Tag: the spruce

  • Hati-hati! Ini 6 Benda di Dapur yang Paling Kotor dan Banyak Kuman


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di rumah yang paling mudah kotor. Setelah memasak, biasanya dapur akan dipenuhi oleh sisa makanan, noda minyak, dan bumbu yang bertebaran.

    Selain mengotori lantai dan meja, kotoran juga bisa menempel pada sejumlah benda lain di dapur. Bahkan, benda tersebut sering dipegang oleh tangan manusia hampir setiap hari.

    Penasaran, apa saja benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Ini Benda di Dapur yang Paling Kotor

    Salah satu alasan mengapa perlu membersihkan dapur karena banyak benda kotor yang sering tidak disadari penghuni rumah. Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di dapur yang dinilai paling kotor:

    1. Gagang Pintu Kulkas

    Gagang pintu kulkas bisa menjadi benda paling kotor di dapur karena sering bersentuhan dengan tangan. Mungkin kamu tidak sadar membuka pintu kulkas saat tangan masih kotor, sehingga ada sisa noda minyak atau bumbu masak yang menempel selama berbulan-bulan.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin membersihkan gagang pintu kulkas. Kamu bisa menggunakan tisu disinfektan atau cairan pembersih disinfektan semprot untuk membasmi kuman. Bersihkan gagang pintu kulkas secara perlahan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    2. Kitchen Sink

    Kitchen sink atau bak cuci piring juga menjadi tempat paling kotor di dapur. Meski selalu dialiri oleh air, tapi ada banyak bakteri yang menempel di kitchen sink, terutama di dekat saluran air.

    Selain itu, area paling kotor di kitchen sink juga terletak pada gagang keran air. Untuk mencegah kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh, selalu bersihkan kitchen sink setidaknya satu kali sehari dengan menggunakan cairan pembersih disinfektan.

    3. Spons

    Spons yang digunakan secara terus-menerus akan cepat rusak dan kurang efektif untuk mengangkat noda di piring dan alat masak. Selain itu, ada banyak bakteri yang menempel pada spons sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin mengganti spons setiap dua minggu sekali atau ketika spons sudah berubah warna menjadi hitam.

    4. Kulkas

    Selain gagang pintu kulkas, bagian dalam lemari es juga mengandung banyak bakteri yang tidak disadari penghuni rumah. Meski suhu kulkas sudah cukup dingin, tapi ternyata masih ada beberapa bakteri berbahaya yang dapat tumbuh.

    Sebagai contoh, saat menyimpan daging mentah di lemari es pastikan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Jika wadah yang digunakan bocor, maka cairan dari daging mentah bisa menumpuk di laci kulkas, sehingga jadi kotor dan tumbuh bakteri jahat.

    Agar kulkas tetap bersih, pastikan kamu rutin mencuci laci atau rak kulkas setiap bulan. Bersihkan bagian rak kulkas yang kotor menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Lalu, keringkan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    5. Talenan Kayu

    Talenan kayu menjadi salah satu benda di dapur yang paling kotor dan mengandung banyak bakteri. Celah-celah pada talenan kayu menjadi tempat yang cocok bagi kuman untuk berkembang biak.

    Disarankan untuk memiliki dua talenan kayu dengan fungsi berbeda, satu talenan khusus memotong buah dan sayur, sedangkan satunya lagi untuk daging. Langkah ini dapat mengurangi kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi.

    Pastikan kamu mencuci talenan dengan sabun setelah digunakan, lalu bilas dengan air hangat sampai bersih. Jangan lupa untuk mengeringkan talenan kayu dengan tisu dapur atau kain bersih.

    6. Blender

    Satu lagi benda di dapur yang mengandung banyak kotoran dan kuman, yaitu blender. Meski selalu dibersihkan usai dipakai, tapi mungkin masih ada sisa-sisa bumbu yang tidak dibersihkan sehingga terus menempel di blender.

    Maka dari itu, pastikan kamu membersihkan blender setiap seminggu sekali untuk memastikan tidak ada kotoran yang menempel. Bersihkan blender dengan sabun yang mengandung disinfektan agar dapat membasmi kuman dan bakteri secara optimal.

    Itulah enam benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Mengecat Dinding di Musim Hujan Bikin Hasilnya Jelek?


