Tag: the spruce

  • Cat Baru Pada Dinding Bikin Rumah Bau, Begini Cara Atasinya



    Jakarta

    Mengecat rumah sering kali dilakukan saat bulan Ramadhan. Tujuannya agar saat hari raya Lebaran rumah terlihat fresh dengan warna cat yang baru.

    Nah ketika melakukan pengecatan, biasanya rumah menjadi bau karena cat yang baru. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan. Tapi ada beberapa langkah sederhana yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan bau tersebut.

    Berikut tips efektif yang dapat membantu kamu menciptakan suasana yang lebih segar dan nyaman di ruangan yang baru dicat.


    Baking Soda

    Melansir The Spruce, soda kue efektif dalam menyerap bau di area seperti tempat cucian dan lemari es, serta dapat juga menangkap bau cat. Untuk menggunakannya, tuangkan bubuk soda kue ke dalam mangkuk dangkal dan letakkan di berbagai sudut ruangan.

    Jika bau cat masih terasa, taburkan sedikit soda kue pada karpet dan furnitur berlapis kain di ruangan tersebut, lalu biarkan semalaman. Pada pagi harinya, bersihkan sisa bubuk dan bau dengan menggunakan penyedot debu.

    Taruh Air Lemon Dalam Mangkuk

    Air secara alami dapat menyerap senyawa organik volatil atau VOC, tetapi menambahkan beberapa irisan lemon segar akan memberikan aroma jeruk yang bersih dan menyegarkan. Karena air memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap bau, sebaiknya kamu merencanakan untuk membiarkan mangkuk berisi air lemon di dalam ruangan semalaman.

    Gunakan Bubuk Kopi

    Mangkuk yang diisi dengan bubuk kopi kering dapat secara efektif menyerap bau cat, dan yang lebih baik, banyak orang menyukai aroma kopi. Namun, penting untuk tidak menggunakan bubuk kopi bekas sebagai penyerap bau, sebaiknya buang setelah digunakan.

    Minyak Esensial

    Dua ekstrak alami yang paling efektif untuk menghilangkan bau cat dan menyegarkan udara di ruangan adalah vanila dan peppermint. Kamu dapat meneteskan beberapa tetes ekstrak atau minyak esensial ke bola kapas dan meletakkannya dalam mangkuk atau piring kecil yang ditempatkan di berbagai sudut ruangan.

    Beberapa ahli pengecatan juga merekomendasikan untuk menambahkan satu atau dua tetes ekstrak langsung ke dalam kaleng cat sebelum memulai pengecatan guna mengurangi bau.

    Tuangkan Cuka pada Mangkuk

    Cuka putih berfungsi sebagai penetral bau. Cuka rumah tangga dengan konsentrasi 10% asam asetat lebih efektif dalam mengatasi bau dibandingkan cuka dapur yang memiliki konsentrasi 5%.

    Untuk menghilangkan bau cat, kamu dapat meletakkan mangkuk berisi cuka di berbagai sudut ruangan.

    Kontrol Suhu Ruangan

    Cuaca panas dapat memperkuat aroma, jadi jika kamu mengecat pada hari yang panas, pastikan untuk menjaga suhu rumah tetap sejuk guna mengurangi bau. Menghidupkan AC dapat membantu mengurangi intensitas aroma tersebut.

    Gunakan Cat yang Rendah Senyawa Organik Volatil atau VOC

    Walaupun tidak selalu dapat dilakukan, cara terbaik untuk menghindari bau yang menyengat adalah dengan memilih cat alternatif yang lebih sehat, seperti cat dengan kadar atau VOC rendah atau tanpa VOC.

    Jika kamu perlu menggunakan cat atau primer berbahan dasar minyak, pilihlah yang memiliki label bau rendah. Selain itu, terdapat juga pilihan cat berbahan nabati, susu, mineral, dan tanah liat.

    Tips Mencegah Bau Cat yang Menyengat

    Sebelum mulai mengecat rumah, penting untuk memeriksa ramalan cuaca dan menghindari hari dengan tingkat kelembapan tinggi. Kelembapan yang tinggi dapat memperlambat proses pengeringan, dan cat biasanya mengeluarkan bau paling kuat saat diterapkan dan menunggu hingga kering.

    Semakin lama cat membutuhkan waktu untuk mengering, semakin besar kemungkinan bahan lembut seperti karpet, gorden, dan pelapis akan menyerap bau tersebut. Pastikan setiap lapisan cat mengering sepenuhnya sebelum menerapkan lapisan berikutnya, karena dinding yang lembap dapat terperangkap asap dan melepaskan bau secara perlahan dalam jangka waktu yang lebih lama.

