Tag: the spruce

  • Kok Ada Kecoak di Kamar Mandi? Bisa Jadi Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Adanya kecoak di dalam kamar mandi tentu bisa membuat penghuni rumah tidak nyaman dan jijik. Tak heran banyak orang mencari cara untuk mencegah atau membasmi kecoak.

    Di sisi lain, adanya kecoak menimbulkan bau tak sedap serta berpotensi membawa penyakit. Hal ini menambah daftar alasan harus mengusir kecoak dari rumah.

    Sebelum mengetahui cara mencegah dan membasmi kecoak, simak dulu penyebab adanya hewan tersebut di kamar mandi.


    Penyebab Ada Kecoak di Kamar Mandi

    Dilansir dari The Spruce, kecoak suka dengan area lembap. Adanya air yang tertampung di bak, keran bocor hingga saluran pembuangan menjadikan kamar mandi tempat yang selalu lembap dan disukai kecoak.

    Area kamar mandi yang sering kali gelap juga jadi lokasi favorit kecoak untuk berkembang biak. Belum lagi terdapat retakan lantai di kamar mandi yang jadi tempat persembunyian sempurna bagi kecoak untuk bersarang.

    Cara Cegah dan Basmi Kecoak di Kamar Mandi

    Dilansir dari Homes & Gardens dan The Spruce, berikut ini informasinya.

    Rutin Bersihkan Area Rumah

    Kecoak menyukai area yang lembap dan tersedia sumber makanan. Mereka sering kali ditemui di dapur, kamar mandi, hingga loteng. Hewan ini juga kerap bersembunyi di area sempit dan sulit dijangkau, misal kolong kulkas.

    Area yang berpotensi menjadi sarang kecoa jangan sampai lupa dibersihkan setiap hari. Oleh karena itu, penghuni wajib memastikan seluruh area rumah dibersihkan tanpa kecuali hingga di pojok yang paling tersembunyi.

    Buang Sampah ke Luar Rumah

    Cara terbaik memberantas kecoak adalah tidak membiarkan sampah menumpuk di dalam rumah. Penghuni rumah bisa rutin membuangnya ke tempat sampah di luar rumah, terutama sisa-sisa makanan.

    Semprotkan Air Sabun

    Sabun cuci piring di rumah berguna untuk memberantas kecoak dengan menghambat pernapasannya. Penghuni rumah dapat mencampurkan 4 sendok makan sabun dan 1 liter air lalu kocok dan semprotkan ke tempat yang terlihat ada kecoak.

    Gula dan Boraks

    Campurkan boraks dan gula dengan perbandingan 3:1. Lalu sebarkan di tempat-tempat yang ada kecoaknya. Boraks efektif karena dapat mengeringkan bagian eksoskeleton kecoak, mempengaruhi sistem pencernaan, dan membunuhnya.

    Semprotkan Air Lemon

    Lemon memiliki sifat antipatogen alami untuk mengusir kecoak dan mencegahnya kembali. Untuk membuatnya, penghuni rumah bisa mencampurkan perasan lemon dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan larutan tersebut ke area yang sering didatangi kecoak.

    Perlu diketahui, efek cara membasmi kecoa tanpa semprotan serangga ini bisa saja tidak bertahan lama. Penghuni rumah harus mengulanginya agar kecoak benar-benar tidak datang lagi ke rumah. Contohnya, memastikan rumah selalu bersih dan rapi setiap hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Atasi Black Mold di Dinding Hanya dengan Dilapisi Cat, Apakah Ampuh?


    Jakarta

    Jamur hitam atau black mold kerap muncul pada dinding rumah. Bercak berwarna hitam itu dapat memberikan kesan kotor serta merusak estetika rumah.

    Selain mengganggu keindahan, munculnya black mold juga dapat memicu masalah kesehatan bagi penghuni rumah. Jika terpapar jamur hitam dalam jumlah banyak dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi kulit, dan infeksi paru.

    Maka dari itu, jika menemukan black mold di dinding rumah maka harus segera diatasi. Agar lebih cepat dan praktis, banyak orang yang membersihkan black mold hanya dengan mengecat ulang dinding.