    Jakarta

    Salah satu kunci agar hasil cat dinding bagus adalah menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering. Menimpa lapisan cat yang belum benar-benar kering justru merusak lapisan barunya karena cat akan sulit menempel.

    Salah satu faktor cat dapat mengering adalah formula dari cat tersebut, panas, dan sirkulasi udara di sekitarnya. Lantas, apabila mengecat di musim hujan yang lembap, apakah akan lebih sulit dan berpengaruh ke kualitas hasilnya?

    Menurut manajer konstruksi di ASAP Restoration LLC, Brandon Walker, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan pengeringan jauh lebih lama. Hal ini dapat memengaruhi kualitas cat, seperti cat yang diaplikasikan lebih tebal dapat menyebar atau ‘mengalir’ ke area lain karena tidak menempel.


    “Kelembapan tinggi juga dapat menyebabkan hasil akhir yang tidak merata. Jika beberapa bagian dikerjakan pada waktu yang berbeda dalam satu hari, dapat memengaruhi kualitas hasil akhir,” katanya seperti yang dikutip pada Selasa (9/9/2025).

    Ia mengatakan hasil akhir yang kurang memuaskan seperti itu bisa diperbaiki, tetapi setelah lapisan pertama benar-benar kering.

    Mengecat asal-asalan di saat musim hujan yang benar-benar lembap juga memberikan celah pertumbuhan jamur. Bentuk jamur yang sering ditemui pada dinding seperti noda berwarna yang bentuknya abstrak. Apabila disentuh, biasanya tidak memiliki tekstur, masih sama seperti dinding pada umumnya. Lama kelamaan juga akan muncul jalur air pada dinding.

    Pertimbangan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat mengecat rumah di musim hujan.

    1. Kelembapan

    Pertama-tama adalah mengukur kelembapan udara apakah memungkinkan untuk mengecat. Sebab, udara lembap dapat membuat cat kering lebih lama dibandingkan saat cuaca cerah. Pemilik rumah dan tukang juga harus sabar menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering.

    2. Kondisi Permukaan

    Hampir semua masalah pada dinding disebabkan oleh garam alkali. Kemunculannya biasanya dikarenakan kondisi dinding yang lembap. Cara mengatasinya bukan dengan mengecat ulang, melainkan memperbaiki hingga ke bagian acian.

    Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Cara mengatasinya adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

    3. Suhu

    Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

    Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Soda Kue Bisa Atasi Masalah Saluran Air Tersumbat, Begini Caranya


    Jakarta

    Saluran air di wastafel, kamar mandi, atau kitchen sink bisa saja tersumbat. Kondisi ini terjadi karena ada sisa makanan, rambut, atau minyak yang menyumbat saluran pembuangan sehingga air tidak bisa keluar dengan lancar.

    Untuk mengatasi saluran air tersumbat, kamu bisa menggunakan cairan pembersih berbahan kimia. Namun, cairan ini terkadang bisa merusak material pipa karena mengandung bahan kimia keras.

    Sebagai solusinya, kamu bisa menggunakan bahan alami yang ada di dapur, salah satunya soda kue. Sebab, kandungan zat di soda kue dinilai efektif untuk mengatasi masalah di saluran air.


    Namun tidak cukup dengan soda kue saja, ada sejumlah bahan lain yang digunakan untuk mengatasi saluran air tersumbat. Biar nggak penasaran, simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Atasi Saluran Air Tersumbat dengan Soda Kue

    Dilansir situs The Spruce, kamu dapat mengatasi saluran air tersumbat dengan soda kue. Sebab, suda kue dapat melarutkan endapan mineral dan bahan organik seperti lemak, rambut, dan sisa makanan.

    Agar tidak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siapkan Bahan

    Selain soda kue, kamu juga perlu menyiapkan sejumlah bahan lainnya seperti air panas, sabun cuci piring, dan cuka putih. Siapkan juga alat seperti corong minyak agar lebih mudah menuangkan soda kue ke dalam saluran air.

    2. Tuang Sabun Cuci Piring

    Tuang sabun cuci piring secukupnya ke dalam saluran air. Sebaiknya gunakan sabun cuci piring yang bersifat anti lemak agar efektif mengatasi saluran air yang mampet.

