Tag: the spruce

  • Bak Mandi Bisa Jadi Sarang Kuman, Ini Cara dan Waktu Tepat Membersihkannya



    Jakarta

    Sebagai wadah penyimpanan air untuk membersihkan diri, bak mandi harus diperhatikan kebersihannya. Baik itu bak mandi pada umumnya, maupun bak mandi untuk berendam. Sebab, bak mandi menyimpan bekas sabun, kotoran, hingga lumut yang menempel pada permukaannya.

    Pertanyaannya, seberapa sering sebetulnya bak mandi harus dibersihkan?

    Melansir dari situs The Spruce, bak mandi harus dibersihkan setiap dua minggu atau lebih tergantung seberapa kotornya. Selain itu, jika punya hewan peliharaan yang juga mandi di kamar mandi, maka pastikan bilas bak mandi lebih sering untuk menghilangkan kotoran dan debu yang bisa menempel.


    Tips Bersihkan Bak Mandi

    Adapun untuk membersihkan bak mandi kamu bisa menggunakan cairan hidrogen peroksida. Cairan ini adalah cairan yang efektif untuk menghilangkan noda. Pastikan gunakan sarung tangan dan kacamata untuk menghindari kontak langsung dengan cairan. Berikut langkah-langkah membersihkan kamar mandi

    Buka Ventilasi Kamar Mandi

    Jika kamar mandi ada ventilasi, maka bisa dibuka untuk menghindari menghirup hidrogen peroksida secara langsung.

    Buat Pasta Pembersih

    Buatlah pasta pembersih dengan mencampurkan hidrogen peroksida dan soda kue. Letakkan dalam wadah plastik kemudian aduk sampai pasta mengental.

    Oleskan Pasta ke Noda

    Oleskan pasta ke noda pada bak mandi dan diamkan sekitar 10 menit. Setelah itu gosok noda dan biarkan satu jam sebelum diseka. Jika nodanya membandel, diamkan dengan waktu yang lebih lama.

    Bilas dengan Air

    Bilas noda yang telah dibersihkan dengan air atau spon basah. Jika masih ada noda bisa ulangi proses pengolesan dan penggosokan.

    Itu dia informasi seputar membersihkan bak mandi. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Ketinggian TV Ideal Berdasarkan Ukuran Layar dan Ruangan



    Jakarta

    TV menjadi salah satu barang elektronik yang sering ada di rumah. Biasanya, TV diletakkan pada meja TV atau dipasang di dinding untuk menghemat ruang. Pemasangan TV di dinding sebetulnya tidak bisa sembarangan sebab ada tinggi ideal agar nonton TV terasa lebih nyaman.

    Melansir dari situs The Spruce, pada umumnya tinggi pemasangan TV rata-rata adalah 1 meter. Tinggi 1 meter diukur dari lantai ke bagian tengah layar. Namun, tinggi ini masih bisa disesuaikan dengan preferensi, bisa dinaikkan atau diturunkan.

    Jika memilih menggunakan meja TV, maka tinggi meja TV berada di sekitar ½ sampai 1 meter. Hal yang pasti adalah ketinggian TV harus setinggi mata orang dewasa saat duduk.


    Berbeda lagi jika kamu pasang TV di kamar tidur. Pemasangan TV bisa lebih tinggi yakni sekitar 1,2 meter yang diukur dari lantai ke tengah layar. TV yang dipasang di kamar tidur memang harus lebih tinggi sebab ada tempat tidur yang juga sudah memiliki ketinggian.

    Akan tetapi, ketinggian TV di kamar tidur juga bisa bergantung dari preferensi kamu. Misalnya, kamu lebih suka menonton TV sambil duduk atau sambil berbaring di kasur.

