Tag: tips berkebun

  • Mudah Dicoba! Ini 4 Tips Menanam Tanaman Rambat di Rumah


    Jakarta

    Halaman rumah tanpa adanya tanaman terasa seperti gurun tandus. Saat siang hari, matahari langsung mengarah ke rumah, begitu terik dan panas. Keberadaan tanaman dapat menjadi penghalang sinar matahari sekaligus penyegaran mata.

    Menanam tanaman tidak harus di lahan yang luas seperti di rumah zaman dulu. Lahan seluas kamar tidur 3×2 meter pun sudah cukup untuk meletakkan beberapa tanaman. Salah satu tanaman yang cocok tumbuh di lahan yang sempit adalah tanaman rambat.

    Tanaman rambat ini bisa dipasang di dinding dan pagar rumah, atau menggunakan media rambat tambahan. Perawatan tanaman rambat lebih mudah daripada kelihatannya. Kuncinya adalah penghuni rumah harus rajin untuk merapikan jalur rambatan tanaman tersebut agar tidak merusak bagian rumah yang seharusnya tidak ditumbuhi.


    Dilansir dari Houzz, berikut tips menanam tanaman rambat di lahan yang sempit.

    1. Pilih Tanaman dari Cara Rambatnya

    Tanaman rambat memiliki 2 cara merambat yakni dengan akarnya yang menempel atau sulurnya yang melilit ke media rambat.

    Kedua cara tumbuh tanaman rambat tersebut dapat memberikan efek pada media rambat. Apalagi jika media rambat adalah dinding rumah. Nantinya cat dinding bisa rusak karena dijadikan jalur hidup mereka.

    Menurut situs Houzz jenis akar yang berpotensi merusak eksterior rumah adalah yang menempel. Sementara itu, untuk tanaman rambat yang melilit dengan sulurnya dapat menyebabkan kerusakan jika sulur mulai merambah ke arah selokan, jendela, garis atap.

    2. Pilih Jenis Tanaman Rambat yang Tepat

    Selain dari cara merambatnya, kamu bisa memilih tanaman yang diinginkan. Contoh tanaman rambat yang tumbuh dengan cara menempel adalah daun dolar dan ivy inggris. Lalu untuk tanaman rambat yang hidup dengan melilit lewat sulurnya adalah melati irian, morning glory, sirih merah, dan tanaman anggur.

    Lalu tanaman rambat yang bisa berbunga di antaranya bugenvil, morning glory, mandevilla, melati irian, dan masih banyak lagi.

    3. Gunakan Bebatuan pada Dinding

    Setelah menentukan cara merambat dan jenis tanamannya. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media rambatnya. Salah satu cara aman mencegah tanaman rambat merusak bangunan adalah dengan menyiapkan dinding berbatu.

    Dinding rumah dari batu bata lebih minim mengalami kerusakan apabila dibandingkan dengan media rambat sirap. Media rambat dari sirap ini apabila diletakkan di dinding dapat melonggarkan lapisan dinding. Namun, sirap tetap aman dan indah apabila di pasang berdiri atau agak berjarak dari dinding. Adanya jarak antara dinding dan sirap dapat mencegah dinding lembap dan tumbuhnya jamur.

    4. Gunakan Teralis

    Teralis atau besi bersekat adalah salah satu media tanam tanaman rambat yang direkomendasikan. Cara pasang yang benar adalah dengan dipasang beberapa senti dari dinding. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir dinding rumah yang telah dicat akan rusak.

    Situs Houzz menyarankan pada teralis dibuatkan sebuah engsel agar besi tersebut bisa dipindahkan ke atas atau ke samping yang dapat mempermudah pemilik rumah saat ingin mengecat dinding atau mencabut tanaman rambat apabila terlihat kering.

    Itulah beberapa tips untuk menanam tanaman rambat di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Beli ke Pasar, Begini Cara Menanam Cabai di Rumah


    Jakarta

    Sudah menjadi fenomena tahunan, harga cabai di pasaran akan naik pada momen-momen besar. Saat harga cabai naik, tentu banyak keluarga yang kerepotan karena bahan masakan satu ini keberadaannya sangat penting.