    Namun, apakah efektif menghilangkan black mold hanya dengan cara mengecat ulang dinding? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Apa Bisa Atasi Black Mold dengan Mengecat Ulang Dinding?

    Dilansir situs VanDerKolk Painting, mengecat ulang dinding yang penuh jamur dinilai tidak efektif untuk menghilangkannya. Secara visual mungkin bisa tersamarkan karena lapisan cat yang tebal dan warnanya terang.

    Meski begitu, jamur tidak akan pernah mati walau sudah ditimpa cat. Jika berpikir kandungan kimia pada cat bisa mematikan jamur, hal tersebut salah besar.

    Mengecat ulang dinding yang penuh black mold hanya sekadar menutupinya saja. Seiring waktu, jamur dapat menembus cat dan akan menyebar ke area dinding lainnya.

    Selain itu, cat yang baru dilapisi ke dinding tidak akan bertahan lama meski punya kualitas terbaik. Beberapa bulan setelah dicat, akan muncul gelembung kecil dan akhirnya dapat mengelupas cat karena tingkat kelembapan yang tinggi di dalam rumah.

    Alhasil, jamur akan tetap muncul dan memicu penyakit berbahaya bagi penghuni rumah. Di sisi lain, rumah akan kembali terlihat kotor dan kusam karena cat dinding tak mampu bertahan lama.

    Cara Ampuh Atasi Black Mold di Dinding

    Daripada harus menutupi black mold dengan lapisan cat, ada cara lain yang lebih efektif untuk mengatasi jamur hitam yang muncul di dinding.

    Dikutip dari The Spruce, black mold dapat diatasi dengan membuat larutan pembersih jamur alami. Bahannya cukup sederhana, yakni cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin diklaim mampu membunuh spora jamur secara efektif. Jika tak ada klorin di rumah bisa menggunakan cuka putih untuk membasmi black mold.

    Caranya cukup mencampurkan satu sendok makan sabun cuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam wadah. Aduk hingga kedua bahan tersebut tercampur rata, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Selanjutnya, semprotkan larutan pembersih ke area tembok yang penuh jamur hitam mulai dari bawah hingga ke atas. Langkah ini guna mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lain.

    Saat proses pembersihan, pastikan permukaan dinding benar-benar basah, tapi tidak terlalu lembap demi mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika black mold sudah sampai mendekati plafon, gunakan tangga untuk membersihkannya.

    Itulah alasan mengapa jangan membasmi black mold hanya dengan melapisi cat tembok. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jauhkan 7 Tanaman Hias Ini dari Kucing, Bisa Berbahaya!


    Jakarta

    Kucing merupakan makhluk lucu yang suka penasaran dengan benda di sekitarnya. Benda apa saja bisa jadi mainannya, termasuk tanaman. Umumnya mereka suka mencakar dan menggigit daunnya.

    Kita yang melihat hal tersebut mungkin khawatir tanaman tersebut rusak atau potnya jatuh karena terdorong. Namun, pemilik rumah juga harus memperhatikan apakah tanaman tersebut aman untuk kucingl karena ada beberapa jenis tanaman hias yang ternyata mengandung racun jika termakan.

    Tanaman-tanaman tersebut sebenarnya aman untuk dirawat di rumah dan tidak membahayakan manusia, tetapi untuk kucing sebaiknya dijauhkan. Dilansir dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini informasinya.


    1. Janda Bolong

    clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman janda bolong atau monstera merupakan tanaman tropis yang bisa tumbuh subur di dalam rumah. Tanaman ini memiliki daun yang lebar dan memiliki bentuk yang unik.

    Di balik keindahannya, hati-hati tanaman ini ternyata harus dijauhkan dari kucing. Sebab, tanaman janda bolong mengandung kalsium oksalat yang tidak dapat terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah, hingga sulit menelan makanan.

