Tag: the spruce

  • Rumah Bau Apak Setelah Ditinggal Liburan? Begini Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama biasanya akan timbul bau apak. Hal ini dikarenakan sirkulasi di dalam rumah yang buruk sehingga terasa lebih lembap dan pengap.

    Bau apek juga bisa disebabkan oleh beberapa hal. Dilansir The Spruce rumah yang lama ditinggal dan tidak diisi menyebabkan bagian dalamnya terasa lebih lembap. Kondisi rumah yang lembap sangat disenangi oleh jamur dan mereka bisa berkembang biak di berbagai permukaan. Saat spora jamur berkembang biak tersebut timbul bau yang biasanya disebut apak.

    Kemunculan jamur di rumah ini tidak baik bagi kesehatan. Kamu perlu segera membersihkan rumah dan menghentikan pertumbuhan jamur. Caranya bisa menggunakan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin.


    Lokasi pertumbuhan jamur biasanya berada di pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding.

    Selain jamur, menurut Homes & Gardens, debu yang menumpuk juga bisa menyebabkan bau tidak sedap di rumah.

    Dampak Bau Apak pada Kesehatan

    Bau apak tidak menyebabkan suatu penyakit secara langsung. Hal yang dapat berdampak pada kesehatan adalah pertumbuhan jamur di rumah. Apabila kamu terlalu sering menghirup spora, beberapa gejala yang bisa terjadi adalah mata gatal, bersin, gatal-gatal, atau hidung tersumbat.

    Cara Menghilangkan Bau Apak di Rumah

    1. Buka Jendela

    Tepat setelah kamu sampai di rumah, cepat bukan segala ventilasi di rumah. Mulai dari jendela, pintu, atau celah-celah lainnya. Udara segar dari luar dapat menghilangkan bau apak di rumah. Apabila ventilasi di rumah kamu minim, kamu bisa menghidupkan kipas angin. Jangan menyalakan AC karena kamu pasti akan menutup pintu dan jendela.

    Apabila kamu memiliki alat instan untuk menurunkan kelembapan seperti dehumidifier, alat ini akan sangat membantu.

    2. Bersihkan Debu

    Setelah itu, bersihkan rumah secara menyeluruh. Ambil penyedot debu atau vacuum cleaner untuk membersihkan debu-debu di area yang sulit dijangkau. Pastikan rumah tetap dalam keadaan terbuka agar debu bisa langsung terbuang ke luar.

    3. Bersihkan Jamur dari Dinding atau Perabotan

    Jamur bisa dibasmi dengan larutan pembersih yakni campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Namun, kamu bisa memakai bahan instan lainnya jika ada. Cuka juga ampuh untuk membasmi jamur. Namun, perlu diketahui, cara membersihkan jamur tidak bisa hanya dilakukan sekali, melainkan harus rutin.

    “Jika kamu menemukan jamur di rumah, ada beberapa cara untuk membersihkannya. Pertama, pastikan wallpaper atau furnitur bisa dicuci, misalnya dengan menggunakan air sabun hangat pada noda kecil. Sebaiknya dicek dulu apakah hal itu bisa merusak bahan atau tidak. Kalau sudah aman, mulai bersihkan dengan cuka. Gosok cuka ke jamur yang ada dan bilas dengan air panas. Jangan gosok terlalu kencang,” kata Creative Director dan Designer Bobbi Beck, James Mellan-Matulewicz.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau apak dari rumah yang lama ditinggal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Hilangkan Jamur di Plafon Kamar Mandi, Cukup Pakai 2 Bahan Ini


    Jakarta

    Salah satu area di rumah yang sering ditemui jamur adalah plafon kamar mandi. Penyebabnya adalah kondisi kamar mandi yang lembap, ditambah kebocoran pada atap, atau salah satunya.

    Cara mengetahui keberadaan jamur pada plafon kamar mandi adalah dengan melihat apakah ada noda-noda kecoklatan atau warna yang kontras dengan plafon. Biasanya jamur ini bisa bertambah banyak tergantung pada besar area lembap.

    Tumbuhnya jamur pada plafon kamar mandi jangan dianggap sepele karena berisiko bagi kesehatan. Mulai dari batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.