    Namun, tahukah kamu kalau sebenarnya cabai bisa dibudidaya dan ditanam sendiri di depan rumah?

    Dengan menanam cabai sendiri, kamu bisa mendapat alternatif untuk menekan pengeluaran bulanan. Selain itu, kamu juga bisa menghemat waktu karena cukup memetik cabai di depan rumah tanpa perlu beli ke pasar.


    Dilansir dari detikFinance berdasarkan buku ‘Cabai Panen Setiap Hari’ karya Guru Besar Pemuliaan Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Syukur, berikut tips menanam cabai di rumah dengan media pot.

    Cara Menanam Cabai di Rumah

    Inilah cara menanam cabai di rumah agar tidak perlu beli ke pasar.

    1. Siapkan Pot yang Sesuai

    Jenis pot yang digunakan bisa berupa polybag, pot plastik, drum, ember, atau kaleng bekas. Ukuran minimal pot yang bisa digunakan untuk menanam cabai adalah berdiameter 20 cm.

    Setiap pot harus memiliki 4-8 lubang pada bagian dasarnya untuk drainase air sehingga tidak mengendap di bawah pot. Diameter lubang tersebut adalah 1 cm. Pastikan pot yang kamu gunakan dapat bertahan untuk 5-6 bulan ke depan.

    Di bagian bawah pot disarankan diletakkan pecahan genting atau bata merah untuk mengendalikan drainase.

    2. Siapkan Media Tanam untuk Sebar Benih

    Setelah pot siap, siapkan tanah yang akan menjadi tempat sebar benih. Media tanam yang dipakai merupakan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1.

    Jika tidak ada pasir, kamu bisa menggantinya dengan sekam bakar dengan perbandingan sama yakni 2:2:1. Aduk campuran bahan tersebut dengan rata.

    Pupuk kandang bisa diperoleh dari kotoran sapi, ayam, atau kambing. Namun, pastikan pupuk kandangnya telah melalui proses dekomposisi hingga teksturnya remah, kering, tidak berbau, dan tidak panas.

    Masukan campuran tanah tadi hingga menyisakan 5 cm dari bibir pot. Pastikan pot tersebut diletakkan di tempat terbuka yang mendapat cahaya matahari beberapa hari sebelum penanaman.

    3. Semai Benih Cabai

    Sebelum benih cabai disemai ke dalam tanah. Benih tersebut harus direndam di dalam air. Disarankan air tersebut juga dicampurkan dengan larutan fungisida yang berfungsi untuk membersihkan jamur.

    Fungsi dari perendaman benih ini adalah untuk memisahkan benih yang bagus dan tidak. Biasanya benih yang bagus dan bisa dipakai adalah yang tenggelam di dalam air. Benih yang tidak bisa dipakai biasanya mengapung di atas air dan sebaiknya dibuang saja.

    Setelah disisihkan, bungkus benih dalam kertas atau kain lembab selama 24-36 jam sebelum disemai.

    Penyemaian benih tidak bisa dilakukan di pot yang disiapkan tadi. Kamu harus menyemai di pot yang lebih kecil ukuran 8×10 cm. Isinya media tanam campuran tanah halus dan pupuk kendang dengan perbandingan 1:1.

    Benih kemudian disemai di kedalaman 1-15 cm dari bibir pot. Caranya dengan membuat lubang di tanah. Apabila benih sudah masuk ke dalam lubang, tutup dengan tanah halus

    Tutup pot dengan karung goni basah atau plastik hitam selama 3 hari, kemudian tunggu perkembangannya.

    4. Tunggu Selama 7 Hari

    Benih cabai biasanya akan berkecambah dalam 7 hari setelah disemai. Apabila sudah berkecambah, tugas kamu belum selesai. Kamu masih harus mengawasi hingga 5-6 minggu atau telah berdaun 6-8 helai.

    5. Siram 1-2 Kali Per Hari

    Selama menunggu cabai berkecambah, siram cabai 1-2 kali per hari. Agar cabai tumbuh dengan baik, kamu bisa menambahkan pupuk NPK seminggu sekali dengan konsentrasi 3 gram/liter.

