Tag: terpaan

  • Tips Pasang Atap Rumah Biar Nggak Rusak Diterpa Hujan-Angin Kencang


    Jakarta

    Belasan atap rumah di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat rusak diterjang hujan yang disertai angin kencang. Rata-rata rumah tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap rumah.

    “Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan beberapa unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Korban terdampak 12 unit rumah berisi 35 jiwa rusak ringan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani dikutip dari detikNews, Rabu (3/7/2024).

    Atap rumah memang berguna untuk melindungi penghuninya dari terpaan cuaca seperti hujan dan panas terik matahari. Namun, kalau sampai rusak bisa menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemilik rumah memperbaikinya.


    Lantas, bagaimana cara mencegah atap rumah terbang dan rusak akibat terjangan hujan dan angin kencang?

    Tips Cegah Atap Rumah Rusak

    1. Pilih Material Genteng yang Berat

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky membagikan tips untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi. Ia menyebut bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ujar Panggah kepada detikcom, Kamis (4/7/2024).

    Panggah menyarankan agar menggunakan material genteng yang berat dan kedap dari panas. Ia sangat merekomendasikan genteng tanah liat keramik yang menurutnya memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” katanya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton. terjangkau tapi estetika dapet tapi masih kalah.

    2. Susun Genteng dengan Rapi

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” jelasnya.

    Setiap genteng harus disusun saling memberatkan dan meniban satu dengan lainnya serta memiliki kemiringan yang sesuai. Hal ini mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    3. Pasang Rangka Atap dengan Benar

    Selain itu, pemilihan material rangka atap juga mempengaruhi kekuatan atap menahan terpaan hujan dan angin. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ucapnya.

    Ia menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” pungkasnya.

    Itulah cara mencegah atap genteng rusak akibat hujan deras dan angin kencang. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kasus di Cilegon, Ini Cara Cegah Atap Rumah Ambruk Saat Hujan Angin



    Jakarta

    Sebuah rumah milik warga Kopo Tanjak, Gunung Sugih, Cilegon belum lama ini bagian atapnya roboh saat diterjang hujan yang disertai angin kencang. Bagian atap rumah ambruk hingga menimbulkan kerugian belasan juta rupiah.

    “Atap rumah bagian depan dan kamar ambruk, rusak sedang. Kerugian kurang lebih Rp 15 juta,” ucap Kepala BPBD Cilegon Suhendi dikutip dari detikNews, Minggu (7/7/2024).

    Suhendi mengungkapkan ambruknya atap rumah juga disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah rapuh. Walau demikian, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.


    “Penyebab kejadian, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan bangunan yang sudah rapuh. Korban jiwa nihil,” katanya.

    Rumah semestinya menjadi tempat berlindung dari berbagai kondisi alam. Namun, kondisi cuaca yang ekstrem serta bangunan yang kurang kokoh bisa membuat bangunan rusak, terutama pada bagian atap rumah.

    Lalu, bagaimana cara membangun rumah yang tahan terhadap terpaan hujan lebat yang disertai angin kencang? Simak penjelasan ahli berikut ini.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyampaikan pemilihan material rangka atap mempengaruhi kekuatan atap untuk menahan hujan dan angin kencang. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti belum lama ini.

    Ia mengatakan penggunaan material kayu atau bambu untuk rangka atap sudah tidak lagi disarankan karena rawan lapuk dan dimakan rayap, sehingga tidak kuat menahan bobot genteng. Sementara baja ringan merupakan inovasi material yang awet dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.

    “Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” jelasnya.

    Panggah menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk sebagai rangka atap. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan juga jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

    Selain itu, pemasangan genteng harus sesuai supaya tidak ada air hujan yang masuk rumah. Setiap genteng perlu disusun saling meniban, serta memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air. Sebab, meski memiliki sifat anti karat, baja ringan bisa rusak bila terkena air.

    Kemudian, Panggah juga membagikan tips agar atap rumah tidak mudah rusak akibat tiupan angin kencang. Ia menyarankan agar memilih material genteng yang berat, seperti genteng tanah liat berkeramik atau genteng beton.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Cegah Rumah Bocor Meski Diterjang Hujan Lebat


    Jakarta

    Cuaca ekstrem yang tidak menentu sewaktu-waktu bisa membuat hujan turun deras mengguyur rumah. Tak jarang air hujan bisa menyelinap masuk hingga rumah bocor.

    Hujan yang disertai kebocoran tentu bikin pemilik rumah khawatir isi rumah bisa berantakan dan tergenang air. Sebab, membersihkannya akan ribet, belum lagi kalau benda-benda rusak.