    Saat mengecat, tutup kaleng cat serta baki dan kuas dengan plastik pembungkus jika tidak sedang digunakan. Ketika mengecat satu ruangan, usahakan untuk membuka pintu dan jendela agar asap dapat tersebar ke udara.

    Namun, tutup pintu ruangan lain di rumah kamu untuk mencegah asap menyebar ke area tersebut. Gunakan tips yang sama saat mengelupas cat dalam proyek kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pernah Letakkan 5 Barang Ini di Teras Rumah



    Jakarta

    Teras adalah bagian dari rumah yang pertama kali terlihat oleh orang Ketika bertemu. Oleh karena itu penataan teras terbilang penting agar menciptakan kesan pertama yang baik ketika ada tamu datang.

    Selain itu teras juga memiliki fungsi untuk sekadar bersantai. Oleh karena itu juga perlu pendataan yang baik agar duduk di teras terasa nyaman.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa hal yang tidak boleh diletakkan di teras rumah untuk memaksimalkan fungsionalitas dan estetika.


    Furniture Berlapis Kain

    Furniture yang dilapisi kain pelapis lebih baik digunakan di ruang berjemur, bukan teras. Saat mendekorasi teras, sebaiknya gunakan furniture dengan bantal yang dapat dilepas untuk dibersihkan.

    Disarankan untuk memilih tekstil dengan peringkat kinerja luar ruangan yang tahan terhadap jamur dan pudar.

    Furniture Ringan

    Saat memilih furniture untuk diletakkan di teras rumah, sebaiknya hindari memilih furniture yang terlalu ringan.

    “Meskipun lebih mudah untuk ditata ulang, barang-barang yang ringan tidak cocok untuk kondisi berangin dan dapat membuat ruangan tampak tidak teratur atau lebih buruk lagi, merusak barang-barang dan properti,” kata Margie Kaercher, pendiri Hearth & Honey Homes.

    Carilah furniture yang cukup mudah dipindahkan sesuai kebutuhan, namun tidak akan tertiup angin.

    Tanaman Berlebihan

    Tanaman dapat membuat suatu ruangan tampak cantik, tetapi terlalu banyak justru dapat menimbulkan masalah di teras. Jangan gunakan semua jenis tanaman sehingga menciptakan suasana seperti hutan.

    Saat memajang tanaman di teras, kamu bisa memajang tanaman dengan memanfaatkan seluruh ruang. Coba dengan beberapa tanaman pot di tanah serta beberapa tanaman gantung untuk menarik perhatian ke atas dan memanfaatkan ketinggian teras.

    Lampu Dalam Ruangan

    Area yang memiliki pencahayaan yang baik memang menjadi terlihat menarik, namun tidak semua lampu cocok untuk teras. Ada beberapa jenis lampu yang tidak dirancang khusus untuk kondisi luar ruangan.

    “Perangkat ini rentan terhadap kerusakan akibat kelembapan, yang seiring waktu dapat menyebabkan korsleting atau karat,” kata Kaercher.

    Pendekatan yang bisa dilakukan adalah memilih lampu tanpa kabel yang dapat digunakan di dalam ruangan, tetapi mudah dibawa ke teras sesuai kebutuhan tanpa perlu colokan.

    Elektronik

    Menyimpan barang elektronik di teras bukanlah ide yang bijak, karena faktor-faktor seperti kelembapan, hujan, dan matahari. Simpan speaker portabel di dalam rumah saat kamu tidak berada di teras, jangan meletakkannya secara permanen.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nyamuk di Rumah Bikin Risih? Ini Cara Ampuh Mengusirnya!


    Jakarta

    Nyamuk adalah serangga penghisap darah yang sering ditemukan di dalam rumah. Serangga satu ini sangat mengganggu karena gigitannya membuat kulit gatal dan bisa menyebarkan penyakit.

    Jika ada banyak nyamuk di rumah, sebaiknya segera kamu basmi. Serangga ini dapat berkembang biak dengan cepat, apalagi kalau ada banyak tempat yang ideal buat mereka bersarang.

    Lantas, bagaimana cara mengusir nyamuk dari rumah? Yuk, simak tipsnya berikut ini dilansir dari The Spruce.


    Tips Usir Nyamuk dari Rumah

    Inilah cara mengusir nyamuk dari rumah agar tidak kena gigitannya.