    Adapun, setiap TV memiliki ukuran yang berbeda-beda. Sehingg, titik tengah TV juga berbeda-beda. Cara mudahnya adalah mengukur dari lantai sampai bagian bawah layar TV Untuk itu, berikut merupakan panduan mengukur ketinggian pemasangan TV berdasarkan ukuran TV dari lantai sampai bagian bawah layarnya:

    • TV 42 inci: berada di antara 70 – 80 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar
    • TV 50 inci: berada di antara 63 – 73 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar
    • TV 55 inci: berada di antara 61 – 71 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar
    • TV 65 inci:berada di antara 56 – 66 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar
    • TV 75 inci: berada di antara 48 – 58 cm dari lantai sampai ke bagian bawah layar

    Nyatanya, tidak semua orang mengikuti aturan ideal tinggi pemasangan TV. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor di bawah ini:

    Preferensi Penonton

    Meskipun terdapat pedoman rata-rata tinggi pemasangan TV, pada akhirnya akan menyesuaikan dengan ketinggian sesuai preferensi penontonnya.

    Tipe Penonton

    Tipe penonton dengan tubuh tinggi atau pendek memiliki ketinggian mata yang berbeda-beda. Ruangan yang umumnya digunakan oleh orang dewasa akan memiliki ketinggian TV yang lebih tinggi daripada ruangan yang digunakan oleh anak-anak.

    Ukuran Layar

    Jika layar TV terlalu besar akan lebih sulit menyesuaikan pada ketinggian mata. Sehingga kadang ketinggian TV akan menyesuaikan dengan ukuran layar.

    Jarak

    Jika ada objek atau benda di sekitarnya, bisa tambahkan jarak sekitar 7-8 cm dari layar sehingga bisa menaikkan titik tengah TV.

    Itulah pembahasan mengenai ketinggian pemasangan TV yang ideal. Namun, kembali lagi sesuaikan dengan preferensi kamu. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Punya Pekarangan? Ini 7 Sayuran yang Cocok Ditanam di Dalam Rumah



    Jakarta

    Berkebun bisa menjadi pilihan hobi yang bermanfaat. Namun, bagi kamu yang punya lahan sempit apalagi sampai tidak ada pekarangan, berkebun tentu sulit dilakukan. Sebab, berkebun membutuhkan bidang tanah yang cukup sebagai media tanam.

    Namun, tidak perlu khawatir. Melansir dari situs The Spruce, berikut 7 tanaman jenis sayur yang bisa kamu tanam di dalam rumah tanpa perlu lahan atau pekarangan.

    Wortel

    Wortel merupakan jenis sayuran yang mudah tumbuh dan dirawat. Cukup tanam wortel di pot, lalu tutupi benih dengan gambut basah agar tidak kering. Benih wortel akan berkecambah dalam waktu dua minggu tetapi proses hingga matang tergantung pada varietas wortel yang ditanam.


    Daun Bawang

    Jika kamu punya tunas hijau yang tumbuh dari salah satu ujung siung bawang putih, maka coba masukkan wadah kecil berisi air dan siram setiap hari. Tunas tersebut akan tumbuh daun yang kita kenal dengan daun bawang. Bila akarnya sudah panjang, kamu bisa pindahkan ke media tanam agar bisa terus tumbuh.

    Cabai Rawit

    Tanaman cabai termasuk jenis tanaman tropis yang bisa tumbuh subur di dalam ruangan. Walau tidak berbuah banyak, tanaman ini tetap bisa tumbuh dan berbuah. Jangan lupa pindahkan ke tempat yang ada cahaya matahari untuk membantu pertumbuhannya.

    Selada

    Selada adalah sayuran berakar dangkal yang bisa tumbuh cepat sehingga tidak perlu wadah atau pot yang dalam. Cukup pot biasa, isi dengan tanah lembab, masukkan benih dan tekan perlahan ke tanah, kemudian siram. Jangan lupa potong daun luarnya dan biarkan bagian tengah tanaman terus tumbuh.

    Tomat

    Kamu bisa tanam biji tomat di dalam wadah. Setelah bibit tumbuh mencapai ketinggian 10 cm kamu bisa pindahkan ke pot. Letakkan tomat di dekat jendela atau area yang terkena sinar matahari langsung untuk memaksimalkan pertumbuhan.

    Seledri

    Kamu bisa membeli pangkal seledri di toko. Kemudian, simpan pangkal seledri di wadah berisi air. Letakkan di area yang terang tetapi hindari terkena sinar matahari langsung. Jaga seledri tetap lembab dan seledri akan tumbuh daun-daun baru.