    Aduh, daripada keburu bocor waktu hujan, sebaiknya kamu melakukan langkah-langkah antisipasi. Berikut ini beberapa tips untuk mengantisipasi rumah bocor.


    5 Cara Cegah Rumah Bocor

    1. Lapisi Area yang Rawan Bocor

    Langkah pertama untuk mengantisipasi kebocoran di rumah adalah melapisi area-area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding. Gunakan pelapis kedap air pada bagian atap, salah satunya yang berbahan semen anti air. Sementara untuk bagian dinding dapat menggunakan cat waterproof.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Atap rumah berguna untuk melindungi penghuni rumah dari panas matahari dan terpaan hujan. Apabila terdapat atap yang sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Hal itu untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam rumah.

    3. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Saat hujan lebat disertai angin kencang, keberadaan pohon di dekat rumah menjadi berbahaya. Terutama pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    4. Bersihkan Talang Air

    Talang air merupakan komponen penting pada rumah untuk menghadapi hujan. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi Talang air. Sering kali Talang Air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera Bersihkan Talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat Talang Air jebol.

    5. Cek Lokasi Bocor

    Jika rumah sudah terlanjur bocor, maka segera mengecek area yang bocor. Area-area yang bocor bisa saja terjadi di tempat yang tidak terduga, seperti kamar mandi, dak beton, serta atap.

    Terlebih jika musim penghujan tiba, retak halus pada atap bisa jadi lebih parah dan menyebabkan rembesan semakin luas. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara cepat agar dapat memperbaiki area-area yang mengalami kebocoran.

    Demikian beberapa tips untuk mengatasi rumah yang bocor. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Hadapi Musim Hujan biar Rumah Nggak Bocor dan Rusak



    Jakarta

    Terkadang ada saja masalah muncul di rumah saat memasuki musim hujan. Derasnya air hujan ditambah udara yang lembap bisa bikin rumah rusak.

    Kondisi seperti ini dapat merusak dinding, menimbulkan rembesan, pertumbuhan jamur, bahkan merusak pada fondasi, lho. Sebelum terjadi kerusakan, sebaiknya mengecek dan mempersiapkan rumah memasuki musim hujan.

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau saat musim hujan? Yuk, simak penjelasanya berikut ini, dikutip dari HomeWorldDesign.


    5 Hal yang Harus Diperhatikan di Rumah Saat Musim Hujan

    Inilah hal-hal yang perlu kamu cek dan persiapkan di rumah untuk menghadapi musim hujan

    1. Periksa Atap

    Atap menjadi bagian rumah yang paling banyak terkena terpaan air hujan. Oleh karena itu, pastikan atap kokoh dari bebas dari kebocoran atau retakan.

    Periksa dan rawat atap secara teratur untuk mencegah kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan mahal. Pastikan Anda juga memeriksa plafon rumah karena biasanya tanda-tanda kebocoran terlihat dari sini.

    Lalu periksa juga kalau ada genteng yang rusak, retak, berlubang, bergeser, ataupun hilang. Jangan sampai ada celah untuk air masuk ke dalam rumah. Sebagai tambahan, kamu bisa menambahkan lapisan kedap air ke atap untuk mencegah kebocoran.

    2. Periksa Kabel Listrik

    Hujan deras dapat merusak isolasi saluran kabel listrik, sehingga meningkatkan risiko masalah seperti pemadaman listrik, lonjakan daya, sekring putus, dan gangguan pengaturan tegangan di rumah. Pastikan tidak ada kabel yang longgar atau sakelar yang rusak seta pemutus arus berfungsi dengan baik.

    Tutupi kabel yang terbuka untuk mencegah sengatan listrik, terutama jika ada anak-anak atau hewan peliharaan di rumah. Pastikan kamu tidak asal menggunakan selotip atau lakban untuk memperbaiki atau menutupi kabel ini, karena kabel tersebut tidak terbuat dari bahan isolasi yang tepat dan dapat merusak kabel lebih lanjut. Gunakan selotip listrik atau biarkan teknisi ahli menangani pekerjaan tersebut.

    Hujan deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Sebaiknya kamu juga memasang pelindung lonjakan arus untuk menjaga peralatan dan elektronik tetap aman selama lonjakan daya saat petir menyambar.

    Lalu, penting untuk mengawasi stopkontak di dekat jendela dan area semi terbuka. Sebab, ada kemungkinan stopkontak akan mengalami kerusakan akibat air.