    3. Tuang Air Panas

    Tuang air panas secara perlahan ke dalam saluran air yang sebelumnya sudah diisi sabun cuci piring. Kombinasi air panas dan sabun dapat membantu melarutkan sumbatan di saluran air.

    4. Masukkan Soda Kue

    Langkah selanjutnya adalah memasukkan sekitar 1/2 botol soda kue ke dalam saluran air. Kamu dapat menggunakan corong minyak untuk menuangkan soda kue jika saluran air terlalu kecil.

    5. Tuang Cuka Putih

    Setelah itu, tuang cuka putih ke dalam saluran air secara perlahan. Jangan kaget jika mendengar suara mendesis dari dalam saluran air. Hal itu wajar terjadi karena saat kedua bahan dicampur akan saling bereaksi satu sama lain.

    6. Siram dengan Air Panas Kembali

    Apabila suara mendesis dari dalam saluran air mulai hilang, itu tandanya reaksi antara cuka putih dan soda kue sudah selesai.

    Kini, detikers perlu menuangkan kembali 2 gelas air panas ke dalam saluran air secara perlahan. Jika air dapat mengalir dengan lancar, itu tandanya saluran air sudah tidak tersumbat lagi.

    Kapan Harus Membersihkan Saluran Air di Rumah?

    Dianjurkan untuk membersihkan saluran air setiap seminggu sekali dengan air mendidih yang dicampur dengan sabun cuci piring. Kalau saluran air sudah mulai tersumbat, ikuti langkah-langkah di atas agar air kembali mengalir dengan lancar.

    Apabila saluran air masih mampet walau sudah menggunakan soda kue, cobalah tambahkan sekitar 1/2 cangkir garam ke dalam saluran air. Diamkan selama semalaman agar garam dan soda kue dapat bereaksi.

    Setelah itu, siram saluran air dengan dua gelas air panas secara perlahan. Kemudian cek kembali saluran air apakah masih tersumbat atau sudah lancar. Kalau metode ini masih belum berhasil, segera panggil teknisi untuk mengatasi masalah saluran air yang mampet.

    Itulah cara mengatasi saluran air tersumbat dengan menggunakan soda kue. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ajaib! 4 Bahan Dapur Ini Bisa Hilangkan Noda di Pakaian


    Jakarta

    Saus sambal atau kecap manis yang tumpah ke baju dan celana rasanya bikin kesal. Terutama jika pakaian tersebut berwarna putih, tentu sangat terlihat jelas bekas noda yang menempel.

    Noda yang menempel di baju sebenarnya bisa dibersihkan menggunakan detergen. Namun, cara ini belum tentu efektif karena ada beberapa noda membandel yang sulit dihilangkan.

    Daripada kamu harus membeli baju baru, cobalah membersihkan noda di pakaian dengan sejumlah bahan dapur yang mudah didapat. Penasaran apa saja bahan tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Dapur Ini Bisa Atasi Noda di Baju

    Sejumlah pakar membagikan tips membersihkan noda di baju dengan menggunakan bahan dapur saja. Dilansir situs The Spruce, berikut bahan-bahannya:

    1. Cuka

    Bahan dapur yang pertama ada cuka putih. Kandungan asam asetat pada cuka disebut efektif untuk menghilangkan noda membandel di pakaian.

    Cara pakainya juga mudah, campur cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, lalu aduk hingga merata. Setelah itu, oleskan cairan cuka pada noda di pakaian, lalu tunggu selama 10-15 menit, dan bilas dengan air bersih.

    2. Air Jeruk

    Selain cuka, kamu juga bisa menggunakan air jeruk untuk membasmi noda membandel di baju. Selain noda saus dan kecap, air jeruk juga bisa mengatasi noda keringat yang menempel di kerah baju.

    Cara pakainya cukup dengan mengoleskan air jeruk ke noda di pakaian, lalu jemur di bawah sinar matahari selama 30 menit. Jika sudah, bilas noda dengan air bersih.

    Air jeruk tak hanya efektif untuk mengatasi noda, tapi juga membantu menyegarkan pakaian. Kamu bisa menambahkan perasan air jeruk ke dalam mesin cuci agar baju terasa lebih wangi.