    6. Bibit Cabai Pindah ke Pot Besar

    Setelah bibit cabai berkecambah dengan sempurna setelah 6 minggu atau muncul 6-8 daun, biarkan bibit tersebut terkena sinar matahari selama 5 hari berturut-turut.

    Setelah dirasa sudah beradaptasi, baru kamu bisa memindahkan bibit cabai ke pot besar yang sejak awal sudah disiapkan. Pemindahan ini disarankan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.30 untuk menghindari tanaman stres.

    Saat sudah tumbuh di pot besar, kamu tetap harus sering menyiramnya. Kamu dapat menggunakan air biasa atau larutan fungisida dengan ukuran 1 gram per liter, dan pupuk daun gandasil 2 gram/liter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 5 Tanaman Ini Bisa Mengundang Hama ke Taman Rumah


    Jakarta

    Menanam tanaman di halaman rumah bisa memberikan kesan asri dan sejuk. Namun harus hati-hati karena ada beberapa tanaman yang justru menarik hama.

    Keberadaan hama, seperti serangga hingga tupai, tentu bisa merusak tanaman. Tentu kamu nggak mau dong hal itu terjadi?

    Nah, ada beberapa tanaman yang bisa mengundang hama ke taman. Dilansir dari Real Simple berikut ini informasinya.


    Tanaman yang Mengundang Hama

    1. Mawar

    Pink rose bush in the evening sunBunga mawar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Marina Izvekova

    Buat kamu yang suka menanam mawar di rumah, hati-hati ya. Tanaman ini rentan terhadap diserang hama seperti kumbang Jepang, tungau laba-laba, maupun kutu daun.

    2. Tomat

    Ilustrasi cara simpan tomatIlustrasi tomat Foto: Getty Images/iStockphoto

    Tomat merupakan salah satu tanaman yang disukai berbagai jenis hewan, seperti tupai, serangga, kutu daun, kutu busuk, maupun ulat tanduk. Maka dari itu harus waspada ya agar tanaman tidak dirusak hama.

    3. Lili Air

    Bright violet water lily. Flower and leaves in the pond. Bright floral natural background. Aquatic plants. Panoramic water landscapewater lily atau lili air. Foto: Getty Images/iStockphoto/Inna Giliarova

    Tanaman cantik yang satu ini bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Hal itu karena pada tanaman ini terdapat bagian yang terisi air sehingga dipakai nyamuk untuk menaruh telurnya.

    4. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    English ivy bisa menjadi tempat berlindung yang aman bagi nyamuk karena area bawah tanaman yang lembap dan teduh. Selain itu, tanaman ini juga cenderung menarik perhatian kutu putih maupun hama tanaman lainnya.

    5. Bunga Matahari

    Bunga matahari.Bunga matahari. Foto: iStock/ohishiistk

    Biji bunga matahari menjadi favorit banyak hewan, seperti tupai dan burung. Tak hanya itu, ada beberapa serangga yang juga tertarik pada tanaman tersebut seperti ngengat dan kumbang.

    Cara Melindungi Tanaman dari Hama

    Ada beberapa cara untuk melindungi tanaman dari hama yaitu sebagai berikut.

    Buat Pembatas

    Kamu bisa membuat pagar pembatas untuk mencegah hewan merusak maupun memakan tanaman.

    Tanam Tanaman Pengusir Hama

    Kamu bisa menanam tanaman perangkap untuk membasmi hama. Sebagai contoh, tanam nasturtium di dekat tomat. Hal itu karena kumbang akan lebih tertarik ke tanaman nasturtium sehingga tanaman tomat kamu akan aman.

    Hati-hati dengan Genangan Air

    Adanya genangan air bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Maka dari itu pastikan tidak ada genangan air di dekat rumah, termasuk pot tanaman.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa mengundang hama. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Takut Tanaman Layu Saat Mudik Nanti? Ini Tips Mudah Merawatnya



    Jakarta

    Bagi pecinta tanaman, bepergian dalam waktu yang lama seperti mudik tentu membuat hati galau. Mudik menjadi tak tenang karena selalu cemas memikirkan tanaman di rumah.