    Kentang

    Kentang ternyata bisa ditanam dan mudah tumbuh dalam pot. Perawatannya cukup mudah karena hanya perlu sinar matahari penuh, sehingga bisa letakkan kentang di jendela yang terkena sinar matahari.

    Itu dia deretan tumbuhan sayur yang bisa kamu tanam di dalam rumah. Tertarik untuk mencoba?

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dibuang! Ini 5 Cara Cerdas Manfaatkan Handuk Bekas di Rumah



    Jakarta

    Handuk menjadi salah satu tempat berkembang biak bakteri karena sering digunakan. Oleh karena itu, kebersihan handuk harus tetap dijaga.

    Menurut Wakil Direktur Pusat Kebersihan dan Kesehatan Universitas Simmons, Elizabeth Scott, seperti yang dikutip oleh BBC, pada Senin (14/04/2025), ia menyarankan mencuci handuk setiap seminggu sekali.

    Namun, jika handuk sudah terasa kasar, warnanya usang, dan tidak lagi nyaman dipakai, kamu bisa mengganti dengan handuk baru untuk kenyamanan. Lalu, bagaimana dengan handuk yang sudah tidak terpakai?


    Melansir dari situs The Spruce, pada Senin (14/04/2025), handuk yang sudah tidak terpakai bisa kamu manfaatkan sebagai benda-benda berikut ini.

    Menjadi Lap

    Banyak orang memotong handuk menjadi potongan kecil untuk dijadikan lap, seperti lap dapur dan sebagainya. Handuk bisa menyerap noda atau cairan akibat tumpahan sehingga cocok dijadikan lap.

    Sebagai Kepala Pel

    Kamu juga bisa memanfaatkan handuk untuk mengepel. Jika kamu punya gagang pel, kamu bisa potong handuk menjadi seukuran kepala pel lalu ikat sehingga kain handuk menempel dengan kepala pel.

    Penghambat Udara Dingin

    Ketika sedang hujan dan udara dingin, kamu bisa meletakkan handuk yang tidak terpakai ke bagian bawah pintu. Dengan begitu, angin, air, dan udara dingin tidak bisa masuk ke dalam ruangan.

    Handuk Hewan Peliharaan

    Handuk yang sudah tidak terpakai bisa kamu gunakan untuk hewan peliharaan. Bisa jadi kain buat pengering bulu hewan, hingga menjadi pelapis kandang atau wadah di bawah kandang untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi hewan.

    Itu dia beberapa tips memanfaatkan handuk tidak terpakai. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Jaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis



    Jakarta

    Gaya hidup minimalis bisa diterapkan mulai dari mengatur barang-barang di dalam rumah. Konsep ini mengajarkan penganutnya sadar akan barang yang dimilikinya dan tidak menumpuk barang yang bikin rumah berantakan.

    Seorang minimalis biasanya menyimpan barang yang benar-benar penting dan terpakai. Jumlah barang yang dimiliki pun tidak berlebihan, sehingga rumahnya lebih mudah dijaga kerapiannya.

    Lalu, bagaimana cara menjaga rumah selalu rapi ala orang minimalis? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Menjaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis

    Inilah cara menjaga kerapian rumah dengan menerapkan gaya hidup minimalis, dikutip dari The Spruce.

    1. Sering Sortir Barang

    Founder The Simple Life Rachel Whiteaker mengatakan seorang minimalis tidak menumpuk barang-barang. Mereka sering menyortir barang-barang yang tidak terpakai setiap hari atau setiap minggu.

    “It doesn’t have to be a huge production or time block. A little each day keeps the clutter away,” kata Whiteaker dikutip dari The Spruce, Senin (14/4/2025).

    2. Hanya Simpan Barang yang Digunakan

    Penganut gaya hidup minimalis tidak menyimpan barang yang tidak mereka pedulikan. Lalu, mereka juga tak akan menyimpan barang yang tak akan digunakan.

    “Selalu tanyakan pada diri sendiri: Apakah Anda menyukainya, apakah Anda membutuhkannya? Jika tidak, jangan membelinya atau jangan menyimpannya,” katanya.