    2. Pothos

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Tanaman pothos merupakan tanaman rambat yang kerap diletakkan di dinding, di dalam rumah, dan di pagar. Tanaman ini tidak memerlukan tanah untuk tumbuh sehingga mudah dirawat karena air hanya perlu diganti sesekali. Namun, tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak baik untuk kucing karena dapat menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

    3. Bunga Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil merupakan tanaman hias yang cantik dengan warna bunga yang indah dan cerah. Untuk dirawat di rumah tentu indah dipandang dan membuat rumah lebih estetik.

    Sayangnya, bagian bunga maupun batang mengandung beracun yang dapat membahayakan kucing. Bagian paling beracun dari tanaman tersebut adalah umbinya (bulbs). Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah, hingga aritmia jantung.

    4. English Ivy

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman selanjutnya yang harus dijauhkan dari jangkauan kucing adalah tanaman ivy. Tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    Cara paling aman untuk merawat tanaman ini adalah dengan menggantungnya. Daunnya yang unik bisa menambah tampilan manis di rumah.

    5. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang bagus untuk menyaring udara kotor dan kelembapan di rumah. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah. Meski begitu, lidah mertua tidak aman untuk kucing karena apabila dikonsumsi bisa menyebabkan keracunan. Tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

    6. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman merupakan tanaman yang sering direkomendasikan ada di rumah menurut feng shui karena dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, jauhkan tanaman ini dari kucing, anjing, dan kuda karena racunnya bisa menyebabkan hewan-hewan muntah, inkoordinasi, hingga depresi.

    7. Aloe Vera

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

    Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Bahan yang Ampuh Angkat Kerak di Cermin, Bikin Auto Kinclong



    Jakarta

    Cermin merupakan salah satu barang paling kotor di kamar mandi. Sebab, cermin mudah sekali terkontaminasi cairan sabun, air, debu, hingga kotoran serangga, tetapi barang ini jarang dibersihkan.

    Tampilan cermin yang jarang dibersihkan biasanya akan muncul noda putih seperti embun pada bagian pinggirannya. Noda ini tidak akan hilang hanya dengan mengusap memakai air. Bahkan disiram sebanyak apa pun, noda tersebut tidak akan hilang.

    Oleh karena itu, cermin harus sering dibersihkan. Bisa dilakukan bersamaan ketika membersihkan kamar mandi. Untuk mempermudah membersihkan noda membandel di cermin, dilansir dari The Spruce, ternyata hanya membutuhkan satu bahan saja agar cermin jadi kinclong, yakni sabun cuci piring.


    Caranya cukup menambahkan setetes sabun cuci piring ke dalam mangkuk berisi air hangat. Setelah tercampur, masukkan cairan tersebut ke dalam botol semprotan. Usap kaca yang telah basah dari sabun cuci piring. Usap gunakan kain bersih yang kering atau kain mikrofiber.

    Menurut Home Made Simple, ada cara lain yang bisa diikuti. Masing-masing jenis noda terdapat bahan sendiri.

    Untuk membersihkan noda makeup, cipratan pasta gigi, coretan hairspray, hingga sidik jari yang menempel pada permukaan cermin, bisa memakai kapas yang sudah dibasahi dengan alkohol. Lalu usap cermin dengan hati-hati. Jika terdapat kerak pada cermin, bisa memakai perasan lemon.

    Kemudian, jika noda tersebut berupa bintik-bintik putih dan kesat, noda tersebut merupakan endapan kalsium. Cara membersihkan yang paling tepat adalah memakai cuka karena asam bagus untuk menghilangkan segala jenis noda.

    Setelah semua bahan disemprot atau disebar ke cermin, usap menggunakan kain mikrofiber dengan gerakan ke kanan dan kiri, lalu baru ke atas dan ke bawah hingga permukaannya kinclong.

    Itulah cara membersihkan noda di cermin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Dapur Sederhana yang Bikin Tikus Ogah Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Salah satu hewan yang sering kali muncul di dalam rumah adalah tikus. Hama ini kerap muncul di kamar mandi, dapur, dan loteng rumah.