    1. Musnahkan Sarangnya

    Salah satu cara paling ampuh mengusir nyamuk adalah mencegah mereka mendekati rumah sejak awal. Caranya dengan menghilangkan tempat mereka biasa berkembang biak.

    Nyamuk senang bersarang di rumput tinggi, genangan air, dan tumpukan daun. Oleh karena itu, pastikan untuk rajin membersihkan pekarangan, seperti memangkas rumput dan membuang tumpukan daun.

    Lalu, bersihkan genangan air di pekarangan. Terkadang ada benda-benda tidak terpakai di luar rumah yang bisa menampung air hujan. Kamu bisa menutup benda-benda tersebut atau menyimpannya di dalam rumah.

    2. Tanaman Pengusir Nyamuk

    Kemudian, kamu bisa menanam tanaman yang dibenci nyamuk di halaman rumah untuk mencegah mereka mendekati rumah. Banyak tanaman bisa mengusir nyamuk berkat aromanya yang menyengat.

    Beberapa pilihan tanaman yang dibenci nyamuk adalah serai, balsem lebah, kemangi, catnip, peppermint, bunga mawar, bunga lavender, bawang putih, sage, dan allium termasuk bawang putih dan bawang bombai.

    3. Pakailah Obat Nyamuk

    Tentunya cara paling efektif dan instan untuk mengusir nyamuk adalah menggunakan obat nyamuk. Obat nyamuk yang paling ampuh biasanya mengandung bahan kimia yang bisa memberikan perlindungan hingga delapan jam.

    Untuk mengusir nyamuk dari area yang lebih luas, kamu bisa mencoba menggunakan pengusir nyamuk khusus untuk teras atau dek, seperti lilin atau lentera serai.

    4. Letakkan Perangkap Nyamuk

    Selain itu, kamu bisa pertimbangkan perangkap nyamuk. Ada perangkat pengusir nyamuk bertenaga baterai yang bisa diletakkan di luar rumah. Alat ini akan segera berfungsi untuk menurunkan jumlah nyamuk di perkarangan rumah kamu.

    Itulah beberapa cara mengusir nyamuk di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Mengusir Kucing Agar Tidak Datang Lagi ke Rumah


    Jakarta

    Kucing liar sering kali datang ke rumah karena mencari makanan, tempat berteduh, atau sekadar merasa nyaman di lingkungan sekitar. Meskipun sebagian orang menyukai kehadiran kucing, tidak sedikit yang merasa terganggu.

    Kucing liar yang datang kerap merusak tanaman, meninggalkan kotoran, atau mengacak-acak tempat sampah. Jika dibiarkan, kucing-kucing ini bisa terus kembali dan bahkan mengajak kucing lain untuk datang.

    Untuk mengatasi masalah ini, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengusir kucing tanpa harus menyakitinya. Rumah pun tetap bersih dan bebas dari kehadiran kucing liar.


    Kenapa Kucing Liar Terus Datang ke Rumah?

    Sebelum mencari cara mengusirnya, kita perlu tahu penyebab kucing liar terus datang menghampiri rumahmu. Dalam laman Time for Paws, dijelaskan bahwa kucing kerap mencari keamanan.

    Kucing liar sering datang ke rumah karena beberapa alasan utama, terutama terkait dengan kebutuhan dasar mereka seperti makanan, tempat berlindung, dan rasa aman. Mereka selalu mencari tempat yang aman untuk tinggal di mana ada sumber makanan yang dapat diandalkan.

    Salah satu alasan paling umum adalah ketersediaan makanan. Jika ada tempat sampah yang terbuka, sisa makanan di pekarangan, atau bahkan seseorang yang sering memberi makan kucing, mereka akan terus datang ke tempat itu. Kucing memiliki penciuman yang tajam, sehingga mereka bisa dengan mudah menemukan sumber makanan, meskipun tersembunyi.

    Selain makanan, kucing liar juga membutuhkan tempat yang aman untuk beristirahat atau melahirkan anak. Area yang sepi seperti garasi, bawah mobil, atau sudut-sudut rumah yang jarang digunakan bisa menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk berteduh dari panas, hujan, atau bahaya lainnya.

    10 Cara Mengusir Kucing Agar Tidak Datang Lagi ke Rumah

    Sebelum kamu menggunakan beragam cara untuk mengusirnya, pastikan dulu rumahmu tidak menjadi ‘tempat terbaik’ untuk kucing liar. Biasanya, kalau rumahmu tidak menjadi penyedia makanan atau tempat tinggal yang nyaman, kucing akan enggan datang lagi.