    3. Terapkan Sistem Satu Masuk, Satu Keluar

    Pemilik Designing with Less Michelle Parravani mengatakan banyak orang tak asing dengan sistem ‘one in, one out’ atau ‘satu masuk, satu keluar’. Seseorang yang menerapkan sistem ini akan mengeluarkan satu barang lama yang jarang dipakai setiap membeli satu barang baru.

    “Jika Anda dapat melakukan ini, Anda dapat mengkurasi barang-barang yang lebih Anda hargai dan sukai,” katanya.

    4. Sering Rapikan Barang

    Parravani menyebut seorang minimalis tidak membiarkan pekerjaan rumah menumpuk. Sebaiknya mencicil pekerjaan rumah yang mudah setiap hari. Ia menyarankan untuk segera membereskan rumah dalam waktu lima menit saja.

    Selain itu, Founder Shira Gill Home dan penulis buku Minimalista menyarankan untuk merapikan rumah selama lima menit saja setiap hari sebelum tidur.

    “Bersihkan meja dan permukaan, simpan barang-barang yang sudah digunakan, dan atur ulang tempat Anda, sehingga dapat bangun dengan rumah yang tenang dan rapi keesokan harinya,” katanya.

    5. Sembunyikan Barang

    Menurut Gill seorang minimalis punya kebiasaan menyembunyikan barang-barang daripada memajangnya. Artinya ada tempat penyimpanan untuk berbagai jenis barang.

    Misalnya, menyimpan kotak tinta printer atau kabel charger ponsel di dalam lemari tertutup atau keranjang, sehingga barang-barang ini tidak menambah kekacauan visual di rumah. Pastikan untuk memberi label pada kotak penyimpanan agar tidak melupakan barang apa yang dimiliki di rumah.

    Itulah cara merapikan rumah ala orang minimalis. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Injak Kecoak di Rumah! Begini Cara Basminya


    Jakarta

    Banyak penghuni rumah ingin membasmi kecoak. Keberadaannya dianggap mengganggu dan dapat menularkan berbagai penyakit.

    Terkadang penghuni rumah menginjak kecoak yang ada di rumah sebagai salah satu cara untuk membasminya. Padahal masih ada cara lain yang bisa dilakukan selain menginjaknya.

    Menginjak kecoak juga tidak disarankan karena justru bisa terjadi transmisi penyakit. Melansir dari Indian Express, Deepak Sharma yang bekerja di India Pest Control Company menuturkan bahwa kecoak membawa berbagai macam patogen, termasuk bakteri E. coli dan Salmonella. Menginjak kecoak justru bisa melepaskan patogen-patogen tersebut dan meningkatkan risiko kontaminasi.


    Selain itu, jika penghuni rumah menginjak kecoak justru bisa menarik serangga lainnya. Hal itu karena sisa-sisa kecoak yang diinjak bisa menjadi makanan bagi serangga lain, seperti semut, yang berpotensi menimbulkan kerumunan baru.

    Menginjak kecoak juga bisa menimbulkan bau tak sedap dan berantakan sehingga harus cepat-cepat dibersihkan.

    Cara Basmi Kecoak

    Menurut Sharma, kecoak menyukai tempat yang gelap, lembap, hangat, dan memiliki pasokan makanan. Maka dari itu, perlu memeriksa beberapa tempat seperti di belakang kulkas, di bawah wastafel, atau di sudut-sudut lainnya.

    Untuk membasminya, penghuni rumah melakukannya tanpa menggunakan semprotan serangga. Dilansir dari Homes and Gardens dan The Spruce, berikut ini informasinya.

    1. Buang Sampah ke Luar

    Cara terbaik memberantas kecoak adalah tidak membiarkan sampah menumpuk di dalam rumah. Penghuni rumah bisa rutin membuangnya ke tempat sampah di luar rumah, terutama sisa-sisa makanan.

    2. Rutin Membersihkan Area Rumah

    Kecoak menyukai area yang lembap dan tersedia sumber makanan. Mereka sering kali ditemui di dapur, kamar mandi, hingga loteng. Serangga ini juga kerap bersembunyi di area sempit dan sulit dijangkau, misal kolong kulkas.