    Tikus bisa menggerogoti sisa-sisa makanan yang ada di dapur dan meja makan. Tak hanya itu, hewan pengerat ini juga bisa membuang kotoran sembarangan yang bisa memicu bau tak sedap.

    Untuk mencegah tikus datang ke rumah ternyata bisa menggunakan bahan dapur sederhana. Ingin tahu apa saja bahan dapur tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Dapur yang Ampuh Cegah Tikus Masuk Rumah

    Ada sejumlah bahan dapur yang bisa mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Dikutip dari situs The Spruce, berikut daftar bahan dapurnya:

    1. Bawang Putih

    Bawang putihBawang putih Foto: ji jiali/Unsplash

    Bawang putih umumnya digunakan sebagai salah satu bumbu masak. Selain menciptakan rasa sedap pada makanan, ternyata bawang putih juga ampuh mencegah tikus masuk ke rumah.

    Sebab, bawang putih memiliki bau yang menyengat bagi tikus. Agar efektif mengusir hama tersebut, letakkan beberapa siung bawang putih di dekat pintu masuk. Bisa juga menaburkan bubuk bawang putih di sekitar jalur tikus yang sering dilalui.

    2. Kayu Manis

    Hindari Efek Samping Konsumsi Kayu Manis, Ikuti Saran Ahlikayu manis. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Kayu manis memiliki aroma yang harum dan menciptakan rasa lezat pada makanan. Meski begitu, aroma dari kayu manis ternyata tidak disukai oleh kawanan tikus karena baunya dianggap sangat tajam.

    Untuk cara pakainya, taburkan bubuk kayu manis di sekitar pintu masuk atau celah. Bisa juga menaburkan kayu manis di area yang sering dilalui hama tersebut.

    3. Cuka Putih

    white vinegar on wood table topcuka putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cuka putih merupakan salah satu bahan dapur yang disebut efektif untuk mencegah tikus masuk rumah. Aromanya yang tajam dan memiliki sifat asam membuat tikus memilih untuk menghindarinya.

    Cukup masukkan bola-bola kapas ke dalam wadah berisi cuka putih, lalu letakkan di area yang sering dilalui tikus. Jangan lupa untuk mengganti bola kapas setiap 4-5 hari sekali agar aroma cuka putih tetap keluar.

    4. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Bubuk kopi bisa menjadi pilihan alternatif untuk mencegah tikus datang lagi. Caranya juga gampang, cukup tuang bubuk kopi ke dalam beberapa wadah, lalu letakkan di sudut-sudut rumah.

    Disarankan untuk menggunakan bubuk kopi hitam, bukan kopi dengan campuran gula atau krimer. Sebab, bubuk kopi tersebut justru bisa mengundang semut untuk datang.

    5. Merica Bubuk

    Coarse ground black pepper on a wooden spoon and spilled on an old, weathered wood surface.Merica bubuk. Foto: iStock

    Satu lagi bahan dapur yang dapat digunakan, yakni merica bubuk. Aroma pedas dari merica ternyata dapat mengusir tikus karena tidak tahan dengan baunya.

    Cara pakainya cukup dengan menaburkan merica bubuk ke area yang sering dilalui tikus. Agar tidak mengotori rumah, sebaiknya tuang merica bubuk ke dalam wadah kecil.

    Itulah lima bahan dapur sederhana yang dapat mencegah tikus masuk ke rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Barang yang Harus Disimpan di Rak agar Dapur Terlihat Rapi


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang hampir setiap hari berantakan. Ada istilah rumah tidak terlihat hidup jika dapur nggak ngebul, artinya penting sekali jika selalu ada kegiatan masak atau membuat makanan di ruangan tersebut.

    Sebagai ruangan yang selalu dipakai setiap hari, berarti pemilik rumah pasti hampir setiap hari membersihkan dan merapikan dapur. Selain karena untuk menjaga tampilannya, dapur yang rapi juga memudahkan penggunanya bergerak. Jika panci, piring, hingga rak berserakan di lantai, ruang gerak jadi terbatas.

