Tag: tips bangun rumah

  • 7 Detail Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Bangun Rumah


    Jakarta

    Membangun sebuah rumah memerlukan perencanaan yang matang. Namun, tak jarang di tengah kesibukan pembangunan rumah, hal-hal kecil yang sebenarnya merupakan detail penting bisa terlewatkan.

    Untuk membangun rumah dengan hasil yang memuaskan, pastikan untuk mempertimbangkan setiap aspek hingga ke detailnya. Hal ini akan bermanfaat untuk menjadikan rumah nyaman dan fungsional ketika ditinggali.

    Dilansir dari laman Well by Design, berikut sejumlah detail penting yang tidak boleh dilewatkan ketika membangun rumah.


    1. Lokasi

    Hal pertama yang tentunya menjadi pertimbangan orang-orang dalam membangun rumah adalah lokasi. Meski demikian, ada saja yang melupakan aspek penting terkait lokasi rumah, seperti histori dan saluran air untuk menghindari masalah di kemudian hari.

    Untuk itu, coba lakukan penelusuran sejarah dari kawasan yang ingin dibangun untuk memastikan tidak ada masalah, misalnya area tersebut bekas pemakaman, tempat pembuangan sampah, dan lainnya. Selain itu, cari tahu juga tentang perairan sekitar dan saluran air agar terhindar dari memilih area yang rawan banjir.

    2. Luas dan Tata Letak Lahan

    Sebelum membangun rumah, sebaiknya mempertimbangkan luas dan tata letak lahan untuk rencana jangka panjang. Jangan hanya merencanakan rumah untuk saat ini saja, tetapi juga memikirkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang.

    Seperti halnya jika berencana membangun keluarga ke depannya yang mungkin memerlukan ruangan lebih dan tempat bermain di halaman rumah. Lalu, bisa juga mempertimbangkan hiburan apa saja yang diinginkan, seperti gazebo, kebun, atau kolam renang di halaman luar.

    3. Tinggi Ruangan

    Tinggi ruangan atau langit-langit rumah tidak kalah penting untuk direncanakan tergantung pada kesan rumah yang diinginkan pemilik rumah. Adapun rumah dengan langit-langit yang lebih tinggi membuat ruangan terasa lapang dan sejuk.

    Untuk itu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan arsitek ataupun desainer agar membangun rumah dengan tinggi ruangan yang sesuai dengan keinginan. Namun, perlu diingat juga agar menyesuaikan pilihan pintu, jendela, dan dekor agar proporsional dengan tinggi ruangan.

    4. Material

    Ketika memilih material bangunan atau interior, bahan-bahan yang sustainable dan aman untuk kesehatan menjadi poin penting untuk dipertimbangkan. Sekarang ini, sudah ada arsitek dan desainer yang mempertimbangkan aspek kesehatan dalam pembangunan.

    Terdapat banyak komponen rumah yang rentan mengandung bahan-bahan beracun yang dapat mengancam kesehatan, seperti lantai dan cat. Agar rumah menjadi aman dan nyaman untuk ditinggali, sebaiknya lebih teliti dalam memilih bahan bangunan dan interior.

    5. Penempatan Kabel dan Stopkontak

    Detail yang tak kalah penting dalam membangun rumah adalah merencanakan penempatan kabel dan stopkontak. Meski sepele, hal ini perlu menjadi salah satu prioritas ketika merencanakan desain rumah.

    Sebab, rumah yang nyaman dan fungsional tentunya membutuhkan banyak stopkontak yang ditempatkan pada lokasi yang strategis. Selain itu, penempatan kabel perlu dibuat agar tampak rapi dan tidak berserakan di mana-mana.

    6. Pencahayaan Lampu dan Matahari

    Pencahayaan rumah sangat esensial dalam pembangunan rumah untuk mendukung keseharian maupun memberi kesan pada rumah. Tentukan posisi jendela dan letak ruangan sesuai dengan arah sinar matahari untuk sepanjang hari.

    Mungkin Anda menginginkan cahaya matahari pagi di dapur, sedangkan di ruang kerja pada sore hari. Semua itu bisa direncanakan sebelum membangun rumah.