    Tenang, rasa cemas itu bisa kamu lawan jika tahu bagaimana cara menjaga tanaman tetap segar walaupun ditinggal berhari-hari. Hanya perlu waktu singkat untuk mempersiapkan tanaman sebelum ditinggal pergi mudik. Melansir dari laman The Sill, berikut tipsnya.

    Sesuaikan Cahaya dan Suhu

    Kamu harus tahu bahwa semakin banyak sinar matahari yang diterima tanaman, semakin cepat juga tanaman “haus” dan layu. Tanaman paling banyak menggunakan air saat proses transpirasi, sedangkan laju proses transpirasi ini sangat bergantung dengan jumlah sinar matahari yang diterima oleh tanaman. Jadi, semakin banyak cahaya alami yang diterima tanaman, semakin banyak pula air yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, untuk membantu tanaman agar tidak layu selama kamu bepergian, kamu bisa memindahkannya ke tempat yang agak jauh dari cahaya matahari sebelum pergi.


    Menjaga Kelembapan

    Libur lebaran biasanya berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Jika kamu berencana untuk pergi mudik selama seminggu, menyiram tanaman sesaat sebelum berangkat sudah cukup untuk menjaga kelembapan tanaman. Pastikan kamu hanya menyiram tanaman dengan tanah pot yang kering atau sebagian besar kering. Setelah disirami, biarkan sisa air mengalir dari tanaman ke dalam pot sebelum kamu berangkat. Hal ini akan membuat tanah dalam pot tetap lembab tetapi tanaman tidak terendam dalam wadah berisi air, yang dapat menarik hama atau menyebabkan akar busuk.

    Jangan Gunakan Pupuk

    Jika kamu sering menggunakan pupuk untuk tanaman, pastikan untuk menunda pemupukan tanaman terutaman tanaman hias sampai kamu kembali ke rumah. Jangan memupuk tanaman kamu beberapa minggu sebelum keberangkatan karena ini akan membantu tanaman menghemat energi dan air.

    Lakukan Pemangkasan Kecil

    Selain memangkas dedaunan yang mati atau tampak tidak sehat, kamu juga bisa memangkas tunas dan bunga apa pun, yang biasanya memerlukan penyiraman lebih sering agar tanaman tetap sehat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 5 Penyebab Daun Tanaman Menguning Meski Tersiram Air Hujan


    Jakarta

    Warna pada daun dapat menunjukkan kesehatan dan kesegaran pada tanaman. Warna hijau menandakan kondisi tanaman yang baik dan ternutrisi. Sebaliknya, daun yang menguning menandakan adanya masalah pada tanaman tersebut.

    Masalah tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, tergantung pada faktor lingkungan, iklim, dan perawatan dari pemiliknya. Bahkan tanaman yang letaknya di luar dan tersiram air hujan, bisa menyebabkan daun tanaman menguning.

    Dilansir Gardeners World, berikut beberapa penyebab daun tanaman menguning.


    1. Terlalu Banyak Disiram

    Ternyata tanaman yang tersiram air hujan tetap berpotensi daunnya menguning. Hal ini disebabkan penyiraman yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah seperti pembusukan pada akar, mengganggu penyerapan nutrisi, dan menarik hama mendekat.

    Untuk mengukur kapan tanaman perlu mendapat air adalah dengan mengecek kondisi tanah. Apabila tanah masih terasa lembap, sebaiknya tunggu satu hari lagi untuk menyiram.

    2. Kurang Air

    Selain terlalu banyak air, tanaman yang kekurangan air juga mudah warna daunnya berubah. Pemilik tanaman bisa menggunakan cara yang sama seperti tadi untuk mengecek kelembapan tanah. Apabila sejak awal mengetahui tanaman tersebut menyukai banyak air, letakkan tanaman tersebut dekat dengan sumber air.

    3. Akar Tanaman Tersumbat

    Daun yang menguning bisa juga disebabkan karena akar tanaman tidak bisa bertumbuh atau tersumbat. Biasanya terjadi pada tanaman yang diletakkan di dalam pot. Jika mengalami hal seperti ini, pindahkan tanaman di pot atau tanah yang lebih luas.