    “Air jeruk memang efektif mengatasi noda, tapi hindari penggunaannya pada kain halus atau berwarna karena dapat membuat warna jadi pudar,” kata pakar kebersihan Alicia Sokolowski.

    3. Soda Kue

    Tak hanya efektif mengatasi noda membandel di pakaian, soda kue juga dapat mencerahkan pakaian dan seprai putih, melembutkan kain handuk, dan menghilangkan bau pada pakaian. Soda kue dinilai efektif untuk menyerap cairan dan menetralkan zat asam.

    Agar efektif membasmi noda, para ahli menyarankan untuk membuat pasta dengan mencampur soda kue dan air dengan perbandingan 2:1. Lalu, oleskan pasta soda kue pada noda dan diamkan selama 10-30 menit. Jika sudah, bilas dengan air bersih.

    4. Garam

    Garam juga bisa dipakai untuk mengatasi noda, asalkan noda tersebut baru saja tumpah dan mengenai pakaian. Alicia menyarankan untuk segera menaburkan garam pada noda di baju untuk membantu menyerap cairan.

    Diamkan sekitar 5 menit agar garam bereaksi. Setelah itu, bersihkan garam dengan air dingin dan cuci baju tersebut segera mungkin sebelum noda sulit dihilangkan.

    Itulah empat bahan dapur yang ampuh mengatasi noda kotor di baju. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Hilangkan Bau Cat Dinding Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Bau cat dinding bisa menyebabkan mual dan pusing. Bau ini biasanya tidak akan hilang dalam hitungan jam, melainkan bisa sampai berhari-hari.

    Dilansir laman House Beautiful, bau cat yang menyengat itu merupakan hasil dari aktivitas VOC (volatile organic compounds), yakni bahan kimia yang menguap dari cat ke udara. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap. Semakin rendah persentase VOC, semakin kecil kemungkinan cat mengeluarkan bau menyengat.

    Kenapa VOC harus terbuang ke udara? Selain karena massanya yang ringan, fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan membantu dinding lebih cepat kering.


    Peran VOC memang baik untuk kualitas cat, tetapi jika dilihat dari sisi kesehatan, menurut Healthline, ada efek jangka pendek dari mencium bau cat, yakni pusing, sesak napas, merasakan perih pada mata, hidung, dan tenggorokan, hingga mual. Sementara, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, dan ginjal. Dampak tersebut tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.

    Kontraktor Wildan menyarankan, ruangan atau bangunan yang baru saja selesai dicat sebaiknya tidak ditempati dan digunakan sementara waktu, sekitar 3-7 hari. Hal ini untuk menghindari terpapar efek samping dari senyawa tersebut.

    Apabila ingin menyamarkan bau tersebut atau menghilangkannya setelah 7 hari, coba samarkan dengan aroma-aroma alami. Dilansir The Spruce berikut bahan alami yang dapat menyamarkan bau cat dinding.

    1. Baking Soda

    Baking soda atau soda kue ampuh untuk menyerap bau-bau tak sedap atau kelembapan. Cara menggunakannya adalah menuangkan bubuk soda kue ke dalam wadah dengan dinding pinggiran yang dangkal. Tuang ke dalam beberapa wadah lainnnya sesuai dengan luas dinding yang dicat.

    Letakkan di ruangan yang baru dicat dan diamkan selama semalaman. Setelah itu, langsung buat baking soda ke dalam tempat yang aman dan bersihkan ruangan.

    2. Bawang Bombai

    Bawang bombai terkenal sebagai bahan makanan yang sering membuat mata berair ketika dipotong. Manfaat bawang bombai ternyata cukup banyak, salah satunya adalah dapat menyerap senyawa VOC.

    Caranya cukup mengiris dua bawang bombai ukuran sedang dan letakkan potongan tersebut di piring kecil sekali pakai. Sebab, khawatir senyawa tersebut menempel pada piring. Letakkan di ruangan atau di dekat dinding yang baru dicat dan diamkan semalaman. Setelah itu, buang bawang bombai dan piring tersebut.

    3. Air Berisi Perasan Lemon

    Cara mudah lainnya untuk menghilangkan bau cat adalah siapkan air yang di dalamnya terdapat potongan tipis lemon. Air akan menyerap VOC dengan sendirinya. Sementara potongan lemon akan memberikan aroma yang segar pada ruangan. Diamkan air dan lemon tersebut selama 24 jam.

