Tag: tinja

  • Tiba-tiba Muncul Lalat di Kamar Mandi, Pertanda Apa?


    Jakarta

    Kemunculan hewan di suatu tempat bisa jadi pertanda ada perubahan yang disukai oleh mereka. Lantas, jika menemukan ada lalat di kamar mandi, pertanda apa ya?

    Sebelumnya, kenalan dulu dengan jenis lalat yang ditemui di kamar mandi karena bentuknya berbeda dengan lalat-lalat yang sering di dekat makanan. Serangga tersebut disebut dengan lalat limbah.

    Jika diperhatikan, lalat limbah ukurannya jauh lebih kecil sekitar 0,6 cm dan lebih banyak diam. Tubuhnya pun tidak berwarna hitam dan hijau, melainkan cokelat keabu-abuan atau hitam, dan tampak seperti bulu halus. Sayapnya memiliki bulu dan berbentuk seperti daun.


    Kemunculan lalat limbah pada kamar mandi ini bisa didasari pada dua alasan, dilansir Family Handyman begini penjelasannya.

    1. Masalah pada Saluran Pembuangan

    Lalat limbah sering mendapat sinyal untuk toilet-toilet yang mengalami masalah seperti mampet, jarang dibersihkan, dan jarang digunakan. Mereka menyukai tiga kondisi tersebut. Oleh karena itu, toilet atau kamar mandi harus sering dibersihkan dan dipakai secara berkala agar lalat limbah tidak muncul.

    Menjaga kebersihan toilet bukan hanya pada tempat pembuangan tinja saja, melainkan kamar mandi secara keseluruhan.

    2. Mencari Makanan

    Alasan kedua adalah lalat limbah menemukan sumber makanan. Hewan kecil ini tertarik pada bahan yang berbau busuk, alga, bakteri, dan jamur. Biasanya sumber makanannya menempel di dekat saluran pembuangan, lekukan bagian bawah barang di kamar mandi dan sudut-sudut yang jarang dibersihkan.

    Cara Mencegah Lalat Limbah Muncul di Kamar Mandi

    Dilansir laman Martha Stewart, berikut cara mencegah lalat limbah datang ke kamar mandi.

    • Perbaiki kebocoran pipa dan pastikan saluran air tidak tersumbat.
    • Bersihkan saluran air secara teratur dengan menggunakan pembersih enzimatik atau mikroba.
    • Tutup saluran pembuangan wastafel, pancuran, atau lubang kamar mandi saat tidak digunakan
    • Jangan biarkan ada sampah busuk di dalam rumah
    • Buang sampah setiap hari

    Itulah penyebab lalat limbah muncul di kamar mandi dan cara mencegahnya. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Kloset Duduk Lebih Populer Ketimbang Jongkok di Negara Barat


    Jakarta

    Indonesia terdapat 2 jenis kloset yang biasa dipakai, yakni kloset duduk dan jongkok. Hal ini berbeda dengan bentuk kloset di negara barat di mana kloset jongkok ternyata tidak banyak dipakai di negara-negara Eropa.

    Sebagai contoh di Prancis, kloset baru masuk pada abad ke-19 atau sekitar tahun 1800-an. Sebelum itu, kebanyakan dari mereka memakai bidet, yakni alat seperti cangkir dengan mulut yang lebar untuk menampung tinja. Bidet tersebut diletakkan di bawah kursi yang dudukannya bolong. Saat kloset masuk, bentuknya pun seperti kloset duduk, tetapi lebih lebar seperti meja yang tengah terdapat lobang.

    Lantas, apa alasan kloset duduk lebih populer daripada kloset jongkok di negara barat?


    Dilansir situs Jialifu Cubicle, berikut beberapa alasan orang barat lebih banyak memakai kloset duduk daripada kloset jongkok.

    1. Sulit Berdiri Setelah Jongkok

    Kloset jongkok dinilai lebih sulit dipakai. Beberapa ada yang khawatir akan kesulitan berdiri setelah jongkok lama dan kaki bisa terasa mati rasa (kesemutan). Kloset duduk dinilai efisien di mana mereka bisa membaca buku, bermain ponsel, dan kegiatan lainnya saat buang kotoran.