    Membasmi jamur pada plafon kamar mandi ternyata tidak sulit. Dilansir The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.

    Cara Menghilangkan Jamur sari Plafon Kamar Mandi Drywall (Papan Gipsum) Yang Dicat

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Larutan pembersih jamur mudah kamu temukan, bahkan ada yang instan. Namun, jika kamu ingin membuat sendiri larutan pembersih tersebut. Caranya dengan menyiapkan sabun pencuci puring dan pemutih klorin. Campurkan kedua larutan tersebut ke dalam sebuah wadah berisi air hangat dengan perbandingan 1:2:1.

    Setelah itu, masukkan larutan pembersih ke dalam botol. Semprotkan larutan tersebut pada plafon yang berjamur. Diamkan seharian, lalu semprot lagi hingga terlihat perubahannya.

    Saat membersihkan jamur, kamu harus memakai alat pelindung seperti masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Selain itu, pastikan ventilasi di kamar mandi dalam keadaan terbuka atau berfungsi agar kamar mandi tidak lembap dan area yang dibersihkan bisa cepat kering.

    2. Periksa Noda Secara Teratur

    Jamur tidak akan hilang dalam satu kali penyemprotan. Kamu perlu menyemprotkan larutan permbersih secara berulang hingga noda tersebut hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Mengecat Rumah, Nanti Menyesal!


    Jakarta

    Mengecat dinding rumah perlu dilakukan, misalnya untuk menutupi noda atau mengganti warna agar tampak lebih fresh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga saat mengecat dinding agar tidak terjadi kesalahan.

    Kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat mengecat dinding justru bisa membuat rumah tampak kurang menarik. Maka dari itu, sebaiknya kamu jangan sampai membuat kesalahan-kesalahan berikut ini.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Memilih Warna dengan Cermat

    Sebaiknya kamu memilih warna cat dinding dengan cermat terlebih dahulu. Kamu bisa mencobanya di papan terlebih dahulu sebelum benar-benar membelinya atau mulai mengecat dinding dengan warna tersebut.

    “Ambil contoh cat, cat di dinding atau papan dan biarkan selama beberapa hari. Lihatlah pada pagi dan sore hari, karena cahaya di ruangan akan memengaruhi warna. Saya rasa, kamu bisa langsung menghilangkan beberapa warna yang tidak cocok dengan segera,” kata pemilik CertaPro Painters, Paige NeJame, dikutip dari The Spruce.

    2. Tidak Menyiapkan Permukaan

    Kamu tidak bisa langsung mengecat tembok begitu saja. Perhatikan dulu permukaan dindingnya, apakah ada lubang atau retak. Jika ada, perbaiki terlebih dahulu.

    Selain itu, kamu perlu menghilangkan debu pada permukaan dinding terlebih dahulu agar bisa mengecat dengan benar. Jika sudah bersih, kamu bisa menggunakan primer terlebih dahulu baru kemudian mengecat dengan warna pilihan.

    “Ini akan meningkatkan warna cat dan mencegah terkelupas,” kata Kepala Desain Interior di Renowell, Mariya Snisar.

    3. Salah Pilih Jenis Cat

    Ada beberapa jenis cat yang beredar di pasaran, misalnya cat indoor dan cat outdoor.

    “Cat untuk ruangan tidak akan mampu menahan terik matahari dan hujan, sedangkan cat untuk luar ruangan mengandung lebih banyak bahan kimia yang dapat berbahaya bagi orang yang sensitif,” ujar Snisar.

    4. Tidak Membiarkannya Kering

    Saat mengecat dinding, pastikan cat sudah mengering terlebih dahulu sebelum menambah lapisan. Biarkan cat lapisan pertama mengering dengan sempurna baru ditimpa dengan lapisan berikutnya. Jika cat pertama belum kering dan langsung ditimpa cat selanjutnya, dapat menyebabkan cat mengelupas dan retak bahkan warnanya tidak sama.

    “Cat berbahan dasar air seperti akrilik membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengering pada suhu sedang hingga hangat,” ucap Snisar.

    “Cat berbahan dasar minyak seperti enamel dapat membutuhkan waktu mulai dari delapan hingga 24 jam untuk mengering sepenuhnya, tergantung pada iklim. Jika Anda tidak membiarkan cat enamel mengering sebelum mengaplikasikan lapisan kedua, cat tersebut dapat tetap lengket selama beberapa hari.”