    Namun, ada beberapa cara mengusir kucing liar agar tidak kembali lagi ke rumah. Berikut dirangkum dari laman The Spruce dan Pets Stack Exchange:

    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Kucing liar cenderung datang ke tempat yang menyediakan makanan. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu membersihkan sisa makanan serta menutup tempat sampah dengan rapat agar sulit untuk dijangkau mereka. Sebisa mungkin, bersihkan sisa makanan untuk menghilangkan aroma yang bisa mengundang kucing dan hewan liar lainnya.

    2. Pastikan Tak Ada yang Memberi Makan di Area Rumahmu

    Kucing cenderung kembali ke suatu tempat jika mereka tahu ada makanan yang tersedia. Jika ingin mencegah mereka sering datang, hindari memberi makan atau menyediakan air di area tertentu. Cara ini juga efektif untuk mengusir kucing liar agar tidak kembali ke rumah.

    3. Semprotkan Bau yang Tidak Disukai Kucing

    Salah satu cara menghalau kucing adalah dengan memanfaatkan aroma yang mereka tidak sukai. Kucing cenderung menghindari bau menyengat dari bawang putih, tembakau, citronella, dan eucalyptus.

    Karena bau-bauan tersebut dapat memudar seiring waktu, pastikan untuk mengaplikasikannya kembali secara rutin, terutama di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Metode ini cukup efektif digunakan untuk mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    4. Sebarkan Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur yang dihancurkan menjadi potongan kecil bisa digunakan untuk mencegah kucing liar masuk ke halaman rumah. Permukaannya yang agak tajam membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya. Sebarkan cangkang telur secukupnya sesuai luas area yang ingin dilindungi.

    5. Semprotkan Larutan Cuka

    Cuka memiliki bau yang sangat menyengat, bahkan bagi manusia. Aroma asam ini jauh lebih mengganggu bagi kucing, sehingga dapat digunakan untuk mengusir mereka. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan ini ke area yang sering didatangi kucing untuk membuat mereka enggan kembali.

    6. Taburkan Serbuk Kopi

    Bubuk kopi bisa menjadi pengusir alami bagi kucing liar karena aromanya yang kuat dapat mengganggu penciuman mereka. Cukup taburkan bubuk kopi di area yang sering didatangi kucing. Selain itu, bubuk kopi juga aman bagi tanaman, meskipun bisa meningkatkan keasaman tanah.

    7. Tanam Tumbuhan yang Tidak Disukai Kucing

    Beberapa tanaman memiliki aroma yang kurang disukai kucing, seperti lavender, rosemary, dan mint. Kamu bisa menanamnya di pekarangan rumah untuk mencegah kedatangan kucing liar. Meskipun baunya mengganggu bagi kucing, tanaman ini justru memiliki aroma yang menyenangkan bagi manusia.

    Selain itu, kamu bisa menanam tanaman rue (ingu/common rue) atau menaburkan rue kering di sekitar halaman dan kebun. Tanaman ini memiliki bau yang tajam dan rasa pahit, sehingga bisa membuat kucing enggan mendekat.

    8. Gunakan Penyemprot Air Otomatis

    Alat penyemprot air otomatis bisa menjadi solusi efektif untuk menghalau kucing liar dari halaman rumah. Perangkat ini umumnya dilengkapi sensor inframerah yang akan mengaktifkan semprotan air ketika mendeteksi adanya gerakan. Kucing yang terkena semburan air biasanya akan terkejut dan enggan kembali ke tempat tersebut.

    9. Pasang Pagar Khusus

    Pagar dengan celah memungkinkan kucing untuk melewatinya dengan mudah. Namun, jika memasang pagar khusus anti-kucing, mereka akan kesulitan untuk menyeberang. Pagar ini biasanya memiliki paku penghalang yang tidak terlalu tajam, sehingga tidak akan menyakiti kucing, tetapi cukup efektif untuk mencegah mereka masuk.

    Bisa juga dengan letakkan kawat ayam berukuran kecil di bawah permukaan tanah, atau gunakan material lain yang membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya. Selain kawat ayam, kamu juga bisa membalik karpet plastik yang kasar, sebagai alternatif.

    10. Letakkan Tusuk Gigi di Halaman

    Tusuk gigi kayu juga bisa dimanfaatkan untuk menghalau kucing liar. Caranya bukan dengan menusukkan ke tubuh mereka, melainkan dengan menancapkannya di tanah di area yang sering dikunjungi kucing.

    Kuncinya, jika area tersebut terasa kurang nyaman, kucing akan cenderung menghindarinya dan tidak betah berlama-lama di sana.