    2. Kloset Jongkok Dinilai Tak Higienis

    Kemudian, dari sisi kebersihan kloset jongkok yang tidak memiliki penutup di atasnya dinilai tidak higienis dibanding kloset duduk. Mereka khawatir saat menyiram dan buang kotoran, ada cipratan air yang mengenai pakaian atau lantai kamar mandi.

    3. Posturnya Tak Nyaman

    Saat memakai kloset duduk, penggunanya tidak perlu banyak berfikir karena bentuknya yang mirip dengan kursi biasa. Jika memakai kloset jongkok tubuh harus memiliki keseimbangan agar tidak jatuh ke depan atau belakang. Belum lagi risiko tergelincir. Selain itu, postur tubuh orang barat berbeda dengan orang Asia yang lebih kecil.

    4. Khawatir Ada Barang Bawaan Jatuh

    Alasan lainnya adalah soal keamanannya. Biasanya mereka menyimpan barang-barang di kantong celana, seperti ponsel dan dompet. Mereka khawatir barang bawaan mereka bisa terjatuh ke dalam kloset ketika mereka jongkok.

    Itulah beberapa alasan kloset duduk banyak dipakai di negara barat dibandingkan kloset jongkok. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kloset Duduk vs Jongkok, Mana yang Dianjurkan dalam Islam dan Kesehatan?



    Jakarta

    Kloset merupakan peralatan sanitasi penting di kamar mandi. Bentuk kloset yang banyak digunakan di RI terdapat 2 macam, yakni kloset duduk dan jongkok.

    Kloset duduk di Indonesia termasuk jenis kloset yang modern karena jika memperhatikan rumah-rumah tua yang usianya sudah puluhan tahun tanpa renovasi, kloset yang digunakan rata-rata adalah kloset jongkok.

    Lantas, mana yang lebih baik di antara keduanya?


    Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ yang ditulis oleh Risqi Hidayat, menjelaskan mengenai penggunaan kedua kloset tersebut berdasarkan syariat Islam dan kesehatan.

    Di dalamnya disebutkan syariat Islam lebih menyarankan penggunaan kloset jongkok dibanding kloset duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

    Anjuran dalam Islam ini bukan hanya didasarkan pada pendapat ulama semata, melainkan jika ditinjau dari ilmu kesehatan juga ada manfaatnya. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menunjukkan saat buang tinja dalam posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian.

    Hal ini berbanding terbalik ketika orang tersebut dalam posisi jongkok. Tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.

    Manfaat lainnya adalah buang air besar dalam posisi jongkok lebih cepat karena sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran. Sementara, ketika posisinya duduk jadi lebih lama karena tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal.

    Lalu, kloset jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan kloset. Hal ini dapat mencegah penularan penyakit atau infeksi pada permukaan kulit di area belakang. Etika buang air dengan berjongkok juga lebih menjaga aurat sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

    Meskipun banyak kelebihan, dalam laporan tersebut juga disebutkan kekurangan kloset jongkok adalah tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena tidak nyaman.

    Apabila dipaksakan memakai kloset jongkok justru memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Kondisi seperti dalam Islam dan kesehatan lebih dianjurkan memakai kloset duduk agar lebih aman.

    Terpisah, dalam artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, ada saran bahwa solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah menciptakan bentuk kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

    Terlepas dari hal itu semua hasil temuan dalam pengamatan tersebut, tidak ada larangan untuk menggunakan jenis kloset apa pun. Semua kembali pada kebutuhan masing-masing. Hal yang dilarang dalam Islam adalah buang air besar dan kecil dalam keadaan berdiri, kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

    “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

    Itulah perbandingan antara kloset duduk dan jongkok dalam Islam dan kesehatan. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Jarak Aman Pasang Septic Tank biar Sumur Air Nggak Tercemar



    Jakarta

    Septic tank merupakan wadah untuk menampung kotoran tinja dan limbah domestik setiap bangunan serta mengolahnya agar bisa terurai. Lokasinya berada di dalam tanah, tetapi terdapat pipa dan penanda lokasinya yang terlihat ke permukaan.

    Saat memasang septic tank, lokasinya harus jauh dari sumur air bersih rumah. Sebab, berisiko dapat mencemari sumur air bersih jika septic tank bocor atau meledak.

    Sumur air bersih harus dalam keadaan bersih agar aman saat digunakan. Air yang tercampur kotoran, tinja, dan limbah tidak bisa dipakai dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, tipes, dan lainnya.


    Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengungkapkan salah satu tingkat pencemaran air paling tinggi di Tanah Air disebabkan lokasi septic tank yang cukup dekat dengan tempat tinggal. Jaraknya hanya sekitar 2-3 meter karena beberapa kawasan permukiman berada di area yang padat.

    Jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumur air bersih berisiko membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli). Bakteri satu ini pasti sudah tidak asing di telinga karena bakteri ini kerap menjadi sumber penyakit infeksi saluran pencernaan.

    Dengan adanya jarak, kemungkinan-kemungkinan risiko tadi dapat dicegah. Meskipun nantinya ada kebocoran, dapat diperbaiki dengan cepat.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal memasang sumur septic tank dengan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, upflow filter septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum. Demikian juga dengan taman sanitasi septic tank harus diberi jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Tidak hanya itu, jarak sumur resapan air hujan juga jaraknya tidak boleh terlalu dekat dengan septic tank. Sumur resapan air hujan juga salah satu sumber air bersih di rumah saat kekeringan atau krisis air.

    Untuk jarak yang disarankan antara sumur resapan air hujan dan septic tank adalah setidaknya 5 meter. Lalu, jarak upflow filter septic tank dengan sumur resapan air hujan minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak paling dekatnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal septic tank dari sumur air agar tidak terjadi pencemaran tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Jarak Ideal antara Septic Tank dan Sumur Air? Ini Panduannya



    Jakarta

    Lebih dari yang terlihat di permukaan, rumah punya sistem yang mendukung fungsi hunian. Misalnya septic tank untuk mengolah limbah rumah tangga dan sumur air untuk menyediakan air bersih.

    Jika mau membuat septic tank dan sumur air, pemilik rumah harus memastikan ada jarak yang aman di antara keduanya. Hal itu karena air bersih bisa tercemar kalau sumur air terlalu dekat dengan septic tank.

    Dilansir dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng pernah mengatakan tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya disebabkan oleh lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Masih ada septic tank yang jaraknya hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Nah, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri itu dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

    Lantas, berapa jarak ideal antara sumur air dan septic tank?

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak sumur resapan septic tank dengan sumur air minum minimal 10 meter. Lalu, jarak minimal upflow filter septic tank dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita atau lahan basah buatan septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Kemudian, pemilik juga perlu menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Sumur resapan septic tank setidaknya berjarak 5 meter dari sumur resapan air hujan. Sementara upflow filter septic tank berjarak minimal 1,5 meter dari sumur resapan air hujan. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Jarak Ideal Septic Tank dari Sumur Agar Kualitas Air Bersih Terlindungi



    Jakarta

    Rumah sering kali dilengkapi dengan septic tank dan sumur air. Keduanya berada di bawah tanah dan berfungsi untuk menunjang aktivitas penghuni rumah.

    Septic tank merupakan tempat untuk mengolah limbah rumah tangga. Isinya kotoran dari WC di kamar mandi.

    Sementara itu, sumur air merupakan sumber air bersih di rumah. Air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, bahkan bisa diminum setelah diolah.


    Pemilik rumah bisa membuat dua sistem ini di rumah. Namun perlu diingat, jarak antara septic tank dan sumur air tak boleh berdekatan ya.

    Dikutip dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng sempat menyampaikan bahwa pencemaran air tinja di Indonesia terbilang tinggi. Salah satu penyebabnya adalah lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

    Banyak bangunan rumah warga yang jaraknya hanya 2-3 meter dari septic tank, terutama di permukiman padat. Septic tank itu pun dekat dengan sumber air sehingga membuat airnya tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri tersebut bisa memicu penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

    Untuk itu, pastikan ada jarang yang cukup antara septic tank dan sumur air. Temukan jarak ideal antara keduanya berikut ini.

    Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, sumur resapan septic tank dan sumur air minum harus ada jarak setidaknya 10 meter. Lalu, upflow filter septic tank dan sumur air minum berjarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita atau lahan basah buatan septic tank mesti dibuat minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain itu, sumur resapan air hujan juga sebaiknya diberi jarak dari septic tank. Sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan sewaktu saat kekeringan atau krisis air.

    Pastikan sumur resapan septic tank minimal berjarak 5 meter dari sumur resapan air hujan. Kemudian, upflow filter septic tank dan sumur resapan air hujan ada jarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak setidaknya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah seputar jarak antara septic tank dan sumur air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com