    4. Kurang Mendapat Cahaya

    Tanaman membutuhkan cahaya yang baik. Menempatkan tanaman di lokasi yang minim cahaya matahari masuk membuat proses fotosintesisnya terhambat. Seperti yang kita tahu dalam proses menghasilkan klorofil dan energi pada tumbuhan membutuhkan cahaya. Oleh karena itu, banyak daun tanaman arah tumbuhnya mengikuti lokasi di mana cahaya berada.

    5. Kekurangan Nutrisi

    Daun muda yang menguning biasanya disebabkan oleh kekurangan nitrogen, sementara daun yang menguning di bagian tepinya kemungkinan besar disebabkan oleh kekurangan kalium. Daun yang menguning di antara urat daun mengalami kekurangan zat besi

    Nitrogen dan kalium merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam pupuk umum. Kekurangan nutrisi sebenarnya dapat diperbaiki dengan menambahkan sumber nutrisi atau memindahkan tanaman ke pupuk yang menyediakan nutrisi tersebut.

    Itulah beberapa faktor yang membuat daun tanaman menguning.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Merawat Halaman biar Rumah Makin Cantik


    Jakarta

    Penampilan rumah sangat dipengaruhi dari kebersihan dan penataannya. Penghuni tak boleh lupa merawat halaman rumah, sebab merupakan hal pertama yang terlihat saat hendak masuk rumah.

    Jika halaman tidak terurus, rumput bisa tumbuh sangat tinggi dan daun kering berserakan. Tentunya, penghuni rumah tak mau kan

    Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk merawat halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Merawat Halaman Rumah

    Inilah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk merawat halaman rumah, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Sapu Daun Berguguran

    Daun bisa saja jatuh ke tanah setiap hari kalau punya pohon atau tanaman di halaman. Sebaiknya bersihkan daun gugur tersebut secara rutin agar halaman rumah tidak terlihat berantakan.

    Sapu daun-daun gugur dan dikumpulkan. Daun tersebut bisa digunakan sebagai bahan pupuk kompos. Hindari membakar daun gugur karena dapat mengganggu tetangga dan membuat polusi udara.

    2. Pangkas Rumput Liar

    Rumput liar bisa tumbuh tinggi dan membuat halaman rumah menjadi berantakan. Tumbuhnya rumput liar juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman lain.

    Rutin mencabut atau memotong rumput liar setidaknya 3-4 hari sekali. Gunakan gunting rumput untuk mempermudah pekerjaan.

    3. Siram Tanaman dan Rumput

    Tanaman yang kering dan layu juga membuat halaman rumah terlihat tidak rapi. Pastikan untuk menyiram tanaman dan rumput setiap hari supaya halaman rumah asri dan hijau. Gunakan selang panjang untuk mempercepat dan memudahkan menyiram tanaman.

    4. Bersihkan Selokan

    Selain itu, bersihkan selokan yang ada dekat dengan halaman rumah. Jika dibiarkan, selokan bisa tersumbat, lalu genangan air menjadi sumber penyakit.

    Sebaiknya bersihkan selokan seminggu sekali secara rutin. Tak hanya mencegah selokan jadi kotor dan aliran air lancar, membersihkan selokan juga mencegah bau tak sedap di halaman rumah.

    5. Percantik dengan Tanaman Hias

    Setelah halaman bersih, penghuni rumah bisa mendekorasi dengan tanaman hias. Tanaman tersebut bisa menambah kesan indah dan rapi pada halaman.

    Jika jumlahnya cukup banyak, tanaman hias bisa ditaruh dalam pot-pot cantik. Kemudian, tanaman hias bisa disusun rak agar lebih teratur dan enak dipandang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Tips Menanam dan Merawat Tanaman Rambat agar Terlihat Lebat


    Jakarta

    Tanaman rambat merupakan pilihan yang tepat untuk membuat rumah terlihat hijau, sejuk, dan rimbun, tanpa perlu memiliki banyak tanaman. Sulur yang dapat memanjang dan ditumbuhi daun-daun hijau atau bunga membuat tampilannya menarik.