    Kamu juga perlu memangkas cabang-cabang pohon yang terlalu dekat dengan kabel listrik. Jangan sampai ranting pohon jatuh mengenai kabel listrik saat hujan deras dan menyebabkan pemadaman listrik.

    3. Bersihkan Talang dan Saluran Air

    Sistem drainase dan talang melindungi atap dan fondasi rumah dari hujan deras. Untuk itu, salurannya harus bersih dan bebas dari penyumbatan sebelum hujan mulai turun. Kamu bisa memeriksa pipa dan saluran pembuangan secara berkala dan perbaiki retakan atau kebocoran pada pipa.

    Puing-puing seperti daun, ranting, dan batu, dapat dengan mudah terkumpul di saluran pembuangan dan talang. Hal ini akan menghalangi aliran air dan meningkatkan risiko genangan air, luapan, dan tumpahan yang dapat merusak dinding dan fondasi rumah.

    4. Periksa Halaman Rumah

    Kami harus memeriksa halaman rumah untuk mencari area yang selalu tergenang air. Ini dapat mengindikasikan perataan tanah yang tidak tepat yang pada akhirnya akan merusak fondasi rumah. Jika Anda melihat genangan air, hubungi spesialis lansekap dan drainase untuk memeriksa dan memperbaikinya. Jangan sampai perataan tanah tidak semakin memburuk.

    5. Lindungi Pintu, Jendela, dan Dinding

    Periksalah jendela dan dinding dengan benar untuk mencari retakan atau area yang tidak tertutup dengan benar. Pastikan semua jendela dan pintu dapat dibuka dan ditutup dengan benar.

    Gunakan busa atau sealant silikon berkualitas untuk menutup celah antara pintu dan jendela. Langkah Ini akan mencegah kebocoran air dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur, pembengkakan, dan pembusukan di sekitar rangka kayu jendela dan pintu. Kamu juga bisa memasang segel karet di dasar pintu masuk dan pintu balkon untuk mencegah air masuk ke dalam rumah.

    Selain itu, retakan di dinding dapat dengan mudah membuat air meresap, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan akhirnya merusak dinding dan fondasi rumah. Salah satu cara untuk mengidentifikasi area yang mungkin mengalami rembesan adalah dengan mencari dinding yang lembap dan cat yang mengelupas.

    Jika menemukan jamur, kikis dan gunakan pemutih dan air untuk membersihkan dan mendisinfeksi dinding. Selanjutnya, aplikasikan lapisan cat tahan air.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan di rumah ketika memasuki musim hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pasang Genteng biar Nggak Terbang Saat Hujan dan Angin Kencang



    Jakarta

    Atap rumah memang berguna untuk melindungi penghuninya dari terpaan cuaca seperti hujan dan panas terik matahari. Namun, hujan deras dan angin kencang dapat merusak atap genteng.

    Terpaan hujan yang disertai angin bisa bikin genteng pada atap bergeser, bahkan terbang. Hal ini bisa bikin air hujan tembus, sehingga terjadi kebocoran.

    Sebelum kejadian, kamu perlu pastikan memasang genteng dengan benar. Simak cara pasang genteng untuk mencegah kerusakan atap saat hujan berikut ini.


    Tips Cegah Atap Rumah Rusak

    Inilah cara pasang genteng agar lebih kuat diterjang hujan deras dan angin kencang.

    1. Pilih Material Genteng yang Berat

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky membagikan tips untuk mencegah kerusakan pada atap genteng saat hujan. Ia mengatakan bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Panggah menyarankan agar menggunakan material genteng yang berat dan kedap dari panas. Ia merekomendasikan genteng tanah liat keramik yang menurutnya memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” katanya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton. terjangkau tapi estetika dapet tapi masih kalah.

    2. Susun Genteng dengan Rapi

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” jelasnya.

    Setiap genteng harus disusun saling memberatkan dan menimpa satu dengan lainnya serta memiliki kemiringan yang sesuai. Hal ini mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    3. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

    Selain itu, pemilihan material rangka atap juga mempengaruhi kekuatan atap menahan terpaan hujan dan angin. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ucapnya.

    Ia menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” tutur Panggah.

    Itulah cara mencegah atap genteng rusak akibat hujan deras dan angin kencang. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jurus Pasang Genteng Agar Atap Lebih Tahan Angin Kencang



    Jakarta

    Atap rumah harus kuat menghadapi berbagai kondisi cuaca, seperti sengatan matahari dan hujan deras. Nah, terpaan angin kencang pun bisa merusak atap lantaran gentengnya bergeser atau berterbangan.