    Mengecat dinding mungkin terlihat sederhana, tetapi prosesnya memerlukan pemikiran ke depan, persiapan, dan ketelitian. Maka dari itu, perlu kehati-hatian saat mengecat rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisakah Mengecat Rumah Saat Musim Hujan? Jawabannya Bisa, Asal…



    Jakarta

    Bagi kamu yang ada niat ngecat rumah, mungkin akan ragu-ragu kalau sedang musim hujan. Takutnya hujan tiba-tiba mengguyur rumah padahal catnya belum kering.

    Mengecat rumah memang perlu mempertimbangkan berbagai hal, termasuk cuaca. Namun, sebenarnya apa bisa mengecat rumah saat cuaca hujan atau setengah hujan? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

    Kapan Kita Bisa Mengecat Rumah saat Musim Hujan?

    Ternyata kamu bisa saja melanjutkan proyek mengecat rumah saat musim hujan, baik dalam ruangan maupun eksterior. Hal ini dengan catatan, cat tidak bersentuhan langsung dengan air hujan.


    Ini berlaku sepanjang proses pengecatan, mulai dari permukaan yang belum dicat hingga permukaan yang sudah dicat dan benar-benar kering.

    Proyek mengecat dalam ruangan bahkan bisa dilanjutkan saat hujan turun di luar, selama airnya tidak masuk ke dalam rumah. Namun, kamu harus memastikan bahwa agar air hujan tidak bisa tembus ke dalam rumah melalui jendela terbuka.

    Pertimbangkan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

    Mengecat rumah saat musim hujan memerlukan perhatian ekstra terhadap faktor-faktor tertentu. Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat mengecat rumah di musim hujan.

    1. Kelembapan

    Pada musim hujan, kelembapan udara biasanya tinggi. Ini akan membuat cat memerlukan waktu lebih lama untuk mengering dibandingkan saat cuaca cerah. Oleh karena itu, kamu harus bersiap untuk menunggu lebih lama sebelum menerapkan lapisan cat kedua.

    2. Kondisi Permukaan

    Pastikan permukaan yang akan kamu cat benar-benar kering. Jika permukaan tersebut basah, kamu perlu memastikannya kering terlebih dahulu. Beberapa area yang terlindung dari sinar matahari, retak-retak kecil pada dinding, atau lubang paku, mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mengering.

    3. Suhu

    Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

    4. Jangka Waktu

    Perhatikan perkiraan cuaca. Jika cuaca diprediksi akan memburuk atau suhu akan turun di bawah suhu minimum yang disarankan dalam 10 jam setelah pengaplikasian cat, sebaiknya tunda pekerjaan mengecatmu.

    5. Memperbaiki Permukaan yang Terkena Hujan

    Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Solusi terbaik adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

    Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Mudah Bersihkan Jamur di Dinding



    Jakarta

    Rumah menjadi lebih lembap saat musim hujan. Hal ini dapat memicu pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Dinding yang bocor atau terkena genangan air bisa memicu pertumbuhan jamur. Jamur dapat tumbuh di sudut-sudut ruangan yang lembap.

    Jika dibiarkan, keberadaan jamur bukan hanya mengganggu estetika rumah, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan, lho. Kalau kamu menemui jamur tumbuh di rumah, segera dibersihkan ya.


    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Dilansir dari The Spruce, berikut cara membersihkan jamur di dinding rumah.

    1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

    Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air.

    Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

    Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering.

    Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

    3. Buat Ventilasi di Ruangan

    Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

    4. Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu.

    Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

    5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

    Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Anjuran Posisi TV di Kamar Tidur, Jangan Sembarangan!


    Jakarta

    Menaruh TV atau televisi di kamar tidur semakin lumrah dilakukan. Hal ini memudahkan penghuni rumah untuk menonton TV tanpa harus meninggalkan kasur atau keluar ruangan.

    Nah, buat kamu yang mau menaruh TV di dalam kamar tidur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah jangan menaruh TV di depan jendela yang memancarkan cahaya matahari ke dalam kamar.

    Hal itu karena bisa membuat mata lelah akibat cahaya yang masuk. Di sisi lain, jangan meletakkan TV di seberang jendela karena akan membuat layar menjadi silau.


