Tag: the national health service

  • Hati-hati! Banyak Black Mold di Rumah Bisa Bawa Petaka



    Jakarta

    Jamur hitam (black mold) bukan tanaman indah yang biasa ditemukan di hutan. Sebutan ini merujuk pada jamur-jamur yang tumbuh di rumah yang bentuknya noda-noda berwarna hitam atau warna lain yang mengganggu tampilan.

    Jamur hitam dapat ditemukan di dinding, langit-langit rumah, pintu, dan barang-barang lainnya. Selain mengganggu tampilan rumah, ternyata jamur hitam bisa membawa petaka bagi penghuni rumah, kenapa?

    Menurut BBC, sudah banyak kasus kematian ditemukan akibat kondisi rumah yang telah ditumbuhi black mold. Jamur ini ternyata dapat menyebarkan spora ke udara yang apabila terhirup oleh penghuni rumah, dapat menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari alergi, batuk, mengi, sesak napas, bersin, hidung meler, mata merah, dan ruam kulit.


    Menurut The Guardian, penghuni rumah yang paling rentan terkena efek black mold adalah bayi dan anak kecil. Selain karena saluran pernapasan mereka yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga masih lemah.

    Laporan The National Health Service (NHS) di Inggris pada 2021 lalu mencatatkan telah menghabiskan sekitar £ 1,4 miliar atau sekitar Rp 31 triliun (Kurs Rp 22.183) setiap tahun untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan yang dingin atau lembap.

    Penyebab Muncul Black Mold

    Penyebab utama munculnya jamur hitam atau black mold di rumah adalah kelembapan. Saat udara mendingin, uap air akan berubah menjadi tetesan air saat bersentuhan dengan permukaan dingin.

    Permukaan yang dimaksud adalah dinding luar atau jendela. Apabila kondisi ini tidak segera disadari oleh pemilik rumah, permukaannya menjadi lembap dan menjadi lokasi yang pas untuk jamur hidup.

    Faktor yang memicu kelembapan udara di dalam rumah bukan hanya dari suhu di rumah, melainkan kegiatan pemilik rumah seperti mandi, memasak, dan menjemur cucian di dalam ruangan.

    Lalu, bangunan tua yang sudah lama tidak dipakai juga sangat rentan menjadi lokasi pertumbuhan jamur hitam.

    Cara Mengatasi Black Mold

    Cara mengatasi pertumbuhan jamur hitam adalah dengan memeriksanya secara rutin untuk mengetahui area yang berpotensi menjadi lokasi pertumbuhan jamur. Lokasi yang sering ditumbuhi jamur adalah sekitar pipa, dinding, langit-langit rumah, di sekitar dapur, di sekitar gudang, kamar mandi, dan masih banyak lagi.

    Untuk mengatasi kelembapan pada rumah saat ini sudah tersedia alat bernama dehumidifier. Kemudian, apabila terdapat kebocoran di rumah, kamu harus memperbaikinya. Rumah juga perlu memiliki ventilasi dan suhunya diusahakan tetap normal.

    Hal yang perlu kamu ingat adalah mengecat ulang dinding yang berjamur tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, faktor utama kemunculannya tidak diatasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Tembok Berjamur dengan Mudah


    Jakarta

    Memiliki hunian yang bersih dan nyaman adalah impian semua orang. Namun, jika rumah jarang dibersihkan dan tak terawat maka bisa menimbulkan sejumlah masalah, salah satunya tembok berjamur.

    Tembok atau dinding bisa ditumbuhi jamur karena udara lembap. Pada umumnya, hal ini disebabkan oleh kondisi ruangan lembap akibat kurangnya sirkulasi udara atau dinding yang basah terlalu lama.

    Tak hanya merusak estetika rumah, tembok yang berjamur juga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui dan cara mengatasi tembok berjamur.


    Lantas, apa penyebab tembok berjamur? Lalu bagaimana cara membersihkannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Tembok Berjamur

    Dinding rumah yang ditumbuhi jamur tak bisa dianggap masalah enteng. Pemilik rumah perlu segera mengatasinya agar jamur tidak semakin menyebar ke area lain. Dilansir situs Home Building and Renovating, ada sejumlah penyebab tembok rumah berjamur, yakni di antaranya:

    1. Kondensasi

    Penyebab tembok berjamur bisa disebabkan karena kondensasi. Kondisi ini dapat terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

    Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Lalu, lapisan dalam dinding akan menjadi lembap seiring waktu.

    2. Dinding Retak

    Jamur juga bisa tumbuh ketika dinding rumah mengalami keretakan. Seiring waktu, dinding rumah bisa mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Ternyata, kondisi tersebut menyebabkan kelembapan dapat masuk ke dalam dinding lewat celah-celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembap pada dinding bagian dalam.

    3. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Penyebab berikutnya karena muncul masalah pada bagian pipa air. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, tapi hal ini dapat menimbulkan masalah besar jika tak segera diperbaiki, salah satunya tembok rumah menjadi lembap dan berjamur.

    Sebab, tetesan air yang keluar dari pipa bocor dan mengenai tembok bisa menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tembok tersebut.