    Hal ini sangat merepotkan pemilik rumah karena huniannya bisa bocor sewaktu-waktu terjadi hujan. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat.

    Lantas, bagaimana cara memasang genteng agar atap lebih tahan diembus angin kencang? Yuk, temukan caranya berikut ini.


    Tips Pasang Genteng Agar Lebih Tahan Angin

    Inilah cara memasang genteng agar lebih kuat meski diterjang angin kencang.

    1. Pilih Material Genteng yang Berat

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyarankan untuk memilih genteng yang bobotnya berat. Menurutnya, bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Panggah merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik. Genteng ini memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” katanya.

    2. Susun Genteng dengan Rapi

    Setiap genteng harus disusun saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya, sehingga mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” jelasnya.

    3. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

    Kemudian, ia menyarankan untuk menggunakan rangka atap dari baja ringan. Bahan ini tidak akan lapuk seperti kayu, sehingga strukturnya lebih kuat.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ucapnya.

    Ia menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” tutur Panggah.

    Itulah cara memasang atap genteng yang kuat menghadapi terjangan angin kencang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Pasang Genteng biar Atap Aman Saat Diterjang Angin


    Jakarta

    Tiupan angin kencang bisa merusak bangunan rumah, salah satunya bagian atap. Genteng bisa bergeser dan terbang ketika tertiup angin, meninggalkan atap dalam kondisi berlubang.

    Kalau sudah seperti ini, atap bisa bocor saat turun hujan. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat agar aman menghadapi angin kencang.

    Lalu, bagaimana cara memasang genteng bertahan saat angin kencang? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Pasang Genteng Agar Atap Aman Diterjang Angin

    Inilah cara memasang genteng agar atap aman meski diterjang angin kencang.

    1. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky merekomendasikan bahan baja ringan sebagai rangka atap. Bahan ini tidak akan lapuk seperti kayu, sehingga strukturnya lebih kuat.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

    2. Pilih Material Genteng yang Berat

    Kemudian, ia menyarankan agar memilih genteng yang bobotnya berat. Panggah menjelaskan bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ucapnya.

    Ia merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik. Genteng ini memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” imbuhnya.

    3. Susun Genteng dengan Rapi

    Panggah mengatakan setiap genteng harus disusun saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya, sehingga mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

    Itulah tips memasang genteng aman saat diterjang angin kencang. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah yang Biasa Muncul di Rumah Akibat Hujan



    Jakarta

    Rumah dirancang untuk melindungi penghuni dari panas matahari dan terpaan hujan. Meski didesain kuat, terkadang masalah muncul di rumah akibat cuaca seperti di kala hujan.

    Mungkin masalah yang timbul sepele, tapi lama-lama bisa menjadi parah kalau dibiarkan. Oleh karena itu, sebaiknya penghuni lebih memperhatikan kondisi rumah saat hujan.

    Apa saja masalah yang biasa terjadi karena hujan? Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari Civil Engineering Web.


    Masalah yang Sering Muncul Akibat Hujan

    Inilah beberapa masalah rumah yang kerap muncul di kala hujan.

    1. Atap Bocor

    Salah satu masalah yang umum terjadi ketika hujan adalah kebocoran atap yang berawal dari perawatan yang kurang memadai. Hal ini terjadi karena ada celah atau retakan pada atap.

    Sistem drainase yang tersumbat, pecah, atau rusak juga bisa mengakibatkan kebocoran atap. Akibatnya, air masuk ke dalam rumah dan menimbulkan noda pada langit-langit atau dinding.

    2. Dinding Rembes

    Air hujan bisa rembes dari luar dinding rumah kalau perawatan kurang baik. Misalnya plesteran dan pengecatan tidak memadai sehingga terjadi pengelupasan ketika hujan. Lalu, air juga dapat masuk lewat retakan kecil pada dinding.

    3. Genteng Lepas

    Jika hujan deras disertai angin kencang, genteng bisa bergeser. Kondisi tersebut akibat sambungan yang longgar atau genteng tertiup angin. Pastikan untuk memeriksa kondisi dan sambungan genteng butuh perbaikan atau tidak.

    4. Saluran Drainase Tersumbat

    Saluran drainase dapat tersumbat pada talang air, terutama ketika musim hujan. Masalah ini disebabkan oleh atap dan pipa drainase yang tidak dibersihkan.