    Itulah beberapa cara untuk mengusir kucing liar tanpa menyakiti mereka. Kamu bisa mencoba salah satu atau mengombinasikan beberapa metode agar lebih efektif.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Wangi Manis dari Parfum-Sabun Bisa Picu Semut Berdatangan



    Jakarta

    Semut biasanya berkumpul di tempat yang dekat dengan sumber makanannya seperti dapur, meja makan, atau tempat sampah. Tidak hanya itu, ternyata semut juga bisa muncul karena mencium bau yang manis dari pewangi atau parfume, terutama jika bau tersebut berasal dari kamar mandi.

    Dilansir The Spruce, semut mudah tergoda dengan bau-bau wewangian, bahkan dari jarak jauh sekalipun. Hal ini dikarenakan bau wewangian terutama yang manis disukai oleh mereka. Sinyal ini sama seperti ketika semut mendekati tanaman karena mencium aromanya.

    Wewangian ini bisa dari parfume yang digunakan di kamar mandi, pasta gigi, sabun, hingga lilin aroma terapi. Meskipun beberapa barang ini tentu tidak bisa mereka konsumsi, tetapi semut bisa merusak tampilan barang wewangian di kamar mandi.


    Jika kamu mengalami hal ini, tenang, ada cara untuk mencegah semut mendekat ke barang-barang wewangian tersebut. Cara paling mudah adalah dengan menutup rapat barang-barang tersebut.

    Apabila kamu ingin memasang penangkal, coba pakai asam borat atau boric acid. Caranya dengan campurkan satu sendok gula asam borat dengan setengah cangkir air. Masukkan kapas ke dalam larutan tersebut dengan menggunakan pencapit atau sarung tangan lateks agar lebih aman. Setelah itu langsung angkat dan letakkan di sebuah wadah kecil dan letakkan di tempat yang mudah dilewati semut.

    “Gula menarik perhatian semut, dan asam borat menyerang tubuh semut dan semut lain yang bersentuhan dengannya,” kata Marla Mock, presiden Molly Maid, dikutip Senin (10/3/2025).

    Selain karena wewangian, semut juga bisa muncul di kamar mandi karena mencari sumber air. Mereka membutuhkan air sama seperti makanan. Tempat yang biasa didatangi oleh semut adalah pipa air yang bocor atau genangan air.

    Lalu, jika kamu tidak menjaga kebersihan di kamar mandi, banyak debu menumpuk, bisa memicu munculnya semut di kamar mandi.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mesin Cuci di Rumah Bergetar? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Mesin cuci bisa saja bergetar ketika digunakan. Kondisi itu sebenarnya wajar terjadi apabila getarannya masih dalam batas wajar.

    Apabila getaran sudah cukup keras, sebaiknya segera hentikan penggunaan mesin cuci. Lalu kenapa bisa sih mesin cuci bergetar saat digunakan?

    Dilansir dari The Spruce, penyebab getaran pada mesin cuci tidak melulu karena mesin, bisa saja dari faktor luar. Biasanya, mesin cuci dengan bukaan depan ternyata lebih rawan bergetar daripada bukaan atas. Berikut ini informasinya.


    Penyebab Mesin Cuci Bergetar Kencang

    1. Tidak Berada Pada Permukaan yang Rata

    Ternyata tempat peletakkan mesin cuci dapat mempengaruhi getarannya. Sebaiknya mesin cuci diletakkan di permukaan rata agar lebih aman. Bentuknya yang besar dan dengan bobot pakaian yang berputar di dalamnya, dapat berbahaya jika tempat meletakkannya miring atau tidak rata.

    2. Beban Cucian Tak Seimbang

    Mesin cuci bekerja sesuai dengan sistem yang telah dibuat. Mesin ini tidak bisa membantu kamu saat merapikan letak pakaian kotor yang masuk ke ‘keranjang’ di dalam mesin. Kamu harus tahu trik untuk memasukkan pakaian di dalamnya.

    Untuk jenis cucian yang punya ukuran besar seperti selimut atau seprai sebaiknya dimasukkan dengan posisi sama berat. Dengan begitu ketika berputar bebannya akan seimbang dan tidak bergetar hebat seperti terpelanting.

    3. Penyangga Lantai Tak Cukup Kuat

    Jika permukaan di rumah kamu tidak rata, kamu bisa menambahkan penyangga di bawahnya. Namun, pastikan penyangga tersebut cukup kuat karena bobot pakaian basah akan jauh lebih berat dari mesin cuci tersebut.

