkan di hari-hari biasa, jangan meninggalkan cucian saat kamu berpergian.

    Pastikan untuk mencuci semua cucian, seperti handuk, sprei, dan pakaian lain yang menumpuk. Hal ini mencegah timbulnya bau tidak sedap dan kamu tidak merasa kewalahan saat pulang setelah liburan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Merapikan Tempat Tidur Seperti di Hotel, Coba Metode Tiga Lembar Ini!



    Jakarta

    Merapikan tempat tidur dapat menjadi lebih dari sekadar rutinitas dengan penerapan Metode Tiga Lembar. Teknik ini, yang umum digunakan di hotel berbintang, tidak hanya menciptakan tempat tidur yang rapi tetapi juga memberikan kesan mewah dan higienis.

    Dengan langkah-langkah sederhana, kamu dapat meningkatkan kenyamanan tidur dan mempercantik tampilan kamar di rumah.

    Apa Itu Metode Tiga Lembar?

    Melansir dari Beter Homes & Gardens, metode seprai tiga lapis adalah cara merapikan tempat tidur yang menggunakan tiga lembar seprai alih-alih dua lembar seprai tradisional. Pendekatan ini juga mencakup penggunaan selimut atau duvet ringan, sehingga menghilangkan kebutuhan akan penutup selimut yang rumit.


    Teknik ini banyak diterapkan dalam industri perhotelan karena beberapa alasan. Dari segi logistik, metode ini mempercepat proses pergantian kamar bagi tamu. Secara visual, metode ini membuat tampilan tempat tidur menjadi lebih rapi dan menarik.

    Menerapkan metode seprai tiga lapis di kamar tidur kamu dapat memberikan manfaat serupa dan lebih banyak lagi, meskipun ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.

    Cara Menentukan Apakah Metode Ini Sesuai untuk Kamu

    Sebelum memutuskan apakah teknik ini cocok untuk tempat tidur kamu, pertimbangkan beberapa faktor berikut. Jika kamu masih merasa ragu, tidak ada salahnya untuk mencoba metode ini dengan mengikuti tutorial di bawah, kamu selalu bisa kembali ke rutinitas semula jika metode ini tidak sesuai dengan preferensi tidur kamu.

    Kelebihan Menggunakan Metode ini

    Kamu dapat menghemat waktu dan biaya dalam mencuci sprei dibandingkan dengan selimut tebal, memastikan kamu tidur di tempat tidur yang selalu bersih karena lapisan sprei yang bersentuhan langsung dengan kulit.

    Memberikan tampilan mewah bergaya hotel berkat sudut-sudut yang tajam dan permukaan yang halus, serta memungkinkan penyesuaian sesuai musim dengan mengganti sisipan selimut atau selimut tebal yang diletakkan di antara seprai.

    Kekurangan Menggunakan Metode Ini

    Kamu akan membutuhkan seprai tambahan untuk setiap tempat tidur jika ingin mencoba metode seprai rangkap tiga, yang berarti kamu mungkin perlu membeli set seprai tambahan dan mencari ruang penyimpanan jika saat ini tidak memiliki cukup seprai, dan jika kamu terbiasa dengan kenyamanan selimut tebal.

    Kamu mungkin perlu melakukan penyesuaian saat beralih ke metode ini, karena selimut tebal tidak hanya memberikan kenyamanan tetapi juga membuat tempat tidur terlihat lebih ramping dan tidak terlalu berawan.

    Selain itu, hingga kamu merasa nyaman dengan teknik ini, kedua lembar kain datar bisa terurai, terutama jika kamu banyak bergerak saat tidur, yang dapat mengganggu tujuan untuk menghindari kontak dengan selimut bagian dalam.

    Teknik Merapikan Tempat Tidur Menggunakan Metode Tiga Lembar Seprai

    Meskipun menguasai cara membuat tempat tidur dengan tiga lembar seprai mungkin terasa menakutkan, dengan sedikit latihan kamu akan dapat melakukannya dengan cepat dan mungkin menemukan bahwa metode ini jauh lebih mudah dibandingkan memasang kembali selimut penutup setiap kali mencucinya.

    Untuk memulai, kamu memerlukan satu lembar sprei, dua lembar datar dengan ukuran yang sama, dan satu selimut atau sisipan selimut, serta untuk sentuhan dekoratif opsional. Kamu dapat menambahkan runner di ujung tempat tidur untuk menciptakan tampilan dan nuansa hotel yang elegan.