    4. Bubuk Kopi Kering

    Pecinta kopi, coba cek stok di rumah masih ada nggak? Bubut kopi kering ternyata bisa lho digunakan untuk menyerap bau tak sedap dari cat dinding. Bubuk tersebut harus langsung dibuang setelah didiamkan untuk menyerap VOC karena tidak layak konsumsi.

    5. Cuka Putih

    Cuka putih merupakan bahan yang jitu sebagai penetral bau. Cuka rumah tangga (10%) memiliki konsentrasi asam asetat yang lebih tinggi daripada cuka masak (5%) dan lebih ampuh dalam mengatasi bau. Untuk dapat menyerap bau, letakkan cuka putih ke dalam mangkuk dan diamkan semalaman.

    6. Pakai Minyak Esensial

    Minyak esensial dengan wangi vanila dan peppermint bisa menyamarkan bau cat. Caranya dengan meneteskan 1-2 tetes minyak esensial pada mesin khusus atau letakkan di mangkuk atau piring kecil yang tersebar di seluruh ruangan. Cairan tersebut harus diganti setiap hari.

    itulah beberapa bahan alami yang bisa dipakai untuk menghilangkan bau menyengat cat dinding, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Bikin Kasur Tetap Empuk dan Nyaman Bertahun-Tahun


    Jakarta

    Semua pengguna kasur berharap kasur yang digunakan selalu empuk. Kasur yang empuk memberikan rasa nyaman ketika berbaring, duduk, atau berdiri di atasnya.

    Kasur yang berkurang massanya pasti tidak dapat menahan beban terlalu berat. Rasanya ada bagian yang melesak ke dalam setiap menerima tekanan. Apabila bagian yang ambles ini berada di dada, lama kelamaan akan terasa sesak setiap bangun tidur. Apabila berada di kepada, rasanya seperti kepala tenggelam karena lebih rendah dari badan. Kondisi seperti ini dapat berpengaruh pada kondisi tulang, badan sakit setiap bangun, dan tidur jadi kurang nyenyak.

    Untuk membuat kasur panjang umur dan tetap empuk dalam waktu yang lama, dilansir The Spruce, ini yang harus dilakukan.


    1. Pakai Pelindung Kasur

    Pelindung kasur bukan hanya seprai, melainkan ada lapisan pelindungnya. Fungsinya mirip dengan perlak untuk menahan cairan dari minuman, makanan, keringat, atau kotoran hewan peliharaan yang dapat merusak bahan kasur. Pelindung ini sebaiknya dipasang di bawah seprai dan menutupi seluruh permukaannya.

    2. Rutin Dibersihkan

    Selain menjauhkan dari sumber kotoran, kasur juga harus sering dibersihkan. Meskipun tidak terkena noda basah, tetapi debu halus bisa saja menempel pada kasur, terutama pada saat mengganti pelindung dan seprai.

    Cara paling efektif untuk membersihkan kasur bukan dengan dicuci basah, melainkan dengan memakai mesin uap dan dibersihkan setiap enam bulan sekali.

    3. Kasur Tak Boleh Lembap

    Kasur dapat menyerap kelembapan tubuh. Untuk menjaga agar kasur tidak bau, pelindung kasur sebulan sekali harus dilepas dan dibersihkan. Biarkan kasur tanpa pelindung selama beberapa jam agar kelembapan berkurang.

    4. Pakai Kerangka yang Kokoh

    Kasur perlu didukung dengan kerangka yang kokoh. Hal ini untuk menjaga bentuk kasur agar tidak berubah dalam jangka waktu yang lama.

    5. Jangan Melompat di Atas Kasur

    Setiap pengguna bebas ingin melakukan apa pun di atas kasur, kecuali melompat seperti di trampolin. Melompat di atas kasur dapat membuat per di dalam kasur dan kerangka lainnya cepat rusak.

    Itulah cara menjaga kasur agar tetap empuk dan tahan lama, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Terluka, Begini Cara Aman Bersihkan Pecahan Kaca di Rumah


    Jakarta

    Benda yang terbuat dari kaca, seperti gelas, lampu maupun piring, rentan pecah. Ketika pecah, tentu penghuni rumah harus membersihkannya dengan hati-hati agar tidak terluka.