    Cara membuat dapur rapi bukan hanya menempatkan setiap benda pada tempatnya, melainkan menyingkirkan beberapa hal yang tidak berguna.


    Dilansir dari The Spruce, berikut barang yang harus disimpan dan tidak terlihat di dapur karena sering membuat berantakan.

    1. Pisau di Atas Meja

    Saat ini terdapat sebuah benda yang berguna untuk meletakkan pisau yang aman. Materialnya dari kayu. Biasanya tempat penyimpanan pisau ini diletakkan di atas meja. Ternyata menurut desainer interior sekaligus pendiri Of Space and Mind, Ashley La Fond, peralatan masak tidak harus berada terlalu dekat dengan area memasak. Peralatan masakan seharusnya tetap disembunyikan di balik laci-laci meja di dapur.

    Alasannya agar area memasak lebih luas dan mencegah peralatan masak terkontaminasi dengan debu.

    2. Rak Piring Bersih

    Kebanyakan rumah menyediakan rak pengering piring dan meletakkan tidak jauh dari bak cuci piring atau wastafel. Menurut Julie Peak seorang pakar tata letak rumah adanya rak piring bersih sebenarnya hanya memakan tempat dan tidak begitu berguna.

    Lebih baik membuat rak pengering yang dapat dilipat atau digulung sehingga dapat disimpan saat tidak digunakan. Bentuknya seperti rak pengering di dalam laci.

    3. Toples Makanan

    Hampir setiap rumah pasti memiliki toples makanan di rumah, terutama yang sering menyimpan camilan. Umumnya toples berisi camilan yang sering dimakan akan diletakkan di area yang mudah dijangkau. Namun, pakar kerapian rumah tidak sepakat dengan ini.

    Memiliki banyak toples apalagi meletakkannya di meja dapur, hanya akan memakan tempat dan membuat dapur berantakan. Lebih baik, simpan toples tersebut di lemari atau kulkas dan ambil ketika ingin dimakan.

    4. Struk Belanjaan dan Tumpukan Kertas

    Bagi yang sering mengumpulkan struk belanjaan, sebaiknya jangan diletakkan di meja dapur. Menurut Laura Price, pendiri The Home Organization, sebaiknya langsung dibuang atau disimpan di rak yang tertutup.

    5. Aksesoris Tak Penting

    Julie Peak mengatakan bahwa aksesoris berlebihan dan tidak begitu bermanfaat di dapur harus disingkirkan. Ia menyebut lebih baik pilih aksesoris yang bisa digantung daripada yang harus diletakkan di area memasak.

    6. Peralatan Masak

    Terkadang penyimpanan di rumah tidak muat untuk menyimpan panci, teflon, hingga panci. Cara mengatasinya adalah dengan membuat gantungan di area kompor agar saat hendak dipakai mudah digapai.

    Julie Peak mengatakan cara menyimpan peralatan masak seperti ini justru membuat tampilan ruangan berantakan. Lebih baik disimpan di dalam rak yang tidak terlihat apabila tidak digunakan.

    Itulah tips membuat dapur tetap terlihat rapi, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Material yang Aman Buat Perabotan Outdoor, Tahan di Musim Hujan-Panas


    Jakarta

    Sudah sering ditemukan, banyak pemilik rumah meletakkan perabotan di teras atau area luar rumah. Perabotan tersebut seperti kursi, meja kecil, rak sepatu hingga sofa untuk bersantai.

    Jika cuacanya bagus, tanpa hujan dan tidak begitu panas, meletakkan perabotan tersebut di luar ruangan sepertinya tidak masalah. Namun, akhir-akhir ini hujan turun sangat deras, bahkan disertai angin yang kencang. Kemudian beberapa jam setelahnya suhunya naik jadi sangat panas karena matahari yang terik. Apakah aman meletakkan perabotan di luar rumah?

    Dilansir dari The Spruce, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di POLYWOOD, Lindsay Schleis, mengatakan asalkan material yang dipakai pada perabotan tersebut benar-benar tahan cuaca, tidak akan ada masalah pada perabotan tersebut.