    Area yang berpotensi menjadi sarang kecoa jangan sampai lupa dibersihkan setiap hari. Oleh karena itu, penghuni wajib memastikan seluruh area rumah dibersihkan tanpa kecuali hingga di pojok yang paling tersembunyi.

    3. Letakkan Ampas Kopi

    Usai membuat kopi di pagi hari, sebaiknya jangan buang ampasnya. Ampas kopi dapat dijadikan bahan untuk membasmi kecoak di rumah. Kecoak tertarik dengan aroma kopi dan ini bisa menjadi perangkap.

    Penghuni rumah hanya perlu memasukkan ampas kopi ke dalam wadah atau stoples berisi air, lalu letakkan di tempat yang jadi sarang kecoa. Aroma bahan ini akan menarik hama tersebut masuk dan terperangkap. Setelahnya barulah kamu bisa membuang isi di dalam perangkap itu.

    4. Semprotkan Air Lemon

    Lemon memiliki sifat antipatogen alami untuk mengusir kecoak dan mencegahnya kembali. Untuk membuatnya, penghuni rumah bisa mencampurkan perasan lemon dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan larutan tersebut ke area yang sering didatangi kecoak.

    5. Gunakan Bawang Putih

    Bawang putih memiliki aroma menyengat yang bisa digunakan untuk mengusir kecoak. Penghuni rumah dapat menghancurkan beberapa siung bawang dan sebarkan di area rumah yang jadi sarang kecoak. Nantinya serangga itu enggan kembali lantaran bau yang tajam.

    6. Semprotkan Air Sabun

    Sabun cuci piring di rumah berguna untuk memberantas hama kecoak dengan membuatnya mati lemas. Penghuni rumah dapat mencampurkan sabun dan air lalu kocok dan semprotkan ke tempat yang terlihat ada kecoak.

    Perlu diketahui, efek cara membasmi kecoa tanpa semprotan serangga ini tidak bertahan lama. Detikers harus mengulanginya agar kecoak benar-benar tidak datang lagi ke rumah. Contohnya, memastikan rumah selalu bersih dan rapi setiap hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Kloset Berisik Usai di Siram, Bisa Jadi Tanda Rusak


    Jakarta

    Kloset duduk memiliki tombol flush yang dapat mengeluarkan air dan mendorong kotoran secara otomatis. Saat tombol ditekan, air akan tertarik dan muncul suara seperti tersedot.

    Mungkin bagian orang yang tidak memiliki kloset duduk akan terkejut mendengar suara itu, tetapi untuk sebagian yang lain tidak menghiraukannya. Di balik suara berisik itu, ternyata itu sebuah pertanda mengenai sistem pembuangan pada kloset lho.

    Dilansir The Spruce, suara berisik setelah tombol flush ditekan bisa mengindikasi adanya penumpukan kotoran dan penyumbatan pada pipa. Selain itu, suara tersebut juga memberikan tanda ada komponen pada sistem pembuangan kloset yang bermasalah.


    Setiap jenis suara bisa menandakan masalah yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.

    1. Suara Mendesis Seperti Tersedot

    Suara air seperti tersedot atau masuk ke dalam pipa terdengar seperti mendesis. Ternyata ini bukan hanya karena isi ulang air dalam pipa kloset, melainkan bisa jadi ada segel yang rusak pada katup pengisi kloset.

    Suara air kloset mengisi ulang biasanya hanya hitungan detik, tetapi jika suaranya sampai 1-3 menit berarti itu ada kerusakan pada segel. Penyebab segel tersebut rusak bisa karena korosi atau karatan. Cara mengatasinya tidak lain adalah dengan menggantinya dengan yang baru.

    2. Suara Berdecit

    Terdapat 2 tipe suara yang muncul jika segel katup pengisi air kloset rusak yakni berdecit atau lebih halus lagi seperti suara siulan. Suara ini hanya terdengar sebentar hingga air dapat memenuhi kloset lagi. Jika kamu menemukan suara berdecit setelah menekan tombol flush segera bersihkan atau ganti segel katup pengisi air agar tidak menyebabkan kerusakan parah.