    Pecahan kaca terkadang sulit dibersihkan karena ukurannya yang kecil dan berserakan ke mana-mana. Hal ini bisa membuat penghuni rumah semakin kesulitan untuk membersihkannya.

    Namun jangan khawatir karena masih ada cara untuk membersihkan pecahan kaca dengan aman. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Bersihkan Ruangan dan Persiapkan Diri

    Sesegera mungkin ajak keluarga untuk meninggalkan area tempat adanya pecahan kaca. Pakai sepatu, pelindung mata, dan sarung tangan tebal sebelum memulai proses pembersihan kaca.

    2. Gunakan Cahaya yang Terang

    Untuk membantu penghuni rumah melihat setiap kilauan kaca, gunakan senter LED atau senter pada ponsel sehingga dapat mengarahkannya ke permukaan. Kaca akan berkilau dalam cahaya sehingga memudahkan penghuni rumah menemukan pecahan kaca yang berserakan.

    3. Ambil Pecahan Kaca yang Besar

    Gunakan sarung tangan untuk mengambil pecahan kaca yang besar. Jika tidak memiliki sarung tangan, gunakan penjepit untuk mengambil pecahan kaca.

    Jangan pernah menggunakan tangan kosong, hal ini dapat membahayakan diri. Kemudian, masukkan pecahan kaca ke dalam kantong kertas tebal atau kantong plastik tiga lapis untuk dibuang.

    Gunakan beberapa lapis kertas koran untuk membungkus kaca, hal ini mencegah luka yang tidak disengaja di tempat sampah.

    4. Sapu atau Bersihkan Kaca dengan Vacuum Cleaner

    Apabila pecahan kaca berserakan di karpet, gunakan sikat gosok berbulu kaku untuk mengangkat pecahan kaca ke permukaan kain sebelum disapu atau disedot pakai vacuum cleaner.

    Gunakan sapu berbulu kaku dan pengki untuk menyapu pecahan kaca sebanyak mungkin. Gunakan sapuan pendek dan efisien untuk mencegah pecahan-pecahan kecil berhamburan.

    5. Lakukan Pembersihan Akhir

    Pecahan kaca dapat menempel pada bulu sapu dan pengki. Bawalah pecahan kaca ke luar dan bilas dengan selang taman di atas ember. Buang airnya ke saluran pembuangan air.

    Itulah cara aman untuk membersihkan pecahan kaca di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Sebut 5 Benda Ini Jangan Dibersihkan Pakai Spons, Kenapa?


    Jakarta

    Spons memiliki fungsi utama untuk membersihkan alat makan dan peralatan masak agar kembali kinclong. Selain itu, spons juga banyak dipakai untuk membersihkan benda-benda di rumah.

    Walau dapat mengangkat kotoran secara efektif, tapi tidak semua perabotan di rumah dapat dibersihkan pakai spons. Alih-alih menjadi bersih, tapi justru dapat merusak permukaannya.

    Ingin tahu apa saja perabotan di rumah yang sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Benda Ini Jangan Dibersihkan Pakai Spons

    Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di rumah yang jangan dibersihkan menggunakan spons menurut ahli kebersihan:

    1. Cermin dan Permukaan Kaca

    Banyak orang yang terbiasa membersihkan cermin atau permukaan kaca menggunakan spons. Padahal, kebiasaan ini justru membuat kaca jadi kusam dan muncul goresan halus.

    “Tekstur spons bertindak seperti amplas halus, sehingga jika dipakai di permukaan kaca dapat menciptakan goresan kecil dan jadi terlihat buram pada permukaan yang seharusnya bening,” kata pakar kebersihan dari MaidPro Temecula Trish Duarte.

    Daripada menggunakan spons, Trish menyarankan memakai kain halus atau kain microfiber untuk membersihkan cermin dan permukaan kaca di rumah.

    2. Segel Pintu Kulkas

    Segel pintu kulkas atau disebut gasket berfungsi untuk menyegel pintu lemari es agar udara dingin tidak keluar. Bagian ini memang wajib dibersihkan agar pintu selalu tertutup rapat, tapi sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons.