    Lantas, bagaimana posisi TV yang baik di kamar tidur? Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips meletakkan TV di kamar tidur.

    1. Pasang TV di Dinding

    TV di kamar tidur/Onurdongel/Getty Images via The SpruceTV di kamar tidur. Foto: Onurdongel/Getty Images via The Spruce

    Memasang TV di dinding menjadi salah satu pilihan yang paling mudah dan sederhana. Untuk meningkatkan tampilan TV, kamu bisa menambahkan dekorasi pada dinding, misalnya membuat latar dengan desain yang estetis atau menambahkan dekorasi lainnya.

    2. Taruh di Dekat Area Duduk

    TV di kamar tidur/Nile Johnson Interior Design via The SpruceTV di area duduk. Foto: Nile Johnson Interior Design via The Spruce

    Apabila kamar kamu cukup luas dan ada area duduk, sebaiknya letakkan TV di area duduk tersebut. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    3. Taruh di Atas Rak

    TV di kamar tidur/Mats Silvan/Getty Images via The SpruceTV di rak. Foto: Mats Silvan/Getty Images via The Spruce

    Jika di kamarmu ada rak, kamu bisa menaruh TV di atas rak tersebut. Tambahkan dekorasi yang diperlukan, misalnya tanaman, buku, atau lukisan agar tampilan tampak lebih natural.

    Itulah beberapa tips untuk meletakkan TV di kamar tidur. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagian Kamar Mandi yang Sering Lupa Dibersihkan, Bisa Jadi Sumber Penyakit


    Jakarta

    Membersihkan kamar mandi perlu dilakukan agar tidak menjadi sumber penyakit. Terkadang, ada saja bagian-bagian di kamar mandi yang luput dibersihkan.

    Umumnya, bagian kamar mandi yang dibersihkan adalah bagian-bagian yang kotor atau yang terlihat saja. Padahal, ada juga bagian-bagian lain yang harus dilakukan.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini bagian-bagian yang sering lupa dibersihkan.


    Belakang Toilet

    Melansir dari The Spruce, bagian belakang toilet terkadang luput dibersihkan. Sebab, biasanya hanya bagian toiletnya saja yang dibersihkan.

    Jika jarak antara dinding dengan toilet sangat sempit, kamu bisa membersihkan bagian itu menggunakan sikat gigi bekas. Kamu juga bisa membersihkannya dengan semprotan disinfektan dan lap mikrofiber.

    Permukaan Benda

    Bagian permukaan benda-benda yang ada di kamar mandi juga perlu dibersihkan, misalnya tombol flush toilet, keran wastafel, dan gagang pintu. Menurut global director of microbiology di Reckitt, Dr. Julie McKinney, kamu perlu membersihkan atau mendisinfeksi bagian-bagian itu sesering mungkin.

    Tempat Sikat Gigi

    Tempat sikat gigi juga harus dibersihkan. Untuk membersihkannya, kamu bisa lakukan dengan cara membilasnya secara teratur dengan air panas jika bagian bawahnya terlihat kotor. Kalau perlu, rendam tempat sikat gigi dengan disinfektan dua minggu sekali atau sebulan sekali, tergantung seberapa kotor tempatnya.

    “Tempat ini sering kali menampung campuran sisa pasta gigi, air, dan bakteri sehingga menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi kuman,” tutur microbiologist dan Co-Founder Oura, Shaun Veran.

    Bagian Bawah Wastafel

    Dilansir dari Real Simple, bagian ini kerap kali luput saat membersihkan kamar mandi. Kamu bisa membersihkannya dengan menggunakan spons dan sedikit cairan pembersih untuk membersihkan bagian itu.

    “Yang ini juga tidak terlihat, tapi usapkan tangan kamu di bawah tepian wastafel, mungkin ada lapisan tipis residu,” kata pemilik Cleaning Estimate, Galia Ivanova.

    Exhaust Fan Kamar Mandi

    Bagian ini sering dilewati begitu saja karena posisinya yang cukup tinggi. Padahal kalau tidak dibersihkan bisa membuat debu numpuk sehingga menghambat aliran udara.

    Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan penyedot debu dan mencuci penutup ventilasi dengan air sabun hangat. Kamu juga bisa mencucinya dengan merendam penutup ventilasi dengan larutan air dan cuka.

    Setelah itu, bilas hingga bersih dan pastikan ventilasi benar-benar kering sebelum memasangnya kembali.

    Di Sekitar Gagang Keran

    Gagang keran menjadi salah bagian yang kerap dilupakan saat membersihkan kamar mandi. Kamu bisa membersihkannya dengan menggunakan sikat gigi bekas yang dicelupkan ke dalam air sabun hangat.

    Itulah beberapa bagian kamar mandi yang sering lupa dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Bikin Kamar Mandi Jadi Lebih Sesak



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan bagian rumah yang biasanya berukuran lebih kecil dari ruangan lainnya. Namun kesalahan dalam desain atau bisa membuat kamar mandi terkesan jauh lebih sempit.

    Oleh karena itu, sebelum membuat kamar mandi tentukan dengan bijak desain yang akan diimplementasikan. Melansir The Spruce setidaknya ada 5 kesalahan desain yang wajib dihindari jika tidak ingin kamar mandi terlihat sempit.

    Kurangnya Cahaya Alami

    Menurut Pendiri Samantha Voges Design, Samantha Voges ada baiknya kamar mandi memiliki akses cahaya alami. Karena hal tersebut akan membuat kamar mandi terlihat lebih luas.


    Namun banyak kamar mandi tidak memiliki akses cahaya alami. Jika itu terjadi usahakan agar kamar mandi mendapat pencahayaan yang cukup. Semakin terang kamar mandi, maka semakin baik.

    Penggunaan lampu portabel, lampu dinding, dan lampu LED, akan membuat perbedaan besar pada kamar mandi.

    Plafon yang Terlalu Tinggi

    Menurut Voges, plafon rumah yang tinggi belum tentu membuat ruangan semakin baik, termasuk di kamar mandi. Sebab plafon yang tinggi tidak membantu kamar mandi terlihat lebih luas.

    “Anda harus mempertimbangkan proporsi ruangan, dan sering kali denah kamar mandi utama yang umum akan tampak lebih kecil dengan langit-langit setinggi 12 kaki,” katanya.

    Bak Mandi atau Bathtub yang Terlalu Besar

    Bak mandi ataupun bathtub menjadi salah satu hal yang krusial. Jika memilih bathtub yang terlalu besar akan membuat kamar mandi terlihat kecil. Meskipun bathtub tersebut muat di dalam kamar mandi.

    Voges menjelaskan, dalam memilih bathtub sebaiknya memprioritaskan ruang yang cukup untuk akses ke seluruh kamar mandi.

    Peralatan Mandi yang Berantakan

    Usahakan kamar mandi selalu terlihat rapih. Sebab peralatan mandi yang berantakan akan membuat kamar mandi terlihat sempit.

    Contoh, jika memiliki vanities atau rangkaian kabinet kamar mandi, Jangan terlalu banyak menempatkan barang di atasnya.

    Tidak Mempercantik Kamar Mandi

    Memang jika terlalu banyak dekorasi di kamar mandi dapat membuat ruangan terkesan lebih sempit. Tapi bukan berarti dilarang untuk mempercantik kamar mandi. Sebab kurangnya daya tarik visual dapat membuat area rumah ini tampak lebih kecil dari ukuran sebenarnya.

    Oleh karena itu, direkomendasikan untuk berkreasi dengan pilihan warna dan motif yang menarik perhatian.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Biang Kerok Kamar Mandi Bau Tak Sedap



    Jakarta

    Kamar mandi adalah tempat untuk membersihkan diri dan membuang kotoran. Tak heran kalau udara terasa lembap dan muncul bau tak sedap di dalam kamar mandi.

    Kamar mandi berbau tentu bisa mengganggu dan membuat penghuni rumah tidak nyaman berlama-lama di dalamnya. Kamar mandi yang segar dan tak berbau juga mencerminkan seberapa bersih seisi rumah.

    Kebanyakan orang pernah menghadapi masalah bau tak sedap. Tapi bukan berarti bau tersebut dibiarkan saja ya.