    Jenis perabotan yang tidak boleh dibiarkan berada di luar terutama saat hujan adalah sofa yang dibuat khusus di dalam ruangan dan perlengkapan makan. Jadi setiap habis berkumpul di luar, peralatan makan harus segera dikembalikan.

    “Furnitur luar ruangan dibuat agar tahan cuaca, tetapi itu tidak selalu berarti tahan cuaca,” kata Schleis, seperti yang dikutip pada Selasa (28/10/2025).

    Material Perabotan yang Aman di Luar Ruangan

    1. Kayu plastik

    Saat ini sudah banyak produk yang bisa meniru tampilan atau tekstur kayu. Salah satunya adalah plastik. Material tersebut tahan air, panas, dan lembap. Dengan memakai material kayu plastik, dari segi tampilan bakal tetap estetik, tetapi dari kualitas bakal tetap tahan lama.

    2. Aluminium

    Aluminium kerap dipakai sebagai material untuk rak sepatu. Berbeda dengan besi yang mudah karatan, aluminium lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, dari segi tampilan, aluminium cukup berkelas dan bisa cocok dengan segala jenis desain.

    3. Kayu

    Banyak orang menghindari kayu sebagai material di luar ruangan karena takut cepat lapuk, berjamur, dan jadi sasaran rayap. Padahal kayu memiliki banyak sekali jenis. Bisa jadi yang mengalami gejala tadi merupakan jenis kayu yang tidak cocok untuk luar ruangan.

    Kalau dilihat ke belakang, rumah tradisional di Indonesia kebanyakan memakai kayu, tetapi bisa bertahan lama. Beberapa jenis kayu yang bagus dipakai di luar ruangan adalah jati, ulin, akasia, kayu merah, cedar, dan eukaliptus.

    Itulah penjelasan mengenai perabotan di luar ruangan saat hujan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Jitu Cegah Kucing Liar Masuk Rumah Tanpa Menyakitinya


    Jakarta

    Kucing liar sering kali ditemukan di sekitar rumah. Hewan ini berkeliaran sampai terkadang masuk ke dalam halaman rumah.

    Biasanya mereka datang untuk mencari makanan dan tempat berlindung. Bagi sebagian orang, kehadiran kucing cukup mengganggu karena mereka kerap mencuri makanan, mengacak-acak barang, dan buang kotoran sembarangan.

    Jika menemukan kucing masuk rumah, penghuni yang merasa terganggu tentu akan segera mengusirnya. Namun, jangan sampai mengusir kucing dengan kekerasan sampai melukainya, misalnya menyiram air atau memukulnya. Lebih baik membuat lingkungan yang tidak disukai oleh kucing sehingga mereka ogah masuk.


    Cara Usir Kucing Liar

    Inilah beberapa tips membuat kucing ogah masuk area rumah dikutip dari The Spruce.

    1. Hilangkan Sumber Makanan

    Pemilik perlu mengatasi persoalan kucing dari sumbernya, salah satunya ada makanan. Jangan memberi makan kucing karena mereka akan kembali lagi.

    Lalu, tutup makanan di rumah agar tidak menarik perhatian kucing. Tempat yang sering jadi incaran kucing adalah dapur dan tempat sampah.

    2. Hilangkan Tempat Berlindung

    Selain menutup sumber makanan, pemilik rumah perlu menutup tempat kucing liar berlindung di rumah. Kucing biasanya memanfaatkan lubang di gudang, garasi, teras, atau tempat berlindung sederhana seperti tumpukan kayu.

    3. Buat Pagar Anti Kucing

    Selanjutnya, halangi akses masuk dengan membuat pagar anti kucing liar. Pemilik bisa menggunakan jaring yang tidak dapat dipanjat kucing. Kemudian, gantungkan kaleng berisi kelereng atau lonceng angin yang mengeluarkan suara ketika kucing menyebabkan getaran pada pagar.