    “Alih-alih membersihkan kotoran, penggunaan spons justru mendorong kotoran semakin dalam ke lipatan segel pintu kulkas, tempat ditemukan ada jamur dan bakteri tumbuh,” ujar ahli kebersihan dari Spekless Karina Toner.

    Karina lebih menyarankan menggunakan sikat gigi bekas saat membersihkan segel pintu kulkas. Agar efektif mengangkat kotoran, buat cairan dari cuka putih dan air hangat, lalu gosokkan sikat gigi ke setiap lipatan dengan perlahan.

    3. Pisau

    Sering membersihkan pisau yang kotor dengan spons? Ternyata pakar menyebut cara ini justru dapat mengikis ujung pisau sehingga jadi tidak tajam. Selain itu, mencuci pisau dengan spons sangat berbahaya karena berisiko melukai tangan akibat tertusuk secara tidak sengaja.

    Agar lebih aman, cukup bersihkan pisau dengan kain lap kering. Lakukan secara hati-hati agar pisau tidak mengiris tangan.

    4. Perabotan Kayu

    Membersihkan perabotan kayu seperti talenan ternyata tidak dianjurkan menggunakan spons. Sifat spons yang dapat mengikis ternyata berisiko merusak lapisan kayu, sehingga menimbulkan celah yang besar pada serat kayu.

    “Spons dapat menimbulkan kelembapan pada serat kayu yang berpori, sehingga bisa cepat rusak dan menjadi tempat bertumbuhnya bakteri,” ungkap Trish.

    Untuk membersihkan perabotan kayu, sebaiknya gunakan sikat gigi atau kain lap khusus yang tidak menyerap air berlebih. Setelah dicuci bersih, segera dilap dan dikeringkan agar kelembapan tidak masuk ke serat kayu.

    5. Panci dan Wajan Anti Lengket

    Satu lagi benda di rumah yang sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons, yakni panci dan wajan anti lengket. Permukaannya yang halus dan tipis dapat menimbulkan goresan jika terus dibersihkan pakai spons.

    “Lapisan wajan anti lengket sangat tipis dan halus, sedangkan spons dapat menciptakan goresan yang tidak terlihat, tapi seiring waktu dapat merusak lapisannya,” sebut Trish.

    Sebagai alternatif, Trish menyarankan menggunakan kain lap khusus atau sikat bambu yang dirancang untuk permukaan panci dan wajan anti lengket.

    Itulah lima benda yang sebaiknya jangan dibersihkan dengan spons menurut sejumlah pakar. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Ribet, Ini 5 Cara Agar Kamar Mandi Bebas Bau


    Jakarta

    Memiliki kamar mandi yang harum tentunya bisa membuat penghuni rumah maupun tamu yang datang merasa nyaman. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan penghuni rumah agar kamar mandi bebas bau.

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang paling sering digunakan di rumah. Tak heran, bau tak sedap kadang menguar dari sana.

    Tapi jangan khawatir karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kamar mandi bebas bau. Dilansir dari The Spruce berikut ini informasinya.


    Rutin Membersihkan Kamar Mandi

    Potret orang sedang membersihkan lantai kamar mandiPotret orang sedang membersihkan lantai kamar mandi Foto: freepik/Freepik

    Hal ini tentu tidak boleh dilewatkan oleh penghuni rumah. Membersihkan kamar mandi secara rutin bisa membuat ruangan tersebut terbebas dari bau.

    Hal itu karena bau di kamar mandi biasanya berasal dari lumut, saluran mampet, atau lubang kloset yang kotor. Nah, kalau sudah dibersihkan maka akan terbebas dari bau tak sedap. Para ahli kebersihan menyarankan untuk membersihkan kamar mandi seminggu sekali.

    Bersihkan Saluran Air Kamar Mandi

    Saluran air kamar mandi dipenuhi banyak kotoran dan debu setiap hari. Kalau kamar mandi bau, bisa jadi dari sana penyebabnya.

    Untuk mengatasinya, bisa dengan menggunakan baking soda dan cuka. Caranya dengan menuangkan campuran baking soda dan cuka saluran air, lalu siram dengan air panas setelah 15 menit.

    “Ini mencegah penumpukan biofilm, lapisan bakteri berlendir yang dapat menyebabkan bau tak sedap yang terus-menerus bahkan di kamar mandi yang tampak bersih,” kata pendiri Organize Every Room, Cara Palmer, dikutip dari The Spruce.

