Tag: thisoldhouse

  • 4 Material Atap yang Bisa Bertahan Lama


    Jakarta

    Pemilihan material atap yang tepat penting untuk menjaga kenyamanan, keawetan, serta keamanan untuk rumah itu sendiri. Atap melindungi dari berbagai unsur, seperti hujan maupun badai.

    Atap bukan hanya sekedar lapisan luar rumah, atap adalah sistem komponen kompleks yang bekerja melindungi rumah. Material atap yang kamu pilih sangat mempengaruhi tampilan, daya tahan, dan efisiensi.

    Melansir thisoldhouse, Rabu (11/09/2024), Berikut beberapa rekomendasi material atap yang bisa kamu gunakan.


    Genteng Aspal

    Genteng aspal merupakan material yang umum digunakan, dikenal dengan harga yang terjangkau dan pemasangan yang mudah. Genteng aspal biasanya bertahan 25-30 tahun, dengan gaya dan warna yang bervariasi.

    Terbagi dalam dua jenis, yaitu genteng tiga tab dan genteng arsitektur. Genteng tab dibagi beberapa bagian sepanjang tiga kaki dan memberikan tampilan yang sederhana.

    Sedangkan genteng arsitektur lebih tebal dan dibentuk meniru berbagai gaya atap, sehingga membuat tampilan yang lebih berdimensi. Genteng aspal bisa menjadi pilihan karena memiliki daya tahan yang seimbang dan harga terjangkau.

    Atap Logam

    Atap logam menjadi atap yang populer, dengan masa pakai yang cukup panjang dan efisiensi energi. Atap logam memiliki jenis-jenis bahan, yaitu tembaga, alumunium, dan baja.

    Atap logam bisa bertahan hingga 50 tahun atau lebih dengan perawatan yang ekstra. Efektif dalam memantulkan radiasi matahari, membuat pilihan yang baik untuk rumah hemat energi.

    Meskipun atap logam menghabiskan banyak biaya di awal, manfaat jangka panjangnya membuat atap logam bisa menjadi pilihan yang menarik. Dapat mengurangi biaya energi kamu dari waktu ke waktu dan memerlukan perawatan minimal.

    Atap Batu Tulis dan Genteng

    Jenis ini menawarkan keagungan dan daya tahan yang tak tertandingi. Atap batu tulis bertahan hingga 1 abad atau lebih, memberikan tampilan yang canggih dan tidak termakan waktu.

    Atap genteng, baik yang terbuat dari tanah liat tradisional atau bahan modern seperti logam berlapis dan plastik termal, menawarkan keawetan dan keindahan.

    Atap batu tulis dan genteng lebih berat dari bahan lainnya, sehingga seringkali memerlukan dukungan struktur tambahan. Meskipun mahal, keawetan dan keindahan klasiknya dapat dijadikan investasi berharga.

    Atap Sirap Kayu

    Sirap kayu menawarkan tampilan yang alami yang melengkapi banyak gaya arsitektur. Kayu cedar merupakan pilihan yang populer karena ketahanan alaminya terhadap pembusukan dan serangga.

    Atap sirap kayu bertahan 25-30 tahun dengan perawatan yang tepat, meliputi pembersihan dan perawatan rutin untuk mencegah lumut dan alga.

    Untuk memastikan keawetan, sirap kayu dipasang dengan lapisan bawah berventilasi. Hal ini menciptakan ruang udara antara sirap dan dek, yang mencegah kerusakan akibat kelembaban.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Aman Memindahkan Pohon Besar Tanpa Merusak Rumah



    Jakarta

    Keberadaan pohon besar bisa menjadi risiko, baik bagi bangunan maupun keselamatan penghuni. Ditambah saat cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dan angin kencang, risiko pohon tumbang semakin besar.

    Karena itulah, memindahkan pohon ke area yang lebih aman bisa menjadi solusi untuk melindungi rumah sekaligus menjaga kelestarian pohon. Namun untuk melakukannya tidak lah mudah, tidak hanya sekadar mengangkat dan menanamnya ulang.