    7. Ruang Penyimpanan

    Sebaiknya merencanakan ruang penyimpanan dalam rumah serta mempersiapkan lebih banyak ruang. Sebab, semakin banyak ruang penyimpanan akan baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta memastikan rumah tetap rapi.

    Pastikan setiap barang nantinya memiliki tempat penyimpanan khusus. Ruang penyimpanan bisa berupa lemari dan laci. Adapun laci menjadi yang tempat penyimpanan paling praktis untuk mengatur barang-barang, terutama di dapur.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 9 Tips Bangun Rumah Anti Gempa Biar Nggak Waswas


    Jakarta

    Gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang paling ditakuti karena bisa merobohkan rumah dalam hitungan detik. Meski tak bisa diprediksi kapan datangnya, masyarakat bisa meminimalisir risiko dengan membangun rumah yang tahan gempa.

    CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, menegaskan pentingnya memperhitungkan kekuatan struktur bangunan sejak awal. Fondasi, kolom, hingga balok beton bertulang harus dihitung secara matang agar mampu menahan guncangan.

    “Ketahanan strukturnya itu harus kuat. Mulai dari kualitas beton, besi sebagai tulangan rangka, hingga perhitungan zona gempa di lokasi rumah,” kata Taufiq kepada detikProperti.


    Tips Bangun Rumah Tahan Gempa

    1. Hitung Kekuatan Struktur dengan Ahli

    Jangan asal bangun! Pastikan ahli struktur menghitung fondasi, kolom, dan rangka beton sesuai standar.

    2. Perkuat Sambungan Kolom dan Balok

    Banyak rumah roboh karena sambungan kolom dan balok lemah. Pastikan penulangan dibuat overlap, bukan asal tempel.

    3. Amankan Genteng Rumah

    Atap adalah bagian paling rawan saat gempa. Gunakan genteng ringan seperti spandek, seng, PVC, atau ikat genteng dengan baut agar tidak mudah runtuh.

    4. Pilih Jendela Kecil

    Jendela kaca besar mudah pecah. Lebih aman gunakan jendela modular kecil agar rangkanya kuat menahan getaran.

    5. Kuatkan Struktur Dinding

    Tambahkan pembesian pada dinding, misalnya dengan bata interlock yang diberi tulangan besi vertikal dan horizontal.

    6. Ikuti Panduan Resmi PUPR

    Kontraktor Panggah Nuzhul Rizki mengingatkan bahwa Kementerian PUPR sudah membuat panduan teknis bangunan tahan gempa, seperti rumah contoh RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat).

    7. Konsultasi dengan Konsultan

    Konsultasi dengan arsitek dan konsultan struktur akan membantu memilih desain, fondasi, hingga dimensi bangunan yang paling aman.

    8. Gunakan Material Ringan & Berstandar SNI

    Pilih material ringan, seperti genteng metal atau beton ringan. Pastikan semua bahan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

    9. Pastikan Pelaksanaan Sesuai Rencana

    Jangan sampai pembangunan berbeda dengan rencana awal. Pemilik rumah bisa memakai jasa konsultan profesional untuk mengawasi kualitas bangunan.

    Membangun rumah tahan gempa memang membutuhkan perencanaan yang matang. Namun, investasi ini sangat penting demi keselamatan penghuni.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Bisa Bikin Boros Saat Bangun Rumah Menurut Kontraktor


    Jakarta

    Membangun rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Terkadang biaya bangun rumah bisa membengkak di luar perencanaan.

    Pemilik rumah perlu berhati-hati agar tidak boros saat bangun rumah. Jangan sampai tabungan habis dan pembangunan rumah mangkrak.

    Nah, ada beberapa hal yang bisa membuat pemilik boros ketika bangun rumah. Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Biaya Bangun Rumah Bengkak

    Inilah beberapa hal yang perlu dihindari agar pengeluaran tidak berlebihan waktu bikin rumah menurut kontraktor.

    1. Tidak Mengikuti Rencana Awal

    Kontraktor Wildan mengatakan pembangunan rumah menjadi semakin mahal karena tidak mengikuti rencana awal. Sebelumnya, pemilik harus sudah merencanakan dan memperhitungkan desain rumah dengan matang. Hindari perubahan ketika sudah pembangunan agar tidak ada pembengkakan biaya.