    Jika tidak memungkinkan untuk menambahkan penyangga, kamu dapat menaruh papan kayu lapis berukuran 2,5 cm di bawah kedua peralatan untuk meningkatkan stabilitas lantai. Cara lain yang bisa kamu coba adalah menggunakan bantalan anti-getaran ukuran kecil khusus untuk mesin cuci.

    Itulah beberapa penyebab yang bisa membuat mesin cuci bergetar saat digunakan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Daun Tanaman Menguning? Ini 8 Penyebab dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Bagi yang suka memelihara tanaman di rumah, pasti sering menemui daun tanaman yang menguning. Kalau sudah menguning, maka harus dipotong bagian tersebut agar tidak menyebar ke seluruh bagian tanaman. Namun, jangan khawatir karena daun baru akan tumbuh kembali.

    Namun, sebetulnya kita bisa mencegah daun tanaman yang menguning. Caranya dengan mengetahui beberapa penyebab berikut yang dikutip dari The Spruce, Senin (10/03/2025), yaitu:

    Tekanan Kelembaban

    Penyebab paling umum ketika daun tanaman menguning adalah terlalu banyak air atau kekurangan air. Jika tanaman terlalu banyak air dapat merusak daun karena air dalam tanah dapat tergenang dan tidak mengalir dengan baik.


    Jika kekurangan air, tanaman akan menggugurkan daunnya karena mengalami transpirasi atau penguapan yang merupakan cara tanaman berkeringat untuk menghemat air. Sebelum gugur, daun biasanya akan menguning dan terlihat bintik-bintik cokelat.

    Untuk itu, pastikan untuk menyiram tanaman secara teratur

    Penuaan Normal

    Daun tanaman menguning sebetulnya merupakan hal yang normal seiring bertambahnya usia tanaman. Daun akan menguning dan rontok. Namun, jangan khawatir karena dapat memotong batang utama untuk mendorong pertumbuhan tanaman baru.

    Suhu Dingin

    Suhu dan angin yang terasa dingin sering menyebabkan daun menguning dan rontok. Untuk itu, hindari menaruh tanaman di dekat ventilasi AC atau jendela yang dingin, apalagi jika tanaman tersebut termasuk tanaman tropis.

    Kurang Cahaya

    Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya akan menguning kemudian gugur. Biasanya bagian yang menguning itu terletak pada sisi yang membelakangi cahaya. Misalnya, menaruh tanaman dekat jendela, maka sisi berlawanan akan menguning. Solusinya adalah memutar pot setidaknya seminggu sekali agar semua sisi mendapatkan cahaya.

    Solusi terbaik adalah letakkan tanaman ke lokasi yang lebih cerah. Jika cahaya dalam rumah sulit didapat maka bisa menggunakan satu atau dua lampu tanaman buatan.

    Kekurangan Nutrisi

    Daun tanaman akan menguning jika tidak memperoleh nutrisi yang dibutuhkan. Biasanya daun tersebut akan memiliki pola yang tidak biasa, seperti tulang daun tetap gelap sementara jaringan di antaranya menguning. Oleh karena itu, perhatikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman karena masing-masing spesies atau jenis tanaman membutuhkan nutrisi yang berbeda satu sama lain.

    Infeksi Virus

    Penyebab berikutnya kemungkinan adanya infeksi virus pada daun di seluruh bagian tanaman. Hal itu dapat dilihat tak hanya daun yang menguning, tetapi juga batang yang berubah bentuk serta bunga yang berubah warna. Infeksi virus pada tanaman biasanya sulit disembuhkan dan rentan menular ke tanaman di dekatnya. Solusinya adalah menggunakan fungisida atau bahan kimia untuk memberantas jamur pada tanaman.

    Segera pisahkan tanaman yang terinfeksi virus dengan tanaman lainnya. Jika tidak dapat disembuhkan maka tanaman harus dibuang. Jangan lupa untuk mencuci dan mensterilkan alat serta pot sebelum menggunakannya pada tanaman lain.

    Hama

    Serangga atau hama seperti kutu daun, tungau, laba-laba, dapat mengisap getah daun tanaman sehingga warnanya menjadi kuning dan meninggalkan bercak. Solusinya adalah menyemprotkan insektisida atau bahan pembunuh serangga pada tanaman.

    Repotting

    Salah satu hal normal pada daun tanaman menguning adalah ketika tanaman dipindahkan ke pot lama ke pot yang baru. Ini menunjukkan cara tanaman menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Sehingga, daun tanaman justru tiba-tiba bisa menguning tanpa sebab. Selama periode ini jangan beri pupuk dan biarkan tanaman mengendapkan akarnya serta menemukan nutrisi di tanah yang baru.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Mudah Bersihkan Dinding Berjamur


    Jakarta

    Pernahkah kamu menemukan area yang dipenuhi noda hitam pada dinding rumah? Bisa jadi noda itu merupakan jamur, lho.