    Tingkatkan Sirkulasi Udara

    Meningkatkan sirkulasi udara bisa membantu menghilangkan bau. Kalau di kamar mandi ada jendela, sebaiknya dibuka beberapa saat agar udara masuk atau bisa juga memasang exhaust fan. Hal ini bisa menurunkan kelembapan di kamar mandi.

    Pakai Baking Soda

    jar of baking soda and spoon on the white backgroundbaking soda Foto: iStock

    Baking soda merupakan salah satu bahan serba guna. Bubuk berwarna putih ini ternyata juga bisa menetralisir bau.

    Salah satu cara mudah untuk mengatasi bau tak sedap di kamar mandi adalah dengan menaruh semangkuk kecil atau piring berisi baking soda di rak kamar mandi atau di dalam lemari kamar mandi.

    Tambahkan Tanaman

    Ilustrasi tanaman hias lidah mertua di kamar mandiIlustrasi tanaman hias lidah mertua di kamar mandi Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Trik lainnya adalah dengan menambahkan tanaman hias di dalam kamar mandi. Mungkin tampak tidak biasa, tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa tanaman mampu menghilangkan polutan tertentu dari udara dan bahkan mengubahnya menjadi nutrisi. Beberapa tanaman hias pemurni udara terbaik antara lain spider plant, lidah mertua, bunga lili perdamaian atau peace lily.

    Itulah beberapa cara agar kamar mandi di rumah bebas bau.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 5 Hal Ini Bisa Bikin Laba-laba Masuk Rumah


    Jakarta

    Keberadaan laba-laba terkadang bisa mengganggu para penghuni rumah. Belum lagi, hewan tersebut kerap membuat sarang yang bisa membuat ruangan terkesan tidak terawat.

    Laba-laba tidak begitu saja datang ke rumah. Ada beberapa hal yang bisa menarik mereka untuk datang ke rumah. Apa itu?

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Tempat Sampah Terbuka

    Lalat biasanya mengerubungi sampah makanan. Hal ini tentu bisa menjadi sumber makanan bagi laba-laba yang merupakan insektivora atau pemakan serangga.

    Dikutip dari The Spruce, kalau rumah tidak ingin disambangi laba-laba, sebaiknya penghuni pastikan sudah membuang sampah di tempat sampah yang tertutup, apalagi kalau sampah makanan. Selain itu, jangan tinggalkan dus-dus kosong karena bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba.

    2. Pintu dan Jendela Rumah yang Terbuka

    Hal ini bisa menjadi salah satu cara masuk laba-laba ke dalam rumah. Belum lagi, rumah bisa menjadi tempat yang pas bagi laba-laba untuk berlindung dari cuaca panas maupun hujan.

    Maka dari itu, penting untuk menutup celah di sekitar jendela dan pintu, termasuk retak pada fondasi.

    3. Tidak Rutin Membersihkan Rumah

    Rumah yang kotor dan berantakan bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba. Dilansir dari Real Simple, bagian-bagian rumah seperti pilar dan sudut ruangan harus dibersihkan untuk menghindari adanya sumber makanan serta tempat berkembang biak laba-laba.

    4. Terlalu Banyak Tanaman di Dalam Rumah

    Memiliki tanaman di rumah memang baik karena bisa membuat ruangan tampak asri dan indah. Namun kalau terlalu banyak justru bisa menjadi tempat berkembang biak laba-laba.

    “Di dalam rumah, laba-laba cenderung tidak menghadapi predator yang biasanya mengancam mereka di lingkungan luar, sehingga ruangan dalam [dan tanaman indoor] menjadi habitat jangka panjang yang menarik,” ujar pendiri perusahaan pest control, Pestie, Matt Rogers, dikutip dari Real Simple.

    5. Menyalakan Lampu Luar Rumah

    Menyalakan lampu luar rumah pada malam hari memang bisa memberikan rasa aman. Tapi hal itu bisa mengundang serangga lain yang menjadi sumber makanan laba-laba.

    Roger menyarankan untuk menggunakan lampu yang menyala berdasarkan sensor atau waktu.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin laba-laba masuk ke rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com