    Cara menanam dan merawat tanaman rambat cukup mudah, tetapi mungkin beberapa dari kalian ada yang tidak mengetahui cara agar sulur-sulur tersebut dapat menempel hingga menyebar luas pada media tanamnya.

    Dilansir Cleanipedia, berikut cara menanam dan merawat tanaman rambat di rumah agar tampak subur.


    Cara Menanam Tanaman Rambat

    1. Siapkan Media Tanam

    Tanaman rambat bisa diletakkan di dekat pagar, kanopi, teralis. Maka tentukan dahulu medianya. Untuk menanam tanaman merambat di dinding, buat lubang tanam dengan jarak antara 30 sampai 60 cm dari dinding. Untuk tanaman merambat di kanopi, siapkan pot yang diletakkan di sekitar tiang penyangga kanopi (tirai) atau pergola.

    2. Urai Akar Tanaman

    Tanaman rambat harus dipastikan bisa mendapatkan nutrisi melalui akarnya. Agar akar dapat bekerja dengan maksimal, sebelum ditanam, urai dahulu akar tanaman. Kemudian tutup kembali lubang tersebut dengan tanah. Campur tanah dengan kompos dengan perbandingan 2:1 agar tanaman dapat tumbuh dengan subur.

    3. Siram Tanaman Secara Rutin

    Sama seperti tanaman lain, penyiraman perlu dilakukan secara rutin, tetapi cari tahu dulu periode penyiramannya. Ada tanaman yang perlu disiram 2 kali sehari, sehari sekali, atau bahkan tidak perlu terlalu sering. Sebagai contoh tanaman mawar rambat, penyiramannya perlu dilakukan dua kali dalam sehari karena kondisi tanah untuk mawar tidak boleh terlalu basah dan tidak boleh terlalu kering.

    4. Pangkas Tanaman Secara Teratur

    Meskipun tanaman rambat rimbun terlihat bagus, tetapi lebih baik panjangnya dibatasi. Tanaman yang terlalu panjang atau terlalu rimbun justru lebih sulit dirawat dan akan lebih banyak sampah daun kering. Lantas, kapan waktu terbaik untuk memangkas tanaman rambat? Pemangkasan lebih baik dilakukan setelah tanaman berbunga. Apabila tanaman tersebut tidak memiliki bunga, bisa dipangkas kapan saja.

    Tips Perawatan Tanaman Merambat

    1. Gunakan Kawat untuk Mengikat Ke Tiang

    Meskipun beberapa tanaman rambat memiliki akar yang lengket pada sulurnya, tetapi dibutuhkan kawat atau pengikat agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan bentuk media tanamnya. Sebagai contoh jika ditanam di tiang, maka buat tanaman tersebut merambat dengan melingkar agar terlihat indah.

    2. Pastikan Mendapat Sinar Matahari

    Selain tanah yang subur dan air, tanaman juga membutuhkan sinar matahari untuk membantu proses fotosintesis.

    3. Pastikan Struktur Media Tanam Kuat

    Hal lainnya yang tak kalah penting adalah pastikan komposisi tanah yang dipakai cukup untuk menahan tanaman. Tanah yang tak cukup menopang batang dan sulur berisiko membuat batang ambruk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Tanam Cabai di Taman Rumah, Hemat Nggak Perlu Beli ke Pasar


    Jakarta

    Masakan Indonesia identik dengan cita rasa pedas berkat penggunaan cabai. Biasanya orang-orang membeli cabai ke pasar atau supermarket untuk mendapatkan cabai. Namun, sebenarnya cabai bisa didapatkan dengan modal minim kalau ditanam sendiri di rumah, lho.

    Dikutip dari laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah cocok ditanam saat kondisi udara cukup lembap dibandingkan kering. Nah, waktu yang tepat buat menanam cabai adalah ketika musim hujan.

    Selain itu, cabai bisa tumbuh subur di dataran rendah atau tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Kondisi tanah yang cocok buat menanam cabai adalah yang tanah gembur, yaitu tekstur seperti remah dan tidak terlalu padat. Lalu, kandungan pH-nya juga normal sebesar 6-7.