    Cara Mengatasi Tembok Berjamur

    Ada sejumlah cara mudah untuk mengatasi tembok rumah yang berjamur. Dilansir laman The Spruce, berikut sejumlah caranya:

    1. Mencampur Larutan Pembersih Jamur

    Jamur di dinding tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

    Takaran untuk membersihkan jamur di tembok yang tidak begitu luas, yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi jamur di dinding. Sebab, cuka putih mengandung asam yang bisa merusak struktur jamur.

    Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

    Jika ditemukan noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

    3. Larutan Pembersih

    Cara berikutnya adalah dengan menggunakan larutan pembersih. Kamu bisa menyemprotkan ke area tembok yang berjamur mulai dari bawah, lalu perlahan naik ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Selain itu, permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa memakai tangga untuk membersihkannya.

    4. Membuat Ventilasi di Ruangan

    Ketika membersihkan jamur di tembok, pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu rumah dalam kondisi terbuka. Hal ini agar udara yang masuk dapat mempercepat proses pengeringan sekaligus mencegah kelembapan pada dinding rumah.

    Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding yang berjamur, kamu bisa menyalakan kipas angin.

    5. Tunggu Mengering dan Cek Noda yang Tersisa

    Tembok yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Kemudian baru bisa melihat hasilnya apakah sudah bebas dari jamur atau masih terdapat sisa noda yang menempel.

    Jika ditemukan masih ada noda, ulangi langkah-langkah di atas dengan memakai larutan pembersih pemutih yang baru.

    Bahaya Jamur yang Muncul di Dinding Rumah

    Beberapa orang masih menganggap enteng jamur yang muncul di dinding rumah. Padahal, kondisi itu dapat membahayakan kesehatan para penghuni rumah.

    Mengutip BBC, munculnya jamur hitam (black mold) ternyata telah menyebabkan banyak kasus kematian. Sebab, jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara. Jika terhirup oleh manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, hingga mata merah.

    Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

    Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 31 triliun setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

    Tips Agar Jamur Tidak Muncul di Tembok Rumah

    Mengutip Cleveland Clinic, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini agar jamur tidak muncul di dinding rumah. Kamu bisa melakukan sejumlah tips di bawah ini untuk mengantisipasi timbulnya jamur, yaitu:

    1. Jaga tingkat kelembapan di dalam rumah antara 30-50%
    2. Segera perbaiki kebocoran pada pipa air, dinding, atau atap rumah
    3. Singkirkan karpet, tekstil, atau benda penyerap lainnya yang sudah tidak digunakan. Barang-barang tersebut mudah menyerap air
    4. Gunakan filter udara berkualitas tinggi pada ventilasi dan pendingin udara.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi tembok rumah yang berjamur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Bahaya Black Mold di Rumah, Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Sebagai pemilik rumah, kamu harus waspada dengan kemunculan black mold atau jamur hitam. Black mold dapat ditemukan di dinding, langit-langit rumah, pintu, hingga perabotan.

    Selain mengganggu penampilan rumah, kehadiran black mold juga berbahaya bagi kesehatan penghuninya. Bahkan, sudah ada beberapa kasus kematian yang disebabkan munculnya black mold.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya black mold. Namun jangan khawatir karena jamur hitam ini bisa diatasi dengan beberapa cara. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Munculnya Black Mold

    Penyebab utama munculnya black mold di rumah karena kelembapan tinggi. Dilansir Home Building and Renovating, hal ini terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

    Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Seiring waktu, lapisan dalam dinding akan menjadi sangat lembap sehingga menimbulkan jamur hitam.

    Selain itu, faktor lainnya disebabkan oleh kegiatan yang dilakukan oleh penghuni rumah itu sendiri, seperti mandi, memasak, dan menjemur pakaian di dalam ruangan.

    Bangunan yang sudah tua dan lama tidak dipakai juga sangat rentan menjadi tempat bertumbuhnya black mold. Di sisi lain, masalah pada pipa air rumah yang bocor dan tak segera diperbaiki juga memicu tumbuhnya jamur hitam.

    Cara Mengatasi Black Mold

    Ada beberapa cara untuk mengatasi black mold di rumah. Dikutip dari The Spruce, berikut tipsnya:

    1. Larutan Pembersih Jamur

    Jamur hitam tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

    Takaran untuk membersihkan black mold di tembok yang tidak begitu luas yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi black mold. Kandungan asam pada cuka putih diyakini bisa merusak struktur jamur.

    Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

    Jika ditemukan masih ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

    3. Larutan Pembersih

    Kamu dapat menyemprotkan larutan pembersih ke area yang dipenuhi black mold dengan cara disemprot dari bawah ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Pastikan permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur hitam berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa menggunakan tangga untuk membersihkannya.

    Waspada Bahaya Black Mold

    Dalam catatan BBC, munculnya black mold di rumah telah menyebabkan banyak kasus kematian. Jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara yang jika terhirup manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, dan mata merah.

    Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

    Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar pound sterling atau sekitar Rp 31 triliun (kurs Rp 21.820) setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com