    Siapkan Dasar Tempat Tidur

    Pasang sprei yang telah disiapkan pada kasur seperti biasa. Tarik ujung-ujungnya dengan erat agar permukaannya menjadi sehalus mungkin, yang akan menjadi fondasi untuk tampilan keseluruhan.

    Tambahkan Lembaran Datar Pertama

    Ketika kamu meletakkan seprai datar di tempat tidur, pastikan sisi yang sudah dijahit menghadap ke bawah, mulai dari kaki tempat tidur dan melanjutkan ke sisi-sisinya dengan menyelipkan tepi seprai di bawah kasur, dan jika kamu sudah terbiasa membuat sudut rumah sakit.

    Gunakan teknik tersebut untuk menciptakan tampilan tempat tidur yang lebih rapi.

    Lapisi Sisipan Selimut

    Selanjutnya, letakkan selimut pilihan kamu di atas seprai datar. Sisipan selimut tanpa penutup sangat cocok digunakan karena tidak akan terlihat. Pastikan selimut berada di posisi tengah sehingga terdapat tonjolan yang merata di semua sisi, dan ratakan agar tidak mengumpul.

    Selesaikan dengan Lembaran Datar Kedua

    Berbeda dengan langkah pertama, biarkan sisi yang sudah dijahit menghadap ke atas saat kamu meletakkan kain ini di atas selimut. Pastikan bagian atas kain datar pertama, selimut, dan kain ini sejajar.

    Selanjutnya, lipat bagian atas kedua kain di atas selimut dan rapatkan di antara keduanya. Kamu akan tahu bahwa kamu telah melakukannya dengan benar jika sisipan tidak terlihat.

    Ratakan Semua

    Selipkan semua sisi selimut dan lembar atas yang ketiga di bawah kasur sekali lagi, gunakan sudut rumah sakit untuk hasil yang maksimal. Ratakan bagian atas dan samping sebelum menambahkan bantal hias atau penutup untuk menyelesaikan transformasi tempat tidur kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kasur Harus Rutin Dibalik? Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    Jika ingin tidur nyenyak, tentu salah satu faktor pendukungnya adalah kasur yang nyaman dan empuk. Nah, salah satu cara merawat kasur adalah dengan membalik atau memutarnya secara berkala.

    Setiap kasur memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga perawatannya berbeda. Mulai kasur busa yang tebal, kasur memiliki bagian atas yang halus, bahkan spring bed. Kasur kecil dan empuk bisa cepat terasa kempes, sementara kasur besar dan kokoh menahan bentuknya lebih lama.

    Namun, apa alasan kasur perlu rutin dibalik dan diputar? Yuk, simak jawabannya berikut ini.


    Mengapa Kasur Perlu Dibalik dan Diputar?

    Dikutip dari Family Handyman, sebagian orang memiliki sisi tempat tidur favorit pada area kasur. Kamu mungkin tidur pada permukaan yang sama pada jangka waktu yang lama, hal ini menyebabkan, area kasur terasa sudah kempes lebih cepat.

    Untuk mengatasinya, kamu cukup memutar dan membalik kasur agar dapat meratakan masalah kempes pada kasur. Ternyata langkah ini bisa memperpanjang usia kasur, lho. Spesialis konten kesehatan tidur Mattress Clarity Victoria Miller mengatakan menjelaskan kasur diputar 180 derajat dapat membantu mempertahankan kenyamanan pada area punggung.

    Kasur dengan cekungan di tengah tentu tidak senyaman kasur yang dirawat dengan baik. Kamu akan tidur lebih nyenyak dan kasur akan bertahan lebih lama dengan perawatan rutin.

    Seberapa Sering Membalik Kasur?

    Layaknya membersihkan kasur, kamu dapat membaliknya secara rutin. Punggung kamu pun mungkin juga memberi tahu kapan waktunya.

    Drew Miller, direktur pemasaran, konsultan tidur, dan salah satu pemilik Sit ‘n Sleep, memberikan beberapa panduan tentang kapan harus membalik dan memutar kasur.

    “(Kasur) busa, kasur lateks, dan springbed dalam yang lebih baru harus diputar satu hingga dua kali per tahun. Beberapa produsen kasur busa dan kasur hybrid menyarankan setiap tiga hingga enam bulan,” kata Miller.

    Itulah alasan mengapa kasur perlu diputar dan dibalik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com