    Bagaimana cara menanam cabai di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Menanam Cabai di Rumah

    Inilah langkah-langkah untuk menanam cabai di rumah.

    1. Rendam Benih Cabai

    Sebelum menanam benih cabai, pastikan untuk memilih yang berkualitas. Caranya dengan merendam bibit tersebut di air hangat dengan suhu 50 derajat celsius. Biasanya benih yang berkualitas tenggelam di dalam air.

    2. Semai Benih Cabai

    Selanjutnya, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan campuran pupuk kendang atau kompos dengan tanah dengan perbandingan 1:1 di sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

    3. Pindahkan Bibit ke Tanah

    Jika mempunyai lahan yang cukup di rumah, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm, sehingga membentuk gundukan tanah. Campurkan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan kalau tanah terlihat kering.

    Tambahkan pupuk susulan tiga kali berupa urea, ZA, KCl pada minggu ke 3, 6, dan 9 setelah bibit ditanam. Besaran pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

    Kemudian, tutup tanah yang sudah disiapkan dengan plastik mulsa berlubang. Barulah cabai muda siap dimasukkan ke dalam lubang.

    4. Perawatan Tanaman Cabai

    Setelah 1-2 minggu berlalu, periksa kalau ada bibit yang mati. Lalu, buang bibit yang mati dan sakit.

    Sementara itu, bibit yang berhasil berkembang perlu rajin disiram. Jika tanaman cabai sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

    5. Masa Panen Cabai

    Masa panen cabai sekitar 2 bulan setelah penanaman atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika menemukan buah cabai yang rusak, sebaiknya segera disingkirkan.

    Waktu panen cabai bisa disesuaikan dengan waktu penggunaan cabai. Kalau cabai mau dikirim ke tempat yang jauh, panen ketika warnanya hijau. Berbeda halnya buat keperluan rumah, panen saat cabai berwarna merah.

    Itulah informasi seputar menanam cabai di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mengatur Taman agar Tidak Menjadi Sarang Serangga


    Jakarta

    Beberapa serangga lebih menyukai area terbuka seperti taman untuk membuat tempat tinggal. Meskipun tidak langsung mengganggu manusia, keberadaan serangga seperti nyamuk, lalat, atau lebah, tetap membuat tidak nyaman terutama saat ingin bermain di luar rumah.

    Untuk mengatasi serangga di luar ruangan, tidak bisa hanya mengandalkan bahan-bahan kimia karena kemungkinan besar tidak akan berpengaruh. Cara yang paling tepat untuk mencegah serangga berkumpul di taman rumah adalah dengan mengatur taman agar tidak menjadi tempat yang disukai serangga.

    Menjaga kebersihannya dan membuat taman yang selalu rapi merupakan salah satu kuncinya. Dilansir The Spruce berikut tips mengatur taman agar bebas dari serangga.


    1. Hindari Genangan pada Halaman Rumah

    Taman rumah biasanya mudah sekali muncul genangan, terutama yang tidak memiliki area resapan alami. Genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak bagi serangga terbang, seperti nyamuk.

    “Nyamuk berkembang biak di genangan air, jadi menguras pot bunga dan talang air secara teratur akan membantu mencegah nyamuk berkumpul di dekatnya,” ujar Frank Meek, ahli entomologi bersertifikat di Rollins, seperti yang dikutip dari The Spruce, Jumat (1/8/2025).

    Jika memiliki tempat mandi burung atau air mancur di luar ruangan, tempat tersebut juga harus sering diperiksa, jangan sampai ada genangan.

    2. Jangan Letakkan Tempat Sampah di Taman

    Tempat sampah luar ruangan sebaiknya berada di luar rumah atau pagar rumah dan harus dalam keadaan tertutup rapat. Selain untuk mencegah bau tak sedap, tempat sampah tertutup juga mencegah serangga berkembang biak di dalamnya dan tikus masuk mengacak-acak.

    3. Pasang Lampu Taman

    Biasanya bagian taman hanya diberi pencahayaan yang minim, padahal adanya lampu taman juga dapat membantu mengusir tanaman dari taman. Caranya dengan memilih bohlam khusus berwarna kuning. Warna-warna lain seperti putih dan biru justru menarik perhatian serangga.