    Lantas apa yang membuat kamar mandi berbau tak sedap dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

    Penyebab Kamar Mandi Berbau Tak Sedap

    Dilansir dari Mr. Rooter, berikut beberapa alasan umum mengapa kamar mandi bisa berbau tidak sedap.

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Saluran pembuangan yang tersumbat bisa menjadi penyebab utama bau tak sedap di kamar mandi. Kotoran dan rambut yang terperangkap dalam saluran bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan bau yang tidak sedap.

    2. Saluran Pembuangan Tercemar

    Saat saluran pembuangan di sekitar area kamar mandi tercemar, gas limbah bisa terdorong kembali ke dalam rumah. Hal ini akan menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Ini biasanya terjadi setelah hujan deras. Untuk mencegahnya, penting untuk memasang katup backflow (backflow valve) pada saluran pembuangan agar kotoran tidak masuk kembali ke dalam kamar mandi.

    3. P-Trap Kering atau Rusak

    P-trap merupakan belokan berbentuk U pada pipa saluran pembuangan kamar mandi dan pipa lainnya di rumah. P-Trap adalah bagian penting dari sistem saluran air yang mencegah gas limbah masuk ke rumah, khususnya kamar mandi.

    Namun, jika P-Trap kering atau rusak, gas limbah bisa bocor ke dalam kamar mandi. Untungnya, kamu bisa mengatasinya dengan menjalankan air keran selama beberapa menit atau memanggil tukang ledeng jika perlu.

    4. Kebocoran Gas pada Saluran Pembuangan Toilet yang Rusak

    Segel lilin di sekitar toilet yang rusak bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Penting untuk segera memperbaikinya untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

    5. Septic Tank Penuh

    Jika rumahmu menggunakan septic tank, pastikan untuk memeriksanya secara berkala dan teratur. Septic tank yang penuh juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi.

    6. Pertumbuhan Bakteri

    Lingkungan yang lembap dan gelap di dalam saluran pembuangan adalah tempat yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri. Kondisi ini bisa menimbulkan bau yang tidak sedap di dalam kamar mandi. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan larutan pemutih untuk membersihkan toilet secara teratur.

    Cara Mengatasi Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

    Dikutip dari The Spruce, berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi kamar mandi yang bau.

    1. Gunakan Pengharum Udara

    Tempatkan pengharum udara di dekat kamar mandi untuk menetralisir bau tak sedap. Namun, pastikan untuk tidak mengandalkan pengharum udara secara berlebihan.

    2. Jaga Ventilasi yang Baik

    Pastikan kamar mandi memiliki sirkulasi udara yang baik dengan menjaga kipas ventilasi berfungsi dan pintu serta jendela terbuka ketika kamar mandi tidak digunakan. Ini membantu udara segar beredar dengan baik di dalam ruangan.

    3. Selalu Jaga Kebersihan Handuk

    Handuk yang kotor atau basah bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Pastikan untuk menggantung handuk dengan baik setelah digunakan dan mencucinya secara teratur.

    4. Nyalakan Lilin

    Lilin bisa membantu menetralisir bau di kamar mandi. Pilih lilin tanpa aroma atau beraroma sesuai keinginanmu.

    5. Bersihkan Secara Teratur

    Jaga kebersihan kamar mandi dengan membersihkannya secara teratur. Ini termasuk membersihkan bak mandi, toilet, wastafel, dan lantai secara berkala.

    Demikianlah penyebab dan cara mengatasi kamar mandi yang berbau tidak sedap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Cantik, 7 Tanaman Ini Mudah Dirawat dan Bikin Asri Halaman Rumah


    Jakarta

    Menanam tanaman di halaman memiliki banyak manfaat. Mulai dari penghijauan, membuat area rumah lebih sejuk, membuat area serapan air, untuk estetika, hingga berdampak positif bagi kesehatan.

    Tanaman yang ditanam tidak harus pepohonan besar, kamu bisa menghias halaman dengan tanaman hias. Bagi kamu yang tengah butuh rekomendasi tanaman yang cocok. Dilansir berbagai sumber, berikut beberapa tanaman yang cocok ditanam di halaman rumah.