    4. Beri Tekstur Pada Tanah

    Beri rintangan yang susah dilewati kucing buat mendekat ke rumah. Caranya bisa dengan menaburkan pecahan kulit telur, kerikil, dan lapisan kawat di pekarangan. Kucing nggak akan betah berjalan di atas tanah bertekstur.

    5. Beri Aroma Pengusir Kucing

    Kucing punya indra penciuman yang sensitif. Pemilik rumah dapat memanfaatkan kemampuan itu dengan memberi aroma yang tidak disukai oleh kucing.

    Hewan berbulu itu tidak menyukai bau kamper, kain lap yang dibasahi amonia, cabai rawit, bubuk kopi, dan jeruk. Coba sebarkan aroma itu di sekitar rumah.

    Itulah beberapa cara mengusir kucing dari rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Injak Kecoak! Begini Cara Aman Mengusirnya


    Jakarta

    Ketika menemukan kecoak berkeliaran di rumah, mungkin insting pertama penghuni adalah untuk menginjak atau menggencetnya sampai tak berbentuk. Namun, hal itu justru berdampak buruk buat penghuni rumah lho.

    Dilansir dari Pest Clinic, Minggu (2/11/2025), kecoak memang hama yang paling sulit dibasmi. Sebab, tubuhnya memang mampu menahan berbagai tekanan fisik, seperti diremukkan. Mereka bisa hidup berhari-hari tanpa kepala dan makanan selama sebulan.

    Selain bentuknya yang menggelikan, kecoak juga mengandung bakteri dan parasit. Makanya, penting memastikan rumah bebas kecoak.


    Namun, sebaiknya penghuni rumah tidak menginjak kecoak. Ada cara alternatif untuk mengusirnya dari rumah.

    Alasan Kecoak Tak Boleh Diinjak

    Inilah beberapa alasan kecoak tidak boleh dimatikan dengan cara diinjak.

    1. Isi Perut Kecoak yang Keluar Menyebarkan Bakteri

    Kecoak dapat membawa bakteri di ususnya selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Bakteri itu keluar dari tubuh kecoak bercampur dengan kotorannya. Nah, saat penghuni menginjak kecoak, itu dapat menyebabkan cairan usus kecoa yang mengandung bakteri terkena ke lantai.

    2. Tubuh Hancur Kecoak Memicu Alergi

    Selain membawa bakteri, kecoak juga mengandung protein yang dapat memicu alergi pada manusia. Berbagai bagian tubuh, kotoran, dan air liur kecoak merupakan alergen bagi sebagian orang. Kecoak yang sudah mati pun masih dapat menyebabkan beberapa reaksi alergi.

    3. Kecoak Mati Mengeluarkan Feromon

    Setelah kecoak mati, tubuh mereka mengeluarkan feromon atau senyawa kimia. Bau yang muncul dari senyawa itu dapat menarik kecoak lain untuk datang. Kalau nggak mau serangan kecoak bertambah, sebaiknya tidak mematikan kecoak apalagi dengan cara diinjak.

    Cara Mengusir Kecoak

    Daripada menginjak kecoak, penghuni rumah bisa memanfaatkan bahan alami untuk mengusirnya. Berikut ini cara mengusir kecoak, dikutip dari The Spruce.

    1. Taburkan Diatomit (Tanah Diatom)

    Diatomit adalah cairan alami untuk membasmi serangga. Bahan ini aman bagi manusia dan hewan peliharaan.

    Taburkan tanah diatom di sekitar rumah dan biarkan kecoak mengonsumsinya. Hasilnya tidak instan, tetapi penghuni bisa melihat manfaatnya dalam dua minggu.

    2. Pakai Bawang Putih

    Hancurkan satu siung bawang putih dan letakkan di area rumah yang terserang kecoak. Bawang putih akan mengeluarkan bau menyengat yang dapat mengusir kecoak.

    3. Semprotkan Cairan Lemon

    Cara paling praktis untuk mengusir kecoak adalah menyemprotkan cairan lemon. Campurkan perasan lemon dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan itu di sekitar rumah biar kecoak nggak betah di rumah.

    Itulah informasi seputar mengusir kecoak di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com