    “Lampu-lampu ini kurang menarik bagi serangga terbang, seperti ngengat dan nyamuk,” kata Napolski, pendiri A-Tex Pest Management.

    4. Tanam Tanaman yang Tidak Disukai Serangga

    Banyak sekali tanaman yang bisa menjadi bahan alami pengusir serangga. Sebagai contoh sera, lavender, mint, kemangi, hingga rosemary.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Beli Lagi, Begini Cara Tanam Jahe di Rumah


    Jakarta

    Menanam jahe tidak perlu memiliki lahan yang luas, tanaman herba ini bisa tumbuh subur bahkan di dalam ruangan. Jadi, nggak ada lagi alasan nggak punya jahe di rumah karena kelupaan beli, kan bisa ditanam sendiri di rumah.

    Kenapa kita harus punya persediaan jahe di rumah? Manfaat jahe sangat banyak, mulai dari sebagai obat herbal, bahan masakan, bisa menyerap bau tak sedap pada makanan, tubuh, dan ruangan, hingga memiliki sifat anti-bakteri dan jamur.

    Manfaatnya yang banyak dan bisa untuk segala macam kebutuhan, jahe perlu tersedia setiap minggu di dapur. Oleh karena itu, daripada membeli di pasar dengan harga mahal, lebih baik menanam sendiri di rumah.


    Dilansir dari Martha Stewart, Jahe dapat ditanam dari akar yang dorman (rimpang). Cara jahe tumbuh mirip dengan kentang yang tumbuh dari tunas. Berikut langkah-langkah menanam jahe di dalam rumah.

    1. Beli Jahe Sehat

    Untuk menggandakan jahe, tentu membutuhkan jahe dahulu. Bukan dari bibit kecil. Ukuran jahe yang dibutuhkan tidak boleh kecil. Satu potong jahe seberat 230 gram sudah cukup.

    “Jahe itu pasti organik karena beberapa jahe non-organik telah diradiasi atau disemprot dengan inhibitor pertumbuhan, yang dapat mencegah jahe bertunas,” kata Ian Jerolmack, pemilik dan pengelola Stonecipher Farm, dikutip dari Martha Stewart, Kamis (13/11/2025).

    2. Rendam Jahe

    Langkah kedua adalah rendam jahe di dalam air selama satu hari sebelum ditanam di tanah untuk mempercepat perkecambahan. Sebagai catatan, cara ini tidak menjamin pertumbuhan akan sehat atau subur.

    3. Tanam Jahe

    Masukkan jahe ke dalam wadah yang sudah diisi tanah. Tanam sekitar 5 cm di bawah permukaan tanah. Alasannya agar jahe tidak cepat mengering.

    4. Simpan Jahe di Tempat Hangat

    Ini bagian yang penting. Jahe dapat tumbuh cepat di tempat yang hangat, seperti di atas kulkas (yang menghasilkan panas) atau ruangan yang minim ventilasi.

    Hindari menanam jahe di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Kuncinya adalah jahe perlu berada di sekitar area yang panas bukan yang tersiram sinar matahari. Sebab, sinar matahari tidak terlalu penting sampai tanaman menumbuhkan daun.

    “Hal terpenting saat menanam jahe adalah menjaga suhu pada 21 derajat Celcius atau lebih hangat, bahkan hingga 32 derajat Celcius,” ujar Jerolmack.

    5. Waktu Penyiraman

    Setelah itu, siram jahe seminggu sekali, tetapi air yang digunakan jangan terlalu banyak. Air di sini hanya untuk membantu tunas tumbuh karena bagian tersebut harus lembap di dalam tanah.

    6. Pindahkan ke Pot Baru

    Waktu tunggu untuk tunas Jahe rimbun sekitar 6-8 minggu, tetapi proses ini terkadang memakan waktu berbulan-bulan (terutama jika suhu tidak cukup hangat). Setelah daun jahe tambah tinggi dan besar pindahkan ke pot permanen.

    Itulah langkah-langkah menanam jahe di dalam ruangan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com