    Jamur bisa tumbuh pada dinding yang lembap. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi ruangan lembap karena kurang sirkulasi udara maupun dinding basah terlalu lama.

    Dinding berjamur tak hanya merusak pemandangan, tetapi bisa mengganggu kesehatan penghuni rumah. Oleh karena itu, kamu perlu segera membersihkan dinding berjamur jika mengalaminya.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan dinding berjamur? Yuk, simak langkahnya berikut ini.

    6 Langkah Mudah Bersihkan Dinding Berjamur

    Inilah cara membersihkan dinding yang berjamur seperti yang dikutip dari The Spruce.

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Campurkan satu sendok sabun cuci piring dengan ½ cangkir pemutih klorin dan satu cangkir air hangat dalam satu botol semprotan.

    Cairan pencuci piring membantu larutan menempel lebih lama di dinding dan membunuh spora jamur.

    2. Gunakan Alat Pelindung

    Sebaiknya gunakan masker, disarankan N-95, untuk mencegah menghirup aroma dari cairan pemutih. Gunakan juga kaca mata, sarung tangan karet, dan pakaian lama untuk mengantisipasi cipratan.

    3. Tingkatkan Sirkulasi Udara

    Saat membersihkan dinding berjamur, pastikan ada ventilasi udara dengan membuka pintu dan jendela. Kamu juga bisa menyalakan kipas exhaust dan kipas ventilasi.

    4. Aplikasikan Cairan Pembersih

    Semprotkan cairan pembersih menggunakan botol semprot atau spons. Mulai aplikasikan cairan dari bawah ke atas dinding. Cara ini untuk menghentikan penyebaran spora dan noda agar tidak meninggalkan bekas pada dinding.

    5. Biarkan Dinding Mengering

    Setelah mengaplikasikan cairan pembersih, biarkan dinding mengering dengan sendirinya. Jangan lap atau bersihkan larutan pembersih.

    6. Bersihkan Sisa Noda

    Kalau dinding sudah kering, periksa area yang terdapat noda gelap. Ulangi langkah-langkah tersebut dengan larutan pembersih pemutih klorin baru jika masih ada noda.

    Pemutih klorin adalah cairan yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Namun, kalau area dinding berjamur kecil, kamu bisa menggunakan cuka putih suling atau hidrogen peroksida sebagai gantinya. Kamu juga bisa gunakan cairan khusus pembersih jamur.

    Itulah tips membersihkan dinding berjamur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Kerak di Rice Cooker yang Mudah dan Aman dari Goresan


    Jakarta

    Cara membersihkan rice cooker atau penanak nasi berbeda dengan membersihkan panci atau wajan di rumah. Bagian yang harus dibersihkan bukan hanya wadah tempat nasi dikukus, melainkan hingga ke seluruh rice cooker.

    Hal tersulit saat membersihkan rice cooker adalah apabila ada nasi yang telah mengeras menempel. Nasi yang telah mengeras tersebut tidak bisa dikonsumsi dan apabila terkena tangan cukup tajam.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan rice cooker yang aman dan cepat? Dilansir The Spruce, berikut cara membersihkannya.


    1. Pastikan Rice Cooker Tidak dalam Keadaan Panas

    Sebelum mencuci rice cooker, pastikan kondisinya sudah dingin dan sudah tidak ada colokan yang masih tersambung ke listrik.

    2. Rendam Panci Nasi

    Setelah itu, keluarkan panci tempat menanak nasi. Tuangkan air yang telah dicampur dengan sabun. Rendam selama 20 menit.

    3. Gosok dengan Spons

    Panci rice cooker biasanya menggunakan bahan stainless steel atau aluminium sehingga mudah sekali tergores jika digosok dengan bahan tajam. Lebih baik gunakan spons. Apabila ada nasi yang menempel dan sulit dibersihkan, pakai alat dari plastik atau karet yang ujungnya pipih.

    4. Bersihkan Tutup Rice Cooker

    Bukan hanya panci bagian dalam saja yang dibersihkan, kamu bisa harus membersihkan bagian penutup rice cooker karena bagian ini mudah terkena debu yang bisa masuk ke nasi saat dibuka dan tutup. Caranya sama dengan bagian panci, menggunakan spons yang sudah dicelupkan ke air sabun. Kemudian, bilas.