    “Konsepnya satu lantai jadi dua lantai. Udah dua lantai terus mau jadi lagi tiga lantai ada rooftop-nya. Nah itu akan ada pembekakan (biaya). Nah itu balik lagi ke guideline,” ujar Wildan saat dihubungi detikProperti belum lama ini.

    2. Bahan Bangunan Tidak Berkualitas

    Penggunaan bahan bangunan yang tidak berkualitas bisa merugikan pemilik di kemudian hari. Bahan tersebut cenderung lebih cepat rusak sehingga pemilik harus mengeluarkan biaya perbaikan.

    “Pinter-pinter pilih bahan karena banyak orang yang tergiur harga murah tapi dia (bahan) nggak tahan lama,” ucapnya.

    3. Tukang Bangunan Kurang Terampil

    Selanjutnya, tenaga ahli atau tukang yang kurang terampil juga bisa membuat biaya bangun rumah menjadi mahal. Hasil pekerjaan mereka bisa saja tidak sesuai harapan sehingga harus mengulang lagi pengerjaannya. Oleh karena itu, pemilik harus pandai memilih tukang yang terampil.

    4. Penggantian Kualitas Material

    Pemilik rumah tentu ingin menggunakan material bangunan dengan kualitas terbaik. Hal ini boleh saja tetapi sebaiknya sudah ditentukan sejak perencanaan awal. Sebab, perubahan merek atau produk bahan bangunan akan membuat pengeluaran pemilik melebihi anggaran.

    “Misalkan awalnya mau pakai semen harga Rp 50.000. Setelah berjalan ternyata hasilnya kurang bagus, dia mau ganti upgrade. Nah itu bisa jadi pembengkakan juga. Jadi dia pakai harga yang Rp 70.000 satu sak. Nah tinggal dikali aja satu rumah misalkan 100 sak udah lumayan,” tuturnya.

    Itulah beberapa hal yang bikin boros saat bangun rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Upah Tukang Harian dan Borongan Nggak Sama, Segini Kisarannya



    Jakarta

    Tukang merupakan sosok penting dalam pembangunan rumah. Saat hendak memperkerjakan tukang, pemilik rumah harus tahu besar upah yang harus diberikan.

    Penentuan upah tukang bangunan tergantung pada sistem kerjanya. Ada yang disebut tukang harian dan tukang borongan. Perbedaan kedua sistem ini adalah tukang harian biasanya dikontrak dan dibayar harian. Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja yang dibayar berdasarkan kontrak dan telah ditentukan waktu pengerjaannya.

    Lantas, bagaimana cara menentukan kapan kita butuh memperkerjakan tukang harian atau borongan?


    Menurut Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto saat membangun rumah dari nol lebih baik memilih tukang borongan, sementara jika renovasi lebih baik memakai tukang harian karena dalam perbaikan rumah biasanya kerap ditemukan banyak kerusakan baru sehingga waktu penyelesaiannya tidak bisa ditentukan secara pasti.

    “Kalau bangunnya dari nol, lebih banyak borongan. Kalau renovasi biasanya harian. Karena kalau renovasi kita kadang nggak tahu hal-hal yang ternyata harus ada tambahan-tambahan,” kata Teguh saat ditemui di Press Conference Renovation Expo 2025 di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Selasa (11/11/2025).

    Ada pun upah yang harus dikeluarkan untuk membayar tukang harian dan borongan juga berbeda. Teguh mengungkapkan harga tukang harian sudah tembus sekitar Rp 200-250 ribu per orang untuk tukang harian. Sementara itu, harga tukang borongan sekitar Rp 400-500 ribu per meter persegi.

    “Sekarang setahu saya ya, kalau harian tuh Rp 200.000-250.000 per hari ya. Per orang per hari. (Tukang borongan) kalau nggak salah ya Rp 400.000-500.000 per meter persegi,” tuturnya.

    Itulah penjelasan mengenai perbedaan tugas dan upah tukang harian dan tukang borongan, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com