    1. Paku Tanduk Rusa

    Platycerium, staghorn fernPlatycerium, staghorn fern Foto: Getty Images/iStockphoto/chaiyon021

    Tanaman paku tanduk rusa adalah salah satu tanaman yang cocok ditanam di halaman karena mereka membutuhkan cahaya matahari, lingkungan yang hangat, dan lembab. Tanaman ini biasanya digantung karena daunnya cukup lebat dan jatuh ke bawah. Dilansir The Spruce, tanaman paku tanduk rusa merupakan tumbuhan epifit, yakni tumbuhan yang harus tumbuh dengan tumbuhan lain sebagai penyangga, tetapi tidak bersifat parasit. Tanaman ini juga termasuk jenis pakis.


    Terdapat dua bentuk daun dari tanaman paku tanduk rusa. Pertama, daun kecil dan pipih (dikenal sebagai daun pelindung) yang menutupi dan melindungi struktur bola akar serta menyerap air dan nutrisi. Kemudian daun tanduk bercabang berwarna hijau yang muncul dari pangkalnya dan dapat mencapai hingga 91 cm.

    2. Hydrangea

    Hydrangea macrophylla known as bigleaf, French or mophead hydrangea, penny mac and hortensiaHydrangea macrophylla known as bigleaf, French or mophead hydrangea, penny mac and hortensia Foto: Getty Images/iStockphoto/Rott70

    Hydrangea merupakan tanaman berbunga dengan warna yang beragam. Tanaman ini senang tumbuh di daerah yang lembap dan kaya akan air. Jika kamu ingin menanam Hydrangea pastikan kamu sering menyiramnya.

    Lalu, Hydrangea tidak bisa tumbuh di daerah yang terlalu panas atau terlalu dingin. Apabila nanti kamu sudah menanam tanaman ini di depan rumah, perlu berhati-hati saat memotongnya.

    3. Daun Kuping Gajah

    fresh elephant ear leaffresh elephant ear leaf Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

    Tanaman satu cocok sekali dengan iklim tropis di Indonesia. Daunnya yang lebar membuat halaman tampak asri. Tanaman daun kuping gajah harus ditanam di luar ruangan agar terkena sinar matahari. Jangan lupa untuk sering menyiramnya dan memastikan tanahnya tetap lembap. Selain itu, beri pupuk tinggi nitrogen.

    4. Pakis

    A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

    Jika kamu suka tanaman yang bisa diletakkan di dalam wadah atau pot, tanaman pakis cocok untuk itu. Tanaman satu ini perlu mendapat kelembapan yang cukup dan cahaya matahari. Satu fakta menarik dari pakis adalah tanaman ini dapat menyaring udara.

    5. Sirih Gading

    Sirih gadingSirih gading Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Apabila kamu mencari tanaman rambat, kamu bisa menanam sirih gading atau pothos. Tanaman ini tidak sulit untuk dirawat. Tidak butuh banyak sinar matahari, tidak butuh tanah, dan bisa tumbuh di air.

    Namun, kamu perlu hati-hati jika memiliki hewan peliharaan karena tanaman ini mengandung kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya. Racun ini tidak sampai membahayakan nyawa. Ujung daunnya agak tajam, kamu perlu berhati-hati menangani tanaman ini.

    6. Bougenville

    Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut.Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut. Foto: ANDHIKA PRASETIA

    Melansir dari Good House Keeping, Bougenville adalah tanaman yang kerap ditemui di Indonesia. Tanaman ini sering juga disebut dengan bunga kertas. Selain tampilannya yang menarik karena memiliki bunga berwarna warni, tanaman ini juga bisa menyaring udara kotor.

    7. Peace Lily

    Peace Lily.Peace Lily. Foto: Yana Iskayeva/Getty Images

    Menurut Gardeners World, tanaman peace lily atau biasa disebut juga dengan Spathiphyllum wallisii adalah tanaman rumah yang populer dengan perawatan yang mudah. Bentuk tanaman peace lily memiliki lengan daun hijau mengkilap dan bunga putih di tengahnya yang disebut spathes.

    Peace lily cocok diletakkan di kamar mandi yang terang. Tanaman ini suka di tempat yang lembap. Dalam Feng Shui, tanaman ini dipercaya bisa membawa hoki dan mampu menyerap zat kimia beracun di dalam ruangan, seperti senyawa kimia pada cat dinding dan peralatan rumah tangga.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com