    5. Usap Bagian Luar Rice Cooker

    Untuk bagian badan rice cooker, sebaiknya menggunakan kain mikrofiber yang sedikit dibasahkan. Hindari komponen listrik seperti colokan dan sakelar terkena air.

    Sebagai tambahan, ketika kamu memiliki rice cooker, sebaiknya bersihkan setiap kali selesai digunakan. Nasi juga sebaiknya dipindahkan ke wadah lain seperti piring agar bisa langsung dibersihkan. Saat memasak nasi, usahakan jangan terlalu matang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Bisa Hidup di Air dan Cara Merawatnya


    Jakarta

    Biasanya, menanam tanaman di rumah memerlukan media tanam seperti tanah. Tapi, kamu bisa lho menanam tanaman di air, tanpa tanah dan pupuk.

    Menanam tanaman di air juga bisa dibilang lebih simple karena bisa menggunakan stoples atau vas. Kamu bisa meletakkannya di berbagai ruangan yang ada, misalnya dapur, ruang keluarga, maupun kamar.

    Tanaman apa saja yang bisa hidup dan tumbuh subur di dalam air? Dilansir dari The Spruce, berikut ini daftarnya.


    Tanaman yang Bisa Hidup di Air

    1. Bambu Keberuntungan

    Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana  in Glass vase placed in front of mirror Selective focus.Bambu keberuntungan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashish Kumar

    Tanaman ini bisa tumbuh tanpa tanah lho detikers. Karena tanaman ini bisa menjadi sangat berat di bagian atas, sebaiknya tambahkan batu kerikil di sekitarnya agar tetap berada di tempatnya dan menambah nilai ornamen.

    2. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Banyak orang yang menyukai philodendron karena mudah dirawat. Selain bisa tumbuh dengan media tanah, tanaman yang satu ini juga bisa hidup di air.

    Tanaman Philodendron tumbuh subur dalam semua jenis kondisi sinar matahari, tetapi jika tampaknya batang tanaman lebih banyak daripada daunnya, pencahayaan langsung yang lebih terang akan menghasilkan lebih banyak daun.

    3. Sirih Gading

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Sirih gading Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Tanaman dengan daun berbentuk hati ini bisa tumbuh dengan cepat. Jika ingin menaruhnya dalam air sebaiknya buang daun-daun di bagian bawah sirih gading karena yang terendam di dalam air akan membusuk.

    4. Spider Plant

    cat playing in spider plantspider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman yang satu ini bisa hidup subur di dalam air. Agar bisa hidup lama, kamu harus memotong akarnya dengan cepat dan mengganti air setiap 3-5 hari sekali. Taruh tanaman di tempat yang terang dengan sinar matahari tak langsung.

    Ingat, hanya bagian akarnya saja yang terendam di dalam air. Kamu juga bisa menambahkan batu agar tanaman tetap berada di tempatnya.

    5. Chinese Evergreen

    Aglaonema Maria houseplant cuttings in a red glass vase in front of a white wall, Chinese EvergreenChinese Evergreen Foto: Dok. Istock

    Untuk menanam Chinese evergreen di dalam air, kamu bisa memotong batang yang sehat sepanjang 6 inci dan masukkan ujungnya yang sudah dipotong ke dalam air. Jangan lupa singkirkan daun bagian bawah yang terendam di air. Nantinya akan ada akar yang muncul dalam 3-4 minggu.

    Letakkan tanaman tersebut di bawah sinar matahari tidak langsung dan ganti air minimal 3 hari sekali atau saat air kotor maupun keruh. Berikan tanaman beberapa tetes pupuk cair setiap bulan untuk mendorong pertumbuhan.

    Pilih Tempatnya

    Wadah apapun sebenarnya bisa digunakan sebagai tempat tumbuh tanaman. Stoples dan vas kaca bisa menjadi pilihan karena bisa melihat akar tanaman. Namun, kaca rentan terhadap pertumbuhan alga, jadi pilihlah vas yang tidak tembus cahaya sebagai pilihan yang lebih mudah dirawat.

    Kebutuhan Cahaya

    Pastikan kamu memeriksa kebutuhan tanaman akan cahaya. Beberapa jenis tanaman membutuhkan sinar matahari langsung dan ada yang membutuhkan sinar matahari tidak langsung.

    Ganti Air

    Kamu perlu mengganti air tanaman, apalagi kalau air sudah keruh dan kotor. Tak lupa berikan pupuk cair pada tanaman agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup di dalam air dan cara merawatnya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com