    Proses ini perlu perencanaan yang matang supaya akar pohon dan lokasi baru dapat menyesuaikan diri tanpa membuat pohon stres atau membahayakan bangunan di sekitarnya. Jika dilakukan sembarangan, pemindahan bisa membuat akar gagal tumbuh, pohon mengalami stres, atau bahkan merusak struktur sekitar.


    Namun tenang saja, jika dilakukan dengan cara yang tepat, pemindahan pohon bisa aman bagi bangunan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

    Pilih Waktu yang Tepat

    Dilansir dari situs The Old House, lakukan pemindahan saat pohon dalam kondisi kurang aktif agar stres pada pohon bisa diminimalisir. Musim kemarau adalah waktu yang pas, karena pohon pertumbuhannya sedang melambat akibat kurangnya pasokan air. Dengan memindahkan pohon di waktu yang pas, juga mendukung keberhasilan pemindahan pohon.

    Persiapkan Lokasi Baru dengan Cermat

    Pastikan juga lokasi baru memiliki kondisi yang cocok sebagai ruang tumbuh. Hal itu bisa dilakukan dengan memastikan kondisi tanah dan drainase yang baik, serta jauh dari bangunan dan kabel bawah tanah. Lakukan penggalian tanah 2-3 kali lebih lebar dari bola akar, dengan memastikan lokasinya memiliki potensi untuk kesuburan pohon.

    Gunakan Teknik Root Pruning ataupun Ball & Burlap

    Dilansir dari situs Trout Brook Arborist & Landscaping, root pruning adalah metode dengan cara memotong akar secara selektif yang dilakukan beberapa bulan sebelum pemindahan agar akar baru tumbuh lebih baik. Sementara itu, Ball & Burlap merupakan metode klasik dengan menggali dan membungkus akar dan tanah dengan kain burlap agar tetap utuh saat pemindahan.

    Gunakan Alat dan Tenaga Profesional

    Memindahkan pohon besar merupakan pekerjaan yang kompleks. Karena itu, membutuhkan peralatan khusus dan keahlian. Situs The Old House, menyebut dalam artikelnya bahwa dalam memindahkan pohon dengan ukuran yang besar, diperlukan dengan penggunaan forklift (kendaraan industri yang digunakan untuk memindahkan benda berat).Gunakan tenaga profesional untuk membantu pemindahan pohon.

    Perhatikan Kedalaman Tanam dan Orientasi Pohon

    Saat menanam pohon di lokasi baru, pastikan pohon ditanam pada kedalaman yang sama seperti di lokasi sebelumnya. Hal ini penting untuk mencegah pohon tumbang dan mengenai bangunan di sekitarnya. Selain itu, hal ini juga ditujukan untuk kesehatan pohon, agar akar dapat menyatu dengan tanah baru tanpa stres. Pastikan juga pohon tetap sehat dengan memperhatikan tampilan dan pemberian cahaya matahari yang optimal.

    Perawatan Setelah Pemindahan

    Pemindahan pohon sebenarnya bukanlah akhir dari prosesnya. Perawatan setelah ditanam justru sangat menentukan apakah pohon akan bertahan dan tumbuh sehat dalam jangka panjang. Menurut TroutBrook Arborists & Landscaping, langkah-langkah pasca-pemindahan meliputi penyiraman rutin, pemupukan, serta pengawasan tanda-tanda stres pada pohon.

    Sementara ThisOldHouse menyebutkan pentingnya menyiram pohon secara mendalam dua kali seminggu, memberikan pupuk, dan terus memantau apakah ada gejala penyakit atau stres. Dengan perhatian yang tepat setelah pemindahan, pohon dapat beradaptasi dengan lokasi baru dan tetap indah sekaligus sehat.

    Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memindahkan pohon tanpa merusak pohon itu sendiri dan bangunan di sekitarnya. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com