    3. Suara Menyiram Tiba-tiba

    Kamu pasti tahu suara ketika flush ditekan dan air menyusut. Suaranya agak keras. Apabila kamu mendengar suara tersebut bahkan saat kloset sudah tidak digunakan, jangan berfikir itu ulah hantu.

    Bisa jadi itu dikarenakan tabung isi ulang tidak terpasang dengan benar atau katup penutup toilet yang rusak. Panggil ahli pemeriksa kloset untuk memperbaiki hal ini.

    4. Suara Gelembung

    Jika kamu mendengar ada suara gelembung atau gemericik dari kloset bisa jadi itu karena pipa pembuangannya tersumbat sebagian, ada tabung isi ulang yang agak kendor, atau ada lubang yang tersumbat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bagian Luar Rumah yang Sebaiknya Nggak Dicat


    Jakarta

    Mengecat bagian luar rumah bisa meningkatkan keindahan hunian. Namun, ada beberapa fitur eksterior yang sebaiknya nggak dicat.

    Kenapa? Karena bisa menyebabkan potensi kelembapan hingga gagal fungsi utilitas, misalnya seperti AC, antena TV, hingga jalur listrik.

    Selain itu, masih bagian luar rumah lainnya yang sebaiknya tidak dicat. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Permukaan Logam

    Mengecat permukaan logam tidak disarankan karena bisa mengelupas dengan cepat serta mengganggu ketahanan korosi. Jika penghuni rumah ingin mengecat permukaan logam, sebaiknya beri perhatian khusus untuk mempersiapkannya dengan benar.

    “Bahan-bahan tertentu seperti baja atau aluminium perlu dipersiapkan dengan benar karena rentan terhadap karat atau cat mengelupas,” kata pendiri Ranch Roofing, Robert O’Sullivan, dikutip dari The Spruce, Kamis (17/4/2025).

    Permukaan Beton

    Sebaiknya penghuni rumah tidak mengecat permukaan beton. Hal itu bisa menyebabkan cairan mengendap di dalam beton yang bisa membuat kerusakan struktur. Beton biasanya memang tahan lama dan tidak perlu dicat.

    Batu Bata

    Mengecat batu bata bisa membuat rumah tampak menarik. namun, sebaiknya hal itu tidak dilakukan.

    Mengecat batu bata bisa menghalangi kemampuan ‘bernapas’ batu bata yang berujung memerangkap kelembapan di dalam bata. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan batu bata dan struktural.

    Umumnya, bahan-bahan alami bisa tahan lama tanpa perlu dicat. Penghuni rumah cukup melakukan pembersihan yang baik saja.

    Itulah beberapa bagian luar rumah yang sebaiknya tidak dicat.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Barang Ini Sebaiknya Tak Ada di Kamar, Bisa Ganggu Ketenangan


    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang cukup private. Ruangan ini didesain sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Meskipun tidak ada aturan mengenai apa yang harus ada di kamar, tetapi ada beberapa barang yang sebaiknya tidak berada di dalam kamar.

    Dilansir The Spruce, beberapa barang dinilai tidak cocok berada di kamar karena dapat mempengaruhi suasana di dalamnya. Menurut Laura W Jenkins, sebaiknya menyimpan benda-benda yang bisa membuatmu rileks di kamar tidur, seperti buku dan foto keluarga.

    Lantas, barang apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari kamar? Berikut daftarnya.


    1. Barang Elektronik

    Menurut desainer interior Laura W Jenkins di kamar tidur seharusnya tidak ada barang elektronik yang dapat mendistraksi seperti hal-hal yang berbau hiburan. Sebab, menurutnya kamar tidur adalah ruangan untuk penghuninya istirahat.

    Barang elektronik seperti kipas angin, AC, atau alat kebersihan adalah pengecualian karena barang-barang tersebut dapat membuat penghuninya lebih nyaman ketika tidur.

    Selain barang elektronik seperti TV, laptop, konsol game, atau speaker dikeluarkan, ia juga menyarankan untuk menggunakan warna cat yang menenangkan seperti warna bumi atau earth tone.

    2. Baju Tak Terpakai dan Peralatan Gym

    Mengurangi barang-barang tak terpakai adalah keharusan yang perlu diterapkan pada semua ruangan. Desainer Jean Parker mengatakan apabila di kamar banyak baju tidak terpakai atau sudah tidak muat, sebaiknya segera dikeluarkan untuk didaur ulang, dijual, atau diberikan kepada orang lain.