    5. Lumut Tumbuh

    Lumut dapat tumbuh di sekitar rumah kalau sering hujan. Penting untuk segera membersihkan dan mencegah pertumbuhan lumut agar permukaan rumah tidak licin. Gunakan larutan pembersih khusus dan sikat untuk membersihkan lumut di rumah.

    Itulah beberapa hal yang perlu penghuni rumah waspadai ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Bangun Atap yang Kuat, Tak Mudah Ambruk dan Terbang Tertiup Angin


    Jakarta

    Atap rumah berfungsi untuk melindungi penghuni dari terpaan cuaca, baik hujan maupun sengatan matahari. Untuk itu, bagian rumah harus kuat agar tidak rusak.

    Saat angin kencang mengembus, genteng bisa bergeser atau terbang. Belum lagi hujan deras bisa bikin atap ambruk.

    Lantas, bagaimana cara membangun atap rumah yang kuat menahan cuaca? Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Bangun Genteng yang Kuat

    Inilah cara membuat atap yang kuat menurut kontraktor.

    1. Pasang Rangka Atap dari Baja Ringan

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyarankan untuk membuat rangka atap menggunakan bahan baja ringan. Bahan ini dapat membuat struktur atap lebih kuat karena tidak akan lapuk seperti kayu.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Meski demikian, pemasangan rangka atap tetap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan bobot genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” ucapnya.

    2. Pakai Genteng yang Berat

    Selain itu, Panggah menganjurkan untuk menggunakan genteng yang berat. Tujuannya, agar bobot genteng dapat menahan terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” katanya.

    3. Susun Genteng dengan Rapi

    Jika sudah memilih genteng yang tepat, penyusunannya dilakukan dengan cara saling menimpa satu dengan lainnya. Kemiringan genteng pun harus sesuai.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

    Itulah cara membuat atap yang kuat sehingga tidak cepat rusak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Tetap Bocor Meski Sudah Bolak-balik Diperbaiki? Ini Masalahnya


    Jakarta

    Setiap jenis material atap pasti memiliki risiko bocor. Penyebab utamanya adalah kualitasnya yang tidak begitu bagus atau pemasangannya yang tidak benar.

    Musim hujan adalah saat yang tepat untuk mengetahui atap rumah kita bocor atau tidak. Apabila sudah menemukan titik kebocoran, penghuni rumah harus segera memperbaikinya untuk menghindari masalah yang lebih parah, seperti rumah kebanjiran dari air yang masuk dari atap, muncul jamur di plafon, hingga plafon ambruk.

    Perbaikan atap ini harus benar-benar diatasi karena pada beberapa kejadian, atap sudah diperbaiki tetapi kembali bocor. Bahkan kebocorannya justru ditemukan di tempat berbeda. Apabila mengalami hal ini, apa sebenarnya masalahnya?


    Dilansir dari RGB Constructions, berikut beberapa penyebab atap yang sudah diperbaiki kembali bocor.

    Alasan Atap Bocor Meski Sudah Ditambal

    1. Kesalahan Diagnosis Kebocoran

    Penyebab yang paling umum ditemui adalah saat perbaikan kebocoran pertama, tukang atau pemilik rumah yang memperbaikinya salah menilai letak masalahnya. Kebocoran atap tidak hanya dikarenakan genteng bergeser atau genteng pecah. Bisa juga dikarenakan ada sumbatan di atap sehingga air tidak bisa terbuang ke bawah. Genangan tersebut bisa naik hingga ke area yang terbuka dan mengarah ke dalam rumah. Oleh karena itu, saat mengecek lokasi kebocoran juga harus disamakan dengan lokasi titik rembesan air di dalam rumah. Selain itu, ikuti jalur air bergerak ketika air datang.

    2. Kualitas Material dan Jasa Perbaikan

    Penyebab selanjutnya bisa dikarenakan kualitas material penutup kebocoran kurang kuat menahan terpaan hujan deras di musim hujan. Artinya perbaikan tersebut tidak efektif.

    3. Robekan atau Lubang Genteng

    Atap mudah robek atau muncul lubang tersembunyi pada genteng. Secara kasat mata kemungkinan letak kerusakan ini sulit ditemukan. Oleh karena itu, harus dilakukan penggantian genteng atau atap secara menyeluruh.

    4. Pergeseran Fondasi Rumah

    Hal ini biasanya terjadi di rumah tua, yakni kebocoran disebabkan oleh fondasi bangunan sudah bergeser karena pergerakan tanah. Hal ini memberi tekanan pada atap sehingga menyebabkan retak. Solusi

    Itulah beberapa alasan atap bocor meski sudah sering ditambah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com