    Ruang yang sedikit barang tidak akan mengganggu pergerakan dan pandangan. Dengan begitu penghuninya bisa mendapatkan ruang lebih untuk mengisi kembali energi yang habis setelah seharian di luar rumah.

    Lalu, ia menyarankan agar di dalam kamar tidak ada barang besar dan berbahaya di dalam kamar, seperti peralatan gym. Sebab, peralatan tersebut berbahaya, ketika tersandung atau terjadi gempa bumi.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip dari The Spruce.

    3. Peralatan Kantor

    Setelah pandemi, banyak orang yang menggunakan kamar tidurnya sebagai ruang kerja. Alhasil kamu bisa seharian berada di ruangan tersebut. Apabila kamu tidak memiliki ruang lain untuk dijadikan ruang kantor, Desainer Amity Worrel meminta agar menggunakan meja yang kecil dan santai sebagai meja kerjamu di rumah. Dengan begitu itu tidak akan mengingatkanmu akan pekerjaan.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    4. Jangan Terlalu Banyak Rak Terbuka

    Memiliki banyak ruang penyimpanan sebenarnya memudahkan penghuni untuk menyimpan barang dan ruangan pun terlihat lebih rapi. Namun, sebenarnya yang lebih baik lagi adalah mengurangi barang di kamar sehingga rak juga bisa berkurang.

    Selain itu, jangan terlalu banyak memakai rak terbuka karena bisa menjadi tempat untuk menumpuk barang dan sarang debu. Menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuat penghuninya tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Berbahaya! Barang-barang Ini Jangan Digantung di Dinding


    Jakarta

    Saat mengisi barang, kalian ingin memanfaatkan setiap sudut rumah agar tidak terlihat kosong. Beberapa barang akhirnya tidak hanya diletakkan di lantai, melainkan ada yang digantung di dinding.

    Penghuni rumah merasa barang tersebut ringan, mudah terlihat, dan indah apabila diletakkan di dinding daripada di area lain. Namun, tidak menyadari bahwa menggantung barang di dinding berbahaya dan dapat merusak rumah.

    Beberapa pemilik properti sewa atau pengurus asrama, ada yang membuat aturan untuk tidak membuat lubang atau menempel sesuatu pada dinding. Hal tersebut karena pemiliknya sadar bahwa lebih baik melarang daripada harus menanggung rugi.


    Dilansir The Spruce, berikut beberapa benda yang tak boleh digantung di dinding.

    1. Bingkai Kayu dan Logam

    Bingkai foto lebih terlihat indah dan mudah terlihat saat diletakkan di dinding. Namun, sebelum menggantung, sebaiknya hindari memakai bingkai dari kayu atau logam. Sebab, kedua bahan tersebut cukup keras. Apabila terjadi getaran hebat dikhawatirkan menimpa penghuni rumah.

    2. Cermin

    Cermin adalah benda yang dapat membantu seseorang melihat penampilannya. Biasanya cermin diletakkan di tempat yang tinggi agar penggunanya tidak perlu membungkuk ketika ingin melihat kaca.

    Para ahli menyarankan agar cermin sebaiknya tidak digantung di dinding karena bobotnya yang berat dapat berbahaya saat jatuh. Apalagi cermin terbuat dari kaca, jika menimpa seseorang akan fatal akibatnya.

    3. Barang Antik dan Berharga

    Beberapa barang yang menurut seseorang berharga baik karena kenangan, harga, atau sejarah di baliknya biasanya tidak akan digunakan sebagaimana mestinya. Pemiliknya akan memajang benda tersebut dan dinikmati visualnya. Beberapa orang pun memilih memajangkan di dinding karena dapat terlihat jelas dan tidak tertutup.

    Barang antik berbobot berat tidak cocok dengan cara ini. Paku, perekat, atau tali tidak dapat menahan beratnya selamanya. Lebih baik menyimpan benda tersebut di lemari yang tertutup agar lebih aman.

    Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak digantung di dinding.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com